Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 10201-10220 of 10,382

Analytics

Dendy Kurniawan; Dwi Setiawan; Robby Andika Kusumajaya

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2020 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat menggunakan e-money dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Peneliti menggunakan model technology acceptance model (TAM) yang berfokus pada Kegunaan yang Dirasakan, Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan, Risiko yang Dirasakan, dan terdapat variabel tambahan yaitu Sikap Pelanggan dan niat perilaku untuk menggunakan uang elektronik. Pengujian data empiris dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan dari 84 responden yang terdiri dari mahasiswa yang berasal dari kota kendal dan dari berbagai universitas, analisis reliabilitas, uji validitas dan analisis regresi berganda untuk melihat hubungan antara semua variabel. Hasil akhir menunjukkan bahwa persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi risiko, dan sikap pelanggan berpengaruh positif signifikan terhadap niat masyarakat menggunakan E-money.

Fahmi A. Lihu; Rona Febriyona; Annisa Frizke Botutihe; Cahyani Napu

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2020 Universitas Muhamadiyah Manado

 Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Proses menua ini ditandai dengan perubahan pada fisik maupun mental lansia maupun kemunduran fungsi kognitif salah satunya demensia. Salah satu kelainan yang diduga memiliki hubungan dengan penurunan fungsi kognitif ini adalah adanya defisiensi vitamin D. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui Hubungan Antara Keadekuatan Asupan Vitamin D Dengan Kejadian Demensia Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga. Desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional untuk mengetahui hubungan antara keadekuatan asupan vitamin d dengan kejadian demensia pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Telaga. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di wilayah kerja puskesmas telaga yang menderita demensia sejumlah 38 orang, sampel berjumlah 38 orang yang telah terseleksi melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat.          

Siregar, Putra Adi; Nst, Citra Cahyati; Sitorus, Anisa Rahmayani; Lubis, Hasri Ainun; Hasibuan, Anggun Hasanah +1 more

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar belakang: Indonesia menduduki urutan ke-empat dengan prevalensi diabetes tertinggi di dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat. Diabetes dengan kematian komplikasi (6,7%) merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia. Konsumsi makanan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian diabetes mellitus terutama jika berkaitan dengan konsumsi makanan yang tinggi gula. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola konsumsi makan dan kejadian diabetes melitus pada masyarakat pesisir. Metode: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Percut, Kabupaten Deli Serdang pada  bulan Desember tahun 2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 90 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Riskesdas tahun 2018. Hasil analisis ini menggunakan analisis chisquare dan analisis logistik berganda . Hasil:Responden yang mengonsumsi buah (1-2 porsi/hari) dan menderita diabetes melitus sebanyak 4 orang (5.4%), sedangkan yang tidak menderita diabetes melitus sebanyak 19 orang (94.6%). Responden yang mengonsumsi sayur (1-3 porsi/hari) dan menderita diabetes melitus sebanyak 10 orang (11.6%), sedangkan yang tidak menderita diabetes melitus sebanyak 76 orang (88.4%). Responden yang tidak mengonsumsi buah berisiko 18.094 kali menderita diabetes melitus dibandingkan dengan responden yang mengonsumsi buah (1-2 porsi/hari). Responden yang tidak mengonsumsi sayur berisiko 2,150 kali menderita diabetes melitus dibandingkan dengan responden yang mengonsumsi sayur (1-3 porsi/hari). Simpulan:Pola konsumsi makanan menjadi salah satu faktor yang menjadi resiko terjadinya penyakit diabetes melitus. Masyarakat yang mengkonsumsi buah dan sayur secara teratur terbukti memiliki resiko lebih rendah terkena diabetes melitus.

