Publication Search

77,096 articles from 737 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 1,277

Analytics

Destriyani; Kusuma Anggraini, Nurti

Jurnal Teknik Sipil 2026 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Penggunaan fly ash sebagai bahan tambahan untuk menggantikan sebagian semen merupakan salah satu hal untuk mendorong penggunaan material alternatif. Penelitian ini mengkaji pengaruh persentase substitusi fly ash sebesar 10%, 30%, dan 50% dengan penambahan zat aditif superplasticizer sikament-NN (Tipe F) dengan dosis 1,2% terhadap kemudahan pengerjaan (workability) dan kekuatan tekan beton. Kinerja beton dianalisis berdasarkan kekuatan tekannya pada hari ke-28 dab kelancaran kerjanya berdasarkan slump. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kombinasi penggunaan fly ash dan superplasticizer sikament-NN (Tipe F) dapat meningkatkan kemudahan adukan, dengan nilai slump maksimum mencapai 14,3 cm pada presentase fly ash 50%. Namun, peningkatan kelacakan ini berbanding terbalik dengan kekuatan tekan yang konsisten menurun seiring dengan peningkatan penambahan fly ash. Nilai kuat tekan maksimum dicapai oleh campuran beton yang hanya menggunakan superplasticizer tanpa fly ash sebesar 320,50 kg/cm2, sementara nilai yang optimal ditemukan pada variasi persentase 10% dengan penambahan superplasticizer 1,2% menghasilkan kuat tekan sebesar 307,65 kg/cm2, sehingga penggunaan kombinasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi efisiensi bagi rekayasa sipil.

Al Firdaus, Nazarian Azmi

Jurnal Teknik Sipil 2026 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Tanah ekspansif merupakan salah satu jenis tanah bermasalah yang memiliki potensi kembang–susut tinggi akibat perubahan kadar air, sehingga dapat menurunkan stabilitas konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan zeolit terhadap sifat fisik dan mekanik tanah ekspansif. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi kadar zeolit sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% terhadap berat kering tanah. Pengujian yang dilakukan meliputi batas Atterberg, pemadatan, dan kuat tekan bebas (UCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan zeolit mampu menurunkan indeks plastisitas tanah serta meningkatkan nilai berat isi kering maksimum dan kuat tekan bebas. Nilai UCS tertinggi diperoleh pada campuran zeolit 15%, yang menunjukkan adanya kadar optimum dalam proses stabilisasi. Peningkatan kekuatan tanah terjadi akibat proses pertukaran ion dan reaksi pozzolanik yang membentuk struktur tanah lebih padat dan stabil. Secara keseluruhan, zeolit memiliki potensi sebagai bahan stabilisasi alternatif yang ramah lingkungan dan efektif untuk memperbaiki karakteristik tanah ekspansif.

Arisyana, Dwi Jaya

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

Perkembangan komik digital di Indonesia telah mendorong transformasi mitologi Indonesia ke dalam bentuk visual kontemporer. Salah satu representasi tersebut adalah karakter Roro Kidul dalam komik digital Nusantara Droid War, yang menampilkan tokoh mitologi Jawa dalam setting futuristik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis representasi visual Roro Kidul menggunakan Teori Bahasa Visual. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, menggunakan teknik observasi visual, dokumentasi panel komik, dan tinjauan pustaka. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi isi wimba (komik tradisional Indonesia), metode wimba (komik tradisional Indonesia), dan bentuk ekspresi internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Roro Kidul direpresentasikan melalui elemen visual seperti pakaian yang didominasi warna hijau, ornamen emas, gerak tubuh yang tenang, dan manifestasi naga putih dan hitam sebagai simbol kekuatan ganda. Penerapan skala, perspektif, dan komposisi panel memperkuat hierarki visual dan posisi karakter sebagai tokoh utama. Bentuk ekspresi internal dan eksternal membangun kesinambungan makna dan menekankan otoritas simbolik karakter. Studi ini menunjukkan bahwa komik digital dapat menjadi media komunikasi budaya yang efektif dalam mentransformasikan mitologi Indonesia tanpa menghilangkan struktur makna budayanya, dan menekankan relevansi Teori Bahasa Visual dalam analisis visual media populer.

