Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1341-1360 of 1,528

Analytics

Khairil Anwar

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Fenomena yang terjadi banyak sekali kasus yang telah terungkap bahwa makanan dan/atau minuman yang beredar di masyarakat, sebagian merupakan “makanan dan/atau minuman yang berbahaya atau mengandung zat kimia yang secara aturan melebihi takaran/porsi di luar aturan yang telah ditentukan, sehingga hal tersebut berbahaya bagi orang yang mengkonsumsinya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan penegakan hukum   pidana terhadap penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya dalam makanan yang beredar. Jenis penelitiannya yaitu penelitian hukum normatif dimaksudkan untuk menelaah ketentuan-ketentuan hukum positif, dan perangkat hukum positif yang diteliti secara normative digunakan sebagai sumber bahan hukum. Pelaku diduga melanggar pasal 196 dan 197 Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1,5 miliar rupiah. Selain itu, dalam Pasal 64 angka 19 UU Cipta Kerja yang mengubah Pasal 140 ayat (1) UU Pangan diatur bahwa setiap orang yang memproduksi dan memperdagangkan pangan yang dengan sengaja tidak memenuhi standar keamanan pangan yang mengakibatkan timbulnya korban gangguan kesehatan manusia dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 4 miliar. Namun, perlu diperhatikan, ketentuan pidana di atas dikecualikan terhadap setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berisiko rendah atau sedang.

Magfirah, Ilmi; Nurhidayah, Irfanita; Wahid, Ulfiani; Hamdana

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tahap perkembangan ini menunjukkan hal yang unik dan memerlukan perhatian yang khusus dari orang dewasa untuk tumbuh dan kembang. Hal itu yang memicu makin mantapnya anggapan bahwa sesungguhnya pendidikan yang dimulai setelah usia SD tidaklah benar. Pendidikan harus sudah dimulai sejak usia dini supaya tidak terlambat. Sehingga penting bagi anak untuk mendapatkan Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan pendidikan anak usia dini dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah di TK Abdi Setia Bakti di Desa Taccorong Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba 2017. Penelitian ini merupakan penelitian observacional-analitik dengan pendekatan study cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik Non Probability sampling dengan Purposive Sampling. Sampel penelitian yang diambil berjumlah 38 anak sekolah di TK Abdi Setia Bakti Desa Taccorong Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba pada tanggal 19 Mei sampai 17 Juli 2017. Alat ukur yang digunakan adalah observasi. Analisa data yang digunakan dengan uji uji Chi-Square. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa persepsi responden dengan pendidikan terakhir PAUD dengan perkembangan kognitif optimal sebanyak 23 (82,14%) responden, sedangkan pendidikan terakhir PAUD dengan perkembangan kognitif tidak optimal yaitu 0 (0%) responden, dan persepsi responden dengan pendidikan terakhir tidak PAUD dengan perkembangan kognitif optimal sebanyak 5 (17,85%) responden, sedangkan pendidikan terakhir tidak PAUD dengan perkembangan kognitif tidak optimal sebanyak 10 (100%) responden.  Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji statistik uji Chi-Square diperoleh nilai p < 0,001. Terdapat Hubungan Pendidikan Anak Usia Dini Dengan Perkembangan Kognitif Pada Anak Usia Prasekolah di TK Abdi Setia Bakti Desa Taccorong Kecamatan Gantarang Kab.Bulukumba dengan nilai p < 0,001.

