Publication Search

59,950 articles from 482 journals · 1,579 citations tracked

Showing 101-120 of 167

Analytics

Ayu Sri Astuti; Dini Rakhmawati; Argo Widiharto

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilatarbelakangi siswa yang tidak disiplin dalam belajar di sekolah ditunjukkan dengan meninggalkan kelas saat jam pelajaran, siswa gaduh dikelas, banyak siswa yang tidak mengerjakan tugas disekolah, dan siswa melanggar tata tertib. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian true experimental dengan model matched grups desaigns. Populasi penelitian siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Simo dengan jumlah 147 siswa. Sampel diambil 16 siswa yang kedisiplinan belajar rendah. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data yang dipergunakan adalah skala kedisiplinan belajar siswa. Analisis yang digunakan untuk menguji validitas instrument adalah korelasi antara butir dan skor yang dikerjakan dengan korelasi Product Moment sedangkan untuk menguji reliabilitas dengan bantuan program komputer SPSS 22,0 for windows. Hasil pretest mengenai skala kedisiplinan belajar dapat diketahui terdapat 7 siswa pada kategori rendah, 1 siswa pada kategori sangat rendah. Hasil posttest skala kedisiplinan belajar dapat diketahui terdapat 7 siswa pada kategori tinggi, 1 siswa pada kategori rendah. Hasil uji Independent Sampel Test nilai sig. 0.002 < 0.05, hipoteses layanan konseling kelompok melalui pendekatan behavior berpengaruh meningkatkan kedisiplinan belajar siswa memiliki perbedaan yang signifikan. Dari uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa layanan konseling kelompok melalui pendekatan behavior efektif untuk mengurangi disiplin belajar siswa.

Wanda Amalia; Afrinaldi; Iswantir M; Linda Yarni

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Penelitian ini dilatar belakangi dari hasil pengamatan peneliti yaitu rendahnya self efficacy dalam penyelesaian tugas sekolah siswa di Sdn 10 Puhun Pintu Kabun Panganak Kota Bukittinggi. Dari observasi yang peneliti lakukan, ada beberapa siswa yang tidak yakin dengan kemampuan yang dimiliki seperti minder dengan siswa lainnya yang memiliki prestasi lebih tinggi di dalam kelas padahal siswa tersebut mampu, akibat dari ketidak yakinan diri tersebut menyebabkan siswa malas untuk mengerjakan penyelesaian tugas sekolah yang diberikan oleh guru. Self Efficacy  adalah keyakinan diri seseorang terhadap kemampuan dirinya sendiri bahwa ia mampu untuk melakukan sesuatu atau mengatasi sesuatu. Penyelesaian tugas sekolah adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar dirumah. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui Hubungan Self Efficacy Siswa dengan Penyelesaian Tugas Sekolah di Sdn 10 Puhun Pintu Kabun Panganak Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuanititatif korelasional. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas 6 yang berjumlah 15 orang. Dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, maka sampel penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas 6 di Sdn 10 Puhun Pintu Kabun Panganak Kota Bukittinggi sebanyak 15 orang dengan jenis kelamin perempuan ada 7 orang dan laki-laki berjumlah 8 orang. Dalam penelitian ini digunakan instrument yaitu angket, yang terdiri dari angket self efficacy dan angket penyelesaian tugas sekolah dengan menggunakan skala Gutman. Teknik pengolahan data mencari mean, range, % skor dan standart deviation, sedangkan uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji linearitas, sedangkan untuk pengujian hipotesis mencari Product Moment yang mensyaratkan hipotesis diterima apabila r_hitung lebih besar dari r_tabel. Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan penyelesaian tugas sekolah pada siswa di Sdn 10 Puhun Pintu Kabun Bukittinggi. Dengan dilakukan perhitungan hasilnya dapat diketahui bahwa taraf signifikan antara variabel self efficacy (X) dengan penyelesaian tugas sekolah (Y) siswa adalah r_hitusng = 0,931 lebih besar dari r_tabel = 0,514, maka hipotesis diterima yang menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan penyelesaian tugas sekolah, itu berarti Ha diterima sedangkan H0 ditolak. Dengan derajat hubungan sangat kuat dan hubungan yang positif.

