Publication Search

59,950 articles from 482 journals · 1,579 citations tracked

Showing 801-820 of 980

Analytics

Khairummuna Indra; Marhan Hasibuan; Syarifah, Syarifah

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaktifan   siswa pada pembelajaran SKI setelah penerapan Metode Treasure Hunt  di kelas VIII MTsN 1 Langkat. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam Penelitian adalah siswa kelas VIII MTs dengan jumlah 31 siswa. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan tes,  yang sesuai dengan prosedur penelitian dengan mengamati siklus I dan siklus II. Hasil penelitian bahwa penerapan metode Treasure Hunt    dapat  dilaksanakan  dengan  baik melalui dua  siklus.  Hal  ini  dapat  diketahui melalui aktivitas  yang  dilakukan oleh  guru pada  siklus  I  dan  siklus  II  mengalami  peningkatan.  Hasil observasi  guru  pada  siklus  I  yaitu   (cukup)  kemudian  menjadi  87,6 (baik)  pada siklus  II.  Selain itu metode Treasure Hunt    dapat dikatakan berhasil diakrenakan hasil angket respon siswa terhhadap metode Treasure Hunt    menunjukan persentase 95% ( sangat Baik). Setelah pelaksanaan  metode Treasure Hunt keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan dari hasil observasi  pada pra siklus yaitu  57,41%. meningkat menjadi 72,90%pada siklus I dan terus mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 85,16%. Sehingga berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa metode Treasure Hunt  dapat meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran SKI  di Kelas VIII VIII MTsN 1 Langkat..  

Nurdina Hasanah; Sapna Andani Batubatara; Dalilah Awanis

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Siswa mengalami kesulitan dengan alat bantu pembelajaran matematika.Banyak siswa memiliki kesan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif ragam TPS dengan tujuan meningkatkan prestasi belajar matematika siswa pada jenjang kelas lima sampai dengan kelas enam. Partisipan dalam penelitian ini adalah 21 siswa kelas lima. Penelitian ini merupakan penelitian observasi kelas. Teknik pengumpulan data berdasarkan nilai tes siswa.Teknik analisis data menggunakan metode statistik deskriptif dan kuantitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika secara keseluruhan mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan naiknya nilai ujian antara semester pertama dan kedua (masing-masing 1410 dan 1600; 67 dan 76 persen; 67 dan 76 persen; 76% dan 95% ketuntasan belajar). Hasil belajar meningkat antara siklus pertama dan kedua. Berdasarkan angka tersebut, rata-rata hari kerja menjadi lebih lama sekitar 9 persen, dan rata-rata lama waktu yang dihabiskan untuk belajar meningkat sekitar 24 persen. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran kooperatif seperti TPS dengan siswa kelas V dapat meningkatkan nilai matematika mereka. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mencapai hasil belajar yang lebih baik dengan memfasilitasi pengembangan model pembelajaran yang disesuaikan dengan kepribadian unik setiap individu.

Warto Warto

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to analyze the initial needs of learning strategies in increasing motivation and learning outcomes of Mathematics for class V Elementary School (SD). The method used in this study is a qualitative descriptive method with research instruments in the form of observation, questionnaires, interviews, and assessment document analysis. The data analysis technique used includes three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of the initial instrument data analysis, it was found that the motivation and learning outcomes of the fifth grade students at SD Negeri Songgom 01, SD Negeri Songgom 02, SD Negeri Songgom 04 and SD Negeri Songgom 05 in learning mathematics were still low. The average value of student learning motivation is only 62 with the highest score being 82 and the lowest score being 50. While the average score of student learning outcomes is 66.7 in the low category while the highest score is 85 and the lowest score is 45. Low motivation and student learning outcomes are caused by the condition of the learning environment that is not conducive, lack of facilities and infrastructure, lack of support from parents, and the difficulty of using appropriate learning strategies in learning. This research can be used as an initial analysis of the need for appropriate learning strategies in Mathematics learning materials so that students' motivation and learning outcomes can increase.

