Publication Search

62,860 articles from 506 journals · 1,579 citations tracked

Showing 141-160 of 250

Analytics

Nurfazira; Sri Wahyuni; Rahma Syafitri

Kepercayaan adalah suatu rasa yang timbul dalam hubungan sosial didalam kelompok masyarakat karena adanya pengharapan berdasarkan suatu hal yang disaksikan sosial dan disepakati sebagai nilai luhur atau kebaikan. Sehingga dianggap sebagai sebuah perilaku yang normal. Kepercayaan yang dimaksud pada penelitian ini adalah Ritual Pawang Dalam Permainan Sepak Bola Di Pulau Pecong Kecamatan Belakang Padang Kota Batam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Ritual Pawang Dalam Permainan Sepak Bola Di Pulau Pecong Kecamatan Belakang Padang Kota Batam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Dalam menentukan informan menggunakan Teknik purposive sampling menentukan kriteria informan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Kepercayaan dari Francis Fukuyama. Berdasarkan hasil peneliti disimpulkan bahwa masyarakat di Pulau Pecong Kecamatan Belakang Padang Kota Batam masih mempercayai adanya ritual pawang pada permainan sepak bola. Karena Permainan ini masih menggunakan peran ritual pawang sebagai orang yang berperan untuk melindungi tim mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan, kepercayaan terhadap seorang pawang ialah sebuah kebiasaan yang diwarisi oleh masyarakat pulau Pecong, dalam hal ini mempercayai seorang pawang tergantung atas kepentingan anggota dari kelompok didalam masyarakat.

Agustin, Amellia Veronica; Sa'adah, Fitria Nur; Umaidah, Yuyun

Dinamik 2024 Universitas Stikubank

Childfree terjadi pada individu atau pasangan yang secara sukarela memilih untuk tidak memiliki anak. Fenomena Childfree semakin menarik perhatian masyarakat modern dan mempengaruhi keputusan hidup banyak individu. Data yang digunakan diperoleh dengan melakukan crawling data pada sosial media twitter. Dalam analisis sentimen kali ini menggunakan metode naïve bayes, data akan diflasifikasikan menjadi dua hasil, yaitu sentimen negatif dan positif. Setelah itu, data tersebut akan dinilai menggunakan pengujian dengan confusion matrix untuk mengukur akurasi, recall, dan precision. Hasil pengujian dengan Rapidminer menunjukan tingkat akurasi naive bayes yang tinggi sebesar 96%, untuk sentimen positif menghasilkan nilai precision 84,13%, dan nilai recall 100%. Sedangkan untuk sentimen negatif menunjukkan nilai precision 94,92%, dan recall 100%. Hasil klasifikasi tersebut menghasilkan 254 tweet negatif, dan 74 tweet positif. Analisis sentimen menggunakan metode Naïve Bayes dapat memberikan wawasan yang berharga tentang pandangan dan sentimen masyarakat terhadap Childfree. Hasil penelitian ini penting untuk memahami dan menghargai keragaman pandangan terkait topik ini. Implikasi penelitian ini dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam konteks sosial, budaya, dan kebijakan yang berkaitan dengan keputusan Childfree.

Hendriansyah Restu Omanda; Harjito Harjito; Latif Anshori Kurniawan

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

The aim of this research is to describe and determine the social values ​​contained in the short story collection Surat untuk Bapak by Nidhom Khoeron. This research uses two approaches, namely a qualitative descriptive approach and literary sociology. The data collection technique used in this research is listening and taking notes. The data analysis technique used in this research is qualitative. This research data presentation technique uses informal techniques. The results of the research show that there is social value in the short story collection Surat untuk Bapak by Nidhom Khoeron. There are three types of social values, namely compassion, responsibility and harmony of life. The first is the form of the Social Value of Love which includes Devotion, Help, Caring, Kinship and Loyalty. The two forms of Social Responsibility Values ​​include the values ​​of a sense of belonging, Discipline and Empathy. The three forms of social values ​​are harmony of life which include justice, tolerance and cooperation, democracy.

