Publication Search

70,876 articles from 631 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Amelia Niwele

Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 FKIP, Universitas Palangka Raya

Merkuri (Hg) merupakan salah satu unsur yang paling beracun dari logam berat yang ada dan apabila terpapar pada konsentrasi yang tinggi maka mengakibatkan kerusakan otak secara permanen dan kerusakan ginjal. Di dalam air, logam merkuri dapat mengalami biotransformasi menjadi senyawa organik metil merkuri atau fenil merkuri akibat proses dekomposisi oleh bakteri. Senyawa organic tersebut diserap oleh jasa renik yang akan  masuk dalam  rantai makanan. Ini akhirnya tejadi akumulasi dan biomagnifikasi merkuri dalam  tubuh biota laut seperti ikan, udang dan kerang yang pada akhirnya masuk kedalam tubuh manusia yang mengkonsumsinya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah melakukan pengenalan zat berbahaya “ Merkuri”, bahaya penggunaan, dan cara mendeteksi kandungan merkuri. Metode yang digunakan saat penyuluhan metode ceramah dan diskusi kemudian dilanjutkan dengan workshop atau pelatihan dimana peserta bergantian maju kedepan untuk melakukan pengujian merkuri dengan melihat bentuk, warna dan bau serta melakukan pengujian makanan secara langsung terhadap ikan yang mengandung merkuri kemudian dilakukan evaluasi dan bimbingan berkelanjutan. Hasil capaian dari pengabdian masyarakat ini meliputi evaluasi mengenai merkuri, karakter ikan mengandung merkuri sebelum penyuluhan dan setelah penyuluhan

mawardi, Risky; Suhartatik, Nanik; Karyantina, Merkuria

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Apple is a fruit that turn brown quickly after being cut. One method to maintain the quality of apples cut is coating the fresh-cut apples with an edible coating. Ediblei coatingi is a thini ilayer that can bei eaten and can keep the iquality ofi the icoated material. Thei study aimed toi determinei the effectiveness of edible coating aloe vera (Aloe vera chinensis L.) in inhibit enzymatic browning reaction. The designii wasi usiing icompletely irandomized idesign. The first factor was the citrus species (Citrus aurantifolia, Citrus hystrix DC, Citrus amblycarpa) iand the secondi factori was thei istorage itime (0, 3, 6 day). Edible coating applied to fresh-cut apples and tested for moisture content, total dissolved solids, weight loss, color, overall appearance, vitamin C and total plate count. Thei resultsi ishowed that aloe vera edible coating with citrus extract was not effective in inhibiting the enzymatic reaction of sliced apples. The type of citrus and storage time was affect the effectiveness of aloe vera edible coating. Citrus amblycarpa extract has a lower water content reduction effect with a water content of 54.51% on the 6th day of storage time and has an effect on the total plate count, that Citrus amblycarpa extract has decreased total plate count in day 6th. Citrus aurantifolia extract gives the effect of maintaining brightness compared to other types of citrus, with a brightness value of 58,290 on the 6th day. The type of citrus has no effect on weight loss, total dissolved solids, overall appearance. The length of storage has an effect on the effectiveness of aloe vera edible coating, the longer it is stored, the apples cut will decrease in quality.

Sakura, Hida Arum; Karyantina, Merkuria; Suhartatik, Nanik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Sticks are delicious, crunchy, savory, long, thin, and brownish yellow snacks with various flavors.  The main ingredients of this product consist of wheat flour, , eggs, garlic, pepper, and salt.  Celery leaves were chosen because they are easy to obtain and to optimize local ingredients. Mung bean (Phaseolus radiates) itself is a vegetable food that is high in protein and fiber where the protein contained is 20-25%. This study aims to determine the effect of sticks mung bean flour and the addition of celery.  The design used was a 2 factor factorial completely randomized design (CRD).  Factor 1 is the ratio of wheat flour : mung bean flour  (75:25, 50:50, 25:75) and factor 2 is the concentration of celery porridge (10%, 20%, 30% in 30 ml of water).  The best results of chemical analysis based on the highest protein content were the ratio of wheat flour : mung bean flour 25:75 with concentration of celery porridge 20% with 2.22% water content, 1.74% ash content, 23.58% fat content, 17.75% protein content, 8.28% crude fiber and 46.41 for carbohydrates by difference, color sensory test value 3.73 (greenish brown), crunchy texture 3.40 (crispy), celery taste 3.60 (taste celery flavor) mung bean taste 2.67 (a bit of green bean flavor), celery aroma 3, 33 (smelling of celery), and 3.27 (preferred) for overall liking. The most preferred formulation of celery sticks by consumers is the comparison of wheat flour : mung bean flour 75:25 with the addition of 10% celery porridge concentration with a value of 3.47 (preferred). Sticks made from green beans and celery can be an alternative food that is high in protein and fiber.