Muhammad Wahfiyudin Romadoni

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Di era globalisasi saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Hal ini berdampak pada proses pembelajaran di lembaga pendidikan. Ada tiga kekuatan besar yang mempengaruhi perkembangan seseorang antara lain masyarakat sipil, negara-bangsa, dan globalisasi. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dalam mengenal, memahami berbagai materi dengan menggunakan pendekatan saintifik, bahwa informasi dapat datang dari mana saja, kapan saja, tidak tergantung informasi langsung dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan pendekatan saintifik dalam upaya meningkatkan hard skill dan soft skill siswa khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif yang meliputi wawancara, dokumentasi dan observasi. Lokasi penelitian dilakukan. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan pendekatan saintifik diharapkan dapat meningkatkan hard skill dan soft skill siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.      

Ferawati Artauli Hasibuan; Tetti Hasibuan

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode project based learning terhadap peningkatan kreativitas dan inovatif siswa kelas X SMA Negeri 3 Sibolga pada pokok bahasan dinamika gerak. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Dari hasil analalisis data diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan tingkat kreativitas dan inovatif siswa antara kelas kntrol dan kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen, siswa dalam menyelesaikan soal-soal fisika memiliki kreativitas dan inovatif yang lebih tinggi daripada kelas kontrol. Berdasarkan hasil observasi, tingkat aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung melalui metode project based learning berada pada kategori baik dengan rata-rata skor di atas 70. Penerapan project based learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kreativitas dan inovatif siswa pokok bahasan dinamika gerak dimana ttabel < dari thitung yaitu 1,64 < 3,27.

Suci Cahya Riyani; Sri Mintarsih; Sulastri Sulastri

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

menstruasi pertama (menarche) merupakan peristiwa terpenting yang terjadi pada masa remaja. Pengetahuan yang diperoleh remaja tentang menstruasi akan mempengaruhi persepsi remaja tentang menarche. Pada studi pendahuluan di dapatkan siswa yang belum menghadapi menarche sebanyak 20 orang. mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche. penelitian menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian remaja putri Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kemasan Polokarto Sukoharjo dengan teknik sampel acak sederhana sejumlah 15 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan berupa korelasi pearson. tingkat pengetahuan tertinggi pada kategori baik sebanyak 10 (66,7%) dan kesiapan tertinggi pada kategori siap sebanyak 9 (60,0%). Ada hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche dengan nilai ? : 0,006 dan nilai r : 0,739 dengan maksud bahwa variabel pengetahuan siswa dengan variabel kesiapan siswa memiliki hubungan yang “kuat”. terdapat hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche.

Sulastri Nengsih; Darul Ilmi; Salmi Wati; Khairuddin Khairuddin

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pengamatan peneliti yang menemukan bahwa pemberian reward yang tepat atau sesuai kepada siswa dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Salah satunya adalah guru memberikan pujian kepada siswa saat proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian reward terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam siswa SMP Negeri 1 2x11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode korelasional. Dengan populasi peserta didik kelas VII, VIII SMP Negeri 1 2X11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman yang berjumlah 450 siswa yang akan diambil sampel sebesar 15% yaitu menjadi 66 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportional stratified random sampling. Dalam penelitian ini akan digunakan dua instrumen yaitu instrumen Pemberian Reward dan instrument motivasi Belajar. Pengaruh Pemberian Reward Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa SMP Negeri 1 2X11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman terlihat dari nilai koefisien determinasi antara variabel X dan Y adalah sebesar KD = 21,8089%. Angka ini menunjukkan bahwa 21,8089% Motivasi belajar ditentukan oleh pemberian reward dan selebihnya ditentukan oleh faktor lainnya.