Tri Maryati

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Suatu organisasi akan mempunyai kemampuan bersaing jika sumber daya manusia yang ada pada organisasi tersebut memiliki kemampuan yang unggul diatas rata–rata atau kemampuan tenaga kerja tersebut lebih tinggi dari kemampuan standar yang di tetapkan organisasi. Sumber daya manusia dalam suatu organisasi merupakan kunci dari kesuksesan organisasi tersebut, karena sumber daya manusialah yang menjadi kendali dari pada seluruh sumber daya yang ada pada organisasi. Perumusan masalah dalam skripsi ini adalah : 1) Bagaimana pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang ? 2) Bagaimana pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang ? 3) Bagaimana pengaruh motivasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang ? 4) Bagaimana pengaruh disiplin kerja, lingkungan kerja, dan motivasi secara Bersama-sama terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang ? 5) Variabel manakah yang berpengaruh paling dominan ? Metode penelitian menggunanakan analisa kuantitatif dengan analisis regresis linear berganda. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 101 orang, sampel dalam penelitian ini berjumlah 81 responden. Teknik sampel dengan teknik purposive sampling yang dihitung dengan rumus slovin. Hasil penelitian ini adalah berdasarkan uji t pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru adalah sebesar 10,482 dengan nilai signifikan sebesar 0,000, maka diperoleh bahwa Hipotesis 1 diterima. Dengan demikian, maka disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Hasil uji t pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja guru adalah sebesar 4,462 dengan nilai signifikan sebesar 0,000, maka diperoleh bahwa Hipotesis 2 diterima. Dengan demikian, maka lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Hasil uji t pengaruh motivasi terhadap kinerja guru adalah sebesar 6,203 dengan nilai signifikan sebesar 0,000, maka diperoleh bahwa Hipotesis 3 diterima. Dengan demikian, maka motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru.

Eko Triwanto; Dyah Palupiningtyas

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Penelitian ini bertujuan, Untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan di Sentral Industri Asap Indah Wonosari Bonang Demak. Untuk pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan di Sentral Industri Asap Indah Wonosari Bonang Demak.Untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan kompensasi secara bersama sama terhadap kinerja karyawan di Sentral Industri Asap Indah Wonosari Bonang Demak. Untuk mengetahui Variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja karyawan di Sentral Industri Asap Indah Wonosari Bonang Demak Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, menekankan analisisnya pada data-data numerical yang diolah dengan metode statistika dengan membuat angket pada responden. Data yang digunakan ada dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Alat dalam penelitian ini adalah metode pustaka, metode kuisioner yang kemudian diolah. Jumlah sampel dalam penelitian merupakan responden sebanyak 58 orang. Berdasarkan hasil penelitian, maka hipotesis yang diajukan baik secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan, hal ini juga didukung dengan persamaan regresi Y = -2,876 + 0,377 X1 + 0,658 X2 yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan kemampuan (X1) terhadap tingkat kinerja karyawan (Y). Begitupula kompensasi (X2) terhadap kinerja karyawan, Kesimpulannya, Variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja karyawan adalah kompensasi karyawan pada Sentral Industri Asap Indah Wonosari Bonang Demak.

Hari Purnomo; Dyah Palupiningtyas

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Penelitian ini dilakukan di hotel horizon pekalongan, dengan tujuan penelitian  adalah  untuk  menganalisis  dan  menjelaskan  (1)  pengaruh  motivasi, terhadap kinerja, (2) pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja, (3) pengaruh motivasi dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja. Penelitian  dilakukan  dengan  menyebarkan  kuesioner  kepada  88  orang yang kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS, kemudian hasil yang didapatkan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linier berganda, uji model dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan motivasi dan gaya kepemimpinan  berpegaruh poisitif dan signifikan terhadap  kinerja,  dan  secara parsial motivasi dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Hotel Horizon Pekalongan

Rahmanti, Ainnur; Septediningrum, Septediningrum

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar belakang: Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kegagalan pemberian ASI pada anak, diantaranya karena faktor ibu bekerja. Pada survey awal di Posyandu melati kelurahan Gayamsari terdapat 35 orang ibu bekerja yang memberikan tambahan susu formula untuk anaknya yang masih berumur kurang dari enam bulan. Hal ini merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan. Tujuan : Penulis ingin mengetahui alasan ibu bekerja yang memberikan susu formula pada anaknya. Metode:  Dengan metode pemberian kuisioner dan wawancara terstruktur untuk menceri datanya. Pengambilan data ini dilakukan kurang lebih tiga bulan lamanya. Hasil: Kegagalan terbesar disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu akan pentingnya ASI ekslusif dan keterbatan waktu dalam pemberian ASI. Saran : Pengetahuan akan pentingnya ASI ekslusif menjadi salah satu faktor penentu sikap ibu dalam memberikan ASI esklusif sehingga peran keluarga dan dukungan lingkungan sekitar sangat diprlukan.

