Publication Search

70,860 articles from 625 journals · 2,040 citations tracked

Showing 1-20 of 20

Analytics

Febriana Krisdayanti Barus; Charles Fransiscus Ambarita

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Latar belakang penelitian ini berakar pada fenomena kemajuan yang tidak merata di antara indikator pembangunan di Sumatera Utara, di mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meskipun diklasifikasikan dalam kategori “tinggi”, belum secara konsisten berkontribusi pada penurunan tingkat pengangguran. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh IMB, tingkat kemiskinan, dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda menggunakan data deret waktu dari tahun 2010 hingga 2025 yang bersumber dari BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, IPM, kemiskinan, dan pengangguran secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah. Secara parsial, IMB memiliki pengaruh positif dan signifikan, menunjukkan bahwa investasi dalam kualitas modal manusia meningkatkan produktivitas ekonomi. Sebaliknya, baik tingkat kemiskinan maupun tingkat pengangguran terbuka menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, yang menyiratkan bahwa peningkatan variabel-variabel ini cenderung menghambat ekspansi ekonomi. Lebih lanjut, variabel independen yang dimasukkan dalam model ini menjelaskan 49,49% variasi pertumbuhan ekonomi, sedangkan proporsi sisanya dijelaskan oleh faktor eksternal di luar cakupan penelitian ini. Hasil ini menyoroti pentingnya penerapan kebijakan yang menyelaraskan pengembangan sumber daya manusia dengan tuntutan pasar tenaga kerja untuk mengatasi masalah pengangguran terdidik.

Haq, Iyanul; Muchlis Djuniarsah; Syafri, Syafri

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2025 FEB Universitas Maritim Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh angka kemiskinan terhadap indikator pendidikan di Kota Semarang selama kurun waktu 2020–2024. Kemiskinan dan pendidikan merupakan dua masalah sosial yang saling terkait erat dan menjadi tantangan besar di wilayah perkotaan, terutama pascapandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Variabel yang dianalisis meliputi angka kemiskinan sebagai variabel bebas, dan angka partisipasi sekolah, rata-rata lama sekolah, dan angka putus sekolah sebagai variabel keterikatan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh kemiskinan terhadap pencapaian pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap indikator pendidikan di Kota Semarang. Penurunan angka kemiskinan cenderung terjadi dengan peningkatan angka partisipasi sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta penurunan angka putus sekolah. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi kebijakan terpadu yang membahas penanggulangan kemiskinan dan peningkatan akses dan kualitas pendidikan untuk memutus siklus kemiskinan antargenerasi di Kota Semarang.   Kata Kunci:  kemiskinan, pendidikan, regresi linier sederhana, angka partisipasi sekolah, rata-rata tahun sekolah, sekolah di Kota Semarang, Kota Semarang

Muhammad Rafly; Darjat Saripurna; Kristina Anastasia

Saturnus: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi 2024 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Dinas Sosial (Dinsos) mewajibkan ruamh tangga miskin mengikuti persyaratan yang ditetapkan pada Dinsos Kota Binjai. Adapun ketetapan tersebut adalah rumah tangga yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan Dinsos dan memenuhi syarat. Penerimaan Program Keluarga Harapan (PKH) sering kali tidak tepat sasaran, menyebabkan ketidakmampuan program dalam mencapai tujuan utamanya, yaitu mengurangi kemiskinan. Masalah ini dapat berasal dari beberapa faktor yang kompleks. Pertama, proses identifikasi dan verifikasi penerima PKH kurang akurat atau rentan terhadap penyalahgunaan atau manipulasi (Kemensos, 2021). Agar tujuan ini dapat berhasil, maka dibutuhkan sebuah metode yang dapat digunakan untuk pembobotan dan pengurutan setiap komponen yang ada, mulai dari yang paling tinggi hingga rendah yaitu Multi Factor Evaluation Process (MFEP). Multi Factor Evaluation Process (MFEP) merupakan metode perangkingan yang banyak digunakan dalam sistem pendukung keputusan. MFEP merupakan teknik pengambilan keputusan berdasarkan sejumlah kriteria atau faktor yang memiliki nilai-nilai dan setiap kriteria memiliki bobot dengan pertimbangan tingkat kepentingan yang tepat dengan membandingkan kriteria lainnya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penerima, pendapatan rumah tangga, anak sekolah, luas rumah, jenis dinding rumah, penyandang disabilitas, sumber air dan jumlah tanggungan. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan dibangunnya sistem pendukung ini, dapat membantu Dinas Sosial Kota Binjai dalam menentukan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) serta penggunaan metode MFEP dalam sistem pendukung keputusan penerimaan PKH meningkatkan akurasi dalam menentukan calon penerima yang layak. Metode ini mampu mengolah berbagai kriteria yang telah ditetapkan, sehingga hasil keputusan lebih objektif dan adil dibandingkan dengan penilaian manual.