Nurul Haeniah

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Kemampuan komunikasi yang baik sangat penting dimiliki oleh setiap guru yang tidak hanya berkewajiban memyampaikan informasi kepada siswa, tetapi dituntut untuk mampu menjadi teladan dalam ucapan atau pelafalan yang tepat. Artikel ini disusun dengan maksud memaparkan berbagai problematika pembelajaran bahasa Indonesia kaitannya dengan pelafalan dalam tuturan guru dan siswa, solusi, dan juga berbagai kendalanya. Metode dalam artikel ini adalah metode pustaka yakni dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data dari referensi yang relevan dengan topik. Simpulan dari hasil pembahasan (1). Problematikan yang timbul antara lain terkait siswa sebagai objek didik maupun guru sebagai subjek didik.(2) Tidak adanya rujukan yang jelas dalam hal penentuan bagaimana pelafalan bunyi bahasa sebab satu fonem bisa mewakili lebih dari satu cara pelafalan.

Serbiadventa, Gabriella Wirasendy; Bezaleel, Michael; Prestiliano, Jasson

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2023 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Secara fungsional, website sekolah di SMP Pangudi Luhur Ambarawa telah dapat memenuhi kebutuhan sekolah, siswa, dan masyarakat. Namun, antarmuka tampilan yang digunakan masih belum mampu mendukung sisi fungsionalitas website secara baik. Untuk itu, dilakukanlah perancangan antarmuka website SMP Pangudi Luhur Ambarawa menggunakan pendekatan user centered design. Perancangan antarmuka website tersebut menempatkan orang tua siswa selaku target pengguna utama sebagai pusat dari proses perancangan antarmuka. Berdasarkan identifikasi kebutuhan dan perilaku pengguna utama, dibuatlah user persona, model wireframe, dan alur interaksi yang kemudian diterapkan dalam antarmuka website. Metode perancangan yang akan digunakan dalam penelitian ini mengacu kepada metode perancangan User Centered Design dalam ISO 9241-210. Hasil dari penelitian ini adalah meningkatnya kemudahan penggunaan website melalui antarmuka yang baru dimana hal tersebut mempengaruhi pandangan pengguna menjadi lebih baik terhadap pihak sekolah.

Daniah Alfani; Supriadi Supriadi; Jasmienti Jasmienti; Arifmiboy Arifmiboy

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa masalah yang penulis temukan di kelas VII Mts Muhammadiyah Tamiang Ujung Gading khususnya pada mata pelajaran Al-Qur‘an Hadis. Dimana dalam pembelajaran masih terdapat beberapa nilai siswa yang berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasi. Penelitian ini berlokasi di MTs Muhammadiyah Tamiang Ujung Gading. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 60 orang. Penelitian ini melakukan penarikan sampel dengan random sampling sebanyak 30 orang siswa. Kelas VII A 10 orang,VII B 10 orang dan VII C 10 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa, tes objektif, tes lisan Angket. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Al-Qur‘an Hadis yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler termasuk dalam kategori baik, hal ini berdasarkan pengujian Hipotesis diperoleh nilai sig 0.00< 0.05 artinya Kegiatan Exrakulikuler Tahfiz berpengaruh signifikan terhadap Hasil Belajar Al-Qur‘an Hadis Siswa dan Siswi Mts muhammadiyah Tamiang Ujung Gading Pasaman Barat. dan berdasarkan uji koefisien korelasi sebesar 0.688 menunjukkan terdapat hubungan yang tinggi antara variabel Kegiatan Exrakulikuler Tahfiz dengan Hasil Belajar Al-Qur‘an Hadis hal ini terlihat dari hasil 0.688 terletak antara 0.600-0.800. Pelaksanaan kegiatan Exrakulikuler Tahfiz yang baik akan memberikan dambak yang tinggi untuk Hasil Belajar Al-Qur‘an Hadis. dan Berdasarkan hasil perhitungan koefisien diterminasi diperoleh R Square (????2) sebesar 0.677 sehingga diperoleh koefisien determinasi sebesar 67.7 % (0.677 × 100%). Hasil ini artinya variabel Hasil Belajar Al-Qur‘an Hadis dapat dijelaskan oleh variabel Kegiatan Exrakulikuler Tahfiz Al-Qur‘an sebesar 67,7% sedangkan sisanya 32,3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.

