Publication Search

70,860 articles from 626 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 401

Analytics

Achmad Andi Leanado; Nalazah Muzzaila Esta; Devrianti Rahma Satria; Sintya Amilia Fernanda; I Made Suparta

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga Federal Funds Rate (The Fed), dan pertumbuhan ekonomi Indonesia terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode 2005–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berbentuk deret waktu (time series) tahunan. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Sebelum dilakukan estimasi model, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas untuk memastikan bahwa model regresi memenuhi persyaratan statistik. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji F untuk menguji pengaruh variabel independen secara simultan, uji t untuk menganalisis pengaruh masing-masing variabel secara parsial, serta koefisien determinasi (R²) untuk mengukur kemampuan model dalam menjelaskan variasi IHSG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi telah memenuhi seluruh asumsi klasik sehingga layak digunakan dalam analisis. Pengujian simultan membuktikan bahwa inflasi, suku bunga The Fed, dan pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Sementara itu, hasil uji parsial menunjukkan bahwa hanya suku bunga The Fed yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG, sedangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Nilai koefisien determinasi sebesar 52,4% mengindikasikan bahwa variasi IHSG dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam model, sedangkan 47,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi investor maupun pembuat kebijakan dalam memahami pengaruh kondisi makroekonomi terhadap dinamika pasar modal Indonesia.

Husnia; Andi Mustika Amin; Annisa Paramaswary Aslam; Nurman; Abdul Rahman

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan, menganalisis pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan, serta menganalisis pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian mencakup seluruh iverusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024 yang berjumlah 83 perusahaan. Sampel penelitian sebanyak 48 perusahaan yang dipilih melalui iverusa purposive sampling berdasarkan kriteria iv erusahaan yang terdaftar secara berturut-turut selama periode penelitian, mempublikasikan laporan keuangan secara lengkap, tidak mengalami kerugian selama periode penelitian, serta memiliki data yang sesuai dengan variabel penelitian. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang dipublikasikan melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi dengan mengakses dan mencatat data keuangan yang relevan. Analisis data menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan aplikasi Eviews melalui uji pemilihan model yang meliputi uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier untuk menentukan model yang paling sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap nilai perusahaan, yang menunjukkan bahwa komposisi penggunaan utang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dapat memengaruhi persepsi investor terhadap kinerja dan prospek perusahaan. Profitabilitas yang diproksikan dengan Net Profit Margin (NPM) juga berpengaruh terhadap nilai perusahaan, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi kemampuan iverusahaan dalam menghasilkan laba maka semakin tinggi pula nilai perusahaan karena meningkatnya kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan. Sementara itu, likuiditas yang diproksikan dengan Current Ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, yang menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek belum tentu menjadi pertimbangan utama bagi investor dalam menilai perusahaan pada sektor makanan dan minuman.

Syahrina Zahara Lubis; Khairunnisa Harahap; Tapi Rumondang Sari Siregar

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) memengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki peran Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai faktor moderasi. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, penelitian kuantitatif ini mengumpulkan 31 responden dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah pemerintah Kota Medan. Data yang digunakan berasal dari data awal yang dikumpulkan melalui kuesioner. Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS), yang dibantu oleh SmartPLS, digunakan untuk melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SAP berdampak positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, tetapi SIPD tidak dapat mengontrol hubungan antara penggunaan SAP dan kualitas laporan keuangan. Studi ini meningkatkan penelitian teori institusional, terutama tentang bagaimana tekanan regulasi dan normatif membantu meningkatkan kualitas pelaporan keuangan sektor publik dengan menerapkan standar akuntansi. Penelitian ini memiliki manfaat bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan konsistensi penerapan SAP dan mengoptimalkan SIPD melalui peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan dukungan teknologi informasi. Penelitian ini terbatas pada jumlah sampel yang relatif kecil serta ruang lingkup yang hanya mencakup OPD di satu daerah, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasi secara luas.

