Publication Search

59,950 articles from 482 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1441-1460 of 1,517

Analytics

Hartono, Budi; Lusiana, Veronica

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Penelitian ini membahas bagaimana pengaruh perbaikan kontras citra menggunakan metode ekualisasi histogram (HE) dan ekualisasi histogram adaptif (AHE) pada hasil pencarian citra. Kedua metode ini merupakan bagian dari pra-proses citra. Proses ekstraksi fitur citra menggunakan fitur tekstur: mean, deviasi standar, entropi, energy, kontras, dan homogenitas. Pencarian citra dikerjakan dengan cara mencari fitur citra terdekat yang dimiliki oleh citra query dan data citra dengan menghitung jarak Euclidean. Hasil percobaan menggunakan 30 buah citra query dan 80 buah data citra menunjukan bahwa perenggangan kontras menggunakan metode ekualisasi histogram adaptif (AHE) memberikan hasil pencarian citra sedikit lebih baik yaitu 53,33%, dibandingkan dengan metode ekualisasi histogram (HE) yaitu 46,67%.).

Ardhianto, Eka; Handoko, Widianto Tri; Wahyudi, Eko Nur

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Penggunaan barcode sudah tidak asing lagi. Hal ini adalah untuk memudahkan dalam mengelola inventori, karena barcode ini dapat menyimpan data spesifik sebagai contoh di Unisbank adalah data anggota perpustakaan yang meliputi kode buku, nomor identitas, nama dan lain-lain sehingga sistem komputer dapat mengidentifikasi informasi yang dikodekan dalam barcode dengan mudah. Seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesatnya, penggunaan barcode kini mulai digantikan dengan QR Code.QR Code adalah image dua dimensi yang merepresentasikan suatu data, terutama data berbentuk teks. QR Code merupakan evolusi dari barcode yang awalnya satu dimensi menjadi dua dimensi. QR Code memiliki kemampuan menyimpan data yang lebih jauh besar daripada barcode.Salah satu data penting dalam kampus adalah ijasah. Ijazah merupakan suatu dokumen yang berfungsi sebagai bukti autentik bahwa seseorang telah menjalani tahap pendidikan secara formal dan berhasil lulus ujian. Ijazah konvensional yang digunakan sekarang adalah ijazah berbentuk fisik sehingga ada kemungkinan ijazah tersebut hilang atau rusak. Proses verifikasi ijazah konvensional sulit dilakukan karena proses tersebut hanyadapat dilakukan oleh pembuat ijazah. Cara yang digunakan untuk melakukan verifikasi keaslian data ijasah saat ini adalah dengan melakukan kontak langsung kepada pembuat ijasah mengenai keaslian pemegang ijasah, serta adanya proses legalisasi tertandatangan dari pembuat ijasah.Dari pelaksanaan penelitian dan pengujian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu: QRCode dapat digunakan untuk menampung informasi data alumni yang besar, Mempermudah pendeteksian keaslian informasi kepemilikan ijazah melalui perangkat mobile, serta QRCode dapat digunakan dengan cepat untuk menverifikasi Ijazah lulusan Universitas Stikubank UNISBANK dengan cepat dan akurat.

