SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

49,117 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-13 of 13

Analytics

Martina Labora Nainggolan; Agriva J. Pandiangan; Yusniarti Situmorang; Hisardo Sitorus

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This article discusses the importance of pluralism and multiculturalism in building a peaceful and harmonious society amid the cultural, religious, and ethnic diversity in Indonesia. Pluralism emphasizes the importance of mutual respect and valuing differences, while multiculturalism asserts that every culture has an equal status and deserves appreciation. These two concepts play a strategic role in strengthening national unity, preventing social conflicts, and fostering tolerance between religious groups and cultural communities in Indonesia. In the context of the existing diversity, the implementation of pluralism and multiculturalism not only strengthens the unity of the nation but also creates an inclusive and just society. Education that integrates these values is key in shaping a generation that appreciates differences and upholds harmony. This article uses a theoretical approach and social analysis to emphasize that pluralism and multiculturalism are the main foundations for the realization of a civilized society that respects differences and lives in unity. Therefore, these values need to be applied in every aspect of social life, education, and public policy.

Sera Triya Meilida

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Artikel ini mengkaji culture shock yang dialami oleh mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) asal Jawa yang mengikuti program studi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman dan dampak culture shock terhadap mahasiswa dalam proses adaptasi budaya, sosial, dan akademik mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif, studi ini menemukan bahwa mahasiswa asal Jawa mengalami berbagai tantangan budaya seperti perbedaan adat istiadat, bahasa, pola hidup, dan kebiasaan masyarakat setempat yang cukup berbeda dengan kehidupan mereka di Jawa. Meskipun demikian, sebagian besar mahasiswa berhasil mengatasi kesulitan tersebut melalui proses pembelajaran sosial dan kultural yang mendalam. Temuan ini menunjukkan pentingnya dukungan akademik dan sosial dalam mempercepat proses adaptasi bagi mahasiswa yang mengikuti program pertukaran antar daerah, serta memberikan wawasan tentang keragaman budaya Indonesia yang dapat memperkaya pengalaman pendidikan.

Yunita Yunita; Raden Rahma Restu Maulida; Naufalia Putri; Dede Nadien Rahmadini; Desi Hermawati

Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

The Baduy community located in Lebak Regency, Banten, is an ethnic group that still maintains its customs even today amidst the wave of modernization. This research aims to explore how the Baduy people preserve their customs and traditions as well as the challenges they face in facing changing times. In the era of globalization and modernization which has brought advances in technology and foreign culture, the Baduy people continue to maintain their cultural identity, especially through the principles of simple and sustainable living. This research uses qualitative methods combined with interview techniques and participant observation to understand their practices in preserving customs and traditions. The research results show that the preservation of Baduy customs is not only achieved through religious rituals but also the way they organize their socio-economic life, for example in an agricultural system that respects the environment and a lifestyle that prioritizes simplicity.  However, big challenges come from technological developments, economic changes and increasingly strong external cultural influences.

Yulies Tiena Masriani; Ridho Pakina; Mieke Anggraeni Dewi; Agnes Maria Janni Widyawati

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Peningkatan angka penyelenggaraan perkawinan anak, khususnya pada pedesaan merupakan salah satu dasar utama melakukan pengabdian masyarakat, dalam hal ini dengan bentuk sosialisasi dan edukasi terkait dampak perkawinan anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang turun langsung ke lapangan untuk secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi dengan warga dan perangkat desa Kelurahan Wonopolo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang sebagai upaya preventif peningkatan perkawinan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Perguruan tinggi melakukan pengabdian kepada masyarakat, termasuk menyediakan sosialisasi dan penyuluhan untuk mencegah pernikahan anak. Perkawinan anak dianggap melanggar hak anak dan merupakan bentuk kekerasan terhadap anak. Praktik ini sering kali disebabkan oleh kemiskinan, ketidaksetaraan gender, dan ketidakadilan sosial. Dampaknya sangat signifikan, dengan sebagian besar partisipan penelitian harus putus sekolah dan menghadapi kekerasan fisik dan psikologis. Di Indonesia, faktor-faktor yang menyebabkan pernikahan anak antara lain kondisi ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, keinginan pribadi, pergaulan bebas, dan tradisi adat. Pada daerah pedesaan, pernikahan anak masih sering dianggap wajar, terutama jika didukung oleh adat istiadat atau budaya. Kurangnya akses terhadap pendidikan dan informasi tentang kesehatan reproduksi juga menjadi faktor utama, serta masalah ekonomi dan perasaan malu akan pandangan dan stigma dari lingkungan sekitar.

