Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-19 of 19

Analytics

Nelsa Citrayani Silaban; Arip Surpi Sitompul; Jusni Lumbantobing; Sondang Naibaho; Ringhot Simorangkir

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to examine how schools foster togetherness amid religious diversity through a dialogical approach. This research employed a qualitative method and was conducted at SMA Negeri 1 Sumbul. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while the analysis used the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that three main religions Islam, Catholicism, and Protestantism coexist harmoniously within the school due to strong practices of tolerance. This is reflected in the implementation of religious worship conducted simultaneously at the same time but in different places according to each belief, as well as mutual respect during religious celebrations such as Ramadan and Eid al-Fitr, Easter, and Christmas. In addition, social interactions among students occur in an open, communicative, and non-discriminatory manner. These findings indicate that schools play a significant role in promoting unity through multicultural education, religious moderation, and dialogical approaches. Therefore, schools can serve as effective spaces for shaping students’ tolerant character and their ability to live harmoniously in a diverse society.

Hamka, Hamka; Haryanto Ali, Indra; Rizqo Abdillah, Ahmad; Awaluddin Zidane, Muhammad

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Pendekatan kewirausahaan sosial yang diterapkan dalam proyek ini mencerminkan sinergi antara inovasi, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan memberdayakan masyarakat lansia untuk menciptakan produk yang bermanfaat, kegiatan ini berkontribusi pada tercapainya beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), seperti pengurangan limbah, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan komunitas. Tujuan: Mengurangi limbah plastik serta meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi lansia melalui pembuatan gantungan kunci berbahan dasar limbah plastik. Metode: Pemberdayaan Masyarakat ini melibatkan warga Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia “Budi Sejahtera” Martapura. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan yang komprehensif berupa pelatihan partisipatif dengan tahapan pengumpulan bahan baku dari masyarakat, penyediaan peralatan, pembentukan tim kerja, serta pelatihan kewirausahaan yang meliputi edukasi kepada lansia mengenai pentingnya daur ulang sampah, proses pemilahan, pembersihan, pemotongan, pencampuran resin, pencetakan, hingga finishing produk gantungan kunci. Hasil: Adanya peningkatan keterampilan dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai, serta terbukanya peluang ekonomi melalui penjualan produk. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan dan meningkatkan kepercayaan diri lansia, sementara dari sisi lingkungan, berkontribusi nyata dalam pengurangan sampah plastik dan pencemaran lingkungan. Kesimpulan: kegiatan sociopreneur ini membuktikan bahwa melalui pendekatan inovatif berbasis partisipasi, lansia dapat diberdayakan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat, ramah lingkungan, sekaligus bernilai ekonomi.

Faridz Ravsamjani; Aanzar Mizana Nugraha; Aldira Lidwina Br Sembiring; Angelina Rolas Olivia Naibaно; Annisa Hidayah +18 more

Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Community Service Program (KKN) is a form of student community service by directly applying scientific knowledge in the field. The 2025 Unimed KKN was conducted in Durin Simbelang Village, Pancur Batu District, Deli Serdang Regency, with the aim of empowering local potential and improving the quality of education, social, and environmental aspects of the village. This research used a qualitative descriptive approach with participatory methods, in which students actively engaged with the community in each program. Data were collected through observation, interviews, documentation, and direct participation, then analyzed descriptively through the stages of reduction, presentation, and conclusion. Research findings indicate that the Community Service Program (KKN) has had a significant impact in various aspects. In the economic sector, the downstreaming and marketing of processed starfruit products has successfully improved residents' skills in processing harvested produce into value-added products. In the educational sector, activities such as "Ceria Calistung Ceria," "Si Cerdik Math," "English Fun Club," "Savings for Small Change," "Education for the Creative Economy," and "Wisdom Digital Literacy" have proven effective in improving academic skills, creativity, and positive character traits among the younger generation. In the social and environmental aspects, the "gotong royong" (mutual cooperation) program, rhythmic gymnastics, educational trash signage, volleyball court construction, gate decoration, and 17th August competitions have strengthened social cohesion, raised awareness of healthy living, and increased concern for environmental cleanliness.