Cut Miftahul Jannah; Indra Wijaya; Mustika Amri

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2024 CV. Aksara Global Akademia

Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang disebabkan oleh banyak faktor yang saling terkait. Belanja operasional dan belanja modal dianggap dapat mempengaruhi tingkat kemiskinan. Tujuan penelitian ini untuk mendeterminasi pengaruh belanja operasional dan belanja modal terhadap kemiskinan di Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda untuk melihat pengaruh antara variabel independen (Belanja Operasional dan Belanja Modal) dengan variabel dependen (Tingkat Kemiskinan). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa belanja operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di kota lhokseumawe,artinya jika belanja operasional meningkat maka tingkat kemiskinan di Kota Lhokseumawe akan cenderung menurun. Namun belanja modal tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kota Lhokseumawe periode tahun 2007-2023. Rekomendasi kepada pemerintah daerah agar lebih memproritaskan peningkatan anggaran untuk belanja operasional serta perlu dilakukan evaluasi terhadap belanja modal.

Yulies Tiena Masriani; Ridho Pakina; Mieke Anggraeni Dewi; Agnes Maria Janni Widyawati

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Peningkatan angka penyelenggaraan perkawinan anak, khususnya pada pedesaan merupakan salah satu dasar utama melakukan pengabdian masyarakat, dalam hal ini dengan bentuk sosialisasi dan edukasi terkait dampak perkawinan anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang turun langsung ke lapangan untuk secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi dengan warga dan perangkat desa Kelurahan Wonopolo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang sebagai upaya preventif peningkatan perkawinan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Perguruan tinggi melakukan pengabdian kepada masyarakat, termasuk menyediakan sosialisasi dan penyuluhan untuk mencegah pernikahan anak. Perkawinan anak dianggap melanggar hak anak dan merupakan bentuk kekerasan terhadap anak. Praktik ini sering kali disebabkan oleh kemiskinan, ketidaksetaraan gender, dan ketidakadilan sosial. Dampaknya sangat signifikan, dengan sebagian besar partisipan penelitian harus putus sekolah dan menghadapi kekerasan fisik dan psikologis. Di Indonesia, faktor-faktor yang menyebabkan pernikahan anak antara lain kondisi ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, keinginan pribadi, pergaulan bebas, dan tradisi adat. Pada daerah pedesaan, pernikahan anak masih sering dianggap wajar, terutama jika didukung oleh adat istiadat atau budaya. Kurangnya akses terhadap pendidikan dan informasi tentang kesehatan reproduksi juga menjadi faktor utama, serta masalah ekonomi dan perasaan malu akan pandangan dan stigma dari lingkungan sekitar.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Putri Yuliana; Muh Riswandi Palawa

