Publication Search

59,950 articles from 482 journals · 1,579 citations tracked

Showing 141-160 of 341

Analytics

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Perdana, Jonathan Putera; Wellem, Theophilus

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2023 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Internet-of-Things (IoT) merupakan teknologi yang mengintegrasikan berbagai peralatan dengan Internet. Salah satu pemanfaatan IoT adalah sistem kontrol elektronik pada berbagai peralatan rumah. Peralatan rumah dapat dilengkapi dengan mikrokontroler, sensor, dan aktuator, serta modul komunikasi, sehingga dapat dihubungkan ke internet dan dipantau dari jarak jauh. Salah satu peralatan atau objek yang ada di rumah adalah tempat sampah yang umumnya terbuat dari plastik, tetapi umumnya belum dapat dipantau dan dikontrol otomatis. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem kontrol untuk membuka dan menutup tempat sampah secara otomatis menggunakan Arduino sebagai pengontrol sistem, sensor ultrasonik sebagai pendeteksi objek yang mendekat, motor servo yang berguna untuk menggerakkan tutup tempat sampah, dan buzzer serta LED sebagai indikator ketika terdapat objek yang mendekat. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa tempat sampah dapat membuka tutupnya secara otomatis saat mendeteksi objek pada jarak paling jauh 50 cm dengan delay selama dua detik, dan kemudian akan tertutup secara otomatis ketika objek tersebut menjauh dari tempat sampah tersebut.

Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Luh Gde Evayanti; I Gede Suranaya Pandit

Jurnal Pelayanan Hubungan Masyarakat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Suwung Garbage Landfill is the largest landfill in Bali with a land area of 32.48 hectares. Scavengers are a profession that is prone to skin diseases. Previous observational studies concluded that most of scavengers at the landfill had complaints of skin disease which might be caused by the scavengers’ low knowledge of personal hygiene. This community service was carried out in January-February 2023, starting with interview and dialogue with the Suwung Landfill manager, transfer the science and technology, and evaluate the activities. The activities carried out included: counselling on skin diseases and their prevention, socialization of personal protective equipment (PPE), demonstration and exercise 7 steps of hand washing, and providing personal hygiene and PPE assistance. The entire series of activities was attended by 20 scavengers with active participation. The results of posttest using 10 multiple choice questions showed that all participants were able to score more than 70. Through this community service, it is hoped that scavengers will be able to increase their awareness regarding of skin disease and be able to take appropriate precautions

Ni Made Susilawati; Meliance Bria

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Worm infection is a health problem that often occurs throughout the world, especially in Indonesia with a high prevalence. One of the most common helminthic infections in Indonesia is the Soil Transmitted Helminths worm. Children are an age group that is susceptible to this infection. Worm infections can have serious consequences if not treated with deworming medication and a clean and healthy lifestyle for the person. This community service is carried out with the aim of conducting counseling about environmental health, especially in helminthiasis at the Alak Final Disposal Site, Kupang City. This activity conducts counseling and examination of the community on how to deal with helminthiasis in children. Subjects as many as 30 children. The worm examination was carried out using the direct slide method and then observed under a microscope with a magnification of 10x-40x. Based on the results of the examination found Ascaris lumbricoides eggs by 10%. So based on the results of this service it shows that there is a prevalence of worm infection in the Alak Final Disposal Site. Therefore, it is suggested to parents and especially children to further improve the Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) to avoid worm infection.