Direja, Ade Herman Surya; Ricardo, Deni; Keraman, Buyung

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh latihan keterampilan sosialisasi terhadap kemampuan berinteraksi klien isolasi sosial di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experimental  dengan  rancangan  one  group  pretest  posttest. populasi dari penelitian ini adalah seluruh klien skizofrenia yang mengalami isolasi sosial di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu pada bulan Juni-Juli 2019. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling sebanyak 20 orang. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil observasi langsung pada klien isolasi sosial di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan: Dari 20 orang pasien sebelum latihan keterampilan sosialisasi didapatkan 12 orang (60,0%) dengan kemampuan interaksi kurang dan 8 orang (40,0%) dengan kemampuan interaksi sedang; Dari 20 orang pasien setelah latihan keterampilan sosialisasi didapatkan 4 orang (20,0%) dengan kemampuan interaksi kurang, 15 orang (75,0%) dengan kemampuan interaksi sedang dan 1 orang (5,0%) dengan kemampuan interaksi baik; Ada pengaruh latihan keterampilan sosialisasi terhadap kemampuan berinteraksi klien skizofrenia yang mengalami isolasi sosial di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu.

Margiyati Margiyati; Novita Wulan Sari; Andre Dwi Susilo; Hanifah Heppy Findiasari; Jihan Rifi Marwiriyanti +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Indonesia sedang mengalami transisi menuju struktur penduduk tua (ageing population)   sebagai   dampak       peningkatan   Usia   Harapan   Hidup   (UHH). Peningkatan jumlah lansia ini diikuti dengan peningkatan ragam penyakit degeneratif, seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung koroner. Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan terjadi transisi epidemiologi dari penyakit menular ke peningkatan penyakit tidak menular (PTM) sehingga kaum lansia cenderung mempunyai penyakit yang multipatologis. Kementerian Kesehatan mencatat, angka sakit pada kaum lansia terhitung cukup besar, mencapai 25,05 persen pada 2014. Permasalahan meningkatnya populasi lansia memerlukan bentuk pelayanan kesehatan tersendiri salah satunya penyelenggaraan Pos Pelayanan Terpadu Lanjut Usia (posyandu lansia). Hasil pengkajian di Posyandu Lansia Sabar Narimo terdapat sekitar 100 lansia yang terdaftar di dusun Lempuyangan, namun karena  keterbatasan  kader  pelaksanaan  posyandu  hanya  sebatas  pengukuran tekanan darah dengan metode kunjungan rumah. Mayoritas kader tidak mengetahui pelayanan posyandu dengan sistem 5 meja. Beberapa lansia mengalami stroke karena   hipertensi   kronis   yang   baru   diketahui   saat   masuk   RS.   Intervensi keperawatan yang disusun untuk mengatasi masalah defisiensi kesehatan komunitas karena tingginya angka kejadian PTM pada lansia disertai kurang optimalnya program pelayanan kesehatan melalui posyandu lansia setempat adalah dilaksanakannya revitalisasi posyandu lansia sebagai upaya pengendalian PTM berbasis pemberdayaan masyarakat. Analisis fenomena tersebut menjadi latar belakang tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro bekerjasama dengan Puskesmas Bergas untuk melaksanakan kegiatan bertema, “Revitalisasi Kader Posyandu Lansia Sabar Narimo Sebagai Upaya Pengendalian PTM Pada Lansia Di Dusun Lempuyangan Desa Gebugan Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang”. Hasi kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu lansia dalam pelaksanaan pelayanan posyandu 5 meja.    

Sulastri, Sulastri; Hadiono, Kristophorus; Anwar, Muchamad Taufiq

Dinamik 2020 Universitas Stikubank

Hepatitis merupakan penyakit yang diderita oleh banyak orang, bahkan bisa menyebabkan kematian. Prediksi awal dapat mencegah kematian tersebut yaitu denganmengumpulkan data pasien hepatitis yang dilihat dari faktor - faktornya. Faktor-faktor tersebut antara lain Protime, Alk Phosphat, Albumin, Bilirubin dan Usia. Untuk mengolah datatersebut, dibutuhkan Data Mining. Salah satu metode data mining yang digunakan pada penelitian ini adalah klasifikasi.Tujuan penelitian ini yaitu bagaimana memprediksi hidup atau meninggalnya pasien penyakit hepatitis dengan tingkat akurasi dan mencari atribut paling berpengaruh terhadapprediksi hidup atau meninggalnya pasien penyakit hepatitis dengan menggunakan algoritma Algoritma K-Nearest Neighbor, Naïve Bayes Dan Neural Network dan kemudianmembandingkan ketiga hasil analisis dari ketiga algoritma tersebut.Dari hasil analisis 20 atribut dilakukan 3 kali percobaan dengan algoritma Naïve Bayes didapat model klasifikasi dengan tingkat akurasi yang terbaik yaitu 76.92 %, tingkat error23.01% dan atribut Acites dan Spider merupakan atribut yang berpengaruh terhadap keputusan hidup atau meninggalnya pasien yang terkena penyakit hepatitis.Dengan menggunakanAlgoritma Neural Network didapat model klasifikasi dengan tingkat akurasi yang terbaik yaitu 82,97%, tingkat error 17.03% dan atribut yang paling berpengaruh yaitu anorexia, spiders dan protime. Dengan menggunakan algoritma K-Nearest Neighbor didapat model klasifikasi dengan tingkat akurasi terbaik yaitu 93%, tingkat error 7% dan atribut yang paling berpengaruh terhadap penderita penyakit hepatitis yaitu Albumin.