Sri Karmila Novita Sari; Muchtadi Muchtadi; Iwit Prihatin

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metodologi penelitian eksperimen. Yang digunakan untuk analisis data adalah hasil belajar siswa dengan ambang nilai KKM 80. Investigasi ini akan dilakukan di SMP Negeri 2 Pontianak. Peserta penelitian adalah siswa kelas tujuh. Siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VII B sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 29 dan 28 siswa yang menjadi sampel penelitian. Penyelidikan ini memanfaatkan materi pecahan kelas VII. Menurut hasil, pembelajaran problem posing mempengaruhi hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran tradisional. Jika disajikan dengan model pembelajaran konvensional, siswa mendapatkan skor rata-rata 62,32, namun jika disajikan dengan model pembelajaran problem posing, siswa mendapatkan skor rata-rata 81,97 lebih tinggi dari skor KKM..    

Winda Theressa Tambunan; W. L. Sihombing

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study aims to find out that studying literature can effectively improve students' mathematics learning achievement with the STAD type cooperative learning model.  The type of research used is research with a qualitative approach.  Qualitative research uses descriptive or verbal data from people who have observed a behavior.  The method used is literature study.  Literature study is an activity that is closely related to the method of collecting library data, reading and taking notes as well as processing research materials.  The type of data used is secondary data.  Secondary data is data that already exists, so we just need to find and collect existing data.  The secondary data source used in this research is student learning outcomes with the STAD type cooperative learning model.  From the search results, the researchers found 7 journals relevant to the research topic.  From the journal it was found that there was an increase in student learning outcomes using the STAD type cooperative learning model.

Adyla Syukrhaini Marwi; Isnaini Rahmah Lubis; Yulianti Sinurat; Syarifah Widya Ulfa; Tsaabitah Husnaa Br Nainggolan

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Musik merupakan segala sesuatu yang menyenangkan, mendatangkan keceriaan, mempunyai irama (ritme), melody, timbre (tone colour) tertentu untuk membantu tubuh dan pikiran saling bekerja sama. Musik telah lama dianggap memiliki pengaruh terhadap tubuh maupun jiwa manusia. Musik juga dapat menyeimbangkan fungsi otak kanan dan otak kiri, yang berarti menyeimbangkan perkembangan aspek intelektual dan emosional. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah  metode kuantitatif deskriptif. Penelitian kuantitatif ialah penelitian yang menjabarkan suatu fenomena. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan atau menjabarkan dengan jelas tentang pengaruh media music terhadap hasil belajar siswa. Hasil temuan menunjukkan bahwa mendengarkan music saat melakukan pembelajaran dalam kelas dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penggunaan musik di kelas akan membantu meningkatkan kegembiraan siswa dalam belajar dan sekaligus juga dapat meningkatkan efektivitas ketercapaian tujuan. Yang tidak kalah pentingnya belajar melalui musik dan atau belajar dengan music.

Atik Wahidatul Hasanah; Sumarno; Ida Dwijayanti

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

hasil analisis awal bahwa penggunaan model pembelajaran guru di RA Al Kautsar Kebonbatur Mranggen Demak masih sangat rendah sekali karena rata rata ada pada kategori kurang. Hal ini karena kebanyakan  guru hanya melakukan pembelajaran dengen ceramah di depan dan menulis di papan tulis serta bernyanyi untuk menghidupkan suasana, pada pengamatan terhadap penggunaan alat bantu pembeljaaran ada pada kategori cukup ini artinya sudah ada alat bantu atau media pembelajaran, hanya kurang maksimal penggunaannya dan khusus alat bantu looseparts masih kurang. keaktifan belajar anak ada pada kategori kurang, hal ini disebabkan salama pembelajaran guru kurang dapat memberikan stimulasi secara tepat terhadap arah perkembangan kognitif anak sehingga keaktifan anak menjadi kurang, respon anak dalam pembelajaran ada pada kategori sangat kurang. Sedangkan keterlibatan anak dalam pembelajaran ada pada kategori kurang kemudian perkembangan kognitif anak ada pada ketegori kurang kemampuan kognitif diberbagai aspek masih kurang sekali seperti memecahkan masalah sederhana, berfikir logis sebab akibat, berpikir simbolik seperti konsep bialangan mengenal huruf dan lain sebagainya. Oleh sebab itu perlu dikembangkan model pembelajaran saintifik berbasis steam  dan loose parts untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada siswa.

