Publication Search

59,950 articles from 482 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-20 of 952

Analytics

Bagas ardiyantoro; Triana Triana; Septian Maulid Wicahyo

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Limbah kulit Jeruk peras , yang sering dibuang dan menimbulkan masalah lingkungan, sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Kulit Jeruk peras  mengandung minyak atsiri yang dapat diolah menjadi reed diffuser, pengharum ruangan alami yang ramah lingkungan. Namun, pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan kulit Jeruk peras  masih terbatas. Siswa SMA, sebagai generasi muda yang sedang mempersiapkan diri untuk dunia kerja atau wirausaha, dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan inovasi ini. Melalui pendidikan dan pelatihan, siswa SMA dapat mempelajari proses pembuatan reed diffuser dari kulit Jeruk peras , mulai dari ekstraksi minyak atsiri hingga pengemasan produk. Hal ini tidak hanya melatih keterampilan teknis dan kreativitas, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan. Pemanfaatan kulit Jeruk peras  untuk reed diffuser sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan, yang menekankan pemanfaatan sumber daya secara efisien. Dengan menguasai keterampilan ini, siswa SMA dapat berkontribusi dalam mengurangi limbah organik sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi. Ini juga mendukung visi pendidikan SMA untuk menciptakan lulusan yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja. Pengabdian masyarakat kali ini dilaksanakan di SMA Islam 1 Surakarta, Kota Surakarta.

Fitria Akmal; Sarrah Kurnia Fadhillah; Ainol Mardhiah; Harinawati Harinawati; Cut Andyna +1 more

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

This community service program aimed to promote a community-based environmental care movement through the planting of productive trees in Meunasah Panggoi Village, Muara Dua District, Lhokseumawe City. The program was implemented over four weeks using a Community-Based Participatory (CBP) approach, actively involving local residents in the planning, observation, seedling procurement, tree planting, and initial maintenance stages. The observation results indicated that vegetation cover in the village was still limited, highlighting the need for sustainable greening efforts. A total of 25 productive trees, including mango, longan, coconut, guava, and avocado, were successfully planted at several strategic locations. The activity involved village officials, youth groups, and community members, thereby strengthening public participation in environmental conservation. The program not only increased vegetation cover but also reinforced the spirit of mutual cooperation, enhanced collective awareness of environmental preservation, and encouraged the productive use of available land. The productive trees are expected to provide long-term ecological, social, and economic benefits by improving environmental quality and generating harvests that can be utilized by the community. Therefore, community-based greening represents an effective strategy for supporting sustainable environmental development at the village level.

Dewi Mujta Indah; Harsini

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Perubahan iklim menjadi tantangan besar bagi Indonesia yang menuntut keterlibatan berbagai aktor lintas sektor dalam upaya mitigasi dan adaptasi. Program Kampung Iklim (ProKlim) hadir sebagai pendekatan berbasis komunitas, namun implementasinya masih terkendala minimnya keterlibatan sektor swasta secara sistematis serta terbatasnya koordinasi antaraktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sektor swasta dalam implementasi ProKlim di Kampung Kayu Ara Permai menggunakan kerangka collaborative governance. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan validitas triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor swasta menjalankan peran strategis sebagai fasilitator, enabler, penyedia sumber daya, mediator, dan pelaksana kegiatan lapangan. Keterlibatan aktor seperti PHR, CIFOR, SPLP, dan PT ITA berdampak positif secara lingkungan, sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Namun, dominasi sektor swasta berpotensi menimbulkan ketergantungan jika tidak diimbangi dengan penguatan kapasitas masyarakat lokal. Penelitian ini merekomendasikan keseimbangan peran antaraktor dan integrasi yang lebih baik dengan kebijakan pemerintah daerah guna menjamin keberlanjutan program jangka panjang.

Novian, Hangga; Budiyanto, Hermawan; Riyono, Slamet; Aji, Maliki

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Semarang dilaksanakan di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada tanggal 3 Januari hingga 1 Februari 2026. Program ini bertujuan mengatasi permasalahan masyarakat di bidang kesehatan, literasi, keselamatan lingkungan, dan kesejahteraan sosial melalui pendekatan partisipatif yang terintegrasi. Program yang dilaksanakan meliputi pembuatan Taman TOGA, pembagian buku bacaan bergambar ke sekolah dasar, pemasangan kaca cembung di titik blind spot, penyuluhan pencegahan stunting disertai pembagian makanan bergizi, kerja bakti, serta pendampingan Posyandu, PKK, dan PAUD. Hasil program menunjukkan manfaat nyata: taman TOGA fungsional terbangun di halaman kantor kelurahan, 180 buku tersalurkan ke SDN Purwosari 1 dan 2, 3 kaca cembung terpasang di titik rawan kecelakaan, dan 25 paket makanan bergizi terdistribusi kepada anak PAUD. Program-program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan keselamatan lingkungan.

