Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 24

Analytics

Juhari, Ahmad; Indriyani, Davina; Lisnawati, Lissa

Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin (JAMMU) 2025 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Market Day merupakan salah satu metode pembelajaran kontekstual yang diterapkan di sekolah dasar untuk menanamkan nilai-nilai kewirausahaan sejak dini. Melalui program Bakti Desa, Market Day tidak hanya menjadi sarana edukasi ekonomi sederhana, tetapi juga menjadi media pengembangan karakter dan keterampilan siswa dalam berorganisasi, mengambil keputusan, dan bekerja sama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan Market Day di sekolah dasar yang difasilitasi oleh mahasiswa Bakti Desa serta menganalisis keterkaitannya dengan prinsip-prinsip dasar manajemen sumber daya manusia (MSDM). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung selama kegiatan, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Market Day mampu melatih siswa dalam keterampilan kewirausahaan dasar, seperti perencanaan produksi, penghitungan modal, promosi, dan penjualan. Selain itu, kegiatan ini secara tidak langsung menanamkan prinsip-prinsip MSDM seperti pembagian tugas yang adil, kerja sama tim, kemampuan komunikasi interpersonal, dan tanggung jawab individu terhadap peran masing-masing dalam kelompok. Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan soft skills seperti kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan. Dengan demikian, Market Day tidak hanya menjadi media pembelajaran kewirausahaan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembinaan sumber daya manusia secara dini melalui pendekatan manajemen sederhana yang kontekstual. Artikel ini merekomendasikan agar kegiatan serupa diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program pendidikan dasar.

Mohammad Arief

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Proses belajar mengajar merupakan bentuk interaksi edukatif antara guru dan peserta didik yang berlangsung secara terencana untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dalam upaya meningkatkan hasil belajar, guru dituntut untuk mampu memilih pendekatan dan model pembelajaran yang tepat serta sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Pada saat ini, berbagai model pembelajaran telah dikembangkan oleh para ahli pendidikan, salah satunya adalah model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL). Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) merupakan model pembelajaran yang menempatkan masalah autentik sebagai titik awal proses belajar. Melalui model ini, peserta didik terlibat dalam kegiatan penyelidikan, pengumpulan informasi, analisis, serta perumusan solusi, sehingga mereka tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih kelas XII. Tingkat ketuntasan belajar pada siklus I menunjukkan peningkatan, dan pada siklus II kembali mengalami kenaikan. Dengan demikian, hasil belajar peserta didik pada kedua siklus tersebut menunjukkan tren positif sehingga target ketuntasan yang ditetapkan berhasil dicapai.

Ruth Rohitcha Hutapea; Widi Aftaudina Situmorang; Maretta Saprina Silitonga; Tesa Harianja; Fretty Solafide Matanari +1 more

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Kompetensi dasar guru merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Berbagai ahli pendidikan menegaskan bahwa guru profesional harus memiliki seperangkat kompetensi yang mencakup kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Menurut Mulyasa, kompetensi guru adalah perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang tercermin dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Sementara itu, Spencer dan Spencer memandang kompetensi sebagai karakteristik mendasar individu yang berhubungan secara kausal dengan kinerja efektif. Dalam konteks pendidikan, kompetensi guru tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi ajar, tetapi juga oleh kemampuan memahami karakter peserta didik, mengelola pembelajaran, serta menanamkan nilai-nilai moral dan sosial. Jejak pendidikan guru, baik melalui pendidikan formal, pelatihan profesional, maupun pengalaman mengajar, berperan penting dalam membentuk dan mengembangkan kompetensi tersebut. Latar belakang pendidikan yang relevan dan berkelanjutan akan memperkuat kualitas praktik pembelajaran di kelas. Dengan demikian, penguatan kompetensi dasar guru melalui pendidikan dan pengembangan profesional berkelanjutan menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional serta menciptakan proses pembelajaran yang efektif, humanis, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik secara hol Kata kunci: Kompetensi Dasar Guru, Jejak Pendidikan  