Barata SatriaWicaksono

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini dilakukan pada Healhty Lounge Rumah Sakit Telogorejo Semarang yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh kompetensi waiter dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan tamu di Healhty Lounge. Metode yang digunakan dalam penelitian dan metode penyajian datanya adalah kuantitatif dengan mengambil tempat penelitian di Rumah Sakit Telogorejo Semarang, adapun teknik pengumpulan data berupa Kuesioner, observasi, studi pustaka. Hasil analisis data menunjukkan bahwa untuk menciptakan kualitas pelayanan yang baik dibutuhkan waiter yang berkompeten dan operasional kerja sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak manajemen maupun kepuasan tamu. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regrensi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependent, uji model, uji hipotesis, dan namun sebelum dilakukan uji tersebut makan yang dilakukan pertama adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil analisis regrensi menunjuka bahwa peningkatan mutu hygiene dan sanitasi terhadap kepuasan konsumen. Maka hasil uji analisis regrensi berganda menunjukan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi (R2) sebesar 0,279. Hal ini menunjukan bahwa kompetensi dan kualitas pelayanan mempengaruhi secara nyata terhadap kepuasan tamu secara bersama-sama dengan kecepatan hubungan sebesar 27,9 %. Hal ini menunjukan bahwa untuk meningkatkan kepuasan tamu perlu adanya peningkatan kompetensi dan kualitas pelayanan yang baik.

Indri Triyani

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini dilakukan Di Anggrek Restaurant Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang. yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh kualitas produk makanan dan hygiene sanitasi terhadap kepuasan tamu yang mana mengalami kondisi kuranng baik dalam meyakinkan tamu dalam membeli suatu produk. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 60 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak pengelola maupun kepuasan tamu. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent, uji model, uji hipotesis, dan namun sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa peningkatan kualitas poduk makanan dan hygiene sanitasi terhadap kepuasan tamu. Maka hasil uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi adjusted R2 square sebesar 0,682. Hal ini menunjukkan bahwa semua kualitas produk makanan dan hygiene sanitasi mempengaruhi secara nyata terhadap kepuasan tamu secara bersama-sama dengan keeratan hubungan sebesar 68,2%. Hal ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan tamu perlu adanya peningkatan seluruh kualitas produk dan hygiene sanitasi yang baik.

Fanny Magdalena Sinaga

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, fasilitas, dan lokasi terhadap kepuasan tamu pada Villa Camp David Wonolopo Semarang. Populasi adalah tamu yang menginap di Villa Camp David Wonolopo Semarang dengan rata-rata 80 orang/bulan, dengan jumlah sampel sebesar 80 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sensus, yaitu 100% dari jumlah populasi tamu yang menginap di Villa Camp David Wonolopo Semarang dalam satu bulan. Analisis ini mencakup validitas dan reliabilitas, analisis regresi linier berganda, pengujian hipotesis melalui uji t dan F, dan analisis koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan (X1) mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepuasan tamu, fasilitas (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepuasan tamu, lokasi (X3) mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepuasan tamu. Berdasarkan Uji Regresi Berganda, dari ketiga nilai koefisien regresi variabel independen ( kualitas pelayanan, fasilitas , dan lokasi) yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen (kepuasan tamu) adalah variabel lokasi yaitu sebesar 0,476.

