Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-9 of 9

Analytics

Vira Wahyu Ningsih

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research aims to, (1) To analyze students’ skills in writing drama texts using the Character Learning Project strategy for class XI students at Prama Artha Bandar Huluan Private Vocational School. (2) To analyze students’ skills in writing drama texts without using the Character Learning Project strategy for class XI students at Prama Artha Bandar Huluan Private Vocational School. (3) To analyze the influence of the Character Learning Project strategy on the drama text writing skills of Prama Artha Bandar Huluan Private Vocational School class students. The population in this study were class , and writing linguistic rules for drama texts. The method used in this research is a two group posttest design. Data analysis techniques use analysis prerequisite tests, normality tests, and hypothesis tests. The research results in the control class obtained an average of 71.58 and were included in the sufficient category. Meanwhile, the research results used the Character Learning Project strategy 82.19 and were included in the very good category. Through hypothesis testing, namely 2.02 7.57, it can be concluded that there is a significant influence from the use of the Character Learning Project strategy on the Drama Text Writing Skills of Class XI Students of Prama Artha Bandar Huluan Private Vocational School.

Dwi Nor Wardiani; Siti Azizah

JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Teat dipping is the activity of dipping a dairy cow’s teat into an antiseptic solution was prevent mastitis. Every dairy farmer has different knowledge, attitude and skills. This research to determine the correlation between characteristics, knowledge, and attitude with skills of dairy farmers in teat dipping practices using correlation with SPPS 26. The method used in this research is a descriptive quantitative survey. The study was conducted at KUD Tulus Bakti, Pagu, Kediri from 7 June to 5 September 2021. Respondents in this study were 30 members KUD Tulus Bakti and dairy farmer. The result show that the knowledge and the attitudes of the dairy farmer in this study were categorized as good, and the skills of the dairy farmer in the study were categorized as moderate. Characteristics based on age, education level, number of livestock and farming experience are related to the farmer's skill in teat dipping practice. There is a significant correlation between knowledge and skills of dairy farmer in the practice of teat dipping of KUD Tulus Bakti members, and the level of the correlation is moderate. There is a significant correlation between attitudes and skills of dairy farmer in the practice of teat dipping members of KUD Tulus Bakti, and the level of correlation moderate.

Syawal Muslianti; Yulia Rahman; Khairuddin Khairuddin; Bambang Trisno

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research is motivated by the fact that there are still OSIS members who are engrossed in social media, there are still OSIS members who are not able to communicate well when asked to appear, there are still OSIS members who lack the courage to express their opinions in front of the forum, there are still OSIS members who are not lacking in courage, appreciate, for example, whwn friends have on opinion, there are still OSIS members who don’t care, for example when a friend is in trouble, there are still OSIS  members who are negligent in their duties, there are still OSIS members who are less active in, for example, asking questions and it is difficult for OSIS members to apply a friendly charakter. and communicative, and so on. The purpose of this research is to find out the OSIS activities, find out the friendly and communicative character education contailed in the OSIS activities and to find out the impact of OSIS activities on friendly and communicative charakter. The type of research used is descriptive qualitative. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The data analysis techniques used are data reducation, data display, and data verification. Result of research at MAN 3 Agam: OSIS routine gate picket activities, cleaning prayer rooms, scheduling calls to prayer and prayers, muhadharah and meetings. Non-routine activities MAN Competition, Classmeeting, LDK, class XII farewell, HBN, HBI. LDK OSIS activitie, muhadharah, meetings, MAN Competition, Classmeeting, teacher’s day, class XII farewell can educate friendly and communicative charakter. The impact of this OSIS activitiy is that OSIS administrators can communicate politely, be good listeners, be attentive, cooperate, be respectful and be active.

