Publication Search

80,083 articles from 756 journals · 2,111 citations tracked

Showing 601-620 of 641

Analytics

Shofi Nur Azizah; Nurhidayati; Titi Anjarini

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui implementasi model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa pada tema 1 subtema 3  Kelas III SD N  1 Waluyorejo, (2) mengetahui peningkatan kemampuan berfikir kreatif siswa yang menggunakan model Problem Based Learning pada tema 1 subtema 3 kelas III SD Negeri 1 Waluyorejo. Model penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ditandai dengan adanya suatu tindakan. Tindakan ini tidak hanya dilakukan sekali, akan tetapi tindakan ini dilakukan berulang-ulang sampai tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini tercapai. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) implementasi model pembelajaran Problem Based Learning meliputi; mengidentifikasi masalah, membimbing penyelidikan, mengembangkan hasil penyelidikan, mengevaluasi proses pemecahan masalah, generalisasi atau kesimpulan dapat diterapkan ke siswa pada materi tema 1 subtema 3 kelas III di SD Negeri 1 Waluyorejo, (2) untuk hasil kemampuan berfikir kreatif siswa pada pembelajaran tematik dengan mengimplementasikan model Problem Based Learning mampu meningkatkan berfikir kreatif siswa dengan hasil pada pra siklus rata-rata persentase ketuntasan tes kemampuan berfikir kreatif  siswa sebesar 32 % dengan kategori sangat kurang. Kemudian pada siklus I rata-rata persentase ketuntasan tes kemampuan berfikir kratif siswa meningkat mencapai 52% dengan kategori kurang, sedangkan rata-rata ketuntasan tes kemampuan berfikir kreatif  siswa pada siklus II yang diperoleh meningkat menjadi 88,75 % dengan kategori sangat baik. Sehingga implementasi  model Problem Based Learning menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa di SD Negeri 1 Waluyorejo.

Christy Genoveva Matialo; Philoteus E. A. Tuerah; James U. L. Mangobi

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

Penelitian ini dilatarbelakangi dari data observasi yang menunjukkan bahwa hasil belajar siswa terhadap materi SPLDV tergolong rendah. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa pada materi sistem persamaan linier dua variabel berbeda ketika diajar menggunakan model Problem Based Learning dan Direct Instruction. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 12 Dumoga. Subjek penelitiannya adalah seluruh siswa pada dua kelas, yang mana satu kelas eksperimen, dan kelas kedua adalah kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan pre-test kepada kedua kelas sebelum diberikan perlakuan, selanjutnya diberikan post-test setalah diberikan perlakuan. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Perbedaan Rata-Rata Dua Kelompok yang Tidak Berpasangan (Uji-t) dengan hasil pengujian hipotesis diperoleh , maka tolak . Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa siswa yang mengalami pembelajaran dengan model PBL lebih baik dari siswa yang mengalami pembelajaran dengan model DI pada materi SPLDV. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa siswa yang diajar menggunakan model Problem Based Learning lebih baik dari siswa yang diajar menggunakan model Direct Instruction.

Anna Kristina Keriahenta Barus; Marhadi Saputro; Iwit Prihatin

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to determine the application of the Problem Based Learning learning model to mathematical communication skills in terms of independent learning on set material in class VII SMP Negeri 01 Tayan Hulu. The research form used is quasi-experimental designs, with a 2×3 factorial design. The population in this study were students of class VII A and students of class VII B. The sample in this study was one class selected by cluster random sampling. Data collection techniques used are direct communication techniques and measurement techniques with data collection tools in the form of questionnaires and test questions in the form of essays. The data analysis technique used was the analysis of two dissimilar cell paths with the normality test using the Lilifors test, homogeneity using the Bartlett test and continued with the multiple comparison test using the Scheffe method. The results of this study are (1) the mathematical communication of students who follow the problem-based learning model is better than students who follow the conventional learning model, (2) the ability of mathematical communication between students who have high learning independence is better than moderate after the implementation of the model learning problem based learning. (3) students' mathematical communication skills in the moderate learning independence category were better than students in the low learning independence category after applying the problem-based learning model. (4) at the level of independent learning, problem-based learning models provide better mathematical communication skills than conventional learning models.    