Budiarso, Zuly; Prihandono, Agung

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Perkembangan teknologi                digital secara umum menyebabkan berkembangnya industri elektronik sejalan dengan perkembangan sistem digital. Perubahan Sistem Analog menjadi Sistem Digital merupakan salah satu hal yang menjadi awal berkembangnya industri perangkat elektronik. Dengan berubahnya sistem analog menjadi sistem digital maka jenis perangkat yang digunakan.Sensor merupakan perangkat pendukung untuk mengubah besaran fisik menjadi besaran listrik. Secara umum semua sensor bekerja secara analog. Besaran yang dihasilkan oleh sensor adalah besaran analog, yaitu berupa arus listrik dengan nilai tegangan tertentu. Agar arus listrik yang dihasilkan sensor dapat diproses secara digital maka besaran tersebut harus diubah menjadi besaran digital.Mikrokontroler merupakan perangkat yang dapat mengolah sinyal digital. Sebuah perangkat yang bekerja secara analog dapat diubah dengan sistem digital dengan cara mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, kemudian mengolah sinyal digital dengan mikrokontroler. Dengan mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, maka semua proses yang ada dalam sistem digital dapat dilakukan. Proses yang dilakukan mikrokontroler dapat berupa sistem kontrol maupun mengubah besaran analog menjadi besaran digital.Sensor ultrasound Parallax merupakan sensor yang dapat digunakan untuk menentukan jarak sebuah tempat dengan suatu objek di tempat lain. Sensor ini menggunakan sinyal ultrasound untuk mendeteksi adanya objek didepan sensor. Sensor terdiri dari pembangkit gelombang dan penerima gelombang. Pada saat bekerja pembangkit gelombang akan memancarkan gelombang ke depan. Jika di depan sensor terdapat sebuah objek, maka gelombang akan dipantulkan oleh objek tersebut dan akan diterima oleh penerima pada sensor. Waktu tempuh gelombang dari sumber sampai dengan penerima merupakan waktu yang diperlukan untuk menempuh dua kali jarak benda dengan sensor. Sehingga waktu tempuh yang diperlukan merupakan setengah dari waktu tempuh gelombang. Kecepatan gelombang suara dalam udara adalah 445 m/detik. Dengan mengetahui waktu tempuh tersebut akan dapat diketahui jarak antara objek dengan sensor.Sinyal yang dihasilkan oleh sensor hanya berupa pulsa listrik dengan frekuensi tertentu. Parallax Ping merupakan seperangkat peralatan elektronik yang berupa sensor ultrasound, pengubah sinyal, dan pembangkit frekuensi. Sinyal dari sensor sudah diubah menjadi sinyal yang dapat diolah oleh mikrokontroler. Dengan mikrokontroler Arduino, sinyal tersebut dapat dijadikan sebagai masukan untuk mengubah nilai-nilai analog menjadi besaran digital. Dengan diubahnya besaran analog menjadi besaran digital maka semua proses digital dapat dilakukan pada sinyal tersebut diantaranya menampilkan hasil di LCD, mentriger indikator, masukan untuk sistem sinyal dan lain-lain.Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa jarak terdekat objek yang dapat ditangkap adalah 2,34 cm dan jarak terjauh adalah 374 cm. Dengan kemampuan tersebut maka sensor parallax ping dapat digunakan untuk mengukur jarak resonansi bunyi.

Amin, Fatkhul; ., Sugiyamto; Anis, Yunus

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Neuro Associtive Conditioning Kepolisian Republik Indonesia (NAC POLRI) mempunyai tujuan untuk mengembalikan semangat dan teladan yang telah diwariskan oleh para pejuang dan para pahlawan Indonesia melalui training Pendidikan Karakter.  Kemerosotan bangsa Indonesia, khususnya para generasi penerus bangsa menjadikan bangsa Indonesia terpuruk.  Generasi muda menjadi loyo seperti tak bertenaga di alam Indonesia yang subur dan gemah ripah lohjinawi.  Perkembangan Teknologi Informasi menjembatani Rencana dan kiprah NAC POLRI melalui media online berupa website.  Melalui website nacpolri.org diharapkan semua tujuan dan rencana untuk membuat kembali generasi muda memiliki karakter bangsa Indonesia akan tercapai.  Proses pembuatan website yang dibuat melalui rencana yang benar, develop web yang benar, cara mengisi artikel yang benar dan cara memelihara website yang benar menjadi nilai tambah website nacpolri.org.  Website nacpolri.org menjadi besar dan disukai pengunjung karena menggunakan cara Search Engine Optimization (SEO) dan selalu di evaluasi perkembangannya.  Sehingga tujuan menjadikan bangsa ini kembali memiliki Pendidikan Karakter yang kuat akan bisa diwujudkan.

