Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 61-65 of 65

Analytics

Pratiwi Tedjo

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Indonesia mulai memperjuangkan hak-hak perempuan sejak era R.A. Kartini. Perjuangan tersebut  terus   dilakukan  untuk  memperjuangkan  hak-hak  bagi  perempuan  dalam kehidupan sehari-hari. Kini perempuan mendapat hak yang sama mulai dari pandangan hukum, pekerjaan, beban pekerjaan, maupun politik. Kehidupan politik menyangkut seluruh kegiatan yang mempengaruhi jenis kebijakan yang disesuaikan untuk masyarakat dan bagaimana penerapannya. Seseorang yang berpartisipasi dalam kehidupan politik maka akan memberikan dampak bagi pelaksanaan suatu kebijakan. Perjuangan politik di Indonesia berawal dari pengesahan konstitusi yang membuat peran perempuan semakin meningkat dalam kancah perpolitikan Indonesia. Mulai muncul tokoh- tokoh politik perempuan yang mengisi lembaga eksekutif maupun legislatif.

W, Vela Tiara; Trisiana, Anita; U, Bagus Khotibul; A, Salsa Rizka; Dwi S, Intan +1 more

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAKNasionalisme adalah suatu ajaran untuk mewujudkan dan juga mempertahankan  negara. Dengan cara menciptakan suatu gagasan nama bangsa untuk kelompok warga yang memiliki tujuan dan masa depan yang sama untuk menciptakan kepentingan negara, dan nasionalisme juga dapat di artikan sebagai ajaran untuk mencintai bangsa dan negaranya sendiri.Coronavirus atau sering di sebut Covid-19 termasuk spesies jenis virus yang mengakibatkan penyakit yang menyerang makhluk hidup yaitu manusia dan hewan. Corona virus ini menyerang manusia dan menimbulkan sakit yang menyerang pada pernapasan, dimuali dari pilek hingga penyakit yang parah, Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah contoh penyakit. Dalam penelitian, Corona bisa ditemui di feses, akan tetapi tetapi sampai bulan Maret 2020 belum  diketahui jika penularannya melalui feses, dan dampaknya diperkirakan cukup rendah. Covid-19 jenis baru ini ditemukan  manusia dalam kejadian luar biasa yang berasal dari Wuhan China, pada bulan Desember 2019, dan kemudian dinamai Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS- COV2), dan mngakibatkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). COVID-19 yang memiliki ukuran dengan diameter 60- 140 nm. Corona secara genetic ini berbeda dari virus SARS-CoV dan MERS-CoV.Ketahanan Nasional merupakan cara yang digunakan untuk mengarahkan seluruh sumber daya nasional yang berisi kegigihan dimana kegigihan terdapat kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, guna menyambut dan mengutik semua rintangan, resiko, kendala, dan provokasi baik  internal maupun dari eksternal, langsung dan tidak langsung yang dapat mengubah moralitas, jati diri, dan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara dan kerja keras untuk menjejaki tujuan dari perjuangan nasional di Indonesia. Kata Kunci : Nasionalisme, Covid-19, Ketahanan Nasional NegaraÂ

Krisnawati, Dwizka; Trisiana, Anita; Mey, Elynia; Elvidna, Varelia; Budi Puspita, Yesica Maharani +1 more

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Kondisi yang dinamik dari bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, yang di dalamnya berisi keuletan dan ketangguhan yang memiliki kemampuan untuk memperkuat kekuatan nasional, untuk menghadapi dan juga mengatasi semua ancaman,tantangan,hambatan, serta ancaman yang datang dari luar ataupun dari dalam untuk melindungi integritas,identitas,kelangsungan hidup bangsa dan juga negara serta perjuangan untuk mencapai tujuan nasionalnya. Jadi, ketahanan nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan nasional yang wajib selalu diterapkan dan membudayakan secara terus-menerus dan bersama. Maka dari itu bisa diwujudkan dimulai dari lingkungan yang kecil yaitu pribadi,masyarakat,keluarga,bangsa dan negara dengan menggunakan niat dasar ketahan dan juga keuletannya yang bisa mengembangkan kekuatan nasional. Proses yang berkelanjutan ini wajib di dasari dengan pikiran-pikiran geopolitik dan geostrategi sebagai dasar suatu konsepsi yang dibuat serta dirumuskan dengan tetap harus memperhatikan konstelasi yang terdapat di sekitar indonesia. Oleh sebab itu dengan adanya wabah COVID-19 ini ancamam ketahanan negara telah berada tepat di depan mata adalah perlambatan dalam ekonomi global karena sebagian besar Negara telah menetapkan aturan pembatasan ruang gerak barang dari luar negeri. Kegiatan ekspor maupun impor terpaksa terhenti. Devisa negara pun ikut menurun. Bencana coivid-19 ini sudah membuat neraca keuangan berbagai negera termasuk indonesia berada dalam kondisi yang tidak sehat. Itu semua karena sebagian dana harus dialokasikan untuk membantu menghadapi virus covid-19 ini. Neraca keungan yang berfokus dengan RAPBN memerlukan penyesuaian. Pada saat-saat seperti ini, kite memerlukan solidaritas seluruh elemen bangsa. Yang harus dilakukan semua negara yaitu sama-sama memusnahkan virus covid-19 ini. Pemerintah juga harus bekerjasama dengan berbagai elemen organisasi seperti  masyarakat sipil, perusahaan, dan juga masyarakat luas mengenai langkah-langkah yang akan diambil pemerintah untuk dilaksanakan bersama. Kata Kunci : KetahananPemerintahNKRI, PandemikCOVID-19