Syumneri Syumneri; Syarifah Fadillah; Reni Astuti

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to determine the application of problem based learning learning models with lottery game media in improving junior high school students' problem solving abilities. This research is an experimental research in the form of Pre-Experimental Designs. The design used is One Group Pretest-Postest Design. The population in this study were class VIII A and class VIII B. The sample in this study was students of class VIII B consisting of 20 students with the selection of subjects based on the cluster random sampling technique. The data collection technique used is a measurement technique with a data collection tool in the form of test questions in essay form. The data analysis technique used was anava one line of dissimilar cells, with further testing using the Scheffe method. The research results obtained were that there was a significant increase in students' mathematical problem solving abilities before and after being given treatment through the problem based learning model using lottery media with high categories.  

Syamsu Alam

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hasil observasi di lapangan ditemukan bahwa nilai keterampilan membaca siswa belum mencapai KKM, siswa masih kurang aktif dalam pembelajaran, siswa masih jenuh saat belajar, motivasi belajar siswa kurang, dan interaksi saat pembelajaran belum maksimal. Oleh karena itu, peneliti ingin meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan melakukan penelitian tindakan kelas. Penelitian yang dilakukan peneliti bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan penerapan model PBL (Problem Based Learning) dalam meningkatkan keterampilan membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VI MI Ujung Bulo tahun pelajaran 2022-2023. Berdasarkan hasil tindakan yang dilakukan terjadi peningkatan daya serap kelompok yang terjadi pada Siklus I, II, dan III sebesar 60,50%; 71,25%; dan 83,50%. Sedangkan peningkatan ketuntasan kelompok terjadi pada Siklus I, II, dan III sebesar 50,00%; 70,00%; dan 90,00%. Dan peningkatan ketuntasan individu yang terjadi pada Siklus I, II, dan III sebesar 10 siswa, 14 siswa, dan 17 siswa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatan keterampilan membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VI MI Ujung Bulo Kec. Parangloe Kab. Gowa tahun pelajaran 2022-2023. Selain itu juga, model PBL sangat efektif diterapkan dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VI MI Ujung Bulo Kec. Parangloe Kab. Gowa tahun pelajaran 2022-2023.    

Prastyo, Erwin; Lengkana, Dewi; Setiadi, Heri

Jurnal Komunikasi Pendidikan 2023 Universitas Veteran Bangun Nusantara

Students' lack of a disaster response mindset is both a problem and a challenge that must be addressed in science education. Based on the MIKiR approach, which is linked with natural disaster prevention, the goal of this study is to define the features of science Subject-Specific Pedagogy. This study involves both research and development (R&D). The research procedure follows the Borg & Gall development model, which involves five main steps: (1) analyzing the product to be developed; (2) developing the initial product; (3) expert validation and revision; (4) small-scale field testing and revisions; and (5) large-scale field testing and final products. A validation sheet with a Likert scale in the form of a checklist serves as the research instrument. According to the study's findings, the quality of the developed Subject-Specific Pedagogy is listed in the good category, with an optimum proportion of 84.33 percent. The findings of the study on product quality could be used as one of the science learning aids in SMP/MTs class IX semester 2.

Filki Kurnya Friwandi; Aswardi Aswardi

Student Research Journal 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih banyaknya siswa kelas X TITL SMK Negeri 5 Padang yang ketuntasan belajar dibawah KKM pada mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika. Hal ini dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran yang belum menuntut peran aktif siswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan model problem based learning untuk mencapai pembelajaran yang lebih efektif sehingga meningkatnya hasil pembelajaran siswa.Jenis penelitian ini adalah praeksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik 2 yang berjumlah 30 orang, Soal uji coba instrument pretest dan prottest berjumlah 40 butir. Berdasarkan analisis soal uji coba, didapatkan soal yang valid untuk pretest 33 soal dan posttest 36 soal. Reliabilitas soal pretest dan posttest tergolong sangat tinggi dengan hasil perhitungan masing-masing 0,86 dan 0,85. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes hasil belajar (posttest) berupa soal objektif sebanyak 26 soal. Setelah diuji normalitas data, dilakukan analisis dengan menggunakan uji Gain Score. Hasil penelitian menemukan bahwa rata-rata nilai pretest sebelum menerapkan model PBL sebesar 73,19 dengan persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 46,67%, dengan rata-rata nilai posttest setelah menerapkan model PBL adalah 81,28 dengan persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebsar 86,67%. nilai Gain Score diperoleh dengan membandingkan nilai pretest dan posttest tersebut dengan score yang didapatkan adalah 0,3017 dengan kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa efektivitas penerapan model problem based learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X TITL pada mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika  di SMK Negeri 5 Padang.