Ardhianto, Eka

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Promosi merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pemasaran suatu produk. Promosi adalah suatu kegiatan bidang marketing yang merupakan komunikasi yang dilaksanakan perusahaan kepada konsumen yang memuat pemberitaan, membujuk, dan mempengaruhi segala sesuatu mengenai barang maupun jasa yang dihasilkan untuk konsumen, segala kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan dengan menarik minat konsumen dalam mengambil keputusan membeli atau menggunakan produk di perusahaan atau instansi tersebut.Seperti halnya di Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang yang perlu memasarkan produk produknya kepada masyarakat umum khususnya para siswa SMA/SMK/MA yaitu produk di bidang pendidikan tinggi. Dalam hal ini merupakan tanggung jawab dari bagian promosi dan marketing yang merupakan ujung tanduk dari sebuah organisasi ataupun lembaga dalam hal sosialisasi, pemasaran dan hubungan dengan masyarakat calon konsumen. Lebih spesifik salah satu kegiatan bagian promosi dan marketing UNISBANK adalah melakukan promosi dan sosialisasi kepada masyarakat dan pelajar yang akan melanjutkan sekolah ke pendidikan tinggi. Dengan semakin banyaknya agenda kegiatan promosi yang dilakukan untuk penerimaan mahasiswa baru berupa kegiatan motivasi, pameran pendidikan, pengajuan proposal negosiasi dan sosialisasi ke sekolah sekolah maka diperlukan sistem pengagendaan kegiatan yang dapat mempermudah bagian promosi dan marketing untuk melaksanakan tugasnya.Hasil dari Sistem Informasi Rancang Bangun E-Office Administrasi Agenda Kegiatan Promosi UNISBANK Semarang yang dibuat dapat membantu mempercepat proses administrasi pengarsipan dalam hal penyimpanan data, pencarian data, pembenahan data dan rekapitulasi data. Selain itu, sistem ini memberikan dampak pelaksanaan proses verifikasi dapat dilakukan oleh ketua promosi tanpa harus melakukan verifikasi di dalam ruangan promosi dan ketua promosi akan lebih mudah melakukan kontrol kegiatan yang seudah terlaksana dan belum terlaksana secara real time.

Lusiana, Veronica

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Menentukan potongan garis yang perlu atau tidak perlu digambar di daerah jendela dikenal dengan istilah clipping. Salah satu algoritma clipping diusulkan oleh Danny Cohen and Ivan Sutherland pada tahun 1967 yaitu algoritma Cohen-Sutherland. Algoritma ini digunakan untuk menentukan apakah terdapat potongan garis yang digambar di dalam jendela dan sebaliknya akan menghilangkan potongan garis yang berada di luar jendela. Penggambaran obyek di jendela dapat menggunakan pendekatan dimensi dua atau dimensi tiga.Analisa dilakukan terhadap proses pemotongan garis (clipping) pada ruang dimensi tiga menggunakan algoritma Cohen-Sutherland. Disediakan contoh enam buah garis dengan letak titik ujung bervariasi seperti pada kode pembagian area Cohen-Sutherland. Ruang dimensi tiga, ruas garis, dan hasil pemotongan garis dalam ruang dimensi tiga digambarkan menggunakan perangkat lunak Processing. Pada pendekatan dimensi tiga, untuk pengujian pada titik awal dan titik akhir garis maka algoritma Cohen-Sutherland membagi sebanyak 27 macam wilayah. Masing-masing wilayah diberi kode yang unik.

Amin, Fatkhul; ., Purwatiningtyas

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Bahasa Jawa adalah bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia yang mulai ditinggalkan.  Perlunya pelestarian bahasa jawa dalam bentuk online yang bisa diakses bagi penggunanya sehingga akanmemudahkan dalam pencarian dokumen teks khususnya dokumen bahasa jawa ngoko.  Software IRS dirancang untuk memberikan hasil pencarian dokumen dalam jumlah yang optimal (recall rendah) dan akurat (precision tinggi) menggunakan metode VSM, sehingga user akan mendapatkan hasil pencarian cepat dan akurat.  Metode VSM akan melakukan pembobotan tiap dokumen yang ada pada database sehingga antar dokumen memiliki bobot yang berbeda untuk menentukan dokumen mana yang paling mirip (similar) dengan query, dokumen dengan bobot tertinggi menempati ranking teratas dalam hasil pencarian.  Evaluasi hasil pencarian IRS dilakukan dengan uji recall dan precision. Studi kasus yang telah dilakukan menggunakan IRS  ini didapatkan hasil sistem mampu melakukan proses preprosesing (tokenisasi, filtering, dan stemming) dengan waktu komputasi 18 detik. Sistem mampu melakukan pencarian dokumen dan menampilkan hasil pencarian dokumen dalam waktu komputasi rata-rata 2 detik, memiliki  rata-rata recall 0,04 dan rata-rata precision 0,84. Sistem dilengkapi dengan bobot tiap dokumen dan letakknya yang akan memudahkan user dalam pencarian dokumen teks bahasa Indonesia.

