Publication Search

58,296 articles from 461 journals · 1,579 citations tracked

Showing 101-120 of 702

Analytics

Fauziah, Ghaida; Yustika, Melti; Ramadani, Suci Indah; Mutiara, Euis Mira; Dewi, Suci Insani +2 more

ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence in Indonesia, including in Tasikmalaya City, and shows a trend of increasing cases from year to year. This condition requires planned promotive and preventive efforts that involve community participation. This study aims to increase public knowledge about hypertension and the importance of physical activity as a preventive measure through the SERASI (Senam Raga Sehat, Cegah Hypertensi) program. The methods used include community-based health education, blood pressure checks, pre- and post-tests to measure changes in knowledge, and structured healthy exercise activities. The results showed a significant increase in knowledge after the intervention, reflected in the difference in pre- and post-test scores with a p value of 0.000 (p < 0.05). In addition, healthy exercise activities increased community participation and involvement, and encouraged the formation of sustainable physical activity habits. Overall, the SERASI program has proven effective in increasing community knowledge, awareness, and behavioral changes towards hypertension prevention, thus potentially supporting risk factor control and improving the quality of local community health. These findings are relevant for planning sustainable local and national community-based public health programs.

Kartikahadi Mangesti N; Widyawati Widyawati; Zainal Fata

SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This research seeks to examine the policy of strengthening Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) via the Pejuang Muda initiative to boost local economic competitiveness in Surabaya City. The initiative showcases a partnership between local governments, universities, and communities, emphasizing capacity enhancement through mentoring, training, and digitalization of businesses. This study utilized a qualitative approach through a case study method. Data were gathered via thorough interviews with representatives from the Department of Cooperatives and MSMEs, Pejuang Muda participants, and supported business owners. The results indicate that the program notably enhanced managerial capabilities, product innovation, and market accessibility for MSMEs. Additionally, collaboration across sectors has enhanced the program’s sustainability and fostered a responsive local economic ecosystem to adjust to global market shifts. Nonetheless, obstacles persist in consistent policy and sustainable funding strategies. In general, the Pejuang Muda initiative exemplifies empowerment by merging social, educational, and economic principles within a local development framework centered on self-sufficiency and youth engagement. The research suggests implementing the program in additional areas with improved inter-agency collaboration, supportive policy measures, and fortified digital infrastructure to guarantee the ongoing sustainability of local economic development.

Novia Ayu Lestari; Agus Afandi

Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to describe the community empowerment strategy implemented by Lazis Nurul Falah in supporting Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Ketintang, Surabaya. The research used a qualitative descriptive approach with observation, interview, and documentation techniques. Data were collected directly during the distribution of business capital assistance and mentoring of beneficiaries. The results show that the empowerment program focused on improving economic independence through financial aid, business equipment, and moral support from volunteers. Although conducted modestly, the program had a significant impact on beneficiaries’ confidence and motivation to continue their businesses. It also strengthened social and Islamic values such as ta‘āwun (mutual help) and built harmonious relations between the institution, volunteers, and the community. The study concludes that empowerment based on collaboration and social proximity can create positive change and serve as an effective model to promote community economic independence.

Wenti Ayu Sunarjo; Wibowo, Ari Putra; Amalia Ilmiani; Audrey Elvina Khoirunnisa; Supajar Bayu Aji +3 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The community service program in Purworejo Village, Sragi District, Pekalongan Regency, was implemented to enhance the capacity of local MSME actors in utilizing digital technology as a modern marketing tool. The program adopted a participatory approach involving youth organizations, business actors, village authorities, and the implementation team in every stage of the activity. Assistance included field observation, data collection, content development training, and the creation of a dedicated MSME website as a shared promotional platform. The results indicate significant social changes within the community, including improved digital literacy, stronger awareness of the importance of technology-based marketing, the emergence of local youth as digital facilitators, and the development of collaborative working patterns in managing digital media. These findings reinforce that participatory-based mentoring can strengthen community capacity in adopting technology, consistent with theoretical perspectives that position the community as key agents of local development. Therefore, the program not only produced a functional digital product in the form of an MSME website but also laid the foundation for a more adaptive, competitive, and sustainable village economic ecosystem..