Sayyidati Maliha; Mahdia Arafah; Putri Malika Alya; Rizazah Putri Raudina; Emeliya Sukma Dara

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Menerapkan fasilitas sekolah adalah rencana manajemen untuk mengelola dan memelihara institusi pendidikan seperti sekolah, akademi dan perwalian multi-akademi dapat menjadi tugas yang berat. Namun, memiliki sistem manajemen fasilitas yang efektif seperti perangkat lunak manajemen fasilitas dan juga perangkat keras dapat memberikan beberapa keuntungan. Misalnya memperbaiki lingkungan belajar, meningkatkan kualitas dan kuantitas sekolah serta menunjang hasil pendidikan setiap siswa. Jika hampir 50% guru percaya bahwa tempat kerja mereka membahayakan kesejahteraan mereka, ada baiknya memikirkan bagaimana pengenalan tempat dan fasilitas komersial dapat membantu.

nurjannah A. malik, nurjannah; Husnul Khatimah; Nunung Andryani

Model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) adalah suatu sistem pembelajaran yang cocok dengan otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademis dengan konteks dari kehidupan sehari-hari siswa. Tujuan penelitin ini adalah Ingin mengetahui Pengaruh model contextual teaching and learning (CTL) terhadap hasil belajar dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 3 Dompu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak dituntut menggunakan angka mulai dari pengumpulan data, penafsiran dan data, serta penampilan dari hasilnya. Populasi ialah seluruh peserta didik yang berjumlah 79 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan adalah siswa kelas X IPS yang berjumlah 25 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sample. Data diperoleh melalui angket siswa dan data hasil belajar  kemudian dianalisis menggunakan rumus regresi linear sederhana. Berdasarkan data tersebut didapatkan hasil model persamaan regresi linier sederhananya adalah : ???? = 57,501 + 0,258 ???? yang dapat dijelaskan bahwa, hubungan variable bebas X (penggunaan model CTL )  dengan variabel terikat Y (hasil belajar)  adalah sangat kuat. Jadi, hasil belajar sangat dipengaruhi oleh penggunaan model contextual teaching and learning (CTL)

Cici Marshela; Linda Yarni

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi SMA N 1 Harau yang merupakan salah satu sekolah terfavorit di Kecamatan Harau. Salah satu yang tampak oleh peneliti permasalahan di SMA N 1 Harau yaitu permasalahan media sosial. Media sosial ini sangat berpengaruh pada hasil belajar siswa. Pada permasalahan ini tidak bisa siswa disalahkan dengan sepenuhnya karena pada zaman sekarang belajar banyak menggunakan Handphone atau media sosial. Ketidaksesuaian prestasi belajar siswa dengan gaya belajar seringkali disebabkan oleh media sosial. Hal itu tentu terjadi karena gaya belajar anak yang tidak sesuai dengan dirinya dan juga kurangnya pengawasan terhadap anak. Media sosial merupakan suatu perangkat alat komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi melalui jaringan data internet. Media sosial sangat berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Selain pengaruh negative pada prestasi belajar, media sosial ini juga bisa membantu siswa dalam proses pembelajaran. Prestasi merupakan hasil dari belajar yang telah dicapai selama proses pembelajaran. Prestasi belajar dapat dihasilkan atau ditunjukkan melalui angka dan juga berupa hasil-hasil belajar siswa selama proses pembelajaran. Peran orang tua dalam prestasi belajar sangat diharapkan untuk membantu siswa dalam menggunakan media sosial.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prestasi belajar, media sosial, dampak negatif dan dampak positif, dan peran guru di sekolah terhadap dampak penggunaan media sosial.

Sahnia Uli Silitonga; Liza Efriyanti; Yopie Chairawan

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Ice breaking merupakan salah satu teknik yang dapat dilakukan pendidik dalam proses pembelajaran. ice breaking sendiri merupakan permainan atau kegiatan yang nantinya dapat berfungsu sebagai pengubah suasana keheningan dalam proses pembelajaran, yang mana ice breaking sendiri nantinya dapat bersifat spontan atau tanpa persiapan dalam memecahkan kebekuan dalam suatu proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini sendiri nantinya yaitu untuk melihat apakah ice breaking berpengaruh atau tidak terhadap hasil belajar TIK siswa di MTsN Al Wasliyah. Penelitian ini sendiri merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Dibatasi pada siswa kelas 7 dengan sampel sebanyak 29 orang pada siswa kelas 7.1 dengan teknik total sampling, Teknik pengumpulan datanya yaitu dokumentasi dan observasi. Sedangkan teknik analisis datanya yaitu analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini sendiri yaitu terdapat pengaruh ice breaking terhadap hasil belajar TIK siswa, yang mana hasil belajar TIK siswa sendiri meningkat atau lebih tinggi setelah menggunakan teknik ice breaking.

