Publication Search

70,604 articles from 612 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1761-1780 of 1,816

Analytics

Ratnasari Ratnasari; Tria Puspita Sari

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2019 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Latar Belakang: Pemilihan kontrasepsi yang digunakan oleh wanita perlu mempertimbangkan pengaruh metode tersebut terhadap fungsi reproduksi sekaligus kesejahteraan umum. Alat kontrasepsi pil dan suntikan mempunyai permasalahan atau efek samping paling utama yaitu gangguan pola haid. Hasil studi pendahuluan pada akseptor KB pil dan suntik kombinasi didapatkan 2 dari 5 akseptor KB Pil Kombinasi mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Sedangkan akseptor KB Injeksi Kombinasi 1 dari 5 orang mengalami siklus haid yang tidak teratur. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan siklus menstruasi akseptor KB pil dan injeksi kombinasi. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan Survey Analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Puskesmas Kerjo. Sampel yang diambil adalah akseptor KB pil dan injeksi kombinasi. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 60, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Quota Sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket. Teknik analisa data pada analisis bivariat menggunakanT test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan siklus menstruasi akseptor KB pil kombinasi mayoritas normal (90%). Sedangkan siklus menstruasi pada akseptor KB injeksi kombinasi mayoritas juga normal (90%). Analisa bivariat padaperbedaan siklus menstruasi akseptor kb pil dan injeksi kombinasi menunjukkan nilait hitung lebih kecil dari t tabel (0,192 < 1,67065). Sehingga tidak ada perbedaan siklus menstruasi antara KB pil dan injeksi kombinasi. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan siklus menstruasi akseptor KB pil dan injeksi kombinasi.

Irwan Irwan

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2019 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Perkawinan antara orang-orang yang dibaptis, oleh Kristus Tuhan diangkat ke martabat sakramen. Ada rahmat sakramental dalam perkawinan ini. Perkawinan antara seorang Katolik dengan seorang yang tidak dibaptis, perkawinan antar-iman, bukanlah sebuah sakramen. Apakah perkawinan antar-iman ini tanpa rahmat? Apakah perkawinan antar- iman tidak dapat diceraikan? Untuk menjawab pertanyaan ini digunakan dokumen- dokumen Gereja Katolik dan pendapat beberapa teolog moral.

Ferry Hartono

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2019 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Yesus ditampilkan Injil Markus sebagai karakter yang misterius. Studi tentang kemisteriusan pribadi Yesus semakin menanjak belakangan ini sejak Wrede mengungkapkan teori tentang “Rahasia Mesianis”-nya. Analisis karakter Yesus secara naratif  dalam  artikel  ini  merupakan  salah  satu  upaya  terfokus  untuk  membantu mengungkit beberapa aspek dari “Rahasia” ini. Saya menggunakan metode analisis karakter yang dirancang oleh Malbon, yang berfokus pada performa karakter, dalam hal ini Yesus. Analisis ini menaruh perhatian pada apa yang karakter-karakter lain katakan kepada dan tentang Yesus; apa tanggapan Yesus; apa yang Yesus lakukan, serta apa karakter-karakter lain lakukan sebagai tanggapan atas kata dan tindakan Yesus. Pembahasan hanya dibatasi atas Mrk 4:35-8:30 karena dalam bagian inilah terjadi proses identifikasi  karakter  Yesus  yang  berpuncak  pada  pengakuan  Petrus  atas  Kemesiasan Yesus. Proses ini tampak terkait secara hakiki dengan tonggak peristiwa misi pertama Yesus ke seberang, yang notabene merupakan daerah orang non-Yahudi. Hasil dari studi ini menunjukkan karakter Yesus yang familiar, meneguhkan beberapa fakta yang sudah ada sebelumnya, sekaligus menyajikan aspek-aspek yang mungkin mengejutkan.

