Publication Search

59,550 articles from 476 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-20 of 91

Analytics

Salma Nur Hanifah; Sri Retno Widyorini

Notary Law Research 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Perkembangan teknologi digital telah merevolusi mekanisme transaksi ekonomi dengan mendorong penggunaan kontrak elektronik sebagai instrumen utama dalam aktivitas e-commerce. Kajian ini menyoroti dominasi klausula baku yang disusun sepihak oleh pelaku usaha, yang mengakibatkan ketimpangan posisi tawar serta berpotensi menimbulkan kerugian sistemik bagi konsumen. Secara empiris, rendahnya literasi hukum masyarakat, kompleksitas bahasa kontrak, serta mekanisme persetujuan instan memperkuat kondisi kerentanan konsumen dalam memahami hak dan kewajibannya. Meskipun kerangka regulasi nasional seperti UUPK dan UU ITE telah memberikan dasar perlindungan, implementasinya masih menghadapi hambatan serius, termasuk lemahnya pengawasan, kesenjangan antara norma dan praktik, serta tantangan yurisdiksi lintas negara dalam transaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-empiris untuk menganalisis efektivitas perlindungan hukum serta mengidentifikasi faktor penyebab ketidakseimbangan dalam kontrak elektronik. Hasil kajian menunjukkan perlunya rekonstruksi model perlindungan konsumen berbasis keadilan kontraktual yang menekankan transparansi, keseimbangan, dan akuntabilitas dalam penyusunan klausula. Selain itu, integrasi aspek teknologi, desain sistem digital, dan peningkatan literasi konsumen menjadi elemen krusial dalam menciptakan ekosistem transaksi yang adil. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan teori hukum digital sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pembentukan regulasi adaptif guna memperkuat kepercayaan publik terhadap ekonomi digital.

Beby Mariyani; Dela Nopita; Ahmad Zainuri; Frika Fatimah Zahra

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2026 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

This article examines the re-actualization of teachers’ social competence within the digital learning ecosystem. The rapid development of technology has transformed conventional learning into digital-based environments, which significantly affect the patterns of interaction between teachers and students. This transformation often leads to reduced direct communication, emotional connection, and social engagement in the learning process. Therefore, this study aims to explore the importance of strengthening teachers’ social competence and to identify strategies for its re-actualization in digital learning contexts, particularly in early childhood education. This study uses a qualitative approach through a literature review by analyzing relevant journals, books, and scientific articles published in recent years. The findings indicate that teachers’ social competence remains a crucial factor in creating meaningful learning, even in virtual environments. Effective communication, empathy, and interactive engagement must be adapted to digital platforms. The study also highlights several strategies, such as integrating humanistic approaches, optimizing interactive media, and enhancing digital communication skills. These findings imply that strengthening teachers’ social competence is essential to support effective and holistic learning in the digital era.

Diva Amilia Ramadhani; Ika Putra Viratama

Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Strengthening scientific literacy in elementary science learning requires interactive and contextual instructional strategies. Game-based learning has been shown to enhance student motivation and engagement (Clark et al., 2016). This study aims to develop and examine the effectiveness of an interactive quiz-based educational game on the topic of food chains and ecosystems for fifth-grade students. The research employed a Research and Development approach using the ADDIE model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages (Yusuf & Rahman, 2023). The participants were 25 students. Data were collected through pretest and posttest instruments and analyzed using the N-Gain formula to measure learning improvement. The findings indicate a moderate to high increase in students’ learning outcomes after the implementation of the developed media. In addition, students demonstrated greater participation during the learning process. These results suggest that interactive quiz-based educational games can serve as an effective alternative strategy to enhance conceptual understanding in elementary science education.

Melki Solon; Yap Hok Gi; Anderson Daniel Sudarto

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Entering the third decade of the 21st century, the church faces the urgency of redefining its existence amidst the shift to a digital ecosystem. This research aims to analyze the synergy between church management and transformational leadership toward the effectiveness of leader multiplication in the Digital 4.0 era. Using a qualitative method with a descriptive-analytical approach through library research, this study explores the integration of modern management theories and theological principles. The findings indicate that church management serves as a vital infrastructure providing operational stability, while transformational leadership acts as a catalyst for innovation and behavioral change in facing VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) conditions. The synergy between these two elements creates a “Digital Shepherding” model, where the digital space is transformed into a theological medium for character formation and spiritual transmission. The study concludes that the effectiveness of leader multiplication is determined by a shift from person-centered leadership to a system-inspired approach that integrates digital capabilities with biblical integrity. Strategic implications suggest that churches must adopt a digital mindset and establish digital leadership laboratories to ensure the sustainability of their mission among Generation Z.