Wahyudi, Eko Nur

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Sejak pemerintah kota Semarang menyelenggarakan penerimaan peserta didik baru secara online, khususnya untuk tingkat SMA Negeri di Kota Semarang, banyak permasalahan dapat diatasi dengan adanya sistem tersebut. Orang tua/wali dan calon peserta didik tidak lagi harus banyak mengeluarkan tenaga dan pikiran untuk melakukan proses pendaftaran, seperti pergi jauh menuju lokasi sekolah dan menunggu antrian yang cukup lama, tetapi cukup dengan melakukan proses secara online melalui internet. Yang sangat perlu diperhatikan adalah bagaimana proses yang berjalan secara real-time tersebut dapat dipantau secara transparan oleh masyarakat luas, sehingga keputusan yang harus diambil oleh orang tua/wali maupun calon peserta didik sepenuhnya tepat berdasarkan kesadaran dan kondisi yang ada pada saat proses penerimaan siswa baru secara online berlangsung. Menjadi unik ketika mengamati bagaimana jumlah SMA yang ada di Kota Semarang diserbu oleh calon peserta didik yang begitu banyak, yang berasal dari negeri maupun swasta dan dari dalam kota maupun luar kota. Kuota yang ada pada setiap sekolah tentunya tidak dapat menampung semua jumlah pendaftar, sehingga ketentuan pada proses seleksilah yang akan menjadi dasar akhir penerimaan. Tidak semua calon peserta didik yang berasal dari sekolah negeri bisa diterima di sekolah yang dituju, demikian pula calon peserta didik yang berasal dari sekolah swasta tetap memiliki kesempatan yang sama untuk bisa diterima di sekolah negeri tujuannya. Menggunakan metode data mining dan teknik klustering diperoleh gambaran hasil bagaimana proses seleksi masuk di SMA Negeri di Kota Semarang yang cukup ketat namun transparan. Data yang diolah dapat mengetahui sejauh mana calon peserta didik berkompetisi memperebutkan kursi di sekolah yang diidamkannya tersebut. Gambaran hasil berikutnya adalah bagaimana porsi sebenarnya antara calon peserta didik laki-laki dan perempuan yang berkesempatan untuk melanjutkan studi di SMA Negeri. Prosentase pendaftar dari Dalam Rayon, Luar Rayon dan Luar Kota juga tampak jelas dalam hasil analisa. Terakhir adalah bagaimana dengan data mining dan teknik klustering diperoleh gambaran kelompok calon peserta didik dengan nilai tinggi, sedang dan rendah, serta kelompok jumlah calon peserta didik dari asal sekolah mereka.   Kata kunci: peserta didik, online, klustering

Lusiana, Veronica

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Berkas digital (file) yang disimpan hasil dari proses kompresi biasanya akan berbentuk raw data, informasi pendukung mengenai berkas tersebut yang biasa dikenal dengan meta data ikut diproses juga. Informasi meta data ini menjadi hilang, hal ini disebabkan proses kompresi pada berkas akan dikerjakan mulai dari karakter awal data sampai dengan karakter terakhir data (end of file). Untuk mengatasi hal tersebut maka akan dicoba untuk membuat berkas pendamping dari berkas yang dikompresi. Berkas pendamping ini disimpan dalam bentuk data XML (Extensible Markup Language). Format XML adalah baku namun dapat didefinisikan secara fleksibel sesuai dengan keinginan pengguna. XML dapat mendeskripsikan isi berkas itu sendiri dan sekaligus berfungsi sebagai meta data. Pada penelitian ini akan menggunakan algoritma kompresi data Shannon-Fano. Algoritma ini memiliki karakteristik lossless compression yang bekerja berdasarkan frekuensi kemunculan karakter pada berkas untuk menyusun kode baru menggantikan kode ASCII. Kode baru ini digunakan untuk menyusun berkas terkompresi. Data yang digunakan adalah berkas citra digital. Penelitian ini akan membuat kamus data kode Shannon-Fano yang digunakan untuk proses kompresi berkas citra dan membuat struktur dokumen XML untuk menyimpan informasi (meta data) milik berkas citra tersebut.   Kata kunci: kompresi citra, kode ASCII, Shannon-Fano, XML, lossless compression