Mahmuda Pancawisma Febriharini; Hadi Karyono; Krismiyarsi; Siti Mariyam

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Anak merupakan amanah dan generasi penerus bangsa yang harus memperoleh perlindungan secara optimal dari segala bentuk eksploitasi, termasuk eksploitasi ekonomi melalui pekerjaan yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Meskipun hukum Indonesia telah mengatur perlindungan anak melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, masih ditemukan rendahnya pemahaman anak dan masyarakat mengenai hak-hak anak dalam dunia kerja. Kegiatan penyuluhan hukum ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum anak-anak di Panti Sosial Anak Tawangmangu mengenai hak anak, batasan pekerjaan yang diperbolehkan bagi anak, serta perlindungan hukum terhadap praktik eksploitasi anak. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi interaktif, studi kasus, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai hak-hak anak, ketentuan pekerja anak, dan mekanisme perlindungan hukum apabila terjadi pelanggaran hak anak. Penyuluhan hukum ini diharapkan mampu membangun kesadaran hukum sejak dini sehingga anak-anak dapat memahami hak dan kewajibannya serta terhindar dari berbagai bentuk eksploitasi ekonomi dan pelanggaran hak anak.

Novia Mungawanah; Febryan Alam Susatyo; Elen Anedya Frahma; Monica Belinda Oksavina; Sri Murni

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hukum waris sering kali menjadi pemicu konflik dalam keluarga, terutama terkait pembagian harta peninggalan yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat mengenai hak dan kewajiban para ahli waris guna mencegah terjadinya sengketa keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, dengan menggunakan metode penyuluhan hukum melalui ceramah, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk mendorong keterlibatan aktif peserta dalam memahami permasalahan hukum waris yang sering muncul di lingkungan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai prinsip-prinsip dasar hukum waris, prosedur pembagian warisan, serta pentingnya penyelesaian masalah waris secara musyawarah dan sesuai ketentuan hukum. Penyuluhan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi konflik keluarga terkait warisan.

Trismanto; Sri Muryati; Bekti Setio Astuti; Sogimin; Gurendi Wiwoho

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali siswa SMK Negeri 11 Semarang dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja di Jepang. Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyuluhan dan workshop yang melibatkan 50 siswa kelas XII jurusan Teknik Grafika, Animasi, dan Pengembangan Game. Materi mencakup tiga pilar utama: kemampuan bahasa Jepang (minimal N5/JLPT), sikap kerja (disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan pantang menyerah), serta keterampilan teknis (hard skill, soft skill, dan survival skill). Tiga jalur ke Jepang diperkenalkan yaitu magang teknis (Ginou Jisshuu), Specified Skilled Worker (SSW), dan sekolah sambil bekerja (Ryuugakusei). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan motivasi siswa untuk mengejar peluang karier di Jepang. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan SMK di pasar kerja internasional.

Wiwit Zuriati Uno; Rifka Anggraini Anggai; Lisa Efriani Puluhulawa; Amelia Regina Arsyad

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman lokal yang kaya protein, vitamin, dan mineral, serta berpotensi mendukung pemenuhan gizi anak apabila diolah dalam bentuk yang lebih diterima. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui inovasi pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) berbasis data empiris masyarakat sebagai permen pendukung gizi anak. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tinelo, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, dengan sasaran ibu yang memiliki anak usia 5–12 tahun. Tahap awal dilakukan pengumpulan data empiris melalui wawancara semi-terstruktur untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan daun kelor dan tingkat penerimaan anak. Selanjutnya dilakukan kegiatan edukasi mengenai manfaat gizi daun kelor serta pendampingan pembuatan permen herbal kelor sebagai inovasi pengolahan pangan berbasis kearifan lokal. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi pra dan pasca kegiatan terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan penerimaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu terhadap manfaat gizi daun kelor, dukungan terhadap inovasi pengolahan, penerimaan anak terhadap konsumsi kelor, partisipasi aktif masyarakat, serta minat untuk mengolah daun kelor secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis data empiris dan inovasi pangan lokal efektif dalam meningkatkan pemanfaatan daun kelor sebagai pendukung gizi anak.

