Publication Search

70,604 articles from 612 journals · 1,760 citations tracked

Showing 601-620 of 628

Analytics

Junedi, Junedi; Suprihatin, Suprihatin; Mukh Nursikin

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Tujuan..penelitian..ini..adalah..untuk..mengetahui..proses..pelaksanaan Inovasi kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an dalam meningkatkan hasil pembelajaran qur’an hadits. untuk mengetahui dampak penerapan kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an dalam meningkatkan hasil pembelajaran qur’an hadits. untuk mengetahui dan mengungkapkan faktor pendukung dan penghambat serta solusi Inovasi kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an dalam meningkatkan hasil pembelajaran qur’an hadits. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif artinya peneliti mendeskripsikan kenyataan di lapangan secara benar. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai human instrumen dengan menggunakan pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Inovasi kurikulum muatan lokal dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu tahap persiapan kegiatan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan menutup kegiatan pembelajaran namun belum maksimal. Faktor pendukung yang melandasi dan menyemangati Inovasi kurikulum muatan lokal adalah landasan Yuridis Formal, sarana dan prasarana dan pendanaan. Implikasi dalam penelitian ini adalah, jika pengInovasian kurikulum muatan lokal tahfidzul qur’an dapat meningkatkan hasil pembelajaran qur’an hadits di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1Boyolali, maka diharapkan kepada semua guru dan stakeholder dapat bekerja sama dalam memberikan semangat serta motivasi dan ruang gerak yang luas kepada guru muatan lokal tahfidzul qur’an dalam menerapkan aturan-aturan yang relevan.

Gita Safitri; Romanus Romas; Silvester Adinuhgra; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi Ini Berjudul Musik Liturgi Inkulturasi Dayak Sebagai Pendekatan Pastoral Dalam Meningkatkan Partisipasi Umat Katedral Santa Maria Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran partisipasi umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya, peran musik liturgi inkulturasi Dayak dalam perayaan liturgi, dan implikasi dari musik liturgi inkulturasi Dayak. Melalui studi ini diharapkan agar umat yang bersuku Dayak maupun yang bukan bersuku Dayak dapat berpartisipasi secara penuh, aktif, dan  sadar dalam bernyanyi sesuai dengan  hakikat liturgi yang dituntut oleh liturgi dalam dokumen Sacrosanctum Concilium art. 14. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada  bulan  Mei  2021  di  Paroki  Katedral  Santa  Maria  Palangka  Raya.  Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari Pastor Paroki, Suster, Katekis, dan Umat. Teknik analisa data menggunakan teori Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, kurangnya partisipasi umat dalam bernyanyi pada saat perayaan liturgi. Gejala yang nampak atas permasalah tersebut adalah kurangnya keterlibatan umat dalam latihan koor. Kehadiran musik inkulturasi Dayak yang diupayakan Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam menanggapi permasalahan tersebut membuat umat berpartisipasi aktif dalam bernyanyi. Peran dari musik liturgi inkulturasi Dayak membantu umat mengungkapkan iman dengan penuh kerendahan hati melalui budayanya, membantu umat semakin mencintai dirinya, sesama, budaya dan Penciptanya. Implikasi musik inkulturasi Dayak sebagai pendekatan pastoral di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya  adalah  Universalitas Gereja Katolik atau Kesatuan dalam Gereja Katolik walaupun berbeda Suku dan Budaya melalui Allah Tri Tunggal. Simpulan dari  penelitian ini  adalah kurang partisipasi umat  Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya dalam bernyanyi. Tujuannya adalah melalui perayaan liturgi dan musik inkulturasi Dayak, umat dapat merasakan kehadiran Allah secara lebih sederhana.

