Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1001-1020 of 1,038

Analytics

Nur Heni; Ryantoko Setyo Prayitno

Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 2020 Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Semarang

Jerami padi merupakan limbah pertanian yang sangat potensial untuk dijadikan sebagai pakan sapi potong.  Besarnya potensi jerami padi di Kabupaten Semarang sebagai sumber pakan sapi potong tercermin dari besarnya luas panen yang mampu menghasilkan produksi jerami. Penelitian bertujuan untuk menghitung kualitas dan kuantitas serta daya dukung jerami padi lahan sawah terhadap sapi potong di Kabupaten Semarang.  Penelitian dilakukan dengan metode survei (pengumpulan data) dan eksperimen laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jerami padi lahan sawah di Kabupeten Semarang memiliki produksi segar, Bahan Kering (BK) dan Total Digestible Nutrient (TDN) masing-masing 23,59 ton/Ha; 9,25 ton/Ha dan 5,07 ton/Ha.  Total produksi segar, BK dan TDN adalah 1.042.660,88 ton/tahun; 408.723,06 ton/tahun dan 212.209,01 ton/Ha.  Daya dukung jerami padi lahan sawah potensial di Kabupaten Semarang berdasarkan BK dan TDN adalah 179.166,27 ST/tahun dan 135.208,04 ST/tahun, sedangkan daya dukung efektif adalah 125.416,39 ST/tahun dan 94.645,63 ST/tahun.  Indeks Daya dukung berdasarkan BK dan TDN termasuk kategori sedang, dengan indeks daya dukung potensial yaitu 4,89 dan 3,69, sedangkan indeks daya dukung efektif adalah 3,42 dan 2,58.  Kecamatan yang memiliki daya dukung paling tinggi adalah Kecamatan Suruh. Kecamatan yang memiliki indeks daya dukung paling tinggi adalah Kecamatan Tuntang, sehingga jerami padi lahan sawah dari Kecamatan Tuntang dapat dimanfaatkan oleh wilayah kecamatan lainnya atau untuk meningkatkan populasi sapi potong di Kecamatan Tuntang. 

A. Aru Hadi Eka Sayoga

Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 2020 Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Semarang

Kecamatan Jambu merupakan sentra produksi beberapa komoditas hasil pertanian yang cukup terkenal, seperti durian brongkol dan kopi gunung kelir. Upaya penggalian potensi utama wilayah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan nilai tambah produk-produk yang dihasilkan agar daya saing wilayah Jambu sebagai daerah agropolitan semakin kuat. Perlu disusun strategi untuk meningkatkan agar daya saing wilayah Kecamatan Jambu sebagai daerah agropolitan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif-kualitatif, dari data dan analisis kuantitatif menghasilkan analisis kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan primer.Analisis yang digunakan adalah analisis kewilayahan, analisis kebijakan pengembangan wilayah, analisis potensi sumber daya lokal dan menghasilkan analisis untuk menyampaikan tujuan penelitian ini, yaitu analisis peningkatan daya saing. Dari hasil analisis, perlu membentuk sebuah pusat perdagangan yang spesifik dan memiliki skala pasar tingkat kabupaten dan dapat mengambil ceruk pasar di kabupaten/kota di sekitarnya dalam bentuk Farmers Market.

Diana Dayaningsih; Nanang Khozim Azhari; Abdul Malik; Andaruning; Anisa Rahmadinia +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Masalah penyalahgunaan narkoba menjadi permasalahan yang serius terutama yang melibatkan generasi muda atau generasi milenial saat ini. Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan tangguh harus dilaksanakan sedini mungkin upaya pencegahan supaya generasi penerus tidak terjerat narkoba, perlu nya dukungan dari berbagai pihak baik dari pemerintah, masyarakat, maupun LSM yang telah menyuarakan dan peduli dengan masalah narkoba ini. Penyalahgunaan narkoba termasuk ke dalam salah satu bentuk kenakalan remaja khusus. Setiap orang  yang  menyalahgunakan  zat-zat  terlarang pasti  memiliki alasan  mereka  masing-masing sehingga mereka dapat terjebak masuk ke dalam perangkap narkotika, narkoba atau zat adiktif. Mencermati kondisi tersebut maka diperlukan pembekalan pengetahuan bagi remaja tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, sehingga mereka bisa menjadi sumber informasi yang baik dan benar serta mampu mengajak teman – temannya untuk menghindarkan diri dari penyalahgunaan narkoba. Akademi Keperawatan Kesdam IV/Diponegoro Semarang ikut berperanserta dalam mensosialisasikan bahaya narkoba ini dikalangan remaja dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada siswa MA Khusnul Khatimah Kelurahan Rowosari Semarang yang dikemas dalam bentuk pengabdian masyarakat Akademi Keperawatan Kesdam IV/Diponegoro Semarang    