Nurraharjo, Eddy; Hadikurniawati, Wiwien; Prihandono, Agung

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Adapun penelitian pendahuluan yang pernah dilakukan diantaranya adalah penelitian yang berkaitan dengan pendeteksian warna, klasifikasi berdasarkan warna tersebut dan penentuan pemilahan berdasarkan kriteria tertentu, mulai dari proses morfologi hingga metode center plotting. Target pada penelitian berikutnya adalah penggabungan analisis dari kedua hasil penelitian sebelumnya dan saat ini, yaitu klasifikasi warna objek dengan metode center plotting dan metode pencacahan objek pada suatu file citra, yang dihasilkan dari perangkat akuisisi data berupa kamera digital dan web camera. Konsep pencacahan objek ini merupakan sekelompok urutan sub proses yang cocok untuk objek yang di-capture dari webcamera dan terbukti dalam implementasinya mampu dilakukan dengan baik. Hasil pengamatan dalam penelitian ini mampu mencacahkan citra berwarna terhadap berbagai bentuk objek yang telah di-capture dengan baik melalui web camera, yang dibuktikan dengan perolehan hasil hingga 100 % dari 31 citra uji, namun hasil sebaliknya saat objek hasil capture dari kamera digital hanya 10 % dari 10 citra uji.   Kata kunci: pencacahan, counter, image processing

Wismarini, Dwiati; Sunardi, -; Anis, Yunus

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Klasifikasi sebagai aktivitas ilmiah yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan, meringkas dan menyederhanakan data ke dalam suatu format yang diinginkan, apabila diterapkan untuk klasifikasi data, merupakan proses yang dapat menemukan properti-properti yang sama dalam himpunan obyek pada sebuah basisdata dan kemudian terklasifikasi menjadi kelas-kelas berbeda menurut model klasifikasi tertentu. Pada data raster dan vektor klasifikasi spasial merupakan pemetaan suatu besaran dari berbagai interval (domain) tertentu pada interval-interval lain berdasarkan batas-batas ataupun kategori yang telah ditentukan. Sedangkan kenampakan dari metode klasifikasi tersebut dapat dilakukan berdasarkan warna dan simbol. Berbantuan Sistem Informasi Geografis dan penerapan suatu metode klasifikasi spasial, pembangunan dan penyajian informasi Kelas pada data spasial bagi data indikator banjir dapatlah dilakukan sehingga informasi tersebut akan dapat menjadi lebih informatif. Melalui penelitian ini, metode klasifikasi spasial berbentuk reclassify vector, dicoba untuk diterapkan dengan menggunakan rumus Sturges dalam penentuan jumlah kelas dan rumus Kingma dalam pembuatan interval kelasnya. Sehingga hasil akhirnya akan terbentuk pemodelan spasial baru berupa peta digital yang dapat menyajikan informasi secara spasial kelas-kelas pada data indikator banjir.     Kata kunci : Klasifikasi Spasial,  data spasial,  peta digital, data indikator banjir

Listiyono, Hersatoto; Budiarso, Zuly

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Sistem pendukung keputusan (SPK) untuk performance appraisal pengajuan pinjaman pada koperasi Amanah Sejahtera adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang dapat digunakan sebagai alat bantu bagi manajer koperasi untuk memutuskan diterima atau tidaknya pengajuan pinjaman yang diajukan oleh anggota. Pada sistem pendukung keputusan ini menggunakan prinsip penilaian yang disebut 5C. Prinsip 5C terdiri dari character, capacity, capital, collateral, dan condition. Prinsip 5C akan menjadi kriteria untuk pertimbangan pemberian kredit. Sedangkan preferensi untuk pembobotan pada kriteria tersebut menggunakan analytical hierarchy process. Namun demikian SPK ini juga dapat mengatur kriteria untuk dapat digunakan kriteria, sub kriteria dan susb-sub kriteria yang berbasis kearifan lokal. Secara keseluruhan proses yang ada pada sistem pendukung keputusan pemberian kredit ini adalah manajer menetapkan kriteria, sub kriteria, sub-sub kriteria beserta skornya. Kemudian manajer menginputkan preferensi kriteria antara 1 s.d 9 untuk menghasilkan bobot kriteria. Data yang sudah diinput oleh manajer digunakan staff koperasi untuk melakukan penilaian sehingga dapat dihasilkan keputusan diterima atau ditolak pinjaman yang diajukan atas pinjaman anggota. Hasil pengujian terhadap sistem pendukung keputusan pemberian kredit menunjukan bahwa alternatif keputusan yang dihasilkan sesuai dengan aturan yang ditetapkan.   Kata kunci : performance appraisal, keputusan, pinjaman