Luthfyah, Nadhifa Jihan; Dzakkiyah, Khalisa Rahma; Luthfyah, Nadhifa Jihan; Haqiq, Weby Deliana; Nafisya, Azzahra Yasmin +1 more

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Kegiatan berbagi takjil di Desa Tanimulya tidak hanya menjadi rutinitas tahunan selama bulan Ramadhan, tetapi juga sarana untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, sesuai pada sila kedua Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika dan tantangan etika dalam pelaksanaan kegiatan berbagi takjil, serta dampaknya terhadap solidaritas sosial masyarakat. Dalam penelitian ini, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipatif dan pengumpulan data melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki tingkat partisipasi tinggi, terutama dari generasi muda, dan mampu meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai empati, keadilan, dan kebersamaan. Namun, tantangan seperti menjaga ketulusan niat dan menghindari unsur formalitas menjadi perhatian penting. Dengan demikian, berbagi takjil menjadi praktik nyata penerapan nilai-nilai Pancasila yang dapat terus dikembangkan untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Siti Afrianti Asdik Labedi; Mita Sari; Nur Ain Yusuf; Fitra Mulyani Abdullah; Sri Yulita Sa'ban +1 more

Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study aims to examine the role of the traditional Ponti game in fostering values ​​of togetherness in early childhood at PAUD Kiddi Care Gorontalo. The Ponti game is a typical Gorontalo game that contains educational values ​​such as honesty, cooperation, discipline, sportsmanship, and tolerance. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through direct observation, semi-structured interviews with teachers and principals, and documentation of children's activities while playing. The results of the observations showed that children showed increased social skills, the ability to work together, and the development of positive attitudes such as honesty and sportsmanship during the game. However, several challenges were also identified, including children's limited understanding of the game's rules, fear of losing, and inadequate play facilities, which hindered the optimal implementation of activities. Interviews with teachers and principals revealed that the Ponti game plays a major role in shaping children's social character and strengthening local cultural identity. However, intensive guidance, emotional habituation, and support facilities are needed to maximize the benefits of this game. These findings suggest that the traditional Ponti game is not only an effective medium of entertainment but also a fun and contextual learning tool that can shape children's character as a whole. Therefore, Ponti games need to be integrated consistently into early childhood learning activities and supported by cultural preservation programs and relevant education policies.

Nabila Adelia Dahlan; Yahfizham Yahfizham; Ahmad Annabani; Windi Veber Yanti; Lia Syafitri +1 more

Jurnal Pelayanan Hubungan Masyarakat 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

Community Service Activities (PEMA) carried out by Mathematics Education students at the North Sumatra State Islamic University in Padang Brahrang Village aim to foster a sense of togetherness through various competitions to commemorate the 78th Indonesian Independence Day. This activity involves the active participation of the local community, including children, teenagers and adults, in various traditional competitions such as tug of war, sack races, pillow hitting and areca nut climbing. The method used is a participatory approach, where students collaborate with the community in planning and implementing activities. The results of this activity show that through competition and social interaction, the sense of togetherness and solidarity among the community is increasing. Apart from that, this activity also strengthens the spirit of nationalism and mutual cooperation. Thus, the celebration of Independence Day is not only an event for entertainment, but also a momentum to strengthen social relations and increase awareness of the importance of unity in social life.

Mohamad Aren Gracia Shandy; Edy Soesanto; Ahmad Faizal

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

Indonesia is known for its diversity of culture, ethnicity, religion and customs. One of the noble values ​​contained in Indonesian culture is the spirit of mutual cooperation. Mutual cooperation is a form of cooperation between individuals or groups in solving work or problems together, regardless of social status, background or personal interests. In the history of the Indonesian nation, this spirit has proven to be a solid foundation in building social solidarity, strengthening unity, and supporting the sustainability of social life. However, along with the times and rapid advances in technology, the value of mutual cooperation has begun to be replaced by the values ​​of more individualism. emphasizes personal interests and individual achievements. The modern era, with all the dynamics and influence of globalization, has caused many people to focus more on personal success without considering collective interests. This aims to re-explore the spirit of mutual cooperation in the modern era with an approach that is relevant to current developments, as well as finding ways to restore the value of togetherness which is increasingly being eroded by individualism.