Pires Hanif Palarto; Hilmi Iman Firmansyah

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2026 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Sandwich composites are lightweight structural materials with a high strength-to-weight ratio and have potential as alternatives to conventional materials. This study aims to analyze the effects of core thickness variation and the number of skin layers on the bending strength of fiberglass-skinned sandwich composites with an A-flute cardboard honeycomb core. The research employed an experimental method using three-point bending tests in accordance with ASTM C393. Core thicknesses of 10 mm, 20 mm, and 30 mm were investigated, while the number of fiberglass skin layers was varied at 1, 2, and 4 layers. Bending strength was evaluated based on core shear strength and skin bending stress, expressed in MPa. The results show that the highest average core shear strength was obtained at a core thickness of 10 mm with 4 skin layers, while the lowest value occurred at a core thickness of 30 mm with 1 skin layer. The highest skin bending stress of 43.40 MPa was achieved by the specimen with a 10 mm core thickness and 1 skin layer, whereas the lowest value of 11.83 MPa was observed at a 30 mm core thickness with 4 skin layers. These results indicate that increasing core thickness tends to reduce bending strength based on core shear strength, while increasing the number of skin layers enhances the bending performance of the sandwich composite, and an interaction effect between the two variables is present.

Puji P.M, Mostien Adi; Salim, Agus; Soebroto, Handoyo Ganda; Setyono, Endik Catur

Amphibious Journal 2026 Akademi Angkatan Laut

Wilayah perbatasan Ambalat merupakan kawasan strategis NKRI yang rawan terhadap pelanggaran kedaulatan dan ancaman keamanan. Satuan Tugas (Satgas) Ambalat Korps Marinir menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan teknologi pengawasan konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pemanfaatan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk meningkatkan efektivitas pengamanan perbatasan oleh Satgas Ambalat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan 4 narasumber (Komandan Skuadron Udara 700, pilot UAV, Dansatgas Ambalat, dan personel komunikasi Satgas Ambalat), serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Penelitian menunjukkan bahwa (1) UAV belum dimanfaatkan secara langsung oleh Satgas Ambalat, pengamanan masih mengandalkan patroli konvensional dan drone non-militer; (2) tantangan utama meliputi keterbatasan personel terlatih, belum adanya program pelatihan formal, keterbatasan sarana prasarana (Ground Control Station, sistem komunikasi), serta kekosongan regulasi operasional; (3) UAV tipe ScanEagle dan Camcopter S-100 dinilai paling sesuai untuk kebutuhan Satgas Ambalat karena daya tahan terbang lama dan sensor canggih. Pemanfaatan UAV dapat memperluas jangkauan pengawasan, menyediakan data real-time, mengurangi risiko personel, serta meningkatkan efisiensi operasional. Diperlukan pendekatan terintegrasi berupa penyusunan regulasi, pengadaan sarana dan pelatihan personel bertingkat dan berlanjut. Teknologi UAV memiliki potensi strategis untuk memperkuat sistem pengamanan perbatasan Ambalat. Rekomendasi meliputi dukungan kebijakan pemerintah, pengembangan doktrin TNI AL, pembentukan unit UAV Korps Marinir, serta pelatihan personel secara berkelanjutan.

Riska Aulia; Caesya Nur Amarha; Syifa Aurelia

Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Human rights are fundamental rights inherent to every individual from birth and are guaranteed under statutory laws and regulations. These rights are universal in nature, inherent to every person, and must be respected, protected, and fulfilled by the state as well as all elements of society. However, in practice, various conditions continue to trigger human rights violations committed by both individuals and state officials. This phenomenon indicates that the protection of human rights still faces numerous challenges in its implementation. This study aims to examine the relationship between law enforcement officers and civilians, determine the extent to which the actions of law enforcement officers can be categorized as human rights violations, and analyze the mechanisms of oversight and accountability in handling cases of human rights violations. This study employed a qualitative approach using a case study method to obtain an in-depth understanding of the phenomenon under investigation. The data were analyzed descriptively to illustrate the relationship between law enforcement officers and civilians within the context of human rights protection. The findings reveal that power asymmetry is one of the main factors contributing to the abuse of authority by law enforcement officers. This condition subsequently increases the potential for human rights violations and underscores the importance of effective oversight and accountability in ensuring that law enforcement officers perform their duties and exercise their authority in accordance with applicable legal provisions.