Nabila Fauziah; Laura Fitri Nur Rohmah; Ni Putu Ngurah Asti

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Organisasi sekolah berperan sebagai wadah penting dalam mengembangkan potensi peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Ketika dikelola berdasarkan prinsip-prinsip manajemen administrasi sekolah meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan organisasi tersebut dapat secara signifikan meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pembentukan karakter siswa. Tulisan ini berfokus pada tiga jenis organisasi sekolah, yaitu Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera), OSIM (Organisasi Siswa Intra Sekolah), dan organisasi Jasmani atau olahraga. Paskibra berkontribusi dalam menumbuhkan kedisiplinan, nasionalisme, serta keterampilan kerja sama tim melalui kegiatan upacara dan acara kenegaraan, sehingga berperan penting dalam memperkuat karakter siswa. OSIM berfungsi sebagai laboratorium kepemimpinan dan manajerial bagi peserta didik, melatih mereka dalam perencanaan program, komunikasi, pengambilan keputusan, serta penyelenggaraan kegiatan yang semuanya berpengaruh positif terhadap kreativitas dan kedisiplinan. Sementara itu, organisasi Jasmani atau olahraga mendukung kebugaran fisik, sportivitas, dan keterlibatan aktif siswa yang pada gilirannya berkontribusi terhadap pencapaian akademik maupun sosial. Tulisan ini menyimpulkan bahwa pengelolaan organisasi-organisasi tersebut melalui praktik administrasi yang sistematis dan evaluatif memperkuat peran sekolah sebagai lembaga pendidikan yang holistik dalam menumbuhkan keterampilan kepemimpinan, karakter, dan kesejahteraan peserta didik secara menyeluruh.

Muhammad Ridho Aljamani; Rizza Firmansyah; Salsabrina Dwi Ramadhani; Kurnia Lestari Ningsih; Putri Angelina +2 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini membahas keragaman budaya Indonesia, dengan fokus khusus pada Papua, khususnya melalui kajian mendalam terhadap alat musik tradisional tifa, yang merupakan simbol identitas masyarakat lokal Papua. Studi ini mencakup sejarah perkembangan tifa, makna filosofis yang terkandung dalam ukiran dan bentuknya, fungsi tifa dalam berbagai konteks budaya seperti ritual tradisional, tarian, dan kegiatan sosial, serta variasi jenis tifa yang digunakan oleh suku-suku berbeda di Papua. Selain itu, penelitian ini menyoroti karakteristik nada dan keterampilan bermain tifa, yang mewakili hubungan erat antara masyarakat Papua dan lingkungan. Melalui metode deskriptif, penelitian ini mengungkapkan bahwa tifa tidak hanya berfungsi sebagai alat musik, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan tradisi, memperkuat identitas, dan menyampaikan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa upaya untuk memahami dan melestarikan tifa adalah aspek penting dalam melindungi sejarah budaya Papua dan meningkatkan keragaman budaya Indonesia secara keseluruhan.

Bobby Chandra

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Artikel ini dilatar belakangi oleh Pengabdian masyarakat di Desa Rengas Pulau ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan menanamkan akhlak mulia pada peserta didik melalui peran aktif pendidik, mahasiswa, dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah partisipatif-edukatif, di mana mahasiswa berperan sebagai fasilitator sekaligus pendidik dengan melibatkan peserta didik dan orang tua secara langsung. Kegiatan meliputi pembelajaran tajwid di SD Islam Ar-Ridho, maghrib mengaji di rumah warga, praktik wudhu dan sholat, serta partisipasi dalam kegiatan sosial keagamaan seperti Maulid Nabi. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, praktik ibadah, serta sikap akhlak sehari-hari. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kelancaran bacaan Al-Qur’an, penguasaan tajwid dasar, keterampilan hafalan surat pendek, serta pemahaman dan praktik ibadah yang benar. Selain itu, pembiasaan maghrib mengaji dan partisipasi dalam kegiatan keagamaan berkontribusi terhadap pembentukan karakter islami dan penguatan nilai-nilai akhlak mulia. Pengabdian ini menegaskan bahwa keterlibatan pendidik dan masyarakat secara konsisten dapat memberikan dampak positif berkelanjutan dalam pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik, sekaligus menjadi kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan Islam.