Najamudin Najamudin; Surahman Hidayat

Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Active behavior in facing disasters plays a crucial role in reducing the impact and accelerating the recovery process. This study aims to explore the relationship between aqidah (religious beliefs) and togetherness in shaping the collective response of society to disasters. Using a qualitative approach, this study analyzes data from field observations and interviews with various community groups affected by natural disasters in Indonesia. The results of the study indicate that religion can be a social capital, and has the values ​​and norms of monotheism, patience, sincerity, tawakkal and togetherness and shows that strong aqidah can increase the spirit of togetherness and mutual cooperation, which contributes to reducing anxiety and accelerating aid and recovery. This study concludes that collective behavior built on religious values ​​and togetherness can strengthen the social resilience of society in facing disasters.

Raka Noviandri; Elsita Insani; Latifha Umi Barakah; Sabila Ramadhani Lubis; Wismanto Wismanto

Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This research is motivated by the problems of life in modern society which increasingly tends to be individualistic and fragmented, for this reason, shared values ​​are becoming increasingly important to maintain. The aim of this research is to build unity between people who have different backgrounds, both in terms of social, economic and cultural aspects. The research method used is a descriptive qualitative approach, and the qualitative method was chosen because it allows researchers to understand social phenomena in more depth, with a focus on interactions between individuals, groups and communities in the context of sacrificial sacrifice. The research concludes that the results of this article are that the sacrificial service, with all the social processes that accompany it, has a very large role in building and strengthening shared values ​​in society, creating a more inclusive environment, and strengthening social relations between individuals with different backgrounds.

Kristanto, Samuel Hans

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2024 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Gerakan Oikumene atau ekumenisme memiliki peranan penting dalam upaya menyatukan berbagai denominasi gereja Kristen, terutama dalam konteks pemahaman Alkitab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konsep Oikumene dipahami dan diimplementasikan berdasarkan ajaran Alkitab, serta dampaknya terhadap kesatuan umat Kristiani. Metode yang digunakan adalah literature review, yang melibatkan pengumpulan dan analisis berbagai sumber literatur terkait Oikumene, ekumenisme, dan pemahaman Alkitab tentang kesatuan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Oikumene tidak hanya fokus pada kesatuan doktrin, tetapi juga menekankan nilai-nilai moderasi beragama yang berlandaskan pada kasih dan penghormatan terhadap perbedaan. Dialog ekumenis yang konstruktif dan kerja sama lintas denominasi menjadi kunci dalam mengatasi perpecahan dan memperkuat persatuan gereja. Selain itu, implementasi Oikumene di lingkungan pendidikan tinggi, seperti STAKPN Sentani, terbukti efektif dalam menciptakan harmonisasi dan kebersamaan di antara mahasiswa dari berbagai latar belakang gereja. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Oikumene dalam pemahaman Alkitab dapat menjadi sarana efektif untuk mewujudkan kesatuan gereja yang harmonis dan inklusif, sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap perdamaian dan keharmonisan masyarakat luas.

Ayu Fauziah Annisa Putri; Khairunisa Khairunisa; M. Marteen Ilham Gunawan; Reriz Salwa Faya Aulia; Uput Purwaningrum

Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The purpose of this writing is the result of community service in Pesawahan Village as well as providing benefits to the community, especially in Pesawahan Village, about the existence of traditions in commemorating the Islamic New Year.  The method used in this research is qualitative.  Data collection techniques were taken by interviewing the parties involved and documentation. Then the next step that researchers do is to check the clarity related to the data that has been obtained, compile the data in accordance with the specified writing systematics, and conduct further analysis. The result of this writing is that many traditions are carried out in Indonesian regions and the area has its own characteristics in Pesawahan. This tradition is carried out to commemorate the Islamic New Year with the aim of establishing friendship and making the community close together this causes the community to live in harmony.