Sugeng Wahyudi; Suharnomo; Hersugondo; Rio Dhani Laksana; Sri Supriyati +2 more

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Kabupaten Kendal merupakan salah satu sentra penghasil bandeng dan produk olahannya yaitu bandeng presto, otak-otak bandeng, bandeng tanpa duri dan produk olahan lainnya. Meskipun telah menjadi produk unggulan di Kabupaten Kendal, produk bandeng dan olahannya kerap mengalami permasalahan terkait kontinuitas produksi, kualitas serta pemasaran hasil budidayanya. Tujuan umum program adalah untuk menghimpun informasi terkait kondisi terkini teknologi pangan berbasis bandeng (bandeng presto, otak-otak bandeng dan bandeng tanpa duri), manajemen wirausaha terpadu dan terintegrasi (manajemen produksi, sumber daya manusia, keuangan, pemasaran), analisis usaha bagi industri mitra, pengembangan konsep wilayah sebagai sentra wisata edukasi dan kuliner bandeng; 3) Penyediaan peralatan pengolahan produk bagi industri mitra dan instrument untuk pengembangan budidaya bandeng bagi petani bandeng 4) Penerapan teknologi, pelatihan, dan pendampingan usaha produksi pangan berbasis bandeng bagi industri mitra dan pengembangan budidaya bagi petani  bandeng serta pengembangan wisata edukasi dan kuliner bandeng; 5) pengembangan inkubator bisnis olahan pangan berbasis bandeng serta wisata edukasi dan kuliner bandeng.

Idah Kusuma Dewi

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa Kwadungan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung dapat dilakukan dengan model pemberdayaan ekonomi pariwisata  berbasis masyarakat yang melibatkan kelompok wanita tani di daerah tersebut sebagai pelaku utama. Partisipasi aktif masyarakat dari kelompok wanita tani desa Kwadungan tersebut merupakan bentuk pemberdayaan sumber daya manusia lokal dalam upaya mengelola kegiatan ekonomi kepariwisataan pedesaan secara langsung. Oleh sebab itu,diperlukan informasi yang akurat untuk menjawab permasalahan pemberdayaan ekonomi pariwisata berbasis masyarakat pada kelompok wanita tani desa Kwadungan Kecamatan Ngadierjo Kabupaten Temanggung melalui Teknik FGD. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana pelaksanaan focus group discussion yang dilakukan pada kelompok wanita tani desa Kwadungan Temanggung sebagai upaya untuk mengetahui permasalahan dan mendapatkan informasi yang akurat guna mendukung pengambilan keputusan. Dari hasil FGD, keputusan disepakati bersama bahwa wujud kegiatannya berupa pelatihan membuat kue dan cemilan berbahan baku dari tanaman singkong dan ketela rambat yang dibudidayakan oleh kelompok wanita tani desa Kwadungan-Temanggung. Adanya pelatihan usaha olahan pangan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan dan ketrampilan  pada anggota  kelompok  wanita  tani  yang  signifikan  terhadap  upaya pengembangan potensi usaha ekonomi khususnya dalam rangka mendukung kepariwisataan di desa Kwadungan Kabupaten Temanggung.