Iin Turyani; Erni Suharini; Hamdan Tri Atmaja

SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS 2024 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This article examines the role of customary norms and values ​​in everyday life in society. Customary norms and values ​​are an integral part of culture that shape the identity and character of a community. The research results show that customary norms and values ​​function as behavioral guidelines, maintain social harmony, and strengthen solidarity between community members. Apart from that, customs also play a role in ritual ceremonies and various social activities that reflect togetherness and mutual cooperation. Although modernization and globalization pose challenges to the preservation of traditional customs, many communities are trying to maintain and adapt these values ​​in the contemporary context. This article emphasizes the importance of understanding and respecting traditional norms and values ​​to maintain the sustainability of local culture amidst the changing times.

Najicha, Fatma Ulfatun; Raichanah, Nasywa

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2023 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi Indonesia. Proses perumusan Pancasila melibatkan berbagai perdebatan, dan akhirnya, Pancasila diadopsi sebagai dasar negara. Oleh karena itu, sebagai warga negara Indonesia, kita memiliki kewajiban untuk menghormati kontribusi besar para pahlawan yang telah membentuk falsafah ini, yang berperan dalam menyatukan Indonesia yang beragam dengan berbagai suku, agama, ras, dan adat istiadat. Pancasila terbukti memiliki kebenaran sehingga mampu mempersatukan masyarakat bangsa indonesia (Sari & Najicha, 2022). Maka dari itu, Pancasila seharusnya dianggap sebagai panduan dan falsafah hidup bagi masyarakat Indonesia. Di tengah era globalisasi ini, sebaiknya masyarakat Indonesia mengadopsi Pancasila sebagai "cara hidup" atau pandangan hidup mereka, karena Pancasila memiliki kemampuan untuk berintegrasi dengan nilai-nilai yang terdapat dalam era globalisasi saat ini (Pratama & Najicha, 2022). Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keragaman budaya, dan ini memberikan tantangan dalam penyelenggaraan negara. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah memengaruhi peradaban global. Setiap perkembangan ini membawa dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah degradasi moral di kalangan bangsa Indonesia, yang sebagian disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu pengaruh negatif yang sangat mencolok adalah penyebaran berita palsu (hoax). Kata kunci: Hoax, Pancasila.

Heni; Rifai’i, Muhamad Nanang

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2023 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk membantu membentuk kepribadian seseorang. Penerapan dan penguatan karakter peserta  didik di era modern saat ini mempunyai tantangan sendiri terkhusus untuk para guru di Indonesia. Tantangan itu juga dihadapi oleh siswa itu sendiri di era perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan mudah  dijangkau. Di era modern ini sebagai bangsa yang kuar harus mempunyai prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Implementasi pendidikan karakter disekolah sangat membutuhkan kompetensi guru yang bisa bersaing diera modern ini. Di era modern saat ini penerapan dan pengembangan yang terjadi di sekitar siswa. Maka dari itu kreativitas dan inovasi antara keluarga atau orang tua dan guru dilakukan di dua arah yakni memosisikan diri menjadi pendengar yang bagi anak atau siswa saat di rumah atau disekolah. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah berupaya untuk menanamkan karakter yang tetap berpegang teguh terhadap kebudayaan dan adat istiadat yang ada di Indonesia tetapi tidak tertinggal dengan kemajuan di era modern seperti sekarang ini. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi yang terdiri atas empat komponen proses analisis yaitu, pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.   Kata kunci :  peran orang dan lingkungan modern karakter siswa atau peserta didik guru Indonesia.