Sihombing, Lisbet N.; Thesalonika, Emelda

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pembelajaran di Sekolah Dasar saat ini masih didominasi metode konvensional berpusat pada guru yang kurang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Kondisi ini menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kreatif siswa sebagai kompetensi abad ke-21. Selain itu, mitra guru menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman terhadap konsep Contextual Teaching and Learning (CTL), kurangnya variasi strategi, serta ketiadaan perangkat pembelajaran sistematis. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mensosialisasikan model CTL guna meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi analisis kebutuhan, sosialisasi konsep, pendampingan penyusunan Modul Ajar, praktik simulasi kelas, serta evaluasi bersama pihak sekolah. Target luaran meliputi peningkatan pemahaman guru, tersedianya Modul Ajar berbasis CTL yang aplikatif, dan publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat. Sosialisasi model CTL menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kapasitas profesional guru untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna. Implementasi CTL diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menstimulasi potensi berpikir kreatif siswa secara optimal guna menghadapi tantangan perkembangan zaman. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif signifikan bagi pengembangan kompetensi pendidik dan peserta didik di sekolah dasar mitra secara luas serta berkelanjutan melalui integrasi kolaborasi akademik yang kuat.

Kartolo, Seraphine; Adriel, Nicholas; Paskah, Timotius Rievaldo; Armando, Luis; Sagiyono, Andhika Permana +2 more

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

 Penelitian ini mengkaji peran media sosial dalam membentuk pemahaman keagamaan dan toleransi antarumat beragama di kalangan generasi muda Indonesia, yang semakin intens berinteraksi dengan wacana keagamaan melalui platform digital dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengakses pengetahuan agama, tetapi juga sebagai ruang interaksi lintas iman yang memungkinkan pertemuan berbagai perspektif. Namun, peluang tersebut berjalan beriringan dengan tantangan berupa misinformasi, konten provokatif, serta echo chamber berbasis algoritma yang berpotensi mendistorsi penafsiran ajaran agama dan memperkuat polarisasi. Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu bagaimana generasi muda menafsirkan pesan-pesan keagamaan yang ditemui di media sosial, serta faktor digital dan sosial apa saja yang memengaruhi apakah keterlibatan tersebut mendorong sikap toleran atau justru memicu kesalahpahaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam yang didukung oleh observasi awal untuk menggali pengalaman hidup pemuka agama dan generasi muda yang aktif dalam kegiatan keagamaan serta penggunaan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan keagamaan yang positif, kemampuan berpikir kritis, serta keteladanan figur agama dan publik berperan penting dalam memperkuat perspektif keagamaan yang moderat dan meningkatkan keterbukaan antariman. Sebaliknya, rendahnya literasi digital dan paparan informasi yang homogen berkontribusi terhadap kesalahpahaman serta terbatasnya dialog lintas agama. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis terpadu antara praktik digital generasi muda dan perspektif otoritas keagamaan, sehingga memberikan pemahaman kontekstual mengenai dinamika komunikasi keagamaan di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial dapat mendorong harmoni antarumat beragama dan pendalaman pemahaman agama apabila didukung oleh produksi konten yang etis dan literasi digital yang kuat.

Klasih Anur Pangayoman; Arissona Dia Indah Sari; Ismail Marzuki

Jurnal Inovasi Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Understanding mathematical concepts is a fundamental ability that elementary school students must possess, particularly in multiplication, which serves as a foundation for learning more advanced mathematical topics. Based on the conditions observed in the fourth-grade class at UPT SDN 185 Gresik, there are still students who do not fully understand the concept of multiplication, as the learning process tends to emphasize memorization rather than conceptual understanding. In addition, differences in learning styles and gender are suspected to influence students’ conceptual understanding abilities. Therefore, this study aims to describe the conceptual understanding of fourth-grade students in multiplication, viewed from their learning styles and gender.This study employs a descriptive qualitative research method, with six fourth-grade students of UPT SDN 185 Gresik as the research subjects. Data were collected through learning style questionnaires, concept understanding tests and questionnaires, and interviews. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, based on indicators of conceptual understanding. Data validity was ensured using triangulation of techniques, sources, and time. The results of the study indicate that auditory learners tend to have better conceptual understanding compared to visual and kinesthetic learners, and female students outperform male students. Based on these findings, teachers need to implement differentiated instruction tailored to students’ learning styles: using diagrams, images, and colored multiplication tables for visual learners; applying discussions, question-and-answer sessions, and repeated verbal explanations for auditory learners; and utilizing concrete teaching aids along with hands-on activities for kinesthetic learners to optimize conceptual understanding.