Fitriyah Nurul Khikmah

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini dilakukan di MTs NU Demak yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan MTs NU Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan analisis kuantitatif meliputi uji validitas dan reliabilitas, analisis regresi berganda, uji model melalui koefisien determinasi dan uji anova serta pengujian hipotesis melalui uji t dan uji f. Dari data yang telah diolah sehingga menghasilkan persamaan regresi sebagai berikut: ( Y = -0,360 X1 + 0,670 X2). Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa ada pengaruh negative dan signifikan dari stress kerja terhadap kinerja karyawan. Kemudian melalui uji F dapat diketahui bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Koefisien determinasi (adjusted R2) yang diperoleh sebesar 0,526. Hal ini berarti 52,6% kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel Stres kerja dan Lingkungan kerja dan 47,4% kinerja karyawan dapat dijelaskan dari variabel lain selain kedua variabel tersebut.

Lestari Zaenab

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kinerja Pramusaji dapat mempengaruhi keberhasilan pelayanan di Instalasi Gizi RSUP DR Kariadi Semarang. Dalam hal ini penulis menguji pengaruh dari latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kinerja pramusaji di Instalasi Gizi RSUP DR Kariadi Semarang. Dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil angket yang telah di isi oleh karyawan bagian pramusaji di instalasi gizi RSUP DR Kariadi semarang yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Metode analisis dalam penelitian ini yaitu ujivaliditas dan reabilitas data, uji regresi linier berganda serta uji hipotesis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) variabel latar belakang pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pramusaji di Instalasi Gizi RSUP DR Kariadi Semarang (2) variabel pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pramusaji di Instalasi Gizi RSUP DR Kariadi Semarang (3) variabel latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja berpengaruh secara bersasama terhadap variabel kinerja pramusaji di instalasi gizi RSUP DR Kariadi semarang (4) variabel pengalaman kerja paling dominan berpengaruh terhadap kinerja pramusaji di instalasi gizi RSUP DR Kariadi Semarang.

Ainul Yaqin

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini dilakukan pada Museum Jawa Tengah Ranggawarsita yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh kualitas pelayanan dan amenitas terhadap kepuasan pengunjung yang mana mengalami kondisi kurang baik fasilitas umum, sarana prasarana akomodasi yang memadai, serta tangible, reliability, responsiveness, assurance, serta emphaty yang mana dalam kondisi pelayanan yang diberikan oleh pelayanan oleh seorang pramuwisata masih kurang baik dalam meyakinkan wisatawan dalam melakukan kunjungan ulang pada daya tarik wisata.  Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 58 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak pengelola maupun kepuasan pengunjung. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent, uji model, uji hipotesis, dan namun sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan uji reliabilitas.  Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang baik serta peningkatan sarana dan prasarana yang memadai terhadap kepuasan pengunjung. Maka hasil uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi adjusted R2 square sebesar 0,636. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan amenitas mempengaruhi secara nyata terhadap kepuasan pengunjung secara bersama-sama dengan keeratan hubungan sebesar 63,6%. Hal ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan pengunjung pada Museum Jawa Tengah Ranggawarsita perlu adanya peningkatan kualitas pelayanan yang baik terhadap wisatawan, serta peningakatan sarana prasarana amenitas.

Samtono Samtono

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

. Menu makanan khas jawa ayam goreng sampai saat ini masih menjadi menu favorit untuk semua usia dan semua lapisan masyarakat jawa, ribuan orang setiap minggu merasakan ayam goreng di Bu Toha yang terletak di Desa Lopahit Tuntang Semarang. Saat ini pengembangan wisata kuliner merupakan jalur strategis penyangga ekonomi nasional lewat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian dilakukan dengan pendekatan diskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data, depth interview, swot analisis dan observasi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap beberapa informan atau nara sumber yang terseleksi atau terpilih khususnya para karyawan, pelanggan, dan pemilik warung makan. Hasil penelitian yang diperoleh melalui Analisis SWOT dilakukan berdasarkan teknik EFAS dan IFAS, kemudian dihitung dengan perhitungan AFE dan IFE yaitu analisis faktor eksternal dan fakor internal menunjukkan para konsumen merasa puas akan pelayanan yang diberikan oleh warung makan ayam goreng “Bu Toha”. Posisi warung makan ayam goreng “Bu Toha”. berdasarkan diagram  kortesius SWOT berada di kwadran I, artinya kuat dan berpeluang. Rekomendasinya adalah strategi yang diberikan progresif. Dalam rangka meningkatkan omzet pendapatan usahanya maka dapat menambah varians atau jenis menu yang disajikan konsumen serta mengembangkan usahanya dengan membuka anak perusahaan.

