Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-14 of 14

Analytics

Maylinda Aulia Putri; Lionie Andriana

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran bahasa Indonesia pada hakikatnya adalah mengenali peserta didik tentang keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai tujuan dan fungsinya. Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien, baik secara lisan maupun tulisan,bangga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara, memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan benar untuk berbagai tujuan, menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara  intelektual,emosional dan sosial, mengunakan dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan menghargai dan membanggakan sastra Indonesia.

Zubair, Zubair; Anas Putra Pratama; Hayatul Jannah Ar-Rayyan; Ali Yustin

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2022 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Mahasiswa dapat menjadi profesional dan menyenangkan. Diharapkan mahasiswa memiliki etika dan kepribadian yang baik sebagai prasyarat untuk berkuliah di kampus dan memiliki jiwa profesionalisme yang baik berkat kegiatan pembinaan sikap dan etika mahasiswa yang dilaksanakan di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Buton. Pembentukan karakter diupayakan untuk mewujudkan negara yang berakhlak mulia dan memiliki sikap toleran serta adaptif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Metode dalam pengabdian ini yaitu menggunakan metode ceramah dan metode Tanya jawab. Metode ceramah akan digunakan dalam kegiatan ini. Secara khusus, memberikan penyampaian materi pelajaran teori, dimana materi disampaikan oleh narasumber, dilanjutkan dengan interaksi dengan mahasiswa dalam bentuk tanya jawab. Berdasarkan tingkat pemahaman materi membentuk karakter sikap dan etika mahasiswa yang responsif menunjukan bahwa 24 mahasiswa atau 54,54% menunjukan kategori tinggi, dan 18 mahasiswa atau 40,91% menunjukan kategori sedang, sedangkan 2 mahasiswa atau 4,55% menunjukan kategori sedang. Artinya mahasiswa dalam memahami materi membentuk karakter sikap dan etika mahasiswa yang responsive telah banyak yang memahami materi tersebut

Muhartini, Muhartini; Amril Mansur; Abu Bakar

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pembelajaran Kontekstual  Dan Pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang dipakai adalah penelitian murni kepustakaan (library research). Data diperoleh dari bahan bacaan yang diperoleh peneliti dari buku-buku, artikel-artikel yang termuat dalam cetak. Data dikumpulkan dan dipilah-pilah untuk mengisi jawaban dari pertanyaan penelitian yang dirumuskan. Analisa menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) untuk mendapatkan informasi terkait Pembelajaran Kontekstual  Dan Pembelajaran Problem Based Learning. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah Pembelajaran kontekstual merupakan suatu pembelajaran yang mengkaitkan kontekstual sehari-hari pada materi pembelajaran sehingga siswa mampu memaknai pengetahuan/ ketrampilan yang dipelajarinya serta secara fleksibel dapat menerapkan pengetahuan/ ketrampilan yang dimilikinya dari suatu permasalahan/konteks ke permasalahan yang lainnya. Pendekatan kontekstual melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual, yaitu : konstruktivisme (contruktivisme), menemukan (inquiri), bertanya (question), masyarakat belajar (learning comunity), pemodelan (modeling), refleksi, penilaian yang sebenarnya (aunthentic asesment). Pembelajaran berbasis masalah (Problem-based Learning) merupakan salah satu model yang tepat dikembangkan  dalam pembelajaran teknologi untuk merespon isu-isu peningkatan kualitas pembelajaran teknologi dan antisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di dunia kerja. Karakteristik dan Tahapan Pembelajaran Model Problem-Based Learning. Pembelajaran berbasis masalah dikembangkan terutama untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan ketrampilan intelektual, belajar tentang berbagai peran orang dewasa dengan melibatkan diri dalam pengalaman nyata atau simulasi, dan menjadi pembelajar yang otonom dan mandiri.  