Karina Noviyanti; Karin Nafalia Putri; Genti Deslita; Zairliana Mayanthi; Anisah Dwi Tiara Fitri +4 more

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan antara gerakan meroda dan kayang pada atlet senam di Rizfa Gimnastik Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh atlet senam yang aktif di Rizfa Gimnastik Kota Jambi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran kemampuan fisik serta keterampilan gerakan meroda dan kayang. Alat analisis data menggunakan uji korelasi Pearson product-moment. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan pengaruh positif antara penguasaan gerakan kayang terhadap kemampuan meroda pada atlet. Atlet yang memiliki kelentukan kayang yang baik cenderung mampu melakukan gerakan meroda dengan teknik yang lebih stabil dan sempurna. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya bagi pelatih senam untuk memperkuat latihan dasar kelenturan tubuh melalui gerakan kayang sebagai modalitas utama sebelum meningkatkan kompleksitas gerakan senam lantai seperti meroda.

Kustiawardani , Elen; Qoiatul Mafaza, Chelindra; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

PPKn di sekolah dasar berperan penting dalam membentuk karakter dan kesadaran kewarganegaraan peserta didik sejak dini. Namun, dalam praktiknya guru menghadapi berbagai hambatan yang memengaruhi optimalisasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan dan tantangan implementasi pembelajaran PPKn di kelas IV SD Negeri Gaprang 01. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan angket. Data kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas IV dan 18 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berjalan cukup baik dan memperoleh respons positif siswa, khususnya pada aspek sikap dan pemahaman nilai kewarganegaraan. Tantangan utama meliputi penyampaian materi abstrak, perbedaan kemampuan akademik, serta keberagaman latar belakang sosial-ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan media konkret, strategi diferensiasi, serta pendekatan pembelajaran yang adaptif dan inklusif.

Dedi Irwansah; Heny Sulistyowati

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan keterampilan membaca interaktif peserta didik pada materi teks hikayat yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional dan kurangnya media pembelajaran yang menarik. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi media berbasis digital yang mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran scrapbook digital berbasis FLIPHTML5 serta mengetahui keefektifannya dalam meningkatkan kemampuan membaca interaktif siswa kelas X SMK NJ 01 Jogororto. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk yang dihasilkan berupa media scrapbook digital interaktif yang memadukan teks, gambar, dan elemen visual menarik serta dilengkapi fitur latihan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif berdasarkan hasil validasi ahli, respon guru dan siswa, serta peningkatan aktivitas dan pemahaman belajar siswa. Penggunaan media ini terbukti mampu meningkatkan minat baca, keterlibatan aktif, serta pemahaman siswa terhadap teks hikayat secara lebih optimal. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media scrapbook digital berbasis FLIPHTML5 dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya untuk meningkatkan keterampilan membaca interaktif serta menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Magfirah, Titing; Arridha, Riyadh

Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kaa Mieera (JIPKAM) 2026 Politeknik Negeri Fakfak

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris dasar pada siswa SD Inpres 2 Wagom melalui penerapan metode Total Physical Response (TPR). Berdasarkan analisis situasi, kemampuan siswa dalam memahami dan menguasai kosakata Bahasa Inggris masih tergolong rendah. Metode TPR dipilih karena mengintegrasikan gerakan fisik dengan proses pembelajaran, sehingga memudahkan siswa dalam memahami dan mengingat kosakata secara lebih efektif serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pelaksanaan pelatihan menggunakan metode ceramah dan praktik meliputi pengenalan kosakata dasar, seperti perintah (commands) dan bagian tubuh (parts of the body), yang dipadukan dengan aktivitas fisik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan responsif terhadap instruksi dalam Bahasa Inggris dan juga adanya peningkatan penguasaan kosakata siswa dari kategori sedang (±50%) sebelum pelatihan menjadi tinggi (82%) setelah penerapan metode Total Physical Response (TPR). Evaluasi kegiatan melalui kuesioner menunjukkan bahwa 89% siswa merasa metodemTPR memudahkan mereka dalam mengingat kosakata, dan 91% siswa menyatakan puas serta antusias mengikuti kegiatan ini. Secara keseluruhan, metode TPR terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris dasar sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa sekolah