Anita Trisiana, Dela Ayu Kaswadi, Eko Wulandari &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Kedudukan manusia sebagai makhluk sosial, mempunyai arti bahwa manusiatidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Sedangkan kedudukan manusiasebagai makhluk berbudaya memiliki arti bahwa manusia diberi budi pekerti dan akalpikiran untuk menciptakan suatu budaya. Dalam hal ini, agar terciptanya keserasian darikedua aspek tersebut perlu adanya komunikasi ataupun interaksi antar sosial budaya.Karena manusia diciptakan dengan budayanya masing-masing dan lingkungan sosialyang berbeda-beda. Komunikasi antar sosial budaya ini sangat penting, karenatujuannya adalah untuk mengatasi perbedaan budaya dan lingkungan sosial. Karenapada saat kita berinteraksi dengan orang lain pasti melibatkan orang yang berbeda latarbelakang sosial dan budaya tidak hanya itu saja komunikasi sosial budaya ini jugabertujuan untuk mempelajari nilai-nilai sosial budaya seseorang yang sedangberinteraksi dengan kita. Namun, dalam komunikasi perlu adanya norma atau nilaisosial budaya. Hal ini bermaksud agar pada saat berkomunikasi seseorang memilikipedoman atau aturan agar tidak menyimpang atau bahkan menyinggung seseorang yangterlibat dalam interaksi tersebut karena adanya perbedaan latar belakang antara sosialbudaya. Seiring berjalannya waktu, saat ini komunikasi mulai melibatkan interaksiorang-orang yang berbeda tingkat modernitasnya. Perkembangan teknologi komunikasiberkembang sangat pesat di era globalisasi saat ini. Tidak menutup kemungkinan akanterjadi permasalahan baru yang timbul akibat dari globalisasi tersebut, misalnya akanadanya perubahan unsur kebudayaan yang sangat cepat, tidak sesuainya unsur yangsaling berbeda sehingga menimbulkan ketidakserasian kehidupan sosial untukmemecahkan permasalahan tersebut perlu adanya penyesuaian terhadap perubahanunsur budaya agar tercipta keserasian dalam kehidupan sosial.Kata kunci: Komunikasi, Sosial budaya, Globalisasi.

Anita Trisiana, Dia Indriyana, Dinda Aulia Putri Jalasenastri &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pancasila adalah dasar filsafah Negara Indonesia yang terdapat di dalampembukaan UUD 1945.Pancasila dijadikan pedoman untuk mengkaji,menganalisis dan memecahkan permasalahan.Pancasila sebagai norma kehidupanmasyarakat, bangsa dan Negara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptifyaitu metode yang mencari fakta dengan interpretasi yang tepat. Metode inimempelajari tata cara berlaku dan masalah yang ada dalam masyarakat sertasituasi tertentu. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan orang laindan tidak dapat hidup sendiri. Manusia perlu berinteraksi. Tidak hanya interaksidalam lingkup satu individu dengan individu yang lain, namun juga interaksi yangmelibatkan banyak orang seperti masyarakat, bangsa dan negara. Dalam hal ini,potensi yang ada di masyarakat perlu dikembangkan sebagai upaya untukmencapai suatu perubahan. Pembangunan adalah proses perubahan dimana adasuatu kondisi yang tidak diharapkan menuju kondisi yang lebih lebih baik.Realitasyang dianggap sebagai masalah sosial menjadi pendukung atau memberi doronganbagi munculnya tindakan perubahan dan perbaikan.Perubahan pola pikir sertailmu pengetahuan sangat penting dan diperlukan saat ini.Namun, seperti yang kitaketahui bahwa tidak semua upaya perubahan berjalan dengan baik. Banyakmasalah sosial yang akan muncul.Masyarakat yang lebihbaik tentunya adalahmasyarakat yang kritis, kreatif, memiliki kemampuan untuk menemukan solusidari masalah yang ada dan selalu mengutamakan kepentingan bersama sesuaidengan pancasila.Pancasila merupakan pedoman serta ciri atau kepribadianbangsa Indonesia.Pancasila menjadi pedoman tingkah laku masyarakat sebagaimakhluk sosial.Kata kunci: Makhluk Sosial, Pembangunan, Pancasila