Julianus Benjamin Luklay; maskur, alimaskur

Jurnal Hukum dan Sosial Politik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Hidup berdampingan berlandaskan Hukum Larvul Ngavbal dan falsafah Ain Ni Ain merupakan ciri khas masyarakat adat di Kepulauan Kei di Kabupaten Maluku Tenggara. Perkembangan teknologi, merubah pola pikir dan tingkah laku sehingga membuat manusia berbuat diluar adat istiadat. Kabupaten Maluku Tenggara ada pertikaian antara Desa Letvuan Kecamatan Hoat Sorbay dan Desa Debut di Kecamatan Manyeuw. Kehadiran Satuan Brigade Mobil (Brimob) dibutuhkan untuk menangani konflik yang sedang terjadi. Rumusan masalah mengenai bagaimana kriteria konflik yang mewajibkan Brimob untuk mengambil tindakan? Apa tindakan Brimob dalam mengatasi konflik antara Desa Letvuan dan Desa Debut?. Penelitian kualitatif dengan pendekatan partisipasi aktif, wawanara dan observasi. Hasilnya, Satuan Brimob adalah satuan khusus yang bertugas untuk menangani konflik antara Desa Letvuan dan Desa Debut. Penanganan yang dilakukan yaitu melerai massa yang bertikai dan penjagaan secara intensif. Upaya penanganan pasca konflik, anggota satuan Brimob berkoordinasi dengan pimpinan desa dan pemangku adat untuk dapat memberikan arahan bagi masyarakat agar menghindari konflik.

Delta Aztianisa Salsabila; Rianti Jahera S.

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya dan aktivitas masyarakat Kampung Naga yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kampung Naga adalah kekayaan budaya yang ada di Tasikmalaya. Budaya di Indonesia sangat beraneka ragam yaitu seperti rumah adat, upacara adat, pakaian adat tradisional, tarian adat tradisional, alat musik dan lagu tradisional, dan senjata tradisional. Setiap masyarakat pasti memiliki budayanya sendiri dalam budaya pasti ada ciri khas tersendiri yang sudah melekat sejak nenek moyang ada dan sampai sekarang turun temurun Masyarakat Kampung Naga masih mempertahankan tradisi dan adat istiadat seperti menjaga tatanan hidup masyarakat kampung. Masyarakat nya relative terbuka mereka bisa menerima perkembangan zaman walaupun yang mereka pegang teguh adalah adat, perkembangan zaman dan teknologi tidak membuat Kampung Naga kehilangan identitasnya. Melestarikan budaya di Kampung Naga ini menjadi aspek penting dalam kehidupan masyarakat setempat karena masyarakat Kampung Naga identik dengan gaya hidup yang masih berpedoman pada adat istiadat setempat. Aktivitas yang dilakukan oleh masyarakatnya sebagian besar beraktivitas bertani. Penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini menggunakan prosedur kualitatif sebagaimana mengacu pada teknik pengumpulan data berupa cerita, gambar, dan tulisan wawancara. Hasil penelitian ini adalah  aktivitas kehidupan di masyarakat Kampung Naga terdiri dari mata penceharian, membuat kerajinan tangan untuk wisatawan yang berkunjung. Budaya yang masih di junjung di Kampung Naga terdiri dari Upacara Adat dan pantangan – pantangan yang tidak boleh di lakukan di Kampung adat tersebut.

Muhammad Abdul Gofur; Muhamad Fahmi Ridho Auliya; Mukh Nursikin

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Indonesia adalah bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai suku, ras, bahasa, adat istiadat, agama, dan budaya. Masyarakat Indonesia juga dikenal sebagai masyarakat multikultural dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam. Secara konseptual, multikulturalisme mengacu pada profil negara sebagai bangsa yang majemuk dan masyarakat yang multikultural. Warga negara akan menghargai pluralitas dan multikulturalisme berdasarkan prinsip pemerataan. Multikulturalisme sebagai konsep keragaman dan pemerataan harus diakomodasi dalam sistem pendidikan nasional. Itu harus tercermin dalam kurikulum.      