Sudaryono, Eko Arief; Sutopo, Bambang; Sulardi, Sulardi; Kurniasih, Lulus; Widarjo, Wahyu +3 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas pendidikan santri. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, kemampuan menulis ilmiah menjadi keterampilan penting untuk melanjutkan studi maupun memasuki dunia kerja profesional. Namun, mahasantri di Ma’had ‘Aly Kharisma Haromain masih menghadapi keterbatasan karena belum tersedianya modul terpadu yang mencakup metodologi penelitian, teknik penulisan, dan etika publikasi Islami. Kondisi ini membatasi potensi mereka dalam menghasilkan opini, artikel, maupun karya ilmiah yang berkualitas, padahal kontribusi pesantren sangat dibutuhkan untuk memperkaya khazanah keilmuan dan mendukung pembangunan masyarakat. Program pendampingan literasi dan penulisan ilmiah yang dilaksanakan melalui workshop, pelatihan komprehensif, serta monitoring dan evaluasi terbukti mampu meningkatkan keterampilan menulis, membangun budaya riset, dan mendorong kolaborasi akademik. Dengan dukungan keberlanjutan program, perbaikan sarana, dan pengembangan modul adaptif, inisiatif ini diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi lembaga pesantren maupun masyarakat sekitar secara berkelanjutan.

Vina Rizqiah; Izzaturrohmah; Shafira Dwi Apriliani; Intan Siti Mas’ula; Lisma Kinanti +3 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di TPQ Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang dengan tujuan meningkatkan kualitas ibadah sholat anak-anak melalui perbaikan pemahaman fiqh dan praktik gerakan sholat. Permasalahan yang ditemukan adalah sholat yang dilakukan santri sering terburu-buru, kurang tuma’ninah, serta bacaan dan gerakan yang belum sesuai tuntunan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan santri secara aktif dalam kajian teoritis, praktik, serta evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman rukun, syarat sah, dan sunnah sholat, serta perbaikan kualitas gerakan sholat. Selain itu, tersusun modul panduan sholat ramah anak yang dapat digunakan secara berkelanjutan di TPQ maupun di rumah. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan ibadah, tetapi juga membentuk sikap disiplin, kekhusyukan, dan karakter Islami pada anak sejak dini.

Turege, Lini Widia Astrid; Zasa, Elia Umbu; Rezeki, Sri

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran inovatif yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik melalui pengerjaan proyek nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Model ini diyakini mampu memadukan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna sekaligus meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa. Sejumlah penelitian terdahulu menegaskan efektivitas PjBL, antara lain dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, serta motivasi belajar siswa. Dalam konteks pendidikan Kristen, nilai-nilai kerja sama, kerendahan hati, dan kebersamaan yang diajarkan Rasul Paulus dalam Filipi 2:1–11 memiliki relevansi kuat dengan prinsip PjBL. Nilai sehati sepikir, rendah hati, dan menanggung bersama menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama kelompok yang sehat.Namun, realitas di SMA Bhakti Insani menunjukkan bahwa implementasi PjBL belum optimal. Siswa masih menunjukkan sikap pasif, kurang fokus, serta minim kerja sama baik dengan guru maupun teman sebaya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji lebih jauh implementasi PjBL yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Alkitabiah dalam meningkatkan kerja sama siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik observasi, kuesioner, dan wawancara terhadap 80 responden. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan PjBL terhadap peningkatan kerja sama siswa, dengan korelasi sebesar 0,940 dan kontribusi pengaruh mencapai 94%.Temuan ini menegaskan bahwa PjBL dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kerja sama siswa apabila dijalankan sejalan dengan nilai-nilai Kristiani. Dengan demikian, PjBL tidak hanya melatih keterampilan akademik dan kolaborasi, tetapi juga membentuk karakter siswa yang berlandaskan kasih, kerendahan hati, dan kebersamaan