Afifah Luthfiani; Mamlahatun Buduroh; Syahrial; Silva Tenrisara Pertiwi Isma

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Preferensi bermain anak-anak di era digital cenderung beralih ke permainan digital sehingga permainan tradisional seperti congkak mulai ditinggalkan. Sebagai upaya pelestarian, permainan congkak dialihwahanakan ke bentuk digital, salah satunya melalui aplikasi Congkak di Google Play Store. Namun, congkak digital menghadirkan pengalaman dan aturan bermain yang berbeda dari congkak tradisional yang berdampak pada pewarisan nilai dan fungsi budaya congkak tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik dokumentasi dan observasi partisipatif serta diolah dengan analisis komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Congkak tidak sepenuhnya mewariskan unsur nilai dan fungsi budaya permainan congkak tradisional. Aplikasi Congkak memberikan rasa senang dan bebas serta mewariskan fungsi permainan congkak untuk melatih keuletan, kemampuan berpikir kritis, dan berhitung anak.  Ketika aplikasi dimainkan berdua, unsur nilai yang diwariskan meliputi nilai demokrasi (musyawarah dan kejujuran), nilai sosial (kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, serta menghadapi dan memecahkan masalah), dan nilai kesatria (sportivitas, rendah hati, lapang dada, dan tenggang rasa).  Namun, ketika aplikasi dimainkan sendiri, unsur nilai-nilai tersebut tidak terwariskan. Meskipun inovasi ini relevan dengan era digital, peneliti berharap pengembang dapat memperbarui aplikasi dengan mempertimbangkan pewarisan nilai dan fungsi budaya congkak tradisional. Dengan demikian,  nilai dan fungsi congkak tradisional yang terwariskan bisa lebih banyak.

Masyrofi, Mohammad Iqbal Faza; Lisa Puspita Ariyanto; Meryanalinda Meryanalinda

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Korosi pada material stainless steel dalam lingkungan basa dan temperatur tinggi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi umur pakai peralatan pada sistem netralisasi minyak sawit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur dan kecepatan pengadukan terhadap laju korosi serta membandingkan ketahanan korosi baja tahan karat SS304 dan SS316 dalam larutan NaOH 1 M. Pengujian dilakukan menggunakan metode weight loss berdasarkan standar ASTM G31–72 selama 49 hari dengan variasi temperatur 70°C, 90°C, dan 110°C serta kecepatan pengadukan 100 rpm, 200 rpm, dan 300 rpm. Laju korosi dihitung berdasarkan kehilangan massa spesimen dan dianalisis menggunakan klasifikasi ketahanan korosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur dan kecepatan pengadukan menyebabkan peningkatan laju korosi pada kedua material. Nilai laju korosi tertinggi diperoleh pada SS304 sebesar 0,0247 mm/tahun pada kondisi 110°C dan 300 rpm, sedangkan nilai terendah diperoleh pada SS316 sebesar 0,0124 mm/tahun pada kondisi 70°C dan 100 rpm. Secara umum, SS316 menunjukkan ketahanan korosi yang lebih baik dibandingkan SS304 karena kemampuan mempertahankan lapisan pasif yang lebih tinggi. Berdasarkan klasifikasi ketahanan korosi, sebagian besar kondisi pengujian berada pada kategori sangat baik sehingga kedua material masih layak digunakan pada sistem netralisasi minyak sawit, dengan SS316 lebih direkomendasikan untuk kondisi operasi yang lebih agresif.

Fitriani Fitriani; Agusdiwana Suarni; Masrullah Masrullah

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan pengelolaan keuangan dan gaya hidup dalam menunjang prestasi belajar mahasiswa penerima KIP Kuliah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan pengelolaan keuangan dan gaya hidup terhadap prestasi belajar mahasiswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Kota Makassar, yaitu Universitas Muhammadiyah Makassar dan Politeknik Muhammadiyah Makassar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.660 mahasiswa dengan sampel sebanyak 322 responden yang ditentukan menggunakan teknik tertentu. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan didukung uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pengelolaan keuangan dan gaya hidup secara parsial maupun simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Mahasiswa yang mampu mengelola keuangan dengan baik serta menerapkan gaya hidup yang terarah cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih baik. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya meningkatkan literasi keuangan dan pengendalian gaya hidup sebagai upaya mendukung keberhasilan akademik mahasiswa penerima bantuan pendidikan.

