Pada penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana penerapan Amtsal Qur’an dalam Pendidikan yang dimana dapat membangun karakter siswa dengan nilai-nilai islam. Penelitian pada tulisan ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode kajian Pustaka. Data-data pada penelitian ini bersumber dari buku, artiker, jurnal, dan kemudian akan di analisis dan di sajikan oleh penulis dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian pada jurnal ini menunjukkan bahwasannya Amtsal Qur’an ini dapat menjadi penjelas dan menjadi perumpamaan untuk sesuatu hal yang belum ada penjelasannya atau menjelaskan sesuatu yang masih abstarak. Amtsal Qur’an ini sangat berpengaruh besar terhadap Pendidikan terutama Pendidikan islam yang dimana Amtsal Qur’an ini mempunyai banyak sekali nilai-nilai islam yang terkandung di dalamnya yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan salah satu di antaranya yaitu dalam membangun karakter siswa dengan nilai-nilai islam.
STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH
PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO
DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR
Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id
ABSTRAK
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
ABSTRACT
In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.
PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah [2]:83
Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab.
Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan.
Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan.
Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991).
Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan. Pendekatan bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata).
Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002)
Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif.
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini.
Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam.
Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal.
Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia.
Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023.
Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis.
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada.
Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)?
Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain.
Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo.
Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri, serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur
Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri.
Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar.
Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini.
Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.
Sumber : foto dari panitia
Sumber: foto dari panitia
Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023)
Metode Dakwah Bil Hal
Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah".
Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016).
Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya.
Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.
Kesimpulan
Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah.
Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.
Daftar Pustaka
Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.
Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).
Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.
A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5
Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).
Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.
Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).
Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.
Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press
Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.
Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5 No 2
Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui model pembelajaran picture and picture. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan bentuk Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa. Hasil analisa data bahwa: 1) perencanaan pepmbelajaran seperti menentukan bahan pelajaran dan merumuskan tujuan, mengembangkan dan mengorganisasikan media pembelajaran, merencanakan pengelolaan kelas, dan menyiapkan alat penilaian rencana pembelajaran, 2) langkah pembelajaran antara lain: melakukan pembelajaran, melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar, 3) peningkatan kemampuan dengan indikator : menyebutkan angka 1-10, menunjukkan angka 1-10, dan mengurutkan angka 1-10 dalam mengenal konsep bilangan dan lambang bilangan pada siswa kelas 1 dengan menggunakan model picture and picture di SD Negeri Keleyan 1 Desa Socah yaitu siswa mengenal lambang bilangan 1-10 mencapai 85%.
Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Kota Bandung yang dilaksanakan guna mengetahui pengaruh komponen – komponen di lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa jurusan Akuntansi. Metode kuantitatif korelasional menjadi metode yang digunakan pada penelitian yang dilakukan. Pada penelitian ini terdapat populasi yang diikutsertakan yaitu siswa kelas X Akuntansi Lembaga di SMKN 1 Bandung. Dengan populasi penelitian sebanyak 70 orang siswa. Analisis proses yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif koefisien korelasi. Adapun hasil data penelitian disajikan dalam bentuk tabel yang diuji menggunakan koefisiensi korelasi dengan hasil kriteria penafsiran kuat atau erat. Kesimpulan yang dicapai dari proses penelitian menunjukan hasil signifikan korelasi antara lingkungan sekolah terhadap prestasi siswa akuntansi yang hasil perhitungannya memperlihatkan bahwa antara variabel X dan variabel Y memiliki angka korelasi sebesar 0,547 yang menunjukkan adanya korelasi. Hal ini memperlihatkan bahwa hubungan lingkungan sekolah dengan prestasi siswa jurusan Akuntansi di SMK Negeri 1 Kota Bandung bersifat kuat atau erat yang menunjukkan variabelnya berada di kriteria antara 0,41-0,61. Hasil penelitian yang dilakukan ini membuktikan bahwa adanya korelasi antara lingkungan sekolah dengan presetasi belajar siswa jurusan Akuntansi kelas X.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika dan strategi program literasi di UPTD SD 57 Barru. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan lokasi penelitian di UPTD SD 57 Barru. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara.Beberapa problematika yang diidentifikasi dalam program literasi di UPTD SD 57 Barru antara lain adalah strategi belajar yang diberikan oleh guru, ketersediaan sarana yang kurang mendukung dan terbatas, serta rendahnya minat membaca pada siswa.Untuk mengatasi problematika tersebut, beberapa strategi dan solusi program literasi diusulkan. Pertama, guru perlu terus meningkatkan diri dan memberikan motivasi kepada siswa dalam hal literasi. Mereka juga dapat mengadakan program bacaan yang melibatkan siswa secara aktif. Kedua, penting bagi sekolah untuk menyediakan sarana yang memadai untuk mendukung kegiatan literasi, seperti perpustakaan mini dalam kelas. Dengan adanya akses mudah terhadap bahan bacaan, diharapkan minat siswa dalam membaca dapat meningkat. Ketiga, penghargaan dapat diberikan sebagai bentuk motivasi kepada siswa untuk lebih termotivasi dalam meningkatkan literasi. Penghargaan ini dapat berupa sertifikat, pengakuan publik, atau hadiah lain yang dapat mendorong siswa untuk aktif dalam kegiatan literasi. Dengan menerapkan strategi dan solusi program literasi ini, diharapkan UPTD SD 57 Barru dapat mengatasi problematika yang ada dan meningkatkan tingkat literasi siswa. Penting bagi guru, kepala sekolah, dan orang tua untuk bekerjasama dalam mendukung program literasi ini guna memberikan pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik.
Penelitian ini adalah jenis penelitian korelasional yang bertujuan 1) untuk mengatahui gambaran kedisiplinan siswa UPT SPF SD Negeri 218 Batang Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba, 2.) Untuk Mengetahui hasil belajar siswa UPT SPF SD Negeri 218 batang Kecamatan Bontotiro kabupaten Bulukumba, 3) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara kedisiplinan terhadap hasil belajar siswa UPT SPF SD negeri 218 Batang Kecamatan Bontotiro kabupaten Bulukumba. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV,V dan VI SD UPT SPF Negeri 218 Batang Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba yang berjumlah 56 siswa. Instrumen penelitian ini yaitu angket kedisiplinan dengan hasil belajar siswa. Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan tehnik sampling jenuh. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial (Korelasi Person Product Moment dan Determinasi) Dari hasil penelitian ini diperoleh gambaran kedisiplinan siswa berada pada kategori tinggi sedangkan hasil belajar siswa berada pada ketegori sangat tinggi. Maka diperoleh bahwa terdapat hubungan antara kedisiplinan dengan hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis inferensial (Korelasi Person Product Moment dan determinasi) diperoleh bahwa terdapat hubungan tetapi tidak menjadi faktor yang determinan antara kedisiplinan dengan hasil belajar siswa UPT SPF SD Negeri 218 Batang Kecamatan Bontotiro kabupaten Bulukumba.
Metro ethernet merupakan teknologi yang mampu menjangkau kota besar bahkan metropolitan agar bisa melayanai kebutuhan teknologi saat ini. Packet Tracer adalah sebuah software simulasi teknologi jaringan luas yang memungkinkan siswa untuk melakukan percobaan dengan membuat suatu jaringan dan mengembangkannya. Adapun tujuan penulisan artikel ini untuk membuat sebuah simulasi rancangan jaringan transport metro ethernet dengan bantuan aplikasi cisco packet tracer. Metode yang Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa studi litelatur dan membuat sebuah rangkaian simulasi di aplikasi cisco packet tracer.Untuk membuat suatu simulasi metro ethernet antar cabang bank yang dimana bank ini mempunyai 3 cabang yaitu Jakarta, Semarang dan Surabaya. Cabang-cabang tersebut mempunya 3 bagian yaitu: teller, CS dan audit. Dimana antara bagian terkomunikasi dan sesama bagian antar cabang bisa saling berkomunikasi.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk : 1) Mengetahui pengaruh positif prestasi belajar terhadap minat berwirausaha siswa SMK kelas XI BDP 2. 2) Mengetahui pengaruh positif lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha siswa SMK kelas XI BDP 2.3) Mengetahui pengaruh positif prestasi belajar dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha siswa SMK kelas XI BDP 2. Jenis penelitian yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan metode survey. Metode survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tetentu yang alamiah (bukan butan), tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengn mengedarkan kuesioner, tes, wawancara terstruktur dan sebagainya (Sugiyono, 2017 : 12). Sedangkan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS.
