Publication Search

64,628 articles from 527 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-16 of 16

Analytics

Erina Widyastuti Fatimah; Muh Fatahillah Suparman

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini menganalisis peran motivasi spiritual dalam meningkatkan ketahanan belajar siswa muslim di SD IT Ar Risalah Miri dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terhadap siswa kelas IV-VI, guru, dan manajemen sekolah. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa motivasi spiritual berkontribusi fundamental terhadap pembentukan resiliensi akademik melalui empat dimensi utama: kesadaran menuntut ilmu sebagai ibadah, penerapan nilai kesabaran dalam menghadapi kesulitan pembelajaran, manifestasi ketekunan dalam konsistensi belajar, dan sikap tawakal yang mengurangi kecemasan akademik. Program pembiasaan keagamaan yang sistematis meliputi shalat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, hafalan berjenjang, dan mentoring spiritual personal terbukti efektif menginternalisasi nilai-nilai spiritual dalam perilaku belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dimensi spiritual tidak hanya meningkatkan motivasi intrinsik tetapi juga membangun fondasi psikologis untuk menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model pendidikan Islam terpadu holistik dan implikasi praktis bagi stakeholder pendidikan dalam merancang kebijakan berbasis spiritual untuk penguatan resiliensi akademik siswa muslim tingkat sekolah dasar.

Ananta Nurjianto Putri; Emi Tahmida; Mochammad Indra Yumanto

AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru sebagai subjek pendidikan dalam perspektif tafsir tarbawi berdasarkan Q.S. Al-Kahfi ayat 66-67 serta relevansinya bagi pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kisah dialog antara Nabi Musa dan Nabi Khidir merepresentasikan relasi edukatif antara murid dan guru yang dilandasi adab, kesabaran, kerendahan hati, dan keteladanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir tarbawi, serta buku dan artikel jurnal pendidikan islam yang terbit dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik Analisis tematik menggunakan pendekatan tafsir tarbawi. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru perspektif Al-Qur‟an tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan spiritual peserta didik. Nilai-nilai pendidikan dalam Q.S Al-Kahfi ayat 66-67 memiliki relevansi yang kuat untuk diterapkan dalam pendidikan MI, khususnya dalam penguatan adab belajar dan pembentukan karakter Islami peserta didik.

Nuriyah Fahma, Mirza; Kurrotul A’yun Aisyah Nabila; Mochammad Indra Yumanto

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Artikel ini membahas nilai-nilai pendidikan akhlak dalam QS. Al-Balad ayat 11–16 serta implementasinya dalam pembiasaan etika sosial di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dalam konteks pendidikan dasar Islam, penanaman akhlak sosial memiliki urgensi yang tinggi karena menjadi dasar pembentukan karakter dan perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir tarbawi dengan mengkaji makna ayat berdasarkan tafsir Ibn Kathir, Al-Maraghi, dan Al-Misbah. Hasil kajian menunjukkan bahwa ayat-ayat tersebut mengandung nilai empati, kepedulian sosial, tolong-menolong, kasih sayang, dan kesabaran. Nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan melalui pembiasaan di kelas MI seperti kegiatan tolong-menolong, berbagi, kerja kelompok, serta metode keteladanan guru. Penelitian ini merekomendasikan agar guru MI mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam setiap aspek pembelajaran dan menumbuhkan kultur sosial yang berkarakter Islami.

Hartanti, Yuda Endri Hartanti; Endah Dwi Hayati

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pembelajaran tembang macapat tidak hanya berperan dalam melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam penguatan karakter peserta didik. Dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Gesi, tembang macapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk menanamkan nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan karakter melalui pembelajaran tebang macapat pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Gesi. Fokus penelitian ini meliputi jenis tembang macapat yang digunakan sebagai sarana penguatan karakter, nilai-nilai karakter yang dikembangkan melalui tembang macapat, serta metode pembelajaran yang diterapkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  kualitatif, dengan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tembang macapat yang digunakan meliputi Gambuh, Pucung, Asmaradana, dan Maskumambang. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan melalui tembang macapat mencakup pengendalian diri, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kebijaksanaan, kerendahan hati, ketekunan, kerja keras, ketulusan, kesabaran, rasa syukur, kasih sayang, dan kepedulian. Metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode drill dan Contextual Teaching and Learning (CTL). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tembang macapat dalam pembelajaran mampu memperkuat karakter peserta didik, sehingga dapat menjadi strategi efektif dalam pendidikan karakter berbasis budaya.