Hafizhah Najmatulhasna Sofyan; Hafilia Muzniyyah; Ismail Mubarok

Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

In the current digital exploration era, many young generations are very open to the times. For this reason, the younger generation needs Islamic teachings as a basis in responding to the current of modernization. The teachings of Islam can be obtained through da'wah. This research journal was created to open the eyes of the public in order to make good use of modern facilities that already exist, such as preaching on social media. Then, the method used in this study, namely qualitative descriptive method. The qualitative descriptive method is a research pattern whose type is more in-depth to describe an object, phenomenon, and one's experience through interpretive study. Da'wah in the digital era, of course, requires digital technology as a means of distribution. Islamic learning digital technology, can be accessed through digital platforms, such as online classes, webinars, or courses. As well as social media, such as tiktok, youtube, instagram etc. Da'wah spread through social media, can reach even not only generation Z, but all generations. So that the teachings of Islam can be understood or followed by the general public.

Melani Melani; Junaidi Junaidi

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Pendidikan karakter adalah pendidikan, nilai, kebiasaan, akhlak, budi pekerti, yang ditujukan untuk memaksimalkan potensi siswa dalam mengambil kebijakan yang benar dan buruk, memelihara yang baik, menciptakan dan menyebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebarkannya dengan segenap hati. Maksud dari penelitian ini adalah agar tahu bagaimana peran guru agama Islam serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pendidikan karakter pada peserta didik di SMP N 1 BONJOL. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan berbagai metode yang ada untuk mendiskripsikan apa yang diamati dalam bentuk bahasa, tulisan dan perilaku manusia. Dalam penelitian ini terdapat dua informan yaitu informan kunci adalah guru Pendidikan Agama Islam dan informan pendukung adalah wakil kepala sekolah dan peserta didik. Hasil penelitian yang penulis lakukan di SMP N 1 BONJOL menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berperan sebagai teladan, pembimbing, dan guru yang penyayang dalam penerapan pendidikan karakter. Dalam hal melaksanakan peran tersebut, terdapat faktor yang mendukung dan yang menghambat bagi guru agama Islam untuk menerapkan pendidikan karakter pada peserta didik, yaitu: faktor pendukung adalah kegiatan yang diadakan di sekolah serta lingkungan keluarga dan masyarakat yang baik, sedangkan faktor penghambatnya adalah faktor internal yang disebabkan oleh diri siswa itu sendiri dan ketidaktahuan peserta didik yang menghambat penerapan pendidikan karakter. Faktor eksternal yang berasal dari lingkungan luar seperti pertemanan di luar sekolah yang kurang baik serta penyalahgunaan media sosial yang tidak dikontrol oleh orang tua.

Ahmad Madani; As'ad Isma; Ferri Saputra Tanjung

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2023 CV. Aksara Global Akademia

Berdasarkan uraian latar belakang penilitian, salah satu permasalahan umat islam di Indonesia adalah pada bidang ekonomi, permasalahan tersebut kemiskinan adalah suatu fakta kehidupan sosial yang menggambarkan kondisi yang tidak sesuai dengan harkat kemanusiaan. Salah satu solusi yang dikemukkan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sarolangun adalah membentuk Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik yang memiliki tugas meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui program-programnya. Maka tujuan dari peneliti melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sarolangun dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mustahik. Kesejahteraan ekonomi syariah bertujuan mencapai kesejahteraan manusia secara menyeluruh yaitu kesejahteraan material, kesejahteraan spiritual dan moral. Konsep ekonomi kesejahteraan syariah bukan saja berdasarkan manifestasi nilai ekonomi, tetapi juga nilai spiritual dan moral.[1] Konsep kesejahteraan dan kebahagian (falah) mengacu pada tujuan syariat islam dengan terjaganya 5 prinsip dalam maqasid syari’ah, yakni terjaganya agama (ad-ddin), terjaganya jiwa (an-nafs), terjaganya akal (al-aql), terjaganya keturunan (an-nasl) dan terjaganya harta (al-mal).     Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menghasilkan deskriptif. Dimana penelitian didasari dengan pengamatan yang dilakukan olej penulis kemudian kemudian dipaparkan sesuai apa yang penulis amati dilapangan. Adapun pengumpulan data yang peneliti lakukan yaitu menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan data lainnya. Ketika data-data terlaj terkumpul, peneliti melakukan analisis lalu mengambil kesimpulan dari analisis tersebut.     Hasil dari penilitian ini adalah Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik BAZNAS Kabupaten Sarolangun berperan dalam pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan berfokus pada usaha-usaha kreatif potensial, pertanian dan balai ternak, melakukan pemberdayan dengan cara memberikan bantuan modal pengembangan usaha, pendampingan usaha, membangun kemandirian mustahik sesuai dengan rancangan anggara biaya yang telah diajukan mustahik dan disetujui oleh LPEM BAZNAS Kabupaten Sarolangun. kendala yang dihadapinya, kendala pada internal dan eksternal BAZNAS Kabupaten Sarolangun.