Rahmanti, Ainnur; Sunarto, Sunarto

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar belakang: Peningkatan Berat Badan Interdialitik (IDWG) adalah peningkatan volume cairan yang diwujudkan dengan kenaikan berat badan sebagai indikator untuk mengetahui jumlah asupan cairan selama periode interdialitik dan kepatuhan management mandiri pasien terhadap regulasi cairan pada pasien yang mendapat terapi hemodialisis. Pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa harus dibatasi asupan cairannya. Upaya untuk mencegah peningkatan IDWG dapat dilakukan dengan pemberian intervensi self care management. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan intervensi self care management terhadap IDWG pada pasien hemodialisa. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus Subyek dalam studi kasus ini adalah 2 orang pasien dengan kriteria pasien dengan gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa, pasien yang bersedia diberikan intervensi self care management. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pemberian intervensi self care managementdapat menurunkan berat badan antar sesi hemodialisisyaitu pada subyek Idari 5 % (kategori sedang) turun menjadi 0,8 % (kategori ringan) dan pada subyek II dari 6 % (kategori sedang) turun menjadi 0,8 % (kategori ringan). Intervensi self care management terbukti efektif untuk mencegah peningkatan IDWG pada pasien hemodialisa. Saran Intervensi Self care Management direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan untuk pasien yang menjalani hemodialisa

Wahyuni, Fitri; Astuti, Yuni

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Latar belakang :. Pengetahuan  dapat mempengaruhi kualitas asuhan keperawatan yang akan diberikan kepada pasien. Ada suatu fenomena bahwa perawat dalam perannya sebagai pemberi asuhan keperawatan kurang memperhatikan aspek kebutuhan spiritual. Tujuan untuk mendiskripsikan bagaimana pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien di Unit Rawat Inap RST Bhakti Wira Tamtama Semarang. Metode : Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 76 orang, alat pengumpul data  berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien dalam kategori tinggi yaitu sebesar (1,3 %), kategori sedang  (46,1 %) dan kategori rendah (52,6 %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien di Unit rawat inap RST Bhakti Wira Tamtama dalam kategori rendah. Saran: sebagai seorang perawat untuk meningkatkan pengetahuan tentang kebutuhan spiritual pasien dengan meningkatkan potensi diri melalui jurnal keperawatan, peningkatan pendidikan dan penambahan materi tentang kebutuhan spiritual dalam pendidikan keperawatan.

Anggarawati, Tuti; Kodir, Kodir

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Jaminan Kesehatan Nasional diselenggarakan untuk memberikan perlindungan kesehatan dalam bentuk manfaat pemeliharaan kesehatan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah. Setiap peserta JKN mempunyai hak mendapat pelayanan kesehatan. Rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Tetapi pada kenyataannya masih banyak keluhan dari peserta BPJS setelah mendapatkan pelayanan di rumah sakit yang bermitra dengan BPJS sehingga rumah sakit berupaya untuk memperbaiki mutunya dengan melihat bagaimana tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian secara deskriptif dengan sampel anggota TNI, PNS, Purnawirawan dan keluarga dengan teknik accidental sampling. Hasilnya adalah 100 responden dari bagian pendaftaran dan 100 responden dari bagian rawat jalan berada pada tingkat puas dari pelayanan yang diberikan sebesar 59,7 dan 67,5, kemudian di Unit Gawat Darurat dengan responden 53 menyatakan tingkat kepuasan pada kategori puas 62,26. Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan sehingga tingkat kepuasan pelanggan meningkat sebaiknya rumah sakit menyediakan dan menambahkan sarana prasarana, mengadakan pelatihan-pelatihan yang berguna untuk peningkatan pengetahuan dan kompetensi karyawan, dan melakukan penilaian kepuasaan pelanggan secara berkala.

Khosim Azhari, Nanang; Anggarawati, Tuti; Wahyu, Elisa

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Latar belakang: Mahasiswa tingkat akhir memiliki tanggungjawab menyelesaikan tugas akhir yaitu menyelesaikan karya tulis ilmiah sebagai syarat kelulusan dan memperoleh gelar. Dalam proses menyelesaikan karya tulis ilmiah terdapat berbagai kendala yang menyebabkan stress pada mahasiswa. Salah satu upaya yang dapat dilmelakukan terapi expressive writing. Tujuan : menggambarkan penurunan skor stress pada mahasiswa tingkat akhir sebelum dan sesudah dilakukan terapi expressive writing. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus. Subyek dalam penelitian menggunakan dua orang mahasiswa tingkat akhir yang mengalami stress ringan sampai stress sangat berat. Penilaian skor stress diukur dengan menggunakan alat ukur Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Hasil: Hasil studi kasus didapatlan bahwa skor stress pada subyek I dengan skor 41 dengan kategori stress sangat verat turun menjadi skor 20 dengan kategori stress sedang, dan untuk subyek II dengan skor 39 dengan kategori stress sangat berat turun menjadi 20  akukan dilakukan untuk mengurangi stress adalah dengan dengan kategori stress sedang. Saran : terapi expressive writing dapat digunakan dalam menurunkan skor stress pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan karya tulis ilmiah