Dewita Sandri; Isnaniah; Tati Tisnawati

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya minat belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran matematika di SMPN 1 Enam Lingkung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Narasumber wawancara terdiri atas 9 orang dengan 3 orang siswa kelas IX yang nilai matematikanya rendah sekaligus bertindak sebagai objek penelitian, 3 orang tua siswa, 2 guru wali kelas dan 1 orang guru BK. Dalam pengambilan data peneliti melakukan observasi langsung dan wawancara. Setelah mendapatkan hasil dari wawancara, peneliti mendapatkan bahwa faktor rendahnya minat belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran matematika, diantaranya: (1) tidak cukupnya waktu istirahat siswa, (2) kurangnya motivasi belajar siswa, (3) siswa tidak tertarik terhadap matematika, (4) adanya 2 kegiatan sekaligus yaitu sekolah dan pesantren, (5) adanya pengaruh dari efek pasca covid-19 atau pembelajaran daring.

Meri Syafitri; Alfi Rahmi

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Sekolah pada hakikatnya mempunyai perasaan yang cukup penting dalam membentuk kepribadian dan tingkah laku dan berakhlak karimah. Sekolah juga mempunyai peranan penting untuk memberikan pemahaman dan benteng pertahanan agar terhindar dari jeratan negative perkembangan arus globalisasi. Setiap orang juga memilki persepsi dan perilaku ketika interaksi dengan suatu objek tertentu dan mental kita juga ikut menentuka kecendrungan seseorang. Sekolah ini cukup menarik untuk diteliti karena masalah yang peneliti angkat tentang sikap dan perilaku siswa terdapat terdapat disekolah ini. Seperti berkelahi merokok pacaran, tetapi masih banyak pula siswa yang berkelakuan baik. melalui penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apa factor yang mempengaruhi sikap dan perilaku siswa serta apa saja upaya mengatasinya. Sikap terbentuk melalui hasil belajar dari interaksi dan pengalaman seseorang dan bukan factor bawaan ( factor intren) seseorang. Sikap terbentuk oleh adanya interaksi social tang dialami oleh individu. Pada intinya seks bebas tersebut bisa terjadi nya karena lemahnya kontrol dari perilaku seks bebas tersebut dan juga lemahnya control yang berada di masyarakat setempat karena ada pergeseran nilai dan noorma yang ada dimasyarakat sekitar. Seks bebas itu sifatnya negative karena melanggar norma yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat. Hasil yang dilakukan peneliti melihat perkembangan siswa terhadap lingkungan disekolah dan peneliti melakukan kegiatan sudah sebanyak beberapa kali dalam kondisi lingkungan serta proses pembelajaran hasil yang didapat siswa semangkin hari   semangkin baik dan mulai terjaga yang namanya jauh dari penyimpangan seks bebas dan peningkatan terhadap siswa semangkin terjaga namun yang belum bisa di perbaiki tentang sikap dan etika siswa di SMA SWASTA TUNAS BANGSA. Tujuan dari kegiatan tersebut agar peneliti mengetahui bagaimana perkembangan siswa apakah mereka tahu penyimpangan itu sangat bahaya untuk mereka maka dari itu peneliti mengambil lokasi tersebut untuk dijadikan penelitian.