Vendry, Vendry Geraldine Kurniawan; Sari, Rona Taula

JOURNAL OF BIOLOGY LEARNING 2023 Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Pelaksanaan kurikulum di SMA Negeri 1 Pariangan mulai pada tahun ajaran 2022/2023 pada kelas X sudah menerapkan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Biologi di Kelas X SMA Negeri 1 Pariangan, Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan metode penelitian kuantitatif. Populasi penelitian sebanyak 233 siswa kelas X yang terdaftar pada Tahun Ajaran 2022/2023, dengan sampel sebanyak 147 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode probability random sampling dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kurikulum merdeka pada mata pelajaran biologi kelas X SMA Negeri 1 Pariangan berada pada kategori baik dengan nilai hasil derajat pencapaian sebesar 3.06. Hasil ini juga diperkuat dengan tingkat pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Pariangan mendapatkan nilai rata-rata indikator secara keseluruhan sebesar 3.73 dan termasuk dalam kategori sangat baik. Dalam pelaksanaannya, disarankan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan sosialisasi terkait kurikulum merdeka bagi tenaga pendidik maupun peserta didik.   Kata kunci : kurikulum merdeka, pelaksanaan kurikulum merdeka, biologi

Margareth, Ticha

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2023 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Penggunaan media sosial terlalu lama mengakibatkan penurunan sensitifitas seperti menurunnya tingkat simpati dan empati terhadap dunia nyata dan juga berdampak pada kualitas tidur. Ketidakmampuan remaja dalam manejemen waktu penggunaan media sosial dengan baik ketika berada di sekolah maupun di rumah, akan berdampak pada ketidakaturan pola istirahat dan tidur pada remaja. Kualitas tidur buruk berdampak pada daya ingat menurun, sulit berkonsenterasi, menyebabkan masalah kesehatan serius. Kualitas tidur baik dilihat dari kedalaman tidur seperti lamanya tidur, waktu yang diperlukan untuk tertidur, frekuensi terbangun. Kualitas tidur yang baik dapat digunakan untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, kesehatan, dan mengurangi stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada remaja di SMK Negeri 2 Binjai tahun 2022. Penelitian ini menggunakan observational analitik dengan  pendekatan cross sectional  terhadap 79 remaja di SMK Negeri 2 Binjai. Adapun populasi 225 orang dimana sampel sebanyak 79 remaja diambil menggunakan teknik random sampling . Hasil penelitian ditemukan bahwa penggunaan media sosial pada katergori aktif sebanyak (77,2%)  dan kualitas tidur pada kategori buruk sebanyak (60,8%). Hasil uji chi square secara statistik  ditemukan nilai p = 0,001 (p < 0,05) artinya ada hubungan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada remaja di SMK Negeri 2 Binjai.

Aldi Wahyu Saputra; Akhmad Qomaru Zaman

Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Cultural festivals are a series of positive activity processes conducted in certain areas to maintain and preserve local and national culture. They are held to include the participation of the community, related parties, and the government together. This research was a type of qualitative research conducted in Gosari Village, Ujungpangkah District, Gresik Regency. Data sources were obtained from the Village Head, Chief Executive, Head of WAGOS Board (Gosari Natural Tourism), religious, and community leaders, and supported by documents and archives. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation techniques. The research findings showed that the Gosari cultural festival is held once a year with a series of activities which include: Resik Sendang Icleaning the bathing place), Kirab Warga (mutually cleaning the environment), Ngadusi Rojo Koyo (bathing the cows), Traditional Snacks Market, review of the book: “History and Mythology of Gosari”, Performance of Traditional Dance and Ludruk Art. The values developed in the implementation process are social, religious, and traditional values. Cultural festivals play a role in developing religious and social values, namely through the optimization in the field of education which is collaborative with nature, and the habituation of community traditions which are held regularly and continuously.