Vinsensius Bawa Toron; Paulinus Tibo

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini dengan judul Nilai-nilai Adat dalam Komunitas Basis (KBG). Penelitian dilakukan di Desa Tanalein, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah normatif sosiologis. Komunitas Basis Gereja (KBG) sejak  Gereja perdana telah terbentuk. Komunitas Basis Gereja yang ditekankan adalah nilai kesetiaan, hidup bersama, bekerja bersama, loyalitas, saling membagi, saling mendengar, bersama melakukan pelayanan Injil Kerajaan Al1ah dan bersama menyerukan pertobatan. Bertolak dari nilai-nilai dimaksud, Gereja lokal juga telah memiliki nilai budaya telah tumbuh dan berkembang. Gereja lokal melihat itu sebagai  kekayaan dalam pengembangan KBG. Koun dan wuu’ lolon dalam bercocok tanam yang diangkat dalam penelitian ini memiliki nilai-nilai kerjasama, saling mendengar dan bersyukur. Untuk menuju model KBG masa kini, maka prinsip Koun dan wuu’ lolon  yang telah merasuk di setiap klan dalam adat istiadat dalam hal ini bercocok tanam harus menjadi menjadi prinsip-prinsip yang menjiwai sebuah KBG.

Asiah Sanyah Hasanah Simanjuntak; Yuliza Chintia

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Local wisdom atau disebut dengan kearifan lokal yang merupakan cara atau suatu kegitan yang sedang di lakukan masyarakat pada daerah tertentu mengenai suatu pemahahan yang sangat mendalam mengenai suatu pengetahuan mengenai bagaimana asal mula dari suatu tempat tinggal yang sedang di tempati sekitar dan memiliki perkembangan Local wisdom atau kearifan lokal adalah cara atau praktik yang dilakukan masyarakat di daerah tertentu tentang pemahaman mendalam mereka yang berasal dari lingkungan sekitar dan dikembangkan oleh warga setempat secara turun temurun. Kearifan local muncul dari dalam mereka sendiri dan dikembangkan selama beberapa generasi dan tertanam dalam diri masyarakat. Kearifan local merupakan warisan nenek moyang yang menyatu dengan religi, budaya dan adat istiadat.namun sekaran kearifan local sudah mulai memudar karena masyarakat modern menganggap bahwa kehidupan modern lebih baik. Oleh karena iitu literatur ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang kearifan lokal. Metode yang digunakan yaitu sistematik literature review yang didapat dari hasil review dari beberapa sumber artikel.

Adha, Muhammad Mona; Ulpa, Eska Prawisudawati

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pendidikan merupakan suatu hal yang paling penting untuk membentuk kepribadian seseorang. Penanaman dan penguatan karakter peserta didik era modern saat ini memiliki tantangan tersendiri khususnya bagi para guru di Indonesia. Tantangan juga dihadapi oleh diri siswa itu sendiri ditengah perkembangan teknologi dan informasi yang super cepat dan dapat dijangkau dengan mudah. Guru harus menyesuaikan keadaan perubahan situasi modern saat ini dengan perkembangan diri siswa, agar nilai positif menjadi transformasi diri untuk memiliki karakter yang baik selaras dengan budaya atau adat istiadat yang melekat kuat di Indonesia. Sebagai bangsa yang kuat di era modern ini haruslah mempunyai prinsip-prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Implementasi pendidikan karakter di sekolah diperlukan kompetensi guru yang mampu turut berkompetisi di era modernisasi ini. Di era modern saat ini penanaman dan pengembangan nilai-nilai karakter menemui hambatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu, hal tersebut turut dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di sekitar siswa maka dari itu kreativitas dan inovasi antara orang tua dan pendidik harus terus dikembangkan. Intensitas komunikasi antara siswa, orang tua, dan guru dilakukan dua arah dan memposisikan diri sebagai pendengar yang baik bagi siswa saat berada di rumah dan di sekolah.