Aletta Dewi; Ahmad Mansur; Tuwuh Adhistyo

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Jagung sebagai bahan pangan akan semakin diminati konsumen, terutama bagi yang mementingkan pangan sehat, dengan harga terjangkau bagi semua kalangan. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga merupakan sumber protein yang penting dalam menu masyarakat di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah : 1) mengetahui kandungan vitamin B1 pada pasta spagetty tepung jagung dengan massa jagung 250 gram, 300 gram dan 350 gram. 2) mengetahui kandungan vitamin B2 pada pasta spagetty tepung jagung dengan massa jagung 250 gram, 300 gram dan 350 gram. 3) mengetahui kandungan vitamin protein pada pasta spagetty tepung jagung dengan massa jagung 250 gram, 300 gram dan 350 gram. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penilaian subyektif dengan spektro photo meter (DppH) dalam analisis kandungan B1, B2 dan protein pada pasta spagetty menggunakan bahan dasar tepung jagung. Analisis destripsi prosentase pada uji kesukaan konsumen. Hasil penelitian pasta spagetty dari jagung yaitu 1) sampel A (massa jagung 250 gram) vitamin B1 49, 053 %, protein 5, 671 % dan air 52, 865 %. 2) sampel B (massa jagung 300 gram) B1 52, 089 %, protein 5, 391 % dan air 56,897 %  3) sampel C (massa jagung 350 gram) B1 54,897 %, protein 5, 082 % dan air 60, 482 %. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa kandungan dari spagetty dari bahan dasar tepung jagung local bisa memiliki kwalitas yang tidak jauh berbeda dengan spagetty pada umumnya sehingga kedepannya dapat di jadikan alternative olahan makanan bahan dasar jagung.

Arifin Umar; Haslinda Damansya; Nurul Hasanah; Verawati Monoarfa

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Di Indonesia pengobatan tradisional sangkal putung sudah menjadi pilihan alternativ oleh masyarakat untuk menyembuhkan fraktur (patah tulang). Pengobatan sangkal putung di Sidomulyo Selatan dipengaruhi oleh beberapa masalah antaranya pengaruh keluarga atau teman, biaya yang terjangkau maupun adat budaya yang mengharuskan masyarakat berobat ke pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan pengobatan tradisional pada pasien fraktur ke sangkal putung di sidomulyo selatan. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Sampel diambil menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 55 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dengan analisis data menggunakan Chi Square dengan tingkat kemaknaan (? : 0,05). Hasil penelitian menunjukan nilai P Value dukungan sosial sebesar p=0,003 lebih kecil (p=0,05), P Value faktor ekonomi sebesar p=0,022 lebih kecil (p=0,05), P Value faktor budaya sebesar p= 0,010 lebih kecil (p=0,05). Sehingga bisa disimpulkan ada pengaruh antara dukungan sosial, faktor ekonomi dan faktor budaya terhadap pemilihan pengobatan tradisional.