Harisman; Djatmiko Waloejono; Djoko Darmawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Pada saat ini pariwisata merupakan salah satu industri yang banyak dikembangkan di berbagai negara sebagai salah satu sumber pendapatan negara atau daerah, sekaligus untuk penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat. Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat, sehingga membawa berbagai manfaat terhadap masyarakat setempat. Bahkan pariwisata dikatakan mempunyai potensi yang luar biasa, yang mampu membuat masyarakat setempat mengalami perubahan dalam berbagai aspeknya. Manfaat pariwisata dapat dilihat dari berbagai aspek/segi yaitu manfaat pariwisata dari segi ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, nilai pergaulan & ilmu pengetahuan, peluang & kesempatan kerja. Obyek wisata Danau Sipin menawarkan pemandangan alam yang cukup bagus. Potensi yang dimiliki Danau Sipin berupa panorama alam yang indah dan alami dengan kondisi air cukup tenang. Namun hingga saat ini sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan wisata pada Danau Sipin belum tersedia. Tujuan perancangan pusat rekreasi adalah untuk menyediakan wadah wisata rekreasi bagi warga Kota Jambi dan sekitarnya untuk berekreasi serta menciptakan kesadaran wisatawan tentang konservasi sumber daya alam melalui pemanfaatan sumber daya wisata secara berkelanjutan dan menciptakan pencegahan dampak negatif lingkungan. Kawasan Wisata Danau Sipin di Kota Jambi dibangun menggunakan konsep Arsitektur Neo Vernakular yang akan diterapkan pada site maupun bentuk-bentuk fisik bangunannya.

Indra Kertati

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Smart City bukan hanya tren untuk kota-kota besar, tetapi kebutuhan akan layanan publik yang cepat, murah, aman, dan dapat dipercaya. Tujuannya adalah untuk menganalisis pemerintahan pintar berbasis teknologi informasi sebagai implikasi dari smart city Kota Surakarta. Penelitian ini menggambarkan  bagaimana pemerintah daerah dapat mengimplementasikan empat komponen dalam smart city yaitu: (1) government of a smart city, (2) smart decision-making, (3) smart administration and (4) smart urban collaboration. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pemerintah daerah telah menyediakan instrumen untuk keberhasilan infrastruktur kota pintar, sumber daya manusia, dan peraturan, tetapi dalam hal sumber daya manusia dan fasilitas infrastruktur belum optimal seperti yang diharapkan; (2) Respons publik terhadap pemerintahan cerdas tidak optimal, tetapi kelas menengah memiliki kemampuan untuk menggunakan dan berpartisipasi dalam pemerintahan cerdas; (3) Ada 16 Perangkat Daerah yang telah menyediakan layanan publik berbasis TI dengan berbagai bentuk layanan; (4) Permintaan akan layanan berbasis TI telah meningkat tajam dari sebelumnya sebagaimana dibuktikan oleh nilai SKM yang cukup baik dan (5) mayoritas aksesibilitas publik ke layanan publik rendah karena kerentanan ekonomi, sosial, usia dan keterjangkauan harga.

Sudarsono, Sudarsono

Budaya organisasi adalah perangkat sistem nilai-nilai (values), keyakinan-keyakian (beliefs), asumsi-asumsi (assumptions), atau sebuah norma yg sudah berlaku, disepakati dan di ikuti sumber daya manusia di sebuah organisasi sebagai prinsip atau pedoman dan pemecahan masalah yang timbul disebuah organisasi. Dalam membangun budaya organisasi tentu masing-masing organisasi apapun jenis dan level organisasi memiliki pengalaman yang berbeda pada beberapa keadaan dan memiliki sebuah persamaan dalam keadaan tertentu. Hal ini, menandakan adanya dinamisasi dalam sebuah organisasi dalam membangun budaya organisasi sebagai pedoman dan prinsip setiap individu di sebuah organisasi dalam menjalankan tugas dan kewajiban masing-masing untuk mensukseskan tujuan organisasi dibangun. Budaya organisasi lahir dari proses panjang di mulai sejak awal pendirian organisasi sampai ke fase pembentukan dan ke fase kesuksesan. Sebuah perjalan panjang terserbut, baik perjalan yang berupa kegagalan dan kesuksesan merupak perjalan yang kemudian dijadikan pijakan dalam membagun budaya organisasi.

