Publication Search

79,943 articles from 746 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 227

Analytics

Ivander, Davin Danny; Khiroh, Siti Muhimatul

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Ketidaksesuaian kualitas pada proses assembly sepatu kulit kerap memicu siklus rework berulang yang menguras sumber daya waktu maupun biaya produksi secara signifikan. Penelitian ini mengkaji mekanisme pengendalian cacat yang diterapkan pada Product D-01 di Lini C PT XYZ, dengan menggunakan DMAIC sebagai kerangka perbaikan utama serta Pareto, P-Chart, Fishbone Diagram, 5 Whys, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), dan Cost of Quality (COQ) sebagai alat pendukung. Data primer bersumber dari catatan produksi internal perusahaan, pengamatan lapangan, dan wawancara terstruktur bersama pengawas produksi dan staf quality control. Pengukuran baseline menunjukkan bahwa Lini C menyumbang volume cacat paling tinggi di antara seluruh lini yang ada, dengan Product D-01 mencatat 10.487 pair cacat dari total output 80.387 pair, sehingga menghasilkan defect rate sebesar 13,05%. Distribusi Pareto mengidentifikasi wrinkle, incorrect colour, dan not straight sebagai tiga kategori cacat paling kritis. Penilaian FMEA menetapkan Risk Priority Number tertinggi sebesar 245 pada perilaku operator yang terburu-buru selama proses lasting dan brushing. Tindakan korektif mencakup pemasangan SOP visual, implementasi checklist QC pra-shift, verifikasi kondisi mesin secara rutin, dan penyediaan sampel referensi warna serta bentuk yang terstandar. Pemantauan selama dua periode berikutnya mengkonfirmasi penurunan defect rate secara bertahap menjadi 12,80% dan kemudian 11,65%, disertai penurunan estimasi biaya kegagalan internal dari Rp 2,36 juta menjadi Rp 1,86 juta per periode.

Pertiwi, Aditiyani Nugraha; Irawansyah; Hasanah, Uswatun

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Hipertensi atau silent killer menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Faktor yang berperan dalam peningkatan tekanan darah adalah kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan aktivasi sistem saraf simpatis dan gangguan regulasi tekanan darah sehingga berkontribusi terhadap peningkatan derajat hipertensi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kualitas tidur dengan derajat hipertensi pada pasien dewasa di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang. Metode Penelitian yakni desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien dewasa yang terdiagnosis hipertensi. Teknik pengammbilan sampel menggunakan purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pitssburgh Sleep Quality Index (PSQI). Derajat Hipertensi ditentukan berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah sesuai klasifikasi hipertensi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan dderajat hipertensi pada penderita hipertensi. Implikasi pada penelitian ini menunjukkan pentingnya pemantauan dan peningkatan kualitas tidur sebagai bagian dari upaya pengendalian hipertensi. Edukasi mengenai pola tidur yang baik dapat menjadi salah satu strategi untuk membantu menurunkan risiko peningkatan derajat hipertensi pada pasien dewasa.

Muhammad Arif Taufik; Prema Hapsari Hidayati; Dian Fahmi Utami; Mochammad Erwin Rachman; Muh. Jabal Nur