Prehatin, Jimu; Karyantina, Merkuria; Wulandari, Yustina Wuri

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Yoghurt merupakan salah satu produk fermentasi yang menggunakan susu sebagai bahan dasar. Penelitian ini menggunakan bahan dasar susu nabati yang berasal dari kacang gude ekstrak umbi bit sebagai bahan tambahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan rasio kacang gude kering dan ekstrak umbi bit yang tepat untuk menghasilkan yoghurt kacang gude yang mempunyai aktivitas antioksidan tinggi dan untuk menentukan tingkat penerimaan konsumen terhadap yoghurt kacang gude dengan penambahan ekstrak umbi bit. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama yaitu kacang gude kering sebesar 20%, 30%, 40% dan faktor kedua yaitu ekstrak umbi bit 5%, 10%, 15%. Analisis kimia yaitu analisis aktivitas antioksidan, gula total, protein, total asam, dan lemak. Analisis organoleptik yaitu warna, kekentalan, rasa asam, flavor kacang gude dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 20% kacang gude kering dan ekstrak umbi bit 15% adalah perlakuan terbaik yang didasarkan pada kesukaan keseluruhan yang terdapat pada yoghurt. Dari komposisi tersebut terdapat aktivitas antioksidan DPPH 58,35%, kadar gula 2,77%, kadar protein 39,90%, total asam 1,17%, dan kadar lemak 0,19%. Sedangkan yoghurt yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi didapatkan pada komposisi 30% kacang gude dan ekstrak umbi bit 15% dengan nilai aktivitas antioksidan sebesar 65,23%. Pada perlakuan ini mengasilkan kadar gula 2,80%, kadar protein 46,96%, total asam 1,26%, dan kadar lemak 0,11%. Kata kunci: Kacang gude, ekstrak umbi bit, yoghurt, aktivitas antioksidan ABSTRACT Yogurt is one of the fermented products that used milk as a basic ingredient. This research used basic ingredients of vegetable milk derived from pigeon peas and used beet root extract as an additional material. The purpose of this study was to determine the ratio of dried pigeon peas to water and beet root extract that are appropriate for producing pigeon peas yogurt that had high antioxidant activity and to determine the level of consumer acceptance of pigeon peas yogurt with the addition of beet root extract. The experimental design used the Completely Randomized Design (CRD) with the first factor was dried pigeon peas of 20%, 30%, 40% and the second factor were beet root extract 5%, 10%, 15%. The chemical analysis was antioxidant activity, total sugar, protein, total acid, and total fat. Organoleptic analysis of color, viscosity, sour taste, flavor of pigeon peas and overall preference. The results showed that the combination treatment of 20% dried pigeon peas and 15% beet root extract was the best treatment. From the composition there is DPPH antioxidant activity 58,35%, 2,77% sugar content, 39,90% protein content, 1,17% total acid, and 0,19% fat content. Whereas yogurt with the highest antioxidant activity was found in the composition of 30% pigeon peas and 15% beetroot extract with antioxidant activity values of 65,23%. In this treatment yielded 2,80% sugar content, 46,96% protein content, 1,26% total acid, and 0,11% fat content. Keywords: Pigeon pea, beet root extract, yoghurt, antioxidant activity

