Publication Search

58,296 articles from 461 journals · 1,579 citations tracked

Showing 61-80 of 4,260

Analytics

Arya Lawing Sembiring; Windhu Nugroho; Ardhan Ismail; Henny Magdalena; Agus Winarno

Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan 2026 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

The evaluation of haul road geometry at PT Trubaindo Coal Mining was conducted to ensure that the haul road from the stockroom to the jetty meets applicable technical standards, thereby supporting the smoothness, safety, and efficiency of coal transportation activities. This study aims to analyze the conformity of haul road geometric parameters, including straight road width, curve width, curve radius, cross slope, longitudinal grade, and superelevation, based on the standards of AASHTO 7th Edition and Kepmen 1827 of 2018. The research method employed field measurements using a Terrestrial Laser Scanner (TLS), followed by data processing using Maptek and Surpac software. The obtained data were then compared with the applicable standards to determine the level of conformity of the haul road geometry. Based on field measurements, the average values obtained were 14.99 m for straight road width, 18.45 m for curve width, 0.22 m for cross slope, 6.97% for grade, 223.51 m for curve radius, and 1.40 m for superelevation. Furthermore, based on calculations and analysis referring to AASHTO 7th Edition and Kepmen 1827 of 2018, and considering the largest haulage equipment used (Volvo FMX 480), the ideal haul road geometry values were determined as follows: 13 m for straight road width, 17 m for curve width, 124 m for curve radius, 0.26 m for cross slope, 1 m for superelevation, and 6% for grade based on PT Trubaindo Coal Mining standards.

Danial Y. Husuna; Syarwani Canon; Ardiansyah, Ardiansyah; Meyko Panigoro; Rierind Koniyo

Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aimed to analyze the effect of using interactive PowerPoint media on the learning outcomes of eighth-grade students at SMP Negeri 3 Kabila. The study was motivated by the relatively low student learning outcomes in Social Studies, as indicated by the number of students who had not yet achieved the minimum mastery criteria, as well as the limited use of technology-based instructional media in classroom learning. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The population and sample consisted of 50 eighth-grade students. Data were collected through questionnaires, observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using simple linear regression after the instruments had met validity and reliability requirements and the data were normally distributed. The findings revealed that the use of interactive PowerPoint media had a positive and significant effect on student learning outcomes. This was indicated by a t-value of 6.184, which was higher than the t-table value of 2.008 at a 5 percent significance level. The correlation coefficient of 0.666 indicated a strong relationship, while the coefficient of determination of 0.443 showed that 44.3 percent of the variance in students’ learning outcomes was explained by the use of interactive PowerPoint media. Therefore, interactive PowerPoint media can be considered an effective instructional alternative to support the improvement of student learning outcomes.

Fiqi Nurbaya; Dewi Puspito Sari; Nine Elissa Maharani; Nur Aini

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor lingkungan. Pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak aman berpotensi meningkatkan risiko penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian berjumlah 72 balita yang terdiri dari 36 kasus (stunting) dan 36 kontrol (tidak stunting) dengan perbandingan 1:1. Data dikumpulkan melalui pengukuran status gizi berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur serta wawancara menggunakan kuesioner untuk menilai praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel paparan dan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga belum menerapkan pengelolaan sampah yang aman, dan terdapat hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpotensi berkontribusi terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis lingkungan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

Nine Elissa Maharani; Dewi Puspito Sari; Fiqi Nurbaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Permasalahan sampah memerlukan penangan yang serius, karena jika sampah tidak dikelola dengan baik maka akan menyebabkan masalah estetika, pencemaran bahkan kesehatan penghuni lingkungan tersebut. Pengelolaan sampah di Pasar Telukan yang tak bisa lepas dari sampah hasil kegiatan perdagangan memerlukan penyelesaikan terutama dari pedagang itu sendiri dalam hal sikap dan perilakunya dalam mengelola sampah. Ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana pembuangan sampah juga menjadi faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah di Pasar Telukan di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan kuesioner dalam pengambilan data pada 111 pedagang di Pasar Telukan Sukoharjo.  Teknik sampling dengan menggunakan simple random sampling dan metode analisa data menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, terdapat hubungan positif dan signifikan sikap terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, dan fasilitas sarana prasarana terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Telukan Grogol Sukoharo menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan.