Peta Murni; M. Sahlan; Yostia Fatma; Zulfani Sesmiarni; Herlina Rasyid

Penelitian ini merupakan salah satu tugas pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Daljab 3 di Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Setiap guru yang mengikuti program ini harus melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang digunakan untuk melakukan penelitian terhadap permasalahan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dengan adanya perubahan proses pembelajaran pada masa pandemic ini, dimana pembelajaran dilakukan secara daring mengakibatkan berbagai  permasalahan dalam proses pelaksanaannya. Keterbatasan dalam proses  pembelajaran mengakibatkan hasil belajar peserta didik menurun sehingga banyak diantara peserta didik yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil  belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning yang dilaksanakan secara Blended Learning (Singkron-Asingkron). Proses penelitian dilakukan sebanyak tiga siklus yang sebelumnya melakukan tindakan pada tahap pra siklus, setiap siklusnya meliputi 4 tahap yaitu : 1) tahap  perencanaan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap observasi, 4) tahap refleksi. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan penelitian terlihat adanya peningkatan pada hasil belajar peserta didik, ini terlihat dari hasil yang diperoleh peserta didik dari mengerjakan lembar kerja peserta didik. Persentase tingkat keberhasilan peserta didik mencapai nilai di atas atau sesuai KKM pada aspek pengetahuan di Siklus I adalah sebesar 75% dan pada siklus II adalah sebesar 88% dan pada siklus III 90 %, dapat dilihat peningkatan presentasi pada siklus I ke siklus II adalah sebesar 13%. Sedangkan untuk peningkatan hasil belajar pada aspek keterampilan dapat dilihat dari hasil  belajar pra siklus yaitu sebesar 78% dan pada siklus II adalah 100%, terjadi  peningkatan sebesar 22% untuk hasil belajar aspek keterampilan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning berdasarkan hasil penelitian ternyata dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.  

Alyatul Hapzia; Linda Yarni

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Masalah utama dalam penelitian ini adalah dampak penggunaan handphone pada minat belajar siswa kelas X SMA N 1 Situjuah Limo Nagari. Karena pada saat sekarang ini minat belajar siswa sangat rendah dimana siswa hanya sibuk dengan handphonenya masing-masing. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dampak penggunaan handphone pada minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Dengan cara melakukan wawancara dan observasi secara langsung dapat memperoleh hasil yang lebih akurat.

Deni Hendri Anto; Idmansyah Idmansyah; Dendi Dendi; Zulfani Sesmiarni; Herlina Rasyid

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar PAI siswa di kelas XII IPA 1 di SMA N 1 Koto Balingka pada soal ilmu tajwid, yang disebabkan kurang maksimalnya dalam mengunakan media pembelajaran. Ini dibuktikan dengan siswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan berhubungan dengan ilmu tajwid dan sangat kaku dalam membaca Al- Qur‟an. Tujuan Penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui ketercapaian penerapan Model Pembelajaran Problem Basic Learning pada materi al-Qur‟an surat Luqman ayat 13 dan 14 terhadap siswa kelas XII IPA 1 di SMA N 1 Koto Bilingka, kedua, untuk mengatahui hasil belajar materi al-Qur‟an surat Luqman ayat 13 dan 14   siswa Kelas XII IPA 1 di SMA N 1 Koto Bilingka setelah penerapan model Pembelajaran Problem Basic Learning. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan menjadikan siswa kelas XII IPA 1 di SMA N 1 Koto Bilingka , sebagai sumber datanya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian adalah pertama, Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan Model Problem Basic Learning apabila dilakukan dengan perencanaan dan penguasaan konsep yang baik akan dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan yang diharapkan. kedua, siswa menjadi aktif dalam pembelajaran dan mulai terlatih dengan pola berfikir tingkat tinggi. Ketiga, Model Pembelajaran Problem Basic Learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus satu ketercapaian hasil belajar siswa pada rata-rata kelas sebesar 71,82, dan pada siklus dua rata-rata kelas 87,72. Sementara yang mencapai ketuntasan belajar pada siklus satu 64 persen, dan pada siklus dua 90,9 persen. Ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan model Pembelajaran Problem Basic Learning mengalami peningkatan yang signifikan, dan penelitian terkait penggunaan Model Pembelajaran Problem Basic Learning dianggap berhasil.