Ardana, Novita; Najicha, Fatma Ulfatun

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2024 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Di era digital saat ini, media sosial semakin populer sebagai alat komunikasi. Namun, penggunaan media sosial sering kali dikaitkan dengan tindakan-tindakan tidak bermoral seperti melecehkan, menghina, atau menyebarkan informasi yang tidak benar. Cara penerapan nilai-nilai Pancasila dalam etika di media sosial masih belum ideal. Sementara beberapa pengguna media sosial mampu memenuhi cita-cita seperti keadilan, kebersamaan, dan kerja sama, ada juga pengguna lain yang sering melanggar standar-standar ini. Beberapa elemen yang menyulitkan penerapan nilai-nilai Pancasila di media sosial adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang prinsip-prinsip ini, tidak adanya pengawasan dan kontrol, dan hak untuk bebas berpendapat yang sering disalahgunakan. Hal ini membutuhkan upaya yang lebih besar untuk memasukkan nilai-nilai Pancasila ke dalam etika media sosial. Untuk mencegah perilaku berbahaya di media sosial, pengguna dapat dilindungi dengan penegakan peraturan yang lebih ketat dan pendidikan serta sosialisasi yang lebih menyeluruh tentang nilai bertindak secara etis di platform ini.

Farahlia Nurfatihah; Rifqi Muntaqo; Nur Farida

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2024 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This research has the following objectives: 1) To find out about the concept of using PAI learning animation media as material about the beauty of togetherness in congregation in an effort to improve the spiritual quality of class VII students at Pelita Al-Qur'an Middle School; 2) To find out the implementation of learning material about the beauty of togetherness in congregation through the use of animation media as an effort to improve the spiritual quality of class VII students at Pelita Al-Qur'an Middle School, Wonosobo; 3) To determine the inhibiting and supporting factors in the use of PAI animation learning media in delivering beautiful material together with the congregation of class VII students at Pelita Al-Qur'an Middle School, Wonosobo.This research uses a qualitative field approach. The data sources used came from the principal of Pelita Al-Qur'an Middle School, PAI teachers and students. Data obtained using observation, interview and documentation techniques. Data analysis was carried out using data reduction, display and drawing conclusions.The results of this research show that: 1) The concept of using animated learning media refers to the character of students which is aimed at increasing their religious level, curiosity, respect for achievement, friendly or communicative, likes to read, independent, disciplined and responsible. 2) Implementation of learning with animation media in terms of material content using a forward flow, in terms of time allocation using animation media in collaboration with other media, in terms of types of animation media used, including material videos, practice videos, material song videos and story videos. exemplary story. 3) The supporting factors for implementing this media in general are that it is more interesting so that students' motivation, understanding of the material and spiritual level can easily increase, while the obstacles are the lack of infrastructure, power outages and noisy environmental conditions because they are close to the main road.

prihandarini, tanjung; Romadhona, Mahimma

SENIMAN: Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Festival Generasi Pemenang Season 2 merupakan ajang lomba tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan Rumah Generasi Pemenang, melibatkan perlombaan Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ) dan Banjari. Penelitian ini fokus pada perbaikan visual dan branding festival, mengidentifikasi permasalahan sebelumnya dan menerapkan upaya perbaikan. Melalui peningkatan visualisasi, fasilitas, dan variasi perlombaan, festival menciptakan pengalaman yang lebih menarik. Desain merchandise yang mencerminkan tema ceria festival menjadi bagian integral, memberikan peserta dan pendukung kenang-kenangan yang bernilai. Dengan langkah-langkah ini, Festival Generasi Pemenang semakin mengokohkan identitasnya, mempromosikan semangat kebersamaan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Gresik.

Juliadi, Ertawan; Kartiko, Donni; Akhsan, Dewandaru

ABSTRACT   The TNI anniversary is a moment that is always commemorated by the TNI, namely the Navy, Army and Air Force, both individually and in an integrated manner, supported by the POLRI and the community. Internally, AAL, in commemorating the anniversary of the Indonesian Navy, held a ceremony, cleaning up Aru beach as an activity in line with the clean river program (prokasih). Meanwhile, in an integrated manner, AAL is involved in blood donation activities with TNI AL cities in the Surabaya area and with the Surabaya Community in Prokasih activities. A total of 1,200 TNI soldiers from the Kotama TNI AL Surabaya region, namely the TNI Navy Academy, Kodiklatal, Lantamal V, Pasmar 2, Satlinlamil, Task Execution Unit (UPT) Headquarters, as well as TNI AD, TNI AU and Polri soldiers, government agencies, community organizations, students and the people of Surabaya, worked together to go down to the Kalimas river to carry out clean-up along the river flow. Suggestions for community service activities during the upcoming TNI anniversary would be to continue the Prokasih program by covering rivers other than the others in Surabaya.         Keywords: TNI anniversary, pro-love, integration.     