Ansori, Zakky; Juniar, Nyi Mas Melati; Pratiwi, Andini Hania

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Supervisi adalah suatu proses kegiatan untuk membimbing, membantu, membina, dan mengarahkan para pelaksana program dalam kegiatan kerjanya. Kegiatan supervisi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pelaksana program. Dengan supervisi tentu akan diketahui data yang berguna untuk dilakukan pengklasikasian, kendala yang dihadapi serta bahan untuk mencari solusi pemecahannya. Monitoring adalah pemantauan yang dapat dijelaskan sebagai kesadaran tentang apa yang ingin diketahui, pemantauan berkadar tingkat tinggi dilakukan agar dapat membuat pengukuran melalui waktu yang menunjukkan pergerakan ke arah tujuan atau menjauh dari itu. Penulisan artikel ini memiliki tujuan yaitu untuk untuk mensupervisi PAUD KB Avicena ini dengan mendatanginya langsung melihat kondisinya secara langsung seraya melakukan observasi dan wawacara kepada kepala sekolah hingga pendidiknya. Dalam penulisan artikel ini penulis memilih menggunakan metode kualitatif, karena didukung dengan melakukan wawancara, observasi, dan diperkuat oleh kajian literatur. Hasil dilapangan ditemukan bahwa dalam supervisi dan monitoring di Lembaga tersebut masih dibilang belum sepenuhnya tercapai karena PAUD KB Avicena masih terbilang baru karena belum mendapatkan izin oleh MENKUMHAM. Namun di PAUD KB Avicena ini sudah terbilang cukup baik dalam menjalankan tugasnya sebagai tempat wadah masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anaknya di Paud tersebut.  

Djoko Widagdo; Thomas Thom Bataona

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Landasan pacu atau Runway memiliki peranan yang sangat penting sebagai bagian dari fasilitas di Bandar Udara karena merupakan tempat pesawat mendarat/landing dan lepas landas/take off yang berlangsung selama jam operasional bandar Udara sehingga perlu dilakukan pemeliharaan yang baik terhadap landasan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahu mekanisme pemeliharan dan penyebab kerusakan runway, dan kendala yang dihadapi petugas saat melakukan pemeliharaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan pemeliharan  runway sangat berpengaruh terhadap kegiatan operasional keamanan dan keselamatan penerbangan. Kegiatan diawali dengan inspeksi petugas di runway yang kemudian dicatat dan dilaporkan kepada kepala kantor apabila ditemukan hal yang mengganggu keselamatan penerbangan akan ditindaklanjuti. Penyebab kerusakan di runway berasal dari air genangan yang dibiarkan lama, akar tanaman dan kesalahan teknis yang dilakukan oleh pilot Ketika pesawat berada di area runway. Kegiatan pemeliharan masih memiliki beberapa kendala berupa minimnya peralatan, cuaca dan aktifitas penerbangan yang padat.

Nur Achmadi; Ika Wulandari

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pelatihan pembuatan pembukuan bagi para pelaku UMKM yang ada di daerah Kabupaten Kulon Progo bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan bisnis mereka. Metode yang digunakan untuk kegiatan pengabdian masyarakat ini yakni dengan memberikan suatu pelatihan pembuatan pembukuan dan materi yang diberikan terdiri dari modul-modul yang diadaptasi dari pedoman akuntansi keuangan UMKM. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari di tempat masing-masing pelaku UMKM, dengan jumlah peserta sebanyak 3 pelaku usaha. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta memahami pentingnya pembukuan untuk mengelola keuangan bisnis mereka dan mampu menerapkan pembukuan sederhana untuk bisnis mereka. Sebagai hasil dari pelatihan, pelaku UMKM mampu membuat pembukuan sederhana yang memungkinkan mereka untuk mengukur kinerja bisnis mereka serta membuat keputusan untuk usahanya bisnis agar lebih baik di masa depan. Pelatihan ini diharapkan bisa memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kualitas pengelolaan keuangan pelaku UMKM di daerah Kabupaten Kulon Progo.

