SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-10 of 10

Analytics

Ririn Sabriadi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study aims to improve the ability to write job application letters among 12th-grade students at SMK BAZNAS Makassar through a contextual approach. The background of this research is based on the students’ low skills in writing job application letters in accordance with linguistic conventions and proper text structure. The method used is Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. Data collection techniques include observation, writing tests, and documentation. The results of the study show that the contextual approach significantly enhances students' ability to write job application letters, as evidenced by an increase in the average score from 68.5 in the pre-cycle to 81.2 at the end of the second cycle. This research recommends that Indonesian language teachers at vocational schools implement contextual approaches as an effective and relevant teaching strategy aligned with workplace demands.

Nisaul Zahra; Yuni Sonia; Saida Adilla; Riski Ainaul Mardiyah; Dinda Amelia

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2024 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Semantics is defined as a field of linguistics that studies meaning. This includes semantic relationships or meaning relationships between language units, such as words, phrases, clauses, and sentences. Language units can be words, phrases, or sentences; and semantic relationships. In this study, the team of authors will discuss material related to semantics in language and technology. The purpose of this study is to provide new and in-depth knowledge related to the branch of linguistics, namely semantics in the realm of language and the development of the resulting technology.

Nisaul Zahra; Yuni Sonia; Saida Adilla; Riski Ainaul Mardiyah; Dinda Amelia

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2024 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Semantics is defined as a field of linguistics that studies meaning. This includes semantic relationships or meaning relationships between language units, such as words, phrases, clauses, and sentences. Language units can be words, phrases, or sentences; and semantic relationships. In this study, the team of authors will discuss material related to semantics in language and technology. The purpose of this study is to provide new and in-depth knowledge related to the branch of linguistics, namely semantics in the realm of language and the development of the resulting technology.

Eddy saputro, isnaini; Faizin, Muhammad

Nusantara Mengabdi Kepada Negeri 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

In the 21st century, the acquisition of English as a second language is very important for a group of children in Walal Village who are currently studying at elementary school. This is useful for supporting 6 skills of 21st century education, namely critical thinking, communication, creativity, collaboration, culture and connectivity. Walal Village is one of the model villages in Sorong Regency which has a high enthusiasm for creating the latest breakthroughs, especially in the field of education. Walal Village is located in Salawati District which must be traveled 35 kilometers from Sorong City. Thus, access to information related to education is very limited for children in Walal Village. In this case, students of the Community Service Lecture (KPM) at the Muhammadiyah Sorong Education University provided one month of English literacy assistance for the children of Kampung Walal community. The aim of this assistance is an effort to empower Human Resources (HR) through a community empowerment program for English language learning guidance.  This English literacy assistance is very important to provide to Walal Village children who are already aware of the importance of English around them. This program is also related to the description of the Walal Village Government's vision and mission in developing human resources in terms of quality education. English literacy assistance includes acquiring English, processing language in the form of remembering and memorizing words or terms, and understanding meanings that can be applied to listening, reading, speaking and writing skill activities. The efforts of this English literacy assistance are to change the mindset of the children of Walal Village that learning English is fun, regardless of age, and affordable. In fact, through mentoring, children in Walal Village experience changes in knowledge and attitudes during the English literacy process.

Sintia Pratama; Irna Yanti; Erva Siti Nurchotimah

Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris 2023 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study aims to determine the comparison between Indonesian and Malay from a phonological aspect by using the cartoon series "Upin and Ipin" as research subjects. The research was conducted using descriptive qualitative methods using free listening techniques. Researchers found phonetic elements in the entire Malay language that aired on the episode Season 15 Gerobok Rezeki. It has been found that Malay and Indonesian have almost the same function of stress, tone, intonation and duration in the pronunciation of vocabulary sounds. The difference between the two is the nasal sound that is more inherent in Malay. There are also differences in phonological aspects in the form of changing the vowel "a‟ to the vowel "ə‟ in some vocabulary words with the same pattern of wording and meaning.    

Putri, Putri Malia; Idris Supriyadi; Dede Imtihanudin

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

English learning in children in the village is quite underdeveloped, as kkn students empathize so that children in the village can learn English well, making tutoring as a means is often done so that children can learn comfortably at times other than school, making singing as a learning method so that learning becomes light, the results obtained from this method are children memorizing new vocabulary, and good pronunciation.

Prasetyo Yuli Kurniawan; Setiawan Setiawan; Evi Rahmawati

Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Campur kode berarti menggunakan dua bahasa atau lebih dalam waktu yang bersamaan. Kode mengacu pada bahasa berdasarkan ragam daerah, dialek sosial (siolek), ragam dan gaya, serta ragam pemakaian dan pencatatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan fenomena campur kode dalam komunikasi pada masyarakat desa Kedungbokor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber bahan penelitian adalah para pedagang pasar tradisional desa Kedungbokor yang melakukan transaksi jual beli dan komunikasi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pedagang pasar tradisional yang digunakan sebagai sumber data diidentifikasi terlebih dahulu. Pedagang pasar diobservasi dan diwawancarai oleh peneliti dengan menggunakan kuesioner.