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah dinilai sangat mendukung untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Dapat dibuktikan UMKM menjadi salah satu program pemerintah yang memperkokoh perekonomian. UMKM Zahra merupakan usaha mikro kecil menengah yang menawarkan produk berupa keripik pisang, terletak di Desa Kotarindau kecamatan Dolo kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi masalah serta memberikan solusi atas apa yang dihadapi pada UMKM Zahra kemudian menyusun strategi dalam pengembangan pemasaran UMKM keripik Zahra, sebagai salah satu sektor unggulan dalam membantu peningkatan perekonomian UMKM Zahra. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian menganalisis berdasarkan SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari UMKM Zahra. Hasil penelitian ini mengetahui bahwa terdapat permasalahan pada UMKM Zahra Desa Kotarindau seperti minimnya promosi dari UMKM Zahra serta tidak adanya pemasaran pada sosial media berupa marketplace facebook dan instagram pada UMKM tersebut sehingga pengembangan pemasarannya belum terlaksana dengan baik. Sedangkan solusi yang tepat yaitu dengan menggunakan strategi WO strategi yang memanfaatkan peluang dengan mengurangi kelemahan yang ada. Kegiatan MBKM ini menghasilkan pemasaran door to door, pemasaran melalui maerketplace facebook dan akun Instagram, logo serta pembaharuan sarana dan prasarana UMKM Zahra.  

Tiara Tri Dewi

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kritik sosial banyak terdapat dalam karya sastra khususnya novel karena melalui novel pengarang dapat menyampaikan masalah-masalah sosial masyarakat ke dalam sebuah cerita yang menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kritik sosial yang terdapat pada novel Kado Terbaik karya J.S. Khairen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data dari penelitian ini adalah novel yang berjudul Kado Terbaik karya J.S Khairen. Data penelitian berupa satuan-satuan teks yang berupa kutipan, narasi, dan dialog dari novel. Hasil dari penelitian ini adalah adanya kritik sosial berdasarkan pendapat Soerjono Soekanto yang meliputi: (1) kejahatan, (2) kemiskinan, dan (3) disorganisasi keluarga.

Adelia Suryani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh setiap negara khususnya di Provinsi Sumatera Selatan, banyak kebijaksanaan yang dibuat oleh Pemerintah untuk Pembangunan Ekonomi. Pembangunan ekonomi memiliki tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, meningkatkan lapangan pekerjaan sehingga memperluas kesempatan kerja dan mengarahkan pembagian pendapatan yang merata di setiap daerah. Penelitian ini berbasis pada penelitian diskriptif, Dikatakan diskriptif karena penelitian ini menggambarkan objek yang diteliti. Kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar, karena kemiskinan menyangkut pemenuhan kebutuhan yang paling mendasar dalam kehidupan. Dan kemiskinan merupakan masalah global karena kemiskinan merupakan masalah yang dihadapi banyak negara. Berdasarkan analisis yang telah diuraikan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan untuk menjawab rumusan masalah kemiskinan berpegaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan. Kemudian kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan secara langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan.

Salwa Fadhilah Haya; Tiara Fadilah; Sri Rahayu; Juliana Nasution

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kemiskinan adalah salah satu masalah mendasar di jantung negara dan wilayah. Kemiskinan yang dihadapi semua negara, terutama negara berkembang seperti Indonesia. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengidentifikasi dampak-dampak di indonesia. Penelitian ini pendekatan analitik yang menggabungkan teknik regresi linier berganda. Jenis data untuk survei ini memakai data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, yang bertujuan untuk mengetahui kemiskinan dan kesenjangan pendapatan ditinjau dari pertumbuhan ekonomi daerah di Indonesia.

Astuti, Yuni; Anggarawati, Tuti

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia sangat tinggi terutama pada masa pandemic covid-19. Salah satu faktor yang menyebabkan laju pertambahan penduduk adalah angka kelahiran total. Hal ini menyebabkan masalah bagi negara Indonesia terutama bidang kependudukan dan keluarga berencana. Upaya perintah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk ini dengan program Keluarga Berencana. KB merupakan upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk yang meningkat pesat dan juga menekan garis kemiskinan masyarakat. Tingkat kesadaran masyarakat merupakan tantangan terbesar dalam penggalakan program KB kembali. Seseorang yang memiliki pengetahuan baik akan cenderung memilih alat kontrasepsi yang sesuai dan cocok digunakannya, karena dengan pengetahuan yang baik seseorang akan lebih mudah menerima informasi terutama tentang alat kontrasepsi. Peningkatan pengetahuan dibutuhkan untuk memperkuat kesadaran dalam layanan KB sehingga turut membantu masyarakat untuk tetap melaksanakan kembali program KB dan terus memakai alat kontrasepsi, meski dalam keadaan pandemic-19. Dari hasil paparan perlu dilakukan pengabdian masyarakat “IbM Peningkatan Awareness KB-Kespro Melalui Pendekatan Publik Untuk Penguatan Peran Wanita Sebagai Pilar Bangsa”. Kegiatan ini terdiri dari penyuluhan, diskusi, curah pendapat, serta monitoring. Target luaran berupa tercapainya pemberdayaan masyarakat dan meningkatnya pengetahuan wanita usia subur, terpublikasinya hasil pengabdian masyarakat di jurnal nasional, serta media elektronik.  