Mehang, Travia Resa; Apryanto, Frengki; Alfianto, Ahmad Guntur

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

  Latar Belakang : Pelaksanaan keselamatan pasien sering mengalami hambatan karena perawat belum sepenuhnya menerapkan perilaku caring secara optimal. Hubungan interpersonal yang kurang baik antara perawat dan pasien dapat menyebabkan munculnya kesalahpahaman selama proses perawatan. Tujuan penelitian secara umum adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku caring perawat terhadap keselamatan pasien di Puskesmas Batu . Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di Puskesmas Batu sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel penelitian, serta analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 95% (? = 0,05) Hasil : Hasil uji statistik di atas menunjukkan bahwa nilai P (value) = 0.000(< 0.05) dan memiliki nilai r (korelasi) sebesar 1.000 dari total sampel penelitian (n) sebanyak 30 orang responden yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku caring perawat dengan keselamatan pasien. Perilaku caring perawat dengan keselamatan pasien memiliki nilai korelasi sebesar 1.000 yang menunjukkan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan sangat kuat.. Kesimpulan sebagian besar perawat di Puskesmas Batu memiliki perilaku caring dan penerapan keselamatan pasien (patient safety) pada kategori cukup, meskipun sebagian lainnya telah berada pada kategori baik.

Mahardany, Beauty Octavia; Supriadi, Rizky Febriyanti; Amin, Erna

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Pertumbuhan anak usia 24–59 bulan merupakan periode penting yang dipengaruhi oleh kecukupan asupan zat gizi, salah satunya protein. Kekurangan protein dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan linier berupa stunting yang berdampak terhadap kualitas tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dengan status pertumbuhan anak usia 24–59 bulan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bambu Kabupaten Mamuju. Sampel penelitian berjumlah 30 anak usia 24–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data asupan protein diperoleh melalui food record, sedangkan status pertumbuhan diukur menggunakan indikator antropometri berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Analisis data menggunakan uji Spearman’s Rho dan Fisher’s Exact dengan tingkat kemaknaan ?=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% anak mengalami stunting berdasarkan indikator TB/U, terdiri dari kategori stunted sebesar 50% dan severely stunted sebesar 20%. Terdapat hubungan antara asupan protein dengan BB/U (p=0,05; r=0,593) dan TB/U (p=0,000; r=0,601), sedangkan tidak terdapat hubungan antara asupan protein dengan BB/TB (p=1,000; r=0,023). Kesimpulan penelitian ini adalah asupan protein berhubungan dengan status pertumbuhan anak terutama pada indikator TB/U. Pemenuhan protein yang cukup dan berkualitas, terutama protein hewani, perlu menjadi perhatian dalam upaya mendukung pertumbuhan dan mencegah gangguan pertumbuhan pada balita

Enjelita, Citra; Lisnawaty; Salsabila, Syefira

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Diabetes Melitus (DM) merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan meningkatnya konsentrasi glukosa dalam darah. Penyakit ini dapat terjadi akibat ketidakmampuan tubuh memproduksi insulin. Kekurangan insulin, atau ketidakmampuan sel untuk meresponsnya, menyebabkan kadar glukosa darah tinggi (hiperglikemia), yang merupakan indikator klinis diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima, kandungan zat gizi, dan nilai indeks glikemik Cookies berbahan dasar tepung ubi jalar ungu dan rumput laut sebagai pangan alternatif bagi penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan  quasi experimental dengan rancangan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 3 kali pengulangan. yaitu P1 (60 g tepung ubi jalar ungu : 40 g tepung rumput laut), P2 (65 g : 35 g), dan P3 (70 g : 30 g). Uji organoleptik dilakukan terhadap 30 panelis tidak terlatih menggunakan metode hedonik. Analisis kandungan gizi meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat, sedangkan indeks glikemik dihitung menggunakan metode incremental area under the curve (iAUC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 merupakan formulasi terbaik dan paling disukai panelis pada atribut warna, rasa, tekstur, dan kerenyahan. Hasil analisis kandungan gizi Cookies per 100 gram pada perlakuan P3 diperoleh kadar air 4,73%, kadar abu 3,25%, protein 6,71%, lemak 12,80%, dan karbohidrat 61,13%. Cookies juga memiliki kadar gula total sebesar 16,11%, kadar pati 36,2%, dan available carbohydrate sebesar 55,93%. Nilai rata-rata indeks glikemik Cookies sebesar 21,5 dan termasuk kategori indeks glikemik rendah.