Azimah Azzahra; Husna Ibrahim; Nur Rohimah; Shakira Fadla Nasution; Zulfa Zakiyyah

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kata ‘menyimak’ dalam bahasa Indonesia memiliki kemiripan makna dengan ‘mendengar’ atau ‘mendengarkan’. Oleh karena itu, kedua kata tersebut sering menimbulkan kerancuan pemahaman. Menyimak mempunyai arti menangkap suatu bunyi dengan telinga. Namun, mendengarkan dilakukan secara kebetulan dan tidak direncanakan. Menyimak berarti memperhatikan baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang. Akan tetapi, mendengarkan merupakan menangkap bunyi dengan sungguh-sungguh. Contohnya pada anak sekolah yang lagi belajar dan anak yang sedang membangunkan temannya karena ada gempa. Menyimak merupakan kegiatan keterampilan berbahasa mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mereaksi bunyi bahasa atas makna yang terkandung di dalamnya. Dengan pengertian lain menyimak berarti kemampuan memahami pesan yang disampaikan melalui bahasa lisan. Berbicara dan menyimak sangatlah berhubungan, terutama dalam proses komunikasi, saling tukar informasi, saling bergantian peran, dan saling memahami apa yang dikatakan oleh lawannya. Oleh karena itu menyimak dapat dikatakan sebagai kegiatan berbagasa reseptif dalam suatu kegiatan bercakap-cakap dengan medium audio atau visual. Misalnya pada saat khutbah jumat dan mendengarkan pengumuman di stasiun atau bandar udara. Kegiatan menyimak dilakukan oleh seseorang dengan bunyi bahasa sebagai sasarannya, sedangkan mendengarkan sasarannya dapat berupa bunyi apa saja. Selain itu menyimak dilakukan dengan sengaja, terencana dan ada usaha untuk memahami atau menikmati apa yang disimak dan ada tanggapan setelahnya, sedangkan mendengarkan dilakukan dengan bisa sengaja  dan tidak serta tidak ada usaha untuk memahami apa yang didengar.  

Hilda Melani Purba; Humairo Sakinah Zainuri; Nadia Syafitri; Rizky Ramadhani

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Membaca merupakan suatu proses yang dilakukan untuk melatih keterampilan dalam berkomunikasi lisan. Membaca adalah suatu proses pembacaan sandi yang penulis buat untuk pembaca. Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa di dalam atau pelajaran Bahasa Indonesia. Mulai dari SD, SMP, SMA, bahkan sampai di perguruan tinggi ini masih dipelajari. Keterampilan membaca sangat penting di semua kalangan Pendidikan, karena Ketika seorang peserta didik atau mahasiswa tidak memiliki keterampilan membaca, maka akan terjadi ketertinggalan zaman yang diakibatkan ketidaktahuan membaca. Pembelajaran membaca memiliki peran penting dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Semua pendidik berharap anak didiknya menguasai keterampilan membaca. Salah satunya adalah siswa dapat membaca dengan cepat untuk menemukan ide pokok.

Agustin Linawati; Thomas Vacum Fitonis; UmmiMulyaningsih; Asep Purwo Yudi Utomo

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Salah satu komponen penting dalam bahasa adalah kalimat. Bahasa dan kalimat merupakan suatu kesatuan yang berkorelasi antara satu dengan lainnya. Penelitian yang berjudul Analisis Kalimat Berdasarkan Tata Bahasa Struktural daIam Cerpen Robohnya Surau Kami Karya A.A. Navis bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kaIimat yang terdapat pada cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A.Navis. Kajian yang dilihat adalah struktur kaIimat berdasarkan tata bahasa struktural. Tujuan dari penelitian ini yakni menganalisis kalimat dalam cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis dengan berpedoman pada tata bahasa struktural. Pada penelitian pada artikel ini menggunakan  metode penelitian kuaIitatif. Data kajian diperoleh secara langsung dari kutipan-kutipan kalimat yang terdapat pada cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis. Adapun kalimat yang akan dibahas pada penelitian ini yaitu struktur kalimat berdasarkan pada tata bahasa struktural. Hasil analisis mengungkapkan bahwa kalimat bisa diuraikan melalui penetapan satuannya sampai pada elemen terkecilnya yaitu kata. Terdapat  perbedaaan kategori dan fungsi sintaksis, serta peran semantik didalam komponen-komponen kalimat. Selanjutnya, kalimat tersebut akan diidentifikasi berdasarkan bentuk, kategori, fungsi, dan peran. Analisis tersebut menunjukkan bahwa antara bentuk, kategori, fungsi, dan peran itu mempunyai korelasi atau persamaan baik dari ragam kaIimat dasar, unsur kalimat inti beserta konstituennya, dan pola kalimat topik komen. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para pembaca supaya bisa memperdalam pengetahuannya di bidang bahasa dan sastra.