Shofia Ulfa Agustina; Sumarwanto; Astari Wulandari

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Kegiatan komersial yang berada di kota Semarang banyak didominasi kegiatan perdagangan dan jasa yang tersebar dibeberapa bagian kota dan ditunjang pula dengan lingkungan perdagangan yang merupakan sub-sub pusatnya. Dengan melihat ketersediaan prasarana dan sarana perdagangan dan jasa komersial lain merupakan fasilitas yang sangat dibutuhkan untuk menunjang perekonomian kota Semarang dimana Semarang sendiri sebagi pusat kota. Central Park Mall Di Semarang Dengan Gaya Arsitektur Hijau ini yang diharapkan dapat menjadi ragam pilihan pusat perbelanjaan dengan suasana baru di Kota Semarang yaitu Green Shopping Atmosphare dan diharapkan dapat menunjang pertumbuhan ekonomi pada sektor perdagangan dan jasa untuk pengembangan wisata kota di Kota Semarang. Penekanan konsep desain yang akan direncanakan pada Central Park Mall di Semarang adalah menerapkan konsep arsitektur hijau atau Eco-Building dan Arsitektur Modern dimana desain bangunan akan memiliki interaksi antara indoor dengan outdoor. Icon utama Central park Mall adalah Mall ini memiliki Park atau Taman yang berada di tengah bangunan sebagai ruang terbuka yang dapat digunakan untuk kegiatan seperti bersosialisasi dengan teman/ keluarga atau orang terdekat, bersantai, wisata kuliner dan menikmati kopi di coffeshop, selain taman yang ada di sekitar bangunan. Memiliki konsep bangunan seperti angka delapan yang memberikan kesan tidak terbatas membuat desain ini terlihat lebih modern dan kontekstual.

Reno Andriwadi Saputra

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan program pengembagan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan laras Asri Resort & Spa Salatiga.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Laras Asri Resort & Spa Salatiga yang berjumlah 150 orang. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Sugiyono (2009) menjelaskan bahwa stratified random sampling adalah suatu teknik pengambilan sampel dengan memperhatikan suatu tingkatan (strata) pada elemen populasi. Elemen populasi dibagi menjadi beberapa tingkatan (stratifikasi) berdasarkan karakter yang melekat padanya.Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 51 orang.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)motivasi  berpengaruh terhadap kinerja karyawan (2) program pengembangan karyawan berpengaruh terhadap kinerja (3) motivasi dan  proram pengembangan karyawan berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan.

Akhmad Mulyadi; Teguh Imam Rahayu

Public Service And Governance Journal 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Isu desa dengan segala sumber daya yang dimiliknya sudah bergulir sejak lama, untuk menjawab itu semua maka, pemerintah mengeluarkan  UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dengan segala optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang ada sehingga menjadi solusi terhadap permasalahan desa, Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan  serta menganalisa Pengembangan  Potensi Desa Menuju Desa Wisata Di Desa Bermi kecamatan Mijen Kabupaten Demak dengan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif, dengan mengacu pada teori dan analisis SWOT (Strength, Weaknesess, Opportunity, dan Threath).   Pengembangan potensi desa sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli desa, tumbuh dan berkembangnya desa wisata bukan semata-mata peran dari satu stakeholder saja, namun perlu adanya partisipasi aktif dari masyarakat. Keinginan Pemerintah Desa Bermi bersama masyarakat dalam pengembangan potensi desa menuju desa wisata belum dapat terwujud. Hal ini dikarenakan pemerintah desa belum membuat aturan baik berupa Peraturan Desa ataupun Peraturan Kepala Desa tentang desa wisata. Potensi yang dapat dikembangkan sejak lama ada adalah Sumur Gandeng, ini bisa menjadi modal utama sebagai maskot, icon, dan jargon Desa Bermi, “ke Sumur Gandeng, Pasti ke Bermi”, Inovasi  desa menuju desa wisata belum tertata, hanya penambahan bangunan pintu gerbang masuk ke halaman Sumur Gandeng. Pengunjung   yang datang ke Sumur Gandeng hanya orang yang memiliki kepentingan khusus (ritual) bukan menjadi pengunjung yang menikmati keindahan lokasi wisata. Partisipasi masyarakat Desa Bermi masih dipengaruhi oleh sesepuh desa dan masih bersifat partisipatif pasif atau “sendiko dawuh”. Pengelolaan desa wisata dilakukan oleh Pemerintah Desa, hanya dibantu beberapa orang dari masyarakat yang tugasnya hanya bersifat menjaga kondisi lingkungan di sekitar Sumur Gandeng.