Fiqi Nurbaya; Dewi Puspito Sari; Nine Elissa Maharani; Nur Aini

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor lingkungan. Pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak aman berpotensi meningkatkan risiko penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian berjumlah 72 balita yang terdiri dari 36 kasus (stunting) dan 36 kontrol (tidak stunting) dengan perbandingan 1:1. Data dikumpulkan melalui pengukuran status gizi berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur serta wawancara menggunakan kuesioner untuk menilai praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel paparan dan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga belum menerapkan pengelolaan sampah yang aman, dan terdapat hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpotensi berkontribusi terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis lingkungan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

Nine Elissa Maharani; Dewi Puspito Sari; Fiqi Nurbaya

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Permasalahan sampah memerlukan penangan yang serius, karena jika sampah tidak dikelola dengan baik maka akan menyebabkan masalah estetika, pencemaran bahkan kesehatan penghuni lingkungan tersebut. Pengelolaan sampah di Pasar Telukan yang tak bisa lepas dari sampah hasil kegiatan perdagangan memerlukan penyelesaikan terutama dari pedagang itu sendiri dalam hal sikap dan perilakunya dalam mengelola sampah. Ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana pembuangan sampah juga menjadi faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah di Pasar Telukan di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan kuesioner dalam pengambilan data pada 111 pedagang di Pasar Telukan Sukoharjo.  Teknik sampling dengan menggunakan simple random sampling dan metode analisa data menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, terdapat hubungan positif dan signifikan sikap terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, dan fasilitas sarana prasarana terhadap perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Telukan Grogol Sukoharo menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan.

Syahrul Hidayat; Haniatul Mabruroh

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2026 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study is motivated by the low learning outcomes in Mahfudzat among Grade 2C students at Pondok Pesantren Al-Madani Cikalong, as indicated by an average score of 54.2, which is below the minimum passing standard of 60, as well as low student attention during learning. This study aims to determine the improvement in students’ learning activity and achievement through the implementation of the Team Quiz strategy. The method used is Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and Taggart model, conducted in three cycles using data collection techniques such as observation, interviews, tests, and documentation. The results show that the Team Quiz strategy is effective in improving both student activity and learning outcomes. Learning activity increased from 84% in Cycle I to 96% in Cycle III, while learning achievement improved from 77% (average score 70) to 100% (average score 86). Therefore, the Team Quiz strategy is proven to enhance the quality of Mahfudzat learning. It is recommended that teachers consistently apply this strategy and that schools provide adequate support to optimize the learning process.

Syahrul Hidayat; Haniatul Mabruroh

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2026 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study is motivated by the low learning outcomes in Mahfudzat among Grade 2C students at Pondok Pesantren Al-Madani Cikalong, as indicated by an average score of 54.2, which is below the minimum passing standard of 60, as well as low student attention during learning. This study aims to determine the improvement in students’ learning activity and achievement through the implementation of the Team Quiz strategy. The method used is Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and Taggart model, conducted in three cycles using data collection techniques such as observation, interviews, tests, and documentation. The results show that the Team Quiz strategy is effective in improving both student activity and learning outcomes. Learning activity increased from 84% in Cycle I to 96% in Cycle III, while learning achievement improved from 77% (average score 70) to 100% (average score 86). Therefore, the Team Quiz strategy is proven to enhance the quality of Mahfudzat learning. It is recommended that teachers consistently apply this strategy and that schools provide adequate support to optimize the learning process.

Fiky Maulana Rohman; Putri Dwi Aprilia Nur Khasanah

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstrak. Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan sistem penjualan berbasis online. Meskipun memberi kemudahan, sistem ini juga menimbulkan tantangan baru, khususnya dalam hal pengendalian internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana UMKM di Kota Malang menerapkan pengendalian internal dalam aktivitas penjualan online, dengan fokus pada aspek seperti pengendalian lingkungan, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, komunikasi, dan pemantauan. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara dan observasi, hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM belum menerapkan sistem pengendalian internal secara optimal, terutama dalam dokumentasi transaksi, pemisahan tugas, dan otorisasi pembayaran. Oleh karena itu, disarankan agar UMKM mulai menerapkan prinsip-prinsip dasar pengendalian internal sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan usaha untuk menunjang kelangsungan dan kepercayaan pelanggan dalam kegiatan bisnis online.