Hariyono Rakhmad; Agus Purwadi; Surateno; Elly Antika

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan pada usaha jasa pengetikan Metronet di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, melalui optimalisasi tiga fitur produktivitas Microsoft Office: autocorrect, autoformat, dan template dokumen. Tim pelaksana memakai metode riset tindakan partisipatif dengan menggabungkan metode ini dengan pelatihan dan bimbingan. Pelaksanaan program menunjukkan hasil yang jelas pada semua parameter evaluasi. Kemampuan karyawan meningkat sekitar 93,2%. Waktu penyelesaian dokumen berkurang rata-rata 58%. Tingkat kesalahan juga turun menjadi 1,2%. Kapasitas layanan bertambah 40%, dan adanya pelanggan baru dari kecamatan lain yang dapat dilayani. Ditemukan bahwa perbaikan kecil ini dengan tetap terfokus pada perangkat lunak perkantoran sehari-hari mampu mempertajam kualitas pelayanan usaha mikro dan memperluas jangkauan pasarnya dalam waktu relatif singkat.

Andriyansah Setiawan; Tri Suseno Aji; Rosadi Rosadi; Muhammad Yusuf; Hanif Khairullah

Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The Baduy community in Kanekes Village has economic potential based on traditional crafts with high cultural value, such as weaving and woven fabrics. However, the management of craft businesses is still carried out in a simple manner without a structured human resource (HR) management system. Problems faced include the lack of a clear division of tasks, inefficient production processes, and limited marketing strategies. These conditions hamper the optimal development of craft businesses. This community service activity aims to strengthen human resource management based on local wisdom in order to increase the capacity of traditional craft businesses in the Baduy community. The solution offered is training and mentoring on simple business management adapted to traditional values. Activities include socializing the importance of HR management, training on the division of labor within groups, improving production skills, and developing marketing strategies that respect local wisdom. The implementation method uses a participatory approach through the stages of preparation, training, mentoring, evaluation, and program sustainability. The community is actively involved in every stage of the activity to ensure the program's suitability to local socio-cultural conditions. This activity results in increased human resource capacity in craft business management, the establishment of a more organized work system, and an increased economic value of craft products. In addition, this activity is expected to produce a community empowerment model based on local wisdom and scientific publications in community service journals.

Fransina Matakena; Aholiab Watloly

Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service program aimed to strengthen community development in Negeri Soya by reinforcing group kinship ties within a multicultural society. As a traditional village in Ambon City, Negeri Soya is inhabited by people from diverse ethnic and social backgrounds who live together in one area. This diversity requires harmonious social relations supported by solidarity, brotherhood, and social awareness. The program focused on the men’s service group of the Elim Sector, Soya Congregation, as a forum for social and spiritual development. The activities were conducted through lectures, question-and-answer sessions, and collaborative practices in church services. The materials emphasized group kinship, social solidarity, togetherness, and the understanding that kinship is not limited to blood relations, but can also be built through shared territory, life experiences, and continuous social interaction. The results show that the Negeri Soya community has strong solidarity and active participation in religious and social activities. Values such as mutual cooperation, masohi, and the concept of orang basudara serve as important foundations for social integration. Men’s church service activities strengthened care, cooperation, and shared responsibility among members. These findings indicate that local cultural values remain relevant for managing diversity and building collective resilience in post-conflict communities. Overall, this program contributed positively to strengthening social relations and supporting harmonious, inclusive, and sustainable community life in Negeri Soya in daily life.

Annisa Mafazah Himatun Aliyyah; Siti Fina Rizka Utami; Rani Amelia; Sri Tanjung Rejeki

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi dan berisiko terhadap kesehatan ibu dan janin. Rendahnya pengetahuan serta kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe menjadi salah satu penyebab tingginya kasus anemia selama kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya konsumsi tablet Fe sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan berupa pemeriksaan kadar hb, penyuluhan melalui ceramah, diskusi. Kegiatan dilaksanakan pada 31 Januari 2026 di PMB Bidan Irma dengan peserta 13 ibu hamil. Hasil kegiatan menemukan 1 peserta ibu hamil yang terkena anemia, pentingnya peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai bahaya anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe secara rutin. Peserta memberikan respons positif dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe serta mencegah komplikasi selama kehamilan, persalinan, dan masa nifas.