Echi Amianu; Agnes Angi Dian Winei; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Kalimantan merupakan wilayah multikultur dengan integrasi alam, sehingga selalu berkoneksi dengan kosmos secara natural. Dengan naluri sebagai homo-religio , masyarakat Kalimantan menjadikan alam sebagai mediasi untuk menghadirkan suatu transenden secara khusus pada unsur metakosmis lokal yang secara peyoratif disebut Animisme. Salah satu Sample dari animisme ini ialah Keramat Abeh Desa Dayu dalam ritual miwit Abeh, dimana masyarakat dayak ma’anyan orisinal desa Dayu meyakini adikuasa dari leluhur ini secara historik maupun empirik. Namun kehadiran soteria kristiani juga menjamah Penduduk , sehingga banyak generasi yang lahir dengan budaya dan dibesarkan oleh agama. Kerap kali generasi baru yang masih memiliki perspektif yang picik dan tendensius ,mengangap bahwa ritual animisme merupakan hal yang tabu, begitu pula sebaliknya mereka yang dibesarkan oleh budaya juga mengangap kristiani hanya sarana yang sama tampa keistimewaan. Dari sini terjadilah ambivalensi dan kebimbangan dalam memandang Tradisi budaya dan tidak jarang terjadi ketimpangan dalam porsi kehidupan berbudaya dan beragama karena sempitnya wawasan lokal. Penelitian ini ditujukan untuk melihat (1) Bagaimana pandangan kristianitas terhadap ritual animisme lokal dan pandangan budaya ritual animisme terhadap agama kristianitas ,(2)  Bagaimana enkulturasi Gereja dalam memahami dan membawa diri secara tepat dalam ritual animisme tampa pergesekan. Data diperoleh melalui wawancara , observasi dan studi literatur. Hasil penilitian (1) perspektif  kristiani dan kultural menunjukan tidak ada deviasi antara kedua aspek ini mereka memiliki kesamaan rupa meskipun tersusun oleh perbedaan konseptis, ( 2 ) Jalan untuk saling memahami dan belajar ialah melalui kompleksitas dialektik yang ekstensif diiringi dengan implikasi moralitas dalam tindakan itulah kemasan dalam  Enkulturasi Iman terhadap animisme.

Rusdi, Moh; Jumari, Jumari; Hidayat, Tauhid

Jurnal Faidatuna 2022 STAI Denpasar Bali

Counseling guidance is a relief effort given to students in order to obtain self-concept and self- confidence, to be used by students in fixing problems that exist in students. The purpose of this research is to find out 1) How is the implementation of counseling guidance program at MI Bina Ihsan Mulia Badung 2019/2020 Learning Year, 2) How is the student discipline in MI Bina Ihsan Mulia Badung 2019/2020 Learning Year, 3) How is the implementation of the guidance program counseling in improving discipline in MI Bina Ihsan Mulia Badung 2019/2020 Academic Year? The type of research uses a qualitative approach that is descriptive. Resource persons in this study are the principal, class teacher, student field. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. Data analysis is performed interactively, starting from data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of the application of counseling guidance in MI Bina Ihsan Mulia Badung conducted by the homeroom teacher, subject teacher, and school principal. The counseling guidance program in MI Bina Ihsan Mulia Badung is provided with an information service orientation service for individual counseling services for mediation services.

Sarwo Nugroho; Sarwo Nugroho; Agus Waryanto

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2022 UNIVERSITAS STEKOM

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat terlibat dengan seni di era selfie, perangkat digital, dan media sosial. Ini mengkaji pengalaman penonton pameran seni, di mana pengunjung didorong untuk menggunakan media sosial untuk berbagi pengalaman seni mereka, untuk memahami bagaimana pendekatan semacam itu dapat mengubah sifat keterlibatan pengunjung dengan seni. Bisa dibilang, selfie yang diambil di ruang seni memperkaya pengalaman dan keterlibatan pengunjung dengan seni dan berfungsi sebagai alat pemasaran bersama, memberdayakan, dan otentik untuk museum. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi non partisipan (etnografi) dan netnografi di Museum Lawang Sewu Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih-alih mempromosikan pelepasan dari karya seni, selfie di ruang seni menjadi "keterikatan materi - diskursif jaringan" yang memberdayakan konsumen seni untuk bersama-sama menciptakan nilai dan organisasi seni untuk mengurangi jarak antar konsumen dan mereproduksi keaslian ikonik dari karya seni. karya seni di ruang maya. Artikel ini berkontribusi pada teori selfie dengan mengatasi pandangan tradisional tentang selfie sebagai manifestasi ekspresi diri narsistik. Sebaliknya, dalam mempromosikan interpretasi selfie sebagai sarana pemberdayaan dan demokratisasi yang digunakan oleh konsumen seni untuk mengembangkan narasi dan proyek identitas dalam konteks seperti museum di mana secara tradisional pengembangan narasi adalah karakter elit. Kontribusi lebih lanjut yang diberikan oleh penelitian ini berasal dari identifikasi kelompok pengunjung (yaitu, pelari realitas, pecinta seni, photoholics, dan pecinta selfie), ditempatkan pada kontinum nilai co-creation, yang perlu disadari oleh administrator seni sebagai memasuki era konsumsi seni yang lebih dinamis. Dengan menguraikan implikasi manajerial, penelitian ini memberikan refleksi awal tentang bagaimana manajer seni dapat menavigasi era yang muncul dari selfie .   Keywords: Selfie, Media Sosial, Interpretas