Setyowatie, wiwit

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Total Quality Management dan sistem reward terhadap kinerja karyawan. Selain itu juga menganalisis pengaruh jika terdapat variabel mediasi kepuasan kerja di dalamnya. Untuk menguji variabel tersebut, menggunakan teknik kuesioner. Itu didistribusikan ke karyawan di semua bagian dengan jumlah populasi 373 orang, dan metode pengambilan sampel 80 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif berupa analisis regresi berganda, dengan taraf probabilitas 0,05 dengan mengajukan 7 hipotesis yang terdiri dari 2 variabel independen yaitu Total Quality Management dan sistem reward, kinerja karyawan sebagai variabel dependen, dan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Total Quality Management dan sistem reward terhadap kinerja karyawan. Dan adanya variabel mediasi kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan, artinya variabel mediasi kepuasan kerja menjadi variabel yang meningkatkan pengaruhnya terhadap kinerja pegawai

Suseno, Dhony Priyo; Widiyastika, Ardinia

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Abstract. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) merupakan salah satu fasilitas pejalan kaki yang ditempatkan sesuai dengan tingkat kebutuhan bagi pejalan kaki dan lalu lintas kendaraan yang melintas pada ruas jalan yang bersangkutan. Penilaian efektivitas JPO akan menggunakan tiga standar parameter peraturan yaitu; Surat Edaran Menteri PUPR No.02/SE/M/2018 tentang Pedoman Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki, Keputusan Direktur Jendral Perhubungan Darat dengan Nomor SK.43/AJ/007/DRJD/97 tentang Keselamatan dan Kenyamanan Bagi Pejalan Kaki, serta DPU Direktorat Jendaral Bina Marga. Tiga JPO di jalan Pandanaran kota Semarang terletak di depan toko Merbabu (JPO-I), sky bridge (JPO-II), dan RS. Hermina (JPO-III). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data primer berupa observasi lapangan selama satu minggu. Hasil analisis menurut Surat Edaran Menteri PUPR bahwa JPO seharusnya berupa penyeberangan pelican dengan lapak tunggu. Hasil analisis menurut Keputusan Dirjen Perhubungan Darat yaitu; JPO-I tidak memenuhi syarat dengan persentase 40%, JPO-II memenuhi syarat dengan persentase 60%, dan JPO-III tidak memenuhi syarat dengan presentase 40%. Hasil analisis menurut DPU Direktorat Jendral Bina Marga yaitu; JPO-I memenuhi syarat dengan persentase 57,14%, JPO-II memenuhi syarat dengan persentase 57,14%, dan JPO- III tidak memenuhi syarat dengan persentase 42,85%. Berdasarkan syarat standar dan hasil kuisioner maka pembangunan JPO di jalan Pandanaran dikategorikan sebagai fasilitas penyeberangan yang tidak efektif. Keywords:  Efektivitas, JPO, Pejalan Kaki, Parameter, Pelican 

Prihatin Priyanto

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja dengan mediasi kepuasan kerja di Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan  dan Aset Daerah Kabupaten Batang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu pengambilan sampel dengan mengambil seluruh anggota populasi sebanyak 87 orang. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji hipotesis langsung dan uji hipotesis tidak langsung atau uji mediasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja (2) kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kepuasan kerja (3) motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja (4) kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh terhadap kinerja (5) kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja (6) motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja tanpa dimediasi kepuasan kerja (7) kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kinerja melalui mediasi kepuasan kerja.    Kata Kunci: motivasi kerja, kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja, kinerja