M Hery Yuli Setiawan, Feri Faila Sufa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini dilaksanakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan orang tua dalam memberikan stimulasi anak untuk mengembangkan potensi anak sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila SufadanM Hery Y.S (2017) menunjukan peran parenting ternyata dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Lembaga PAUD. Adanya kegiatan parenting yang terencana dengan baik sangat direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh Lembaga PAUD.Pada Pengabdian ini akan melakukan optimalisasi parenting dalam menggali potensi anak. Guru dan orangtua perlu memiliki kemampuan menggali potensi anak sejak dini. Pada lembaga lembaga PAUD seperti TK, KB, SPS, aspek pengembangan moral agama, pengembangan bahasa, pengembangan kognitif, pengembangan sosial emosi , pengembangan fisik motorik, dan pengembangan seni menjadi struktur kurikulum yang selalu distimulasi oleh pendidik dalam prose pembelajaran PAUD. Diharapkan apa yang telah dilakukan pendidik dapat dilanjutkan oleh orang tua, sehingga perkembangan anak lebih optimal, karena waktu anak bersama orang tua dan keluarga lebih panjang daripada di sekolah. Karena setiap anak mempunyai potensi kecerdasan yang berbeda, diharapkan setelah orang tua dan guru dapat mengenali dan mengidentifikasi berbagai minat dan potensi kecerdasan anak, dan memberikan stimulasi yang tepat agar perkembangan anak lebih optimal. . Untuk mencapai tujuan pengabdian maka dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, masih banyak dari orang tua siswa yang belum faham tentang hakikat pendidikan anak usia dini, penting PAUD bagi anak-anak. Para orang tua membawa anak ke lembaga PAUD agar tidak saja bermain di rumah, dan sebagian besar tidak faham akan tujuan PAUD secar umum. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa orang tua yang dan guru yang bersama-sama.menjalin komunikasi yang baik dapat mengenali potensi anak nya sehingga stimulasi dapat dilakukan sejak dini dan anak lebih berkembang . Berdasarkan kegiatan pengabdian diatas dapat disimpulkan bahwa orang tua perlu mengenali potensi yang ada pada diri anak, kemudian peran orang tua dan pendidik dalam memberikan stimulasi yang tepat pada anak sangat pentin untuk mengembangkan potensi anak sejak dini.Kata Kunci: Peran orang tua, Potensi anak,

Krismi Diah Ambarwati, Dinar Widiana &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pola asuh berpengaruh terhadap perkembangan anak terlebih dengan orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tunarungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pola asuh orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (tunarungu) di Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan 4 partisipan (dua pasang orangtua). Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan sudah bisa menerima kondisi anak mereka yang tunarungu serta memberikan dukungan langsung diberikan oleh keempat partisipan agar kondisi dan perkembangan anaknya semakin baik. Partisipan membangun komunikasi yang baik dengan anak, orang tua memberikan dukungan terhadap anak, membangun relasi yang baik dengan anak, dan juga melakukan usaha untuk mendisiplinkan anak. Partisipan memiliki harapan agar anak mereka bisa berbicara dan mendengar.Kata kunci: pola asuh, anak berkebutuhan khusus, tunarungu

Martana, Efrain Patola &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman tentang pekarangan, tanaman obat keluarga, dan teknik budidayanya; serta (2) meningkatkan keterampilan teknik membudidayakan tanaman obat keluarga. Sedangkan target khusus yang ingin dicapai adalah PKK Rt 05/RW 08 dapat memproduksi sendiri berbagai tanaman obat keluarga sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan obat, serta menghemat pengeluaran rumah tangga. Kegiatan ini telah dilaksanakan di kelurahan Banyuanyar kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, yang diikuti 30 orang peserta dari PKK Rt 05/ RW 08. Metode kegiatan yang digunakan adalah “pemberian pengetahuan dan pembentukan sikap melalui ceramah, diskusi, dan praktek budidaya tanaman obat keluarga. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa Ibu-Ibu PKK Rt 05 RW 08 sudah dapat memahami dan membudidayakan tanaman obat keluarga secara benar.Kata Kunci: Pekarangan, tanaman obat keluarga, teknik budidaya