Fathorrahman Fathorrahman; Dairani Dairani; Ahmad Yunus

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pengadaan barang dan jasa di pemerintahan desa menjadi kegiatan yang rutin dalam setiap tahun anggaran. Kegitan rutinan yang diselenggrakan untuk segala kegiata pemerintahan di pemerintahan desa menjadi sangat urgen karena berbagai faktor. Salah satunya karena pagu anggaran dari APBN 2022 sangatlah besar. Pagu anggaran tersebut sebesar enam puluh delapan triluin (Rp 68 triliun). Dari pagu tersebut, terdapat porsi besar untuk kegiatan pengadaan barang dan jasa di pemerintahan desa. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini hendak mengkaji bagaimana konsep atau aspek hukum pengadaan barang dan jasa di pemerintahan desa. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif. Dari penelitian ini, dapat diperoleh kesimpulan bahwa pengadaan barang dan jasa di pemerintahan desa berbeda dengan pengadaan barang dan jasa di pemerintahan seca umum. Dikecualikannnya pengadaan tersebut tentu meiliki implikasi hukum yang berbeda pula sehingga perlu dilakukan penelitian yang mendalam supaya para pemangku kebijakan di tingkat pemerintahan desa, tidak terjebak pada kasus-kasus hukum di kemudian hari.    

Dyah Silvana Amalia

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Ketentuan Pasal 24C ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 memberikan wewenang pada Mahkamah Konstitusi untuk mengadili sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD. Sedangkan sengketa kewenangan antarlembaga negara yang tidak diatur dalam UUD NRI Tahun 1945 mengalami vacuum of norm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, perlunya diatur  sengketa kewenangan antarlembaga negara yang tidak diatur dalam UUD NRI Tahun 1945 karena Indonesia adalah negara hukum, karena belum tuntasnya pembahasan dalam Perubahan UUD NRI Tahun 1945, karena adanya potensi sengketa kewenangan antarlembaga negara. Kedua, implikasi hukum  penyelesaian kewenangan antarlembaga negara yang tidak diatur dalam UUD NRI Tahun 1945 yang dilakukan oleh Presiden melalui instruksi-instruksi terselesaikannya sengketa. Ketiga, dalam perspektif kehidupan kenegaraan, formulasi pengaturan penyelesaian sengketa kewenangan antarlembaga negara dapat dilakukan melalui tiga opsi : (1) memperluas kewenangan Mahkamah Konstitusi (2) memperluas kewenangan Mahkamah Agung (3) memberikan kewenangan pada lembaga negara lain.    

Michael Romaneda Sugiyono

Jurnal Akta Notaris 2022 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Perjanjian jual beli hak atas tanah dibuat berdasarkan pada kesepakatan antara para pihak. Adanya keterlibatan pihak ketiga pada transaksi jual beli tanah dalam bentuk pemberian janji untuk pembayaran kompensasi atas jual beli dapat menyebabkan kesepakatan berdasarkan kesadaran tidak mutlak yang dapat menimbulkan permasalahan terutama bila janji demikian tidak terpenuhi. Dengan menggunakan metode pengumpulan data wawancara dengan Notaris maka dalam penulisan ini membahas mengenai kekuatan perjanjian di bawah tangan terhadap akta jual beli secara notariil, implikasi pembatalan akta jual beli tanah setelah adanya wanprestasi bagi para pihak, dan pertimbangan hakim dalam mengadili Putusan Pengadilan Negeri Bantul No. 73/Pdt.G/2013/PN.Btl. Kekuatan perjanjian di bawah tangan pada dasarnya berkekuatan hukum apabila kedua belah pihak menandatangani isi perjanjian tersebut dan terdapat saksi yang menyaksikan adanya perjanjian tersebut seperti yang telah diatur dalam Pasal 1865 – 1912 KUHPerdata. Implikasi pada putusan secara hukum ada unsur penipuan dari AM sebagai pihak kedua kepada K selaku penjual dalam bentuk perbedaan harga jual yang sudah disepakati dalam akta di bawah tangan dengan akta jual beli PPAT. Pertimbangan hakim dalam memutus perkara pada putusan Nomor 73/Pdt.G/2013.PN.Btl didasarkan pada adanya tindakan wanprestasi yang dilakukan oleh Tergugat I, sehingga hakim memutuskan sesuai dengan isi perjanjian di bawah tangan dan akta jual beli otentik bahwa apabila Tergugat I melakukan wanprestasi, maka harus menanggung konsekuensi bahwa objek tanah tersebut kembali kepada Penggugat.