Janti Soegiastuti; Nurhayati, Ema; Maliki Aji Prakoso

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir Kampung Tambak Lorok, Semarang, dalam pengendalian sampah plastik melalui inovasi teknologi berbasis gim edukasi digital bernama 'Marine Protector'. Permasalahan sampah plastik di kawasan pesisir telah menimbulkan dampak ekologis dan sosial ekonomi yang signifikan. Melalui pendekatan gamifikasi, kegiatan ini mengintegrasikan edukasi lingkungan, hukum, dan ekonomi sirkular ke dalam media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik, keterlibatan aktif ibu-ibu PKK RW 14 Tambak Lorok, serta munculnya praktik pengurangan plastik sekali pakai di rumah tangga. Luaran kegiatan meliputi aplikasi gim edukasi, modul pelatihan, video dokumentasi, dan poster edukatif. Inovasi ini terbukti efektif sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dan memiliki potensi replikasi untuk wilayah pesisir lainnya di Indonesia.

Karmanis; Tri Lestari Hadiati; Karjono

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program pengabdian ini menjawab kesenjangan kapasitas UMKM di Desa Plelen sebagai desa penyangga Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), khususnya pada aspek kualitas produk, keterampilan manajerial, dan kelembagaan ekonomi masyarakat. Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan kesiapan UMKM dalam memanfaatkan peluang ekonomi industri melalui: (1) peningkatan kualitas produk dan kemasan; (2) pelatihan manajemen usaha dan penyusunan business plan; serta (3) fasilitasi pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai wadah ekonomi kolektif. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Partisipatif diterapkan untuk memastikan keterlibatan masyarakat dalam seluruh tahapan program. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan signifikan pada diversifikasi produk, standar higienitas produksi, literasi bisnis, serta terbentuknya koperasi yang berfungsi mendukung pemasaran dan keberlanjutan usaha. Dengan demikian, model pemberdayaan terintegrasi yang menguatkan aspek teknis, manajerial, dan kelembagaan terbukti efektif dalam mempersiapkan desa penyangga menuju transformasi sosial-ekonomi yang inklusif dan adaptif terhadap industrialisasi.

Renteng, Septriani; Simanjuntak , Susi Roida; Mapaly, Heilbert Armando

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pendidikan seks kepada anak sejak dini dan pemilihan jenis tontonan yang sesuai dengan usia anak perlu menjadi perhatian orang tua sebagai upaya untuk mencegah kekerasan seksual yang terjadi pada anak. Namun faktanya pendidikan seksual kepada anak usia prasekolah belum dilakukan secara optimal oleh orang tua sehingga pemahaman seksual pada anak masih terbatas selain itu juga anak suka menonton video di aplikasi yang beresiko munculnya video tidak sesuai usia anak. Belum optimalnya orang tua dalam melakukan pendidikan seksual juga ditemukan di TK GMIM Alfa Omega dan TK Pembina, dimana orang tua mengungkapkan tidak mengetahui cara untuk melakukan pendidikan seksual dan anak suka menggunakan youtube untuk menonton. Berdasarkan hal tersebut dibentuk kegiatan pemberdayaan orang tua dalam bentuk kegiatan pelatihan metode story telling.dan pemanfaatan youtube kids. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melakukan pendidikan seksua dengan metode story telling dan penggunaan youtube kids. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas 3 tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan serta monitoring dan evaluasi yang diikuti oleh orang tua anak usia prasekolah di Tk GMIM Alfa Omega dan TK Pembina. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan orang tua dan keterampilan orang tua dalam melakukan pendidikan seks kepada anak usia prasekolah dan pemanfaatan aplikasi youtube kids. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini membawa dampak positif terhadap kemampuan orang tua melakukan pendidikan seksual dan pengunaan youtube kids sebagai alternatif tontonan bagi anak.