Tuti Anggarawati; Nanang; Enggar Dwi Prasetyo; Alfia Tyas Mahestye; Bynar Fredy Anggara +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Remaja adalah masa transisi usia dimana seseorang belum dikatakan dewasa namun bukan lagi seorang anak. Remaja  akan fase pencarian identitas diri, gejolak hormon, dan tekanan yang besar dari sekolah serta lingkungan sekitarnya. Proses pematangan fisik  yang terjadi lebih cepat dari proses pematangan kejiwaan (psikososial)  menyebabkan   remaja harus menghadapi perubagan fisik, kognitif dan emosional yang dapat menimbulkan kondisi stres dan memicu perilaku unik pada remaja. Perilaku –perilaku yang dimunculkan oleh remaja untuk menghadapi kondisi stres seperti  cemas,  depresi, merokok,  menjadi anak  jalanan,  adiksi game, kekerasan, penyalahgunaan obat, sampai bunuh diri. Bunuh diri merupakan kematian no.2 terbanyak di dunia pada usia 15 – 29 tahun (WHO, Preventing Suicide, 2014), 350 juta orang di dunia diestimasikan mengalami  depresi,  dan  depresi  merupakan  penyebab  disabilitas  utama  di dunia. (WHO, Depression, 2012). Gangguan mental emosional: gejala depresi dan anxietas pada usia ? 15 tahun sebesar 6% atau sebesar > 14 juta jiwa Gangguan jiwa berat (Psikosis): gejala psikosis sebesar 1,7/1000 atau sebesar > 400.000 jiwa.   Salah satu penyebab dari timbulnya gangguan mental emosional sampai akhirnya mengalami psikotik adalah karena remaja tidak mampu dalam beradaptasi pada masa transisi atau dalam menghadapi perubahan kehidupannya. Secara alamiah sebenarnya apabila tubuh baik fisiologis maupun psikologis  terpapar  oleh  suatu  stressor  atau  tekanan  atau  keadaan  yang tidakpasti tubuh akan melakukan suatu mekanisme untuk mempertahankan kondisi tubuhnya seperti semula. Bentuk dari pertahanan diri seseorang berbeda sesuai dengan mekanisme psikis yang diperlukan untuk beradaptasi dengan relitas eksternal.Defence  mekanisme  yang  positif  /konstruktif  akan  membangun  jiwa remaja menjadi pribadi yang handal dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang dapat dibanggakan untuk keluarga, masyarakat dan negara. Kesehatan jiwa remaja merupakan hal  penting dalam menentukan kualitas bangsa. Remaja yang tumbuh dalam lingkungan kondusif dan mendukung merupakan sumber daya manusia yang dapat menjadi aset bangsa tidak ternilai.          

Sutopo; Musbikhin

Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan 2019 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Hadirnya ekonomi Islam dapat menjadi alternatif di tengah-tengah sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme. Sistem ini mengupayakan tercapainya pemerataan distribusi pendapatan demi tegaknya keadilan, kesejahteraan, kebaikan dilandaskan pada nilai-nilai dasar Islam. Perbedaan mendasar dari sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lainnya terletak pada sistem pertukaran dan transfer satu arah yang terpadu yang mempengaruhi alokasi kekurangan sumber-sumber daya sehingga terjadi proses pertukaran langsung yang relevan dengan kesejahteraan menyeluruh di dasarkan pada empat pilar utama : ekonomi rabbaniyah; ekonomi akhlaki, ekonomi kemanusiaan dan ekonomi pertengahan (tawazzun).

Putri, Mega Andani; Maryono, Maryono; Bagana, Batara Daniel

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2019 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

This study aims to examine and analyze the influence of competence of human resources, regional financial accounting system, government accounting standards, internal control, the quality of local financial statements at the Regional Work Unit Unit in Semarang City. This study uses primary data obtained by spreading the questionnaire in the Regional Work Unit Unit of Semarang City. Respondents in this research are Echelon III and Echelon IV. Sampling method using purposive sampling with the help of software SPSS version 16. The result of this research stated that the competence of human resources has no effect on the quality of regional financial report, while the variables of government accounting system, the variable of financial accounting system of the region and internal control influence to the quality of regional financial report.  Keywords:      quality financial reporting  areas, the competence of human resources, financial accounting systems of the region, government accounting standards,internal control