Difani Nur Azizah

Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The process of seeking knowledge does not merely involve intellectual intelligence but also requires emotional and spiritual strength, one of which is cultivated through patience. In fact, in today's fast-paced, instant era, many knowledge seekers often overlook the aspect of patience. Therefore, this research aims to explore the meaning and urgency of patience in seeking knowledge based on Q.S. Al-Kahfi verses 65-70, which focus on the story of Prophet Musa and Khidr. The method used in this research is a literature review with a qualitative approach, analyzing the relevant verses as well as classical and contemporary interpretations that serve as primary sources. The analysis of this article demonstrates that patience in seeking knowledge is a prerequisite for attaining true knowledge, functioning as an inner strength to overcome obstacles, maintain consistency in learning, and shape the character of a genuine learner who is not only intellectually intelligent but also spiritually mature. These findings are relevant to the integration of manners, ethics, and spirituality in contemporary Islamic education.

Zamzami Zamzami

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

This study examines the optimization of Ramadan fasting education through worship simulation to instill patience values in third-grade students at SDN 04 Birugo, Bukittinggi. Using a qualitative descriptive approach, data were collected via classroom observations, interviews with Islamic education teachers, and documentation of learning activities. The findings reveal that worship simulations, designed to mimic real fasting practices, significantly enhanced students' enthusiasm, understanding of Ramadan’s spiritual significance, and behavioral changes reflecting patience. Students demonstrated improved self-control, discipline, and social cooperation during and after the simulations. Teachers reported that experiential learning through simulations facilitated deeper engagement compared to conventional methods, enabling students to internalize abstract values through concrete experiences. Key recommendations include integrating simulations into Islamic education curricula, providing teacher training, and fostering parental involvement to reinforce learned values. This study highlights the effectiveness of simulation-based learning in fostering holistic religious and moral development, advocating its adoption as an innovative pedagogical tool in primary Islamic education.

Dina Amanda; Marcelita Nainggolan; Naila Pajira; Nida Afifah; Rifka Sriwilda Manik +2 more

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program manasik haji di TK Swasta Al-Muttaqien menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk menilai relevansi, sumber daya, proses, dan dampak program terhadap anak usia dini. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai agama Islam melalui simulasi ibadah haji yang edukatif dan menyenangkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif pada perkembangan spiritual dan karakter Islami anak, seperti kesabaran, kerja sama, dan kepatuhan. Namun, terdapat kendala berupa kurangnya keterlibatan orang tua dan keterbatasan fasilitas pendukung. Implikasi penelitian ini merekomendasikan peningkatan partisipasi orang tua, dukungan yayasan, pengembangan fasilitas, dan inovasi metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan program manasik haji sebagai sarana pendidikan agama yang efektif bagi anak usia dini.

Raudhatul Jannah; Fajar Utama Ritonga

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2024 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Children with special needs are children who require special attention both physically and mentally due to developmental disorders during their growing years. There are several types of children with special needs, one of which is autism. Autism is a neurodevelopmental disorder that makes it difficult for children with autism to perform daily activities such as communication and interaction. This practice is designed for children with special needs with the aim of controlling their emotions and training their concentration using the method of threading bead bracelets. During a two-month implementation period, the results showed that this method successfully trained the patience and concentration of children with autism.

Veni Sinto

Jurnal Budi Pekerti Agama Buddha 2024 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study critically examines the semantic and symbolic depth of khanti (patience or forbearance) as expressed in Dhammapada verse 184: “Forbearance is the supreme ascetic practice (khanti parama tapo titikkhā), Nibbāna is supreme.” Through a qualitative hermeneutic approach that integrates classical semantics, modern linguistics, and Gadamerian interpretation, khanti is reinterpreted not merely as passive tolerance, but as an active moral and spiritual strategy within Buddhist ethical thought. The findings show that khanti functions as a multi-layered sign linguistically rich, symbolically resonant, and culturally embedded supporting inner transformation and ethical agency. In the Indonesian Buddhist context, khanti is reframed as a pedagogical and communicative tool for cultivating resilience, conflict resolution, and ethical leadership. This research contributes to interdisciplinary discourse on moral education and religious communication by emphasizing the strategic potential of Buddhist ethical concepts in contemporary society.