Hidayat, Tauhid

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui implementasi Metode Komunikasi Verbal dan Non Verbal untuk meningkatkan Motivasi Berprestai dan Hasil Belajar TPQ Tentang Terjemah Surat An nas pada Siswa kelas 1 semester I SD Muhammadiyah 2 Denpasar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 sebanyak 32 orang. Data yang dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif untuk menunjukan rata–rata skor motivasi berprestasi, hasil belajar, dan kriteria ketuntasan yang digambarkan dalam bentuk grafik poligon. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, dari hasil observasi tentang motivasi belajar sebelum penelitian hanya 60% pada siklus I menjadi 91% sedangkan Prestasi belajar dari post test mulai nilai 61,3 naik menjadi 69,1 ( siklus-I ) kemudian naik lagi menjadi 80,9 pada siklus – II sedangkan ketercapaian ketuntasan belajar dari 40,6% menjadi 65,6% dan pada Siklus-II menjadi 90,6%, dapat disimpulkan bahwa Metode Komunikasi Verbal dan Non Verbal dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi berprestasi dan Hasil belajar, disamping itu untuk menciptakan suasana yang menyenangkan.  sehingga secara bertahap prestasi Tahfidz juz 30 peserta didik dapat meningkat.

Siti Supeni, Sindi Eka Putri, Yusuf &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan antara pembelajaran PendidikanKewarganegaraan (PKn) dan kegiatan ekstrakurikuler Kerohanian Islam (ROHIS) terhadappembentukan karakter siswa MAN 1 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018 berbentukdeskriptif kualitatif, dengan strategi studi evaluasi dengan pemberian penilaian untukmenarik suatu kesimpulan yang dilakukan secara struktual kepada responden sebagaisumber informasi untuk keterangan peranan pendidikan kewarganegaraan (PKn) dankegiatan ekstrakurikuler kerohanian islam (rohis) terhadap pendidikan karakter siswaMAN 1 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Sumber data berupa data primer dan datasekunder. Subyek penelitian antara lain: Wakil Kepala Sekolah, Pembina Rohis, PengurusRohis dan siswa anggota rohis. Obyek penelitian, peranan pendidikan kewarganegaraandan kegiatan ekstrakurikuler kerohanian islam (rohis) terhadap pendidikan karakter.Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dokumentasi. Keabsahan datamenggunakan trianggulasi metode. Teknik analisis data terdiri: reduksi data, penyajiandata dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran PKn yang dilaksanakan guru telahberjalan dengan baik, siswa mampu memahami dan mengamalkannya, siswa bisamenghargari orang lain, bisa bertoleransi dengan sesamanya, berkata jujur, bersikap sopandengan orang lain. Kegiatan Rohis telah memberikan peran yang sangat berarti dalampembentukan karakter siswa, program-program yang direncanakan telah dijalankan denganbaik, sehingga siswa bisa terbiasa melakukan kegiatan yang bersifat positif, seperti halnyamelakukan sholat dhuha, menjalankan sholat wajib tepat waktu, melakukan bakti sosial,berperilaku sopan, dan berperilaku disiplin.Kata Kunci : Pembelajaran PKn, Kegiatan Rohis, Pembentukan Karakter

Paulinus Seso

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Pencarian dan penemuan arti keheningan dalam pengalaman hidup orang Kristiani sangat mendesak untuk melahirkan komunikasi yang otentik. Komunikasi yang otentik bermula, lahir, dan ditemukan dalam keheningan. Temuan arti hening yang akurat membebaskan penafsir/komunikator dari interpretasi superfisial, sempit dan ambigu.