Amalia Nuruul Azizah; Alwi Sofyan; Muflihatul Khofifah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2021 Universitas Muhammadiyah Manado

Pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan oleh pengabdi berupa pelatihan pemrograman aktivitas fisik melalui outbound dan braingym sebagai implementasi pembentukan karakter dan kedisiplinan bagi guru Sekolah Dasar di Kecamatan Patimuan. Kegiatan ini bertujuan untuk diantaranya: (1) saling memahami dan saling pengertian/peduli dengan orang lain dan belajar membangun kepercayaan diri dan mempercayai kepada yang lain, (2) belajar membangun tim kerja yang cakap dan handal dan memahami arti penting kerjasama kelompok dalam lingkungan kerja, (3) membangun individu dalam kelompok secara lebih energik dan mendorong individu dalam menghadapi tantangan kelompok yang ada, (4) memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan kreativitas dalam penyusunan pembelajaran olahraga rekreasi bagi siswa agar memiliki kompetensi yang kreatif dalam mengembangkan pembelajaran penjas di tingkat sekolah. Metode Pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi dan praktik/latihan. Metode Ceramah ceramah digunakan untuk menyampaikan informasi kepada para guru Sekolah Dasar di Kecamatan Patimuan tentang pemrograman aktivitas fisik melalui outbound dan brain gym. Metode demonstrasi sangat penting keberadaanya dalam kegiatan pelatihan ini, karena dalam pelatihan suatu proses kerja akan lebih mudah diikuti oleh peserta pelatihan manakala ketrampilan yang akan ditransformasikan bisa dieksplisitkan secara konkrit melalui demonstrasi. Metode Praktik dilakukan oleh para guru untuk mencoba menguasai gerakan braingym dan outbound yang dapat di implementasikan pada setiap pembelajaran penjas disekolah. Dalam evaluasi, Tim Pengabdi melakukan pengamatan langsung kepada para peserta dengan kriteria antusiasme, perhatian, dan kesungguhan dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Hasil Pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik sesuai dengan program yang telah dibuat. Hal ini ditunjukkan oleh animo peserta yang cukup tinggi. Pemrograman aktivitas fisik dan praktik yang terdiri dari penguasaan teknik dasar outbond training dan brain gym yang dapat membentuk karakter bagi siswa seperti: nilai-nilai kerjasama, kepercayaan, kemampuan memecahkan suatu masalah, proses pendewasaan diri, kebersamaan, leadership (kepemimpinan), kedisiplinan, kemampuan akselerasi untuk mencapai suatu tujuan, melatih mental dan keberanian serta kesenangan batiniah. Indikator keberhasilan ditandai dengan tingginya motivasi peserta dalam mengikuti kegiatan ini serta dimilikinya pengetahuan dan keterampilan baru tentang outbond dan brain gym.

Adha, Muhammad Mona; Ulpa, Eska Prawisudawati

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pendidikan merupakan suatu hal yang paling penting untuk membentuk kepribadian seseorang. Penanaman dan penguatan karakter peserta didik era modern saat ini memiliki tantangan tersendiri khususnya bagi para guru di Indonesia. Tantangan juga dihadapi oleh diri siswa itu sendiri ditengah perkembangan teknologi dan informasi yang super cepat dan dapat dijangkau dengan mudah. Guru harus menyesuaikan keadaan perubahan situasi modern saat ini dengan perkembangan diri siswa, agar nilai positif menjadi transformasi diri untuk memiliki karakter yang baik selaras dengan budaya atau adat istiadat yang melekat kuat di Indonesia. Sebagai bangsa yang kuat di era modern ini haruslah mempunyai prinsip-prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Implementasi pendidikan karakter di sekolah diperlukan kompetensi guru yang mampu turut berkompetisi di era modernisasi ini. Di era modern saat ini penanaman dan pengembangan nilai-nilai karakter menemui hambatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu, hal tersebut turut dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di sekitar siswa maka dari itu kreativitas dan inovasi antara orang tua dan pendidik harus terus dikembangkan. Intensitas komunikasi antara siswa, orang tua, dan guru dilakukan dua arah dan memposisikan diri sebagai pendengar yang baik bagi siswa saat berada di rumah dan di sekolah.