Hartono, Budi; Lusiana, Veronica

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Citra dengan kualitas yang lebih baik akan memudahkan proses pengolahan selanjutnya. Penelitian ini akan melakukan analisa kinerja dua buah teknik yaitu ekualisasi histogram adaptif (Adaptive Histogram Equalization, AHE) dan perenggangan kontras (Contrast Stretching, CS). Kedua teknik ini dapat meningkatkan kualitas atau memperjelas objek pada citra. Teknik CS merupakan proses perbaikan citra melalui operasi titik sedangkan AHE melalui operasi spasial. Pada teknik AHE akan menggunakan 3 ukuran blok (sub-image) yaitu 2x2, 8x8, dan 16x16 piksel. Citra uji dalam format JPEG dengan ukuran bervariasi sebanyak 12 buah memiliki kualitas tampilan yang berbeda-beda. Citra uji memiliki sebuah atau beberapa objek yang tampak jelas atau tidak begitu jelas. Variasi tingkat keredupan, kecerahan, tekstur pada latar belakang dan tekstur pada objek dapat digunakan sebagai parameter pengujian perbaikan kualitas citra. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih metode perbaikan kualitas citra untuk praproses pengolahan citra. Hasil ekualisasi histogram adaptif belum dapat dikatakan lebih baik dari perenggangan kontras, atau sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh pengaruh kondisi atau komposisi citra asli. Pada ekualisasi histogram adaptif, ukuran blok (sub-image) 2x2 dapat digunakan untuk proses perbaikan kualitas citra dan semakin besar ukuran blok (> 8x8 piksel) mengakibatkan objek menjadi semakin terdistorsi.   Kata kunci: perbaikan kualitas citra, ekualisasi histogram adaptif, perenggangan kontras

Hardijanto, Heru Purwadi

Wacana Hukum 2013 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

Abstract:Law formulation of protection eyewitness is law phenomenon crime system in theIndonesia as crime system of judicature, where as law straightening of alwayscorrelation by law enforcer. Law straightening in eyewitness protection has been foundthat often witnesses do not get protection law and even become accused. As that way informulation wisdom punish about eyewitness protection and it needed in future withlaw balance such as KUHP, it form in unity law system, so easy to do law. Law ofprotection of eyewitness and victim and is new masterpiece of nation in the Indonesiawhich inspiring a law aspiration protecting the whole Indonesian nation especiallyeyewitness rights and victim in course of criminal justice. So that thereby punishprotection of victim and eyewitness represent guidance in conducting criminal lawformulation in one standard law system that is in a formulation punish Indonesia crimesystem of judicature.Key words: protection punish victim and eyewitness, process criminal justice.

Februariyanti, Herny

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Hampir setiap aplikasi termasuk berbasis web dengan pengelolaan basis data membutuhkan proses temu kembali informasi. Pada proses temu kembali selain query dan umpan balik pengguna terlebih dahulu dilakukan proses pengindekan data yang. Proses indek kata merupakan salah satu tahapan pada penyiapan basis data untuk keperluan operasi temu kembali informasi. Pengindekan meliputi proses menghilangkan noise, dimana noise pada kalimat diantaranya adalah : imbuhan, angka dan stop word.  Proses indek juga meliputi pengelompokan kata menurut maknanya atau biasa disebut clustering. Dari hasil proses indek dihasilkan basis data yang siap untuk di query untuk diambil informasinya.  Dalam text preprocessing ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mendapatkan teks yang bebas derau (noise) atau bebas kata-kata yang tidak bermakna. Selain membebaskan dari derau, text preprocessing juga mengembalikan kata menjadi  kata dasar atau root word.Langkah-langkah dalam Text preprocessing dalam bahasa Indonesia adalah :Proses Filtering, Proses Tokenizing, Proses Stemming.   Kata kunci : indek kata, temu kembali 