Suyahman, Suyahman

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran problem based learning berbasis nilaipancasila dalam menghadapi revolusi industri 4.0 bagi siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1Kartasura tahun Pelajaran 2018-2019. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjekpenelitiannya: guru PPKn dan siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kartasura, dan objeknya adalahpembelajaran inovatif berbasis nilai pancasila dan refolusi industri 4.0. Metode pengumpulandata menggunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengantrianggulasi sumber dan metode. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatifterdiri dari 4 tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasilpenelitian: berdasarkan hasil pengamatan dilapangan yang dilakukan dari tanggal 14-20 maret2019 ditemukan hal-hal sebagai berikut: dalam pembelajaran terlihat siswa aktif, siswa beranimengemukakan pendapat, guru neghargai pendapat siswa yang berbeda, guru bersikapdemokratis, guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya, guru memposisikan diri hanyasebagai fasilitator, guru mengakui potnsi yang dimiliki siswa berbeda, guru tidak hanyamenekankan pada aspek pengetahuan akan tetapi lebih mengedepankan aspek sikap, gurumemberikan contoh-contoh konkrit sikap positif yang harus dimiliki siswa untuk menghadapirevolusi industri 4.0, guru menginstruksikan pada siswa untuk tidak menolak globalisasi akantetapi menerima dengan filter nilai-nilai pancasila. Simpulannya bahwa dengan penerapanpembelajaran problem based learning yang berbasis nilai-nilai pancasila dapat mendaya dayadukung siswa dalam menghadapi revolusi industri 4.0 bagi siswa kelas VIIIsiswa kelas VII diSMP Negeri 1 Kartasura tahun Pelajaran 2018-2019.Kata-kata Kunci: Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Nilai Pancasila dan RefolusiIndustri 4.0

Chaerunas Chaerunas; Syahri Ramadoan; Firman Firman

Jurnal Ilmu Administrasi Negara 2019 Universitas Mbojo Bima

Penelitian   ini   bertujuan:   untuk   mengetahui   implementasi   program   PUGaR   di Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskripsif. Penentuan informan penelitian ditetapkan dengan cara menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan Teknik Observasi, Wawancara dan Dokumnetasi. Berdasarkan hasil penelitian 1). Sasaran dan standar program sudah tepat sesuai dengan pedoman teknis PUGaR tahun 2020 yaitu kelompok tani garam yang mempunyai luas lahan tambak minimal 15 Ha; 2) Sumber daya implementasi sudah cukup memadai, dimana implementor sudah terlatih dan jumlah dana cukup memadai; 3) Komunikasi badan pelaksana yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai implementor dengan pihak yang terkait dalam program PUGaR berjalan dengan baik; 4) Karakteristik badan pelaksana, implementor selalu melakukan koordinasi dan konsultasi dengan sesama agen pelaksana yaitu Camat, KUPTD Kelautan dan Perikanan Kecamatan, Kepala Desa, Tenaga Teknis Program dan Penyuluh Kelautan dan Perikanan Kecamatan; 5) Disposisi Implementor sangat respositif dan demokratis terhadap petambak garam; 6) Lingkungan Sosial,   Ekonomi   dan   Politik   mempengaruhi   implementasi   program   PUGaR   di Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima Tahun 2020.