Feri Faila Sufa, M Hery Yuli Setiawan

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian Pendidikan Karakter ini diadakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan karakter pada anak untuk di tumbuhkan sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila Sufa (2016) bahwa kedisiplinan anak dapat ditingkatkan melalui metode cerita sebagai internalisasi pendidikan karakter pada anak usia dini. Melalui Bercerita kedisiplinan kemandirian, dan tangung jawab anak dapat meningkat. Disamping adanya peningkatan pada kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak, ketrampilan guru dan orang tua dalam bercerita juga perlu ditingkatkan. Kemampuan guru dan orang tua dalam bercerita sangat penting, karena anak-anak menyukai Kegiatan bercerita, sehingga dapat dikatakan efektf untuk menerapkan pendidikan karakter. Melalui bercerita pendidik maupun orang tua dapat memindahkan tatanan nilai karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian ke dalam diri anak. Melalui bercerita akan tercipta suasana alamiah, menyenangkan, dan anak-anak lebih mudah menerima nilai-nilai karakter tanpa paksaan, disamping dapat mengambil keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Untuk mencapai tujuan pengabdian telah dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, orang tua dan guru diberikan sosialisasi dan pemahamana pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa kegiatan bercerita yang dilakukan oleh orang tua dan guru dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa melalui bercerita, guru atau orang tua dapat menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab. Orang Tua dan Guru memberikan cerita keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Berdasarkan kegiatan pengabdian di atas dapat disimpulkan kegiatan bercerita yang berisi nilai-nilai pendidikan karakter, yang berisi keteladanan, contoh sikap dan pelajaran yang diberikan pada anak sejak dini dengan konsisten dan berkesinambungan dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kegiatan Bercerita

Istiqomah, Istiqomah

The role of teachers in Islam is very important. So the teacher is also called ustadz because it has a high commitment in carrying out its duties so that the quality of the work process can lead to the attitude of the continuous development of students. Besides, teachers are also referred to as mualim. He as a life sources in charge of transferring science both theoretical and practical. Teachers can also be referred to as murabbiy who prepare his students as creatures, because of the creativity that, he will be able to prepare himself well, so that the results of his creation does not cause damage to himself, others, and the environment. Also, the teacher as a murshid, he must be a role model, as a role model must certainly place himself properly and full. As a model the teacher can set an example for his or her students. In many ways the teacher is also placed in a position as mudarris, who acts as a dispenser of science and eraser of ignorance. In this perspective the teacher's sensitivity must always grow when he sees the reality of his students as it is with different kinds of differences. But from the fact it is realized also, that all students are believed to have the potential of each, so the teacher must be able to develop each potential that existed in the student. The last teacher as muaddib, this very important task a teacher is required to prepare children to be educated to be responsible people, so the quality of human civilization the better in the future. Because of the important role of teachers in Islam, the integral qualifications of the teaching profession can not be ignored either qualitatively or quantitatively so that the challenges of the times are always well answered.   Peran guru dalam Islam adalah sangat penting. Atas dasar itu setiap guru perlu berbekal kompetensi dengan imaji kreativitas. Sehingga guru juga disebut seorang serbabisa, multitalent. Wajar kemudian mendapat berbagai julukan, seperti disebut sebagai ustadz karena mempunyai komitmen tinggi dalam menjalankan tugasnya agar mutu proses kerjanya  mampu membuahkan sikap pengembangan anak didiknya yang terus menerus. Selain itu guru juga disebut sebagai mualim. Ia sebagai kamus kehidupan yang bertugas menstransfer ilmu pengetahuan baik bersifat teoritis dan praktis. Guru dapat juga disebut sebagai murabbiy yang menyiapkan anak didiknya sebagai makhluk kreator, karena dari hasil kreativitasnya itu, ia dapat menyiapkan dirinya dengan baik, agar dari hasil kreasinya tersebut tidak menimbulkan kerusakan pada dirinya, orang lain, dan lingkungannya. Juga, guru sebagai mursyid, ia menjadi panutan, sebagai panutan tentu harus menempatkan dirinya dengan tepat dan purna. Sebagai model guru dapat memberikan teladan bagi para anak didiknya. Dalam berbagai hal guru juga ditempatkan pada posisi sebagai mudarris, yang berperan sebagai penebar ilmu pengetahuan dan penghapus kebodohan. Dalam perspektif ini kepekaan guru mesti selalu tumbuh pada saat menyaksikan realitas para muridnya seperti adanya dengan berbagai macam perbedaan. Namun dari kenyataan tersebut perlu disadari juga, bahwa semua murid tersebut diyakini mempunyai potensi masing-masing, sehingga guru pasti mampu mengembangkan masing-masing potensi yang ada pada muridnya tersebut. Yang  terakhir guru sebagai muaddib, tugas yang sangat penting ini seorang guru dituntut untuk menyiapkan anak dididiknya menjadi orang-orang yang bertanggung jawab, sehingga kualitas peradaban manusia semakin baik pada masa mendatang. Karena pentingnya peran guru dalam Islam itu, maka kualifikasi integral profesi guru tidak dapat diabaikan  baik secara kualitatif maupun kuantitatifnya sehingga berbagai tantangan zaman selalu terjawab dengan baik.