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease with an increasing prevalence and a risk of causing macrovascular complications such as stroke. This study aimed to describe the characteristics of Diabetes Mellitus patients with stroke complications based on CT-scan results at RSKD Dadi Makassar in 2024–2025. This was a descriptive observational study with a retrospective design using medical record data. Samples were taken using a total sampling technique, comprising 60 patients, and analyzed univariately using the Statistical Product and Service Solutions (SPSS) version 26. The results showed that the majority of respondents were in the late elderly group (>56 years) at 66.7%, female (51.7%), and from the Makassar ethnic group (63.3%). Most respondents experienced hyperglycemia in random blood glucose (66.7%) and had uncontrolled fasting blood glucose (68.3%) and HbA1c (76.7%) levels. CT-scan results were dominated by non-specific cerebral infarction (68.3%), with ischemic stroke as the most common type (93.3%), a length of stay of 5–10 days (53.3%), and right-sided hemiparesis as the most common clinical manifestation (45.0%). It was concluded that DM patients with stroke complications were generally elderly, female, had poor glycemic control, and were dominated by ischemic stroke with non-specific cerebral infarction. Abstrak. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi makrovaskular berupa stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien Diabetes Melitus yang mengalami komplikasi stroke berdasarkan hasil CT-scan di RSKD Dadi Makassar tahun 2024–2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain retrospektif menggunakan data rekam medis. Sampel diambil dengan teknik total sampling sebanyak 60 pasien dan dianalisis secara univariat menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 26. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia lansia akhir (>56 tahun) sebanyak 66,7%, berjenis kelamin perempuan (51,7%), dan berasal dari Suku Makassar (63,3%). Sebagian besar responden mengalami hiperglikemia pada GDS (66,7%) serta memiliki kadar GDP (68,3%) dan HbA1c (76,7%) yang tidak terkontrol. Hasil CT-scan didominasi oleh infark serebri tidak spesifik (68,3%) dengan jenis stroke terbanyak berupa stroke iskemik (93,3%), lama rawat inap terbanyak 5–10 hari (53,3%), dan manifestasi klinis tersering berupa hemiparese dextra (45,0%). Disimpulkan bahwa pasien DM dengan komplikasi stroke umumnya berusia lanjut, berjenis kelamin perempuan, memiliki kontrol glikemik yang buruk, dan didominasi oleh stroke iskemik dengan gambaran infark serebri tidak spesifik.

yasya

Journal of Technology and Science 2026 Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Teknologi Surabaya

Permasalahan Rute Kendaraan (Vehicle Routing Problem) bertujuan untuk meminimalkan biaya transportasi. Rute adalah serangkaian urutan dari depo menuju beberapa pelanggan kemudian kembali lagi ke depo. Adapun permasalahan normalnya dimodelkan dalam bentuk graf dengan bobot. Karena setiap ruas jalan memiliki jarak/biaya yang harus dikeluarkan ketika menempuh ruas tersebut maka diperlukan penyelesaian agar meminimalkan biaya transportasi ketika menempuh ruas-ruas jalan tersebut dengan tetap melayani semua pelanggan yang ada. Penelitian ini mengembangkan algoritma metaheuristik, khususnya algoritma genetika yang diimprovisasi dengan Route-Based Crossover dan 2-opt untuk meminimalkan total jarak pengiriman. Hasilnya menunjukkan solusi yang 3% lebih buruk dibandingkan algoritma koloni semut, namun 7% lebih baik daripada pencarian tabu.

Vincentius Simon Suyanto; Ar Rahiim Innash; Sudijono Sastroadmodjo

Notary Law Research 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Notaris sebagai pejabat umum pemegang kewenangan atributif negara dalam pembuatan akta otentik menghadapi kerentanan hukum serius akibat penggunaan dokumen palsu oleh penghadap beriktikad buruk. Asas kepercayaan (vertrouwen) menempatkan notaris pada posisi paradoks: wajib melayani masyarakat, namun berisiko dikriminalisasi atas kejahatan pihak yang dilayaninya. Penelitian ini mengkaji tiga permasalahan: pengaturan hukum tanggung jawab notaris atas akta berbasis dokumen palsu, ketidakmemadaian regulasi dalam melindungi notaris, serta model perlindungan hukum ideal bagi notaris menghadapi pemalsuan dokumen penghadap. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, berbasis data sekunder yang dianalisis melalui content analysis dan divalidasi melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, UUJN dan KUHPerdata membatasi tanggung jawab notaris pada kebenaran formal dan prosedural pembuatan akta, sedangkan kebenaran materiil dokumen merupakan tanggung jawab mutlak penghadap. Kedua, regulasi berlaku belum memadai karena UUJN tidak memuat klausul good faith immunity, mekanisme shifting of liability belum diatur secara rigid, kewenangan Majelis Kehormatan Notaris terbatas pada fungsi administratif tanpa daya ikat terhadap proses penyidikan, serta ketiadaan sistem verifikasi identitas digital terintegrasi. Ketiga, model perlindungan ideal adalah model tiga lapis: lapis preventif melalui verifikasi identitas digital real-time terintegrasi dengan Dukcapil dan BPN; lapis normatif melalui amandemen UUJN yang memuat klausul imunitas iktikad baik dan pengalihan tanggung jawab material kepada penghadap manipulatif; serta lapis represif melalui penetapan izin MKN sebagai syarat mutlak penetapan tersangka dan jaminan rehabilitasi bagi notaris yang dikriminalisasi secara tidak sah.