Khusniyati, Nia; Yunisman Roni; Wardatul Uyuni; Wiwiek Delvira

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang prevalensinya tinggi pada kelompok lanjut usia serta berperan signifikan dalam timbulnya komplikasi kardiovaskular. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dalam penatalaksanaan hipertensi adalah rendahnya tingkat aktivitas fisik. Tujuan: untuk memberdayakan lansia dalam melakukan aktivitas fisik dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa pembelian Latihan fisik pada lansia dengan tujuan menurunkan tekanan darah yang terdiri dari tahap I: sharing materi perihal pentingnya aktivitas fisik terhadap tekanan darah sebanyak 1 kali pertemuan dan tahap II berupa kegiatan pelatihan aktivitas fisik berupa senam lansia 1 hari seklai dilakukan selama 3 kali seminggu dan diukur tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan senam lansia. Hasil: kegiatan ini menghasilkan meningkatnya pengetahuan lansia perihal pentingnya aktivitas fisik berupa senam lansia terhadpa tekanan darah dan menurunnya tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi. Kesimpulan: lansia dengan hipertensi sudah mampu melakukan aktivitas fisik untuk menurunkan tekanan darah dan mempraktekkan senam lansia secara mandiri ataupun golongan (secara bersama-sama dengan lansia yang lain).

Motammimah; Qurratul A’yun

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Wanita memiliki banyak masalah  pada  area  vagina.  Kebanyakan  kasus  yang  terjadi  adalah  keputihan.  Keputihan  atau  dalam bahasa  medis  disebut  dengan  flour  albus  merupakan  keluarnya  cairan  yang  berlebihan  dari vagina  yang  bukan  darah  haid. Pengobatan  keputihan  non  farmakologis  dapat  dilakukan  dengan  perubahan  tingkah  laku  personal  hygiene,  psikologis,  serta menggunakan daun sirih. Daun sirih telah terbukti secara ilmiah dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans pada berbagai konsentrasi (20-100%).  Berdasarkan  data  yang  didapat  di  Desa Majungan Kecamatan Pademawu kabupaten Pamekasan  pada  tanggal  18  Juli  2025  terdapat remaja usia reproduktif yang mengalami keputihan sejumlah 8 orang, rata –rata usia 18-22 tahun. Berdasarkan data yang didapat di Desa Majungan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan pada tanggal 18 Juli 2025 terdapat remaja usia reproduktif yang mengalami keputihan sejumlah 8 orang dari 35 remaja lainnya,  rata –rata  usia  18-22  tahun  wanita  usia  reproduktif  di  Desa Majungan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan ini belum pernah mengetahui banyak manfaat pada daun sirih hijau, sehingga tim  pengabdian  kepada  Masyarakat  tertarik  untuk  melakukan  Pendidikan  Kesehatan dalam  bentuk  penyuluhan  terkait  manfaat  air  rebusan  daun  sirih  terhadap  fluor  albus pada wanita usia reproduktif di Desa Majungan Kecamatan Pademawu.

Septianingtyas, Maya; Jona, Resa Nirmala; Sulistyaningrum, Danny Putri; Juwariyah, Siti; Noer’aini, I’ien +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak pada meningkatnya angka kesakitan dan kematian, terutama pada kelompok lansia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan gaya hidup sehat menjadi faktor yang memperburuk kondisi ini. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengendalian tekanan darah melalui Program SEHATI (Sehat Bersama Hipertensi Terkendali). Metode: Kegiatan dilaksanakan di Posbindu lansia dengan melibatkan 45 peserta. Metode kegiatan meliputi skrining tekanan darah dan status kesehatan, edukasi tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi, serta pelatihan senam hipertensi. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post-test pengetahuan serta observasi partisipasi senam. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang hipertensi sebesar 35%, partisipasi aktif dalam senam mencapai 90%, dan sebagian besar peserta menunjukkan penurunan tekanan darah setelah mengikuti kegiatan. Kesimpulan: Program SEHATI efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sehat masyarakat dalam pengendalian tekanan darah, serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis promotif dan preventif di komunitas lansia.