Salman Hasan; Rofiatul Hasanah; Siti Wasifatul Jannah

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Lembaga pendidikan pertama yang lahir dalam sejarah kehidupan bangsa Indonesia adalah pesantren. Awal mula pesantren muncul dan berkembang pada masa Walisongo di Jawa, ketika Sunan Ampel mendirikan sebuah padepokan di Ampel Surabaya dan menjadikannya sebagai pusat pendidikan. Pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional berbasis agama Islam yang dapat dijangkau oleh masyarakat Indonesia saat itu. Pesantren kemudian berkembang tidak hanya khusus untuk pendidikan agama, tetapi juga pendidikan umum, bahkan tokoh-tokoh dari pesantren pun turut serta memerangi penjajah guna mewujudkan nasionalisme. Pendidikan merupakan modal utama bagi setiap bangsa untuk membuka pintu ilmu pengetahuan guna meningkatkan kualitas hidup. Secara historis, pesantren tentunya telah memenuhi tugas luhur pendidikan yang melahirkan para intelektual Islam di Indonesia hingga saat ini. Pesantren juga dapat diharapkan menjadi lembaga yang mampu melahirkan santri sebagai pelaku utama pembangunan bangsa dengan memadukan beberapa muatan pembelajaran seperti ilmu pengetahuan, teknologi, seni, nilai, dan lingkungan dalam proses pembangunan individu masyarakat. Peranan pesantren dalam pendidikan yakni pesantren harus memerankan diri sebagai pengawal dan pelestari nilai-nilai agama. Pesantren sebagai lembaga pendidikan, tentu juga dituntut untuk memerankan diri sebagai pembaru pemahaman keagamaan dan sebagai lembaga pendidikan keagamaan dan pendidikan sosial-kemasyarakatan, pesantren juga dapat mengemban peranan, tugas, misi, dan fungsinya sebagai inspiratory, motivator, dan dinamistor pelaksanaan pembangunan pada tingkat lokal dan regional di daerahnya masing-masing.

Tarigan, veranita Br; Hadiprajitno, Paulus Theodorus Basuki

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

This study analyzes the impact of Intellectual Capital and Working Capital on company value mediated by company performance of manufactures companies listed in the Indonesia Stock Exchange in 2017 – 2020. The data used in this study are secondary data. The method in selecting the sample is purposive sampling. The number of samples in this study were 94 companies. The research data analysis technique used path analysis. The results show that intellectual capital has a positive effect on company performance but has no effect on company value. Working capital has a positive effect on company performance but has no effect on company value. Company performance is not able to be an intervening in the relationship between intellectual capital and working capital to firm value

Anthon Fathanudien; Dikha Anugrah

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Kuningan  merupakan  salah  satu  Kabupaten  yang  ada  di  Jawa  Barat  dimana banyak warganya yang turut serta dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dari UMKM ini terdapat berbagai jenis usaha UMKM. seperti: Aneka Usaha, Perdagangan, Industri Pertanian, Dan Industri Non Pertanian. Begitu banyak jumlah UMKM tersebut juga menghasilkan begitu banyak pula Merek dagang yang dihasilkan. Akan tetapi, masih cukup banyak pelaku industri UMKM yang belum mendaftarkan merek dagangnya dikarenakan terbatasnya permodalan dan  minimnya  pemahaman  akan  manfaat  pendaftaran  merek  bagi  industri UMKM. Dengan demikian, UMKM yang tidak mendaftarkan merek dagangnya tidak mendapatkan perlindungan hukum, sebab suatu merek dagang akan mendapatkan perlindungan hukum jika telah melakukan pendaftaran merek. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah langkah-langkah pengabdian, partisipasi mitra, kepakaran, dan tugas anggota tim. Adapun lokasi yang menjadi titik fokus kami yaitu di Desa Cipancur Kecamatan Kalimanggis Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Metode ini digunakan untuk menyampaikan  materi  penyuluhan  hukum  bersifat  kognitif  namun  dikemas dengan informasi yang menyenangkan. Selain itu metode pendekatan yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini melalui metode pendekatan workshop, ceramah kemudian diakhir acara diadakan tanya jawab, dengan tanya jawab ini masyarakat diberikan kesempatan untuk bertanya sesuai dengan tema penyuluhan, atau masyarakat dapat bertanya di luar tema yang telah ditentukan. Tujuan dari program kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi bagi pelaku usaha UMKM   yang   ada   di   Desa   Cipancur   Kecamatan   Kalimanggis   Kabupaten Kuningan Jawa Barat, terutama terkait dengan: 1) Kesadaran hukum pelaku usaha dalam   pentingnya   pendaftaran   merk   bagi   pelaku   usaha   UMKM,   dan   2) Memotivasi pelaku usaha UMKM untuk melindungi inovasi produk hasil temuannya dalam bentuk Kekayaan Intelektual yaitu Hak Mereknya.