Ito Marjuki Yuliyanto; Aris Toening Winarni

Jurnal Media Administrasi 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

  Dampak Covid-19 yang dirasakan oleh seluruh dunia tidak hanya masalah kesehatan tetapi juga dirasakan oleh masyarakat adalah kerentanan ekonomi, terutama kelompok miskin dan terpinggirkan. Prediksi sebuah studi menunjukkan bahwa angka kemiskinan akan meningkat akibat Covid-19 dan berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi nasional. Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang sedang terjadi saat ini merupakan permasalahan dunia. Hal ini dibuktikan dengan ditetapkannya Covid-19 sebagai Pandemi Global oleh WHO. Tujuan penelitian ini adalah mendekripsikan dan menganalisis partisipasi masyarakat pada program Gubernur Jawa Tengah dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan melalui studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemerintah Jawa Tengah telah menguarkan program Jogo Tonggo dalam menangani wabah Covid-19, namun faktanya hingga saat ini permasalahan belum terselesaikan dengan baik. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya kesadaran masyarakat dan peran serta masyarakat terhadab bahaya wabah Covid-19, sehingga dibutuhkan beberapa tindakan seperti peningkatan kualitas anggota Jogo Tonggo, adanya evaluasi dan pemilihan media sosial.

Zihab, Zihab; Syarif, Muhamad; Hirjan, Muhamad; Dewi, Hastri Mulyana

Indonesia sebagai Negara berkembang dimana sebagian besar penduduk hidup di daerah pedesaan sehingga apabila pembangunan nasional bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, maka kawasan pedesaan mendapat prioritas sebagai bidang garapan pembangunan. Kawasan pedesaan pada saat ini dapat di indentikan dengan kata “kemiskinan”. Pada kenyataannya, banyak masyarakat yang tinggal di pedesaan sangat akrab dengan kemiskinan. Pada umumnya mereka hidup dalam keterbatasan, kemiskinan dan ketidakberdayaan dalam menghadapi berbagai perkembangan dan perubahan yang terjadi. Tingginya tingkat kemiskinan menjadi indikator bahwa masyarakat belum berperan menjadi masyarakat yang mandiri dan berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran apa saja yang dilakukan koperasi Syariah Al-Hasan Mitra Ummat Lenek dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Lenek dan mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan data kualitatif studi kasus. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode wawancara sebagai pedoman kepada Direktur dan karyawan koperasi Al-Hasan Mitra Ummat Lenek serta para anggota koperasi Al-Hasan, sedangkan dokumentasi dilakukan dengan melakukan pencatatan ataupun data yang diperoleh dari koperasi Al-Hasan seperti sejarah koperasi Al-Hasan Mitra Ummat Lenek, struktur organisasi, dan ilustrasi pembiayaan pada koperasi Al-Hasan Mitra Ummat Lenek.Hasil penelitian ini adalah bahwa Pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat sudah banyak dilakukan oleh beberapa Lembaga baik Lembaga pemerintah maupun non pemerintah, namun pendekatan tersebut banyak yang tidak memberikan hasil yang optimal, diantara penyebabnya adalah ketidaksinambungan antara tujuan dengan proses yang dijalankan. Untuk itu diperlukan sebuah wadah yang mewujudkan tujuan pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan proses yang terjadi. Salah satu Lembaga yang berupaya mengatasi masalah tersebut adalah Koperasi Syariah Al-Hasan Mitra Ummat Lenek dimana dalam operasinya, koperasi syariah tersebut menyalurkan dana kepada masyarakat berdasarkan Al-Hadist dengan menggunakan prinsip bagi hasil yang sesuai dengan prinsip syariah. Koperasi Syariah Al-Hasan Mitra Ummat Lenek merupakan salah satu Lembaga keuangan yang syariah yang saat ini terus mengalami perkembangan.