Hamka, Hamka; Haryanto Ali, Indra; Rizqo Abdillah, Ahmad; Awaluddin Zidane, Muhammad

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Pendekatan kewirausahaan sosial yang diterapkan dalam proyek ini mencerminkan sinergi antara inovasi, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan memberdayakan masyarakat lansia untuk menciptakan produk yang bermanfaat, kegiatan ini berkontribusi pada tercapainya beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), seperti pengurangan limbah, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan komunitas. Tujuan: Mengurangi limbah plastik serta meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi lansia melalui pembuatan gantungan kunci berbahan dasar limbah plastik. Metode: Pemberdayaan Masyarakat ini melibatkan warga Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia “Budi Sejahtera” Martapura. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan yang komprehensif berupa pelatihan partisipatif dengan tahapan pengumpulan bahan baku dari masyarakat, penyediaan peralatan, pembentukan tim kerja, serta pelatihan kewirausahaan yang meliputi edukasi kepada lansia mengenai pentingnya daur ulang sampah, proses pemilahan, pembersihan, pemotongan, pencampuran resin, pencetakan, hingga finishing produk gantungan kunci. Hasil: Adanya peningkatan keterampilan dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai, serta terbukanya peluang ekonomi melalui penjualan produk. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan dan meningkatkan kepercayaan diri lansia, sementara dari sisi lingkungan, berkontribusi nyata dalam pengurangan sampah plastik dan pencemaran lingkungan. Kesimpulan: kegiatan sociopreneur ini membuktikan bahwa melalui pendekatan inovatif berbasis partisipasi, lansia dapat diberdayakan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat, ramah lingkungan, sekaligus bernilai ekonomi.

Diyanatil Azkiya; Shabrina Hulyati; Irza Nur Oktavia; Muhammad Is’adur Rofik; Elok Hadia Putri +6 more

Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia 2025 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

The program “Youth Empowerment in Developing UMKM Assets through a Basic Business Management Workshop in Balung Lor Village” aims to address the low involvement of youth in the village’s micro-business sector, which is currently dominated by elderly entrepreneurs. This community service initiative applies the Asset-Based Community Development (ABCD) approach using observation, interviews, focus group discussions, and community asset mapping. The theoretical framework of asset-based empowerment positions youth as a crucial human asset for economic regeneration. The discussion highlights entrepreneurial mindset building, basic business literacy, digital marketing skills, and youth creativity in generating new economic initiatives. The results show significant improvement in youth understanding of production costing, capital management, business planning, and social media-based promotion. In conclusion, the ABCD approach effectively enhances youth participation in local economic development, strengthens UMKM sustainability, and lays a solid foundation for creating a future generation of adaptive and innovative village entrepreneurs.  

Arisjulyanto, Dedy; Mesa, Nofita Dewi Kok; Istyanto, Febry; Siregar, Neny San Agustina

Jurnal Kemitraan Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Malaria remains a significant health issue in the coastal areas of Yapen Islands Regency, particularly among children who are at high risk of morbidity and mortality. To address this, a community empowerment and mentoring activity was conducted in Kampung Turu, the service area of Serui Kota Health Center, with the aim of increasing knowledge and practices related to malaria prevention through a community-based education approach. The program involved 60 respondents and was carried out in three stages: preparation, implementation, and monitoring and evaluation. The interventions included malaria education, demonstrations on the use of insecticide-treated bed nets, environmental management, and training community health workers as education agents. Pre–post test evaluations showed an improvement in community knowledge and awareness regarding malaria prevention in children. The community empowerment approach was proven effective in promoting positive behavioral changes and enhancing the capacity of parents and health workers to carry out sustainable malaria prevention efforts. This program is expected to serve as a model for public health interventions in coastal areas aimed at reducing the risk of malaria in children.  