Muhammad Citra Ramadhan; Fitri Yanni Dewi Siregar

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Intellectual property (IP) protection in higher education institutions has largely been viewed as an administrative requirement focused on documentation and registration volume. This creates a paradox, as increasing research outputs are not matched by adequate legal protection, innovation downstreaming, and societal utilization of research results. Therefore, a reorientation is needed to position IP protection as a strategic instrument for building a fair innovation ecosystem. This community engagement program was conducted in LLDIKTI Region I institutions through presentations, discussions, and strengthening IP center capacity. Activities focused on mapping IP systems, identifying management challenges, and reinforcing a paradigm oriented toward innovation downstreaming and public benefit. Results show improved participant understanding of shifting IP protection from an administrative to a strategic approach. IP is increasingly recognized as a tool for innovation, technology transfer, and institutional competitiveness. This reorientation emphasizes inventor rights protection, fair benefit distribution, and broader public access to innovation within a sustainable and equitable ecosystem.

Uswatun Chasanah

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong investasi syariah melalui fungsi regulator, pengawas, pelindung konsumen, penjaga stabilitas sistem keuangan, serta edukasi dan literasi keuangan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa OJK berperan strategis dalam menciptakan ekosistem investasi yang aman dan berkelanjutan. Regulasi yang adaptif meningkatkan kepastian hukum dan kepercayaan investor, sementara pengawasan memastikan kepatuhan terhadap prinsip kehati-hatian dan syariah. Perlindungan konsumen dilakukan melalui pengawasan praktik investasi dan penanganan pengaduan, sedangkan stabilitas sistem keuangan dijaga melalui koordinasi dengan Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan. Selain itu, edukasi dan literasi keuangan syariah berperan dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat. Namun, terdapat tantangan berupa rendahnya literasi keuangan syariah, perkembangan fintech yang pesat, serta kesenjangan implementasi regulasi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang adaptif dan sinergi antar pemangku kepentingan.

Yohana Maritza Fatma Ayu Widyoputri; Adestien Amalia Luthfi Nafisah

DHARMA EKONOMI 2026 sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharmaputra Semarang

Digital transformation has reshaped the landscape of MSMEs in Indonesia, particularly those managed by Generation Z. This study aims to analyze key success factors of Generation Z MSMEs in building sustainable digital business ecosystems. The research employs a systematic literature review methodology by analyzing various academic sources, industry reports, and related publications from 2019-2024. Findings reveal five primary success factors: adaptive digital technology adoption, high digital literacy, social media utilization as marketing strategy, collaboration within digital ecosystems, and business sustainability orientation. Generation Z MSMEs demonstrate advantages in leveraging e-commerce platforms, digital payments, and data analytics for decision-making. Research implications provide strategic recommendations for MSME practitioners, policymakers, and stakeholders in developing ecosystems that support sustainable digital business growth, while emphasizing the importance of digital infrastructure and business mentoring aligned with digital native generation characteristics.

Reny Rachmawati

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Taman burung di kawasan perkotaan merupakan salah satu strategi integrasi lanskap ekosistem yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang hijau kota. Penelitian ini mengkaji Taman 3 Generasi Balikpapan sebagai studi kasus untuk mengevaluasi sejauh mana elemen desain lanskapnya memenuhi kriteria taman burung yang ramah ekosistem. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi langsung dan analisis, penelitian menilai aspek struktural (jalur, kontur, elemen air, tempat berlindung, dan fasilitas pendukung) serta aspek vegetatif (jenis dan fungsi vegetasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar elemen fisik Taman 3 Generasi telah sesuai dengan prinsip desain taman burung, terutama pada keberadaan elemen air, rumah burung, serta vegetasi yang menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung. Namun, keterbatasan variasi kontur dan spesies tanaman tertentu masih menjadi faktor yang perlu ditingkatkan untuk memperkuat fungsi ekologisnya. Penelitian ini menegaskan bahwa Taman 3 Generasi memiliki potensi sebagai model integrasi desain lanskap ekosistem pada taman burung perkotaan, sekaligus memberikan kontribusi bagi konservasi biodiversitas dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di kawasan urban.