Kesimpulan yang diperoleh : 1) Ada pengaruh antara prestasi belajar terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI BDP 2 di SMK Diponegoro Majenang sebesar 0,421 atau42,1%. 2) Ada pengaruh antara lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI BDP 2 di SMK Diponegoro Majenang. sebesar 0,463 atau 46,3%. 3) Ada pengaruh secara bersama – sama atau secara simultan antara prestasi belajar dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI BDP 2 di SMK Diponegoro Majenang. sebesar 44,7% dengan persamaan regresi Y = 35,483 + 0,165X1 + 0,588X2.
Berpikir kritis adalah keterampilan yang memiliki banyak tujuan diantaranya memacu siswa, mahasiswa atau pun seorang pengajar dalam hal menumbuhkan inovasi baru. Kajian ini menggunakan content analysis terhadap sejumlah artikel yang telah dipublikasikan di jurnal Pendidikan ekonomi di seluruh Indonesia sejak tahun 2014 sampai januari 2023, dengan yang menjadi fokus utamanya adalah keterampilan berpikir kritis. Dari kajian analisis ini mengungkapkan bahwa jumlah publikasi yang berfokus pada keterampilan berpikir kritis mengalami penurunan pada tahun 2021 dengan desain penelitian yang paling dominan adalah kuantitatif. Selain itu, 38% siswa kelas sepuluh sekolah menengah menjadi subjek penelitian lebih tinggi dari subjek penelitian lainnya. Pre-tes dan post-tes serta T-Test secara serial merupakan instrument dan metode analisi yang paling umum digunakan.
Sehubungan dengan temuan penelitian ini, beberapa saran dan rekomendasi telah diusulkan untuk penelitian mendatang yang mendasari keterampilan berpikir kritis sebagai fokus utama penelitian. Beberapa rekomendasi tersebut antara lain meningkatkan keragaman subjek dan jenis penelitian.
Riset ini dilaksanakan“ di MAN 2 Model Medan dengan memakai analisis hasil observasi dengan fasilitas serta prasarana lemabaga satuan pedidikan bersumber pada Permendiknas. Tujuan riset ini melakukan observasi serta analisis dalam program layanan tutorial konseling yang diberikan guru Tutorial Konseling cocok dengan kebutuhan sekolah dengan penindakan permasalahan sebagian antara lain melakukan tutorial, membuat statment individu, membuat statment orang, siswa serta mediasi. Penilaian yang dicoba dilaksanakan tiap 2 pekan sekali, namun pengawasan dilaksanakan tiap hari biar hasilnya lebih optimal. Penilaian yang dicoba yakni dengan membuat angket berbentuk persoalan buat siswa, Dalam program layanan tutorial konseling yang diberikan guru Tutorial Konseling cocok dengan kebutuhan sekolah dengan penindakan permasalahan sebagian antara lain melakukan tutorial, membuat statment individu, membuat statment orang, siswa serta mediasi. Guru BK di MAN 2 MODEL MEDAN memakai RPL buat jadi panduan dalam” melakukan program layanan.