Stefany, Fadean; Ghazali, Imam; Hanina Trisnanda, Salma; Maulidia, Putri

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Anemia masih menjadi problematika gizi utama pada remaja putri di Indonesia yang berdampak buruk terhadap performa akademik serta kesehatan reproduksi jangka panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi terkait pencegahan anemia melalui intervensi edukasi sadar gizi di SMAN 1 Sampang. Metode yang diterapkan berbasis pendekatan partisipatif interaktif, meliputi ceramah, pemanfaatan media visual (leaflet dan poster), simulasi penyusunan menu sehat kaya zat besi, serta kuis edukatif. Evaluasi program diukur secara kuantitatif melalui instrumen pre-test dan post-test, serta secara kualitatif melalui observasi keaktifan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai definisi, dampak, dan pencegahan anemia, serta perubahan sikap positif terhadap pola konsumsi seimbang dan kepatuhan sarapan. Kesimpulannya, edukasi gizi yang terstruktur dan interaktif terbukti efektif dalam membangun kesadaran kesehatan remaja, sehingga dapat dijadikan strategi preventif yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Kearen Elvira Naftali; Gunardi Lie

Mahkamah : Jurnal Riset Ilmu Hukum 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

This practice is essentially based on clauses in employment contracts intended to prevent employees from resigning before the contract term expires. However, from a legal perspective, this practice raises challenges regarding the validity of employment contracts and the legal protections afforded to employees. The objective of this study is to evaluate the validity of the diploma retention practice through the lens of labor law and civil law, as well as to explore the types of legal protections that may be available to employees. The research methodology employed is a normative legal approach, utilizing a legal and conceptual framework, and supported by a literature review of primary and secondary legal sources. This analysis emphasizes the principles of contract law, labor protection principles, and relevant human rights standards. The research findings indicate that the practice of withholding diplomas lacks a clear legal basis under Indonesian law and potentially violates the criteria for the validity of contracts, particularly regarding the abuse of circumstances (misbruik van omstandigheden). Furthermore, this practice can be categorized as an illegal act because it infringes upon workers’ property rights and their freedom to seek employment. Legal protection for workers can be facilitated through preventive strategies, such as strengthening labor regulations and oversight, as well as through enforcement actions, including civil litigation and the resolution of industrial disputes.

Yuliana, Sri; Aupia, Anatun; Taufandas, Maruli; Ikhwani, Dina Alfiana; Khairari, Nandang DD

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak besar terhadap kualitas hidup pasien. Hemodialisa sebagai terapi pengganti ginjal utama pada PGK stadium akhir tidak hanya membantu mempertahankan fungsi tubuh, tetapi juga menimbulkan berbagai tantangan fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kualitas hidup pasien hemodialisa meliputi beban ekonomi, tingkat kelelahan (fatigue), dan penyakit penyerta (comorbid). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien hemodialisa di RSUD dr. R. Soedjono Selong. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 112 pasien hemodialisa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Beban ekonomi diukur menggunakan instrumen COST-FACIT, fatigue menggunakan FACIT-Fatigue Scale, kualitas hidup menggunakan WHOQOL-BREF, dan comorbid diperoleh melalui wawancara menggunakan lembar checklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman rank. Sebagian besar responden memiliki kualitas hidup buruk (58,0%), beban ekonomi ringan (48,2%), fatigue sedang (32,1%), dan memiliki comorbid (67,9%). Terdapat hubungan signifikan antara fatigue dan kualitas hidup (p = 0,007; r = 0,255), sedangkan beban ekonomi dan comorbid tidak menunjukkan hubungan signifikan. Fatigue berhubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien hemodialisa, sehingga pengelolaan fatigue diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Devi Maya Sofa; Halimatus Sa’diyah; Achmad Wicaksono; Firza Agung Prakoso; Norlinstia Masi Bapa