Fatmawati, Nurul Fidya; Rohmah, Sinvi Faido; Wijayanto, Wasis

Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik 2025 Institut Agama Kristen Negeri Manado

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan aplikasi angklung digital dalam mengembangkan keterampilan bermain angklung siswa kelas V di SD 1 Prambatan Kidul, Kabupaten Kudus. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pembelajaran seni musik yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta keterbatasan sarana alat musik tradisional di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi angklung digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan musikal siswa, seperti kemampuan mengenal nada dan ritme, peningkatan motivasi, kreativitas, serta kemandirian dalam belajar. Guru dan siswa merespons dengan antusias penggunaan media ini karena dapat menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan kolaboratif. Selain menjadi solusi atas keterbatasan alat musik fisik, aplikasi ini juga memperkuat pelestarian budaya lokal melalui pendekatan yang modern dan relevan dengan karakteristik generasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi angklung digital merupakan media pembelajaran yang efektif dan layak diintegrasikan dalam pembelajaran seni musik di sekolah dasar.

Faiz Alfikri; Muniroh; Dimiyati Suhepi; Ryan Nur Arifin; Anzuli Novela +1 more

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Public speaking merupakan keterampilan komunikasi yang memiliki kontribusi signifikan terhadap penguatan karakter dalam dunia pendidikan. Di lingkungan Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang, public speaking menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter pendidik dan peserta didik yang komunikatif, percaya diri, dan berintegritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan implementasi public speaking dalam proses pendidikan karakter. Dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan metode studi pustaka serta observasi lapangan, artikel ini mengungkap bahwa public speaking secara aktif mendukung proses pembelajaran yang humanis, interaktif, serta membentuk nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan etika komunikasi di kalangan civitas akademika.

Faiz Fikri Al Fahmi; An Najwa; Apap Maftuhah; Alfiani Hapsari; Annisa Maulina +1 more

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Keterampilan public speaking merupakan kompetensi esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan di kalangan siswa, terutama dalam konteks Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi pembelajaran berbasis debat sebagai strategi efektif dalam penguatan kemampuan public speaking siswa. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif berbasis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa debat mendorong siswa berpikir kritis, percaya diri, dan mampu menyampaikan argumen secara logis serta terstruktur. Debat juga melatih kemampuan bekerja sama dalam tim dan menghargai perbedaan pendapat. Dengan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, pembelajaran berbasis debat dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan keterampilan komunikasi lisan dan membentuk karakter siswa yang adaptif dan kompeten.

Najwa Aleyda Defieni; Rosila; Salamah; Riska Amaliah; Aslamiah +1 more

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan adalah proses rencana yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan, keterampilan dan karakter seseorang agar dapat mendukung kehidupannya sebagai individu maupun masyarakat. Kepemimpinan dalam lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk manajemen lembaga tersebut, apalagi dalam lembaga pendidikan di sekolah memerlukan kepemimpinan atau lebih tepatnya kepala sekolah untuk manajemen sekolah dengan baik. Kepala sekolah memiliki peran penting untuk para staf dan guru dalam memotivasi, supaya guru dan staf dapat melakukan pekerjaan yang sesuai dan benar. Pendidikan di Indonesia memiliki tujuan utama yaitu mengembangkan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, pendidikan juga bertujuan membentuk karakter siswa agar memiliki akhlak mulia, kesehatan yang baik, pengetahuan yang luas, kemampuan yang mumpuni, kreativitas, kemandirian, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Tantangan yang muncul akibat lingkungan eksternal di organisasi pendidikan sangatlah dinamis dan dapat berupa hal-hal struktural maupun non-struktural. Strategi ini mencakup pengembangan kemampuan guru dalam proses pembelajaran, yang bertujuan untuk memastikan guru memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai.Tantangan non-struktural bagi organisasi pendidikan mencakup kemajuan teknologi yang pesat, ketidakstabilan politik dan ekonomi, isu-isu hak asasi manusia, peluang bisnis global, serta peranan teknologi informasi dan pengetahuan.