Lasmawan, Wayan; Hidayat, Tauhid; Natajaya, Nyoman

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn Siswa kelas V semester II SD Muhammadiyah 2 Denpasar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Muhamadiyah sebanyak 30 orang. Data yang dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif untuk menunjukan rata–rata skor aktivitas, hasil belajar, dan kriteria ketuntasan yang digambarkan dalam bentuk grafik poligon. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD efektif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan skor nilai dalam aktivitas dan hasil belajar yang dicapai oleh siswa pada tiap–tiap siklus, pada siklus I rata-rata hasil belajar PKn sebesar 67 dan aktivitas sebesar 46,3 serta ketuntasan belajar siswa sebesar 37% meningkat pada siklus II dimana hasil belajar PKn mencapai 76,3 dan aktivitas sebesar 61 serta ketuntasan belajar siswa sebesar 70%. Pada siklus III terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar PKn sebesar 83 dan aktivitas sebesar 82 termasuk kategori sangat tinggi serta ketuntasan belajar siswa mencapai 100%.   The purpose of this study: Implementation Cooperative Instruction Model, STAD Type to Improve (1)The Activity and (2)Learning Achievement on Civilization Study  for the fifth Grade Students at Second Semester in Muhammadiyah 2nd Primary School, Denpasar. The population of this study was 30 students . The data was analyzed by using descriptive statistic by finding the mean scores of activity, learning achievement, and students passing grade criteria which was continued by drawing those all into a polygon graphic. The result was Implementation Cooperative Instruction Model, STAD Type is effective to improve the activity and learning achievement of civilization study. This was shown by the improvement of the student mean scores on activity and learning achievement achieved by the students in each cycle where in cycle I it was rate of Learning Achievement on Civilization Study is 67,  the activity is 46,3, and result of learning achievement is 37%. On cycle II, it increased into 76,3 of learning Achievement, the activity is 61 and the result of learning achievement is 70%.However, in cycle III, it increased into 83 of learning Achievement, the activity is 82 and the result of learning achievement is 100%.