Varren, Shantika Afny; Andraini, Fitika

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 ini mendasari adanya TAPMPR NO IX TAHUN 2001 pasal 5 huruf J mengakui dan menghormati hak masyarakat hukum adat dan keragaman budaya bangsa atas sumberdaya agraria dan sumber daya alam, sesuai dengan prinsip-prinsip Pembaruan agrarian dan pengelolaan sumber daya alam. Keberadaan  tanah timbul ini juga mengacu pada PP Nomor 16 tahun 2004 tentang penggunaan tanah. Melalui hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Aspek hukum Hak Penguasaan dan Pendaftaran Tanah Timbul sesuai dengan Pasal 33 ayat 3Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mendasari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Penggunaan Tanah, pada penjelasan Pasal 12, memberikan definisi Tanah timbul sebagai daratan yang terbentuk secara alami dan buatan karena proses sedimentasi sungai, danau, pantai dan atau pulau timbul, serta penguasaan tanahnya dikuasai Negara sebagai aturan yang terbaru maka hal ini pun berakibat pada kejelasan status tanah dan pendaftaran tanah timbul di BPN Kabupaten Tegal. Penguasaan Tanah timbul oleh masyarakat pesisir pada RW I RT 05 secara adat diakui oleh seluruh masyarakat desa Kramat yang lain. Disamping itu juga Pemerintah Desa mengakui tanah timbul tersebut dikuasai oleh masyarakat pesisir RW I RT 05 sesuai dengan letaknya.Penguasaan tanah timbul oleh masyarakat pesisir yang digunakan untuk pertanian melati melalui proses truka ( olah lahan ) belum optimal hal ini disebabkan keragu-raguan kejelasan  status lahan, walaupun secara hukum adat diakui, akan tetapi secara aspek hukum yang lain belum diakui baik yuridis maupun kebijakan pemerintah daerah. Maka dalam penguasaan Tanah Timbul oleh masyarakat pesisir perlu adanya pengakuan Hak penguasaan Tanah Timbul baik oleh Pemerintah desa, Pemerintah daerah maupun BPN. Faktor yang mendorong dilkukannya Pendaftaran tanah timbul oleh masyarakat pesisir yaitu dari aspek hukumnyaagar memperoleh kejelasan status lahan sehingga dalam pemanfaatannya masyarakat tidak ragu, ari aspek ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup dan dari aspek budayaagar tetap mempertahankan budaya culture cognitive (hukum adat). Agar keberadaan Tanah Timbul yang dikuasai masyarakat pesisir sesuai dengan yang diharapkan, yakni kejelasan status Tanah timbul sampai adanya Sertikat Hak Milik, maka perlu adanya kebijakan lokal dari pemerintah desa tentang penguasaan Tanah Timbul oleh masyarakat RW I RT 05 untuk pertanian melati sebagai potensi lokal dan keunggulaan komparatif kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Komisi I DPRD terkait dengan bidang Hukum dan Pertanahan. Selanjutnya Pemerintah Daerah mengevaluasi tentang RTRW Pantura sebagai Kawasan Industri, terkait letak Tanah Timbul yang digunakan untuk potensi lokal sebagai keunggulan komparatif berada di wilayah Pantura. Pemerintah Daerah dalam hal ini DPRD Komisi I perlu memberikan ruang hijau dan kejelasan status lahan dengan prinsip -prinsip Reforma Agraria sesuai TAP MPR NO IX TAHUN 2001 sehingga ada keberlanjutan proses regulasi Pemerintah Daerah kepada Badan Pertanahan Nasional. Badan Pertanahan Nasional dalam menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Daerah terkait dengan RTRW dan Sertifikasi Tanah Timbul juga berpedoman pada PMA NO 14 TH 1961 Tentang Permintaan dan Pemberian Izin Pemindahan Hak atas Tanah dan PP NO. 24 TH 1997 tentangPendaftaran Tanah. Sehingga Aspek Hukum Penguasaan Tanah Timbul oleh Masyarakat pesisir untuk pertanian melati menjadi jelas sampai adanya Sertikat Hak Milik untuk pertanian bagi Masyarakat pesisir.

Kiswari, Indri Duwi

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Pencemaran lingkungan hidup tidak hanya berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat yang ada sekarang namun juga akan mengancam kelangsungan hidupnya kelak. Timbulnya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan dapat berkembang menjadi sengketa lingkungan, apabila salah satu pihak penderita atau korban merasa dirugikan karena adanya pencemaran dan atau perusakan lingkungan.Penjelasan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2011 sudah memuat kriteria ganti rugi bagi korban dampak lingkungan, namun pelaksanaannya belum dilakukan sesuai dengan peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskankriteria ganti rugi terhadap korban akibat pencemaran lingkungan hidup, kelayakan ganti rugi yang diberikan kepada korban akibat pencemaran lingkungan hidup dan hambatan dalam pemberian ganti rugi yang layak terhadap korban akibat pencemaran lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis.Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis yaitu menggambarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku dikaitkan dengan teori – teori hukum dan praktek pelaksanaan hukum yang menyangkut permasalahan tersebut.Metode analisis data menggunakan cara deskriptif kualitatif Kriteria ganti rugi untuk korban akibat pencemaran lingkungan hidup pengaturannya didasarkan pada perubahan nilai property sebelum dan sesudah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan, metode penghitungan aset masyarakat, penghitungan biaya tambahan dan biaya pencegahan, hilangnya pendapatan, adanya perubahan aktifitas dan pendapatan akibat adanya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan dan biaya sakit. Ganti rugi dianggap layak jikapencemar selain membayar ganti rugi yang disepakati juga wajib memasukkan biaya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dalam perhitungan biaya produksi atau biaya suatu usaha dan/atau kegiatan).Hambatan yang muncul dalam pemberian ganti rugi yang layak terhadap korban akibat pencemaran lingkungan hidup antara lain adalah minimnya sumber daya manusia yang ada sesuai bidang seperti ahli dalam penghitungan ganti rugi lingkungan. Selain itu masyarakat lebih senang menyelesaikan sendiri dengan pihak pencemar dan enggannya DLH dalam menentukan aspek ganti rugi seperti dalam peraturan menteri lingkungan hidup mengenai ganti rugi

