Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1081-1100 of 1,339

Analytics

Kharisma Pratidina; Mulyana Mulyana

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Permainan merupakan unsur  budaya yang tidak lepas dari dunia anak-anak. Permainan atau sering disebut dolanan merupakan unsur budaya yang universal, dimana masyarakat itu tinggal ada permainan. Secara garis besar permainan dapat  dikelompokkan menjadi dua yaitu modern dan tradisional.  Kedua kelompok itu  memiliki ciri khas masing-masing. Dalam tulisan ini lebih menyorot pada dolanan tradisional, karena pada dolanan tradisional memiliki nilai-nilai khusus pembangun karakter khususmya di zaman Millenial. Zaman millennial sering disebut juga generasi X, dimana generasi ini adalah tahun kelahiran 1980an hingga 2000an yang mulai dijejali oleh teknologi-teknologi baru. Jadi dolanan tradisional mampu membentuk karakter kepribadian bagi anak di era sekarang.

Mutia Fonna; Iryana Muhammad; Marhami Marhami; Rohantizani Rohantizani; Nanda Novita

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Pembelajaran matematika tingkat Sekolah Dasar yang dirasa sulit pada masa pandemi Covid-19, minimnya kegiatan belajar matematika dan rendahnya kemampuan anak-anak dalam menentukan bangun datar di Rumoh Baca Hasan Savvas menjadi latar belakang kegiatan pengabdian. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pendampingan belajar matematika materi bangun datar dengan menarik, yaitu melalui media Tanggram 7. Partisipan berjumlah 15 orang anak-anak tingkat Sekolah Dasar yang berada di sekitar Rumoh Baca Hasan Savvas di Gampong Jambo Timu Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi, diskusi, latihan soal dan pembahasan. Hasil pendampingan menunjukkan pada setiap pembelajaran peserta terlihat senang, aktif dan memperhatikan pembahasan media Tanggram 7. Peserta tertarik mengubah-ubah bentuk bangun datar dari media Tangram 7, sehingga berdampak pada peningkatan pengetahuan terhadap materi bangun datar. Peningkatan pengetahuan dapat dilihat dari perolehan nilai N-Gain sebesar 72% dengan kriteria Tinggi. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terhadap bangun datar melalui media Tangram 7.

Riska Nurjannah; Yeni Afrida; Yuniarti Yuniarti

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Strategi adalah sebuah keunggulan kompetitif yang memiliki tujuan untuk merencanakan suatu hal dengan cara yang strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi Ibu Asuh dalam mendidik Anak di Panti Asuhan agar bisa menjadi anak yang berakhlak mulia dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dari usia muda hingga usia tiba masanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. Instrumen yang dapat digunakan adalah dengan metode Observasi, Wawancara dan interview langsung ke Panti Asuhan Aisyiyah Putri bukittinggi. Dari hasil observasi peneliti menemukan bahwasanya Ibu Asuh meeberikan berbagai Strategi berupa Aturan yang harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat di jadikan kebiasaan yang baik. Anak Panti tidak merasa keberatan dengan aturan yang telah di buat dengan Ibu Asuh dan Pimpinan Panti. Karena tujuannya adalah untuk mendidik Anak agar bisa berakhlakul Karimah. Jika dilihat dari hasil Wawancara Peneliti memberikan gambaran bahwasanaya Ibu Pimpinan dan Ibu Asuh sudah beusaha memberikan yang terbaik kepada semua anak di panti tanpa membeda-bedakannya. Begitu juga dengan tanggapan Anak di Panti bahwanya aturan yang telah di terapkan dapat membuat anak merasa tidak sendrian karena selalu di liputi dengan berbagai aktivitas yang membuat anak panti sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Dalam aturan yang telah di buat ternyata masih ada juga anak panti yang melanggar aturan tersebut. Dikarenakan kekurang terbukaanya mengenai apa yang diingnkan dan apa yang di butuhkan anak. Sehingga kadang anak panti mencari perhatian lebih di luar Panti Asuhan. Hal ini yang menjadi tindak lnjut lagi oleh ibu Asuh dalam memberikan contoh perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Eka Afriani; Afrinaldi Afrinaldi