Utomo, Mardi Siswo

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Stemming adalah proses untuk mencari kata dasar pada suatu kata. Pada analisa temu kembali informasi imbuhan merupakan bagian dari informasi yang tidak bermakna, seperti halnya stop word. Sehingga imbuhan harus dihilangkan untuk mempercepat proses pengindekan dan proses query. Proses stemming dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan menggunakan kamus dan menggunakan aturan-aturan imbuhan. Untuk mendapatkan tingkat kebenaran hasil yang tinggi biasaya digunakan kamus seperti yang diperkenalkan oleh Nazief dan Adriani,  stemmer bahasa melayu oleh Ahmad, Yuso, dan Sembok. tetapi teknik ini membutuhkan waktu komputasi yang tinggi karena ada proses pengambilan data pada database. Sedang untuk aplikasi yang lebih sederhana dan tidak membutuhkan akurasi yang tinggi teknik aturan imbuhan sangat mudah untuk diimplementasikan dan tidak membutuhkan waktu komputasi yang tinggi. Stemmer tala merupakan adopsi dari algoritma stemmer bahasa inggris terkenal porter stemmer. Stemmer ini menggunakan rule base analisis untuk mencari root sebuah kata. Stemmer ini sama sekali tidak menggunakan kamus sebagai acuan, seperti halnya stemmer ahmad,vega dan jelita. Proses stemming bahasa Indonesia menggunakan algoritma berbasis aturan mempunyai tingkat kesalahan tinggi, sehingga dapat mempengaruhi akurasi hasil akhir. Walaupun demikian performa stemming berbasis aturan relatif stabil dengan jumlah dokumen yang berkembang. Kata Kunci : Stemming, Stemmer Bahasa Indonesia, Tala

Ardhianto, Eka; Lusiana, Veronica; Hadikurniawati, Wiwien

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Penggunaan komputer tidak hanya terbatas digunakan sebagai perangkat pengganti mesin ketik saja, namun telah banyak dikembangkan aplikasi yang dapat membantu penyelesaian pekerjaan manusia. Dalam hal pengolahan data meter listrik penggunaan perangkat komputer sebagai sarana pengolahan data catatan meter pelanggan listrik hingga saat ini terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dengan mengembangkan pengolahan data meter listrik dengan berbasis pengolahan pada citra foto meter listrik. Selain sebagai bukti fisik, foto yang diambil juga digunakan untuk penghitungan jumlah pemakaian KWh listrik pelanggan. Permasalahan yang muncul adalah dengan jumlah pengguna listrik yang tidak hanya sedikit maka proses entri data penggunaan KWh listrik kedalam aplikasi membutuhkan waktu lama dan terkadang terdapat kekeliruan angka yang diinputkan karena proses entri data memerlukan kejelian mata untuk melihat angka pada foto meter listrik. Dari permasalahan yang ada, maka dibutuhkan suatu perangkat aplikiasi yang mampu melakukan segmentasi secara otomatis untuk membantu menentukan lokasi angka angka meter listrik pada foto. Penelitian ini melakukan pensegmentasian lokasi angka meter listrik untuk membantu petugas entri dalam melakukan proses input data angka pemakaian listrik. Penggunaan algoritma dirancang untuk mendapatkan lokasi angka dengan menggunakan fungsi regionprops pada lingkungan MATLAB. Hasil akhir yang didapatkan adalah sebesar 47% dari sample yang diambil ternyata dapat menemukan lokasi angka meter dengan baik.

