Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 641-660 of 665

Analytics

Kodir, Kodir; Margiyati Margiyati

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pola penyakit mengalami transisi epidemilogi yang awalnya didominasi oleh penyakit menular berubah menjadi penyakit tidak menular (PTM). WHO melaporkan tahun 2013 PTM merupakan penyebab utama kematian di dunia. Data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah tahun 2017 juga menyebutkan 55,76 % PTM didominasi penyakit hipertensi, peringkat ke dua diduduki Diabetes Melitus sebesar 20,57% dan sisanya PTM lainnya. Tingginya kejadian PTM ini disebabkan oleh pola hidup masyarakat yang kurang sehat, sehingga pemerintah melaksanakan tindakan pengendalian PTM dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan  paradigma  sehat  melalui  GERMAS.     GERMAS  merupakan gerakan nasional yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, dengan cara 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin. Deteksi dini PTM melalui pemeriksaan kesehatan rutin merupakan salah satu upaya pengendalian PTM yang perlu digencarkan  untuk  mencegah  timbulnya  penyakit  yang  lebih  lanjut  karena  tidak semua penyakit mempunyai gejala yang jelas dan baru diketahui setelah pemeriksaan kesehatan. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan dan tempat pemeriksaan kesehatan yang kurang strategis menjadikan masyarakat   enggan   memeriksakan   diri   sehingga   memicu   peningkatan   PTM. Intervensi keperawatan yang disusun untuk mengatasi masalah pemeliharaan kesehatan  tidak  efektif  di  atas  antara  lain  melalui  pelaksaaan  “Pemeriksaan Kesehatan   untuk   Deteksi   Dini   PTM   sebagai   Upaya   Mewujudkan   Program GERMAS” oleh Tim Pengabdian Masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro.

Rahmanti, Ainnur; Margiyati Margiyati; Merid Lechan TC; M. Ilham Hidayatullah; Nadea Bunga Apriliae +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) memiliki tujuan untuk memandirikan seluruh komponen di sekolah untuk melakukan pencegahan dan penanganan dini pada maslah- masalah kesehatan yang mucul saat disekolah. Pada MI Nashrul Fajar Kelurahan Meteseh sudah terdapat lembaga UKS yang disediakan pihak sekolah, namun belum berjalan dan dikelola dengan baik. Hasil observasi didapatkan minimnya kegiatan di UKS maupun belum terdapatnya petugas kesehatan yang terlatih / dokter kecil di sekolah tersebut. Oleh karena itu untuk mengatasi maslah tersebut melalui musyawarah warga sekolah diputuskan untuk menggerakkan kembali kegiatan di UKS dan melatih dokter kecil. Dukungan dari semua pihak terkait dibutuhkan untuk keberlangsungan pengelolaan, pembinaan dan pengembangan UKS. Program dokter kecil merupakan upaya pendekatan edukatif dalam rangka mewujudkan perilaku sehat antara lain perilaku kebersihan perorangan, dimana anak didik dilibatkan dan diaktifkan sebagai pelaksananya. Tujuan dokter kecil meningkatkan partisipasi siswa dalam program UKS, agar siswa dapat menjadi penggerak perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah, di rumah dan dilingkungannya dan siswa dapat menolong dirinya sendiri, sesama siswa dan orang lain untuk hidup sehat.

Novita Wulan Sari; Margiyati; Arya Adi Cahyono; Doni Eko Setiawan; Grenada Nabella Putri +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Hipertensi merupakan penyakit yang sering ditemukan pada lansia dengan umur di atas 60 tahun. Hipertensi terjadi dikarenakan kekakuan pada arteri hingga akhirnya tekanan darah cenderung tinggi. Populasi orang dewasa di dunia sekitar 25% terkena hipertensi  dan  akan  cenderung  meningkat  29% pada tahun  2025. Prevalensi hipertensi bahkan lebih tinggi di beberapa negara berkembang. Kurangnya kepedulian warga serta ketidakmauan lansia dalam memeriksakan tekanan   darahnya   membuat   sebagian   besar   lansia   tidak   menyadari   betapa pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara dini. Data pengkajian di RW XVIII Kelurahan Meteseh menunjukkan bahwa lansia di daerah tersebut kurang kesadaran dalam memeriksakan tekanan darahnya. Data laian menunjukkan bahwa beberapa lansia  di  wilayah  tersebut  masih  mengkonsumsi  makanan  tinggi  lemak,  asin, kurang aktivitas. Beberapa lansia juga mengalami obesitas serta stress. Intervensi keperawatan dilaksanakan untuk mengatasi masalah defisiensi kesehatan komunitas lansia di atas diantaranya melalui kegiatan “Kombinasi Self-Help Group (SHG) dan Self-Hypnosis dalam Perawatan Hipertensi pada Lansia” oleh Tim Pengabdian Masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro.    

