Nur Miftakhan Ilmi Tsabitul Azmi; Owin Bambang Wijanarko; Khilmi Maulana Syifa
Latar Belakang: Kehilangan seluruh gigi (complete edentulism) dapat menyebabkan gangguan fungsi mastikasi, fonetik, estetika, serta menurunkan kualitas hidup dan kepercayaan diri pasien. Gigi tiruan lengkap (GTL) berbahan resin akrilik masih menjadi pilihan rehabilitasi yang banyak digunakan karena memiliki sifat estetik yang baik, mudah dimanipulasi, dan relatif ekonomis. Laporan Kasus: Seorang pasien perempuan berusia 42 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri Surakarta dengan keluhan kehilangan seluruh gigi pada rahang atas dan rahang bawah sejak tiga tahun yang lalu. Pasien mengalami kesulitan mengunyah, berbicara, dan merasa kurang percaya diri terhadap penampilannya. Pemeriksaan klinis menunjukkan kondisi edentulous lengkap pada kedua rahang disertai penurunan dimensi vertikal wajah. Rencana perawatan berupa pembuatan gigi tiruan lengkap berbahan resin akrilik heat-cured. Tahapan perawatan meliputi pencetakan anatomis dan fisiologis, pembuatan sendok cetak individual, pencatatan hubungan rahang, penyusunan gigi tiruan, try-in, insersi, serta evaluasi pasca pemasangan. Hasil: Setelah pemasangan gigi tiruan lengkap, diperoleh retensi dan stabilisasi yang baik, oklusi yang harmonis, serta perbaikan fungsi mastikasi, fonetik, dan estetika. Pada evaluasi satu minggu pasca-insersi, pasien tidak mengeluhkan rasa sakit maupun ketidaknyamanan, kondisi jaringan pendukung dalam keadaan sehat, dan pasien menyatakan puas terhadap hasil perawatan. Kesimpulan: Rehabilitasi pasien edentulous lengkap menggunakan gigi tiruan lengkap resin akrilik memberikan hasil klinis yang baik dalam mengembalikan fungsi pengunyahan, bicara, dan estetika. Keberhasilan perawatan dipengaruhi oleh ketepatan prosedur klinis, kualitas pembuatan gigi tiruan, serta kerja sama yang baik antara dokter gigi dan pasien.