Nur Fauzi, Reza; Febriani, Ria Kurnia; Desmawan, Deris

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2022 FEB Universitas Maritim Semarang

Kemiskinan adalah masalah utama yang saat ini dialami oleh seluruh daerah yang ada di Indonesia. Setiap tahunnya, persentase angka kemiskinan selalu tinggi. Salah satu penyebabnya yaitu tingginya laju pertumbuhan penduduk. Hal ini menyebabkan kesenjangan dan berdampak pada meningkatnya kemiskinan. Tujuan dari pembuatan jurnal ini adalah untuk menganalisis terkait pengaruh laju pertumbuhan penduduk terhadap kemiskinan di Indonesia. Variabel Laju Pertumbuhan Penduduk sebagai variabel bebas dan Kemiskinan sebagai variabel terikat. Data yang digunakan yaitu data runtun waktu sekunder tahun 2021. Data tersebut berasal dari laporan statistik Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah uji regresi sederhana, pengujian hipotesis memanfaatkan uji koefisien determinasi dan uji parsial, sedangkan pengerjaan data memakai SPSS 26. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan penduduk tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemiskinan. Sementara itu, Laju pertumbuhan penduduk memiliki hubungan positif namun sangat lemah terhadap kemiskinan.

Lisdayani, Fitria; Selvia Putri, Shella; Desmawan, Deris

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2022 FEB Universitas Maritim Semarang

Ketimpangan sosial adalah perkara tahunan yang ada pada negara berkembang misalnya Indonesia. Adanya kesenjangan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ketidaksiapan masyarakat terhadap pandemi, kebijakan pemerintah, dan dampak globalisasi. Kesenjangan ini dapat menimbulkan kecemburuan sosial yang berdampak pada kehidupan masyarakat, putus sekolah dll. Ketimpangan sosial erat kaitannya dengan kemiskinan. Kemiskinan sendiri merupakan masalah yang seolah-olah sudah ada di masa lalu, namun berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasinya. Pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan tambahan pada perekonomian negara, terutama populasinya yang kecil, karena semua kegiatan telah sangat dibatasi selama dua tahun terakhir. Para kurcaci semakin menyesali kurangnya kesempatan kerja, dan menjadi sulit untuk menemukan sesuap nasi untuk mereka. Pasal 34 ayat (2) UUD 1945 menetapkan bahwa negara menyelenggarakan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memperkuat masyarakat yang rentan dan diberkati sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Anehnya, banyak pejabat telah melihat peningkatan aset selama pandemi. Hal ini ironis, mengingat masyarakat kesulitan mencari peti mati rupiah, namun rejeki pejabat justru meningkat.

Mahmudah, Fajriah; Kurniawati, Kurniawati; Agrosamdhyo, Raden

Jurnal Maisyatuna 2021 STAI Denpasar Bali

Dalam Islam, zakat merupakan upaya untuk mengentaskan atau meminimalisir masalah kemiskinan. Salah satu cara dalam pengelolaan dana zakat dengan cara dikelola secara produktif dan berkelanjutan, yaitu pemberian modal usaha. Fokus penelitian ini: 1) Bagaimana implementasi zakat produktif sebagai upaya pemberdayaan ekonomi usaha duafa di Sahabat Mustahik Bali?; 2) Apa saja yang menjadi hambatan dan solusi dalam pemberdayaan ekonomi usaha duafa di Sahabat Mustahik Bali?. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Bagaimana implementasi zakat produktif sebagai upaya pemberdayaan ekonomi usaha duafa di Sahabat Mustahik Bali, 2) Apa hambatan dan solusi dalam pemberdayaan ekonomi usaha duafa Sahabat Mustahik Bali. Untuk mencapai tujuan, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber datanya adalah pengurus serta beberapa duafa penerima modal usaha di Sahabat Mustahik Bali. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data melalui uji kredibilitas dilakukan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pengelolaan zakat produktif terdiri dari melakukan survey untuk melihat kebutuhan para mustahik kemudian dilanjutkan dengan pembuatan program kerja, lalu membuat struktur organisasi dan pembagian tugas. Pelaksanaannya dengan sistem hibah, yaitu pemberian modal usaha yang pengawasannya dilakukan 1 bulan sekali, 2) Pengawasan yang dilaksanakan oleh Sahabat Mustahik Bali belum dilaksanakan secara maksimal dikarenakan kurangnya tenaga kerja. Solusi yang didapatkan yaitu dengan menambah dan meningkatkan kualitas SDM yang ada sehingga bisa mendampingi mustahik dalam mengelola usahanya dengan maksimal.