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Panti asuhan merupakan suatu lembaga yang dikenal oleh masyarakat untuk membentuk perkembangan anak-anak yang tidak memiliki keluarga ataupun yang tidak tinggal bersama keluarga dan memberikan pelayanan kesejahteraan social pada anak yatim-piatu dengan melaksanakan penyantunan dan pengetasan ketelantaran anak, memberikan pelayanan pengganti orang tua/ wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan social kepada anak asuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pengasuh dalam membina perilaku sosialanak pada panti asuhan Aisyiyah putri daerah Kota Payakumbuh. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan analisis data kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengurus panti yang telah dianggap sebagai suatu keluarga bagi setiap anak panti dimana pengurus panti mempunyai fungsi sebagai tempat pemenuhan kasih sayang, fisik, pendidikan, dan memberikan pandangan hidup bagi anak serta tempat penanaman nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.  

Debby Riana Hairani

Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari ribuan pulau, dengan berbagai macam Suku,ras, etnis, bahasa, dan Agama yang berbeda-beda. Dari gugusan Indonesa barat hingga ujung timur, keberagaman tersebut menjadi sebuah harmoni. Tentunya dibalik keberagaman dan kekayaan yang ada di Indonesia adakalanya diwarnai dengan berbagai permasalahan yang dapat memicu terjadinya perpecahan baik dari segi Suku,budaya Ras dan Agama. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi hal yang dewasa ini terasa sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai nasionalisme dan juga nilai moderasi beragama menjadi penting untuk ditanamkan dan diterapkan sedini mungkin, terlagi kepada anak sejak dini,hal tersebut ditujukan agar anak dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama di elingkungannya baik di lingkungan TK dan masyarakat. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan hal tersebut. Hal ini dikarenakan guru menjadi pihak yang bersentuhan secara langsung dengan dengan anak selama di TK. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunkan Teknik pengumpulan data yakni Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa penerapan nilai-nilai Moderasi beragama pada anak usia dini yakni Bertoleransi, Bersikap Adil dan saling menghormati dapat ditanamkan melalui berbagai Strategi antara lain pembiasaan – pembiasaan yang dapat ditiru anak secara langsung dari Gurunya serta berbagai metode pembelajaran seperti Bernyani, Bercerita, Tanya jawab, Bermain secara berkelompok dan Outing Class.

Annisa Khaira G; Yeni Afrida; Mawar Mustika Rahmi

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Broken home merupakan suatu hal yang tidak diinginkan oleh semua orang. Anak yang mengalami broken home akan berdampak terhadap perkembangan seorang anak. Broken home sendiri mengalami permasalahan akibat dari orangtua mereka, seperti orangtua mereka berpisah sehingga seorang anak tidak mendapatkan kasih sayang yang semestinya. Dalam mengatasi broken home, seorang anak harus memiliki kemampuan resiliensi, yaitu kemampuan untuk bangkit kembali serta mencari dan menemukan kebahagian mereka sendiri, karena setiap orang berhak untuk mencapai kebahagian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sampel 7 orang di SMAN 1 IV Koto pada kelas X dan menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data nya berupa wawancara dan observasi dan teknik analisis datanya reduksi data. Dan penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimanakah dinamika siswa broken home dengan hasil penelitian siswa yang memiliki kemampuan resiliensi mendapatkan dinamika atau perubahan pada dirinya.