Ismi Widyaningrum; Linda Linda; Ira Asyura; Minhatul Ma’arif

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Di tengah perkembangan dunia dan perubahan global di berbagai aspek kehidupan, keberhasilan generasi muda di masa yang akan datang merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan suatu negara. Mahasiswa merupakan generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa yang memiliki intelektual. Pendidikan berperan penting dalam menciptakan keberhasilan mahasiswa. Penyampaian mata kuliah yang berkaitan dengan matematika juga harus menjadi suatu perhatian, dosen dituntut harus bisa mengembangkan materi yang disampaikan, yaitu dengan mengaitkan satu materi ke materi atau konteks lainnya. Pengintegrasian nilai-nilai budaya merupakan suatu bentuk pengembangan nilai nasionalis. Salah satu budaya yang ada di masyarakat dan bangsa Indonesia adalah batik. Hal inilah yang mendasari perlunya dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan tujuan memberi pendampingan dalam pemanfaatan motif batik Cikadu sebagai eksplorasi konsep geometri transformasi.

Rizky Ananda Putri; Nurmisda Ramayani; Diani Syahfitri

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Permasalahan yang terjadi berupa rendahnya kualitas guru, faktanya dari hasill Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2015, rata – rata nasional hanya 44,5 jauh dibawah nilai standart yaitu 75. Terutama pada kompetensi pedagogik yang dimiliki guru baik dari cara mengajar yang masih kurang baik ataupun membosankan. Populasi 24 orang guru dan mengambil sampling total (100%) berjumlah 24 orang guru. Metode pengumpulan data dengan mengguakan instrumen angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik berpengaruh terhadap terhadap tingkat intelektual siswa di MTs Al – Mu’min Langkat. Kompetensi pedagogic yang sejatinya merupakan unsur terpenting yang wajib dimiliki dan dikuasai oleh guru terhadap tingkat intelektual siswa. Hal ini dibuktikan berdasarkan banyak uji asumsi yang lolos setelah dilakukan dan yang terakhir regresi linier sederhana dengan signifikansi 0,047 < 0,05 dan uji t dengan nilai t hitung sebesar 9.972 > t tabel 0. 00166, yang keduanya memiliki kesimpulan yang sama yakni variabel X yakni Kompetensi pedagogik berpengaruh terhadap variabel Y yakni Tingkat Intelektual siswa. Berdasarkkan hasil Tes IQ yang dilakukan kepada beberapa siswa MTs Al –Mu’min Dogang. Diketahui bahwa para siswa memiliki IQ yang cukup baik meskipun 1 diantaranya memiliki IQ yang rendah.    

Putri Hascaryaningrum; Nova Windiastri; Yassinta Salsabila M; Deni Tri Pamungkas; Aditya Pratama