Budiarso, Zuly; Nurraharjo, Eddy; Listiyono, Hersatoto

Dinamik 2019 Universitas Stikubank

Komponen penggerak yang sering digunakan sebagai sumber gerakan dalam berbagai perlalatan listrik adalah motor arus searah. Dalam berbagai keperluan, besanya kecepatan putaran motor arus searah sangat diperlukan untuk menentukan kinerja sistem gerak.Untuk mengatur kecepatan motor arus searah dapatdilakukan dengan cara yaitu menambah potensial catu daya. Dengan berkembangnya teknologi digital yang semakin pesat, menyebabkan teknologi sistem pengaturan juga mengalami perkembangan yang pesat pula. Sebuah sistem pengaturan tidak lagi menerapkan rangkaian elektronik sebagai alat pengendali. Arduino Mega 2560 merupakan salah satu jenis mikrokontroler yang sering digunakan dalam sistem kendali. Sistem pengaturan kecepatan motor arus searah merupakan sebuah sistem pengaturan yang berfungsi mengatur kecepatan motor arus searah menggunakan perangkat lunak. Proses utama yang terjadi dalam sistempengaturan kecepatan motor arus searah adalah mengatur kondisi pin-pin digital pada arduino yang akandijadikan sebagai triger untuk memicu motor arus searah. Sinyal dari arduino menjadi triger bagi sebuah modul driver motor dc yang berupa rangkaian elektronik yang bekerja dengan cara Dual H-Bridge. Modul terdiri dari 2 pasang masukan dan keluaran. Pin masukan berfungsi menerima sinyal dari arduino, sedangkan pin keluaran dihubungkan dengan 2 buah motor arus searah. Kecepatan motor tergantung frekuensi sinyal sinyal dari arduino, sedangkan frekuensi tergantung sketch program pada arduino.

Tulus Prijanto, Yuni Pristiwati Noer Widianingsih, Slamet Santosa &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sistem Informasi Bank Sampah merupakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat yang dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan dengan sistem informasi akuntansi secara terintegrasi serta meningkatkan kualitas laporan secara akurat. Mitra Program Kegiatan Masayarakat adalah Bank Sampah Kopen Sae dan Kopen Jaya yang terletah di Kelurahan Ngadirejo Kecamatan Kartasura dan Kabupaten Sukoharjo. Kedua mitra ini dipilih karena keduanya telah menjalankan tabungan sampah. Akan tetapi pencatatan tabungan sampah yang dilaksanakan masih manual dan belum ada laporan keuangan. Sehingga antar divisi belum terintegrasi dengan baik karena informasi yang tersedia masih terbatas dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperoleh informasi tersebut. Perhitungan bagi hasil antara nasabah dan pengurus juga masih dilakukan secara manual sehingga kemungkinan terjadi salah hitung. Oleh karena itu bank sampah mitra memerlukan aplikasi computer yang dapat digunakan untuk pencatatan dan pelaporan yang sistematis, cepat dan akurat. Metode Program Kemitraan Masyarakat dilakukan dengan cara penyampaian teori tentang manfaat tehnologi, sistem informasi akuntansi, manajemen sumber daya manusia dan penyusunan laporan keuangan bagi bank sampah. Setelah penyampaian teori, metode pelaksanaan kegiatan dilanjutkan dengan praktik mengaplikasikan sistem informasi akuntansi dan penyusunan laporan keuangan dengan software aplikasi bank sampah. Metode selanjutnya adalah pendampingan penerapan sistem informasi akuntansi secara terintegrasi. Aplikasi Sistem Informasi Akuntansi tersebut digunakan untuk mempermudah transaksi bank sampah yang meliputi transaksi setoran sampah, pengambilan tabungan, penjualan sampah, perhitungan bagi hasil bagi peserta dan pengurus serta penyusunan laporan keuangan secara otomatis dan terintegrasi (Laporan Rugi Laba, Laporan Perubahan Modal dan Neraca).Kata Kunci: bank sampah, sistem informasi akuntansi