Maxtulus Junedy Nababan; Gayus Simarmata

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study was conducted to determine the best log-linear model describing the relationship between gender, sleep duration, extracurricular activities, and student learning outcomes at SMAN 1 Kualuh Hulu. A log-linear analysis approach was used to identify interaction patterns among the variables and evaluate their contribution to student academic performance. The findings showed that the selected model adequately explained the structure of the observed data. A significant three-way interaction was identified between learning outcomes, sleep duration, and gender. The results indicated that insufficient sleep duration had a negative impact on student learning outcomes, and this effect varied by gender. Female students were found to be more vulnerable to decreased academic performance caused by sleep disturbances compared to male students. Meanwhile, extracurricular activities did not demonstrate a significant direct interaction with learning outcomes. This suggests that participation in extracurricular activities was not a major factor influencing differences in academic achievement among students at SMAN 1 Kualuh Hulu.

Afifah Luthfiani; Mamlahatun Buduroh; Syahrial; Silva Tenrisara Pertiwi Isma

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Preferensi bermain anak-anak di era digital cenderung beralih ke permainan digital sehingga permainan tradisional seperti congkak mulai ditinggalkan. Sebagai upaya pelestarian, permainan congkak dialihwahanakan ke bentuk digital, salah satunya melalui aplikasi Congkak di Google Play Store. Namun, congkak digital menghadirkan pengalaman dan aturan bermain yang berbeda dari congkak tradisional yang berdampak pada pewarisan nilai dan fungsi budaya congkak tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik dokumentasi dan observasi partisipatif serta diolah dengan analisis komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Congkak tidak sepenuhnya mewariskan unsur nilai dan fungsi budaya permainan congkak tradisional. Aplikasi Congkak memberikan rasa senang dan bebas serta mewariskan fungsi permainan congkak untuk melatih keuletan, kemampuan berpikir kritis, dan berhitung anak.  Ketika aplikasi dimainkan berdua, unsur nilai yang diwariskan meliputi nilai demokrasi (musyawarah dan kejujuran), nilai sosial (kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, serta menghadapi dan memecahkan masalah), dan nilai kesatria (sportivitas, rendah hati, lapang dada, dan tenggang rasa).  Namun, ketika aplikasi dimainkan sendiri, unsur nilai-nilai tersebut tidak terwariskan. Meskipun inovasi ini relevan dengan era digital, peneliti berharap pengembang dapat memperbarui aplikasi dengan mempertimbangkan pewarisan nilai dan fungsi budaya congkak tradisional. Dengan demikian,  nilai dan fungsi congkak tradisional yang terwariskan bisa lebih banyak.

Thalita Hunafa Adianty; Rifaldini; Silvi Anugrah Wulandari; Madita Putri Utami

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan karena meningkatnya tantangan moral peserta didik di era globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah menengah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan moral peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMK Plus Al-Ghifari. Subjek penelitian meliputi guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen sekolah, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah, dengan dukungan utama berupa kepedulian guru, kerja sama dengan orang tua, serta inisiatif peserta didik. Namun, implementasi masih menghadapi kendala seperti pengaruh lingkungan sosial, keterlibatan keluarga yang belum optimal, ketidakkonsistenan ketegasan pendidik, dan kesulitan adaptasi peserta didik baru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas pendidikan karakter.

Ruth Maya Londong Palayu; Lusia Narsia Amsad; Nazih Sadatul Kahfi

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Literasi membaca merupakan kompetensi dasar yang penting dalam mendukung perkembangan akademik murid sekolah dasar, namun kemampuan membaca pemahaman, khususnya pada tingkat kalimat sederhana, masih menjadi permasalahan di berbagai satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan gerakan literasi membaca pemahaman melalui buku cerita dalam meningkatkan keterampilan membaca kalimat sederhana pada murid kelas III SD Inpres Anduam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas 9 murid kelas III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan membaca kalimat sederhana sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan membaca murid, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 58,22 pada pretest menjadi 78,56 pada posttest (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa gerakan literasi membaca pemahaman berbasis buku cerita efektif dalam membantu murid memahami struktur dan makna kalimat sederhana. Penelitian ini merekomendasikan penerapan gerakan literasi membaca pemahaman secara berkelanjutan sebagai strategi pembelajaran membaca di sekolah dasar.