Chairunnisa Chairunnisa; Defany Dwi Rahmadhani; Nabila Ratri Widya Astuti; Syifaun Nafisah

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to find out how extracurricular activities carried out at SDN 244 Guruminda and SD Plus Al Ghifari can help develop students' character and skills. The research used a descriptive analysis method with the research subjects being the deputy head of the school in the field of curriculum and students. Data collection techniques by conducting interviews and observing extracurricular activities at school. As a result, extracurricular activities at school are able to have a good impact on students in the form of developing students' character and skills. Extracurricular activities carried out outside the classroom provide a variety of learning that is not only fixed in the classroom. Extracurricular activities provide learning experiences outside the classroom for students to become independent human beings, able to work together, able to solve problems, be creative, and always behave well. Therefore, schools as educational units should always carry out extracurricular development activities in order to create students who have good character as a provision to more easily survive life in the future.

Siti Rahmawati Kahar

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini menekankan pada penggunaan edmodo sebagai salah satu bentuk aktifitas pembelajaran bahasa berbasis komputer (CALL activity), menginvestigasi pengaruhnya terhadap keinginan berkomunikasi (willingness to communicate/WTC dalam belajar bahasa inggris. Tujuan penelitian ini ada dua, satu sisi penelitian ini mencoba untuk menguji pengaruh edmodo terhadap keinginan siswa berkomunikasi (students’WTC) dan disisi lain penelitian ini mencoba untuk menemukan aktifitas-aktifitas pembelajaran yang terbaik yang dapat mempengarui keinginan siswa berkomunikasi (students’ WTC). Jumlah total partispan meliputi 27 siswa SMKN 4 Kendari. Dalam pengambilan sample, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Instrument pengumpulan data terdiri atas close dan open ended kuesioner. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode campuran. Data kuantitatif berasal dari close ended kuesioner, sementara open ended kuesioner digunakan sebagai data kualitatif. Paired sample t - test digunakan untuk mencari pengaruh edmodo terhadap keinginan siswa berkomunikasi (students'WTC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan edmodo terhadap  keinginan siswa berkomunikasi (students'WTC sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan. Hal ini berbeda dengan hasil open ended kuesioner yang menunjukkan bahwa edmodo dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap keinginan mereka berkomunikasi. Perbedaan hasil ini dipengaruh oleh beberapa faktor yaitu persepsi siswa terhadap edmodo, teknologi, karakteristik keterampilan bahasa dan rancangan kegiatan pembelajaran. 

Dwi Putriana Naibaho

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu strategi pembelajaran yang berorientasi kepada kebutuhan belajar peserta didik. Arti dari diferensiasi adalah proses belajar mengajar untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik dalam memahami materi pembelajaran berdasarkan karakteristik, kemampuan, minat, gaya belajar, dan kekuatan mereka sehingga sukses dalam proses pembelajarannya. Guru diharapkan mampu menanggapi atau merespon kebutuhan belajar tiap peserta didik, menciptakan lingkungan belajar, manajemen kelas yang efektif, dan penilaian berkelanjutan sesuai dengan profil belajar mereka. Dalam pembelajaran berdiferensiasi terdapat empat aspek yang dapat dikendalikan oleh guru yaitu konten, proses, produk, dan lingkungan atau iklim pembelajaran di kelas. Guru dapat mengkategorikan kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan tiga aspek yaitu kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik. Peserta didik akan menunjukkan kinerja yang lebih baik apabila penugasan yang diberikan guru sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya dan memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri mereka serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai.