Emirensiana Mamo Sele; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Menyampaikan pelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) kepada anak tunanetra bukanlah suatu hal yang mudah.  Guru yang kompeten dan mumpuni dalam mengatasi anak berkebutuhan khusus seperti kelompok difabel tunanetra. Penelitian dengan judul peran guru Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Luar Biasa (SLB-A) Karya Murni Medan, dilakukan dengan tujuan  untuk mengetahui bagaimana peran guru  Agama Katolik di sekolah luar biasa (SLB) Karya Murni Medan dalam memberikan pejalaran Agama Katolik kepada murid penyandang tunanetra.              Dalam penelitian ini,  Peneliti  menggunakan teknik analisisi deskriptif kualitatif dengan metode wawancara, yang mana melibatkan pihak sekolah,yaitu: Kepala Sekolah, guru pendidikan Agama Katolik dua orang, rekan guru Agama Katolik dua orang dan murid difabel tunanetra enam orang. Data yang diperoleh dengan menggunakan teknik analisis data yaitu : wawancara, observasi dan dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi, percakapan dengan informan, profil informan , penentuan tema, implikasi, sintesis, dan prospek atau kemungkinan yang akan terjadi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Luar Biasa Karya Murni Medan sangatlah dibutuhkan.             Guru Pendidikan Agama Katolik memiliki peran yang penting sekaligus tanggung jawab yang besar untuk mengenalkan Yesus Kristus dan Ajaran Iman Katolik kepada para murid difabel tunanetra. Tanggung jawab yang berat ini dikarenakan Sekolah Luar Biasa Karya Murni Medan menggunakan kurikulum pendidikan 2013, yang  diperuntukan lembaga pendidikan umum, sehingga guru Pendidikan Agama Katolik Sekolah Luar Biasa  Karya Murni Medan harus menterjemahkan terlebih dahulu kedalam huruf braile. Tidak hanya itu sarana dan prasarana yang tidak memadai menjadi kesulitan tersendiri bagi guru Pendidikan Agama Katolik ditambah lagi para guru harus menghadappi beberapa murid dengan IQ dibawah rata-rata. Namun terlepas dari semua itu guru Pendidikan Agama Katolik Sekolah Luar Biasa Karya Murni Medan sudah menunjukkan perannya dalam mentransferkan ilmu pendidikan  kepada murid tunanetra di Sekolah Luar Biasa Karya Murni Medan.

Anita Trisiana, Dela Ayu Kaswadi, Eko Wulandari &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Kedudukan manusia sebagai makhluk sosial, mempunyai arti bahwa manusiatidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Sedangkan kedudukan manusiasebagai makhluk berbudaya memiliki arti bahwa manusia diberi budi pekerti dan akalpikiran untuk menciptakan suatu budaya. Dalam hal ini, agar terciptanya keserasian darikedua aspek tersebut perlu adanya komunikasi ataupun interaksi antar sosial budaya.Karena manusia diciptakan dengan budayanya masing-masing dan lingkungan sosialyang berbeda-beda. Komunikasi antar sosial budaya ini sangat penting, karenatujuannya adalah untuk mengatasi perbedaan budaya dan lingkungan sosial. Karenapada saat kita berinteraksi dengan orang lain pasti melibatkan orang yang berbeda latarbelakang sosial dan budaya tidak hanya itu saja komunikasi sosial budaya ini jugabertujuan untuk mempelajari nilai-nilai sosial budaya seseorang yang sedangberinteraksi dengan kita. Namun, dalam komunikasi perlu adanya norma atau nilaisosial budaya. Hal ini bermaksud agar pada saat berkomunikasi seseorang memilikipedoman atau aturan agar tidak menyimpang atau bahkan menyinggung seseorang yangterlibat dalam interaksi tersebut karena adanya perbedaan latar belakang antara sosialbudaya. Seiring berjalannya waktu, saat ini komunikasi mulai melibatkan interaksiorang-orang yang berbeda tingkat modernitasnya. Perkembangan teknologi komunikasiberkembang sangat pesat di era globalisasi saat ini. Tidak menutup kemungkinan akanterjadi permasalahan baru yang timbul akibat dari globalisasi tersebut, misalnya akanadanya perubahan unsur kebudayaan yang sangat cepat, tidak sesuainya unsur yangsaling berbeda sehingga menimbulkan ketidakserasian kehidupan sosial untukmemecahkan permasalahan tersebut perlu adanya penyesuaian terhadap perubahanunsur budaya agar tercipta keserasian dalam kehidupan sosial.Kata kunci: Komunikasi, Sosial budaya, Globalisasi.