Putra, Adam Pramugio; Azlin Resiana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini mengkaji tentang Analisis Semiotika Roland Barthes pada Tingkuluak patiak di Nagari Cupak. Latar belakang berlandaskan pada pentingnya pelestarian nilai budaya Minangkabau yang muncul dalam pakaian adat tradisional yakni tingkuluak patiak ditinjau dari segi bentuk, bahan, warna, dan motif sebagai simbol identitas perempuan khususnya bundo kanduang. Tujuannya adalah untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung serta menjelaskan fungsi simboliknya dalam prosesi pernikahan di Nagari Cupak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, disertai dengan catatan lapangan terkait tingkuluak patiak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa denotasi dari tingkuluak patiak merupakan penutup kepala yang digunakan oleh perempuan memiliki bentuk seperti kipas dengan lima lipatan mengembang di sisi kanan dan kiri terbuat dari kain lame kemudian diberi kanji agar tampak kokoh. Secara konotasi berdasarkan pada bentuk lipatan yang ada di tingkuluak patiak mencerminkan simbol identitas masyarakat dengan adanya lima suku yang mendiami wilayah Nagari Cupak. Mitosnya, tingkuluak patiak dimaknai sebagai ideologi yang hidup dalam masyarakat dengan adanya penghormatan terhadap leluhur yang dianggap oleh masyarakat setempat. Tingkuluak patiak digunakan hanya saat menjalani prosesi pernikahan yang berfungsi sebagai penanda status dan kehormatan serta menegaskan peran bagi mande rubiah dan bundo kanduang di Nagari Cupak.

Kustiawardani , Elen; Qoiatul Mafaza, Chelindra; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

PPKn di sekolah dasar berperan penting dalam membentuk karakter dan kesadaran kewarganegaraan peserta didik sejak dini. Namun, dalam praktiknya guru menghadapi berbagai hambatan yang memengaruhi optimalisasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan dan tantangan implementasi pembelajaran PPKn di kelas IV SD Negeri Gaprang 01. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan angket. Data kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas IV dan 18 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berjalan cukup baik dan memperoleh respons positif siswa, khususnya pada aspek sikap dan pemahaman nilai kewarganegaraan. Tantangan utama meliputi penyampaian materi abstrak, perbedaan kemampuan akademik, serta keberagaman latar belakang sosial-ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan media konkret, strategi diferensiasi, serta pendekatan pembelajaran yang adaptif dan inklusif.

Herlina Putri Khawismaya; Muhammad Zihni Naim

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran permainan tradisional dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar di Jawa Tengah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengacu pada tahapan PRISMA yang meliputi identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel. Penelusuran literatur menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan basis data Google Scholar pada rentang tahun 2016-2026, sehingga diperoleh 10 artikel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti engklek, gobak sodor, egrang, bakiak, dan congklak berkontribusi dalam menumbuhkan nilai kerja sama, empati, tanggung jawab, disiplin, ketekunan, serta kemampuan mengendalikan diri. Permainan yang dilakukan secara berkelompok cenderung memperkuat karakter sosial, sedangkan permainan individual lebih menekankan pada pembentukan karakter personal. Temuan-temuan tersebut membuka ruang pengembangan penelitian lanjutan dengan pendekatan metodologis yang lebih beragam serta penguatan integrasi permainan tradisional sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah dasar.

Weka Tyas Puspita; Arina Mufti Ruchana; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa, salah satunya melalui sikap saling menghargai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter siswa melalui pembiasaan sikap saling menghargai di kelas IV SDN 1 Kepanjenlor serta dampaknya terhadap hubungan antar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru dan 18 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah menunjukkan sikap saling menghargai melalui perilaku sopan, saling membantu, dan berbagi dengan teman. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang perlu meningkatkan kemampuan mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