Leny Setyaningsih

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Background: Social problems that often arise in preschool-aged children are excessive fearful behavior such as fear of separation, fear of new people and withdrawn behavior described by children as not wanting to socialize, being alone, not wanting to play with other children, being busy with their own toys. This behavior can be caused by environmental factors that do not encourage and stimulate children to socialize, so that this behavior is not experienced by children, it is necessary for parents and the environment to consider and give more love and attention to children, to spend time with children, to be good listeners. , involve themselves in children's activities, maintain attitudes towards children (Ashary, Rahamma & Fatimah, 2015). Social problems in children such as maladjustment, namely self-adjustment to a new environment also often occur and children who feel satisfied with their behavior but the social environment cannot accept it, for example children who have bossy behavior, are arrogant, the child feels that he is not wrong but the environment around him feels disturbed with this behavior (Tirtayani, Asril & Wirya, 2014).

Yenni Mardiah; Liza Efriyanti; Ulil Amri

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

. Kurangnya minat baca siswa terhadap buku paket sehingga membuat siswa malas mengerjakan pekerjaan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk Menggambarkan pengaruh penggunaan handphone terhadap hasil pekerjaan rumah siswa kelas VIII.1 MTsN 2 Pasaman Barat. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif eksperiment, populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 MTsN 2 pasaman barat yang berjulah 31 orang siswa. Pengambilan sampel menggunkan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di MTsN 2 pasaman Barat. Data hasil belajar siswa diperoleh melalui dokumentasi yaitu nilai pekerjaan rumah sswa. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data pada penelitian ini menngunakan teknik uji-t. penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 12 september sampai 17 Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh penggunaan handphone terhadap hasil pekerjaan rumah siswa kelas VIII.1 MTsN 2 pasaman Barat setelah di terapkannya penggunaan handphone sebagai sumber belajar untuk mengerjakan pekerjaan rumah nilai siswa dikatakan baik secara signifikan dan bisa dilihat dari hasil nilai pekerjaan rumah dengan menggunakan uji-t Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi para guru dan, terlebih khusus, para orang tua dalam mendorong anak-anaknya untuk tekun belajar dan mengontrol anak-anaknya dalam menggunakan HP

Ika Trisni Simangunsong; Syahfitriani Br Ginting; Aprilita Ekasari; Prima Lestari Situmorang

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Kegiatan ini dimotivasi oleh keadaan anak-anak asli papua yang putus sekolah dan tidak sekolah, mendapatkan pembelajaran non formal dari unit PKBM. Metode yang digunakan adalah pendampingan pembelajaran calistung kepada anak-anak PKBM Jehova Jireh, tahapan yang dilakukan tim yakni, persiapan, dan pelaksanaan. Lokasi pengabdian berada di dalam kota Merauke, namun bila cuaca hujan, maka tim akan kesulitan untuk menuju lokasi karena kondisi tanah yang sangat berlumpur. Pelaksanaan berlangsung selama 7 kali pertemuan. Tim pengabdian menjadi pengajar dan pendamping anak-anak dalam kegiatan belajar mengajar. Kelas terdiri dari 3 kelompok belajar, dengan jumlah total anak-anak sebanyak 50 orang. Materi pendampingan yang diberikan adalah membaa, menulis, dan berhitung yang disesuaikan dengan kelompok belajar. Hasil yang diperoleh, bahwa terdapat 65 % anak usia 4-6 tahun yang mampu mengenal huruf, dan angka, 70% anak usia 7-9 tahun yang memiliki kemampuan calistung yang baik, dan 80% pada usia 10-13 tahun.

Tiara Indriarti; Difa’ul Husna; Riska Anisa Indriyani; Rasyid Herbanu Indra Saputra; Farchan Abdul Aziz

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Sekolah dan pendidikan adalah hal terpenting dalam kehidupan. Pendidikan merupakan suatu proses memanusiakan manusia, yang dimana pendidikan untuk semua manusia. Pendidikan sekolah luar biasa (SLB) menawarkan pendidikan untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus agar bisa menempuh pendidikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana sekolah luar biasa (SLB) dalam memberikan layanan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diperuntukkan bagi Anak Tuna Grahita di SLB Negeri 1 Kulonprogo. Metode yang digunakan peneliti adalah dengan kualitatif, studi kasus di SLB Negeri 1 Kulonrogo dan studi pustaka. Penelitian ini memperoleh hasil yaitu pendidikan yang diberikan kepada anak tuna grahita memberikan dampak yang positif bagi perkembangan anak, terlebih dengan dberikannya pembelajaran Pendidikan Agama Islam anak akan mempunyai kedekatan dengan sang pencipta yaitu Allah SWT.  