Permatasari, Oktavia; Suhartatik, Nanik; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Tempe merupakan salah satu produk fermentasi kedelai tradisional yang cukup terkenal, dengan menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Tempe mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatan tubuh. Demikian juga dengan bekatul beras merah yang memiliki berbagai nutrisi yaitu kandungan antioksidan dan serat yang tinggi, mengandung banyak mineral. Di kalangan masyarakat, bekatul beras merah belum banyak dimanfaatkan terutama sebagai produk olahan yang memiliki nilai fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik kimia dan sensori tempe kedelai yang difortifikasi bekatul beras merah dan lama fermentasi, menentukan formulasi yang tepat dari tempe kedelai yang difortifikasi bekatul beras merah dengan lama fermentasi sehingga diperoleh tempe dengan aktivitas antioksidan dan serat yang tinggi serta disukai konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial. Faktor pertama adalah rasio kedelai dan bekatul beras merah (80:20; 70:30; 60;40), sedangkan faktor kedua adalah lama fermentasi (24, 36, 48 jam). Penelitian dimulai dari pembuatan tempe yang difortifikasi bekatul beras merah kemudian dianalisis menggunakan analisis kadar air, kadar abu, kadar protein, aktivitas antioksidan, kadar serat, dan analisis uji organoleptik meliputi warna, rasa, aroma, kekompakan, dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian yang terbaik adalah pada rasio kedelai dan bekatul beras merah 60:40 dengan lama fermentasi 48 jam didasarkan pada hasil pengujian kimia antioksidan dan serat terbaik. Pada perlakuan ini dihasilkan kadar air 51,34%, kadar abu 8,90%, kadar protein 21,62%, aktivitas antioksidan 72,03%, dan kadar serat 23,44%, sedangkan untuk pengujian organoleptik yang meliputi warna 3,66(merah bata); aroma 3,24 (aroma bekatul beras merah kuat); rasa 3,54 (rasa bekatul beras merah sangat kuat); kekompakan 3,73(kekompakan tempe sangat kuat); dan kesukaan keseluruhan 3,35 (suka). Kata kunci: Tempe, bekatul beras merah, antioksidan, serat, lama fermentasi.ABSTRACTTempeh is one of the well-known traditional soybean fermentation products, using the mushroom Rhizopus oligosporus. Tempeh has a variety of health benefits. Moreover, red rice bran which has a variety of nutrients that contain antioxidants and high fiber, and contain lot of minerals. Among the people, red rice bran has not been widely used, especially as a processed product that has functional value. This study aims to determine the chemical characteristics and sensory of soybean tempeh fortified with red rice bran and fermentation duration, to determine the appropriate formulation of soybean fortified soybean rice bran with fermentation duration so that tempe is obtained with antioxidant activity and high fiber as well as consumer preference. This research was conducted using two factorials Completely Randomized Design (CRD) The first factor was the ratio of soybean and rice bran (80:20; 70:30; 60:40), while the second factor was the duration of fermentation (24, 36, 48 hours). The study began with the making of tempeh fortified with red rice bran and then analyzed for water content analysis, ash content, protein content, antioxidant activity, fiber content, organoleptic test analysis including color, taste, aroma, compactness, and overall preference. The best results was at the ratio of 60:40 soybean and rice bran with fermentation duration 48 hour based on the results of testing the best chemical antioxidants and fiber. At this treatment produced 51,34% water content, 8,90% ash content, 21,62% protein content 72,03% antioxidant activity, and 23,44% fiber content, while for organoleptic testing which includes the color of 3,66 (brick red); aroma 3,24 (strong red rice bran aroma); flavor 3,54(flavor red rice bran very strong); compactness 3,73(compactness of tempeh is very strong); and overall preference 3,35 (likes). Keywords: Tempeh, red rice bran, antioxidant, fiber, long fermentation.

Suwarsih, Suwarsih; Wulandari, Yustina Wuri; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Black garlic adalah produk fermentasi dari bawang putih yang dipanaskan dengan suhu antara 65 – 80ºC dan kelembapan 70 – 80% dari suhu kamar selama satu bulan. Black garlic  telah diketahui memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi sehingga bisa menjadi produk baru dari jenis bawang putih yang berfungsi menghambat radikal bebas dalam tubuh. Menentukan jenis bawang yang menghasilkan aktivitas antioksidan lebih tinggi setelah melalui proes pemanasan black garlic. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap 2 faktorial, dengan faktor pertama adalah waktu perlakuan pemanasan dengan suhu 65-850C, selama 8 hari, 12 hari, 16 hari dan faktor kedua variasi jenis bawang, bawang garlic, bawang kating, bawang lanang. Analisis kimia yaitu aktivitas antioksidan, kadar air, total fenol, gula total dan uji sensoris yaitu tekstur lembut, rasa manis, rasa pahit, flavour bawang, after taste rasa pahit, serta kesukaan keseluruhan. Black garlic yang diperoleh dari penelitian ini memiliki aktivitas antioksidan tertinggi pada perlakuan lama pemeraman 16 hari dengan variasi bawang garlic yaitu memiliki aktivitas antioksidan 69,87%, kadar air sebesar 19,61%, kadar total fenol sebesar 2,67%, kadar gula total sebesar 19,58%, dan dengan uji sensoris tekstur lembut memiliki nilai 2,80, rasa manis 1,96, rasa pahit 2,39, flavour bawang 2,25, serta after taste rasa pahit 1,96, hasil yang banyak disukai oleh konsumen yaitu pada perlakuan lama pemeraman 8 hari menggunakan variasi jenis bawang lanang dengan nilai 2,13.Kata kunci: Antioksidan, black garlic, bawang. ABSTRACT Black garlic to research this alleged to have antioxidant content a high so that it can become new product of a kind of garlic that serves hinder free radicals in the body. Determine kinds of onion that produces antioxidant activity higher after going through proes warming black garlic. This study design random use of complete two factorials, by a factor first long warming 65-850c, with the temperature treatment as long as 8, 12, 16 day and the second variation kinds of onion, onions garlic, onions kating, whole onions. Chemical analysis, the antioxidant activity, water level, total phenol, sugar total and the sensory a creamy texture, sweet taste, bitter taste, berlainan onions, after taste bitter, and the favorite. The yield black garlic of the study these that have the highest antioxidant activity obtained from old treatment being handed out warm 16 day with the variation of onions garlic having the same antioxidant activity 69,87% , the moisture content of as much as 19,61% , the nature of all that the total phenol as much as 2,67 % , the action of sugar the total as much as 19,58 % , and by test sensory a creamy texture having the value of the 2,80, a sweet taste 1,96 , a bitter taste 2,39 , flavour onions 2,25 , as well as after taste was a bitter taste 1,96 , a series of poor results much liked by the consumer such it will be on a treatment long warm 8 day employing variations kinds of whole onion with a value of up 2,13.Keywords: Antioxidant, black garlic, onions