Fransiskus Janu Hamu

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

This community service report reviews the concept of Jesus' Chief Executive Officer (CEO) in the context of modern management and its relevance to young Catholics. Through research and literature studies, we investigate how management principles such as leadership, decision-making, empowerment, and service reflected in the teachings and actions of Jesus can be applied in the daily lives of young Catholics. In modern management, which is often oriented towards material success, involving Jesus as the example of chief executives provides an alternative view that reinforces spiritual and ethical values in their decision-making and work. Using modern management principles inspired by the teachings of Jesus can provide guidance and inspiration for young Catholics as they build careers and serve others. In this context, Jesus' leadership, which is based on service, empowerment, and love, becomes a relevant model for young Catholics who wish to integrate the values of the Catholic faith into their professional world. This report provides new insights into how young Catholics can apply management principles that are morally and spiritually meaningful, and support their personal development as responsible public servants.

Megawati Manullang

Abstract. The Koinonia ministry is one of the tri-duties of the church's vocation which at this time seems to have begun to weaken quite a number of churches due to the development of the times which requires that the koinonia strategy must be improved or in other words quality. Therefore, a quality Koinonia ministry is able to protect the congregation to remain faithful in fellowship. A good Koinonia is to divide certain categories to improve the quality of the congregation in its growth in quality and quantity. In this paper, I provide Koinonia services by dividing into five categories, namely: Child Category (Age 0-2, 2-5, 6-12), Youth Category (Age 15-35 years), Early Adult Category (Age 17- 22, 22-28, 28-33, 40-45 years), Middle Adult Category (45-65 years old), and Advanced Adult Category (over 60 years old). Each category has its own portion and needs according to their psychological condition and situation, which should be seen from the point of view of their age. This will make it easier for the church to improve or even improve the quality of Koinonia's service to the congregation, especially in today's churches that require an increase in their Koinonia.

Megawati Manullang

Abstract. The Koinonia ministry is one of the tri-duties of the church's vocation which at this time seems to have begun to weaken quite a number of churches due to the development of the times which requires that the koinonia strategy must be improved or in other words quality. Therefore, a quality Koinonia ministry is able to protect the congregation to remain faithful in fellowship. A good Koinonia is to divide certain categories to improve the quality of the congregation in its growth in quality and quantity. In this paper, I provide Koinonia services by dividing into five categories, namely: Child Category (Age 0-2, 2-5, 6-12), Youth Category (Age 15-35 years), Early Adult Category (Age 17- 22, 22-28, 28-33, 40-45 years), Middle Adult Category (45-65 years old), and Advanced Adult Category (over 60 years old). Each category has its own portion and needs according to their psychological condition and situation, which should be seen from the point of view of their age. This will make it easier for the church to improve or even improve the quality of Koinonia's service to the congregation, especially in today's churches that require an increase in their Koinonia.