Rostiana, Aneva; Cantika, Cherin Denis Fera; Surayanah

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan memahami pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai upaya meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila pada siswa kelas 5A di SDN 1 Bendogerit Kota Blitar. Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pendidikan karakter berlandaskan Pancasila dalam membentuk generasi berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan globalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara terpusat dan observasi langsung terhadap guru serta proses pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan guru berperan aktif sebagai teladan dalam membentuk nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sopan santun, dan kejujuran siswa. Penguatan nilai Pancasila juga didukung budaya sekolah melalui program pagi rutin dan kegiatan literasi berkelanjutan. Faktor pendukung utama ialah keteladanan guru dan lingkungan yang kondusif, sedangkan tantangan meliputi kebutuhan siswa yang beragam serta keterbatasan sarana digital. This study aims to understand the implementation of Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) as an effort to enhance students’ understanding of Pancasila values among fifth-grade students at SDN 1 Bendogerit, Blitar City. The research is motivated by the importance of character education based on Pancasila in shaping a generation that is virtuous, disciplined, and responsible amid the challenges of globalization. A descriptive qualitative approach was employed, using focused interviews and direct classroom observations involving teachers and the learning process. Data were analyzed through the stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing systematically. The results indicate that teachers play an active role as role models in cultivating students’ values of discipline, responsibility, cooperation, politeness, and honesty. The reinforcement of Pancasila values is also supported by the school culture through regular morning programs and continuous literacy activities. The main supporting factors include teacher exemplarity and a conducive school environment, while challenges involve diverse student needs and limited digital learning facilities. 

Indah Sumandani; Chairul Adhim; Asmawati Asmawati

Jurnal Manajemen Riset Inovasi 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Transformasi digital dalam sistem transaksi ekonomi telah menggeser pola konsumsi masyarakat menuju penggunaan layanan finansial berbasis teknologi yang lebih instan, namun di sisi lain berpotensi memicu perilaku belanja yang tidak rasional. Fenomena ini tampak pada pesatnya adopsi fitur Buy Now Pay Later (BNPL) yang menawarkan fleksibilitas pembayaran tanpa agunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sistem pembayaran Shopee PayLater terhadap perilaku konsumtif mahasiswa STIE Yapis Dompu. Shopee PayLater merupakan inovasi layanan keuangan digital yang memberikan kemudahan transaksi dengan kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data diperoleh melalui kuesioner kepada 94 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Shopee PayLater berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 serta koefisien determinasi sebesar 55,2%, yang menunjukkan kontribusi variabel penggunaan Shopee PayLater terhadap konsumtif mahasiswa. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi penggunaan Shopee PayLater, maka semakin tinggi pula perilaku konsumtif mahasiswa STIE Yapis Dompu.

Masyrofi, Mohammad Iqbal Faza; Lisa Puspita Ariyanto; Meryanalinda Meryanalinda

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Korosi pada material stainless steel dalam lingkungan basa dan temperatur tinggi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi umur pakai peralatan pada sistem netralisasi minyak sawit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur dan kecepatan pengadukan terhadap laju korosi serta membandingkan ketahanan korosi baja tahan karat SS304 dan SS316 dalam larutan NaOH 1 M. Pengujian dilakukan menggunakan metode weight loss berdasarkan standar ASTM G31–72 selama 49 hari dengan variasi temperatur 70°C, 90°C, dan 110°C serta kecepatan pengadukan 100 rpm, 200 rpm, dan 300 rpm. Laju korosi dihitung berdasarkan kehilangan massa spesimen dan dianalisis menggunakan klasifikasi ketahanan korosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur dan kecepatan pengadukan menyebabkan peningkatan laju korosi pada kedua material. Nilai laju korosi tertinggi diperoleh pada SS304 sebesar 0,0247 mm/tahun pada kondisi 110°C dan 300 rpm, sedangkan nilai terendah diperoleh pada SS316 sebesar 0,0124 mm/tahun pada kondisi 70°C dan 100 rpm. Secara umum, SS316 menunjukkan ketahanan korosi yang lebih baik dibandingkan SS304 karena kemampuan mempertahankan lapisan pasif yang lebih tinggi. Berdasarkan klasifikasi ketahanan korosi, sebagian besar kondisi pengujian berada pada kategori sangat baik sehingga kedua material masih layak digunakan pada sistem netralisasi minyak sawit, dengan SS316 lebih direkomendasikan untuk kondisi operasi yang lebih agresif.