Penelitian ini menganalisis penerapan Break Even Point dan margin kontribusi pada UMKM berbasis ekonomi biru dengan mengambil kasus UMKM "Dunia Laut" di Kedung Cowek, Surabaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi keuangan yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan validasi triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM ini memiliki BEP yang tidak tetap, melainkan berubah-ubah mengikuti musim penangkapan ikan dan kondisi cuaca. Margin of safety berada dalam kondisi yang cukup rentan meskipun masih dalam batas aman, sedangkan degree of operating leverage tergolong tinggi yang berarti laba sangat sensitif terhadap perubahan volume penjualan. Strategi diversifikasi produk dengan margin kontribusi yang bervariasi antara 25-45% terbukti dapat menjaga stabilitas keuangan walaupun biaya transportasi meningkat pada saat cuaca buruk. Penelitian ini menemukan perbedaan mendasar antara UMKM maritim dengan UMKM konvensional, terutama dalam hal dinamika BEP dan struktur biaya operasional. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem prediksi musiman untuk perencanaan produksi, optimalisasi portofolio produk, pembangunan kemitraan strategis dengan nelayan lokal, dan perlunya dukungan infrastruktur dari pemerintah. Dari sisi teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur akuntansi manajemen dengan memperkenalkan konsep BEP dinamis khususnya pada sektor maritim.

Purba, Fitri Dewi Handayani Br; Irwanto, Irwanto; Pattinasarany, Cornelis Karel

Zebra: Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Hewani 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

The customary forest of Sub-Tribe Afsya, Bariat Village, South Sorong Regency, Southwest Papua is a lowland tropical rainforest of approximately 2,500 hectares managed under the indigenous "Sasi Adat" system. This study aimed to determine bird species diversity, evenness of distribution, and the relationship between bird communities and vegetation structure. Research was conducted in January 2026 using a combination of line transect and point count methods along five 1,000-meter transects, observed in the morning (06:00–10:00 WIT) and afternoon (15:30–18:00 WIT). Data were analyzed using the Shannon–Wiener Diversity Index (H’), Simpson's Dominance Index (D), Evenness Index (E), and vegetation Important Value Index (IVI). The study recorded 30 bird species from 16 families with 492 individuals, including 12 Papua-endemic species protected under Minister of Environment and Forestry Regulation No. P.106/2018. H’ values ranged from 1.197 to 2.472 (moderate to high); dominance was low to moderate; and evenness ranged from 0.668 to 0.933, with most transects showing high evenness (E > 0.75). Vegetation was dominated by damar trees (Agathis labillardierei) and fruiting trees synergistically supporting frugivore, insectivore, and nectarivore bird guilds. The Sasi Adat management system demonstrably contributes to habitat quality, rendering this forest of significant conservation value for Southwest Papua's avifauna.

Salsa Nabila Inong Ranadhana; Wirdatul Ulfia; Muhammad Rizky Simanjutak; Maulida Sari; Noviana Zara

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Malnutrition and stunting among children under five remain major public health challenges in developing countries, including Indonesia. These conditions are associated with increased morbidity, mortality, impaired cognitive development, and reduced productivity in adulthood. Stunting reflects chronic nutritional deficiencies, while severe malnutrition indicates acute or prolonged inadequate nutrient intake, often exacerbated by infections, poor caregiving practices, and unfavorable socioeconomic conditions. This case report aims to describe the clinical condition, contributing factors, management, and outcomes of a 14-month-old female toddler diagnosed with severe malnutrition and stunting without complications in Blang Dalam Geuteung Village, Nisam Subdistrict, North Aceh Regency. The assessment was conducted using a family medicine approach, incorporating detailed history taking, physical examination, anthropometric measurements, and nutritional status evaluation based on World Health Organization Z-score indicators. Interventions included nutritional rehabilitation through appropriate dietary intake, family education on balanced nutrition and proper feeding practices, routine growth monitoring, and optimization of primary healthcare services. The results showed gradual improvement in the child’s nutritional status, evidenced by weight gain, better appetite, and improved feeding patterns following the intervention. This case highlights the importance of early detection, comprehensive family-centered management, and continuous monitoring in addressing malnutrition and stunting at the primary care level. Strengthening community-based interventions, improving caregiver knowledge, and enhancing collaboration between healthcare providers and families are essential to reduce the burden of malnutrition and support optimal child growth and development.