Hannisa Azzahra; Rezeki Daifatun Hasanah; Shopiyyah Nazwa

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Budaya adalah suatu hal yang melekat pada diri manusia, manusa tidak dapat telepas dari sejarah karena manusia adalah penggerak dari kebudayaan. diindonesia memiliki ragam budaya yang tersebar di wilayah nya masing masing, salah satunya adalah wilayah provinsi sumatera utara khususnya kota medan memiliki beragam suku dan kebuayaan sehingga kota medan dijuluki sebagai kota multi etnis, ada banyak suku yang dianut oleh nasyarakat yang berada di sumatera utara, namun yang menjadi mayoritas nya adalah suku batak, namun sebelum datangnya modrenisasi suku melayu adalah suku asli dan mayoritas disumatera utara khususnya kota medan namun dengan adanya modrenisasi dan perkembangan budaya suku melayu mulai tersingkirkan hingga sampai saat ini ada banyak 7 hal unsur kebudayaan yang ada mulai dari bahasa, sistem teknologi, agama sistem organisasi, mata pencaharian, ilmu pengetahuan, religi dan kesenin seiring berkembangnya zaman. Dengan adanya modrenisasi memembuat kota medan menjadi kota yang multi etnis atau memiliki banyak kebudayaan, kebudayaan yang menjadi mayoritas dikota medan adalah etnis rumpun melayu yang memiliki banyak kebudayaan. Perubahan akibat dari modrenisasi ini dapat dilihat dri beberapa aspek yaitu aspek Pendidikan, tempat tinggal, pemerintaham dan gaya hidup. Ada beberapa factor yang mempengaruhi terjadinya modrenisasi yaitu karena keberhasilan perusahaan perkebunan, adanya perjanjian politik dan karena adanya pembangunan kota medan. Perkembangan kota medan juga memiliki periode atau pembabakan waktu yaitu yang pertama periode sebelum datangnya bangsa eropa, periode kolonialisme bangsa eropa, periode penduduka jepang, dan periode kemerdekaan republic indonesia  

Rina Dwi Kristianti; M. Rizal Amri Chusen; Muhammad Yasin

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Industri kecil dan Menengah (IKM) merupakan salah satu sektor yang penting dalam perekonomian Indonesia. Kita menyadar bahwa pengembangan IKM didaerah sangat erat kaitnya dengan otonomi daera. Kecamatan rungkut memiliki jumlah Industri Menengah dan Industri Rumah Tangga sejumlah 1.219 . Kecamatan Rungkut mengalamikenaikan industri kecil dan industri rumah tangga pada pertengahan covid-19, industri kecil dan rumahan sebagian besar dibidang makanan dan kerajinan. Tujuan dari penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui pola spasial IKM dan IRT di kecamatan rungkut, dengan metode yang akan digunakandidalam penelitian ini ada beberapa metode yaitu teknik pengumpulan data, teknis analisis data, populasi dan sampel dan metoe pengumpulan data. Untuk hasil yang didapatan dalam penelitian ini adalah industri kecil dan rumah tangga memiliki karakteristik sebagai industri dengan kekayaan sebesar Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) yang tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, hal ini diartikan sebagai modal awal berdirinya suatu usaha yang dijadikan nilai investasi, Modal awal ini mencakup biaya pengadaan peralatan maupun mesin dalam proses produsi. Industri kecil dan rumah tangga biasanya hanya menghasilkan penjualan maksimal sebesar Rp.1000.000.000,- (satu miliar rupiah) per tahunnya.

Mayang Fatmawati; Erina Mifta Alvira; Muchamad Khasan Noto Raharjo; Hany Nur Pratiwi

Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Garbage is defined as waste that has a solid form originating from human and animal activities that are not utilized. This study aims to find out how the waste management system is with the existence of a waste bank in the Kedungsoko Village, Tulungagung Regency. The research technique used is by means of observation, field surveys, interviews and literature studies. The result of this research is that waste management at the Temporary Disposal Site (TPS) of Kedungsoko Village is carried out properly through the Makmur Banksa Garbage Bank. The management stage is divided into the Waste Collection Stage, the Waste Processing Stage, and the Product Marketing Stage. Management constraints are limited tools so it is necessary to cooperate with partners. Overall management at the Makmur Banksa Garbage Bank is running effectively and is able to provide benefits to the surrounding community. The Makmur Banksa Garbage Bank can be used as a guideline for waste management for the community because of good and effective management.

Kumala Dewi Pertiwi; Oktaviani Adhi Suciptaningsih

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

This study aims to examine the effect of the science and social studies module on story material in the area where I live on the learning outcomes of IV grade students at SDN Lebakrejo IV Purwodadi. This type of research is quantitative using experimental research methods, the form of Quasi Experimental Design research and the design of this research, namely Nonequivalent Control Group Design. The instrument used in this research is the test instrument. The population in this study amounted to 27 students. The instrument includes a pre-test and post-test using the t-test statistical analysis technique. The results showed that there was a significant influence from the use of the science teaching modules which had been developed according to the needs and characteristics of students, namely the t count (3.52) was greater than the t table (2.06), so it could be concluded that the difference between the mean post-test scores of the two groups were statistically significant.