Ade Sugiawan; Yanti Rut Susanti; Rochmat Tri Sudrajat

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Bahasa sebagai alat komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan bahasa, manusia dapat berinteraksi baik dengan sesamanya, lingkungannya, maupun dengan penciptanya. Kemampuan berbahasa erat hubungannya dengan kemampuan berpikir. Semakin terampil seseorang berbahasa, semakin jelas jalan pikirannya. Keterampilan ini diperoleh melalui latihan-latihan yang intensif dan bimbingan yang sistematis. Demikian pula dengan kemampuan berbahasa, khususnya berbicara dan menulis. Kemampuan berbicara dan menulis berhubungan pula dengan penguasaan kaidah-kaidah bahasa, di antaranya penguasaan kosakata, penguasaan kata baku dan tidak baku unsur serapan, penguasaan proses morfofonemik dan pembentukan kata. Morfofonemik adalah ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan fonem yang timbul sebagai akibat pertemuan morfem dengan morfem lain. Kata-kata serapan yang mengalami proses morfofonemik, terkadang membuat kita sulit untuk membedakan mana yang baku dan mana yang tidak. Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Oleh karena itu, perlu adanya pembahasan mengenai pengimbuhan yang benar khususnya tentang unsur serapan dari bahasa asing.  

Yulia, Yulia; Ahmad Fuadi, Ahmad Fuadi

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode yanbu’a terhadap peningkatan membaca al-qur’an siswa kelas VII Pondok Pesantren Hujjaturrahmah Tanjung Pura TA 2022-2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif populasi dari seluruh siswa adalah berjumlah 136 siswa. Sampel yang diteliti adalah 30 orang. Metode Pengumpulan data dilakukan dengan cara angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan dari uji realibitas penerapan metode Yanbu‟a adalah   (90%) dan hasil uji peningkatan membaca Al-Qur‟an adalah ( 83,33 %). Hasil tersebut dinyatakan reliabel karena lebih besar dari r table (0.413). Nilai rxy hasil analisis statistic di atas adalah nilai kolerasi penerapan metode yanbu‟a ( variabel X ) dengan peningkatan membaca Al-Qur‟an ( variabel Y ). Berdasarkan hasil hitungan tersebut diketahui bahwa nilai rxy = 0.413. Nilai rxy tersebut adalah positif. Nilai rxy hasil hitungan 0.413 dalam angka indeks kolersi diatas berada dalam kelompok 0,41 – 0,70 yang bemakna antar Variabel X dan Variabel Y terdapat kolerasi yang sedang atau cukupan. Hal ini berarti hubungan penerapan metode Yanbu‟a dengan peningkatan membaca Al-Qur‟an mempunyai tingkat kolerasi yang sedang.      

Fadilla Aini Nasution; Sarah Ramadhani; Muhammad Basri

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Metode Rasulullah dalam aktivitas pengajaran adalah bentuk Pertanyaan logis atau pasional metode Ini biasanya, beliau tempuh dalam rangka Menyadarkan Seseorang, tentang kebenaran Metode berdiskusi ini mengenai Pemecahan masalah Sebagai mana Pula Rasulullah berdiskus, Kepada Para Sahabatnya memberikan Pengabaran fentang perilalu melalui teladan yang baik dan Pengajaran oleh keesaan Allah.Ada banyak metode dalam pengajaran yang diterapkan Oleh guru di  Salah satunya metode diskusi metode ini menekankan pada Interaksi antara sesama Peserta didik dan juga guru dalam Membahas atau mencari solusi Pembelajaran materi. Rasulullah SAW merupakan salah satu contoh dari beberapa amalan pembelajaran yang baik. Sebelum mengajar, guru harus menjelaskan kepada siswa tentang keutamaan ilmu dan pencarian ilmu, sehingga siswa merasa membutuhkan ilmu. Kemudian menggabungkan pengajaran dan pendidikan, yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi menumbuhkan perilaku peserta didik menjadi manusia yang berakhlak baik. metode pembelajaran yang sesuai yaitu metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, kemudian evaluasi. Guru juga harus memperhatikan dan memuji siswa agar siswa merasa dihargai dalam meningkatkan pembelajarannya. Selain itu, guru harus mengetahui potensi dan kemampuan berpikir siswa sehingga dapat menilai tingkat belajar siswa.