Moch Ajhar Rodiulloh; Muhamad Rifaldi

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Palan

Literary work is a creation that is conveyed by speaking or communicative about the author's intention which aims for aesthetics.  One example of a literary work is poetry, poetry is a type of literary work that has beautiful, animating, and deep meanings and meanings, the words and sentences contained in it mostly come from the heart of the creator of the poem, when reading it you also have to use a good intonation.  clear, and expressions that match the content of the poem.  This study aims to semiotically analyze the poem entitled "Patience" by Chairil Anwar. This poem describes the patience of a poet or poet who always faces people who are near him and around him, even though he always feels uncomfortable with the environment.  and always feel annoyed by the people around him, but he realizes that this is what is called fate and life, in the first stanza describes noise so that the poet feels uncomfortable and very disturbed by the sounds around him, not only is it ridicule and insults were heard and thrown from one person to another.  In this world, only a few are filled with goodness, and badness is increasingly rampant, even though many have warned and rebuked, but the reprimands and warnings were only a passing wind, and were not paid any heed to by the parties concerned.  The second stanza describes something that the poet wants to convey, but the idea is not heard at all, they seem to regard the writer as if the wind were passing by, the third stanza describes a state of life that has lost its calm and serenity, so that life is worthy very hard to reach.  The last stanza describes the condition of the poet who is no longer respected and heard by those around him so that the poet no longer cares about it. At this time, the poet hopes that calm and tranquility will return, so that a decent life can be created again.

Putri Kartini; Farhah Siti Kamila

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Palan

The poem "Patience" by Chairil Anwar became one of the literary works that inspired many people. This poem describes one's patience and sincerity in facing life's trials. This paper aims to provide an appreciation analysis of the poem "Patience" by Chairil Anwar. This analysis is carried out by paying attention to the structure, language, and meaning contained in the poem. In this analysis, the writer finds that the structure of the poem "Patience" consists of four stanzas with each stanza consisting of four lines. In each of his verses, Chairil Anwar emphasizes the message of patience and sincerity in facing life's trials. The language used by Chairil Anwar in this poem is very effective in conveying philosophical messages about patience and sincerity. Chairil Anwar uses simple language but full of deep meaning. The meaning contained in the poem "Patience" is about one's patience and sincerity in facing life's trials. Chairil Anwar described that patience and sincerity are two very important things in life. Even though life is full of trials and tribulations, with patience and sincerity, humans are able to face all of that with steadfastness. It can be concluded that the poem "Patience" by Chairil Anwar is a very valuable literary work. This poem is able to describe philosophical messages about patience and sincerity in simple yet meaningful language. Through this poem, Chairil Anwar inspires readers to always be patient and stay strong in facing all of life's trials.

Restu Gulo; Mei Mesrawati Zega

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Melakukan kekerasan terhadap murid, suka membeda-bedakan status suku dan ras serta melayani dengan motivasi yang salah dengan berfokus pada kepentingan diri sendiri merupakan pelayanan yang dilakukan tanpa kasih. Tujuan dari artikel ini adalah membahas wujud kasih Yesus yang dapat diteladani oleh guru pendidikan agama kristen yang kurang merealisasikan kasih terseut dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik. Penelitian ini menggunakan metode kaulitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian wujud kasih Yesus yang perlu diteladani oleh guru agama kristen adalah sebagai berikut: Tidak pilih kasih terhadap murid, peduli dengan murid, kesabaran, suka mengampuni, rela berkorban dan teladan dalam pengajarannya.

Beriaman Ndruru

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Sesuai perintah ajaran kristiani sebagai seorang hamba Tuhan tentang teguran dan nasehat apa yang salah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Berdasarkan tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.  Paulus tidak dapat menangani hal itu terus menerus, karena ia harus melanjutkan perjalanan ke Makedonia. Maka ia meninggalkan pembantunya, Timotius, di Efesus untuk mengamankan situasi di situ. Timotius mendapat tugas untuk menasehatkan yaitu bertindak dengan tegas terhadap penyeleweng-penyeleweng di bidang pengajaran. Nasehat adalah kata kerja yang memiliki arti tindakan memanggil seseorang untuk menghibur atau untuk mendamaikan. Rasul Paulus mengajarkan kepada Timotius untuk menegor dan menasehati jemaat yang dilayaninya dengan pengajaran dan penuh kesabaran. Dalam penulisan artikel ini menggunakan metode peneletian kualitatif dengan menggunakan literatur. Berdasarkan pemaparannya, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan Timotius ini sangatlah baik untuk dapat digali, mulai sejak ia dibawah  naugan kepemimpinan Paulus hingga dia diangkat menjadi pemimpin. Tentu dalam hal ini, masih banyak hal yang bisa kita temukan dalam sifat-sifat atau ciri-ciri kepemimpinan Timotius yang tersurat yang ada dalam Alkitab dalam membangun jemaat di Efesus.