Samsu Nurfalah; M Irfan Fahmi Hukmi; Indra Purwana; Ahdan Ahdan

Jurnal Pengabdian Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service program was carried out in Karangharja Village with the aim of strengthening environmental awareness, promoting tree-planting initiatives, and establishing the foundation for household-level food security. The program employed the Asset Based Community Development (ABCD) approach through the stages of discovery, dream, design, define, and destiny, ensuring that all activities were rooted in local potential and community participation. The results indicate an increase in residents’ involvement in reforestation, productive home-garden utilization, and stronger collaboration between village authorities, farmer groups, Islamic educational institutions, and local community organizations. Furthermore, the community began forming self-help groups to ensure sustainability, while Islamic-value-based environmental education successfully encouraged behavioral changes and early ecological awareness among children. These findings confirm that the ABCD approach is effective in enhancing community-based food security and environmental awareness.

Arum Marwati; Sintar Nababan; Nopriadi Nopriadi; Dhety Chusumastuti; Sigit Purnomo

Jurnal Kemitraan Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This Community Service (PkM) program was conducted in Kaligentong Village, Gladagsari, Boyolali, Central Java, aiming to enhance the competitiveness of local superior products through the implementation of digital marketing strategies for micro, small, and medium enterprises (MSMEs). The main problem faced by the partners was their limited ability to utilize social media and online marketplaces for effective product marketing. The program employed a two-day training approach, including product photography and videography using smartphones, promotional content writing (copywriting), and online store creation on e-commerce platforms, followed by hands-on mentoring and evaluation. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills in managing digital business accounts, producing engaging photo and video content, and utilizing marketplaces to expand their market reach. More than 80% of participants successfully created new business accounts and actively promoted their products online. This activity had a positive impact on improving digital literacy and local product marketing while strengthening the collaboration between higher education institutions and the community in developing the village economy.

Novia Mungawanah; Elen Anedya Frahma; Febryan Alam Susatyo; Sri murni; Monica Belinda Oksavina +1 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

rogram pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat peran orang tua dalam mencegah perilaku bullying pada remaja di Kelurahan Jatibarang, Mijen, Kota Semarang melalui edukasi berbasis pendekatan partisipatif. Kegiatan dilakukan dengan model Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan para orang tua, kader atau masyarakat dalam proses pemetaan masalah, edukasi, diskusi, serta evaluasi. Intervensi berupa sesi edukasi parenting, role-play, dan diskusi kasus lokal. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan orang tua dalam mendeteksi serta menangani perilaku bullying, disertai terbentuknya jejaring dukungan komunitas untuk keberlanjutan program. Program ini menegaskan pentingnya kolaborasi komunitas dalam membangun lingkungan aman bagi remaja dan mendorong penguatan fungsi keluarga dalam pencegahan bullying.

irsyad, irsyad; Trisiana, Anita; Wartoyo, Wartoyo

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2025 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi aplikasi Smart Village dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan literasi digital di Desa Mlese, yang dikenal sebagai Desa Pelopor Pancasila. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi tersebut memberikan dampak positif berupa kemudahan administrasi desa, transparansi informasi, serta penguatan nilai-nilai Pancasila melalui kolaborasi antarwarga. Namun, masih terdapat tantangan seperti rendahnya literasi digital pada kelompok lanjut usia, keterbatasan akses internet, dan preferensi layanan tatap muka. Pemerintah desa berupaya mengatasi kendala ini melalui pelatihan dan pendampingan, meskipun perbaikan infrastruktur dan sosialisasi lebih intensif masih diperlukan. Kesimpulannya, Smart Village memiliki potensi besar untuk mendukung transformasi digital dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila Kata Kunci : Smart Village, Literasi Digital, Desa Pelopor Pancasila.   ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of the Smart Village application in enhancing community empowerment and digital literacy in Mlese Village, known as a Pancasila Pioneer Village. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through field observations, in-depth interviews, and literature studies. The findings indicate that the application positively impacts village administration by simplifying processes, increasing information transparency, and strengthening Pancasila values through community collaboration. However, challenges remain, such as low digital literacy among the elderly, limited internet access, and a preference for face-to-face services. The village government is addressing these issues through training and assistance, although more intensive infrastructure improvements and outreach are still needed. In conclusion, Smart Village holds significant potential to support digital transformation and community empowerment in alignment with Pancasila values. Keywords: Smart Village, Digital Literacy, Pancasila Pioneer Village.