anas, khoiruddin; Endah Wahyuningsih; Noer, Shobirin

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2023 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Artikel ini menjelaskan tentang lunturnya tradisi gugur gunung dan dampak yang ditimbulkannya, di desa Mundusewu, kecamatan Bareng, Jombang. Tradisi gugur gunung (atau dengan sebutan lain) yang mengandung nilai-nilai luhur, seperti kerekatan, guyub, dan oorientasi pada kepentingan bersama, perlahan-lahan semakin luntur bahkan mulai hilang keberadaannya. Kajian ini menggunakan metode kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Perspektif teori menggunakan kerangka pemikiran evolusi untuk menjelaskan realitas yang di kaji. Kajian ini menghasilkan beberapa kesimpulan : (1) Proses luntur dan hilangnya tardisi gugur gung terjadi ketika terjadi perubahan kepemilikan lahan pertanian, yang secara tidak langsung pemerintahan desa terlibat dalam proses tersebut, (2) Alokasi anggaran dari pemerintah untuk pembangunan desa, yang menyebabkan warga desa kehilangan kemandirian, dan tergantung kepada pemerintah, (3)  Luntur dan hilangnya tradisi ini berdampak pada berbagai bidang; ekonomi, sosial, dan kebudayaan.

Taufix Hidayatullah; Idris Supriadi; Devaron Suardi; Rihatul Jannah; Muhammad Purkon +2 more

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

The rapid development of the times, the revolution has changed many things that must be kept, not to be ignored. Traditional games that are full of cultural and ethnic values, even those that are useful for the best development of children. Modern games that are considered more realistic and even more personal are preferred by children, must be exposed to better motoric and cognitive games. In this study, the theory used is Herbert Spencer's cultural theory which considers that people and culture experience changes at certain stages from simple to complex forms. In addition to the concept of children's motor development according to John Piaget, who has found that games will train children's cognitive abilities better. This research is to see how the existence of traditional games influences the development of children today. This study uses qualitative methods to see how children make traditional games into modern games for children's motoric and cognitive development. As a result, children who do traditional games have much more developed abilities and character. The role of parents and teachers Traditional games that hold meaning and tradition are also important to be preserved. The results of the research itself can be concluded in the game Gobag Sodor there are cultural values that have been applied in the game and there are components of physical conditions that exist in learning at school and in college, such as agility, speed, coordination, strength and balance.

Herlangga Turna Cahyantoro

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Digital marketing is a marketing concept that is widely used in this modern era. Many manufacturers choose to use digital marketing in their marketing process because marketing goods through digital media saves energy and costs. In the process of digital marketing or digital marketing, a high creative process is needed because digital marketing requires producers to make content as attractive as possible for consumers to see and be interested in the products offered. In this case we examine how useful the application of digital marketing is in the marketing process of Bamboo MSMEs located in the Kepanjen Kidul Village, Kepanjen Kidul District, Blitar City. The method used is descriptive method with a qualitative approach. The descriptive method is used to describe the efforts of UMKM Bambu "Arunika Art" in developing their marketing with digital marketing. Meanwhile, a qualitative approach is used to explain the process of implementing digital marketing in line with the development of its business. The mentoring work program carried out for bamboo MSMEs is to utilize digital marketing, carry out digital content creation. Through a strong brand identity and an effective digital marketing strategy, bamboo MSMEs in the Kepanjen Kidul Village can experience significant empowerment.

Santyatmoko, Abdi

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2023 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perubahan dalam konteks sosial diartikansebagai “Perubahan pada berbagai lembaga kemasyarakatan, yang mempengaruhi sistem sosial masyarakat,termasuk nilai-nilai, sikap, pola, perilaku di antara kelompok dalam masyarakat.” Dengan adanya perubahangenerasi serta perkembangan dunia, sudah bisa dipastikan bahwa sikap dan cara hidup juga berubah. Namun,tidak jarang bahwa perubahan terebut bersifat degeneratif atau merusak. Salah satunya adalah timbulnya sikapapatis dalam berinteraksi secara sosial. Dalam hasil studi literatur ini, dapat disimpulkan bahwa Pendidikankewarganegaraan memiliki peran dalam meminimalisir sikap apatis tersebut serta bagaimana nilia-nilaididalamnya dapat disampaikan kepada ranah public, terutama kaum muda.

