Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1041-1060 of 1,880

Analytics

Moch. Ravy Mauludy Baza; Moh. Agil

Jurnal Hukum dan Sosial Politik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Keresahan masyarakat dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan pemerintah akibat banyak sekali oknum pemerintah yang melakukan tindak korupsi. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam upaya optimalisasi kasus korupsi di Indonesia yaitu dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada dan berkembang pesat saat ini. Kehadiran sebuah teknologi tersebut membantu pemerintah dalam upaya mengurangi angka korupsi terhadap pengelolaan keuangan di Indonesia. Kehadiran Blockchain Open Ladger System memberikan sebuah solusi untuk pengelolaan keuangan dalam rangka mengurangi angka korupsi di Indonesia. Penulisan artikel ini mengacu kepada uraian permasalahan diatas dengan menerapkan dan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada dalam era society 5.0. Metode yang digunakan yaitu literature review yang bersumber kepada penelitian terdahulu. Hasil dari pembahasan ini menunjukan bahwa Blockchain Open Ladger System merupakan sistem yang bergerak dalam proses transparansi pengelolaan keuangan. Dalam sistem ini masyarakat dapat mengetahui dengan jelas arah perputaran anggaran keuangan negara yang berjalan sehingga apabila terjadi penyelewengan atau ketidaksesuaian akan dapat langsung terdeteksi pelaku atau permasalahannya.  

Melani, Intan Suci; Kristina, Lina; Ramadhan, Rizky; Mangku Anom, Ahmad Hussein

Rengginang adalah salah satu makanan yang terbuat dari bahan tradisional indonesia yaitu singkong atau sering kita kenal dengan ubi kayu, yang umumnya rengginang ini berbentuk lingkaran dengan ukuran tertentu, terasa gurih, dan memiliki tekstur yang renyah. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah metode kualitatif, jenis penelitian kualitatif ini menggunakan data yang dikumpulkan berupa gambaran-gambaran umum strategi pemasaran dan proses pembuatan rengginang di Desa Bukit Mas Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran dan proses pembuatan rengginang di Desa Bukit Mas. Untuk itu perlu dilakukan kajian, penelitian, dan wawancara dengan rumusan masalah 1) Bagaimana strategi pemasaran rengginang yang dilakukan oleh pemilik pabrik, 2) Bagaiman cara pembuatan rengginang yang sesuai dengan proses yang ditekuni sejak lama oleh pemilik pabrik. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Pemasaran Renggiang yang telah diterapkan oleh Bapak Warman dengan menawarkan produk rengginang ke warung-warung, mini market dan juga target besar beliau dalam pemasaran yaitu mengirimkan atau menjual hasil produksi rengginang ini ke luar provinsi seperti ke Provinsi Aceh, sehingga bisnis ini bisa terjalankan dengan baik.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Arjiman, Arjiman; Mansur, Ely