Darmawansyah Darmawansyah; Reflis Reflis; Mustopa Romdhon; Satria Putra Utama

Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

The economic valuation of natural resources (NR) is an important instrument in supporting evidence-based decision-making, particularly in sustainable environmental management. Cost–Benefit Analysis (CBA) serves as a primary approach to assess the economic feasibility of programs or policies by integrating all benefits and costs, including non-market values. This article presents a systematic literature review of studies employing CBA for NR valuation during the period 2010–2024, based on searches in Scopus, Web of Science, ScienceDirect, SpringerLink, Taylor & Francis, and Google Scholar, using stringent selection criteria. The review findings indicate that CBA has been widely applied in forest management, biodiversity conservation, land rehabilitation, water and air pollution control, and ecotourism development, providing a quantitative depiction of economic feasibility through indicators such as Net Present Value (NPV), Benefit–Cost Ratio (BCR), and Internal Rate of Return (IRR). Key challenges were identified in non-market valuation, long-term uncertainty, data limitations, and sensitivity to discount rate assumptions. These findings underscore the importance of integrating environmental valuation methods, conducting comprehensive sensitivity analyses, and adopting multidisciplinary approaches to strengthen the application of CBA in sustainable NR management, while also offering strategic recommendations and directions for future research for policymakers and environmental economics scholars.

Ayu Angelina Pasaribu; Herry Daniel Laurent Marpaung; Yosie Gabriela Panjaitan; Lestari Sihite; Fajar Solidman Larosa

Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in accelerating regional economic growth and improving community welfare. However, MSMEs in North Sumatra Province continue to face various challenges, particularly limited access to capital, low adoption of digital technology, and insufficient business assistance. This community service program aims to strengthen the MSME ecosystem through integrated empowerment initiatives, including facilitating access to financing, enhancing the use of internet-based technologies, and improving the capacity of MSME actors. The methods applied include business mentoring, training activities, and analysis of MSME performance in both short-term and long-term perspectives. The results indicate that expanded access to capital and increased adoption of digital technology contribute positively and significantly to MSME income growth in both the short and long term. Interestingly, the absence of guidance, training, and extension services shows a positive correlation with income in the short term but has a significant negative impact on business sustainability and stability in the long term. Furthermore, reliance on bank loans consistently demonstrates a significant negative effect on MSME performance across both analytical periods. These findings highlight the importance of building a sustainable MSME ecosystem through continuous mentoring, improved financial literacy, and adaptive digital transformation to ensure long-term business resilience.

I Gede Yoga Esa Mahendra; I Wayan Landrawan; Ni Ketut Sari Adnyani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to analyze the role and optimization strategies of Pecalang Segara in monitoring fishing activities that contribute to coral reef ecosystem degradation in the Traditional Village of Pemuteran, North Bali. Pecalang Segara is a customary security institution that holds social legitimacy and customary authority in maintaining order within coastal areas. This research applies an empirical legal approach using a qualitative descriptive method. Data were collected through field observations, interviews with customary leaders and coastal communities, and a literature review of environmental laws and related regulations. The findings indicate that Pecalang Segara plays a strategic role in supervising fishing activities based on local wisdom, particularly in preventing destructive fishing practices that damage coral reefs. However, the effectiveness of this role remains limited due to insufficient technical capacity, low environmental legal awareness, and weak integration between customary law and formal legal systems. The study highlights the importance of strengthening Pecalang Segara through environmental education, regulatory-based monitoring training, and institutional coordination with local government authorities. The integration of customary law and national environmental law is expected to establish a sustainable community-based marine monitoring model capable of effectively protecting coral reef ecosystems and supporting environmental governance in coastal areas.