Aulia Igga Meichasari; Widyawati Widyawati; Dandy Patrija Wirawan

WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This study aims to analyze the effectiveness of agricultural extension policy in empowering shallot farmers in Rejoso Village, Nganjuk Regency. The background of this research is based on the importance of agricultural extension as a public policy instrument that functions to enhance farmers’ knowledge, skills, and independence. Although extension programs have been routinely implemented, their effectiveness needs to be evaluated to ensure that the policy truly addresses the needs and problems faced by farmers in the field.This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation studies, then analyzed thematically using data reduction, data presentation, and inductive conclusion-drawing techniques. Data validity was tested through source and method triangulation. The results show that the agricultural extension policy in Rejoso Village is considered effective based on the five indicators of public policy effectiveness proposed by Riant Nugroho, namely accurate policy, accurate implementers, accurate targets, supportive environment, and proper process. The extension materials are relevant to farmers’ needs, the implementers possess adequate technical competence, and the program successfully reaches active shallot farmers. A strong socio-institutional environment, supported by farmer associations, contributes to effective implementation, although ecological challenges such as extreme weather and pest attacks remain. The extension process is systematic and participatory, covering stages of planning, implementation, assistance, and evaluation. Overall, the agricultural extension policy in Rejoso Village has improved the capacity and independence of shallot farmers. However, strengthening the number of extension workers, digitalizing evaluation systems, and providing entrepreneurship training are necessary to ensure the sustainability of policy effectiveness.

Srininta Srininta; Mesrida Simarmata; Kamelia Sinaga; Siti Nuraisyah; Febri Dyah +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Background: Sexually transmitted diseases (STDs) are infectious diseases transmitted through sexual contact including vaginal, anal, oral intercourse and are caused by bacteria, viruses, and parasites, either directly or indirectly. Half of the 15-24 year olds contribute to sexually transmitted infections in the world. Objective: so that adolescents in Bangun Rejo Village are able to independently maintain their reproductive health to avoid sexually transmitted diseases. Method: Providing education about the prevention of sexually transmitted diseases in adolescents. The number of adolescents is 30 people. Population: all adolescents in Hamlet II, Bangun Rejo Village. Sample: all populations or total sampling. Data is frequency distribution. Results: before education, adolescents' knowledge about the prevention of infectious diseases was mostly lacking as many as 12 people (40%) and a minority of good as many as 7 people (23.3%), while after education, the results obtained were a majority of good as many as 16 people (53.3%) and a minority of less as many as 5 people (16.7%). Conclusion; There was an increase in knowledge after education about early disease prevention about sexually transmitted diseases in adolescents in Bangun Rejo Village. Suggestion: Provide counseling facilities for adolescents regarding sexually transmitted infections.

Abdul Arif; St. Syahdan; Siti Maria Ulva; Dady Sulaiman; Ayu Lingga Ratna Sari

Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Stunting remains a significant child health issue in Indonesia, particularly in Bulungan Regency, with prevalence rates demanding multisectoral interventions. Low socioeconomic factors play a crucial role in stunting incidence due to limited access to nutritious food and healthcare services. This community service aims to optimize rice waste, especially straw and husks, as alternative energy sources to empower local economies and prevent stunting in Sajau Hilir Village. A participatory method was employed through direct education and training involving the PKK women's group. The activities focused on socializing the processing of rice waste into economically valuable products such as rice husk charcoal briquettes and biosensitizers from rice straw. The results showed increased knowledge and skills among community members in converting waste into environmentally friendly and marketable alternative energy products. Utilizing rice waste not only reduces agricultural waste but also opens new economic opportunities sustainably and independently, strengthening family economic resilience and enhancing the ability to meet children's nutritional and healthcare needs. Thus, optimizing rice waste provides a strategic contribution to integrating environmental management and accelerating stunting reduction through local economic empowerment. Recommendations include strengthening community institutions, developing joint business units, and fostering collaboration between universities and local governments.