Potensi yang dimiliki peserta didik dapat ditinjau dari hasil belajarnya. Hasil belajar peserta didik cenderung berbeda-beda, hal ini disebabkan berbagai faktor yang mempengaruhi hasil belajar, yang paling mempengaruhi dalam proses belajar siswa adalah faktor keluarga, karena keluarga yang berperan langsung dalam proses belajar dan cara belajar siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1) Mengetahui tingkat ekonomi orang tua siswa kelas XI IPS di MA Ma’arif NU Cimanggu, 2) Mengetahui yang mempengaruhi hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di MA Ma’arif NU Cimanggu, 3) Mengetahui pengaruh antara tingkat ekonomi orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di MA Ma’arif NU Cimanggu. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah survey. Hasil penelitian menunjukan bahwa kategori kecenderungan variabel yang masuk kategori rendah sebanyak 3 responden atau sebesar 13 %, masuk kategori sedang sebanyak 20 responden atau sebesar 87 % dan tidak ada yang masuk kategori tinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat ekonomi orangtua di MA Ma’Arif NU Cimanggu dalam kategori sedang. Dari 23 responden diketahui sebanyak 2 atau sebesar 8,7% siswa mendapatkan nilai dengan kategori amat baik, sebanyak 19 atau sebesar 82,6% siswa mendapatkan nilai dengan kategori baik, sebanyak 2 atau sebesar 8,7% siswa mendapatkan nilai dengan kategori cukup dan tidak ada siswa yang mendapat nilai dengan predikat kurang. Secara umum bisa peneliti simpulkan bahwa hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas XI MA Ma’arif NU Cimanggu adalah baik. Ada pengaruh antara tingkat ekonomi orang tua terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi dengan nilai signifikansi 0,003. Persamaan regresinya dapat ditulis : Y = 61,247 + 0,440X. Nilai R atau nilai korelasi antar variabel sebesar 0,593 atau 59,3%. Sedangkan nilai R Square 0,352 mengandung pengertian bahwa pengaruh tingkat ekonomi orang tua terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi di kelas XI MA Ma’arif NU Cimanggu sebesar 35,2%.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh guru yang datang dan pulang tidak tepat waktu, guru masih menggunakan pembelajaran konvensional, guru tidak membuat perangkat pembelajaran dan kualitas pembelajaran masih rendah. Tujuan khusus dari kegiatan PTS ini adalah untuk: a) Meningkatkan pemahaman guru dalam mengembangkan PAIKEM; b) Meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan PAIKEM; dan c) Meningkatkan disiplin guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik. Adapun manfaat dari kegiatan penelitian tindakan sekolah ini, antara lain: a) bagi guru, kemampuan menerapkan PAIKEM akan memberi kemudahan dalam melaksanakan tugas mengajarnya, karena yang lebih aktif adalah siswa, sedangkan guru akan lebih banyak berperan sebagai fasiliator; b) bagi siswa, dengan penerapan pendekatan PAIKEM akan termotivasi semangat belajarnya sehingga akan menambah keberanian untuk bertanya, menjawab, melakukan sesuatu tindakan yang berpola terstruktur, menemukan dan mengembangkan ide-ide baru, sehingga aktivitas dan antusias belajar siswa lebih meningkat. Dengan demikian melalui supervisi yang lebih bersahabat terhadap guru kelas di SDI Bidara diperoleh hasil sebagai berikut :(a) Kedisiplinan guru dalam melaksanakan tugas kedinasan semakin meningkat, (b) Penyusunan perangkat pembelajaran meningkat dari 64,29% pada siklus I menjadi 83,86% pada siklus II. (c) Pada pelaksanaan proses pembelajaran meningkat dari 60,91% pada siklus I menjadi 82,73% pada siklus II. Dengan demikian hasil siklus II sudah menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran yang diharapkan yakni melebihi indikator 80%.
Tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran problem solving untuk meningkatkan Kreativitas belajar siswa pada materi hubungan antara manusia dengan lingkungan sebagai akibat dari dinamika atmosfer Mata Pelajaran Geografi di Kelas X SMAN 1 Ngrayun Ponorogo. Metode yang dipakai untuk melakukan penelitian adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan datanya adalah metode tes, observasi dan wawancara. Dari penelitian ini data tes diperoleh dari nilai prestasi belajar siswa dari siklus 1 dan siklus 2, digunakan sebagai ukuran meningkatnya kreativitas belajar siswa. Data observasi diperoleh melalui hasil aktivitas guru dan aktivitas siswa, Data wawancara dilaksanakan untuk mengetahui pengetahuan prasyarat siswa dan untuk interaksi antara guru dan siswa selama pembelajaran dengan penggunaan metode pembelajaran problem solving. Hasil penelitian dalam skripsi ini dapat dilihat setelah dilakukan tindakan dengan menerapkan metode pembelajaran problem solving siswa Kelas X SMAN 1 Ngrayun Ponorogo. Perubahan kreativitas belajar siswa dapat dilihat dari hasil belajarnya yang cenderung meningkat dan hasil observasi aktivitas siswa yang juga meningkatkan. Aktivitas siswa pada siklus I sebesar 66%, sedangkan pada siklus II sebesar 82.87%. Dengan demikian, berarti pada siklus II kreativitas belajar siswa sudah meningkat dibanding dengan siklus I. Selanjutnya, dibuktikan lagi dengan perolehan hasil belajar siswa pada tes pra tindakan, siklus I dan siklus II. Nilai taraf keberhasilan mengalami perubahan yang cenderung meningkat dari 70 pada pra tindakan, meningkat 78.6 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 87.6 pada siklus II. Dengan demikian, penerapan metode pembelajaran problem solving dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa di Kelas X SMAN 1 Ngrayun Ponorogo.