Setyaningrum, Rizqi Amalia; Trisiana, Anita; Kirana, Adityar

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Konsep ketahanan nasional merupakan pengetahuan dan pelaksanaan kesejahteraan serta keamanan secara seimbang, serasi dan selaras dalam segala aspek kehidupan bangsa. Pembangunan kesejahteraan diperlukan sebagai bagian dari pembangunan nasional. Karena, pembangunan kesejahteraan sangat memberikan peran untuk pencapaian pembangunan nasional, yaitu pertumbuhan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan pendekatan kesejahteraan dalam ketahanan nasional dibidang ekonomi. Untuk melakukan penelitian, digunakan metode kualitatif dan metode studi kasus. Terkait dengan penelitian ini, objek analisisnya adalah indikator metode kesejahteraan dan klasifikasi tertentu terhadap elastisitas nasional dalam sektor ekonomi sebagai geostrategi Indonesia. Hasil kajian ini menunjukan beberapa indikator penting terhadap ketahanan nasional melalui pendekatan kesejahteraan di bidang ekonomi ialah : (1) Indikator Pendapatan; (2) Indikator Pendidikan; (3) Indikator Kesehatan. Cara pandang kesehatan ekonomi rakyat sangat diperlukan demi peningkatan kesejahteraan ekonomi tersebut yang selama ini dianggap dapat memenuhi program penanggulangan kemiskinan yang hasilnya sampai sejauh ini masih kurang menyenangkan. Dalam hal itu sangat diperlukan adanya solusi masalah untuk semua golongan dan gotong- royong yang baik dari seluruh elemen masyarakat supaya tidak bergantung pada pemerintah dalam membantu kehidupan perekonomian masyarakat tersebut.

Mikha Arya Dhana; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi  ini  memiliki  tujuan  untuk  menjelaskan  tanggung  jawab  Gereja sebagai   organisasi   cinta   kasih   dalam   mengentaskan   kemiskinan.   Kemiskinan perlu  dituntaskan  sebab  kemiskinan  memiliki  dampak  negatif  terhadap  kualitas hidup  dan  perkembangan  sumber  daya  umat.  Jika  kemiskinan  dituntaskan  maka akan  sangat   membantu   masyarakat   miskin   yang  terkait.  Namun,  kemiskinan sulit   untuk   diselesaikan.   Karena   itu,   Gereja   perlu   membantu   menyelesaikan masalah  kemiskinan  masyarakat,  sekalian  juga  mewartakan  kerajaan  Allah. Penelitian  ini  menggunakan  studi  Pustaka.   Penelitian  ini  dilaksanakan dengan  mengumpulkan  sumber-sumber  yang  berkatian  dengan  tanggung  jawab Gereja  dan  masalah  kesejahteraan,  serta  mengumpulkan  beberapa  teori   yang relevan untuk penelitian ini. Setiap teori yang dipilih adalah relevan dan dapat menjawab   persoalan-persoalan   berkaitan   dengan   tanggung   jawab   Gereja   dan masalah   kesejahteraan.   Dari   semua   teori   yang   dikumpulkan   lalu   penulis mengambil  simpulan. Gereja memang memiliki dasar-dasar tanggung jawab untuk membantu mengentaskan  kemiskinan  tanpa  memandang  etnis  ataupun  agama.  Dasar-dasar untuk  membantu  mengentaskan  kemiskinan  dapat  ditemukan  baik  dalam  Kitab Suci,     Dokumen     Gereja     maupun     Katekismus     Gereja     Katolik.     Gereja mengentaskan  masalah  kemiskinan  agar  masyarakat  memiliki  hidup  yang  lebih baik.   Jika   masyarakat   sejahtera,   maka   sumber   daya   manusia   yang   dimiliki masyarakat  akan  turut  meningkat,  menyebabkan  daya  saing  ekonomi  maysarakat juga   turut   meningkat.   Selain   pengentasan   kemiskinan   ini   menguntungkan masyarakat  yang  dibantu,  juga  menguntungkan  Gereja  selaku  organisasi  cinta kasih   yang  ingin  menghadirkan  kerajaan  Allah  dan  mewartakan  cinta  kasih Allah  di  tengah  dunia.