A. Roedy Koesdyantho, Lydia Ersta Kusumaningtyas &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

The title of this devotion is "Tutoring to overcome learning difficulties" the guidance of learning is part of the guidance and counseling that has the purpose of guiding the child in order to achieve optimum learning achievement (according to his ability), especially for children who have learning difficulties or those whose value is ugly even though the IQ is not low. Parents and teachers are expected to be mentors for children who like it. However, not all parents and teachers can become mentors to children who are having difficulty learning it well. They need to know what they can do to overcome / guide the child in order to perform optimally. To overcome this it is necessary to have additional knowledge and understanding of learning guidance. The target audience in this devotion program is Non-Productive Society of teachers and parents of kindergarten Lakshmi 7 Surakarta. They need to be given additional knowledge because the kindergarten teacher Lakshmi 7 does not have S1 background but Lakshmi 7 kindergarten teacher only from SMK, so the knowledge about guidance and counseling that should be given to the child is not found in school and not understood at all. so also with the parents of students who only average background of high school graduates they also understand the Guidance and Counseling that should be given also for Children. So that both at school and home children do not get guidance as it should be. While the method used in this devotion is Lecture / counseling and discussion and training. In this case, counseling is deemed best suited to increase their knowledge and understanding of counseling and guidance for children. As the evaluation is used questionnaires and discussions to explore their implementation in the field after counseling. The results of this dedication of parents and teachers to understand the importance of tutoring for children overcome learning difficulties. While the results of training as a guide in learning obtained 77.8% (21 Parents and teachers) can carry out its role as a mentor learning for children. So it can be concluded that the implementation of the devotion of learning guidance to overcome learning difficulties in parents and teachers Kindergarten Lakshmi 7 Turisari Surakarta successful. This can be evidenced from the results of the training that was attended by 27 people already able to be a mentor of 21 people.Keywords: Counseling, Guidance learn to overcome learning difficulties, teachers and parents.

Tafonao, Talizaro

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2018 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Perkembangan teknologi yang semakin canggih menjadi sarana penting untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih efektif dan efesien. Namun di balik itu menjadi tuntutan besar bagi para dosen/guru untuk mengembangkan kemampuan dalam menguasai teknologi dan media pembelajaran. Peranan media pembelajaran dalam proses belajar dan mengajar sangat penting dilaksanakan oleh para pendidik saat ini, karena peranan media pembelajaran dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pengirim kepada penerima dan melalui media pembelajaran juga dapat membantu peserta didik untuk menjelaskan sesuatu yang disampaikan oleh pendidik. Oleh karena itu, dosen/guru dituntut untuk menggunakan media di dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, melalui media pembelajaran dapat membuat proses belajar mengajar lebihefektif dan efesien serta terjalin hubungan baik antara guru dengan peserta didik. Selain itu, media dapat berperan untuk mengatasi kebosanan dalam belajar di kelas. Jadi media pembelajaran adalah salah satu metode dalam mengatasi segala macam persoalan dalam mengajar, bukan saja mengatasi persoalan, namun media pemberi pembelajaran memberi berbagai informasi yang koprehensip kepada peserata didik. Kata-kata kunci: media pembelajaran, minat belajar mahasiswa