Irja Tobawan Simbiak

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Studi ini bertujuan untuk melakukan tinjauan menyeluruh terhadap mekanisme partisipasi masyarakat yang diisyaratkan oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2012 dalam pelaksanaan studi AMDAL. Studi ini juga bertujuan untuk mendiskusikan berbagai potensi permasalahan dan implikasi dalam implementasi PerMenLH 17/2012 termasuk pembahasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi. Studi ini mendapati bahwa PerMenLH 17/2012, secara garis besar, menyediakan mekanisme untuk keterlibatan masyarakat pada proses AMDAL. Lewat PerMenLH 17/2012, masyarakat berkesempatan untuk mendapatkan pemberitahuan mengenai usulan kegiatan/ proyek termasuk proses penyusunan dokumen AMDAL, serta mengenai permohonan dan penerbitan Izin Lingkungan. PerMenLH 17/2012 juga menyediakan prosedur yang memungkinkan masyarakat untuk dapat memberikan saran, pendapat dan tanggapan. Tidak kalah pentingnya, PerMenLH 17/2012 juga mensyaratkan partisipasi masyarakat lewat perwakilan mereka di Komisi Penilai AMDAl. Walaupun demikian, analisis studi ini memetakan adanya sejumlah potensi permasalahan yang dapat berimplikasi pada terbatasnya proses partisipasi itu sendiri. Berbagai mekanisme yang diberikan masih kurang mendetil dan merupakan faktor utama yang memicu sejumlah potensi permasalahan tersebut. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun PerMenLH 17/2012 telah memberikan ruang partisipasi pada proses AMDAL, berbagai kekurangan pada mekanisme yang tersedia dalam PerMenLH 17/2012 berimplikasi pada terbatasnya partisipasi masyarakat. Karenanya, keterlibatan masyarakat yang bersandar pada PerMenLH 17/2012 perlu dilengkapi dengan mekanisme yang lebih memadai agar manfaatnya menjadi lebih maksimal.

Dominikus Jose Toda; Romanus Romas; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Pelayan  pastoral  adalah  suatu  kegiatan  penggembalaan  untuk  melayani sesama. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan pelayanan pastoral  baik  gambaran  rohani,  bentuk  pelayanan  dan  harapan  warga  binaan  di Rumah Tahanan Kelas IIA Palangkaraya. Metode digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi penentuan topik, profil informan, wawancara dengan informan, implikasi, sintesis, prospek atau kemungkinan yang terjadi.

Elwin ST; Esau Yesyurun Tang

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini membahas tentang Pentingnya Mendisiplinkan Anak Usia 6-12 Tahun dan Implikasinya Bagi Pembentukan Karakter Anak di SDN 19 Kayuara. Mendisiplinkan adalah suatu bimbingan, pengarahan dan pengendalian tingkah laku melalui disiplin kepada anak supaya mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan kerohanian yang optimal.

Maria Lidya Agustina; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu; Widya Ariyani

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa penting bagi seorang guru agama Katolik memiliki kompetensi profesional dalam dirinya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pengajar dan sebagai seorang pendidik. Diharapkan seorang guru agama Katolik bertanggung jawab atas tugas mulia yang dipercayakan kepadanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif.  Teknik pengumpulan data menggunakan  tiga cara  yaitu,  observasi,  wawancara,  dan  dokumentasi.  Untuk teknik analisis data diperoleh menggunakan model interaktifdengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Ada 10  informan  dalam  penelitian  ini,  kesepuluh  informan  dibagi  menjadi  empat bagian yaitu, guru agama Katolik, kepala sekolah, murid dan pastor paroki. Langkah-langkah penelitian meliputi   percakapan dengan informan, profil informan, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis, dan prospek atau kemungkinan yang terjadi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa guru agama Katolik   memahami tugas dan kewajiban mereka sebagai seorang guru. Namun,  mereka tidak begitu menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan dalam diri mereka sebagai seorang guru. Adapun upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sebagai seorang guru yaitu dengan mengikuti berbagai macam kegiatan dan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan.

Alan Paulus; Paulina Maria; Timotius Tote Jelathu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran katekis dalam memberikan katekese kepada remaja mengenai dampak minuman keras di Stasi Santo Yakobus Penda Asam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi, penentuan topik, profil informan,wawancara dengan informan, implikasi, sintesis, prospek atau kemungkinan  yang akan terjadi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah tidak semua remaja memahami dampak minuman keras kepada diri sendiri dan Gereja. Anak remaja juga belum mengetahui apa yang terjadi sehingga minat dalam kegiatan Gereja kurang aktif, padahal anak remaja punya tanggung jawab sebagai penerus Gereja yang akan datang. Temuan lain dari penelitian ini adalah katekis kurang berperan memberikan kegiatan  katekese dalam  membangkitkan    semangat  anak  remaja dengan harapan dapat membantu remaja yang bermasalah agar semakin aktif. Semua pihak dapat mendukung dan  bekerja sama dengan  katekis atau petugas pastoral memberikan katekese untuk kehidupan Gereja di Stasi Santo Yakobus Penda Asam. Katekese hendaknya berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan demi mengatasi permasalahan yang ada pada anak remaja. Oleh sebab itu,  menjadi  tugas  para  katekis  supaya  mampu  membangkitkan  minat  dan semangat anak remaja bisa melakukan kegiatan positif.