Dayanara Hazrati; Tiur Malasari Siregar

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) memperoleh E-LKPD yang valid dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas VIII SMP Negeri 29 Medan (2) Untuk memperoleh E-LKPD yang praktis dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas VIII SMP Negeri 29 Medan (3) memperoleh E-LKPD yang efektif dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas VIII SMP Negeri 29 Medan. Subjek penelitian ini adalah 1 orang guru dan 30 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 29 Medan dengan instrumen penelitian yang berupa lembar validasi RPP, lembar validasi materi dan media bahan ajar interaktif, serta angket respon guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunujukkan bahwa : (1) E-LKPD yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan berdasarkan penilaian validator materi dan media, dengan perolehan skor rata-rata berturut-turut 3,68 dan 3,76 yang mana keduanya memperoleh kategori sangat layak (SL). (2) Ditinjau dari aspek kepraktisan, E-LKPD yang dikembangkan dinyatakan praktis berdasarkan hasil angket respon siswa dan guru. Dari hasil angket respon siswa diperoleh nilai kepraktisan produk yaitu sebesar 79,31% dan hasil angket respon guru memperoleh nilai kepraktisan sebesar 91,66%. Dikarenakan hasil angket respon siswa dan guru berada pada kategori rentang 76%-100%, maka E-LKPD dikategorikan sangat praktis (3) Ditinjau dari aspek keefektifan, E-LKPD dinyatakan efektif. Hal ini dilihat dari: (a) tercapainya ketuntasan belajar secara klasikal yaitu sebanyak 93% siswa yang mengikuti pembelajaran mencapai nilai 65, (b) tercapainya indikator/ketuntasan tujuan pembelajaran, dimana rata-rata ketuntasan belajar individual sebesar 86,30 dan (c) siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran

Michael Purba; Glory Purba

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2023 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk lembar kerja peserta didik (LKPD) Berbasis Problem Based learning (PBL). Penelitian ini menggunakan model pengembangan atau R&D ( Research and development). Subyek penelitian ini sebanyak 30 orang peserta didik di kelas VIII-A SMP Negeri 1 Doloksanggul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD Berbasis Problem Based Learning (PBL) yang dikembangkan adalah : (1).Valid dengan indikator penilaian aspek kelayakan isi memproleh nilai presentase 91,79% dengan kategori sangat valid, indikator penelitian berupa aspek penyajian materi memproleh nilai presentase sebesar 95,55% dengan kategori sangat valid, aspek kebahasaan dan nilai presentase sebesar 90% dengan kategori sangat valid dan aspek kegrafikan dengan nilai presentase sebesar 97,03% dengan kategori sangat valid, serta validitas LKPD secara keseluruhan memproleh nilai presentase 94,16% dengan kriteria sangat valid, (2) LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria efektif berdasarkan aspek keefektifan. Keefektifan diproleh dari hasiil ketuntasan belajar siswa secara klasikal adalah 84,33% sehingga secara klasikal telah memenuhi kriteria pencapaian ketuntasan dan siswa yang tuntas belajar dengan presentase 86,66% yang termasuk dalam kategori tuntas. (3) LKPD yang dikembangkan mampu meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa yang mencakup 4 indikator, pada indikator pertama 93% indikator kedua 86% indikator ketiga 81% dan indikator keempat 78%. Sehingga kemampuan penalaran matematis siswa meningkat dari uji coba pretest dan uji coba posttest.

Kiki Ambar Waty Malau; Mukhtar Mukhtar

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study aims to improve students' mathematical problem-solving skills through the Missouri Mathematics Project (MMP) model on the material of a Linear Two Variable System in grade VIII-6 students of SMP N 4 Medan as a subject or this research. The type of this research is classroom action research. The instrument used the collect the data are essay test and observation sheet. Before giving the action in initial test to 32 students obtained the average score is 50.46 with the classical completeness is 34.37% or only 11 students achieve the completeness criteria. The completeness criteria is the standard point that must be reached by students namely at least 65 and classical completeness is the standard percentage that must be reached by the class namely at least 85%. After given the action in the first cycle namely the implementation of MMP learning model to 32 students, obtained the average score is 63.9844 with the classical completeness 50% or 16 students achieve the completeness criteria. Then given the second cycle namely increasing MMP learning model, obtained the average score is 82.11 with the classical completeness 93.75%. Based on the observation done by teacher obtained that the point of second cycle is higher than the point of first cycle. Based on the average gain score, obtained that the average gain score in Cycle I test-Cycle II test is higher than Initial Test-Cycle I Test. From the result of research, can be concluded that the mathematical problem-solving ability of students can be increased or improved especially on the topic of Linear System with Two Variable by using Missouri Mathematics Project Learning Model