Nefa Syafitri Fauzir; Alya Zhafira; Rahmad Refaldy; Yulia Novita

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kewirausahaan berbasis kearifan lokal dapat dikembangkan sebagai strategi berkelanjutan dalam meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan nilai budaya. Metode yang digunakan adalah literature review sistematis, dengan menelaah empat studi relevan yang membahas praktik kewirausahaan lokal di berbagai jenjang pendidikan dan komunitas. Literatur dikumpulkan dari berbagai basis data akademik dengan kriteria inklusi spesifik, seperti fokus pada pemberdayaan berbasis budaya dan rentang publikasi 2020–2025. Hasil telaah menunjukkan bahwa strategi kewirausahaan yang terintegrasi dengan nilai-nilai lokal mampu mendorong inovasi produk, memperkuat identitas budaya, serta meningkatkan karakter dan keterampilan wirausaha. Pendekatan ini efektif diterapkan mulai dari siswa usia dini hingga mahasiswa, dengan dukungan pelatihan partisipatif dan pendampingan komunitas. Kesimpulannya, kewirausahaan berbasis kearifan lokal merupakan pendekatan holistik yang berdaya saing dan bernilai sosial tinggi.

Misa Mutiza; Rossalia. Nh; Yumna Zakiah; Yulia Novita

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Pendidikan kewirausahaan berperan penting dalam membentuk pola pikir, keterampilan, dan karakter wirausaha yang dibutuhkan untuk terjun ke dunia usaha. Kajian ini menggunakan metode literature review dengan merujuk pada berbagai hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara pendidikan kewirausahaan dan minat berwirausaha. Faktor-faktor seperti pendekatan pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan karakter wirausaha, serta dukungan lingkungan kampus terbukti memperkuat minat mahasiswa dalam berwirausaha. Meskipun demikian, pengaruh pendidikan kewirausahaan tidak berdiri sendiri dan perlu didukung oleh faktor lain seperti efikasi diri dan lingkungan sosial. Hasil kajian ini merekomendasikan penguatan kurikulum dan praktik kewirausahaan yang lebih kontekstual serta penciptaan ekosistem kampus yang mendukung pengembangan jiwa wirausaha mahasiswa.

Moh. Rizal Afandi; Marita Lailia Rahman; Badrus Badrus

Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Character education has become the focus of various countries in order to prepare a quality generation.  Various problems arise with the development of modern technology in society. One of them is moral decline or what we often call moral degradation. The formation of character values ​​can be taught to students not only in the form of activities in class but also through activities outside the classroom or what is called co-curricular learning. The aim of this research is to describe and analyze the independent curriculum co-curricular program at SD Ar-Rahman Kertosono as an effort to build independent character in students. This research is qualitative research with a case study type of research. Data collection techniques use interviews, observation and documentation. Meanwhile, for data analysis, researchers carried out data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This research produces findings that in the process students need to go through several character formation processes including moral knowledge, moral feelings and moral actions. These three processes are included in co-curricular activities at SD Ar-Rahman Kertosono.

Mewet, Mince; Rangga, Oktavianus

Imitatio Christo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2025 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa Jayapura

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model integrasi spiritualitas dalam kurikulum guna menciptakan lingkungan belajar yang memupuk iman dan pengetahuan secara seimbang. Masalah utama yang diangkat adalah kurangnya pendekatan sistematis dalam mengintegrasikan dimensi spiritual ke dalam pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis teori dan praktik integrasi spiritualitas dalam kurikulum. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan framework komprehensif yang memungkinkan implementasi spiritualitas secara holistik di berbagai tingkat pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis spiritualitas berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis, keterampilan berpikir kritis, dan penguatan karakter peserta didik. Studi ini merekomendasikan strategi adaptif dalam penerapan kurikulum berbasis spiritualitas, termasuk pelibatan komunitas, penguatan peran guru, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung refleksi dan pembelajaran berbasis iman.