Shanty Maria Lissanora Fernanda; Norong Perangin-angin; Yohanna Adelina Pasaribu

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Tujuan pengabdian masyarakat ini  untuk memberikan edukasi kepada ibu balita mengenai kebutuhan Gizi pada anak untuk penanganan dan pencegahan stunting yang memberikan pengaruh pada pertumbuhan anak yang akan menurunkan angka stunting. Kaum ibu yang berada di wilayah desa Kubang Jaya merupakan bagian dari sasaran untuk dilakukan penyuluhan mengenai MP-ASI dikarenakan masih terdapat beberapa anak yang berusia 0 -24 bulan. Tujuan umum Untuk memberikan Pendidikan Kesehatan masyarakat dalam penyusunan menu seimbang pada ibu balita 3-5 tahun dalam pencegahan dini stunting di puskesmas raya pematangsiantar. serta meningkatkan pemahaman dan cara menjaga kesehatan pada ibu balita di puskesmas raya pematangsiantar. Hasil kegiatan Program Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan atau pemahaman masyarakat tentang penyusunan menu seimbang pada ibu balita di puskesmas raya Pematangsiantar    

Asrina Pitayanti; Fitria Yuliana

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

Sikap positif tentang penuaan dapat menjadi sumber persepsi diri yang positif tentang  penerimaan diri dengan bertambahnya usia Kasus yang banyak ditemukan adalah ketidakberdayaan lansia dengan prevalensi kejadiannya berkisar 30-45% dari kasus kesehatan jiwa. Banyak lansia berharap saat mencapai tahap akhir perkembangan hidup, lansia hidup tenang, damai dan hidup bersama dengan anak-anak serta cucu dengan bahagia. Tapi pada kenyataan, sebagian besar harapan-harapan lansia tidak terwujud.  Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi Pengaruh Pemberian edukasi  berfikir positif pada lansia dengan masalah psikososial ketidak berdayaan Di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Desain penelitian yang digunakan adalah ” Pra experimental pre-post test whit control grup”. Dimana sampel dipilih secara purposive sampling, kemudian untuk kelompok tersebut diberikan perlakuan dan di observasi ulang untuk mengetahui hasilnya. Sampel  penelitian ini adalah semua lansia  yang memiliki data mayor atau memiliki karakteristik yang sesuai dengan criteria inklusi 25 orang lansia. Instrumen penelitian ini SAP dan memodifikasi kuesioner pre dan post. Hasil penelitian selisih dari tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah terjadi peningkatan pemahaman dari skor baik dari 6 bertambah menjadi 14, dan yang memiliki nilai cukup dari 9 menurun menjadi 10 lansia, sedangkan skor kurang 10 orang menurun menjadi 2 orang.  Analisa hasil penelitian dengan uji wilcoxon diperoleh nilai p value 0,007 < α (0,05), disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari edukasi berfikir positif  terhadap peningkatan pengetahuan lansia dengan masalah psikososial ketidakberdayaan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan Pengaturan hidup yang dilakukan oleh Lansia dalam hal meningkatkan kemandirian didalam kehidupan sehari-hari, akan membuat lansia lebih bermakna dan bahagia sehingga Dukungan sosial dari orang terdekat misal keluarga, petugas kesehatan yang merawat diharapkan selalu aktif dan konsiten