Ona Priskila; Fransiskus Janu Hamu; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran pasangan hidup  katekis  dalam  karya  pastoral  di  Paroki  Raja  Semesta  Alam  Nanga  Bulik. melalui studi ini diharapkan agar para pasangan hidup katekis dapat menyadari bahwa mereka  memiliki  peran  yang  sangat  besar  dalam  mendukung  pelayan  pasangan seorang katekis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.  Data  diperoleh  dengan  cara  observasi,  wawancara  dan  dokumentasi. Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dialog dengan para informan yang telah ditentukan, profil informan, penentuan tema, refleksi,implikasi, sintesis, prospek yang akan terjadi kedepan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pasangan hidup katekis di Paroki Raja Semesta Alam Nanga Bulik sangat mendukung pasangannya yang memiliki propesi sebagai seorang katekis, namun ada beberapa pasangan hidup katekis yang kurang memahami propesi pasangannya sebagai seorang katekis. Kesimpulan dalam sebuah penelitian ini adalah   peran pasangan hidup sangatlah penting dan sangat berpengaruh bagi tugas pelayanan seorang katekis. Pentingnya sebuah pembinaan para pasangan hidup katekis yang dapat membantu mereka  agar  mereka  tau  bagaimana  tugas  dan  tanggung  jawab  seorang  pekerja pastoral atau katekis. Dari pihak gereja dapat memberikan sebuah katekese atau rekoleksi guna membantu menghadapi sebuah persoalan yang sering terjadi di dalam kehidupan rumah tangga katekis terutama bagi para pasangan hidup katekis.  

Noviansyah, Wahyu; Thamrin, A.G.; Agustin, Rima Sri; Kurniawan, Itok Dwi

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Kebijakan Pemerintah untuk meningkatkan jumlah SMK dengan target rasio SMA dan SMK sebesar 70:30 membawa implikasi pada peningkatan kebutuhan guru produktif SMK. Kebutuhan guru perlu dipenuhi secara efektif dan efisien. Keunikan sistem sentralisasi pendidikan dengan pengelolaan yang terpusat dapat dijadikan referensi dalam membentuk skema pemenuhan kebutuhan guru produktif SMK. Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mendeskripsikan skema pemenuhan guru produktif SMK di era sentralisasi pendidikan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga skema pemenuhan guru produktif SMK di era sentralisasi, antara lain melalui: (1) Program D III Guru Kejuruan; (2) Program Tunjangan Ikatan Dinas (TID); (3) Program Seleksi CPNS

Kristiani Waruwu; Eliantri Putralin; Marthen Mau

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2020 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Penelitian ini membahas tentang makna ungkapan “Jangan banyak orang diantara kamu mau menjadi Guru”, menurut Yakobus 3:1-2. Guru ialah seorang pengajar, baik di sekolah, di gereja, dan di masyarakat. Tugas guru ialah mendidik, mengajar, membimbing, membina peserta didik. Namun guru yang dimaksud Yakobus dalam teks ialah para guru Kristen yang meliputi: gembala, pendeta, misionaris dan para pengerja gereja lainnya, yang mengajar tentang kebenaran firman Tuhan.

Maria Rio Rita

Jurnal Visi Manajemen 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Kebutuhan dana merupakan salah satu input yang diperlukan untuk menunjang keberlangsungan usaha, tidak terkecuali bagi UKM. Tujuan penelitian ini adalah mengeksporasi dan menggambarkan pola pendanaan UKM yang dikaitkan dengan siklus hidup usahanya. Obyek penelitiannya adalah UKM batik yang berlokasi di Pekalongan, Jawa Tengah. Sampel ditentukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan peneliti (purposive sampling method), dan terpilih 50 pengusaha sebagai responden. Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan pola pendanaan UKM pada masing-masing siklus hidupnya. Penelitian ini menemukan adanya variasi pola pendanaan antar (cross section) pada setiap fase usaha. Setiap fase usaha memiliki kondisi yang berbeda-beda, sehingga menuntut kebutuhan modal (sumber dan jumlah) yang berbeda pula. Implikasi dari riset ini adalah menunjukkan bahwa pengusaha perlu menyesuaikan keputusan pendanaannya sesuai dengan perubahan fase hidup perusahaan. agar usaha dapat terus berkelanjutan.