Indah Novita Sari; Mhd Isman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan dalam Novel Bukan Aku yang Dia Inginkan Karya Sari Fatul Husni. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah bersumber dari data premier yaitu data yang didapat dalam novel. Data yang diperoleh pada penelitian ini berupa keterangan yang dijadikan objek kajian, yaitu setiap kata, kalimat, dan kalimat ungkapan yang mendukung aspek citra diri perempuan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis teks dalam novel dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan citra perempuan tangguh dalam Novel Bukan Aku yang Dia Inginkan Karya Sari Fatul Husni yang digambarkan melalui kepribadian dan prilaku seperti, berani memulai sesuatu, bertekad untuk menang, tabah dalam menghadapi cobaan, pantang menyerah, untuk mencapai suatu tujuan, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, bisa menenangkan hati dan pikiran orang-orang yang ada disekitarnya, mempunyai kesabaran yang besar, dan bertanggung jawab terhadap keluarga.    

Karmanis Karmanis

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Pelaksanaan pelayanan publik  sebagai salah satu  tanggung jawab pemerintah. Mereka berkewajiban melayani setiap warga negara untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya. Dimana   penyediaan pelayanan publik sebagai menyelesaikan sebuah urusan baik administrasi ataupun pelayanan barang dan jasa. Kajian ini mengunakan pendekatan kualitatif,   Analisis data yakni: reduksi data, penyajian data, dan penerikan kesimpulan. Keabsahan data: derajat kepercayaan, keteralihan, ketergantungan, kepastian. Hasil kajian, Dalam pelayanan publik pemerintah Malaysia mengadopsi beberapa nilai-nilai etis ke dalam manajemen sumber daya manusia (aparat). Melalui management integrity committees, yang diwujudkan dalam The Twelve Pillars” yang meliputi: Menghargai nilai waktu; Keberhasilan karena ketekunan atau kegigihan; Senang bekerja keras; Kesederhanaan; Memiliki karakter yang baik; Kekuatan keramahan; Kekuatan contoh yang kongkrit; Kewajiban melakukan tugas; Kearifan ekonomi; Kesabaran; Perbaikan talenta; Kesenangan untuk terus menghasilkan. Vietnam  merupakan  negara  yang  cukup  berkembang  dalam  melakukan reformasi  birokrasi  pelayanan  khususnya  pelayanan  dalam  hal  membuka  bisnis  atau strating   a business.   Vietnam   memiliki keunggulan   tersendiri yaitu dari segi biaya   dan prosedur. Walaupun sedikit melalui prosedur online, dibandingkan Indonesia  Vietnam  lebih unggul  karena  membutuhkan instansi  yang  lebih  sedikit daripada  Indonesia. Masyarakat Jepang telah menyadari secara menyeluruh perannya sebagai abdi negara untuk memberikan kualitas terbaik dalam pelayanannya kepada masyarakat. Ada suatu kebanggaan jika mereka bisa memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Kondisi ini, telah terjadi sejak lama dan membudaya dalam masyarakat Jepang. Pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Jepang bukan hanya sebatas penyediaan prasarana/sarana. Pelayanan Publik dapat berjalan baik karena pemerintah yang cepat melihat dan membaca kebutuhan masyarakatnya, serta peran aktif masyarakat dalam membantu jalannya Pelayanan Publik.

Kertati, Indra; Setyohadi Pratomo; Rahmad Purwanto Widyastomo

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Rencana Strategis (Renstra)merupakan dokumen yang disusun Organoisasi Perangkat Daerah (OPD) jangka menengah. Renstra merupakan dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat tujuan, sasaran, program, kegiatan dan sub kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi Perangkat Daerah serta berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dalam perkembangannya muncul Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 90 tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah jo Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) 050-5889. Melalui peraturan tersebut OPD dihadapkan pada ketentuan yang wajib dilaksanakan. Permasalahan yang dihadapi adalah belum semua perencana OPD memiliki kemampuan untuk dapat mengikuti ketentuan dalam Menyusun Renstra. Memahami Kepmendagri 050-5889 membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Kepmendagri 050-5889 berisi daftar Kegiatan dan sub kegiatan yang telah tertulis tiap sub kegiatan dengan indikator output. Kesulitan OPD adalah jika masalah yang ada di daerah tidak dapat diselesaian dengan panduang sub kegiatan yang ada di Kepmendari 050-5889. Oleh karena itu diperlukan pendampingan untuk memudahkan OPD dalam Menyusun Renstra. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif yaitu membuka kesempatan bagi OPD untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mampu mengidentifikasi sub kegiatan untuk menyelesaikan masalah sesuai tugas dan fungsi yang diemban. Melalui pendampingan ini OPD akan ditunjukan strategi memahai Kepmendasri 050-5889 dan strategi Menyusun renstra. Tujuan pendampingan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman perencana di OPD dalam memahami hakekat Renstra, dan mendampingi agar Renstra yang disusun sesuai dengan ketentuan yang berlaku.