Resta Yudi Saptomo

Jurnal Akta Notaris 2022 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Pembatalan hibah merupakan kasus yang sering terjadi dikarenakan pihak penerima hibah tidak memenuhi persyaratan dalam menjalankan hibah yang telah diberikan. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana keabsahan pemberian hibah kepada penerima hibah yang masih di bawah umur menurut peraturan perundang-undangan dan pertimbangan hakim dalam Putusan Pengadilan Agama Kendal Perkara Nomor: 515/Pdt.G/2019/PA.Kdl. juncto Putusan Pengadilan Tinggi Agama Semarang Perkara Nomor: 302/Pdt.G/2019/PTA. Smg. ?Bagaimana akibat hukum terhadap pemberian hibah kepada penerima hibah yang masih di bawah umur dalam dalam Putusan Pengadilan Agama Kendal Perkara Nomor: 515/Pdt.G/2019/PA.Kdl. juncto Putusan Pengadilan Tinggi Agama Semarang Perkara Nomor: 302/Pdt.G/2019/PTA. Smg. ? Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis, sumber data yaitu data sekunder dengan metode pengumpulan data dengan studi dokumen dan metode analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa keabsahan pemberian hibah kepada penerima hibah yang masih di bawah umur dapat dilihat dari terpenuhinya syarat materiil dan syarat formil akta hibah. Akibat hukum terhadap pemberian hibah kepada penerima hibah yang masih di bawah umur yang tidak memenuhi syarat materiil akta hibah tidak menyebabkan akta hibah batal demi hukum namun dapat dibatalkan jika dapat dibuktikan danya syarat materiial yang tidak terpenuhi. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu keabsahan pemberian hibah kepada penerima hibah yang masih di bawah umur dapat dilihat dari terpenuhinya syarat materiil dan syarat formil akta hibah. Akibat hukum terhadap pemberian hibah kepada penerima hibah yang masih di bawah umur yang tidak memenuhi syarat materiil akta perjanjian hibah tidak menyebabkan batal demi hukum.

Purwaningsih, Siti Syamsiyah; H, Kunlestiowati.; Yuningsih, Nani; Sardjito Sardjito

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Manajemen pembelajaran merupakan suatu pengaturan proses belajar mengajar untuk terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Proses belajar dapat berjalan sempurna dengan melalui pengelolaan kelas yang baik karena pengelolaan kelas yang baik sangat menentukan kualitas kegiatan belajar mengajar. Ketika kualitas belajar dan mengajar baik, maka tujuan pembelajaran yang ingin dicapai juga akan berjalan dengan baik. Itulah mengapa seorang guru harus memiliki kemampuan manajemen kelas yang baik. Pos Paud Kenanga 12 merupakan salah satu lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang terlatak di Kelurahan Pasir kaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi Propinsi Jawa Barat, Jumlah guru, dengan sarana dan Prasana yang sangat terbatas. Oleh karenanya diperlukan pendampingan dalam pengelolaan proses belajar mengajar  harapannya hasil belajar siswa sesuai dengan harapan yang tercantum dalam kurukulum PAUD. Pos Paud ini memiliki dua kelompok Belajar. Hasil pendampingan dan analisis tim pengabdian penerapan manajemen pembelajaran anak usia dini dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di Pos Paud Kenanga 12 ,  hasil belajar peserta didik yang mencapai enam kelompok A sebanyak 75 % dan kelompok  B yaitu 87,5 % .

Ana Lestari; Rafi’ah Rafi’ah; Iga Maliga

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2022 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Kasus kesehatan reproduksi yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kasus seks pra-menikah yaitu sebesar 15-20% dari total remaja. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan kemudahan mengakses media informasi yang tinggi mendukung remaja sering bersikap tidak tepat terhadap organ reproduksinya. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada remaja tentang dampak media sosial dan pengetahuan kespro serta perilaku seksual beresiko remaja sebagai upaya preventif munculnya permasalahan kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Target pengabdian kepada masyarakat ini adalah remaja di SMP Negeri 1 Moyo Utara. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah observasi, wawancara, pemutaran film pendek, penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab.