Retno Susanti, Suprihatmi SW

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bisnis ritel banyak diminati masyarakat Surakarta untuk dikembangkan karena tidak membutuhkan sumber daya yang materiil. Demikian halnya di Kalurahan Nusukan, sebagian masyarakat mempunyai mata pencaharian sebagai pedagang ritel dengan jenis usaha beragam seperti pedagang kelontong, makanan, sembako, pakaian, dan sebagainya. Namun pada kenyataannya usaha ritel di Cangakan Kalurahan Nusukan belum dapat berkembang dengan baik. Hal ini disebabkan pengusaha dalam memulai usahanya tanpa bekal pengetahuan yang cukup. Aspek pemasaran dan keuangan belum diterapkan dngan baik. Target penyuluhan adalah pengusaha bisnis ritel di Cangakan Kalurahan Nusukan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Metode yang digunakan dalam mengatasi masalah pengusaha bisnis ritel di Cangakan adalah penyuluhan sistim pemasaran dan penyuluhan sistem pengelolaan keuangan. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan usaha pada aspek pemasaran dan keuangan serta peningkatan laba usaha.Kata kunci : Pemasaran, Keuangan, Laba.

Ernadewi Kartika Sari, Riyani

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Karang Taruna Eka Karya yang beralamat di desa Slametan RT 10, RW 04, Gatak, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah. Waktu pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dari tanggal 13 Oktober sampai 15 Oktober 2017. Pengabdian ini dengan berlandaskan pada sebuah penyadaran akan pentingnya sumber daya manusia yang berpotensi untuk masa depan yang lebih baik. Dengan adanya manusia sebagai sumber daya yang sangat berpotensi, maka dari itu, penting adanya sebuah peningkatan ilmu pengetahuan terutama bahasa. Hal itu akan mendampingi mereka dalam proses modernisasi yang semakin banyak membutuhkan pemahaman dan pengertian yang lebih. Penting bagi mereka untuk mendapatkan ilmu bahasa untuk menghadapi modernisasi yang semakin maju. Beberapa permasalahan yang dihadapi para pembelajar bahasa adalah pemikiran bahwa belajar bahasa asing sukar dan membosankan. Bagi mereka yang telah bekerja, belajar bahasa asing dengan mendatangi lembaga bimbingan belajar juga kurang fleksibel waktunya, di masyarakat belum terdapat platform interaktif sebagai media pembelajaran, biaya yang mahal serta beberapa permasalahan lain yang banyak dihadapi oleh pembelajar bahasa. Untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut maka aplikasi mobile untuk belajar Bahasa khususnya bahasa Inggris hadir untuk menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin belajar bahasa asing dengan cara yang lebih efektif, efisien dan fleksibel dalam masalah waktu. Para pembelajar bahasa juga dapat belajar bahasa asing dimanapun dan kapan saja mereka suka. Dengan hadirnya Aplikasi mobile tersebut, maka diharapkan akan banyak masyarakat Indonesia baik di kota dan pedesaan yang mampu menguasai bahasa asing dengan cara yang mudah dan menyenangkan.Kata Kunci : Digital Lietarcy, Aplikasi Belajar Bahasa di smarthpone