Anis Fatihatul Madaniah; Infadzah Al Shidqi; Torik Mabruri; Sahlani Sahlani; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berpikir adalah aktivitas kebiasaan manusia yang memungkinkan manusia mengatasi keterbatasan nya sehingga manusia dapat mengarahkan dirinya dan tindakannya ke arah yang lebih baik di masa depan. metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif melalui studi pustaka, penelitian buku, majalah artikel ilmiah yang diperoleh dari media elektronik seperti internet dan google scholar. peran pendidikan karakter dalam membentuk kemampuan befikir kritis generasi muda di Indonesia sangat lah penting untuk dibahas. aspek perilaku yang mentargetkan perubahan adalah perubahan cara berpikir, berperilaku, dan bertindak lebih baik mengembangkan keterampilan inovatif generasi muda. hal ini tidak terlepas dari kesadaran setia negara akan potensi generasi mudanya. untuk meningkatkan kecerdikan dan harmoni teknologi dan industrialisasi dalam kehidupan sehari-hari. pengembangan soft skill generasi muda di setiap negara memiliki metode dan indikasi yang berbeda. “Soft skills merupakan keterampilan dan kecakapan hidup, baik untuk sendiri, berkelompok, atau bermasyarakat, serta dengan sang pencipta. dengan mempunyai soft skills membuat keberadaan seseorang akan semakin terasa di tengah masyarakat. keterampilan akan berkomunikasi, keterampilan emosional, keterampilan berbahasa, keterampilan berkelompok, memiliki etika dan moral, santun dan keterampilan spiritual”. dunia kerja tidak hanya memprioritaskan pada kemampuan akademik (hard skills) yang tinggi saja, tetapi juga memperhatikan kecakapan dalam hal nilai-nilai yang melekat pada seseorang atau sering dikenal dengan aspek soft skills. oleh karena itu, generasi milenial saat ini harus meningkatkan keterampilan mereka dan menyadari pentingnya mengembangkan soft skill agar lebih kompetitif baik di tempat kerja, di dunia akademis maupun di dunia lingkungan masyarakat nya.  

Dyah Larasati; Putri Aulya Andriani

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak Lunturnya penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu tampaknya mulai marak di kalangan generasi muda. Banyak sekali generasi muda yang justru bangga ketika dalam kesehariannya fasih dalam berbahasa asing dan justru tidak memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Di tengah keironian tersebut, penulis memberikan analisis singkat mengenai betapa pentingnya berbahasa Indonesia dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme. Diharapkan dengan adanya analisis singkat ini akan menyadarkan generasi muda betapa pentingnya memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Analisis kali ini menggunakan metode analisis deskriptif dimana penelitian berusaha mendiskripsikan suatu fenomena atau kejadian yang terjadi yang datanya berupa sajian data lisan ataupun tertulis dari orang-orang disekitar kawasan objek penelitian yaitu bahasa Indonesia itu sendiri. Dari analisis singkat ini didapatkan kesimpulan bahwa untuk membentuk generasi bangsa yang nasionalis dapat dimulai dari langkah kecil seperti membiasakan diri sendiri untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa keseharian dan terus menerus mengasah kemampuan berbahasa Indonesia baik melalui keterampilan menulis ataupun berbicara.

Laila Nurhana; Henri Peranginangin; Dadan Mardani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan implementasi pendekatan kontekstual pada pembelajaran tematik serta mengetahui faktor pendukung serta penghambat dalam penerapan pendekatan kontekstual siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Swasta Sirojul Muslimin Jakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukanpenerapan implementasi pendekatan kontekstual pada pembelajaran tematik dapat mempengaruhi keaktifan belajar siswa, dapat mengembangkan potensi diri siswa, kemandirian siswa dalam mencari sumber informasi, menunjang keterampilan yang dimiliki siswa dan mampu menghubungkan pengetahuan yang dimilikinya dengan kehidupan sehari-hari. Adapun faktor pendukung pada penerapan implementasi pendekatan kontekstual pada pembelajaran tematik yaitu terdapat pada tema yang bervariatif dalam pembelajaran tematik sehingga antusias belajar siswa semakin meningkat, siswa dengan mudah mengaitkan materi dengan situasi kehidupan sehari-hari, dan penggunaan media pembelajaran yang beragam. Sedangkan faktor penghambat terdapat pada segi waktu yang kurang maksimal, berbedaan karakter anak dalam menguasai pembelajaran, dan fasilitas internet kurang memadai.