Hanan Khalidah Putri Deba; pramono pramono

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2023 CV. Aksara Global Akademia

Perkembangan teknologi telah mencapai masa yang supercepat dan modern dalam setiap aspek dalam kehidupan manusia, salah satunya dalam bidang bisnis. Perkembangan teknologi pada saat ini telah mengambil banyak peran terhadap berubahnya perilaku manusia di era modern pada saat ini, salah satunya karena kehadiran sosial media sebagai tempat berbagi informasi dan tempat komunikasi yang menghubungkan seorang dengan orang lainnya. Media sosial pada saat ini menjadi sebuah tempat yang menjadi dunia kedua bagi masyarakat. Penggunaan media sosial yang masif dalam masyarakat menjadikan sebuah pasar tersendiri bagi seorang pelaku usaha untuk dapat melakukan pemasaran secara digital. Penelitian ini dilaksanakan dengan analisis dari penelitian-penelitian yang memiliki pembahasan atau pokok permasalahan yang sama yaitu tentang pemanfaatan media sosial sebagai sarana melakukan pemasaran digital. Implikasi penelitian ini masyarakat dapat memahami mengenai pemanfaatan media sosial sebagai salah satu sarana terbaik untuk melakukan pemasaran atas suatu usaha karena dapat menimbulkan dampak yang luas dan modal yang relatif lebih terjangkau bagi pelaku usaha.

Asriyani Asikin; Rita Yunus; Faruq Lamusa

Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Strategi pemasaran adalah progam menyeluruh dari sebuah usaha atau perusahaan dalam menentukan target pemasaran dalam mencapai tujuan yaitu keuntungan. Dalam hal ini strategi pemasaran untuk home industri kacandipa yang berada di sunju dilakukan dengan bantuan metode alat–alat digital, khususnya internet berupa aplikasi seperti facebook, instagram dan whattsapp dalam hal jual beli produk. Bagi warga desa sunju, yang terkenal dengan industri rumahan kacandipa sangat penting untuk menguasai strategi markteing berbasis digital untuk mendongkrak pemasarannya. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah turun langsung ke lapangan atau tempat yang dimaksud, melakukan wawancara langsung dengan pelaku industri rumahan kacandipa di sunju, serta memberikan pemahaman mengenai strategi pemasaran kepada pelaku industri rumahan kacandipa. Hasil pengabdian berupa data – data informasi dan hasil wawacara kepada pelaku indstri rumahan yang difokuskan pada strategi pemasaran kacandipa. Pentingnya hasil pengabdian ini yaitu pemerataan edukasi mengenai strategi pemasaran secara digital, dan meningkatkan potensi UMKM yang ada di Desa Sunju

Amelia, Dinda; Wolor, Christian Wiradendi; Marsofiyati

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Di era digital saat ini, teknologi informasi berkembang semakin cepat dan tentunya berjalan secara signifikan. Dalam dunia perkantoran, salah satunya otomatisasi dalam pengelolaan arsip perlu menjadi suatu perhatian bagi perusahaan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, tentunya hal ini bertujuan untuk mendorong adanya perubahan dari arsip yang masih bersifat konvensional berkembang menjadi digitalisasi arsip dengan memanfaatkan teknologi yang canggih saat ini. Dengan adanya digitalisasi arsip ini, akan memberikan hasil kinerja karyawan dalam pengelolaan arsip yang lebih efektif dan lebih efisien. Pada tempat peneltian yaitu PT. X ini masih mengimplementasikan pengelolaan arsip konvensional dan disertai adanya timbul permasalahan pada karyawan. Pada dasarnya sistem pengelolaan arsip pada perusahaan yang masih bersifat konvensional dapat dikatakan kurang efektif jika dilihat dari hasil produktivitas kerja karyawan yang menurun dan tidak efisien dari segi waktu dalam penemuan arsip kembali. Sehingga melalui artikel ini peneliti bertujuan memberikan pengetahuan terkait digitalisasi arsip sederhana dengan melakukan pemanfaatan pada Microsoft Access. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi dengan studi kasus pada PT. X. Hasil dari penelitian ini adalah perancangan e-arsip sederhana dengan menggunakan Microsoft Access. 