Efrando Ufo; Agus Nurudin

Jurnal Akta Notaris 2025 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Di tengah dinamika industri musik yang terus berkembang pesat di Indonesia, permasalahan royalti atas karya musik menjadi tantangan besar yang memerlukan solusi hukum yang konkret dan efektif. Performing rights merupakan hak pokok yang dilindungi dalam UU Hak Cipta (UUHC) atas pemanfaatan karya dalam pertunjukan publik, pada penerapannya belum optimal dan sering menimbulkan permasalahan hukum antara pencipta lagu, performer, dan event organizer. Konteks penelitian ini menghadirkan peranan strategis Notaris sebagai penjaga keabsahan kontrak melalui penyusunan klausul performing rights pada kontrak event organizer sebagai solusi preventif terhadap permasalahan royalti di industri musik Indonesia. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: bagaimana kedudukan performing rights menurut UUHC, bagaimana penerapan klausul performing rights pada kontrak event organizer, serta bagaimana peranan Notaris dalam penyusunan klausul performing rights sebagai upaya mencegah sengketa royalti. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan konseptual, dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan praktik industri musik secara sistematis serta analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klausul performing rights yang disusun dan disahkan oleh Notaris memiliki peran sentral dalam memastikan legalitas, kekuatan mengikat, serta perlindungan hak cipta, sehingga mampu meminimalisir potensi sengketa royalti dan pelanggaran hak cipta. Berdasarkan analisis terhadap regulasi dan kebutuhan praktis sebagaimana uraian dalam penelitian ini, Peneliti menyusun sebuah draf klausul Performing Rights yang komprehensif dan aplikatif untuk dimuat dalam kontrak antara Event Organizer dan Performer. Disarankan perlunya standarisasi klausul performing rights, peningkatan pengetahuan hukum bagi event organizer, sosialisasi kewajiban royalti, serta peningkatan kapasitas Notaris di bidang kekayaan intelektual guna membangun ekosistem industri musik yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan di Indonesia.

Hapsari Shinta Citra Puspita Dewi; Nurhasan, Nurhasan; Erta, Erta

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Village entrepreneurship is an initiative designed to stimulate regional economic growth by accelerating the development of rural areas, which have long been perceived as slow, less productive, and lagging behind urban centers. The creation of entrepreneurial villages offers a concrete strategy to enhance community productivity because it encourages all components of the village government, residents, and local institutions to participate in structured and collaborative entrepreneurial activities. Such villages are expected to generate new economic opportunities, strengthen local industries, and increase community independence. However, initial observations from this Community Service program show that partner villages still face significant barriers, including limited land area, geographical remoteness, and inadequate human and natural resources. Many peripheral villages have not yet utilized digital technology effectively, making it difficult to expand markets or access broader economic networks. In addition, challenges related to financial access, limited talent development, socio-cultural constraints, and weak market infrastructure continue to hinder economic progress. These conditions demonstrate the urgent need for strategic assistance, capacity-building programs, and stronger support systems to help villages transform into sustainable entrepreneurial ecosystems capable of contributing to long-term regional development.

Abd. Basith Arham; Putri Rosyadatun Najwa; Ahmad Nur Mufid

Jurnal Pelayanan Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community‑engagement study aimed to revitalize the Qur’anic ecosystem in Sempu Village (Ngancar District, Kediri Regency) by fostering inter‑generational synergy—among families, youth communities, and TPQ (Qur’an Study Groups)—using an asset‑based community development (ABCD) approach. The program identified and mobilised local assets such as TPQ students/alumni, active youth, community leaders, mosque/TPQ facilities, and locally established networks to strengthen Qur’an mentoring with a psycho‑spiritual dimension. The research employed a qualitative intervention method executed in three phases: asset mapping & diagnosis; design & implementation of the intervention; and program evaluation & reflection. Results indicated that youth attendance increased from 45 % to 78 %; the number of participating families rose from 18 to 32; and 90 % of TPQ administrators expressed the intention to continue the inter‑generational forum model on a regular basis. Discussion revealed that the intervention did more than improve attendance—it reinforced a sense of ownership, social connectedness, and internalization of Qur’anic values (spiritual well‑being). The psycho‑spiritual approach proved effective in strengthening youth identity and building a sustainable Qur’anic community culture. Limitations include the short duration of the intervention (12 weeks) and persistent communication barriers between generations related to time constraints and family workloads. Recommendations include conducting long‑term measurements, adapting the mentoring modules to accommodate family/youth time issues, and replicating the model in other villages with different characteristics.