Masa Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak kemasa dewasa, seiring dengan perubahan fisik, biologis dan psikis untuk menuju pada kematangan, jasmani, berfikir, seksual dan kematangan emosional. Sebagian orang berpendapat bahwa masa muda saat yang paling indah dan nikmat. salah satu cara yang dilakukan untuk mencegah terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja pada siswa-siswi SMK Kesehatan Muhammadiyah Randangan dengan mengadakan penyuluhan mengenia pergaulan bebas pada saat Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan oleh kampus Universitas Muhammaiyah Manado terhadap mitra sekolah. Penyuluhan yang bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan tentang bahaya pergaulan bebas pada siswa-siswi SMK Kesehatan Muhammadiyah Randangan. Materi penyuluhan yang diberikan yaitu mengenai pengertian pergaulan bebas, pergaulan bebas negative dan positif,ciri-ciri pergaulan bebas,factor penyebab pergaulan bebas, akibat pergaulan bebas dan cara mengatasi pergaulan bebas. Setelah pemberian materi diadakan proses tanya jawab antara siswa-siswi dan penyaji materi penyuluhan dari mahasiswa KKN. Sehingga didapatkan hasil sebagian besar siswa-siswi SMK kesehatan Muhammadiyah randangan dapat memahami materi yang telah diberikan
Penelitian ini dilaksanakan karena dilatarbelakangi oleh siswa yang kurang berkomunikasi sesama teman di sekolah ditunjukkan dengan saling berdiam-diaman, introvet, tidak percaya diri.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian teknik simulation games. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MAN 01 PATI dengan jumlah 144 siswa. Kelaas X-1 adalah kelas yang dipergunakan untuk tryout. Sedangkan untuk sampelnya adalah diambil 37 siswa yang komunikasi interpersonalnya rendah. Sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Alat pengumpul data yang dipergunakan adalah skala komunikasi interpersonal. Analisis yang digunakan untuk menguji validitas instrument adalah korelasi antara butir dan skor yang dikerjakan dengan korelasi Product Moment sedangkan untuk menguji reliabilitas dengan bantuan program komputer SPSS 22,0 for windows
Dari analisis data yang dilakukan peneliti diatas selanjutnya dilakukan uji hipotesis untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan. Hasil pretest mengenai skala komunikasi interpersonal dapat diketahui terdapat 5 siswa pada kategori rendah dengan persentase 70%, 1 siswa pada kategori tinggi dengan persentase 30%. Hasil posttest mengenai skala komunikasi interpersonal dapat diketahui terdapat 6 siswa pada kategori tinggi dengan persentase 70,5%, 2 siswa pada kategori rendah dengan persentase 29,5%. Hasil uji Independent Sampel Test menggunakan bantuan program SPSS 22 diperoleh nilai sig. 0.080 < 0.05, maka hipoteses yang berbunyi layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulation games berpengaruh dalam meningkatkan komunikasi interpersonal siswa memiliki perbedaan yang signifikan, yang memiliki perbedaan yang signifikan, dilihat dari hasil perhitungan uji independent Sample T-test
Dari uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulation games berpengaruh dalam meningkatkan komunikasi interpersonal siswa kelas X MAN 01 PATI
Penelitian ini dilatarbelakangi siswa yang tidak disiplin dalam belajar di sekolah ditunjukkan dengan meninggalkan kelas saat jam pelajaran, siswa gaduh dikelas, banyak siswa yang tidak mengerjakan tugas disekolah, dan siswa melanggar tata tertib. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian true experimental dengan model matched grups desaigns. Populasi penelitian siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Simo dengan jumlah 147 siswa. Sampel diambil 16 siswa yang kedisiplinan belajar rendah. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data yang dipergunakan adalah skala kedisiplinan belajar siswa. Analisis yang digunakan untuk menguji validitas instrument adalah korelasi antara butir dan skor yang dikerjakan dengan korelasi Product Moment sedangkan untuk menguji reliabilitas dengan bantuan program komputer SPSS 22,0 for windows. Hasil pretest mengenai skala kedisiplinan belajar dapat diketahui terdapat 7 siswa pada kategori rendah, 1 siswa pada kategori sangat rendah. Hasil posttest skala kedisiplinan belajar dapat diketahui terdapat 7 siswa pada kategori tinggi, 1 siswa pada kategori rendah. Hasil uji Independent Sampel Test nilai sig. 0.002 < 0.05, hipoteses layanan konseling kelompok melalui pendekatan behavior berpengaruh meningkatkan kedisiplinan belajar siswa memiliki perbedaan yang signifikan. Dari uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa layanan konseling kelompok melalui pendekatan behavior efektif untuk mengurangi disiplin belajar siswa.