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penulisan artikel ini untuk mengkaji ulang tentang pengaturan logo dan bentuk perlindungan hukum yang diperoleh oleh pemilik sah logo apabila terjadi pembajakan atas logo tersebut. Dalam penulisan artikel ini data diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan, penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data yang bersifat teoritis. Sedangkan penelitian lapangan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti. Hasil penilitian menjelaskan bahwa hak cipta merupakan hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan. Perlindungan hak cipta bersifat otomatis dan timbul setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk yang nyata (tangible form). Pendaftaran atau pencatatan hak cipta bersifat sukarela/tidak wajib kerena pendaftaran atau pencatatan tidak menimbulkan hak cipta. . Seperti yang dinyatakan dalam Pasal 1 ayat (1) UUHC yang menyatakan, “Hak Cipta adalah hak ekslusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”. Dalam hal ini perlindungan hukum terhadap HKI telah mengalami berbagai perkembangan yang begitu pesat dalam sebuah tatanan internasional dan bahkan telah menjadi salah satu isu pada era globalisasi dan liberasi pada saat ini. Perundingan yang melahirkan World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia dan juga disepakatinya perjanjian internasional tentang Aspek-aspek Hak kekayaan Intelektual Terkait Perdagangan (Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights-TRIPs Agreement). Penegakan hak kekayaan intelektual terutama dalam lingkup ekspor dan impor (border enforcement) muncul sebagai salah satu isu penting selama proses negosiasi dan penyusunan TRIPs Agreement.      

Nabilah Nurul Ilma

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Latar Belakang : Pandangan lama mempercayai bahwa tingkat intelegensi (IQ) atau kecerdasan intelektual merupakan faktor yang sangat menentukan dalam mencapai prestasi belajar. kecerdasan intelektual (IQ) sebagai satu-satunya prediktor untuk menentukan keberhasilan seseorang semakin bergeser pada pandangan yang melihat kecerdasan-kecerdasan lain juga tidak kalah pentingnya. Kecerdasan emosional memiliki peran yang jauh lebih signifikan dibanding kecerdasan intelektual (IQ). Hasil studi pendahuluan berdasarkan data yang di ambil dari BAAK STIKes Maranatha Kupang tahun 2022, mahasiswa kebidanan yang tidak lulus mata kuliah semester sebelumnya adalah 29,6% mahasiswa. Hasil wawancara terhadap 10 mahasiswa 3 diantaranya mengatakan sulit memahami perasaan sendiri dan merasa malas serta takut bila harus mengulang kembali hal yang pernah gagal. Tujuan : Mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar mahasiswa Semester II D III Kebidanan di STIKes Maranatha Kupang Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi Semester II Tahun Ajaran 2021/2022 DIII Kebidanan sejumlah 75 orang dan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah analisis Spearman Rank. Hasil : Karakteristik pada mahasiswa Semester II D III Kebidanan sebagian besar lulusan SMA (68%), sebagian besar berasal dari jurusan IPA (76%), sebagian besar ayah responden berpendidikan menengah (45,3%) dan sebagian besar ibu responden berpendidikan dasar (44%). Kecerdasan emosional siswa dalam kategori sedang (62,7%). Prestasi belajar mahasiswa Semester II dalam kategori baik (49,3%), kecerdasan emosional mahasiswa dalam kategori sedang dengan prestasi belajar baik (49,3%). Hasil analisis Spearman Rank diperoleh nilai koefisien korelasi (ρ) sebesar 0,363 dengan p_value sebesar 0,001 (p < 0.05) keeratan hubungan kategori rendah. Kesimpulan: Ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar mahasiswa Semester II D III Kebidanan di STIKes Maranatha Kupang.   

Yumni, Nabila Zata; Chaerunnissa; Hadana, Imtiyaza Nihlah; Arimbi, Saiska Dwi; Utomo, Asep Purwo Yudi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kajian kalimat majemuk. Kalimat majemuk merupakan kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang dihubungkan dengan suatu kata penghubung. Kalimat majemuk yang memiliki beberapa jenis tentu saja akan memperluas analisis pada penelitian ini. Jenis-jenis tersebut, yaitu majemuk setara, majemuk bertingkat, majemuk rapatan, majemuk perluasan dan majemuk campuran. Tujuan penelitian ini untuk memperluas tingkat intelektual pembaca dan penulis pada jenis kalimat majemuk yang terdapat pada bab “Dendam Abadi Seorang Dewi” karya Naning Pranoto. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, yang termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif, karena berusaha menjabarkan berdasarkan fakta yang ada sehingga menghasilkan paparan seperti apa adanya. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) kalimat majemuk setara lebih sering ditemukan, (2) kalimat majemuk yang ditemukan pada novelet tersebut lebih cenderung ditemui kalimat majemuk dua klausa. Penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan pembaca mengenai kalimat majemuk dan pengklasifikasian kalimat majemuk pada novelet Wayang Tembang Cinta Para Dewi yang difokuskan pada bab “Dendam Abadi Seorang Dewi”.