Yoni; Dede Kurnia

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk : 1) Mengetahui pengaruh positif prestasi belajar  terhadap minat berwirausaha siswa SMK kelas XI BDP 2. 2) Mengetahui pengaruh positif lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha siswa  SMK kelas XI BDP 2.3) Mengetahui pengaruh positif prestasi belajar  dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha siswa SMK kelas XI BDP 2. Jenis penelitian yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan metode survey. Metode survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tetentu yang alamiah (bukan butan), tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengn mengedarkan kuesioner, tes, wawancara terstruktur dan sebagainya (Sugiyono, 2017 : 12). Sedangkan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS. Kesimpulan yang diperoleh : 1) Ada pengaruh antara prestasi belajar terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI BDP 2 di SMK Diponegoro Majenang sebesar 0,421 atau42,1%. 2) Ada pengaruh antara lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI BDP 2 di SMK Diponegoro Majenang. sebesar  0,463 atau 46,3%.  3) Ada pengaruh secara bersama – sama atau secara simultan antara prestasi belajar dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI BDP 2 di SMK Diponegoro Majenang. sebesar 44,7% dengan persamaan regresi Y = 35,483 + 0,165X1 + 0,588X2. 

Fadli; Asngadi; Harnida Wahyuni Adda

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak Di Desa Sikara Tobata tanaman aren merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memilik nilai ekonomis yang tinggi sehingga sangat prospektif dalam pengembangannya dan memiliki peluang yang sangat besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di desa tersebut. Pengumpulan data dilakukan pendekatan survei dengan mewawancarai 4 pelaku usaha gula aren melalui pertanyaan terbuka. Hasil dari penelitian ini adalah strategi pemasaran yang dilakukan  dengan melakukan 4 bauran pemasaran (4P) yaitu (1) Produk : mempertahankan dan melakukan peningkatan kualitas produk (2) Harga : melakukan penetapan harga dengan orientasi biaya (3) Promosi: melakukan pelatihan pengunaan media sosial dalam melakukan promosi gula aren dan membantu pelaku usaha gula aren dalam mencari mitra (4) Tempat : gula aren diproduksi di Desa Sikara Tobata secara tradisional sebagai industri skala rumah tangga serta membentuk kerjasama kemitraan terhadap para pengusaha gula aren

Fikri Aditya Mahendra; Muhammad Saddam Widodo; Muhammad Reza Alim Pratama; Siti Sahara

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Struktur jalan yang lambat laun semakin disesaki oleh kendaraan pribadi membuat pemerintah bertindak cepat untuk bisa mengatasi persoalan ini. Suatu tindakan preventif bahkan kuratif sudah dicanangkan dan dilakukan untuk meminimalisir adanya penumpukkan kendaraan pribadi. Pemerintah memiliki suatu terobosan untuk menciptakan moda transportasi umum yang bertujuan untuk mengurai penggunaan kendaraan pribadi. Tentunya dibutuhkan sesuatu yang dapat mengintegrasikan masyarakat untuk digunakan sebagai wadah mereka untuk bisa mencapai tempat tujuan yang mereka inginkan. Bukan hanya yang dapat mengintegrasikan saja, akan tetapi suatu terobosan yang memiliki infrastruktur dan moda transportasi yang memadai, memiliki dimensi kualitas yang baik, kompeten, fleksibel, dan tidak mengganggu jalan yang sudah ada sebelumnya. Oleh karena itu, di Jakarta sendiri terdapat moda transportasi umum yang dinamakan Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) yang dijadikan sebagai jawaban dari permasalahan tersebut. Menurut reputasi yang diperoleh dalam pengumpulan data yang diambil dari masyarakat menunjukkan kelebihan dari transportasi ini tidak hanya dapat mengintegrasikan saja, akan tetapi infrastruktur atau konstruksi yang memiliki konsep di bawah tanah atau underground dan beberapa fasilitas yang memiliki kualitas menjadi salah satu dari kelebihan yang dimilikinya. Kelebihan dari transportasi ini tidak hanya dapat mengintegrasikan masyarakat saja, akan tetapi infrastruktur atau konstruksi yang memiliki konsep di bawah tanah atau underground menjadi salah satu dari kelebihan yang dimilikinya.