Hermawan, Ian Aji

Wacana Hukum 2018 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

Buruknya proses pengaderan dalam sebuah partai melahirkan kader-kader yangpragmatis serta oportunis, yang mana kader-kader tersebut kurang mampu membaca kebutuhandan keinginan masyarakat. Para kader lebih sibuk untuk memenangkan dirinya dalam suatupertarungan politik, yaitu pemilu, dibandingkan memahami persoalan masyarakat yangsesungguhnya. Maka, tidak heran menjelang pemilu banyak bermunculan kader partai politik,baik kader partai murni maupun kader karbitan (kader yang baru muncul karena ada pemilu).Konflik-konflik yang terjadi di internal partai politik sering kali disebabkan oleh senioritasotoriter pimpinan, artinya partai tersebut lebih mengutamakan kader yang lebih dahulu aktifyang boleh berkiprah tanpa melihat kompetensi. Kader yang baru masuk atau baru sebentarberproses di partai politik tidak diizinkan untuk berkiprah. Namun, ada pula partai politik yangmenggunakan cara instan untuk mendapatkan kader, yakni orang yang dianggap memilikimodal atau materi lebih dapat langsung menduduki posisi strategis dalam sebuah partai politik.Perkembangan politik di Indonesia mengalami fase kemunduran, yang mana sekaranguntuk memenangkan dalam sebuah pemilihan umum seorang kader yang dicalonkan oleh partaipolitik dalam berkampanye lebih sering menggunakan politik identitas, yakni berkampanyedengan cara menyerang lawan politiknya dengan menggunakan isu SARA. Menurut Lukmantoro(2008: 2), politik identitas adalah tindakan politis untuk mengedepankan kepentingankepentingandari anggota-anggota suatu kelompok karena memiliki kesamaan identitas ataukarakteristik, baik berbasiskan pada ras, etnisitas, gender, maupun keagamaan.Kata kunci: pengaderan, konsistensi, filosofi, ambigu, pragmatis

Ida Royani

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Penelitian  yang dilakukan  terhadap sampel siswa/i SMP Pangudi Luhur Salatiga ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial orang tua dan monitoring orang tua terhadap self-esteem remaja awal. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun alat yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk angket, yakni angket dukungan sosial orang tua, monitoring orang tua dan self-esteem. Metode analisa data yang digunakan adalah analisa regresi 2 prediktor dengan bantuan program SPSS versi 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua dan monitoring orang tua secara simultan berpengaruh signifikan terhadap self-esteem (F- reg=33.833; p-value<0.05), dan total sumbangan yang diberikan sebesar 48.11%. Masing-masing variabel memberikan sumbangan sebesar 12.42% dan   35.69%.   Sumbangan   Monitoring   Orang   Tua   lebih   besar   (ß- MOT=0.525) dibandingkan sumbangan dari Dukungan Sosial Orang Tua (ß-DOT=0.206). Total sumbangan sebesar 48.11% menandakan bahwa masih ada  variabel-variabel  lain  di  luar  penelitian  ini  yang  dapat  dijadikan sebagai prediktor self-esteem sebesar 51.89%.

Tantani binti Longkiad

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Pencarian kebenaran sejati merupakan perjuangan setiap orang yang berpikir khususnya mereka yang “skeptik” terhadap kebenaran-kebenaran iman. Edith Stein yang berpersonalitas sangat keras dengan kemampuan intelektualnya  yang  sangat  tinggi berhadapan  dengan  krisis iman  sejak masih muda. Dia tidak percaya kepada eksistensi Allah sebagai seorang Pribadi. Dia adalah seorang “atheist” yang giat mencari kebenaran melalui ilmu pengetahuan – khususnya lewat fenomenologi yang diajarkan oleh Edmund Husssel. Perjumpaannya dengan beberapa filsuf beriman seperti Max Scheller dan Adolf Reinach telah menimbulkan kerinduannya untuk bertobat dan oleh rahmat Tuhan ia dituntun kepada suatu pengalaman iman ketika membaca buku Riwayat Hidup Teresa dari Avila.