Alwi Suddin, Y. Djoko Suseno

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Penataan tempat UKM khususnya terus diupayakan oleh pemda berkaitan dengan pengelolaan yang semakin profesional. Pada kondisi saat ini tempat UKM mengalami perkembangan yang cukup signifikan dilihat dari jumlah pengunjung yang datang setiap tahunnya mengalami kenaikan. Dampak dari perkembangan UKM tersebut mengakibatkan semakin banyaknya kelompok Pedagang kecil yang ada di Terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo. Metode pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di kelompok Pedagang Kaki Lima di Lingkungan terminal Ngabeyan Kartasura Sukoharjo adalah dengan memberikan solusi alternatif meliputi: (1) Penyuluhan sistem pengelolaan manajemen usaha kecil. (2) Penyuluhan sistem pemasaran dan promosi produk. (3) Penyuluhan sistem pengelolaan keuangan. Hasil yang dicapai : (1) Dengan adanya optimalisasi peran dan lembaga perbankan, persyaratan dan prosedur yang ditetapkan oleh lembaga penyalur kredit. (2) Keberhasilan penerapan dan pengelolaan usah kecil (pedaang tahu asongan), Nampak meningkatkan jumlah usaha kecil lain semakin bertambah menjadi usaha yang lebih baik. (3) Dengan keberhasilan dari pendekatan akan meningkatkan jumlah usaha kecil yang memperoleh kepercayaan mengelola kredit modal usaha dan mampu beroperasi secara bisnis (saling menguntungkan). (4) Usaha kecil sebagai kelompok pedagang dengan skala usaha dan berperan usaha kecil dalam penyerapan tenaga kerja selatif besar, sehingga pengembangan usaha tersebut merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. (5) Dalam rangka lebih mengembangkan usaha kecil, maka strategi yang dapat dilakukan usaha kecil adalah mengoptimalkan peran penyuluhan dan pendampingan dalam membina dan melakukan pendampingan para usaha kecil

Putro, Eko Adi

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

There are symptoms of children in Alif Tsalatsa Surakarta experienced communication apprehension from the counseling interview conducted by the author to some children in the boarding school is a number of children when chatting with friends, as if the conversation is cornered him and then away from the crowd and choose alone when his friend was just joking. In addition one of the children said that if communicating with his friend even if it was just a casual conversation he felt confused to position himself, if gathered together in a small group between lodgers look worried, depressed from the sweaty hands, and nervous looking confused in starting the conversation and was afraid the topic was unattractive. In addition, if there is a problem with his friend, the student does not dare to express his heart. He prefers silence because when spoken of he is afraid of tipping the problem and afraid if the child is abandoned his friends.The training of group guidance services is able to cope with communication apprehension (In Children In Alif Tsalatsa Surakarta). Method of Implementation in this community service activities is with the provision of services group guidance. by using the game in this activity is in every meeting will discuss the topic of the task of the theme of communication in the process of its activities inserted game put forward by Suwarjo and Eliasa are: a) chain word; b) Our Picture; c) Trips of the Three Disabled; d) Continue my story; e) Standing Together. The Meaning of the Game has to do with the theme presented.Key Words ; Group Guidance, Communication Apprehension

Kusjuniati, Kusjuniati

Penanganan wanprestasi nasabah perbankan syariah dapat dilakukan dengan cara menghindari wanprestasi nasabah pembiayaan melalui prudential banking dengan penerapan character, collateral, capacity, capital dan condition serta penerapan asas akad dalam Islam yaitu asas ilahiyah , asas al-hurriyah, asas al-musawah, asas al-‘adalah, al-ridha, ash-shidq dan al-kitabah. Sedangkan cara mengatasi wanprestasi  nasabah pembiayaan adalah dengan cara melakukan restrukturisasi melalui rescheduling, reconditioning dan restructuring serta fatwa Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia.

Ekawati, Noor Emmy

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2018 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fisika melalui model pembelajaran PBL kelas IX-G MTs Negeri Magelang. Siswa di kelas IX-G masih belum bisa memecahkan suatu masalah fisika secara sistematis, mereka belajar dengan hafalan, sehingga menyebabkan kemampuan pemecahan masalah masih rendah. Oleh karena itu diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat membanngkitkan siswa dalam mengatasi suatu masalah, yaitu dengan model Problem Based Learning (PBL). Pembelajaran Problem Based Learning merupakan pembelajaran yang diperoleh melalui proses menuju pemahaman akan resolusi suatu masalah. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX-G MTs Negeri Magelang semester gasal tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 36 siswa. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak dua siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar perangkat pembelajaran, lembar tes evaluasi, dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Analisis data yang digunakan dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian tindakan kelas (PTK) yang telah diuraikan, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah kelistrikan pada siswa kelas IX-G MTs Negeri Magelang. Hal tersebut dibuktikan dengan persentase ketuntasan belajar siswa yaitu sebelum diberi tindakan ke siklus 1 terjadi peningkatan 28%, peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 34%, dan peningkatan dari pra siklus sampai ke siklus II sebesar 62 %.Kata Kunci: fisika, kemampuan pemecahan masalah, problem based learning