Reny Rachmawati

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Taman burung di kawasan perkotaan merupakan salah satu strategi integrasi lanskap ekosistem yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang hijau kota. Penelitian ini mengkaji Taman 3 Generasi Balikpapan sebagai studi kasus untuk mengevaluasi sejauh mana elemen desain lanskapnya memenuhi kriteria taman burung yang ramah ekosistem. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi langsung dan analisis, penelitian menilai aspek struktural (jalur, kontur, elemen air, tempat berlindung, dan fasilitas pendukung) serta aspek vegetatif (jenis dan fungsi vegetasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar elemen fisik Taman 3 Generasi telah sesuai dengan prinsip desain taman burung, terutama pada keberadaan elemen air, rumah burung, serta vegetasi yang menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung. Namun, keterbatasan variasi kontur dan spesies tanaman tertentu masih menjadi faktor yang perlu ditingkatkan untuk memperkuat fungsi ekologisnya. Penelitian ini menegaskan bahwa Taman 3 Generasi memiliki potensi sebagai model integrasi desain lanskap ekosistem pada taman burung perkotaan, sekaligus memberikan kontribusi bagi konservasi biodiversitas dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di kawasan urban.

Suharmanto, Suharmanto

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Kualitas tidur merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Namun, perubahan gaya hidup modern seperti rendahnya aktivitas fisik serta tingginya konsumsi minuman manis dan junk food diduga berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik, konsumsi minuman manis, dan konsumsi junk food dengan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur (p < 0,05; OR = 2,10), konsumsi minuman manis dengan kualitas tidur (p < 0,05; OR = 2,75), serta konsumsi junk food dengan kualitas tidur (p < 0,05; OR = 3,20). Responden dengan aktivitas fisik ringan serta konsumsi minuman manis dan junk food yang tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami kualitas tidur yang buruk. Variabel konsumsi junk food merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kualitas tidur. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup tidak sehat berhubungan dengan penurunan kualitas tidur. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif untuk meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi konsumsi makanan serta minuman tidak sehat.

Laura Audrey Calulla

Doktrin: Jurnal Dunia Ilmu Hukum dan Politik 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

The phenomenon of child labor exploitation in the textile industry is a form of human rights violation that continues to occur in various countries, including in the global supply chains of multinational corporations. This practice not only involves individual perpetrators but also demonstrates the systematic involvement of corporations through production policies, cost pressures, and disregard for labor standards. The concept of corporate complicity is relevant to analyzing the extent to which corporations can be held criminally liable for human rights violations that occur in their business activities. This study aims to examine the forms of corporate involvement in child labor exploitation in the textile industry and analyze the framework for corporate criminal liability from a national and international legal perspective. The research method used is normative legal research with a statutory, conceptual, and case study approach. The results show that corporations can be considered to have participated in or assisted in human rights violations if they know about, allow, or profit from the practice of child labor exploitation. Although various international legal instruments such as the UN Guiding Principles on Business and Human Rights have affirmed corporate responsibility for human rights, their implementation in national law still faces obstacles, particularly regarding proving the element of guilt and imposing criminal sanctions on legal entities. Therefore, strengthening regulations, supply chain oversight mechanisms, and strict law enforcement are needed so that corporate criminal liability can be an effective instrument in preventing the exploitation of child labor and ensuring human rights protection.