Dewi Nurul Artika; Sella Ayundari; Febry Ramadhani

JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Ikan cupang merupakan salah satu komoditas ikan hias air tawar yang banyak diminati baik di pasar domestik maupun internasional (ekspor). Waktu yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah tanggal 13 Oktober 2022 Lokasi penelitian ini berada di Medan Johar. Pemijahan ikan cupang diawali dengan perawatan ikan cupang jantan yaitu mengeluarkan busa dari mulutnya kemudian diletakkan di permukaan sebagai sarang untuk bertelur. Setelah itu sang jantan akan mencari betina yang siap dijadikan indukan. mitra. Setelah ikan jantan mendapatkan pasangan yang cocok, ikan betina akan melepaskan sel telur yang diikuti dengan keluarnya sel sperma oleh ikan jantan. Telur yang telah dibuahi akan dibawa oleh pejantan ke buih yang ada di permukaan. Pada masa hingga menetas, ikan jantan akan menjaga telur-telur tersebut hingga benar-benar menetas. Bahkan hingga anakan cupang mandiri. Jika ada buih yang pecah maka mereka akan segera membuat buih yang sama agar telur benar-benar bisa menetas. Daun ketapang mengandung senyawa aktif berupa antosianin dan tanin, namun pigmen tanin lebih dominan yang berpotensi menjadi sumber zat warna. Kandungan tanin pada ketapang dapat menghasilkan warna coklat, sedangkan antosianin menghasilkan warna merah. Penggunaan daun ketapang dapat menurunkan pH air sekitar 5 pH dan membuat air menjadi lebih gelap dan kondisi ini dapat membantu reproduksi ikan.    

Sri Murbowati

Jurnal Akta Notaris 2022 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana penyelesaian sengketa waris sebagai akibat adanya kelalaian penerima hibah menurut Kompilasi Hukum Islam? 2) Bagaimana perlindungan hukum bagi penerima hibah pemegang hak atas tanah yang disengketakan? 3)Bagaimana pertimbangan hakim dalam putusan perkara Nomor: 515/Pdt.G/2019/PA.Kdl., putusan Nomor: 302/Pdt.G/2019/PTA. Smg. dan putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 240 K/AG/2020? Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif (normative legal research) dengan menggunakan data utama adalah data sekunder dan data primer sebagai data pendukung.  Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa waris sebagai akibat adanya kelalaian penerima hibah menurut Kompilasi Hukum Islam dapat mengajukan mengajukan gugatan melalui Pengadilan Agama untuk dilakukan pembagian harta warisan. Perlindungan hukum bagi penerima hibah pemegang hak atas tanah yang disengketakan secara normatif telah diatur  Kompilasi Hukum Islamd. Hibah yang dilaksanakan sesuai ketentuan Kompilasi Hukum Islam, menurut ketetuan Pasal 212 Kompilasi Hukum Islam, tidak dapat ditarik kembali, kecuali hibah orang tua kepada anaknya.  Pertimbangan hakim dalam Putusan Perkara Nomor: 515/Pdt.G/2019/PA. Kdl., tidak memenuhi rasa keadilan, sementara pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor: 302/Pdt.G/2019/PTA.Smg. sudah memberikan rasa keadilan bagi penerima hibah. Pertimbangan hukum dalam Putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 240 K/AG/2020 mengenai judex facti telah salah menerapkan hukum, Mahkamah Agung berpendapat judex facti telah mempertimbangkan dengan benar dan tidak salah dalam penerapan hukumnya, sehingga alasan-alasan kasasi yang pada pokoknya menyatakan judex facti telah salah menerapkan hukum tidak dapat dibenarkan sesuai rasa keadilan.