Alfi, Aulia

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Virgin Coconut Oil (VCO) adalah bahan alami yang memiliki sifat antimikroba (antivirus, antibakteri, dan antijamur). Sehingga VCO dapat memberikan efek pengawet pada bahan makanan, salah satunya adalah roti manis. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh VCO terhadap karakteristik (fisik dan kimia) dan umur simpan roti manis. Roti manis dianalisis secara fisik (tekstur dan porositas) dan kimia (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kandungan karbohidrat), dan analisis umur simpan dengan FFA, uji organoleptik dan jamur setiap dua hari selama delapan hari penyimpanan di suhu ruang. Variasi perlakuan roti manis adalah dari rasio konsentrasi VCO: margarin: mentega, K (0%: 8%: 8%); A (4%: 6%: 6%); B (8%: 4%: 4%), C (12%: 2%: 2%); D (16%: 0%: 0%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa VCO tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik fisik dan karakteristik kimia roti manis. Namun, VCO berpengaruh signifikan terhadap kadar air roti manis yang dihasilkan, roti manis K memiliki kadar air tertinggi (22,36%) dan berbeda dengan sampel roti manis lainnya. VCO secara efektif menghambat pertumbuhan jamur di roti manis pada konsentrasi 8%, 12%, dan 16%. Roti manis K dan A memiliki masa simpan 4 hari, sedangkan roti manis B, C, dan D memiliki masa simpan 6 hari.Kata kunci: VCO, roti manis, karakteristik, umur simpanABSTRACTVirgin Coconut Oil (VCO) is a natural ingredient that has antimicrobial (antiviral, antibacterial, and antifungal) properties. So that VCO can provide a preservative effect on food ingredients, one of which is sweet bread. This research was conducted to evaluate the effect of VCO on characteristics (physical and chemical) and shelf life of sweet bread. Sweet bread was analyzed physically (texture and porosity) and chemistry (moisture content, ash content, fat content, protein content, and carbohydrate content), and shelf life analysis with FFA, organoleptic and mold tests every two days for eight days of storage at ambient temperature. Treatment variations of sweet breads is from the ratio of the concentration of VCO: margarine: butter, K (0%: 8%: 8%); A (4%: 6%: 6%); B (8%: 4%: 4%), C (12%: 2%: 2%); D (16%: 0%: 0%). The results showed that VCO did not have a significant effect on the physical characteristics and chemical characteristics of sweet bread. However, the VCO has a significant effect on the water content of the sweet bread produced, sweet bread K has the highest moisture content (22,36%) and it is different from other sweet bread samples. VCO effectively inhibits the growth of sweet bread mold at concentrations of 8%, 12%, and 16%. K and A sweet bread has a shelf life of 4 days, while sweet breads B, C, and D have a shelf life of 6 days.Keywords: VCO, sweet bread, characteristics, shelf life

Mochamad Ainan

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini dilakukan di SMA Walisongo Semarang yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh  fasilitas, kompetensi guru dan motivasi terhadap hasil belajar peserta didik. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 60 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pimpinan maupun pegawai. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent, namun sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan uji reliabilitas serta uji persyaratan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa fasilitas, kompetensi guru dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja hasil belajar siswa di SMA Walisongo Semarang.