Publication Search

70,604 articles from 612 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Putri Adelia Siregar; Hwihanus Hwihanus

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2023 FEB Universitas Maritim Semarang

This research seeks to assess PT. BNI (Persero) Tbk's performance through the utilization of the balanced scorecard approach, encompassing financial, customer, internal processes, and learning/growth perspectives. The study, employing a descriptive method, focuses on PT. BNI (Persero) as the sample population, utilizing documentation techniques for data collection. Results indicate favorable financial indicators (ROA, ROE, NPM, BOPO, LDR), subpar customer metrics (customer acquisition, retention), excellent internal business processes (AETR, NGR), and positive learning/growth aspects (employee productivity, ETTE).

Vip Paramarta; Suwoko Tya Wicaksono; Nina Risnawaty; Ida Ayu Triana; Arnita Niroha Halawa +1 more

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Hospital is a health service organization that organizes complete individual health services, and provides inpatient, outpatient and emergency services. In order for hospital management to run well, it is necessary to measure hospital performance, namely the Balanced Scorecard method. : The Balanced Scorecard (BSC) is used as a decision-making tool regarding the actions that must be taken to correct deficiencies and advance the hospital. Purpose: This study aims to determine the application of the balanced scorecard (BSC) in analyzing the performance of hospitals in Indonesia. Methods: This study used the library research method. . Results: a literature review of ten journals shows that all conclude that localization and conceptual use of the BSC can greatly improve hospital performance. The results of performance analysis with the BSC at the hospital can also provide clear direction in determining policies, resources and routine activities, as well as in building systems in each unit in the hospital. Conclusion: BSC can not only be applied in private hospitals, but government hospitals also need to apply BSC to measure their performance and be used as a guide in making policies and designs or work plans. Findings from existing studies must also be enriched by the literature and by empirical evidence about the benefits of BSC application in hospitals. It will also provide experience for a number of hospitals in Indonesia which can be a reference for expanding the implementation of BSC in hospital administration.

Nadia Dwi Irmadiani; Mochamad Hangga Novian; Erna Silviana

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Sesuai Undang – Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat (1) setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, ketersediaan pelayanan kesehatan yang merata, bermutu dan berorientasi kepada kepuasan pasien merupakan tuntutan yang harus dipenuhi rumah sakit. Hal ini berarti bahwa rumah sakit dituntut untuk memiliki kinerja yang baik. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis,  menguji,  dan  mengukur  kinerja Rumah Sakit Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang dengan menggunakan Balance Scorecard. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh dari dokumentasi laporan keuangan, laporan rekam medik dan laporan SDM tahun 2019 – 2021. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pasien dan pegawai rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja rumah sakit dari perspektif keuangan pada tahun 2019 – 2021 secara umum baik, namun untuk total assets turnover ratio dan CRR masih dibawah standar. Kinerja rumah sakit dari perspektif pelanggan pada tahun 2019 – 2021 sudah baik. Kinerja dari perspektif  proses bisnis  internal  tahun  2019  –  2021  kurang  baik,  dimana  persentase  nilai BTO, GDR,  dan  NDR  sesuai  dengan  standar  Permenkes  Nomor  1171  Tahun 2011. Kinerja dari perspektif pertumbuhan dan pembelajaran pada tahun 2019 – 2021 menunjukkan kinerja yang baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kinerja RSD K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang dilihat dari 4 perspektif Balance Scorecard adalah cukup baik. Manajemen perlu memberikan perhatian khusus terhadap pengukuran indikator yang kurang baik maupun cukup baik agar dapat ditingkatkan, dan mempertahankan penilaian terhadap indikator yang baik guna meningkatkan kinerja rumah sakit di masa yang akan datang.

Novelia Ananda; Maria Yovita R.Pandin

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The Balanced Scorecard is part of the strategy-based success measurement concept. The balanced scorecard is a management tool used in measuring company performance with four perspectives, namely a financial perspective, a customer perspective, an internal business process perspective, and a growth and learning perspective. The article aims to see how PT Unilever Indonesia Tbk's performance is measured using the balanced scorecard method. This article is qualitative in nature and the data used is secondary data in the form of PT Unilever Indonesia's financial statements for the period 2018 - 2021. The results of this article can be concluded that the company's performance in the period 2018 - 2021 when compared to 2019 and 2020 got quite good results compared to with 2021 which got less good results. So it can be said that performance measurement can use the balanced scorecard as a tool to measure company performance as a whole.

Moh Farhan Mahendra; Slamet Riyadi

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dari sebuah perusahaan dengan menggunakan metode balance scorecard dari perspektif keuangan,perspektif pelanggan,perspektif proses internal bisnis ,dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Sumber data dari penelitian ini adalah sumber primer yaitu data yang diolah dari annual report dan literatur lain sebagai sumber sekunder. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil analisa dengan balance scorecard didapatkan dari perspektif keuangan bahwa rasio asset bahwa perusahaan mampu membayar kewajiban jangka pendeknya. Berdasarkan perspektif pelanggan, didapatkan bahwa pelanggan mendapatkan kepuasan yang tinggi pada tahun 2017. Berdasarkan perspektif internal bisnis didapatkan bahwa perusahaan masih mampu untuk bertransaksi dengan jumlah penjualan yang lebih besar dari pembelian. Sedangkan, menurut perspektif pelatihan dan pembelajaran menunjukkan bahwa banyak karyawan yang dilatih namun jumlah karyawan menurun dibanding tahun sebelumnya.