Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Siska Si'ki; Veronika Resta; Desmiati Pea; Jheane La'bi; Desrima Natalia Belopadang

Jurnal Pendidikan Dirgantara 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Modern students face high academic, social, and personal pressures, but Christian Religious Education has not yet maximized the potential of religious-based resilience. This study aims to: (1) analyze how the biblical values of faith, hope, and love can strengthen the components of students' psychological resilience in the cognitive, emotional, and spiritual dimensions; and (2) identify the integration mechanism between biblical teachings and psychological strategies in Christian Religious Education learning that can increase students' resilience in facing academic and personal stress. The method used is descriptive qualitative with a literature study approach to various journals, articles, and related academic sources. The results of the study show that the biblical values of faith, hope, and love are fundamental pillars that strengthen students' psychological resilience as a whole. Faith provides a foundation of self-confidence and personal competence, hope activates optimism and sustained motivation, while love builds healthy social relationships and essential emotional support. These three values work synergistically to strengthen students' emotional regulation, problem analysis, empathy, and self-efficacy. The deep integration of biblical teachings and psychology in PAK learning through biblical narratives, secure parenting relationships, supportive communities, and reflective feedback has proven effective in holistically improving student resilience. In conclusion, PAK learning that explicitly integrates biblical values with psychological resilience strategies is a transformative instrument for shaping students into individuals who not only perform well academically but are also spiritually strong, psychologically resilient, and ready to face complex life situations in accordance with the principles of 1 Corinthians 13:13 regarding faith, hope, and love

Adel N.Tafuli; Irma Ninu; Sakti N.U.Saingu; Aplonia S.Liu; Christofel Saetban

Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Penelitian ini mengkaji implementasi pendidikan karakter Kristen dalam keluarga di era kontemporer yang menghadapi berbagai tantangan globalisasi. Menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini menganalisis landasan teologis, konsep teoretis, dan strategi implementasi pendidikan karakter Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter Kristen memiliki fondasi yang kuat dalam konsep Imago Dei dan mandat Alkitabiah, khususnya Ulangan 6:6-7 dan Efesus 6:4. Keluarga berfungsi sebagai ecclesia domestica yang menjalankan fungsi kerygma, koinonia, leiturgia, dan diakonia dalam pembentukan karakter anak. Nilai-nilai fundamental seperti buah Roh (Galatia 5:22-23) menjadi karakteristik utama yang perlu ditanamkan melalui metodologi keteladanan, pendekatan naratif, disiplin redemptif, dan ritual keluarga. Namun, tantangan kontemporer seperti sekularisasi, relativisme moral, teknologi digital, perubahan struktur keluarga modern, dan pluralisme agama memerlukan strategi adaptif. Penelitian ini memperkenalkan Teori Transformasi Karakter Holistik (TKTH) yang mengintegrasikan dimensi teologis-antropologis, psiko-sosial, pedagogis-metodologis, dan komunal-ekosistemik. Revitalisasi pendidikan karakter Kristen dalam keluarga menjadi kebutuhan mendesak untuk membentuk generasi dengan fondasi moral dan spiritual yang kuat di tengah dinamika perubahan sosial yang cepat.

Maya Aberthina Boru; Adi Saingo, Yakobus

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2025 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Pengajaran yang dipimpin guru Kristen jangan hanya berfokus pada pemahaman konsep agama semata, tetapi juga meningkatkan inisiatif siswa dalam pengembangan sikap berkolaborasi, nilai kerja sama, dan keterampilan sosianya. Tanpa adanya kesadaran siswa untuk saling berkolaborasi dalam belajar akan membuat dirinya mengalami ketertinggalan di kelas. Penulisan artikel ini bertujuan untuk membahas mengenai model cooperative learning sebagai pendekatan mengajar yang Alkitabiah untuk meningkatkan kerja sama siswa. Penulisan artikel ini dilakukan dengan pengumpulan data dari dokumen-dokumen ilmiah yang memiliki keterkaitan dengan topik yang sedang didalami. Peneliti melakukan analisis data dengan cara mereduksi yang mengungkapkan hasil bahwa implementasi model cooperative learning sebagai pendekatan mengajar yang Alkitabiah untuk meningkatkan kerja sama siswa dapat dilakukan dengan guru mendorong siswa saling berkerja sama dan saling melayani, guru membantu siswa memahami materi secara utuh, guru membantu siswa untuk saling memotivasi dalam pertumbuhan rohani di komunitasnya, guru mendorong siswa saling mengingatkan untuk menerapkan nilai-nilai Alkitabiah dalam aktivitas sehari-hari, guru membantu siswa memiliki inisiatif saling berkolaborasi sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Model cooperative learning yang Alkitabiah memiliki dampak yang penting dalam meningkatkan kerja sama siswa sebagai bentuk sikap yang menjunjung nilai-nilai Kristiani.