Ruly Budiyanto

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran berbasis masalah  terdiri dari menyajikan kepada siswa situasi masalah yang autentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri Mereka diberi kebebasan dalam menyelesaikan berbagai tugas tersebut, namun harus bertanggung jawab akan kebersihan setiap anggota kelompoknya dalam memahami informasi yang diberikan.  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: Untuk mengetahui  penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dalam meningkatkan Prestasi Belajar PAI  Pada Siswa di X IPS 1 Semester I di SMAN 1 Tulungagung  Tahun Pelajaran  2021/2022. Metode yang dipakai untuk melakukan penelitian adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.  Prosedur pengumpulan datanya adalah metode tes dan observasi. Dari metode observasi diperoleh data untuk mengamati sejauhmana penerapan model  pembelajaran berbasis masalah dan interaksi antara guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung sebagaimana ditetapkan selama penelitian.  Dari metode tes diperoleh data yang berupa nilai belajar siswa yang untuk selanjutnya digunakan untuk pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini adalah dapat dilihat dari hasil observasi bahwa aktifitas siswa pada siklus I sebesar 78%, sedangkan pada siklus II sebesar 81%. Dengan demikian, berarti pada siklus II minat belajar siswa sudah meningkat dibanding dengan siklus I. Peningkatan tersebut juga tampak pada prestasi belajar siswa dari hasil tes awal 49.2 menjadi meningkat menjadi 74.48 pada siklus I dan 92 pada siklus II.  Dengan demikian hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dapat meningkatkan prestasi belajar   khususnya analisis tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzan), dan persaudaraan (ukhuwah)   sehingga penerapan pembelajaran ini dapat digunakan sebagai variasi dalam pembelajaran PAI.

Theo Artkin Sitorus; Nurhasanah Siregar

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This research aims to describe the analysis result of the use of learning media in the Problem Based Learning model. The methods used in this research is literature study of 6 sources consists of 3 thesis and 3 journals discuss the use of learning media in the Problem Based Learning model in Indonesia published in the span of 2016-2022. From the calculation of the effect size, the average value is 0.79 which is categorized in the medium category. This shows that the use of learning media with Problem Based Learning in mathematics learning had a positive effect on improving the mathematical ability of students and the effect obtained is in the medium category. The mathematical ability could be improved based on the literature study such as student’s mathematical connection ability, student’s mathematical problem soving ability dan student’s mathematical numeracy literacy ability. The type of learning media according this research are animation, geogebra, microsoft power point, fun math book, cabri 3D v2 dan youtube. Hope for further research can be analyzed more deeply by using more sources so the result will be more maximal and varied.

Peta Murni; M. Sahlan; Yostia Fatma; Zulfani Sesmiarni; Herlina Rasyid

Penelitian ini merupakan salah satu tugas pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Daljab 3 di Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Setiap guru yang mengikuti program ini harus melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang digunakan untuk melakukan penelitian terhadap permasalahan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dengan adanya perubahan proses pembelajaran pada masa pandemic ini, dimana pembelajaran dilakukan secara daring mengakibatkan berbagai  permasalahan dalam proses pelaksanaannya. Keterbatasan dalam proses  pembelajaran mengakibatkan hasil belajar peserta didik menurun sehingga banyak diantara peserta didik yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil  belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning yang dilaksanakan secara Blended Learning (Singkron-Asingkron). Proses penelitian dilakukan sebanyak tiga siklus yang sebelumnya melakukan tindakan pada tahap pra siklus, setiap siklusnya meliputi 4 tahap yaitu : 1) tahap  perencanaan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap observasi, 4) tahap refleksi. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan penelitian terlihat adanya peningkatan pada hasil belajar peserta didik, ini terlihat dari hasil yang diperoleh peserta didik dari mengerjakan lembar kerja peserta didik. Persentase tingkat keberhasilan peserta didik mencapai nilai di atas atau sesuai KKM pada aspek pengetahuan di Siklus I adalah sebesar 75% dan pada siklus II adalah sebesar 88% dan pada siklus III 90 %, dapat dilihat peningkatan presentasi pada siklus I ke siklus II adalah sebesar 13%. Sedangkan untuk peningkatan hasil belajar pada aspek keterampilan dapat dilihat dari hasil  belajar pra siklus yaitu sebesar 78% dan pada siklus II adalah 100%, terjadi  peningkatan sebesar 22% untuk hasil belajar aspek keterampilan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning berdasarkan hasil penelitian ternyata dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.  