Y. Setyohadi Pratomo; Wahyu Wirasati

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembangunan desa wisata berbasis   unggulan   lokal dan   potensi sosial budaya di   Jawa Tengah   menjadi pilihan kebijakan strategis dalam   percepatan pembangunan desa dan mengatasi  masalahan  desa, terutama penanggulangan kemiskinan, kapasitas pelaku usaha dan  pengelola desa wisata. Penelitian  ini  bertujuan  menggambarkan tentang  potensi  dan masalah serta peluang pengembangan Desa Widarapayung Wetan di Kecamatan Binangun memiliki potensi beragam menjadi desa wisata, baik potensi bahari, seni budaya, kuliner desa dan pembelajaran bagi desa tangguh bencana. Perlunya ditingkatkan promosi dan kerjasama dengan pemangku kepentingan agar pengembangannya semakin menarik.

Putri Pertiwi, Erinda Dhayana; Faozi, Safik

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau biasa disebut kekerasan domestik (domestic violence) merupakan suatu masalah yang sangat khas karena kekerasan dalam rumah tangga terjadi pada semua lapisan masyarakat. Sebagian besar korban kekerasan dalam rumah tangga khususnya penelantaran rumah tangga ini adalah anak. Kedudukan anak dalam rumah tangga lebih lemah, dan lebih rendah dari pada orang dewasa dan masih bergantung pada orang-orang dewasa di sekitarnya. Penelantaran anak merupakan bagian dari bentuk kekerasan terhadap anak, karena ia masuk kedalam kekerasan secara sosial (social abuse), Kekerasan yag bersifat psikis dan sosial (struktural) juga membawa dampak buruk dan permanen terhadap anak. Berdasarkan uraian diatas, perumusan masalah dalam penulisan skripsi ini yang pertama adalah faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya penelantaran terhadap anak didalam rumah tangga, kedua adalah bagaimana kajian kriminologi terhadap penelantaran anak sebagai jenis kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Untuk mendekati permasalahan dalam penelitian ini penulis menggunakan spesifikasi penelitian secara deskriptif analitis. Analisis ini yang dipergunakan dalam penulisan skripsi ini adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penelantaran terhadap anak didalam rumah tangga dapat dijelaskan menggunakan teori kriminologi meliputi teori differential association dan teori sosio-kultural (sosiologi kriminal), adapula faktor-faktor lain yang berkaitan dengan penelantaran terhadap anak, antara lain: faktor perceraian orang tua, faktor kemiskinan, faktor lingkungan dan faktor pendidikan. Kajian Kriminologi Terhadap Pelaku Penelantaran Anak dapat dijelaskan dengan teori kriminologi yaitu differential association terkait dengan perilaku kejahatan yang dipelajari karena faktor eksternal dan yang meliputi teknik dan motifnya. Kajian Penelantaran Anak Sebagai Jenis Kekerasan Dalam Rumah Tangga yaitu berupa penelantaran anak yang dilakukan oleh orang tuanya temasuk dalam jenis kekerasan yang terjadi dalam lingkup rumah tangga yaitu penelentaran dalam rumah tangga yang sesuai menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga pada pasal 9 ayat 1.