Susilawati Cicilia Laurentia; Appolinaris Didien Trimartinni; Kemmala Dewi; Aris Krisdiyanto; Pipit Skriptianata Putra Pranida +2 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi petani di Desa Sawit, Kabupaten Magelang, seperti meningkatnya biaya produksi, kesulitan pengendalian hama, dan degradasi lingkungan akibat penggunaan bahan kimia sintetis yang berlebihan. Program ini memperkenalkan Biosaka, sebuah teknologi pertanian inovatif yang memanfaatkan rumput dan dedaunan lokal untuk menghasilkan larutan elisitor yang mampu meningkatkan ketahanan dan pertumbuhan tanaman. Melalui pelatihan partisipatif dan praktik langsung, para petani diajarkan prinsip, proses pembuatan, dan metode aplikasi Biosaka. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani, dengan 85% peserta berhasil memproduksi dan mengaplikasikan Biosaka secara mandiri. Inisiatif ini berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada input sintetis, menurunkan biaya produksi, mendorong keberlanjutan lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam di kalangan petani.

Krismiyarsi; Hadi Karyono; Kunarto; Mahmuda Pancawisma Febriharini

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang semakin kompleks dan menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan panti sosial pelayanan anak. Berbagai bentuk kenakalan remaja seperti pelanggaran tata tertib, pergaulan bebas, penyalahgunaan media digital, hingga tindakan yang berpotensi melanggar hukum menunjukkan pentingnya pembinaan karakter dan kesadaran hukum sejak dini. Kurangnya pemahaman tentang norma hukum, lemahnya kontrol diri, serta pengaruh lingkungan sosial menjadi faktor yang mendorong terjadinya perilaku menyimpang pada remaja. Kegiatan penyuluhan hukum yang dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang di Panti Sosial Pelayanan Anak Tawangmangu, Karanganyar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum, membangun karakter positif, serta memberikan pemahaman kepada remaja mengenai konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan hukum mampu meningkatkan pemahaman remaja terhadap norma hukum dan sosial, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perilaku disiplin dan tanggung jawab, serta mendorong terbentuknya sikap preventif terhadap tindakan kenakalan. Dengan demikian, penyuluhan hukum menjadi salah satu strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja melalui pembinaan kesadaran hukum dan penguatan karakter sejak usia dini.

Alif Achadah; Gilang Saputra; Iqbalul Rizki

Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Street names are a vital public information tool that helps people identify locations, find addresses, and reinforce the identity of a region. The availability of street names also supports the effectiveness of administrative services, community mobility, and emergency service access. Srigonco Village, Bantur District, Malang Regency, still faces a lack of street names, making it difficult for residents and visitors to find specific addresses. Based on this situation, students from the 14th Community Service Program (KKN-T) at Raden Rahmat Islamic University (Unira) Malang implemented a community service program involving mapping and installing street names at several strategic locations in the village. The implementation method included field observation, street name data collection, coordination with village officials, design and production, and installation of the street names. This program aims to improve access to location information, clarify regional identity, and support orderly village administration. The results of the activity indicate that the presence of street names provides tangible benefits to the community, particularly in facilitating address searches, improving environmental order, and helping visitors to identify Srigonco Village more easily and effectively.

Muhammad Dzakwan Rafa; Davina Shafa Fellisa; Meisanti Meisanti

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service activity is motivated by the increasing volume of household plastic waste that has not been optimally managed, thus potentially polluting the environment. Utilizing inorganic waste, especially used plastic bottles, as a planting medium is a simple solution to reduce pollution while increasing community creativity. This activity aims to increase community knowledge and skills in utilizing used plastic bottles as a useful and economically valuable planting medium container. The Women Farmers Group (KWT) participated in this activity on May 1, 2026 in Gempol Sari Village, Sepatan Timur District, Tangerang Regency, Banten Province. Participatory Action Research (PAR) strategies were used to carry out implementation techniques, which included socialization, training, direct practice, mentoring, and assessment. Pre- and post-activity tests were given and evaluated using Paired Sample T-Tests to assess the activity. After participating in the training, the level of participant understanding increased, in accordance with the results of the activity. Participants' knowledge increased significantly through this exercise, as indicated by a significant increase in their average post-test score from 92.86 to 78.57 (p < 0.05). In addition, participants were able to independently practice making simple planting media from used plastic bottles. This activity has positive implications for increasing environmental awareness and community creativity, as well as supporting economic empowerment and sustainable environmental management efforts.