PAK ABASS yaitu program Pembiasaan Akademik Keagamaan: Asmaul Husna, Berdoa, Al-Qur’an, Sholat Berjamaah dan Sholawatan”. Pembiasaan diri di bidang keagamaan ini merupakan salah satu bentuk usaha mendidik siswa melalui proses pengulangan tentang ilmu keagamaan yang terus menerus agar diperoleh kebiasaan berupa karakter beragama yang diharapkan. Syarbini (2014) menyampaikan bahwa pembiasaan yang dilakukan sedak dini/sejak kecil akan membawa kegemaran dan kebiasaan tersebut menjadi semacam adat kebiasaan sehingga menjadi bagian tidak terpisahkan dari kepribadiannya. Penelitian ini merupakan penelitian terapan (applied research), yaitu penelitian aplikasi untuk memecahkan permasalahan- permasalahan tertentu sebagai best practice untuk  Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) di MTs. Insan Mulia Badung-Bali. Metode yang digunakan adalah metode evaluasi (evaluation methode) yaitu metodhe yang diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan atau alternatif tindakan. Hasil penelitian menunjukan, bahwa: 1. rancang bangun program PAK ABASS Program pembiasaan akademik keagamaan di MTs. Bina Ihsan Mulia, Badung tercantum di dalam Rencana Kerja Tahunan Madrasa (RKT) pada setiap tahunnya berdasarkan kalender akademik tahun Pelajaran; 2. Tingkat keberhasilan program PAK ABASS secara menyeluruh dapat diidentifikasi dari arah pilihan selalu memperoleh skor rata-rata 43,89%. Sedangkan kategori sering memperoleh skor rata-rata persentase adalah 33,80%, arah pilihan kategori jarang memperoleh rata-rata skor 21,56%. Sisanya 0,65% sebagai arah pilihan tidak pernah. Konversi  persentase maka diperoleh skor rata-rata 77,69% dengan kategori keberhasilan tinggi; 3. Karakter Islami dalam membentuk akhlakul karimah baik di rumah maupun di madrasah melalui program ini, dimana pilihan selalu memperoleh skor 48,21%. Sedangkan rata-rata skor pilihan sering yaitu 39,48%; rata-rata skor pilihan jarang adalah 12,16%; dan arah pilihan tidak pernah adalah 0%. Konversi skor persentase tingkat keberhasilan adalah sangat tinggi dimana perolehan skor rata-rata keduanya mencapai total 87,68%, sedangkan sisanya adalah 12,32% belum menunjukan karakter Islami berakhlakul karimah yang diharapkan; 4. Dampak (impact) berupa karakter Islami berakhlakul karimah yang dapat diambil melalui program PAK ABASS ketika siswa/i berada pada proses akademik full day school di MTs. Bina Ihsan Mulia, Badung adalah: a. siswa mudah diatur; b. minimnya tingkat pelanggaran siswa; c. ta’dzimnya pada guru yang tinggi; d. tingkat kejujuran siswa yang tinggi; e. berprestasi tinggi.

Rahmawati, Ajeng Febriana; Susetyo, Yeremia Alfa

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2023 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Analisis Kode Statis (Static Code Analysis) masuk ke dalam metode white box testing yang digunakan pada pengembangan aplikasi. Analisis ini dilakukan dengan cara mengevaluasi source code untuk mendeteksi pelanggaran kode apa saja yang terdapat dalam project aplikasi open source To Do List berbasis website menggunakan Laravel dan Vue.js. Proses analisis kode statis bertujuan memberikan pemahaman serta memastikan basic code pada project telah memenuhi standarisasi pengkodean yang telah ditetapkan. Teknik pengujian source code dilakukan melewati proses scanning pada project dengan standarisasi pengkodean yang telah ditetapkan dan diatur dalam Quality Gate SonarQube sebagai acuan untuk seberapa tinggi kualitas kode yang harus dilalui. Hasil analisis yang diperoleh melalui tool SonarQube menunjukkan pelanggaran kode yang ditemukan secara keseluruhan pada project To Do List dengan beberapa kategori issues, yaitu 4 bug, 2 security hotspots, 31 code smell, dan 117 duplicate lines of code dengan density sebesar 18,3% yang membutuhkan total waktu estimasi pengerjaan untuk perbaikan pelanggaran kode sebanyak 2 jam 35 menit.

Sinaga, Filemon; Bezaleel, Michael; Prestiliano, Jasson

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2023 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Abstrak –Bagi semua anak, komunikasi dan interaksi merupakan fondasi penting untuk belajar dan berkembang tidak terkecuali bagi anak penyandang autis. Anak penyandang autis memiliki gangguan perkembangan neurobiologis yang menghambat proses interaksi, komunikasi, emosi dan kemampuan berperilaku yang tidak bisa disembuhkan namun bisa diterapi. Salah satu metode terapi yang umum digunakan adalah terapi visual. Terapi visual dapat membantu perkembangan komunikasi anak melalui gambar, akan tetapi mengingat alat terapi yang tergolong mahal menjadi masalah bagi orangtua dengan keadaan ekonomi yang sulit. Oleh karena itu, dilakukanlah perancangan video motion graphic sebagai media terapi bagi anak penyandang autis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data berupa wawancara kepada SDLB Talenta Kids Salatiga dan orangtua serta observasi kepada anak penyandang autis. Hasil dari penelitian ini adalah video motion graphic sebagai alat bantu terapi komunikasi bagi anak autis yang terdiri atas 4 level terapi.