Lusiana, Veronica

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Segmentasi  citra  sebagai  bagian  dari  proses  pengolahan  citra,    adalah  kegiatan    untuk  membagi    citra    menjadi    beberapa    bagian    atau    region,    yang  bertujuan  untuk  mengisolasi  atau menemukan  suatu  obyek  di  dalam  citra. Disini, segmentasi    dilakukan   menggunakan    proses    deteksi  tepi    dengan    metode    atau operator  Kirsch  dan  Robinson.  Kedua  metode  ini  dipilih  karena  dapat digunakan untuk  mendeteksi  tepi  dari  delapan  arah  mata  angin.  Sebagai  perbandingan  dari  kinerja kedua metode di atas, maka digunakan  metode Sobel dan Prewitt. Proses  pengamatan  citra  uji  dilakukan  secara  visual  dan  menggunakan  batas    penerimaan  piksel penyusun  tepi  sebesar  80%.  Berdasarkan  pengamatan  secara  visual  terhadap  hasil  citra  uji  maka metode  Kirsch  memiliki  kinerja  paling  baik  untuk  mendeteksi  tepi    dibandingkan  dengan  metode Robinson,  Sobel  dan Prewitt.  Berdasarkan  jumlah  paling  tinggi   terhadap  piksel  penyusun  tepi  obyek maka urutan pertama, kedua, ketiga, dan keempat, dihasilkan dari metode Kirsch, Robinson, Sobel dan Prewitt. Kata kunci: Segmentasi citra,  deteksi tepi,  metode Kirsch, metode Robinson, metode Sobel, Metode Prewitt.

Februariyanti, Herny; Zuliarso, Eri

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Salah satu cara yang paling berhasil untuk mengorganisasikan informasi dalam jumlah banyak dan dapat dipahami oleh para pencari informasi adalah dengan melakukan klasifikasi dokumen berdasarkan topiknya. Kebutuhan akan dokumen pembelajaran untuk melakukan klasifikasi dokumen merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul dalam topik klasifikasi dokumen. Permasalahan yang timbul menjadi semakin rumit dengan adanya fakta bahwa jumlah simpanan data berita menjadi sangat besar dan tidak terorganisir. Oleh karena itu, diperlukan suatu strategi pengelompokan otomatis dokumen-dokumen berita tersebut. Klasifikasi merupakan salah satu metode dalam data mining yang bertujuan untuk mendefinisikan kelas dari sebuah objek yang belum diketahui kelasnya. Pada klasifikasi terlebih dahulu akan dilakukan proses training dan testing. Pada proses tersebut akan digunakan dataset yang telah diketahui kelas objeknya. Pada penelitian ini akan dibangun aplikasi Klasifikasi Berita Menggunakan Ontologi. Obyek penelitian dari penelitian ini adalah artikel berita berbahasa Indonesia dari situs http://www.google.com Dengan adanya klasifikasi dokumen maka hasil download berita dari situs http://www.google.com dapat lebih terstruktur sehingga untuk mendapatkan informasi lebih cepat dan relevan sesuai dengan yang diinginkan.

Februariyanti, Herny; Zuliarso, Eri

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Dalam proses penelusuran informasi melalui internet sering diperoleh informasi yang sangat banyak, tetapi sebagian besar diantaranya adalah informasi yang tidak dibutuhkan. Dari sudut pandang temu kembali informasi (information retrieval), semakin banyaknya informasi yang tersedia di internet justru semakin mempersulit untuk menemukan kembali informasi yang relevan, yaitu informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam suatu sistem temu kembali informasi, kemampuan untuk menemukan informasi yang tersedia diukur dengan recall dan kemampuan untuk menemukan informasi yang relevan diukur dengan ketelitian, maka proses penelusuran dalam situasi seperti tersebut di atas akan menghasilkan recall yang tinggi tetapi ketelitian rendah. Penelitian ini berusaha untuk mengklaster dokumen dengan menggunakan Algoritma Single Pass Clustering. Klastering  ini ditekankan untuk dokumen  berbahasa Indonesia. Keterkaitan antar dokumen diukur berdasarkan kemiripan antar dokumen ( similarity). Algoritma ini diuji coba dengan menggunakan dokumen berita arsip berita online Kompas http://www.kompas.com/archive dalam format HTML Hasil uji coba menunjukkan bahwa algoritma ini dapat diaplikasikan untuk pengelompokan dokumen berbahasa Indonesia. Pemilihan kata kunci  yang tepat akan meningkatkan kualitas temu kembali informasi (information retrieval) pada dokumen. Keywords: information retrieval, simmilaritas, singgle pass clustering, recall, precision