Abdullah Zawawi; muhyidin

Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan 2018 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Dalam suatu perusahaan, seorang pemimpin dituntut untuk bisa mengembangkan suatu perusahaan dan dalam mengembangkan perusahaan itu seorang pemimpin bisa menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif dengan menerapkan kepemimpinan yang mengedepankan tentang kekeluargaan dan kebersamaan, dengan kepemimpinan seperti itu karyawan akan merasa nyaman dalam mengerjakan pekerjaannya, perusahaan akan meningkat dan lebih berkembang kalau karyawanya merasa senang dalam melakukan pekerjaan yang di berikan oleh perusahaan. Kepemimpinan yang islami yaitu merupakan kegiatan menuntun membimbing, memandu jalan yang diridhoi Allah SWT. kepemimpinan disini semata-mata hanya mencari atau melakukan kegiatan yang sesuai yang diridhoi Allah SWT. Setiap pemimpin sebagai kepribadian orang yang beriman dan harus menampilkan sikap-sikap dan prilaku yang patut untuk diterapkan dalam kehidupan. Manajemen Sumber Daya Manusia diharuskan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang baru diterima sehingga dapat menyesuaikan dengan lingkungan kerja dan dapat menjadi sumber daya manusia yang handal dan baik dalam kinerjanya. Untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal, manajemen sumber daya manusia harus melakukan pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan keahlian yang dimiki.

Afan

Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan 2018 Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 yang berlokasi di Desa Kranji Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potret kehidupan masyarakat nelayan tradisional di Desa Kranji Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dari dimensi tingkat pendapatan dan pengeluaran, faktor-faktor penyebab kemiskinan dan strategi bertahan hidup. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi langsung dengan jumlah responden 45 RTN, responden diambil dengan menggunakan simple random sampling. Tingkat pendapatan rata-rata sebesar Rp. 1.061.979,- per bulan dan pengeluaran rata-rata rumah tangga nelayan tradisional sebesar Rp. 1.532.400,- per bulan. Faktor penyebab kemiskinan yang paling berpengaruh adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah. Hal ini menyebabkan mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan alternatif yang dapat membantu mereka keluar dari garis kemiskinan. Strategi bertahan hidup yang dapat dilakukan oleh masyarakat nelayan tradisional adalah dengan mengoptimalkan peran anggota keluarga, mengatur pola konsumsi dan berhutang untuk dapat bertahan hidup apabila mereka tidak melakukan kegiatan melaut dikarenakan kondisi cuaca yang tidak baik.

Ernadewi Kartika Sari, Riyani

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Karang Taruna Eka Karya yang beralamat di desa Slametan RT 10, RW 04, Gatak, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah. Waktu pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dari tanggal 13 Oktober sampai 15 Oktober 2017. Pengabdian ini dengan berlandaskan pada sebuah penyadaran akan pentingnya sumber daya manusia yang berpotensi untuk masa depan yang lebih baik. Dengan adanya manusia sebagai sumber daya yang sangat berpotensi, maka dari itu, penting adanya sebuah peningkatan ilmu pengetahuan terutama bahasa. Hal itu akan mendampingi mereka dalam proses modernisasi yang semakin banyak membutuhkan pemahaman dan pengertian yang lebih. Penting bagi mereka untuk mendapatkan ilmu bahasa untuk menghadapi modernisasi yang semakin maju. Beberapa permasalahan yang dihadapi para pembelajar bahasa adalah pemikiran bahwa belajar bahasa asing sukar dan membosankan. Bagi mereka yang telah bekerja, belajar bahasa asing dengan mendatangi lembaga bimbingan belajar juga kurang fleksibel waktunya, di masyarakat belum terdapat platform interaktif sebagai media pembelajaran, biaya yang mahal serta beberapa permasalahan lain yang banyak dihadapi oleh pembelajar bahasa. Untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut maka aplikasi mobile untuk belajar Bahasa khususnya bahasa Inggris hadir untuk menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin belajar bahasa asing dengan cara yang lebih efektif, efisien dan fleksibel dalam masalah waktu. Para pembelajar bahasa juga dapat belajar bahasa asing dimanapun dan kapan saja mereka suka. Dengan hadirnya Aplikasi mobile tersebut, maka diharapkan akan banyak masyarakat Indonesia baik di kota dan pedesaan yang mampu menguasai bahasa asing dengan cara yang mudah dan menyenangkan.Kata Kunci : Digital Lietarcy, Aplikasi Belajar Bahasa di smarthpone