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode project based learning terhadap peningkatan kreativitas dan inovatif siswa kelas X SMA Negeri 3 Sibolga pada pokok bahasan dinamika gerak. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Dari hasil analalisis data diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan tingkat kreativitas dan inovatif siswa antara kelas kntrol dan kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen, siswa dalam menyelesaikan soal-soal fisika memiliki kreativitas dan inovatif yang lebih tinggi daripada kelas kontrol. Berdasarkan hasil observasi, tingkat aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung melalui metode project based learning berada pada kategori baik dengan rata-rata skor di atas 70. Penerapan project based learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kreativitas dan inovatif siswa pokok bahasan dinamika gerak dimana ttabel < dari thitung yaitu 1,64 < 3,27.
menstruasi pertama (menarche) merupakan peristiwa terpenting yang terjadi pada masa remaja. Pengetahuan yang diperoleh remaja tentang menstruasi akan mempengaruhi persepsi remaja tentang menarche. Pada studi pendahuluan di dapatkan siswa yang belum menghadapi menarche sebanyak 20 orang. mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche. penelitian menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian remaja putri Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kemasan Polokarto Sukoharjo dengan teknik sampel acak sederhana sejumlah 15 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan berupa korelasi pearson. tingkat pengetahuan tertinggi pada kategori baik sebanyak 10 (66,7%) dan kesiapan tertinggi pada kategori siap sebanyak 9 (60,0%). Ada hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche dengan nilai ? : 0,006 dan nilai r : 0,739 dengan maksud bahwa variabel pengetahuan siswa dengan variabel kesiapan siswa memiliki hubungan yang “kuat”. terdapat hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche.
Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pengamatan peneliti yang menemukan bahwa pemberian reward yang tepat atau sesuai kepada siswa dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Salah satunya adalah guru memberikan pujian kepada siswa saat proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian reward terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam siswa SMP Negeri 1 2x11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode korelasional. Dengan populasi peserta didik kelas VII, VIII SMP Negeri 1 2X11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman yang berjumlah 450 siswa yang akan diambil sampel sebesar 15% yaitu menjadi 66 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportional stratified random sampling. Dalam penelitian ini akan digunakan dua instrumen yaitu instrumen Pemberian Reward dan instrument motivasi Belajar. Pengaruh Pemberian Reward Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa SMP Negeri 1 2X11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman terlihat dari nilai koefisien determinasi antara variabel X dan Y adalah sebesar KD = 21,8089%. Angka ini menunjukkan bahwa 21,8089% Motivasi belajar ditentukan oleh pemberian reward dan selebihnya ditentukan oleh faktor lainnya.
Kemampuan komunikasi yang baik sangat penting dimiliki oleh setiap guru yang tidak hanya berkewajiban memyampaikan informasi kepada siswa, tetapi dituntut untuk mampu menjadi teladan dalam ucapan atau pelafalan yang tepat. Artikel ini disusun dengan maksud memaparkan berbagai problematika pembelajaran bahasa Indonesia kaitannya dengan pelafalan dalam tuturan guru dan siswa, solusi, dan juga berbagai kendalanya. Metode dalam artikel ini adalah metode pustaka yakni dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data dari referensi yang relevan dengan topik. Simpulan dari hasil pembahasan (1). Problematikan yang timbul antara lain terkait siswa sebagai objek didik maupun guru sebagai subjek didik.(2) Tidak adanya rujukan yang jelas dalam hal penentuan bagaimana pelafalan bunyi bahasa sebab satu fonem bisa mewakili lebih dari satu cara pelafalan.