Zalmi, Indah Oktavia; Faatin, Safinah; Yunardus, Yunardus; Sumanto, Sumanto; Budiawan, Imam +7 more

JUISI : Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2026 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Gaya hidup sehat (GHS) memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan fisik dan mental, khususnya pada kalangan mahasiswa dan pekerja. Namun, tren gaya hidup modern yang semakin bersifat sedentari telah secara signifikan meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah kesehatan seperti stres, penurunan konsentrasi, obesitas, dan penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan individu berdasarkan profil gaya hidup dan kualitas tidur mereka menggunakan metode K-Means Clustering. Variabel yang dianalisis mencakup durasi tidur, tingkat stres, aktivitas fisik, indeks massa tubuh (BMI), serta pola gangguan tidur. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan dataset Sleep Health and Lifestyle untuk mengungkap pola tersembunyi dalam kebiasaan perilaku dan kesehatan responden. Proses pengelompokan menghasilkan tiga kelompok utama, yaitu: (1) individu dengan gaya hidup sehat optimal yang ditandai dengan tidur yang cukup, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik teratur; (2) individu dengan risiko sedang yang memiliki kebiasaan hidup tidak teratur dan tingkat stres menengah; serta (3) individu berisiko tinggi yang dicirikan oleh kualitas tidur yang buruk, stres tinggi, dan kebiasaan hidup yang kurang sehat. Temuan ini menunjukkan bahwa algoritma K-Means efektif dalam mengklasifikasikan individu ke dalam kelompok gaya hidup yang bermakna, sehingga mampu memberikan representasi yang akurat terhadap profil kesehatan populasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu lembaga pendidikan, organisasi kesehatan, dan tempat kerja dalam merancang program promosi kesehatan yang lebih terarah dengan menekankan pengelolaan tidur yang baik, nutrisi seimbang, serta aktivitas fisik rutin untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas secara keseluruhan.

Marwan Busyro; Bandaharo Saifuddin

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study is entitled "The Role of the Indonesian Transport Workers Federation (FSPTI) in Defending the Rights of Stevedoring Workers (TKBM) in Padangsidimpuan City". The background of this study is based on the importance of the existence of trade unions as a forum for workers' struggle in protecting and fighting for the normative rights of workers as guaranteed in Law Number 21 of 2000 concerning Workers' Unions/Labor Unions. In practice, many workers still face employment problems due to their weak bargaining position, lack of legal awareness, and low protection from employers. The purpose of this study is to determine and analyze the role of the FSPTI of Padangsidimpuan City in defending the rights of Stevedoring Workers, as well as to assess the effectiveness of the implementation of Law Number 21 of 2000 on the implementation of trade union functions at the regional level. The research method used is empirical juridical, with a qualitative approach that combines primary data through interviews, as well as secondary data through literature reviews of laws and regulations and related legal literature. The research results indicate that the Padangsidimpuan FSPTI plays a strategic role in advancing the interests of TKBM workers through advocacy, legal assistance, and negotiations with employers and local governments. However, the implementation of Law Number 21 of 2000 has not been fully effective due to challenges such as limited resources, low participant participation, and weak enforcement of labor laws. Overall, the FSPTI has made maximum efforts to advocate for the rights of TKBM workers, but further government support and organizational capacity building are needed to further optimize the union's function.

Putri Prihandayani; Reni Kurniasari

Jurnal Kesehatan dan Kedokteran 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Multiple diastema is a space or gap between two or more adjacent teeth. Diastema management can be corrected using removable orthodontic treatment and eliminating etiological factors. Treatment in this case shows the progress of successful treatment of multiple diastema in Soelastri General Hospital using removable orthodontic appliances based on the indications and needs of patient care. Case management: A 24-year-old woman came to Soelastri General Hospital Surakarta with complaints of gaps in the teeth between the 4 lower front incisors. The patient's bad habit history is known to be tongue thrusting. Intraoral examination found interdental gaps in the 4 lower incisors measuring 33.32 (1.6mm), 32.31 (1.2mm), 31.41 (1.1mm), 41.42 (1.3mm). Diastema closure with finger spring activation towards the mesial and labial arches of the upper and lower jaws. Activation was carried out gradually at each control so that the diastema at the fourth control on teeth 33-32 (0.5 mm). Conclusion: This shows that removable orthodontic appliances are effective for closing multiple diastema with mild to moderate degrees, with patient compliance in using the appliance and the effect of using a tongue crib in reducing the patient's tongue thrusting habit.

