Publication Search

68,705 articles from 589 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Harryandi Simanjuntak; Ordekoria Saragih

Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik 2024 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Curriculum is very important in education. The Merdeka Curriculum brings a new way of teaching and learning between students and teachers. Christian religious education is also implemented in the Merdeka curriculum. As a subject that must instill Christian values. PAK teachers must prepare a lesson plan sheet and various new strategies in teaching that are based on students' freedom to develop their experiences and skills.  

Ragil Sri Wahyuningsih; Fatimatus Zahro; Nada Vanca Anggrestia; Mulia Putri Khasanah; Asih Andriyati Mardliyah

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2024 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to find out how the Merdeka Learning curriculum is implemented and the challenges that must be faced in the implementation process. This type of research is a type of qualitative research by applying the literature study method by reviewing 5 national journals and 1 international journal that are relevant to the topics discussed. The stages carried out by the author in collecting data or information are by (1) finding and collecting reading material that is relevant to the main topics discussed, and (2) analyzing the reading material then drawing conclusions based on the main topic. The results of the study show that the process of implementing the curriculum at the junior high school level will run optimally if the teacher and the school understand in depth the concept of the Freedom to Learn curriculum and the presence of various supporting parties such as the community to student guardians. The challenges that become obstacles in the implementation of this curriculum are teachers who do not understand the concept of the Free Learning curriculum, limited facilities and infrastructure, limited learning resources, and the lack of the role of student parents in understanding the concept of Free Learning learning.

Ani Marlia; Aulia Violeta Rieartika; Shevia Indriani; Leyin Iklimah; Tentri Wulandari +2 more

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

. Kurikulum Merdeka adalah kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi hasil belajar dalam penerapan kurikulum baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur yang berkaitan dengan implementasi Kurikulum Merdeka dan tantangan yang dihadapinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review, dengan mengumpulkan data dari berbagai artikel yang membahas implementasi Kurikulum Merdeka dan tantangannya, yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2023 menggunakan aplikasi Publish or Perish. Artikel-artikel yang relevan ditemukan, diseleksi, dan dianalisis berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka menghadapi beberapa tantangan, termasuk: kurangnya sarana dan prasarana yang memadai; kebutuhan peningkatan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi; kesulitan dalam melakukan evaluasi pembelajaran; kondisi siswa, orang tua, dan lingkungan yang beragam; serta ketidakmerataan kebijakan pemerintah. Kesimpulan penelitian ini menggarisbawahi bahwa implementasi Kurikulum Merdeka menghadapi berbagai tantangan di bidang pendidikan.

Suci Rahmatul Adla; Siti Tiara Maulia

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Saat ini di dunia pendidikan terus mengalami berbagai perkembangan kurikulum, Hal ini dibuktikan dengan perubahan kurikulum 2013 kurikulum merdeka. Pada hal ini, kurikulum merdeka diartikan sebagai upaya pembaharuan pemebelajaran dengan kerangaka yang lebih mudah, materi yang disajikan lebih penting atau langsung pada inti, penegmbangan karakter, dan pengetahuan peserta didik. Pemerintahan menetapkan kebijakan implementasi kurikulum merdeka mulai tahun pelajaran 2022/2023 yang diresmikan pada keputusan menteri pendidikan, kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Menindaklanjutkan bentuk implementasi merdeka belajar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memberikan keleluasaan kepada satuan Pendidikan untuk menentukan kuriklulum yang akan digunakan yaitu Kurikulum 2013 secara utuh, Kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang disederhanakan) dan Kurikulum Merdeka.

Malikhatun Nafi’ah; Ana Naila Miftahuz Zahro; Heni kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus merupakan pondok pesantren yang memiliki konsep dengan memfokuskan terhadap Tahfidzul Qur’an, hal yang menjadi permasalahan di dalam program Tahfidz Al-Qur’an tersebut adalah dalam proses pembelajaran, terlihat dari belum sesuai metode yang digunakan dalam manajemen pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui latar belakang Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil yang di capai dalam strategi pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskritif-kualitatif yang digunakan melalui teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini di peroleh kesimpulan bahwa, pondok pesantren MA Ma’ahid Kudus merupakan Boarding School yang berbasis pada program tahfidzul Qur’an. Perencanaan dilakukan dengan empat tahapan seleksi, pengorganisasian dengan menentukan tugas dan mekanisme dalam proses pembelajaran, pelaksanaan ditandai dengan adanyan proses belajar mengajar, pengawasan dengan melakukan pemantauan melihat buku setoran santri dan mengabsen santri, dan Keberhasilan yang diraih Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus dapat dilihat dari hasil prestasi dengan mengikuti perlombaan Tahfidz Al-Qur’an berbagai tingkatan dan kejuaraan.