Rio Saputra; Yulies Tiena Masriani

Jurnal Akta Notaris 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Transformasi digital administrasi pertanahan di Indonesia melalui Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2021 telah mengubah sistem pendaftaran tanah dari berbasis dokumen fisik menjadi sistem elektronik. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepastian hukum dalam pelayanan pertanahan. Namun demikian, transformasi tersebut menimbulkan persoalan yuridis terkait kekuatan hukum dan nilai pembuktian sertipikat tanah elektronik, serta perubahan peran dan tanggung jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pelaksanaan pendaftaran dan penerbitan sertipikat tanah secara elektronik di Kantor Pertanahan Kabupaten Blora; (2) kendala yang dihadapi serta upaya penyelesaiannya; dan (3) kekuatan hukum sertipikat tanah elektronik ditinjau dari aspek kepastian dan perlindungan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis, yang didukung oleh data empiris melalui wawancara dengan pihak Kantor Pertanahan, PPAT, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sertipikat tanah elektronik dilakukan secara bertahap melalui integrasi layanan elektronik, mulai dari pengajuan permohonan, verifikasi berkas, validasi data fisik dan yuridis, hingga penerbitan sertipikat elektronik. Kendala yang dihadapi meliputi gangguan sistem, keterbatasan infrastruktur digital, serta rendahnya literasi digital masyarakat. Upaya yang dilakukan antara lain penguatan sistem keamanan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta sosialisasi kepada masyarakat. Sertipikat tanah elektronik memiliki kekuatan pembuktian yang sama dengan sertipikat fisik sepanjang diterbitkan sesuai prosedur dan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi.

Adityanata, Made Ray; Ni Luh Made Mahendrawati; I Made Pria Dharsana

Jurnal Akta Notaris 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Penelitian ini membahas dua permasalahan utama, yaitu pengaturan keabsahan akta otentik apabila salah satu pihak menandatanganinya dalam keadaan tidak bebas dan akibat hukum terhadap akta otentik yang ditandatangani dalam keadaan tidak bebas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keabsahan akta otentik tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan syarat formil sebagaimana diatur dalam Pasal 1868 KUHPerdata dan Pasal 38 Undang-Undang Jabatan Notaris, tetapi juga harus memenuhi syarat subjektif sahnya perjanjian yaitu adanya kesepakatan yang lahir dari kehendak bebas sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata. Apabila akta ditandatangani dalam keadaan tidak bebas karena adanya kekhilafan, paksaan, penipuan, atau penyalahgunaan keadaan, maka akta tersebut mengandung cacat kehendak sehingga berstatus dapat dibatalkan (vernietigbaar). Akibat hukumnya, akta tetap memiliki kekuatan pembuktian selama belum ada putusan pengadilan yang membatalkannya, namun apabila dibatalkan maka akta kehilangan kekuatan otentiknya dan para pihak dikembalikan pada keadaan semula (restitutio in integrum). Penelitian ini juga menemukan kekosongan norma dalam UUJN yang tidak mengatur secara eksplisit larangan pembuatan akta dalam keadaan tidak bebas serta tidak adanya PERMA atau SEMA yang menjadi pedoman bagi hakim dalam memeriksa perkara cacat kehendak. Penelitian ini merekomendasikan agar notaris meningkatkan prinsip kehati-hatian dalam menggali kehendak bebas para penghadap, serta pemerintah segera merevisi UUJN dan Mahkamah Agung menerbitkan pedoman indikator cacat kehendak bagi hakim.