Wenti Ayu Sunarjo; Wibowo, Ari Putra; Amalia Ilmiani; Audrey Elvina Khoirunnisa; Supajar Bayu Aji +3 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The community service program in Purworejo Village, Sragi District, Pekalongan Regency, was implemented to enhance the capacity of local MSME actors in utilizing digital technology as a modern marketing tool. The program adopted a participatory approach involving youth organizations, business actors, village authorities, and the implementation team in every stage of the activity. Assistance included field observation, data collection, content development training, and the creation of a dedicated MSME website as a shared promotional platform. The results indicate significant social changes within the community, including improved digital literacy, stronger awareness of the importance of technology-based marketing, the emergence of local youth as digital facilitators, and the development of collaborative working patterns in managing digital media. These findings reinforce that participatory-based mentoring can strengthen community capacity in adopting technology, consistent with theoretical perspectives that position the community as key agents of local development. Therefore, the program not only produced a functional digital product in the form of an MSME website but also laid the foundation for a more adaptive, competitive, and sustainable village economic ecosystem..

Roni, Yunisman; Ari Rahmat Aziz; Masrina Munawarah Tampubolon; Nurhanifa Rizky Tampubolon; Niken Yuniar Sari +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Lahan basah merupakan ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati, namun juga menjadi habitat yang ideal bagi berbagai vektor penyakit, terutama nyamuk. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Masyarakat Kelurahan Pebatuan sepakat bahwa jumlah nyamuk di daerah kelolaan sangat mengganggu dan kondisi got yang sangat kotor perlu ditangani. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menghindari gigitan nyamuk dan penyakit DBD Metode: Penyuluhan dan demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami yakni kulit jeruk nipis, serai, cengkeh, dan campuran minyak zaitun. Hasil: Meningkatnya pengetahuan warga mengenai DBD perihal pemanfaatan spray anti nyamuk berbahan alami dengan adanya peningkatan sebesar 31,4 poin. Dan warga aktif melakukan pencegahan DBD dengan membersihkan lingkungan sekitar, penyuluhan yang dilakukan memperoleh respon positif dari masyarakat Kesimpulan: Pada kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD melalui pemanfaatan spray anti nyamuk berbahan alami serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya berkelanjutan dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit

Agus Rustamana; Zidah Fadzilah; Erika Cahaya Safitri; Muhammad Reza Pahlevi; Faza Amania +1 more

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

Development in Banten Province has created conflict in development due to the dominance of a minimalist modern science approach, which prioritizes economic growth while ignoring environmental carrying capacity and socio-cultural values. As a result, Banten faces a serious environmental crisis, as evidenced by high emissions of air pollutants (PM2.5, SO2) and river water pollution by industrial waste. This study aims to analyze the negative impacts of this disorganized model and propose a comprehensive solution framework. This study formulates the Holistic Development Model (HDM). The HDM is a transformative solution that synergistically integrates three pillars: Modern Science (providing technology and data), the Ecosystem Approach (providing a systemic framework and nature-based solutions), and Local Cultural Values ​​(forming the basis of ethics and social motivation) through a Systematic Literature Review and Conceptual-Case Analysis. The implementation of MPH in case studies such as Integrated Coastal Management and Integrated Agriculture demonstrates that this integration produces high-yielding, equitable, and sustainable systems. In conclusion, MPH is a crucial strategy for Banten to shift from destructive development to equitable, resilient, and locally rooted development, making ecosystem health a key measure of success.