Lusiana, Veronica

Dinamik 2014 Universitas Stikubank

Berkas digital (file) yang disimpan hasil dari proses kompresi biasanya akan berbentuk raw data, informasi pendukung mengenai berkas tersebut yang biasa dikenal dengan meta data ikut diproses juga. Informasi meta data ini menjadi hilang, hal ini disebabkan proses kompresi pada berkas akan dikerjakan mulai dari karakter awal data sampai dengan karakter terakhir data (end of file). Untuk mengatasi hal tersebut maka akan dicoba untuk membuat berkas pendamping dari berkas yang dikompresi. Berkas pendamping ini disimpan dalam bentuk data XML (Extensible Markup Language). Format XML adalah baku namun dapat didefinisikan secara fleksibel sesuai dengan keinginan pengguna. XML dapat mendeskripsikan isi berkas itu sendiri dan sekaligus berfungsi sebagai meta data. Pada penelitian ini akan menggunakan algoritma kompresi data Shannon-Fano. Algoritma ini memiliki karakteristik lossless compression yang bekerja berdasarkan frekuensi kemunculan karakter pada berkas untuk menyusun kode baru menggantikan kode ASCII. Kode baru ini digunakan untuk menyusun berkas terkompresi. Data yang digunakan adalah berkas citra digital. Penelitian ini akan membuat kamus data kode Shannon-Fano yang digunakan untuk proses kompresi berkas citra dan membuat struktur dokumen XML untuk menyimpan informasi (meta data) milik berkas citra tersebut.   Kata kunci: kompresi citra, kode ASCII, Shannon-Fano, XML, lossless compression

Husen, Abrar

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2014 Institut Teknologi Indonesia

Karena penjadwalan waktu yang direncanakan tidak ideal seperti yang diharapkan, durasi proyekndapat menyebabkan tidak sesuai rencana sehingga akan terjadi keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Pertambahan durasi proyek selain dapat menyebabkan bertambahnya biaya proyek, juga akan mempengaruhi tingkat kepercayaan pemilik proyek terhadap kontraktor pelaksana serta malahan berakibat buruk dengan adanya denda atau pemutusan kontrak sepihak. Ada beberapa cara dalam mengatasi keterlambatan proyek, salah satunya adalah duration-cost trade off yaitu dengan melakukan pertukaran silang biaya yang dikompensasikan dengan penambahan tenaga kerja atau jumlah peralatan serta mempercepat ketersediaan material sehingga beberapa kegiatan dapat lebih cepat dari waktu normalnya. Dari contoh kasus yang diteliti yaitu dengan menghitung nilai cost slope masing-masing kegiatan terhadap biaya dan waktu keadaan normal dan keadaan crash program terhadap kegiatan-kegiatan kritis, dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan biaya langsung saja terjadi kenaikkan dari $128.070 menjadi $129.070 atau terjadi kenaikkan 0.78% dari biaya normal dengan durasi proyek berkurang menjadi 8 hari dari 11 hari. Sedangkan bila dilihat dari total biaya proyek yang terdiri dari biaya langsung, tidak langsung serta bonus, jumlah minimal yang harus dikeluarkan untuk program duration-cost trade off ini adalah sebesar $133.420 dengan pemendekan durasi proyek dari 11 hari menjadi 7 hari.Kata Kunci: biaya langsung, biaya tidak langsung, duration-cost trade off, keterlambatan proyek

Suharini, Yustina Sri

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2014 Institut Teknologi Indonesia

Pengujian perangkat lunak merupakan aktivitas yang dilakukan untuk menambah kepercayaan pengembang dan pengguna terhadap perangkat lunak yang diuji. Salah satu cara menguji adalah dengan memberikan sederetan kasus uji sebagai masukan program, lalu mengamati apakah program berperilaku seperti yang telah diprediksikan. Terdapat banyak kasus di mana keluaran yang diharapkan tidak diketahui di awal, yang dikenal sebagai persoalan oracle. Pengujian dengan cara mutasi merupakan sebuah pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut. Ide dasarnya adalah jika parameter-parameter dalam kode program diubah, maka perilaku program juga akan berubah. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengetahui rasio atau derajat kemampuan relasi-relasi metamorfik dalam menemukan kesalahan pada program yang diuji. Penelitian dilakukan dengan metoda eksperimental. Untuk keperluan penelitian, digunakan empat kelompok relasi metamorfik, 1023 gambar sebagai kasus uji, dan tiga puluh mutan untuk setiap relasi. Perangkat lunak yang digunakan sebagai obyek yang diuji adalah JPEG-2000 encoder/decoder buatan Michael D. Adams.Kata Kunci : pengujian mutasi, persoalan oracle, relasi metamorfik, mutan