Desty Endrawati Subroto; Fidziah; Cecep Warman

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2023 CV. Aksara Global Akademia

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, seperti: Gempa Bumi, Tsunami, Gunung Meletus, Banjir, Kekeringan, Angin Topan, Kebakaran dan Tanah Longsor (UU 24 Tahun 2007, b). Dalam menghadapi berbagai macam bencana yang datang silih berganti di Indonesia. Yang disebabkan oleh kondisi geografis Indonesia, khususnya wilayah Cianjur – Jawa Barat. Potensi bencana di wilayah Cianjur, Jawa Barat sangat besar dikarenakan berada di di 106 derajat 42’ sampai 107 derajat 25’ BT (Bujur Timur) dan 6 derajat 21’ hingga 7 derajat 25’ LS (Lintang Selatan), secara topografi kemiringannya 0-40%, struktur tanah yang lunak, banyak bangunan berada ditepi lereng atau lembah, kedalaman, kondisi tanah, kondisi topografi, dan kondisi struktur bangunan yang merupakan faktor penyebab bencana di wilayah tersebut. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini, adalah peningkatan produktivitas dosen dengan nilai aplikatif untuk masyarakat, khususnya terhadap korban gempa bumi di wilayah cianjur. Hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, menunjukkan bagaimana perhatian dan  kepedulian PDPI untuk membantu sesama umat manusia yang terkena musibah, karena kepedulian kami ini dapat meringankan beban moril warga yang terdampak gempa.

Amalia Nuruul Azizah; Alwi Sofyan; Muflihatul Khofifah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan oleh pengabdi berupa pelatihan pemrograman aktivitas fisik melalui outbound dan braingym sebagai implementasi pembentukan karakter dan kedisiplinan bagi guru Sekolah Dasar di Kecamatan Patimuan. Kegiatan ini bertujuan untuk diantaranya: (1) saling memahami dan saling pengertian/peduli dengan orang lain dan belajar membangun kepercayaan diri dan mempercayai kepada yang lain, (2) belajar membangun tim kerja yang cakap dan handal dan memahami arti penting kerjasama kelompok dalam lingkungan kerja, (3) membangun individu dalam kelompok secara lebih energik dan mendorong individu dalam menghadapi tantangan kelompok yang ada, (4) memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan kreativitas dalam penyusunan pembelajaran olahraga rekreasi bagi siswa agar memiliki kompetensi yang kreatif dalam mengembangkan pembelajaran penjas di tingkat sekolah. Metode Pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi dan praktik/latihan. Metode Ceramah ceramah digunakan untuk menyampaikan informasi kepada para guru Sekolah Dasar di Kecamatan Patimuan tentang pemrograman aktivitas fisik melalui outbound dan brain gym. Metode demonstrasi sangat penting keberadaanya dalam kegiatan pelatihan ini, karena dalam pelatihan suatu proses kerja akan lebih mudah diikuti oleh peserta pelatihan manakala ketrampilan yang akan ditransformasikan bisa dieksplisitkan secara konkrit melalui demonstrasi. Metode Praktik dilakukan oleh para guru untuk mencoba menguasai gerakan braingym dan outbound yang dapat di implementasikan pada setiap pembelajaran penjas disekolah. Dalam evaluasi, Tim Pengabdi melakukan pengamatan langsung kepada para peserta dengan kriteria antusiasme, perhatian, dan kesungguhan dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Hasil Pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik sesuai dengan program yang telah dibuat. Hal ini ditunjukkan oleh animo peserta yang cukup tinggi. Pemrograman aktivitas fisik dan praktik yang terdiri dari penguasaan teknik dasar outbond training dan brain gym yang dapat membentuk karakter bagi siswa seperti: nilai-nilai kerjasama, kepercayaan, kemampuan memecahkan suatu masalah, proses pendewasaan diri, kebersamaan, leadership (kepemimpinan), kedisiplinan, kemampuan akselerasi untuk mencapai suatu tujuan, melatih mental dan keberanian serta kesenangan batiniah. Indikator keberhasilan ditandai dengan tingginya motivasi peserta dalam mengikuti kegiatan ini serta dimilikinya pengetahuan dan keterampilan baru tentang outbond dan brain gym.