Nurdina Hasanah; Sapna Andani Batubatara; Dalilah Awanis

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Siswa mengalami kesulitan dengan alat bantu pembelajaran matematika.Banyak siswa memiliki kesan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif ragam TPS dengan tujuan meningkatkan prestasi belajar matematika siswa pada jenjang kelas lima sampai dengan kelas enam. Partisipan dalam penelitian ini adalah 21 siswa kelas lima. Penelitian ini merupakan penelitian observasi kelas. Teknik pengumpulan data berdasarkan nilai tes siswa.Teknik analisis data menggunakan metode statistik deskriptif dan kuantitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika secara keseluruhan mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan naiknya nilai ujian antara semester pertama dan kedua (masing-masing 1410 dan 1600; 67 dan 76 persen; 67 dan 76 persen; 76% dan 95% ketuntasan belajar). Hasil belajar meningkat antara siklus pertama dan kedua. Berdasarkan angka tersebut, rata-rata hari kerja menjadi lebih lama sekitar 9 persen, dan rata-rata lama waktu yang dihabiskan untuk belajar meningkat sekitar 24 persen. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran kooperatif seperti TPS dengan siswa kelas V dapat meningkatkan nilai matematika mereka. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mencapai hasil belajar yang lebih baik dengan memfasilitasi pengembangan model pembelajaran yang disesuaikan dengan kepribadian unik setiap individu.

Salim, Mukhamad Afif; Agus Bambang Siswanto; Hari Setijo Pudjihardjo

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Proyek Pembangunan Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes merupakan salah satu proyek fenomenal pemerintah daerah Kabupeten Brebes tahun anggaran 2021, pembangunan ini merupakan tujuan dari pemerintah Kabupaten Brebes untuk merealisasikan penataan kantor pemerintahan yang layak dan terpusat dalam satu kawasan sehingga dapat dijalankanya pelayanan masyarakat secara maksimal. Bangunan gedung pemerintahan ini direncanakan memiliki enam lantai dengan jenis pondasi yang digunakan ialah pondasi tiang pancang spun pile. Dalam penelitian ini yang akan dilakukan adalah mengetahui perbandingan sistem metode kerja pemancangan antara Diesel hammer dengan Hydraulic static pile driver dalam pembangunan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus. Data berbentuk kuantitatif (angka), pembahasan disajikan dalam bentuk data dengan membandingkan dari segi waktu, biaya, dan serta mutu dari masing masing metode kerja. Pembahasan dan tahapan analisis yang dilakukan antara lain mulai dari pengumpulan data, membuat metode pekerjaan, menghitung waktu pelaksanaan dan rencana anggaran biaya, mengidentifikasi mutu pekerjaan dan menganalisa kelebihan dan kekurangan dari kedua metode. Dari analisis diketahui bahwa penggunaan metode pemancangan Hydraulic static pile driver (HSPD) memiliki efisiensi pada waktu pelaksanaan pekerjaan yang lebih cepat dan hasil mutu pelaksanaan yang lebih bagus, serta ramah bagi bangunan di lingkungan sekitar. Tetapi kekurangannya adalah biaya yang dikeluarkan lebih besar. Sedangkan kelebihan utama penggunaan metode pemancangan Diesel hammer adalah rencana anggaran biaya yang lebih kecil daripada metode HSPD, tetapi metode pemancangan Diesel hammer memiliki banyak kekurangan, yaitu lama dalam proses pekerjaan, kurangnya mutu dari hasil pemancangan, dan proses pelaksanaan pekerjaan kurang ramah bagi bangunan di lingkungan sekitar. Bedasarkan analisa perhitungan waktu dan biaya penggunaaan metode Diesel hammer memiliki total waktu pekerjaan selama 39 hari dengan memakan biaya sebesar Rp. 184.619.000,00. sedangkan penggunaaan metode HSPD memiliki total waktu pelaksanaan selama 18 hari, dan memakan biaya pekerjaan sebesar Rp. 160.661.000,00. sehingga terdapat efisiensi waktu kerja dan penggunaan biaya dari kedua metode pemancangan