Rohmatin, Alfa; Jannah Salsabila; Ajeng Zahra Haroki; Amelani Putri

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sekolah dalam mencegah dekadensi moral siswa di SMK Al–Azami Cianjur. Fenomena kemerosotan moral di kalangan pelajar menjadi tantangan serius di era modern, sehingga lembaga pendidikan Islam dituntut untuk berperan aktif dalam pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMK Al–Azami Cianjur selama Oktober–November 2025. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru, serta peserta didik, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan dekadensi moral dilakukan melalui lima strategi utama: (1) pembiasaan religius melalui kegiatan shalat berjamaah, shalat dhuha, puasa sunnah, dan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun); (2) penguatan pendidikan moral dan etika di setiap mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler; (3) pendampingan psikologis melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK) serta kerja sama dengan lembaga STIFIn untuk mengenali potensi siswa; (4) kolaborasi aktif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat; serta (5) penerapan disiplin yang tegas namun mendidik. Strategi tersebut membentuk ekosistem pendidikan yang harmonis dan berakar pada nilai-nilai Islam. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis pembiasaan dan keteladanan efektif dalam membentuk generasi berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan moral abad ke-21.

Riani Winarni; Riani Winarni; Wahyu Akbar, Tri Sanatha; Jaya, Umban Adi; Galih Raspati +1 more

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2025 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika integrasi strategis antara pemasaran digital dan manajemen keuangan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dalam konteks transformasi digital. Melalui pendekatan library research dengan orientasi eksploratori-deskriptif, studi ini menganalisis secara komprehensif berbagai sumber primer terkini yang membahas fenomena adopsi teknologi digital dan implementasi manajemen keuangan pada UMKM Indonesia periode 2019-2024. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa meskipun terdapat kesadaran substansial terhadap urgensi transformasi digital di kalangan pelaku UMKM, variasi signifikan teridentifikasi dalam tingkat adopsi dan optimalisasi teknologi digital—dengan platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook menjadi instrumen dominan dalam strategi pemasaran. Dalam dimensi manajemen keuangan, literasi finansial dan implementasi sistem pencatatan terdigitalisasi terungkap sebagai determinan fundamental bagi keberlanjutan operasional. Interelasi antara pemasaran digital dan manajemen keuangan termanifestasi dalam adopsi sistem pembayaran digital, pengelolaan konten strategis berbasis efisiensi finansial, dan standardisasi proses bisnis terintegrasi. Model pengembangan kapasitas yang direkomendasikan mencakup pelatihan komprehensif, pendampingan berkelanjutan, kolaborasi ekosistemik, standardisasi proses, dan integrasi strategi mitigasi risiko. Implikasi strategis dari integrasi ini meliputi optimalisasi alokasi sumber daya, penguatan kapasitas pengambilan keputusan berbasis data integratif, konstruksi model bisnis responsif, peningkatan keberlanjutan finansial, dan akselerasi skalabilitas bisnis. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual tentang transformasi digital UMKM dalam konteks negara berkembang dan menyediakan landasan empiris bagi formulasi kebijakan dan strategi bisnis yang memperkuat daya saing UMKM Indonesia di era digital.

Zainuri Zainuri; Sebastiana Viphindrartin; Regina Niken W; Ra'iyatu Imadidin; Rachmania Nurul Fitri Amijaya +2 more

Jurnal Pengabdian Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Program pengabdian masyarakat bertajuk “Menenun Inovasi: Transformasi Kelembagaan dan Bisnis Digital Berkelanjutan bagi UMKM Batik Khas Jember di Desa Sumberpakem” bertujuan memperkuat daya saing UMKM batik melalui transformasi digital dan penguatan kelembagaan kolektif. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui tiga tahapan terintegrasi: pelatihan Digital Marketing dan E-Commerce, penerapan Business Model Canvas (BMC) terpadu, serta inisiasi pembentukan Koperasi Batik Sumberpakem. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi digital, kemampuan promosi daring, dan pengelolaan bisnis peserta. Seluruh UMKM mitra kini memiliki akun aktif di berbagai platform digital (Instagram, TikTok, dan Shopee) serta mampu menghasilkan konten promosi yang kreatif dan profesional. Selain itu, terbentuknya tim inisiator koperasi menjadi langkah konkret menuju kemandirian ekonomi kolektif yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya mendorong adaptasi teknologi, tetapi juga membangun ekosistem kolaboratif antara akademisi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM. Dampak keberlanjutan diarahkan pada pendampingan koperasi, penguatan jejaring pasar, serta peningkatan infrastruktur digital desa.