Nafisah, Aisyatun; Damayanti, Damayanti; Listiani, Nur

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Perilaku keuangan mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas YPPI Rembang diteliti untuk mengidentifikasi dampak fintech, literasi keuangan, dan gaya hidup hedonis. Studi ini memakai pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data memakai kuesioner. Dengan memakai teknik pemilihan acak bert stratified proporsional, 75 partisipan dipilih sebagai sampel. Regresi linier berganda digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian memperlihatkan perilaku keuangan mahasiswa terpengaruh secara positif bersignifikan oleh fintech dan literasi keuangan, tetapi terpengaruh secara positif dan tidak signifikan oleh gaya hidup hedonis. Mahasiswa dengan tingkatan literasi keuangan yang tinggi dan kemampuan memakai fintech lebih cenderung bertindak secara metodis dalam hal keuangan mahasiswa. Selain itu, mahasiswa tidak membiarkan gaya hidup hedonis mendikte keputusan keuangan mahasiswa. Di sisi lain, fintech, literasi keuangan, dan gaya hidup hedonis semuanya memengaruhi perilaku keuangan dengan cara yang berbeda.

Ragil Pangestu; Muhammad Zalva Zakira; Herni Mandala Putri; Syarifuddin Syarifuddin; Rani Oktapiani

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2026 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

History education at the secondary level continues to face challenges in fostering higher order thinking skills, particularly students’ interpretative and critical analytical abilities, which are often constrained by textual and chronological instructional approaches. This study aims to conceptually examine the role of digital storytelling as a pedagogical strategy to strengthen historical interpretation and critical analysis within the frameworks of constructivism, historical thinking, and critical thinking theory. The research employs a qualitative approach based on literature review, utilizing descriptive and thematic analysis of scholarly works and educational policy documents. The findings indicate that digital storytelling promotes active cognitive engagement through processes of source selection, credibility evaluation, evidence based narrative construction, and multiperspective reflection. The production of digital narratives functions not merely as a creative activity but as a cognitive mechanism that trains logical argumentation and validation of historical evidence. Furthermore, the integration of multimedia elements enhances contextual understanding and deepens students’ meaning making of historical events. Nevertheless, its implementation encounters challenges related to teachers’ digital competence, students’ digital literacy readiness, infrastructural limitations, and instructional time allocation. The study implies that digital storytelling holds strategic potential as a pedagogical approach to develop historical thinking competencies in the digital era, provided that it is supported by systematic instructional planning and sustained capacity building in educational institutions.

Yoyok Yulianto; Moh.Hosnan Arisandi; Achmad Mujahid Afifuddin; Melly Wardani Pratiwi; Yuliatin Nurandini +1 more

Mutiara Pendidikan dan Olahraga 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study aims to descriptively analyze the ability of elementary students to imitate rhythmic gymnastics movements through the Just Dance Now application in Physical Education learning at SDN Bulay 1 Pamekasan. The background of this research stems from the low motivation and movement accuracy of students in conventional rhythmic gymnastics learning. Using a qualitative descriptive approach, this study involved 24 fifth-grade students as subjects. Data collection techniques included participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that students' ability to imitate rhythmic gymnastics movements through Just Dance Now falls into the sufficient category, with students demonstrating good proficiency in basic movement patterns but experiencing challenges in complex body coordination and musical rhythm synchronization. The application successfully enhanced student enthusiasm and engagement compared to traditional methods. However, technical constraints such as internet connectivity and limited space were identified as implementation barriers. This study implies that digital game-based media like Just Dance Now can serve as an effective alternative visual aid in elementary physical education, particularly for rhythmic gymnastics instruction. Educators are encouraged to integrate technology creatively while addressing infrastructural limitations to optimize learning outcomes.

Nadya Anisa Iffa; Ronadia Ronadia; M. Riski Hidayatullah; Syarifuddin Syukur; Rani Oktapiani