Ulvi Aulia; Liza Efriyanti; Azan Munardi

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Media pembelajaran berbasis video tutorial adalah pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan teknologi dan disajikan dalam bentuk video. Pembelajaran dengan menggunakan video tutorial tentunya akan memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran dan guru juga akan mudah dalam menyampaikan materi pembelajaran. Namun  karena Kurangnya kompetensi pendidik maupun peserta didik dalam pengembangan dan penggunaan teknologi pembelajaran sehingga menjadi permasalahan dalam proses pembelajaran. Salah satu bentuk media pembelajaran yang dapat digunakan agar pembelajaran menarik dan tidak membosankan adalah dengan  memanfaatkan teknologi dimana menggunakan teknologi untuk membuat video pembelajaran yang lebih menarik perhatian siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengunaan media pembelajaran berbasis video tutorial terhadap hasil belajar siswa. hasil belajar bimbingan TIK pokok bahasan microsoft word. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling area. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Alat pengumpulan data menggunakan metode, angket, observasi, tes, dan wawancara.

Nurul Laila; Rani Febriyanni; Syarifah, Syarifah

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran secara edutainment di desain sebaik mungkin agar siswa mampu bertahan dalam pembelajaran tanpa rasa jenuh, walupaun sebenarnya butuh kerja ekstra dalam mewujudkan pembelajaran yang terbaik. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan metode Pembelajaran Berbasis Edutainmentdalam proses pembelajaran dapat meningkatkan upaya meningkatkan hasil belajar siswa setelah menerapkan Metode Pembelajaran Berbasis Edutainment menjadi meningkat Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 71,5 dan ketuntasan klasikalnya mencapai 53.33%, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata peserta didik adalah 78,18 dan ketuntasan klasiknya mencapai 80%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 37.77% . Hal ini menunjukkan bahwa hasil siswa sudah memenuhi target, sehingga peneliti berkesimpulan bahwa tidak perlu dilanjutkan lagi pada siklus berikutnya  

Ratih Ayu Rianti; Dede Fitri Yani; Hasya Nur Auliya; Senia Putri Deliana; Shafa Aqilah Fahdah +1 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran matematika selalu dianggap hanya belajar tentang rumus dan mengerjakan soal yang begitu sulit untuk diselesaikan. Tetapi seharusnya pembelajaran matematika dapat mengasah seseorang untuk lebih berpikir kritis. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui berpikir kritis dapat ditingkatkan dengan membaca, menganalisis, dan membuktikan konsep pada matematika dalam pembelajaran matematika. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah library research atau studi kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan internet searching terkait jurnal ilmiah, karya tulis ilmiah, buku, dan majalah yang berkaitan tentang pembelajaran matematika dan berpikir kritis. Hasil penelitian menyatakan bahwa Metematika merupakan ilmu yang memiliki peranan penting dalam menghadapi perkembang zaman. Pembelajaran matematika dapat meningkatkan berpikir kritis dengan menerapkan prinsip membaca, menganalisis, membuktikan. Penerapan prinsip membaca, menganalisis, dan membuktikan sangat penting dalam pembelajaran matematika terutama dalam meningkatkan berpikir kritis, karena kemampuan berpikir kritis memungkinkan individu agar terbiasa menghadapi tantangan dan memecahkan masalah dengan menganalisis pemikirannya sendiri untuk memutuskan suatu pilihan dan menarik kesimpulan, sehingga tercetak para lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing menghadapi perkembangan zaman. 

Athi Irmayasari; Khairrina; Heri Dermawan; Arizqi Ihsan Pratama; Farid, Ahmad

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstract : This research was conducted with the aim of knowing how much influence the Recitation Method had on Student Learning Outcomes at MI Darunnajah 2 Cipining. Student Learning Outcomes can be used as a benchmark to assess whether education in a school is successful or not. While learning outcomes are influenced by various factors, one of which is the use of the Recitation Method by an educator in the learning process. The purpose of this study was to analyze and interpret the effect of the Recitation Method on Student Learning Outcomes at MI Darunnajah 2 Cipining. This study uses a questionnaire data collection technique (questionnaire), and documentation. The results of this study are that there is an effect of the Recitation Method on Student Learning Outcomes at MI Darunnajah 2 Cipining. It is evident from the results of hypothesis testing (temporary testing) using the Chi Square formula, the x count value is 54.5811 greater than the x significance table 5% with a value of 16.919 . As for the results of these calculations, the recitation method has a contribution or influence of 90.18% in influencing Student Learning Outcomes at MI Darunnajah 2 Cipining.   Keywords: Effectiveness, method, learning outcomes, stu