Grescha Andrean Purmantara; Mohammad Syahrul Mauludi; Achmad Axsel Fahrezi; Tan Evan Tandiyono

Koordinasi kerja memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas operasional usaha jasa, terutama pada usaha berskala kecil yang sangat bergantung pada kerja tim dalam satu waktu kerja. Namun, koordinasi sering kali tidak berjalan efektif akibat faktor internal seperti dominasi ego, komunikasi yang tidak terbuka, serta lemahnya peran kepemimpinan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana buruknya koordinasi kerja dapat mengancam keberlangsungan usaha jasa, dengan mengambil studi kasus pada Rental PlayStation ABC di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terstruktur terhadap tiga karyawan dari bagian kasir, runner, dan dapur serta satu orang manager. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi kerja yang berantakan dipicu oleh kecenderungan mempertahankan ego pribadi, perbedaan cara menyampaikan informasi, serta kurangnya kejelasan peran dan pengawasan kerja. Kondisi tersebut berdampak pada ketidakseimbangan beban kerja, munculnya konflik antarbagian, menurunnya kualitas pelayanan, dan meningkatnya risiko gangguan operasional. Penelitian ini menegaskan bahwa tanpa pengelolaan koordinasi yang baik, usaha jasa berpotensi mengalami penurunan kinerja secara berkelanjutan.

Najhwa Jananti Alfi; Ismaniar Ismaniar; Lili Dasa Putri

Jurnal Pendidikan Dirgantara 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Malnutrition among early childhood remains a critical issue that hinders Indonesia’s efforts to realize its Golden Generation. This study aims to describe the current condition of child malnutrition, its impacts, contributing factors, and strategies for prevention involving families, communities, health workers, early childhood education institutions, and the government. This paper uses a literature review method by examining scientific sources related to nutrition, early childhood development, and governmental policies. The findings indicate that severe malnutrition significantly affects children’s physical, cognitive, socio-emotional development, and long-term health. Contributing factors include low nutritional literacy, inadequate parenting practices, poor sanitation, recurrent infections, economic limitations, and suboptimal implementation of nutrition programs. Effective prevention requires an integrated, multisectoral approach involving nutrition education, growth monitoring, improved access to nutritious food, and strengthened interventions during the First 1000 Days of Life. Sustainable collaboration across sectors is essential to reduce malnutrition rates and support the development of a healthy and competitive future generation.

Rachmawati, Danar Nanda; Susilo, Eko Adi; Herdina Nafiana

Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This Community Service (PkM) activity focuses on the implementation of Quail Cultivation Counseling as a strategic effort to advance entrepreneurship among the Millennial Farmer Generation in Krebet Hamlet, Srengat, Blitar. This activity was motivated by the high economic potential of Quail and the need to improve the entrepreneurial competence of the younger generation in the livestock sector. The main goal of the program is to transform traditional cultivation into a structured, efficient, and sustainable modern business unit. The implementation method combines theoretical knowledge transfer with practical assistance in the field. The counseling material includes three pillars: 1) Business Scale Management, including capital management and strategies for increasing livestock population; 2) Quality Management and Livestock Health, emphasizing cage sanitation, feed, and quality vitamins; and 3) Marketing strategies to expand the distribution network. The results of the activities showed high effectiveness. Quantitatively, 80% of Millennial Farmer participants succeeded in implementing post-extension livestock population increases. Qualitatively, this activity fosters awareness, motivation, and a strategic entrepreneurial mindset so that participants are able to face production and market challenges. With this strategic practice, quail businesses are expected to increase profitability and competitiveness. This PKM serves as a catalyst in supporting economic independence and entrepreneurial development of the younger generation in the agribusiness sector.