Indah Wulandari; Agung Setyawan

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui model pembelajaran picture and picture. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan bentuk Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa. Hasil analisa data bahwa: 1) perencanaan pepmbelajaran seperti menentukan bahan pelajaran dan merumuskan tujuan, mengembangkan dan mengorganisasikan media pembelajaran, merencanakan pengelolaan kelas, dan menyiapkan alat penilaian rencana pembelajaran, 2) langkah pembelajaran antara lain: melakukan pembelajaran, melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar, 3) peningkatan kemampuan dengan indikator : menyebutkan angka 1-10, menunjukkan angka 1-10, dan mengurutkan angka 1-10 dalam mengenal konsep bilangan dan lambang bilangan pada siswa kelas 1 dengan menggunakan model picture and picture di SD Negeri Keleyan 1 Desa Socah yaitu siswa mengenal lambang bilangan 1-10 mencapai 85%.  

Nur Jannah Berutu; Deviona Aurora; Rini Amalia; Riska Amelza; Tarzky Adinda Siregar +1 more

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

The research included the head of the laboratory, laboratory staff, physics teacher, students, and physics laboratory facilities at SMA Negeri 4 LANGSA as subjects. Data collection techniques comprised observation sheets, questionnaires, interview guides, and documentation. The study's results encompassed interviews conducted with the head of the laboratory, physics teachers, and students. These findings will be presented in a table format. Based on observations at SMAN 4 Langsa, the laboratory equipment was deemed relatively good, with nearly 80% completeness. Consequently, it can be concluded that the standardization of the physics laboratory's facilities and infrastructure at SMAN 4 Langsa is close to meeting good standards due to its sufficient facilities and infrastructure. However, the standardization of physics laboratory management competency at SMAN 4 Langsa is not fully compliant with the regulations outlined in the Minister of National Education of the Republic of Indonesia's No. 26 of 2008. Additionally, the effectiveness of utilizing physics laboratory facilities and infrastructure at SMAN 4 Langsa indicates poor quality.

Ilham Nur Falaq; Imam Nuryanto

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya efisiensi pada proses pengemasan produk bandeng vacuum spesial di PT Bandeng Juwana menggunakan metode six sigma menggunakan indikator nilai sigma dan DPMO (defect per million opportunity). Penelitian ini menggunakan Ishikawa diagram, FMEA (failure mode & effect analysis), & AHP (analytical hierarchy process). Terdapat 7 jenis defect yang teridentifikasi yaitu defect loss vacuum, patah anatomi, kelunakan, size, daging rontok, dan over fat. Berdasarkan prinsip pareto defect loss vacuum dan patah anatomi dipilih untuk dilakukan improvement dengan jumlah defect 88,04% dari total defect. Berdasarkan hasil penilaian FMEA, RPN terbesar yaitu tidak ada standar jarak sealer RPN 42 dan SOP pengerjaan ikan lengket pada kertas alas RPN 90. Alternatif solusi yang dipilih menggunakan metode AHP yaitu membuat SOP pengerjaan ikan lengket pada kertas alas. Jika alternatif solusi diterapkan maka terdapat peningkatan nilai sigma dari 3,7 menjadi 3,82, dan penurunan nilai DPMO dari 13.588,96 menjadi 10.066,81.