Wally, Mariana Florida; Nenabu, Gihon

Imitatio Christo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2025 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa Jayapura

Penelitian ini mengkaji strategi manajemen konflik berbasis nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen (PAK) di sekolah dasar. Konflik di lingkungan pendidikan merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dan memerlukan pendekatan penanganan yang tepat agar tidak menghambat perkembangan peserta didik. Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas strategi manajemen konflik berbasis nilai-nilai PAK dalam membentuk kedewasaan sosial peserta didik sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik library research melalui kajian sistematis terhadap literatur ilmiah, jurnal akademik, dan sumber-sumber relevan lainnya. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan model pembelajaran PAK yang mengintegrasikan aspek teologis, pedagogis, dan psikologis dalam strategi manajemen konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan komprehensif yang menggabungkan metode pembelajaran partisipatif, pemahaman tahap perkembangan emosional anak, serta internalisasi nilai-nilai kristiani seperti kasih, pengampunan, dan perdamaian berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang mampu mengelola konflik secara konstruktif. Model pembelajaran transformatif ini tidak hanya menekankan pemahaman teoretis tetapi juga pembentukan keterampilan sosial dan implementasi nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Putri Ayu Wulandari; Radina

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Kurikulum merdeka mampu mendorong siswa dalam meningkatkan motivasi belajarnya. Dengan mengembangkan dirinya, membentuk pribadi yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya, mendorong kepercayaan diri serta keterampilan siswa serta mudah beradaptasi. Penelitian ini membahas tentang perbandingan proses pembelajaran antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Kurikulum 2013 adalah evolusi dari kurikulum sebelumnya di Indonesia, yang menitikberatkan pada sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa dengan memasukkan muatan lokal ke dalam kurikulum nasional. Sementara Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum baru yang diperkenalkan sebagai penyempurna kurikulum sebelumnya, dengan fokus pada pembelajaran yang lebih mandiri dan personalisasi proses belajar untuk setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurikulum merdeka terhadap proses pembelajaran di sekolah dasar. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, penelitian ini melibatkan wawancara langsung dengan dua guru tentang pandangan mereka terhadap proses pembelajaran menggunakan Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk memilih metode pembelajaran dan materi yang sesuai dengan karakteristik siswa, serta mendorong siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran. Guru mengalami tantangan awal dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka tetapi mengatasinya melalui pelatihan dan kolaborasi antar-guru.

Leni Hartati; Maisah Nahda

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Kurikulum literasi digital menjadi penting dalam era teknologi informasi dan komunikasi yang melesat. Literasi digital melibatkan keterampilan yang memungkinkan seseorang untuk mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi yang luas dan bebas dari berbagai sumber digital. Melalui literatur review, penelitian ini difokuskan pada pengkajian dan analisis tentang bagaimana kurikulum pendidikan dapat dikembangkan untuk mendukung literasi digital. Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan, pengkritisan, dan analisis literatur yang relevan untuk menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, relevan, dan mendukung pengembangan kompetensi digital siswa. Hasil dari penelitian ini adalah literasi digital di era globalisasi sangat penting karena melibatkan kemampuan berpikir kritis, navigasi online, evaluasi sumber daya, dan komunikasi melalui platform digital, serta membawa manfaat seperti integrasi teknologi dalam pembelajaran dan akses ke berbagai sumber belajar online. Tantangan dalam mengembangkan kurikulum literasi digital meliputi kesenjangan penguasaan teknologi dan perubahan teknologi yang cepat, yang dapat diatasi dengan strategi seperti integrasi nilai karakter, pemberdayaan guru, dan kolaborasi dengan industri serta ahli.