Muhammad Dzakwan Rafa; Davina Shafa Fellisa; Meisanti Meisanti

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service activity is motivated by the increasing volume of household plastic waste that has not been optimally managed, thus potentially polluting the environment. Utilizing inorganic waste, especially used plastic bottles, as a planting medium is a simple solution to reduce pollution while increasing community creativity. This activity aims to increase community knowledge and skills in utilizing used plastic bottles as a useful and economically valuable planting medium container. The Women Farmers Group (KWT) participated in this activity on May 1, 2026 in Gempol Sari Village, Sepatan Timur District, Tangerang Regency, Banten Province. Participatory Action Research (PAR) strategies were used to carry out implementation techniques, which included socialization, training, direct practice, mentoring, and assessment. Pre- and post-activity tests were given and evaluated using Paired Sample T-Tests to assess the activity. After participating in the training, the level of participant understanding increased, in accordance with the results of the activity. Participants' knowledge increased significantly through this exercise, as indicated by a significant increase in their average post-test score from 92.86 to 78.57 (p < 0.05). In addition, participants were able to independently practice making simple planting media from used plastic bottles. This activity has positive implications for increasing environmental awareness and community creativity, as well as supporting economic empowerment and sustainable environmental management efforts.

Rizka Fuziana Pangesti; Putra Jaya; Lisnawati

Jurnal Ilmiah Ekonomi, Akuntansi, dan Pajak 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

his study examines the concept of sustainable business development through the lens of Islamic economics, focusing on the integration of three core dimensions: financial profit (profit), social empowerment (people), and environmental stewardship (planet). The urgency of this research is driven by the global environmental crisis and social inequality, which demand business models that pursue long-term welfare rather than merely short-term gains. Using a qualitative approach through a systematic literature review, this research analyzes how Islamic economic principles—including tawhid, justice ('adl), and the responsibility of khalifah—align with and reinforce the Sustainable Development Goals (SDGs). The findings indicate that the Profit-People-Planet framework is not only compatible with Islamic teachings but is deeply embedded in Islamic economic ethics and the maqashid al-shariah framework. Instruments such as zakat, waqf, and Islamic financing serve as practical mechanisms that simultaneously support halal profit generation, enhance community welfare distributively, and ensure environmental protection through the principle of hifz al-bi’ah. This study concludes that Islamic economics offers a holistic, ethical, and value-based framework for building sustainable businesses that are profitable, socially responsible, and environmentally conscious in the modern era.

Riswanto Riswanto; Khairul Khairul; Cut Nizma; Diena Fadhilah; Jasa Ginting

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in national economic growth, particularly in creating employment opportunities and improving community welfare. However, many MSME actors still face challenges in financial management due to limited financial literacy and inadequate understanding of simple accounting practices. Tenank Cafe Medan is one of the culinary businesses with strong development potential, yet it continues to experience difficulties in transaction recording, cash flow management, and preparing simple financial reports, which may affect business sustainability and operational effectiveness. This Community Partnership Independent Service Program (PMKM) aims to improve the financial literacy of business partners in supporting sustainable business development. The implementation methods included observation, socialization, training, direct practice, and mentoring activities focused on business financial management and transaction recording. The results of the program indicate an increase in the partner’s understanding of financial management, transaction recording, and the preparation of simple profit and loss reports. In addition, the partner has started to separate business finances from personal finances. Therefore, this activity provides a positive contribution toward strengthening business management practices and supporting the sustainability and long-term development of Tenank Cafe Medan.

Muhammad Zuardi; Sally Maya Vida; Raina Rosanti; Sabarita Tarigan; Heddy Heddy

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in supporting national economic growth, particularly in the culinary sector. However, many MSME entrepreneurs still face challenges in financial management due to the lack of proper implementation of simple accounting systems. Tenank Cafe Medan is one of the culinary businesses with strong growth potential, yet it continues to experience difficulties in transaction recording, cash flow management, and the preparation of simple financial statements, which affect the quality of business services. Therefore, this Community Partnership Independent Service Program (PMKM) aims to provide assistance in simple accounting practices to improve service quality at Tenank Cafe Medan. The program was implemented through observation, socialization, training, direct practice, and mentoring activities. The materials included transaction recording, cash book preparation, simple income statements, and cash flow management. The results show an improvement in the partner’s understanding and ability to manage finances systematically. Better financial management has also contributed to improving operational management and customer service quality. Thus, this program positively supports business management strengthening and service quality improvement at Tenank Cafe Medan.