Putri, Gracia Esti; Pratiwi, Arum Dian; Afa, Jusniar Rusli

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja, khususnya pada lingkungan kerja smelting dengan suhu tinggi dan aktivitas fisik berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas yaitu lama kerja, paparan panas, beban kerja, keluhan subjektif gangguan pernapasan, dan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dengan variabel terikat yaitu kelelahan kerja pada pekerja smelting PT. Antam (Persero) Tbk. UBPN Kolaka Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja smelting sebanyak 120 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan alat ukur fatique Reaction Timer SLS-L77. Berdasarkan hasil uji normalitas, data penelitian tidak berdistribusi normal sehingga analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara lama kerja dengan kelelahan kerja dengan nilai p-value sebesar 0,049 dan nilai korelasi (r) sebesar 0,180 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sangat lemah. Sementara itu, paparan panas memiliki nilai p-value 0,669 dan nilai korelasi (r) 0,039, beban kerja memiliki nilai p-value 0,363 dan nilai korelasi (r) -0,073, keluhan subjektif gangguan pernapasan memiliki nilai p-value 0,596 dan nilai korelasi (r) 0,049, serta MSDs memiliki nilai p-value 0,807 dan nilai korelasi (r) 0,023, yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan dengan kelelahan kerja. Disimpulkan bahwa lama kerja merupakan faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja smelting PT. Antam (Persero) Tbk. UBPN Kolaka Tahun 2026

Susanti, Susan; Badi’ah, Atik; Dedi, Blacius

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Latar Belakang: Kekurangan Energi KRONIS (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. KEK meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan, persalinan, serta bayi berat lahir rendah. Data di wilayah kerja Puskesmas Bojonggambir menunjukkan masih tingginya jumlah ibu hamil dengan KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Bojonggambir, dengan sampel sebanyak 82 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, pengetahuan, paritas, dan pola konsumsi, sedangkan variabel dependen adalah kejadian KEK yang diukur menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia, pendidikan, pengetahuan, paritas, dan pola konsumsi dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan KEK adalah pola konsumsi. Ibu hamil dengan pola konsumsi yang kurang baik memiliki risiko lebih tinggi mengalami KEK dibandingkan dengan ibu yang memiliki pola konsumsi baik. Simpulan: Penelitian ini adalah kejadian KEK pada ibu hamil dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan, pengetahuan, paritas, dan pola konsumsi, dengan pola konsumsi sebagai faktor dominan. Diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi gizi dan pemantauan status gizi secara rutin untuk menurunkan kejadian KEK.

Putranto, Ivan Brian; Daramatasia, Wira; Ramadhani, Rahmaniah

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Penggunaan vape semakin meningkat pada kalangan remaja dan mahasiswa, termasuk mahasiswa kesehatan yang seharusnya memiliki pemahaman lebih baik mengenai dampak kesehatan penggunaan vape. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap penggunaan vape pada mahasiswa kesehatan di STIKES Widyagama Husada Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 94 responden yang dipilih menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Somers’ d. Hasil penelitian menunjukkan kategori pengetahuan yang dominan adalah kategori baik (41,5%) dan sikap tidak mendukung terhadap penggunaan vape (70,2%). Hasil uji Somers’ d menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap penggunaan vape (p=0,045) dengan koefisien korelasi sebesar -0,146 yang menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan sangat lemah. Semakin tinggi tingkat pengetahuan mahasiswa, maka sikap terhadap penggunaan vape cenderung semakin tidak mendukung. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dapat mendukung terbentuknya sikap yang tidak mendukung terhadap penggunaan vape sehingga diperlukan edukasi kesehatan yang lebih komprehensif mengenai bahaya vape pada mahasiswa kesehatan

Andi Patimang

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2026 Politeknik Negeri FakFak