Muhamad Jiddan Romli; Yayat Suharyat

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Tujuan dari penerapan metode Student   Teams Achievement  Division (STAD) pada pelajaran PAI yaitu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi PAI di SMAN 1 Tambun Utara. Sasaran dalam kegiatan ini mengambil kelas XI sejumlah 30 siswa. Pelaksanaan kegiatan ini menerapkan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik Analisa data dilakukan dengan naratif deskriptif yang diterapkan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Permasalahan yang sering dijumpai dalam pendidikan salah satunya  pada penerapan metode pembelajaran yang monoton akan terkesan membosankan bagi beberapa siswa sehingga guru dituntut untuk senantiasa kreatif dalam menerapkan metode pembelajaran, salah satunya dengan metode STAD. Hasil belajar melalui metode STAD memaparkan bahwa prestasi siswa pada materi PAI mendapatkan peningkatan yang signifikan, siswa menunjukkan kekatifan, semangat, dan kekompakan saat bekerja sama antar kelompok selama mengerjakan pertanyaan dari guru. Agar lebih maksimal, maka  keterampilan guru dalam menerapkan metode pembelajaran PAI senantiasa diasah sehingga siswa merasa nyaman selama belajar.  

Gempar Al-Hadist; Arif Fajar Prasetiyo; Daniel Assetiawan Iriana

Student Scientific Creativity Journal 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan motivasi belajar penjas antara jurusan IPA dengan jurusan IPS di SMA Negeri 1 Subang. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimen (ex post facto) dengan desain komparatif, yaitu penelitian diarahkan untuk membandingkan satu kelompok sampel dengan kelompok lainnya. Dalam penelitian ini, peneliti ingin membandingkan tingkat motivasi belajar jurusan IPA dengan jurusan IPS di SMA Negeri 1 Subang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA dan XII IPS SMA Negeri 1 Subang yang berjumlah 364 siswa dengan sampel yang diambil sebanyak 20% dari populasi yaitu 69 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket motivasi yang diadopsi dari Risyanto (2014) yang diuji validitas dan reabilitasnya oleh penulis dengan hasil 25 item soal valid dari 27 item soal yang ada dan tingkat reabilitasnya sebesar 0.902. Dalam penelitian ini uji hipotesis menggunakan rumus independent sample t-test dengan hasil 0,002 < 0,05 maka dengan hasil tersebut terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar penjas jurusan IPA dengan jurusan IPS di SMA Negeri 1 subang.  

Andy Riski Pratama; Iswandi Iswandi; Andika Saputra; Rahmat Hidayat Hasan; Arifmiboy Arifmiboy

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilakukan karena aktivitas belajar siswa belum optimal sehingga siswa terlihat kurang antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, alokasi waktu yang dibutuhkan guru masih kurang sehingga mengakibatkan transfer pengetahuan kepada siswa tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh learning cycle 5E terhadap aktivitas belajar pendidikan agama islam siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi dan sample di ambil dari 2 kelas XI yaitunya XI IPS 2 dan XI Ips 3. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi angket. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji t untuk pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukan rata-rata posttest kelompok eksperimen adalah 81,14 dan rata-rata posttest kelompok kontrol adalah 69,23. Hasil analisis dengan menggunakan Independent Sample T-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh nilai t-hitung sebesar 89,779 dan nilai t-tabel sebesar 2,750, serta taraf signifikansi sebesar 0.000. Jadi, dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran learning cycle 5E berpengaruh aktif dan lebih baik daripada aktivitas belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi.