Galuh Wicaksono; Antonius Denny Firmanto

Pembinaan calon imam merupakan bagian penting untuk menyiapkan tenaga pastoral yang mampu memimpin sebuah paroki. Lima aspek pembinaan: kepribadian, intelektual, komunitas, pastoral, komunitas menjadi bagian utama dalam proses formasi. Berbagai bentuk pembinaan dibuat guna mencetek para pemimpin yang baik. Saat ini dunia yang sedang manghadapi wabah virus corona juga mempengaruhi proses pembinaan calon imam. Merujuk pada dokumen gereja mengenai pembinaan calon imam Optatam Totius yang mengatakan bahwa pembinaan calon imam adalah bagian penting bagi Gereja. Fokus penulisan yaitu meneliti proses pembinaan selama masa pandemi. Tujuan dari tulisan ini adalah memahami proses pembinaan seminari dalam masa pandemi. Permasalahan yang hendak diangkat yaitu: mengapa formasi calon imam itu perlu dalam Gereja Katolik? Mengapa fenomena pandemi covid-19 ini perlu didalami dalam konteks pembinaan seminari? Mengapa pandemi covid-19 di Seminari Tinggi San Giovanni XXIII perlu diteliti? Metodologi penulisan menggunakan analisis deskriptif-naratif dengan menelaah pembinaan seminari selama pandemi. Temuan dari penulisan ini adalah pembinaan di seminari Giovanni selama pandemi mengalami keterbatasan. Keterbatasan ini tidak menciutkan semangat untuk terus memformat para calon imam.

Galuh Wicaksono; Antonius Denny Firmanto

Pembinaan calon imam merupakan bagian penting untuk menyiapkan tenaga pastoral yang mampu memimpin sebuah paroki. Lima aspek pembinaan: kepribadian, intelektual, komunitas, pastoral, komunitas menjadi bagian utama dalam proses formasi. Berbagai bentuk pembinaan dibuat guna mencetek para pemimpin yang baik. Saat ini dunia yang sedang manghadapi wabah virus corona juga mempengaruhi proses pembinaan calon imam. Merujuk pada dokumen gereja mengenai pembinaan calon imam Optatam Totius yang mengatakan bahwa pembinaan calon imam adalah bagian penting bagi Gereja. Fokus penulisan yaitu meneliti proses pembinaan selama masa pandemi. Tujuan dari tulisan ini adalah memahami proses pembinaan seminari dalam masa pandemi. Permasalahan yang hendak diangkat yaitu: mengapa formasi calon imam itu perlu dalam Gereja Katolik? Mengapa fenomena pandemi covid-19 ini perlu didalami dalam konteks pembinaan seminari? Mengapa pandemi covid-19 di Seminari Tinggi San Giovanni XXIII perlu diteliti? Metodologi penulisan menggunakan analisis deskriptif-naratif dengan menelaah pembinaan seminari selama pandemi. Temuan dari penulisan ini adalah pembinaan di seminari Giovanni selama pandemi mengalami keterbatasan. Keterbatasan ini tidak menciutkan semangat untuk terus memformat para calon imam.

Paul Tan Istandar

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan yang holistik dan berintegritas merupakan faktor krusial dalam membentuk masyarakat yang berkarakter unggul. Pengabdian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya menyelaraskan pendidikan akademis dan moral dalam membangun masyarakat yang beretika dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, pendidikan akademis menekankan pada perkembangan intelektual individu, sementara pendidikan moral fokus pada pembentukan nilai-nilai etika dan moral yang kuat. Pengabdian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam menyelaraskan kedua aspek tersebut dan menawarkan solusi konkret untuk mengintegrasikan pendidikan akademis dan moral secara efektif.