Sugiaryo, Dian Yuliani &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungankesadaran politik dengan partisipasi politik pemilih pemula dalam pilkades di Desa Klodran,Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar tahun 2016; 2) Untuk mengetahui adatidaknya hubungan civic disposition dengan partisipasi politik pemilih pemula dalam pilkadesdi Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar tahun 2016; 3) Untukmengetahui ada tidaknya hubungan kesadaran politik dan civic disposition dengan partisipasipolitik pemilih pemula dalam pilkades di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, KabupatenKaranganyar tahun 2016.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adala metode penelitian eksplanatif,yaitu mencari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Populasi dalam penelitianini adalah masyarakat pemilih pemula masyarakat Desa Klodran, Kecamatan Colomadu,Kabupaten Karanganyar tahun 2016, yakni 383. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah randomsampling, yaitu simple random atau cara pengambilan sampel secara acak. Teknikpengumpulan data yang digunakan dalam teknik ini adalah teknik angket atau kuisoner.Angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang kesadaran politik, civic disposition danpartisipasi politik. Dalam penelitian ini validitas yang dicari adalah validitas eksternal danreliabelitas yang dicari adalah reabilitas internal. Teknik analisis data yang digunakan adalahteknik korelasi ganda.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai F hitung > F table (67.536 >3.090)jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan yang positif dan signifikan kesadaran politik dancivic disposition dengan partisipasi politik pemilih pemula di Desa Klodran, KecamatanColomadu, Kabupaten Karanganyar, terbukti kebenarannya.Kata Kunci: Kesadaran politik, Civic Disposition, Partisipasi Politik, Pemilih Pemula,Pemilihan Kepala Desa

Soedjiwo, Novena Ade Fredyarini

Mempelajari bahasa kedua memerlukan pemahaman khusus dan kemauan untuk mengikuti. Sebagian besar siswa menengah mengalami kendala dalam mengikuti pelajaran bahasa Inggris. Mereka dipengaruhi oleh faktor pendidik, orangtua, dan lingkungan. Perlunya peran seorang pendidik dalam memotivasi siswa dalam pelajaran bahasa Inggris. Diharapkan dapat meningkatkan minat belajar dan keinginan untuk mempelajaran bahasa asing dalam era globalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan deskritif. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode interaktif.

Sari, Widi Rahmah

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui peran media sosial sebagai media pembelajaran dalam prestasi belajar PPKn di MAN 1 Surkarta tahun ajaran 2016/2017. 2) Untuk menanggulangi dampak yang terjadi terhadap perubahan prestasi belajar siswa dalam penggunaan media sosial di lingkungan MAN 1 Surakarta tahun ajaran 2016/2017. 3) Untuk mengetahui dampak yang terjadi terhadap perubahan civic virtue dalam membentuk prestasi belajar PPKn di MAN 1 Surakarta tahun ajaran 2016/2017 yang beralamat Jl. Sumpah Pemuda No. 25 kode pos 57136 Surakarta dalam waktu 3 bulan mulai Desember 2016 – Februari 2017.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif ini adalah Wakil Kepala Sekolah bgagian kesiswaan, Guru PPKn dan siswa. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa data primer dan skunder tentang efektifitas pengintegrasian pengaruh media sosial dan civic virtue terhadap prestasi belajar PPKn. Teknik pengumpulan data melalui cara Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dengan menetapkan seseorang informan kunci “Key Informant” yang merupakan informan yang berwibawa dan dipercaya mampu “membukakan Pintu” kepada peneliti dalam melakukan wawancara. Setelah itu, perhatian peneliti pada obyek penelitian dan memulai mengajukan pertanyaan deskritif. Jadi proses penelitian ini berangkat dari luas kemudian memfokuskan, dan meluas lagi dan di ambil sehinga dapat diambil kesimpulan kemudian disajikan dalam bentuk narasi. Sebelum melakukan penelitian terhadap narasumber, peneliti melakukan penelitian terhadap siswa kelas X IPA 1, X IPA 2 dan X IPA 3 dengan jumlah siswa 74 orang.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Media Sosial dapat digunakan sebagai media dalam proses belajar mengajar dan membawa dampak yang dominan terhadap perubahan prestasi belajar siswa. 2) pengaruh Media Sosial terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran PPKn dengan menggabungkan civic virtue di sekolah, masyarakat, berbangsa dan bernegara dalam upaya menjadikan siswa yang berprestasi yang bisa membanggakan orang tua dan sebagai penerus bangsa saat ini.Kata Kunci : Media Sosial, Civic Vircue, Mata Pelajaran PPKn.Â