Muhtar Lutfi; Dedy Rusmiyanto, S.Tr., M.T; Sunu Arsy pratomo, S.T., M.T

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Kebakaran merupakan salah satu resiko yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja dalam setiap kegiatan pelayaran kapal laut. Kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran kapal ini pun menimbulkan kerugian finansial yang cukup besar bahkan bisa sampai memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 186/KepMen/1999 tentang unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja, pasal 2 ayat 1 dan 2 mewajibkan kepada pengurus dan pengusaha untuk mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran dan wajib memiliki unit penanggulangan kebakaran dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Berdasarkan uraian tersebut maka diperlukanlah suatu sistem penanggulangan kebakaran di atas kapal yang mencakup sarana proteksi kebakaran, sarana pemadam kebakaran dan manajemen kebakaran di atas kapal. Variabel sarana proteksi kebakaran, sarana pemadam kebakaran dan manajemen kebakaran di atas kapal digunakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sistem pemadam kebakaran pada kapal secara keseluruhan. Metode Penelitian yang dilakukan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan software SPSS. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 42 orang dihitung menggunakan rumus slovin.  Hasil menunjukkan  bahwa  variabel  sistem proteksi kebakaran, peralatan pemadam kebakaran dan manajemen kebakaran secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kesesuaian sistem pemadam kebakaran dengan kontribusi sebesar 64,4%, sedangkan faktor-faktor lain diluar variable penelitian ini yang berpengaruh sebesar 35,6%.

Prameswari, Ardhia; Aisyah, Siti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Pekerjaan konstruksi pastinya tidak terlepas dari potensi bahaya di tempat kerja, PT Prima Multi Peralatan merupakan perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang pemeliharaan Alat Bongkar Muat dan Kapal. Dalam praktek kerjanya perlu adanya terapan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja. Yang dimana pelaksanaan ini sangat perlu untuk diperhatikan baik bagi pihak manajemen dan para tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah terapan pelaksanaan Standar Operassional Prosedur (SOP) serta budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di PT Prima Multi Peralatan Kota Medan. Penelitian yang dilakukan adalah dengan mengggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mewawancarai beberapa informan dan juga melakukan observasi lapangan untuk melihat langsung keadaan di tempat kerja, serta studi kepustakaan sebagai tambahan referensi. Berdasarkan dari hasil penelitian mengenai terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. Prima Multi Peralatan, yaitu dari hasil wawancara dan juga observassi lapangan, ditemukan bahwa terapan SOP dan K3 sudah dilakukan dengan baik dan untuk kebijakannya sendiri masih berlandaskan kebijakan dari PT. Pelindo 1. Untuk penggunaan APD disesuaikan dengan kebutuhan, terkecuali baju seragam kerja, sepatu keamanan dan juga helm keamanan tetap harus digunakan selama berada di wilayah tempat kerja. dan untuk keseluruhan APD disediakan oleh PT. Prima Multi Peralatan.

Dian Rahmayanti Rivai

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh produk, harga, tempat dan promosi secara simultan Terhadap Keputusan Pembelian KartuHALO Pada Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Tadulako. Populasi pada penelitian ini  adalah mahasiswa Universitas Tadulako dengan sampel sebanyak 50. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel produk, harga, tempat dan promosi, secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan nilai Adjusted R-Square 0.772 pada sig. 0.000. Variabel produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien regresi 1.467 pada sig 0.002; harga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien regresi 0.082 pada sig 0.882; tempat tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien regresi 0.211 pada sig 0.473. Variabel promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien regresi 1.368 pada sig 0.018.