Saskia, Annisa; Ulva Rahmi; Murmahdi Murmahdi

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Metode pembelajaran adalah proses untuk menyampaikan ilmu pengetahuan. Macam-macam metode pembelajaran itu banyak salah satunya yaitu metode demonstrasi. Pentingnya metode demonstrasi diterapkan dalam pendidikan agama islam, karena metode ini diharapkan bisa meningkatkan pemahaman anak didik materi pernikahan kelas XII di SMP Negeri 1 Kec Payakumbuh. Dengan dilaksanakannya metode demonstrasi ini diharapkan bagi pendidik berperan sebagai penggerak dan juga pembimbing. Dan anak didik sebagai penerima dan juga dibimbing.  Penelitian ini bertujuan supaya apakah menggunakan metode demonstrasi ini bisa meningkatkan hasil belajar PAI materi pernikahan pada anak didik kelas XII di SMA Negeri 1 Kec Payakumbuh . dalam penelitian ini menggunakan penelitian PTK yang mana mengguakan 2 siklus da nada 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Kec Payakumbuh dengan jumlah 34 orang siswa. Memperoleh data dari hasil tes, hasil pengamatan pelaksanaan dalam pembelajaran. Dengan menggunakan metode demonstrasi ini pemahaman anak didik mengalami peningkatan dari siklus 1 sampai siklus 2. Rata-rata penilaian yang diperoleh siklus 1 70,17, siklus 2 80,23. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa metode demonstrasi ini bisa dibuktikan bahwa pemahaman anak didik meningkat setelah menerapkan metode demonstrasi yang terjadi di siklus 1 dan siklus 2.

Siti Maisarah

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini berjudul “Kajian Nilai dalam Tradisi sunatan Masyarakat Suku Sakai kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis”. Bagi masyarakat suku Sakai, sunatan merupakan kewajiban bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan, tanpa disunat masyarakat Sakai menganggap keislaman seseorang tidak sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi khitan pada masyarakat Sakai dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi sunatan bagi kehidupan sosial masyarakat Sakai. Penelitian ini menggunakan metode etnografi. Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan beberapa hal di bawah ini: Pertama, proses pelaksanaan tradisi sunatan pada masyarakat suku Sakai dilakukan dalam tiga prosesi yaitu persiapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan. Kedua, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi sunat suku Sakai meliputi aspek: religi, identitas sosial, solidaritas sosial dan harmonisasi tradisi leluhur dengan ajaran Islam, nilai keimanan, nilai kesehatan, nilai turun temurun. Ketiga, tradisi khitanan sudah mulai jarang dilakukan untuk mengiringi praktik sunatan. Pasalnya, ada cara baru yang lebih mudah dan nyaman untuk menyunat anak laki-laki, yaitu orang tua hanya perlu membawa anaknya ke dokter atau rumah sakit untuk disunat.  

Rintis Uthita Hernanda; Mukhammad Ginanjar Fitrianto; Muhammad Gerald Arsy; Mahendradatta Yadi Wisnu Wardhana

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembagian warisan di antara para ahli waris secara adil sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam ditentukan oleh pengaturan hak waris menurut hukum Islam. Persoalan warisan saat ini terkait dengan warisan kepada anak kandung yang bukan muslim atau non muslim, hal ini dikarenakan peredaran harta warisan kepada anak non muslim atau berbeda agama jelas tidak diperbolehkan. mendapatkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang menitikberatkan pada pendekatan perundang-undangan dan produk perilaku hukum. Oleh karena itu, dalam prakteknya, hakim masih dapat menggunakan putusan pengadilan untuk menentukan hak waris berdasarkan wasiat wajib bagi anak kandung non muslim atau agama lain. Hal ini bertentangan dengan Pasal 171 huruf (c) Sidang Hukum Islam (KHI) yang memaknai bahwa pengaturan umum sebagai penerus utama adalah dia harus beragama Islam, segala sesuatunya sama, pilihan memberikan pemerataan dan keadilan. keuntungan bagi keluarga.