Abram Shekar Perdana; Sri Mulyani

Jurnal Akta Notaris 2023 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Dengan berkembangnya industri ekraf, bertambah pula obyek jaminan fidusia yaitu hak cipta yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dialihkan karena perjanjian. Pasal 16 UU Hak Cipta, hak cipta dapat dijadikan obyek jaminan fidusia.Lahirnya PP Ekraf,memberikan fasilitas pembiayaan berbasis KI termasuk hak cipta.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hak Cipta sebagai objek jaminan fidusia dalam perjanjian kredit bank. Rumusan masalah penelitian ini1)Bagaimana proses pemberian kredit dengan Hak Cipta industri musik sebagai objek jaminan fidusia dalam perjanjian kredit bank?2)Bagaimana upaya Bank apabila terjadi wanprestasi pada Hak Cipta industri musik sebagai jaminan objek fidusia dalam perjanjian kredit bank?3)Faktor apa saja yang menghambat untuk menjadikan Hak Cipta industri musik sebagai Objek Jaminan Fidusia dalam Perjanjian Kredit Bank? Metode Penelitian yang digunakan penelitian yuridis normatif.Spesifikasi yang digunakan yaitu deskriptif analitis sumber dan jenis data yang digunakan berupa data sekunder dan data primer,metode pengumpulan data dengan studi dokumen dan wawancara,menggunakan metode analisa data secara kualitatif. Berdasarkan penelitian,harus ada kesepakatan para pihak membuat perjanjian kredit dengan obyek hak cipta sebagai jaminan fidusia;adanya perjanjian jaminan fidusia dengan obyek hak cipta industri musik yang dibuat secara notariil;pendaftaran jaminan fidusia secara online untuk jadi sertifikat jaminan fidusia yang mempunyai kekuatan eksekutorial.Upaya Kreditur apabila Debitur wanprestasi,Kreditur mempunyai hak mengeksekusi obyek jaminan fidusia.Faktor yang menghambat Hak Cipta industri musik sebagai Objek Jaminan Fidusia dalam Perjanjian Kredit Bank,banyaknya pencipta belum mendaftarkan ciptaan ke Dirjen KI KemenkumHAM,kurangnya instrumen yang belum diatur secara jelas mengenai due dilligence.Perlunya Pemerintah untuk sosialisasi pentingnya mendaftarkan Kekayaan Intelektual agar mendapatkan perlindungan dari negara dan sebagai syarat mendapatkan pembiayaan dari Bank.

Ramandita Arliani; Dindin M.Z.M; Yeni Cania Puspita

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Puisi menjadi salah satu karya sastra yang di dalamnya mengandung nilai moral religi dan sosial yang memiliki keterkaitan dengan pendidikan karakter salah satunya karakter toleransi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral religi dan sosial yang terkandung dalam antologi puisi “Kusebut Nama-Mu dalam Seribu Warna” karya Achmad Subchan Darussalam bin ‘Umar, dkk. serta mengidentifikasi pemanfaatan hasil analisis antologi puisi “Kusebut Nama-Mu dalam Seribu Warna” karya Achmad Subchan Darussalam bin ‘Umar, dkk. sebagai peningkatan karakter toleransi peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deksriptif. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran apresiasi puisi di sekolah. Selain itu juga dapat mempengaruhi peningkatan karakter toleransi peserta didik, seperti menghormati dan menghargai keberagaman, memberi pesan kebijaksanaan dan kasih sayang, membuka pandangan baru terhadap keberagaman, menginspirasi dalam berdialog dan berinterkasi dengan sesama, dan membangun kepedulian. Nilai-nilai yang terkandung di dalam antologi puisi “Kusebut Nama-Mu dalam Seribu Warna” karya Achmad Subchan Darussalam bin ‘Umar, dkk. juga sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. 