Hendy Rusli; David Simajuntak; Sortini Sortini

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Pelaksanaan acara adat kebudayaan secara khusus suku Batak Toba  menganut hukum eksogami, adalah  perkawinan yang tidak mengambil istri  marga sendiri “namariboto”, harus  di luar kelompok “marga” tersebut karena mereka sebagai kakak-adik. Perempuan meninggalkan keluarga  dan pindah keluarga  suami atau ikut garis keturunan laki-laki, dan bersifat patrilineal, yang bertujuan mempertahankan marga suami. Penelitian  ini memakai  metode analisis fenomenologi tidak menggunakan hipotesis dengan pendekatan “refleksi biblical”. Adat pernikahan Suku Batak Toba ditinjau dari iman Kristen tidak  bertentangan, sebab  adat dilakukan dengan kasih, hormat dan rasa  persaudaraan , kebersamaan dengan penuh kasih sesuai dengan Matius 22: 37-40.

Riyani, Luqman Alhakim

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan tindak lanjut dari fenomena-fenomena kepemudaan yang harus senantiasa ditingkatkan, diantaranya tenggang rasa, kerja sama, kebersamaan, hard skill, soft skill, dan sebagainya, dan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat pemuda yang implikasinya pada peningkatan soft skill dan hard skill baik dilingkungan keluarga, sekolah/tempat bekerja, maupun masyarakat. Bahasa sebagai media komunikasi verbal maupun tulisan memiliki peranan baik secara interpersonal maupun transaksional untuk menunjang kompetensi berkomunikasi sehingga pesan yang tersurat maupun tersirat akan tersampaikan dan difahami sesuai maksud dari interlocutor. Bahasa asing (Inggris) berperan sebagai media untuk memudahkan komunikasi pemuda dengan anggota masyarakat maupun dengan bacaan tertulis. Interaksi dengan anggota masyarakat bermakna bahwa pemuda memerlukan bahasa Inggris untuk berinteraksi dengan sesama pengguna bahasa Inggris untuk mencapai tujuan tertentu, diantaranya interaksi dengan tenaga pendidik bahasa Inggris (apabila pemuda masih menempuh pendidikan), interaksi dengan rekan kerja maupun relasi asing, dan sebagainya. Interaksi dengan bahasa cetak bermakna aktifitas pemuda terhadap bahasa tulis, diantaranya materi bacaan cetak maupun non-cetak berberbahasa Inggris, dan sebagainya. Materi pengabdian ini adalah strategi belajar mendiri menggunakan ebooks dan media sosial. Belajar mandiri merupakan suatu kegiatan belajar secara sadar baik didalam maupun diluar kelas sebagai bentuk tanggung jawab peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu. Self-study dilatarbelakangi kesadaran dan kemauan peserta didik untuk belajar. Media sosial merupakan media komunikasi verbal maupun non-verbal sehingga dapat dipergunakan untuk mempraktikkan penggunaan bahasa secara interpersonal maupun transaksional. Pengabdian ini telah dilaksanakan pada 11 pemuda Desa Jetak 02/03, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Pada hari Sabtu, 26 November 2016 pukul 16.00 -17.00. Hasil pengabdian ini adalah (1) para pemuda memahami penggunaan media sosial tidak hanya sekedar mengirim dan menerima informasi namun juga sebagai sarana praktik penggunaan bahasa Inggris secara tertulis; (2) pemuda memahami dan akan mencoba mempraktikkan belajar mandiri menggunakan ebooks sebab waktu mereka untuk belajar bahasa Inggris dibawah bimbingan guru hanya disekolah dan beberapa jam dilokasi les; dan (3) pemuda membentuk group blackberry dan whats up sebagai tindak lanjut dari pengabdian ini untuk mempraktikkan komunikasi non-verbal dengan sesama pengguna.