LAMPUKITA merupakan salah satu UMKM VCO di Kabupaten Fakfak. Hasil dari pembuatan VCO usaha tersebut,  menghasilkan blondo yang selanjutnya diolah menjadi minyak goreng.  Berdasarkan aspek pemasaran,VCO LAMPUKITA memiliki prospek yang baik. Namun, ketersediaan bahan baku kelapa yang memenuhi syarat pembuatan produk utama, jumlahnya terkadang tidak tersedia.  Penelitian sebelumnya fokus pada teknik ekstraksi VCO, masih sedikit membahas strategi bisnis spesifik untuk minyak goreng hasil blondo ditingkat UMKM dengan kendala bahan baku.  Tanpa strategi pengembangan yang tepat, LAMPUKITA akan sulit bertahan secara finansial meskipun produknya memiliki nilai gizi lebih unggul. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman,  menentukan faktor internal, eksternal strategi terbaik dan model pengembangan bisnis baru yang dapat diterapkan LAMPUKITA. Penentuan lokasi secara purposive. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder.  Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.  Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif (analisis SWOT dan BMC) dan kuantitatif (metode IFAS, EFAS dan QSPM).  Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan utama usaha LAMPUKITA terletak pada keunggulan produk alami, pemanfaatan blondo VCO, serta cita rasa khas kelapa Fakfak. Kelemahan utamanya adalah keterbatasan ketersediaan kelapa yang memenuhi standar VCO, kapasitas produksi masih kecil, dan keterbatasan modal. Analisis IFAS dan EFAS menunjukkan LAMPUKITA berada pada kondisi cukup mendukung untuk dikembangkan secara internal dan eksternal. Keberlanjutan usaha ditentukan oleh manajemen rantai pasok  kelapa. Strategi paling tepat dikembangkan adalah strategi kemitraan dengan petani kelapa berbasis standar VCO.  LAMPUKITA dapat menerapkan berbagai model bisnis baru untuk menanggulangi keterbatasan bahan baku.

Muhammad Akmaluddin Burhani; Edi Santoso

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

ASTM A36 steel has relatively low hardness and corrosion resistance, making surface treatment necessary to improve its material properties. This study aims to determine the effect of temperature and holding time variations in the pack carburizing process on the hardness, corrosion rate, and microstructure of ASTM A36 steel. The pack carburizing process was carried out using coconut shell charcoal as the carburizing medium with temperature variations of 850°C, 900°C, and 950°C and holding times of 20, 40, and 60 minutes, followed by quenching in distilled water. Hardness testing was conducted using the Rockwell B scale (HRB) method, corrosion rate testing was performed according to the ASTM G31 method, and microstructural observations were carried out using Scanning Electron Microscopy (SEM). The results showed that increasing the temperature and holding time improved the hardness and corrosion resistance of ASTM A36 steel. The highest hardness value was obtained at a temperature of 950°C with a holding time of 60 minutes, reaching 114.1 HRB. Microstructural analysis revealed the formation of a martensitic phase on the specimen surface after the carburizing process.

Wahyudi, Dicky; Djaharuddin , Irawaty; Tabri , Nur Ahmad

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Health Organization (WHO) melaporkan secara global pada tahun 2020, diperkirakan terdapat 10 juta kasus TB dengan Indonesia berada pada peringkat kedua penyumbang kasus TB terbanyak (8,5%) setelah India (26%). Pemeriksaan bakteriologis merupakan salah satu evaluasi pengobatan dalam menilai keberhasilan terapi TB, salah satunya dengan evaluasi pemeriksaan mikroskopis. Meskipun dengan berbagai kekurangan, penilaian dalam perubahan status sputum Basil Tahan Asam (BTA) setelah 2 bulan terapi masih digunakan sebagai marker respons terapi dan kesembuhan, hingga dinilai perlu dikembangkan pemeriksaan penunjang lain untuk memberikan informasi prognostik keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar IL-6 terhadap waktu konversi sputum BTA pada pengobatan TB paru. Penelitian dilaksanakan di RSUD Labuang Baji Makassar dengan jenis penelitian yang digunakan kuantitatif menggunakan desain observasional dan pendekatan kohort retroprospektif. Data analisis dengan menggunakan Uji regresi logistik digunakan untuk melihat hubungan antara kadar Interleukin-6 (Il-6) terhadap waktu konversi sputum pada pengobatan TB paru. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 51 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, didapatkan hasil sebagai berikut : kadar Il-6 pada penelitian ini memiliki ambang batas 16,21 pg/ml dengan tingkat sensitivitas 92,31 % dan spesifisitas 89,47 % serta terdapat hubungan antara kadar Il-6 yang tinggi dengan tingkat kepositifan sputum BTA dan lama nya konversi sputum BTA pada pengobatan TB paru