Dimas Geovana; Budhi Akbar; Supardi Supardi

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Keterampilan proses sains sebagai suatu prosedur ilmiah dalam pembelajaran sains. Pentingnya soal KPS dalam pembelajaran melatihkan kemampuan berpikir peserta didik.  Secara khusus, hasil belajar sains dipengaruhi oleh soal KPS untuk menemukan fakta dan konsep sendiri. Studi ini didesain untuk menghasilkan produk soal KPS yang valid dan reliabel dalam materi biologi kelas X SMA. Metode: Pengembangan soal KPS mengikuti langkah-langkah model pengembangan tipe formative research Tessmer (1993). Sejumlah 60 siswa diseleksi secara Cluster Random Sampling dengan kriteria telah mendapatkan materi yang diukur untuk dilibatkan dalam studi ini. Sebanyak 55 butir soal KPS pilihan ganda yang dikembangkan tersebar ke dalam indikator observasi, klasifikasi, komunikasi, prediksi, menerapkan konsep, hipotesis, interpretasi, mengajukan pertanyaan dan merencanakan percobaan. Skor nilai sebagai data kuantitatif dianalisis uji validitas (logis dan empirik), reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, dan pengecoh dengan MS. Excel. Hasil: Temuan ini berdasarkan validitas empiris menghasilkan 49 soal yang valid (94,23%) serta reliabilitas menyatakan bahwa soal memiliki interpretasi sangat tinggi (0,87). Berdasarkan validasi logis oleh ahli memperoleh kategori sangat layak dengan persentase sebesar 98,01%. Kesimpulan: Tahap menyusun tabel kisi-kisi soal sangat diperlukan dalam mengembangkan soal, sehingga antara indikator soal KPS yang dibuat dengan materi biologi, dapat tersebar secara merata untuk mengukur KPS siswa.

Andhita Risko Faristiana

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Seorang mahasiswa yang mempunyai kewajiban utama yakni dengan tugas perkulihanya, namun di sisi lain mahasiswa juga diharapkan untuk memperbanyak pengalamanya di luar lingkup perkuliahan. Keseimbangan antara keilmuan dan pengalaman menjadikan sebuah tolak ukur perbedaan antara mahasiswa dengan siswa sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pilihan rasional para mahasiswa IAIN Ponorogo dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang memutuskan untuk membagi waktunya dengan menjadi musyrifah tahfidz di Pondok Pesantren Azmania Putri serta pengaruhnya terhadap identitas sosialnya. Penelitian ini meliputi analisis terhadap faktor-faktor yang menjadi pertimbangan para mahasiswa IAIN Ponorogo dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam memilih menjadi musyrifah tahfidz di Azmania, kemudian nilai apa yang diperoleh terhadap identitas sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pemilihan informan melalui purposive sampling. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dimulai dengan wawancara terhadap sejumlah responden yang bersangkutan, kemudian mengobservasi keseharian responden. Analisis data yang telah didapkan selanjutnya dikumpukan, direduksi, kemudian disajikan. Para mahasiswa IAIN Ponorogo dan Universitas Muhammdiyah Ponorogo ingin membuktikan tanggung jawab sebagai mahasiswa tidak terbatas pada perkuliahan semata, akan tetapi mahasiswa juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan kebermanfaat melalui keilmuan yang dikuasai khususnya tahfidz Al-Qur’an dengan mengabdi di Pondok Pesantren.

Hellen Hervinda

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan pengaruh antara keterampilan menulis naskah drama dengan menggunakan model Circuit Learning dan Direct Instruction pada siswa kelas VIII SMP N 3 Curug. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 3 Curug. Teknik pengambilan sampel digunakan teknik simple random sampling. Terpilih siswa kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa lembar hasil kerja siswa dalam menulis naskah drama yang diberikan pada saat pretest dan posttest. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat dalam penerapan model Circuit Learning terhadap keterampilan menulis naskah drama, dengan rata-rata skor pretest sebesar 62,43 dan skor posttest sebesar 80,5. Sedangkan, pengaruh model Direct Instruction terhadap keterampilan menulis naskah drama dengan rata-rata skor pretest sebesar 59,26 dan skor posttest sebesar 72,3. Berdasarkan data hasil pembelajaran memiliki peningkatan pada nilai posttest di kelas eksperimen yang memiliki selisih 8,2 point, dari hasil tersebut terlihat adanya perbedaan yang signifikan yakni nilai yang menggunakan model Circuit Learning lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan model Direct Instruction terhadap hasil menulis naskah drama. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa model pembelajaran Circuit Learning lebih baik dibanding dengan model Direct Instruction untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah drama.