Damayanti, Alif; Maulidina, Annisa; Moniaga, Friska Valentina; Armayza, M. Adnan; Mulyani, Heni +1 more

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Kota Bandung yang dilaksanakan guna mengetahui pengaruh komponen – komponen di lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa jurusan Akuntansi. Metode kuantitatif korelasional menjadi metode yang digunakan pada penelitian yang dilakukan. Pada penelitian ini terdapat populasi yang diikutsertakan yaitu siswa kelas X Akuntansi Lembaga di SMKN 1 Bandung. Dengan populasi penelitian sebanyak 70 orang siswa. Analisis proses yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif koefisien korelasi. Adapun hasil data penelitian disajikan dalam bentuk tabel yang diuji menggunakan koefisiensi korelasi dengan hasil kriteria penafsiran kuat atau erat. Kesimpulan yang dicapai dari proses penelitian menunjukan hasil signifikan korelasi antara lingkungan sekolah terhadap prestasi siswa akuntansi yang hasil perhitungannya memperlihatkan bahwa antara variabel X dan variabel Y memiliki angka korelasi sebesar 0,547  yang menunjukkan adanya korelasi. Hal ini memperlihatkan bahwa hubungan lingkungan sekolah dengan prestasi siswa jurusan Akuntansi di SMK Negeri 1 Kota Bandung bersifat kuat atau erat yang menunjukkan variabelnya berada di kriteria antara 0,41-0,61. Hasil penelitian yang dilakukan ini membuktikan bahwa adanya korelasi antara lingkungan sekolah dengan presetasi belajar siswa jurusan Akuntansi kelas X.

Ansori, Zakky; Juniar, Nyi Mas Melati; Pratiwi, Andini Hania

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Supervisi adalah suatu proses kegiatan untuk membimbing, membantu, membina, dan mengarahkan para pelaksana program dalam kegiatan kerjanya. Kegiatan supervisi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pelaksana program. Dengan supervisi tentu akan diketahui data yang berguna untuk dilakukan pengklasikasian, kendala yang dihadapi serta bahan untuk mencari solusi pemecahannya. Monitoring adalah pemantauan yang dapat dijelaskan sebagai kesadaran tentang apa yang ingin diketahui, pemantauan berkadar tingkat tinggi dilakukan agar dapat membuat pengukuran melalui waktu yang menunjukkan pergerakan ke arah tujuan atau menjauh dari itu. Penulisan artikel ini memiliki tujuan yaitu untuk untuk mensupervisi PAUD KB Avicena ini dengan mendatanginya langsung melihat kondisinya secara langsung seraya melakukan observasi dan wawacara kepada kepala sekolah hingga pendidiknya. Dalam penulisan artikel ini penulis memilih menggunakan metode kualitatif, karena didukung dengan melakukan wawancara, observasi, dan diperkuat oleh kajian literatur. Hasil dilapangan ditemukan bahwa dalam supervisi dan monitoring di Lembaga tersebut masih dibilang belum sepenuhnya tercapai karena PAUD KB Avicena masih terbilang baru karena belum mendapatkan izin oleh MENKUMHAM. Namun di PAUD KB Avicena ini sudah terbilang cukup baik dalam menjalankan tugasnya sebagai tempat wadah masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anaknya di Paud tersebut.  

Alika, Putri; Permata Sari, Ira; Adnawi, Iqbal

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pada sebuah lembaga pendidikan, manajemen pembelajaran sangatlah penting. Maka dari itu manajemen suatu program pendidikan harus dikelola dengan baik. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana proses penerapan manajemen program pendidikan kesetaraan paket A di PKBM Melati Cibeber Kota Cilegon dalam rangka meningkatkan mutu Pendidikan. Penelitian ini dilakukan karena ditemukan beberapa masalah yang dapat mempengaruhi manajemen pendidikan diantaranya akteditasi yang belum diperbarui, kekurangan peserta didik hingga keterbatasan waktu warga belajar dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu penyelesaian masalah yang didapatkan dengan mendeskripsikan keadaan objek berdasarkan fakta dilapangan dan dituliskan dalam bentuk kata-kata. Sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu ketua PKBM Melati dan data sekunder yaitu kepustakaan dan kajian literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data menggunakan teknik Miles yaitu pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, kesimpulan dan verifikasi serta kesimpulan akhir. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program Pendidikan kesetaraan paket A meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada masing-masing aspek manajemen tersebut dikatakan cukup baik dalam meningkatkan mutu manajemen Pendidikan dan manajemen pembelajaran.