Eko Permatasari, Heny; Widanti, Yannie Asrie; Karyantina, Merkuria

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2023 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kue pukis merupakan kue tradisional Indonesia. Tepung tiwul memiliki potensi untuk dijadikan bahan dalam pembuatan kue yang aman dikonsumsi penderita celiac dan autisme. Bahan baku lokal seperti tepung kacang hijau dan wortel yang kaya akan serat dapat memenuhi kebutuhan serat dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan karakteristik fisikokimia dan sensori pukis bebas gluten dari tepung tiwul dan tepung kacang hijau dengan penambahan puree wortel serta menentukan formulasi pukis bebas gluten yang paling disukai konsumen. Rancanganlpercobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor penambahan puree wortel serta  perbandingan tepung tiwul dan tepung kacang hijau. Hasil penelitian formulasi pukis bebas gluten terbaik berdasarkan kandungan tinggi serat pangan adalah formulasi puree wortel 25% : tepung tiwul 18,75% : tepung kacang hijau 56,25% dengan kadar air 26,75%, kadar abu 1,20%, kadar lemak 15,37%, kadar protein 10,45%, kadar serat pangan 7,94%, kadar karbohidrat by different 46,23% dan kadar β-karoten 10,88 µg/g. Nilai sensoris perlakuan ini yaitu warna 3,33 (warna semakin coklat), flavor tepung tiwul 2,53 (flavor tepung tiwul semakin terasa), flavor tepung kacang hijau 3,10 (flavor tepung kacang hijau semakin terasa), flavor wortel 2,70 (flavor wortel semakin terasa), tekstur empuk 3,63 (tekstur semakin empuk), dan kesukaan keseluruhan 3,73 (pukis disukai secara keseluruhan). Pukis dengan bahan baku tiwul, kacang hijau dan wortel dapat menjadi alternatif makanan tradisional yang memiliki tinggi serat dan beta karoten.

Aulia Debby Pelu; Astuti Tuharea; Nur Hardianti.Walalayo

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penambangan yang dilakukan di Indonesia adalah penambangan emas skala kecil, yang sering disebut dengan istilah PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin). Kegitan ini biasanya menggunakan metode amalgasi dengan merkuri (Hg) untuk mendapatkan biji emas. .Merkuri (Hg) merupakan salah satu unsur yang paling beracun dari logam berat yang ada dan apabila terpapar pada konsentrasi yang tinggi maka mengakibatkan kerusakan otak secara permanen dan kerusakan ginjal. Di dalam air, logam merkuri dapat mengalami biotransformasi menjadi senyawa organik metil merkuri atau fenil merkuri akibat proses dekomposisi oleh bakteri. Senyawa organic tersebut diserap oleh jasa renik yang akan masuk dalam rantai makanan. Ini akhirnya tejadi akumulasi dan biomagnifikasi merkuri dalam tubuh biota laut seperti ikan, udang dan kerang yang pada akhirnya masuk kedalam tubuh manusia yang mengkonsumsinya. Penelitian ini menggunakan metode Mercury Analyzer yang dilakukan pada sampel ikan yang berbeda pada titik pengambilan yang berbeda pula untuk melihat ada tidaknya pencemaran merkuri di lingkungan pertambangan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Teluk Kaiely Kabupaten Buru. Hasil penelitian ini menujukan bahwa 2 dari 3 sampel dinyatakan terkandung merkuri dengan kadar pada sampel di Kaiely ikan Kerong – Kerong (Terapon jarbua F.) sebesar 0,001 mg/L dan sampel di Kaki Air dengan ikan Pilchard Eropa (Sardina Pilchardus) sebesar 0,0003 mg/L. Sampel di Seith ikan Layang Biru (Decapterus macarellus) sebesar 0,00 mg/L atau tidak terdeteksi merkuri. Hasil ini menunjukan bahwa ikan masih layak dikonsumsi manusia karena dibawah baku mutu batas kandungan merkuri pada ikan yang dikonsumsi manusia yaitu sebesar 0,5 mg/kg