Jurnal Inovasi Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study investigates the implementation of history learning based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) in developing students' analytical history skills. This research is motivated by the dominance of conventional teaching focused on lectures that emphasize memorization of facts rather than critical and analytical thinking. The study aims to describe how HOTS-based strategies are implemented in history classes and to analyze their impact on students' analytical skills. This research uses a qualitative descriptive methodology. Data were collected through classroom observations, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings show that before the implementation of HOTS, students' responses were mostly descriptive and limited to recalling factual information. After the implementation of HOTS-based learning through the use of analytical questions, historical case studies, source analysis, and structured group discussions, students showed significant improvement in explaining cause-and-effect relationships, evaluating historical evidence, and building logical arguments. Students became more active in discussions and demonstrated a deeper conceptual understanding than mere memorization. However, several challenges were identified, including students' limited experience in critical thinking, time constraints, and the need for teachers to be better prepared in designing HOTS-oriented learning instruments. Overall, this study concludes that HOTS-based history learning effectively improves students' analytical history skills and shifts the learning orientation from lower-order thinking to higher cognitive engagement. This approach pedagogically contributes to fostering a critical, reflective, and contextual understanding of history that is relevant to the demands of 21st-century education.

Febi Pratama; Anwas Mashuri; Budi Sasomo

Aljabar : Jurnal Ilmuan Pendidikan, Matematika dan Kebumian 2026 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

The criterion for students who have been able to think critically is when they can think systematically, besides having awareness in thinking, then they can see the difference between mistakes and truths. The purpose of this research is to measure the extent of students' ability to think critically on the completion of Higher Order Thinking Skill (HOTS) questions, especially in the subject of mathematics and social arithmetic material for grade VII students. This research is classified as qualitative descriptive research. The subjects involved were 6 students in grade VII D SMPN 3 Ngawi. The method used is qualitative descriptive with data analysis techniques using models from Miles & Huberman. Meanwhile, at the time of data collection, the instrument was in the form of 2 HOTS questions that were in accordance with the research subject. In data collection using tests and interviews, tests are used to measure cognitive competence while interviews are used as a follow-up to explore in depth related to students' answers. Based on a series of research processes, it can be proven that the students studied are divided into 3 categories of ability, namely low, medium, and high.

Fadillah Aini Nasution; Nefi Darmayanti; Muhammad Basri

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2026 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

This study aims to analyze the implementation of Market Day activities in developing the social skills of children aged 5–6 years at TK IT Bunayya 7. The research focuses on planning, implementation, evaluation, and challenges faced by teachers during the process. A qualitative approach was employed, using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The subjects were 15 children from group B and their classroom teacher. The findings reveal that Market Day effectively fosters children’s social skills, including cooperation, communication, empathy, responsibility, and honesty. Through simple buying and selling activities, children learn to interact while practicing togetherness and Islamic values. Challenges identified include children’s inconsistent cooperation and teachers’ limited ability to manage the activities optimally. In conclusion, Market Day serves as a project-based learning method that provides meaningful, enjoyable, and contextual experiences to support the social development of early childhood.

Kenny David Ariyanto; Rony Gunawan Sunaryo

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini mengkaji transformasi jaringan perkotaan Kotabaru Yogyakarta melalui pendekatan tipomorfologis, dengan fokus pada ketahanan dan kemampuan beradaptasi elemen ruang di tengah perubahan perkotaan yang cepat. Awalnya dirancang berdasarkan konsep Garden City, Kotabaru telah mengalami transformasi signifikan, termasuk konversi zona perumahan menjadi penggunaan komersial, pengurangan ruang terbuka hijau, dan meningkatnya ketidakkonsistenan arsitektural. Menggunakan analisis spasial diachronis dari tahun 1925 hingga 2025, penelitian ini mengidentifikasi pergeseran morfologis kunci dan mengkategorikan elemen perkotaan menjadi tipe persisten, pendorong, dan patologis. Temuan menunjukkan bahwa meskipun beberapa struktur permanen, seperti jaringan jalan radial dan bangunan kolonial, tetap ada, mereka tidak cukup untuk mempertahankan idealisme Garden City di hadapan komersialisasi, tekanan populasi, dan tuntutan infrastruktur. Degradasi ruang hijau—dari 45,3% pada tahun 1925 menjadi 24,61% pada tahun 2025—lebih lanjut menyoroti hilangnya keseimbangan ekologi dan spasial. Studi ini menyimpulkan bahwa ketahanan jaringan perkotaan memerlukan lebih dari sekadar keabadian fisik; ia membutuhkan penegakan kebijakan yang konsisten, perlindungan ekologi, dan intervensi desain yang sensitif terhadap konteks. Temuan ini berkontribusi pada strategi revitalisasi berkelanjutan distrik perkotaan warisan di bawah tekanan modernisasi.