Nunky Vinalia; Ratna Sefitriya; Nuwun Priyono

Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi (JUMIA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Proses Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDesa) menurut Permendagri No 113 Tahun 2014. Penelitian ini merupakan jenis penelitian bersifat kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui bukti-bukti terkait proses penyusunan anggaran pendapatan belanja desa apakah sesuai atau belum menurut Permendagri no 113 tahun 2014. Jenis metode penelitian ini adalah diskriptif dengan jenis pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyusunan APBDesa beserta perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban pelaporan pada APBDesa sudah sesuai dengan Permendagri No 113 Tahun 2014

Septa Widya Agustin; Atik Qurrota A’Yunin Al Isyrofi; Savira Auliya Abdullah

Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Berhenti menggunakan narkoba merupakan kesulitan terberat bagi seorang pecandu karena sering sekali pecandu mengalami sugesti serta rasa sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku pengggunaan narkoba pada klien rehabilitasi, proses pemulihan kecanduan narkoba, dan proses pengambilan keputusan untuk berhenti menggunakan narkoba. Metode kualitatif dengan rancangan studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dimana empat orang informan dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. pengecekan data dilakukan dengan cara studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua informan yang melewati semua tahapan proses berhenti yang dimulai dari tahapan menilai informasi baru, melihat alternatif-alternatif yang ada, mempertimbangkan alternatif, membuat komitmen, dan bertahan meskipun ada feedback negatif. Faktor terbesar yang dapat mempengaruhi keberhasilan untuk berhenti menggunakan narkoba adalah niat kuat dalam diri dan adanya dukungan keluarga yang positif. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan berhenti menggunakan narkoba dipengaruhi oleh niat dan adanya dukungan positif dari keluarga.

Anissa Rahmadhani; Arif Indra Hasan Harahap; Dina Puspita Sari; Zulhafiz Zulhafiz

SENIMAN: Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to understand the Production Process of the Islamic Pedia Program at Salam TV Jl. Darmo, Ujung Serdang, Kec. Tj. Morawa, Deli Serdang Regency, North Sumatra. The research method used is a qualitative approach, using 1 informant as sources for data collection. The results obtained from this study are that the production process for the Islam Pedia program on Salam TV has several production stages, namely the pre-production process, the production process and the post-production process. In the pre-production process, the creative team drafted the concept, created the title, created the script, prepared materials starting from pictures and videos. The production stage is searching for photos from Google and videos from YouTube at sources that are trusted to be edited and combined with voice recordings (vo), this is done to support the script that has been written according to the theme being discussed. The post-production stage is uploading videos (media publicity) by the broadcast team (MCR) to YouTube, official Instagram greeting TV and other official websites and conducting evaluations through feedback from the public.

Bilqistina Bilqistina; Apriliani Lase

Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The objectives of this research are to: 1) determine the plan for maximising Gayo Takengon Campgrounds' tourist potential; and 2) provide management of the campgrounds' attractions with guidance. This study discusses the potential and how to create it using a sort of qualitative research and descriptive data analysis. The study's findings indicate that there is potential for development into a natural tourist attraction. These possibilities are: 1) As the Gayo Camping Ground develops as a tourism object, the promotion strategy is currently quite effective. For instance, the tourism office has promoted by providing promotional flyers and videos, which were then uploaded to social media, which is directly managed by the Gayo Camping Ground manager himself. The availability of this material on social media platforms like Instagram, Facebook, and YouTube makes it simpler for travellers to find out more about this tourist destination. 2) Based on the findings of this research, there aren't many improvements that need to be made to the Gayo Campground tourist attraction as all of its amenities already match the requirements for a tour.