Rodja, Zakiyah; Nuraini Salsabila; Nindia Monita Br Ginting; Vinsensia Carolin Purba

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Pendidikan tidak hanya tentang penguasaan pengetahuan akademik, melainkan juga pembentukan kepribadian yang kuat pada siswa. Oleh karena itu, manajemen pendidikan yang berbasis sosiologi pendidikan sangatlah penting untuk memperkuat karakter siswa secara menyeluruh. Peneliti menggunakan metode studi pustaka untuk mempelajari peran sosiologi pendidikan dalam membentuk karakter siswa melalui manajemen pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan dan menampilkan bahan bacaan yang relevan mengenai fungsi sosiologi pendidikan dalam meningkatkan karakter siswa melalui manajemen pendidikan. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa manajemen pendidikan berbasis sosiologi pendidikan dapat membantu membentuk karakter siswa dengan bantuan pranata sosial dalam menanamkan nilai-nilai tertentu pada peserta didik. Selain itu, integrasi nilai-nilai karakter dalam kurikulum menjadi sangat penting. Setiap mata pelajaran harus memasukkan pembelajaran tentang integritas, tanggung jawab, kerja sama, dan toleransi agar karakter siswa dapat diperkuat secara menyeluruh.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Rizky Asrul Ananda; Agung Setyawan

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya nilai mata pelajaraan IPS siswa, khususnya dalam hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode pembelajaaran resitasi untuk meningkatkan materi mata pelajaran IPS pada kelas IV SDN Tanjung Jati 2 Kamal. Jenis penelitian ini adalah Penilitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini bertempat di kelas IV SDN Tanjung Jati 2 Kamal. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN Tanjung Jati 2 Kamal tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 12 siswa yaitu terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 4 siswi perempuan. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan tes.

Maulidatul Hasanah; Mursyidul Ibad; Sukamto Sukamto

Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Masa  remaja  adalah  masa  transisi  antara  masa  kanak-kanak  dengan  dewasa  dan  relatif  belum mencapai  tahap  kematangan  mental  dan  sosial  sehingga  mereka  harus  menghadapi  tekanan-tekanan  emosi  dan  sosial  yang  saling  bertentangan. Permasalahan utama kesehatan reproduksi remaja (KRR) di Indonesia adalah kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk menggambarkan pengetahuan kesehatan  reproduksi  remaja di  Jawa Timur. Jumlah    sampel    sebanyak    1.768 remaja di Indonesia yang  diambil  dengan  cara kuota  sampling. Jenis  penelitian  ini  adalah kuantitatif deskriptif. Hasil  penelitian  menunjukkan  sebagian besar penetahuan remaja di Indonesia belum semuanya mengatahui pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi dengan baik Hal tersebut terbukti dengan nilai indeks yang belum mencapai 50,0 maka dari itu perlu dilakukannya kegiatan promotif dan preventif secara terus menerus.

Hendy Juni Ar Rasyid; Hariman Juni Ar Rahman; Ahmad Fatihul Azzam; Bantar Febrian Sabila; Denny Oktavina Radianto

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Etika memiliki peran yang penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam konteks kehidupan kontemporer yang semakin kompleks dan dinamis.  Etika juga berhubungan erat dengan konsep moralitas, yang merupakan seperangkat norma, nilai, dan keyakinan yang mengatur perilaku manusia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif berupa tinjauan literatur terbaru. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data dari sumber-sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, dan dokumen lainnya yang terkait dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil kajian literatur, terdapat berbagai macam prinsip etika yang berkembang dalam kehidupan kontemporer, seperti utilitarianisme, deontologi, etika hak asasi manusia, etika lingkungan, dan etika profesional. Konflik moral sering terjadi dalam kehidupan kontemporer, baik dalam lingkungan kerja, kehidupan pribadi, maupun dalam konteks sosial dan politik. Konflik moral dapat disebabkan oleh perbedaan nilai atau prinsip etika yang berbeda antara individu atau kelompok, serta situasi yang kompleks dan sulit dipahami. Tantangan dalam kehidupan kontemporer menuntut individu untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip etika dan kemampuan untuk menerapkannya dalam situasi yang kompleks.