suargana, lisnawati; Anggraeni Dewi, Dinie

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Bangsa Indonesia selaku negara yang tidak dapat menjauhi tantangan globalisasi, namun dengan berpegang pada Pancasila selaku panduannya, prinsip Indonesia hendaknya bisa mempertahankan jati diri serta eksistensinya. Riset ini berisi tentang apabila memelihara semangat nasionalisme dalam benak generasi muda semenjak masa anak- anak akan membuat mereka lebih tangguh terhadap pengaruh negatif serta pergantian moral yang menjadi- jadi di masa globalisasi. Jadi, dengan memantapkan moralitas serta etika lewat pembelajaran Pancasila, generasi muda Indonesia bakal lebih siap buat hadapi globalisasi serta mempertahankan fakta diri Indonesia dikala yang bersamaan. Nilai kebudayaan yang jadi ciri bangsa Indonesia, semacam gotong royong, silahturahmi, ramah tamah dalam warga jadi keistimewaan dasar yang bisa menjadikan masing- masing orang warga Indonesia untuk mencintai serta melestarikan kebudayaan bangsa sendiri. Tetapi ciri masyarakat Indonesia yang diketahui selaku masyarakat yang ramah serta sopan santun disaat ini mulai pudar semenjak masuknya budaya asing ke Indonesia yang tidak bisa dipilih dengan baik oleh warga Indonesia. Hingga, dalam Mengenai ini pemerintah mempunyai peranan berarti buat mempertahankan nilai- nilai kebudayaan Indonesia dalam kehidupan masyarakatnya. ABSTRACT Indonesia as a country that cannot resist the challenges of globalization, but by adhering to the pancasila as its guidelines, its principles should be able to defend itself and existence. The research is about keeping a nationalistic spirit in the minds of youth since childhood will make them more resilient to the negative influences and the demoralizations of globalization. So, by reinforcing morality and ethics through pancasila study, the Indonesian younger generation will be better equipped to face globalization and maintain Indonesian fact at the same time. The cultural value of the Indonesian people, such as cooperation, silahturahmi, isa basic privilege that can make indonesians love and preserve their own culture. But the Indonesian people known as a friendly and civilised society have begun to wane since the influx of foreign cultures into Indonesia that Indonesia has not been able to choose well. Until then, governments have a meaningful role to maintain Indonesian cultural values in their societies

Euis Kusumarini; Andi Aslindah

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Alat  Permainan  Edukatif  (APE)  diharapkan  agar  proses  pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan sehingga anak betah,tidak merasa bosan dan fokus dalam belajar. Walaupun telah diketahui bahwa Alat Permainan Edukatif (APE) sangat menunjang bagi terlaksananya proses belajar yang efektif namun perlu mengkreatifitaskan lebih banyak variasi di sekolah dalam menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) secara maksimal dalam proses pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan  minat  belajar  anak, pengabdi akan menerapkan suatu tindakan dalam bentuk penggunaan media Alat Permainan Edukatif (APE) disiapkan oleh guru sesuai dengan kebutuhan pokok bahasan yang akan diajarkan pada anak dan didapat dengan mudah bisa gunakan bahan dari tersedia dibeli, barang bekas ataupun dalam bentuk kreatifitas lain yang bisa dibentuk, dibuat, digunakan dan dimanfaatkan terutama guru memiliki keahlian  keterampilan untuk hal tersebut perlu membekali diri dari sosialisai, pelatihan dan seminar  untuk belajar lagi dan memuntut hal baru dari ilmu pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan hasil dari sosialisai tersebut adalah berjalan dengan lancar dan tercapainya salah satu cara pilihan  untuk  dapat  membantu  dan  saling memberikan kebermanfaatan bersama dalam kemajuan dibidang pendidikan anak usia TK terutama usia 5 sampai 6 tahun dalam memotivasi mereka selain guru, peserta didik juga pihak lain yang berkepentingan dalam memajukan dunia pendidikan agar anak anak yang merupakan bagian dari nantinya sebagai penerus bangsa merupakan anak anak yang cerdas selain kognitifnya, keterampilannya juga prilaku serta wawasan dan pengembangan dirinya yang dimiliki berguna dan bermanfaat kelak nantiya baik bagi dirinya orang lain lingkungan dan negara tentunya.