Ahry Ramadhani

Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to determine the impact of teacher presence in class on student discipline in the learning process at UPT SDN Laiyolo No. 52 Selayar Islands The research method used is qualitative research. In this study the data collection techniques used included direct observation and interviews. Based on observations made, the effect of the teacher’s presence in class on student discipline in the learning process is still unsatisfactory based on the observations I have made for the past 3 months. Where these activities can be seen from teacher’s who are lazy to teach, teacher’s who are lazy to come to scholl and even come late to school. So that little the students are also lazy to go to school because they feel less enthusiastic about participating in learning. The results of the research that can be found are that the presence of the teacher greatly influences student discipline in the learning process at school. In order to from a disciplined and obedient nature, it is therefore important for a teacher to be present in every phase of the development of students in every lesson. Teacher’s also have to be a good example for their student.

Bryan Yoppi Triatama; Moch. Hilal Rusydi Al Fiter; Sumriyah Sumriyah

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This article discusses the role of directors in the dissolution of a Limited Liability Company and the legal remedies taken by shareholders to protect their rights in the dissolution of a Limited Liability Company. The business activities of a Limited Liability Company do not always run in accordance with the objectives, sometimes the Company will face obstacles that cause the dissolution of the Limited Liability Company. With the dissolution of the Company, in this case the shareholders should get a legal protection both preventive and repressive. This research uses normative legal research with a statutory approach and a case approach through a decision study. The legal sources used are primary and secondary legal sources. Based on the results of the research, the Board of Directors of a Limited Liability Company in the process of dissolving the Company can act as a liquidator. Limited Liability Companies undergoing dissolution must pay attention to the rights and legal protection of shareholders.

Mubarat Apriana Sasmita; Albertus Peter Palit; Muhammad Yasin

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Transformasi struktural pada sektor industri mengacu pada perubahan fundamental dalam komposisi, organisasi, dan operasi industri sebagai respons terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan pasar, dan perubahan lingkungan bisnis. Konsep transformasi struktural ini melibatkan proses transformasi yang luas dalam struktur industri yang ada, termasuk pergeseran dalam jenis industri yang mendominasi, perubahan dalam rantai pasokan, dan adaptasi terhadap inovasi baru. Salah satu konsep transformasi struktural yang penting adalah diversifikasi industri. Diversifikasi mengacu pada pengembangan dan ekspansi kegiatan produksi dan bisnis ke sektor-sektor baru. Hal ini dapat dilakukan dengan memperluas portofolio produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan, atau dengan masuk ke industri yang berbeda secara keseluruhan. Diversifikasi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada satu sektor atau pasar tertentu, dan menciptakan sumber pertumbuhan baru untuk perusahaan.

Arfandy, Arfandy

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2023 Politeknik Negeri FakFak

Proses pengelasan gesek dilakukan dengan memvariasikan putaran (550 rpm, 1020 rpm dan 1800 rpm) serta media pendinginan air dan oli. Hasil pengelasan gesek tersebut kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui kekuatan sambungannya. Perolehan data awal penelitian melalui proses pengujian impak dan pengujian puntir yang dilakukan pada mesin uji impak dan mesin uji puntir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekuatan impack dan puntir tertinggi terjadi pada putaran 1800 rpm dengan nilai masing-masing sekitar 1.23 J/mm2 dan 443.50 N/mm2. Media pendinginan yang diberikan (Air dan Oli) juga berpengaruh terhadap kekuatan sambungan hasil lasan. Hal ini ditandai dengan terjadinya perbedaan kekuatan impack dan puntir, kekuatan impack tertinggi pada pendinginan air 1.16 J/mm2 dan pendinginan oli 1.23 J/mm2, serta kekuatan puntir tertinggi pendinginan oli 443.50 N/mm2 dan pendinginan air 419.91 N/mm2.