Farida, Siti; Jamilah, Fitrotin; Khotib, Ahmad; Joni, Joni

ABSTRAKIntegrasi adalah penggabungan suatu hal agar menjadi satu kesatuan yang utuh dalam satu tujuan. Pada Globalisasi saat ini, pengembangan teknologi dan era revolusi industry 4.0, sebuah era baru yang menekankan pada pola digital economy,artificial intelligence (kecerdasan buatan), big data, robotic. Dimana era 4.0 merupakan fenomena disruptive innovation. Istilah disruptive innovation dicetuskan pertama kali oleh Clayton M. Christensen dan Joseph Bower; inovasi yang membantu menciptakan pasar baru yang mengubah konsep pekerjaan, struktur pekerjaan, dan kompetensi yang dibutuhkan dunia pekerjaan. Era revolusi industri 4.0 juga mengubah cara pandang tentang pendidikan. Perubahan yang dilakukan tidak hanya sekedar cara mengajar, tetapi jauh lebih esensial, yakni perubahan cara pandang terhadap konsep pendidikan itu sendiri. Pendidikan karakter bukan hal yang baru di Indonesia. Tokoh-tokoh pendidik Indonesia prakemerdekaan, seperti Kartini, Ki Hajar Dewantara, Soekarno Hatta, Moh Natsir sudah memulai apa yang dinamakan pendidikan karakter sebagai semangat pembentukan kepribadian dan identitas bangsa sesuai konteks dan situasi yang terjadi saat itu. Membangun dan mencetak karakter merupakan keprihatinan pokok para tokoh tersebut. Mereka menggagas sebuah bangsa yang memiliki sebuah identitas tersendiri. Ide dan gagasan itu mulai dari hasil pengembaraan dan perantauan mental para pemikir dan cendikiawan. Dari ide dan gagasan itu, muncullah semangat karakter kebangsaan yang harus diperjuangkan dengan perjuangan tanpa akhir sehingga muncullah Negara Indonesia saat ini. Ki Hajar Dewantara misalnya, telah mengajarkan pendidikan karakter melalui praktekpendidikan yang mengusung kompetensi alam murid, bukan dengan perintah paksaan, tetapi dengan tuntunan. Cara mendidik seperti ini lebih dikenal dengan pendekatan among, yang lebih menyentuh pada tataran etika dan perilaku yang tidak terlepas dengan karakter seseorang. Membangun karakter dan watak bangsa melalui pendidikan, mutlak dibutuhkan. Mulai diri sendiri, lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat dengan meneladani para tokoh tersebut.

Tantani binti Longkiad

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Pencarian kebenaran sejati merupakan perjuangan setiap orang yang berpikir khususnya mereka yang “skeptik” terhadap kebenaran-kebenaran iman. Edith Stein yang berpersonalitas sangat keras dengan kemampuan intelektualnya  yang  sangat  tinggi berhadapan  dengan  krisis iman  sejak masih muda. Dia tidak percaya kepada eksistensi Allah sebagai seorang Pribadi. Dia adalah seorang “atheist” yang giat mencari kebenaran melalui ilmu pengetahuan – khususnya lewat fenomenologi yang diajarkan oleh Edmund Husssel. Perjumpaannya dengan beberapa filsuf beriman seperti Max Scheller dan Adolf Reinach telah menimbulkan kerinduannya untuk bertobat dan oleh rahmat Tuhan ia dituntun kepada suatu pengalaman iman ketika membaca buku Riwayat Hidup Teresa dari Avila.