Aulia Nur Hasanah; Slamet Wijaya

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Background: Schizophrenia is a serious chronic mental disorder that can affect thinking, perception, feelings, and behavior. Patients with undifferentiated schizophrenia are at risk of experiencing the nursing problem of risk of violent behavior (RPK) due to their inability to control emotions and anger. Based on data from the medical records of RSJD dr. Amino Gondohutomo, Central Java Province, from August to October 2025, the risk of violent behavior was the highest nursing diagnosis in the Gatotkaca Ward, reaching 56.5%–77% of all inpatients. Objective: To perform nursing care on Tn. K with the main problem of risk of violent behavior due to undifferentiated schizophrenia at RSJD dr. Amino Gondohutomo, Central Java Province. Methods: This study used a descriptive method with a nursing process approach. Data collection was carried out through interviews, observation, documentation studies, and literature review. Nursing care was provided from November 18 to 22, 2025. Results: Assessment findings on Tn. K (19 years old) with undifferentiated schizophrenia and a history of physical abuse, parental rejection, and family violence revealed four nursing problems: risk of violent behavior (core problem), sensory perceptual disorder: auditory and visual hallucinations, self-concept disorder: low self-esteem, and self-care deficit. Implementation was carried out through nursing strategies (SP) 1 to 4 for risk of violent behavior (physical, medication, verbal, and spiritual control), SP 1 and SP 3 for self-care deficit, and SP 1 to SP 2 for sensory perceptual disorder: hallucinations. All implementation stages were optimally achieved. Conclusion: Nursing evaluation showed that the client was able to achieve cognitive, affective, and psychomotor goals in all implemented SPs. Collaboration with ward nurses was carried out to continue SP 3 and SP 4 for hallucinations and the entire low self-esteem intervention due to time constraints.

Hishni Munaza; Titi Sri Suyanti

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Background: Schizophrenia is a serious mental disorder characterized by disturbances in thought processes, emotions, and behavior. One of the positive symptoms that can occur in schizophrenic clients is the risk of violent behavior. Risk of violent behavior is one of the nursing diagnoses frequently found in the Citroanggodo Ward of RSJD dr. Amino Gondohutomo, Central Java Province. Therefore, the author conducted psychiatric nursing care for Mrs. N with the main problem of risk of violent behavior due to undifferentiated schizophrenia. Methods: The writing method used is descriptive with a case study approach. Data collection was carried out through interviews, observation, documentation studies, and literature studies. The general objective of this Scientific Paper is to provide nursing care to patients with Risk of Violent Behavior due to Undifferentiated Schizophrenia. Results: The nursing diagnoses that emerged in the patient with Risk of Violent Behavior due to Undifferentiated Schizophrenia were: Risk of Violent Behavior, Self-Concept Disorder: Low Self-Esteem, and Self-Care Deficit. Nursing interventions carried out included SP 1 through SP 4 for Risk of Violent Behavior and SP 2 for Self-Care Deficit. Conclusion: After 8 days of nursing implementation, of the 3 diagnoses raised, 1 diagnosis was partially resolved (risk of violent behavior), 1 diagnosis was resolved (self-care deficit), and 1 diagnosis was not implemented (self-concept disorder: low self-esteem).

Mohamad Hisyam; Aynun Naim

Penelitian ini mengkaji strategi Kepala Madrasah MA Bali Bina Insani Tabanan dalam membentuk toleransi siswa melalui penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat Hindu dengan guru lintas agama. Tujuannya: (1) mendeskripsikan strategi kepala madrasah, (2) menganalisis pengaruh moderasi beragama terhadap toleransi siswa di lingkungan multikultural, dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung serta hambatan.Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan triangulasi untuk uji keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Strategi kepala madrasah mencakup pembelajaran, pengembangan karakter, kemitraan, lingkungan inklusif, dan evaluasi partisipatif. (2) Moderasi beragama tercermin pada komitmen kebangsaan, sikap anti kekerasan, serta penghormatan tradisi lokal yang membentuk toleransi siswa. (3) Faktor pendukung meliputi keterlibatan guru Hindu, praktik toleransi sehari-hari, dan dukungan masyarakat. Hambatan muncul dari perbedaan latar siswa, keterbatasan fasilitas, serta keraguan orang tua terhadap guru non-Muslim, namun diatasi dengan komunikasi persuasif, keteladanan, dan kolaborasi pasca Bali Democracy Forum 2016.