Sutanto, Felix Andreas

Dinamik 2012 Universitas Stikubank

Microsoft sebagai pengembang software terbesar saat ini tentu saja sangat memperdulikan keamanan softwarenya. Ada beberapa Microsoft Management Tools untuk mengatasi vulnerability, namun banyak orang yang tidak mengetahui bagaimana cara mengimplementasikannya. Salah satunya adalah penerapan Patch Management untuk membuat komputer lebih aman. Cara ini adalah cara yang paling mudah untuk diterapkan, hanya saja beberapa pengguna komputer tidak menghiraukannya.

Kusumo, Bambang Ali

Wacana Hukum 2012 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

Abstract : The problems of criminal law enforcement lies in the function of  supervision in the management of the criminal justice system and civil law Cultur. The effort needs to be done with the oversight function of the Supreme Court beguile wider, not only include the supervision of the court process but also the supervision of the overall process of criminal law enforcement. In addition, in order to realize justice in society in the culture of civil law need to use a broad interpretation and is always carried out reform of criminal law (legalreform). Key words: oversight function, Cultur civil law

Anwar, Sariyun Naja

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Penelitian ini ingin menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung Kematangan TeknologiInformasi (TI) dan Kinerja Sistem Informasi (SI) terhadap Kemanfaatan Teknologi Informasi padaKelurahan-kelurahan di Kodia Semarang. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagikelurahan dalam penambahan investasi dalam bidang teknologi informasi. Responden penelitian ini adalahpengelola informasi pada masing-masing kelurahan di Semarang. Penelitian ini menggunakan metodesurvei dengan 104 sampel. Analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM) dengantwo step approach. Pendekatan two step digunakan untuk mengatasi masalah tidak sebandingnya rasioantara jumlah butir instrumen yang digunakan dengan sampel yang tersedia (Hart Line dan ferrel, 1996)dan untuk menghindari interaksi model pengukuran dan model struktural (Hair, et al, 1988). Hasil analisismenunjukkan bahwa kematangan teknologi informasi tidak berpengaruh secara langsung (tidak signifikandan negatif) terhadap kemanfaatan TI (H1). Kinerja SI berpengaruh positif dan signifikan terhadapkemanfaatan TI (H2). Demikian pula pada kemanfaatan TI tidak berpengaruh terhadap kinerja sisteminformasi (H3).

Supriyanto, Aji

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Banyak  organisasi  yang memanfaatkan  perangkat  teknologi  informasi  berbasis  jaringan  baik local maupun  global  untuk mendukung  tujuan pengembangan  organisasinya. Namun  banyak  yang  tanpa disadari mengimplementasikan  sistem  jaringan  computer  tersebut  tanpa  dibarengi  dan  diimbangi  dengan sistem keamanan yang memadai sesuai dengan standar keamanan yang berlaku. Hal itu dikarenakan karena banyak  yang  tidak  menggunakan  prinsip­prinsip  pengamanan  sesuai  standar,  dan  dalam mengimplementasikan tidak melalui tahap siklus hidup keamanan informasi. Untuk mengatasi kendala itu, maka  dari  itu  sebuah  organisasi  harus  memiliki  patokan  atau  standar  baku  untuk  menerapkan  sistem keamanan  sesuai  dengan  prinsip  standar  seperti  yang  dikeluarkan  oleh NIST.  Selain  itu  sangat  penting sekali  diperlukan  komitmen  implementasi  keamanan,  dengan  cara  menerapkan  sesuai  siklus  hidup keamanan informasi oleh para user, system engineer, spesialis IT, manajer program dan petugas keamanan informasi.