Annisa Asra Fitria; Delvia Febrina; Zulfani Sesmiarni; Herlina Rasyid

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Based on observations made at SMA Negeri 1 Gunuang Omeh District, the problem found was the low interest in learning of students in PAI and BP subjects due to the large number of students who did not pay attention to the teacher's explanation, and the lack of use of learning models and media used in learning , one of which is the Problem Based Learning learning model. The role of the learning model is very important, because using visual media will be able to influence students' learning interests. The purpose of this study was to find out the use of the Problem Based Learning learning model in increasing students' learning interest in PAI and BP subjects on Da'wah Strategy and Islamic Development in Indonesia Class XII.MIPA at SMA Negeri 1 Gunuang Omeh District. This type of research is Classroom Action Research (PTK). The process of implementing PTK has four main components, namely planning, action, observation and reflection carried out in 3 cycles. The results of data analysis obtained the percentage of students' learning interest using the Problem Based Learning learning model of 44.83% in cycle I. The process of applying the Problem Based Learning learning model in PAI and BP learning increased in cycle II by 65.52% and 79.31 % in cycle III. So it can be concluded that the implementation of PAI and BP learning by using the Problem Based Learning learning model can increase students' learning interest.

Trezita A. S. Onibala; Rosiah J. Pulukadang; Anetha L. F. Tilaar

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Kesulitan belajar yang terlihat saat observasi di SMA Negeri 1 Tompaso menjadi pemicu dilakukannya penelitian ini. Masalah muncul dari beberapa kendala, seperti kemungkinan peningkatan hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hasil penggunaan model Problem Based Learning berbasis blended learning. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain kelompok eksperimen pra dan pasca tes. Sampel diambil dari kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 1 yang masing-masing berjumlah 22 siswa. Kelas-kelas ini normal dan homogen dan masing-masing berfungsi sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan menggunakan uji-t untuk menguji data penelitian, diketahui bahwa nilai thitung = 3,7598 > ttabel = 1,6819 dengan taraf signifikansi = 0,05 menunjukkan menolak H0 dan menerima H1. Konsekuensinya, keefektifan model blended learning problem based learning berdampak pada hasil belajar siswa.

Muhartini, Muhartini; Amril Mansur; Abu Bakar

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pembelajaran Kontekstual  Dan Pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang dipakai adalah penelitian murni kepustakaan (library research). Data diperoleh dari bahan bacaan yang diperoleh peneliti dari buku-buku, artikel-artikel yang termuat dalam cetak. Data dikumpulkan dan dipilah-pilah untuk mengisi jawaban dari pertanyaan penelitian yang dirumuskan. Analisa menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) untuk mendapatkan informasi terkait Pembelajaran Kontekstual  Dan Pembelajaran Problem Based Learning. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah Pembelajaran kontekstual merupakan suatu pembelajaran yang mengkaitkan kontekstual sehari-hari pada materi pembelajaran sehingga siswa mampu memaknai pengetahuan/ ketrampilan yang dipelajarinya serta secara fleksibel dapat menerapkan pengetahuan/ ketrampilan yang dimilikinya dari suatu permasalahan/konteks ke permasalahan yang lainnya. Pendekatan kontekstual melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual, yaitu : konstruktivisme (contruktivisme), menemukan (inquiri), bertanya (question), masyarakat belajar (learning comunity), pemodelan (modeling), refleksi, penilaian yang sebenarnya (aunthentic asesment). Pembelajaran berbasis masalah (Problem-based Learning) merupakan salah satu model yang tepat dikembangkan  dalam pembelajaran teknologi untuk merespon isu-isu peningkatan kualitas pembelajaran teknologi dan antisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di dunia kerja. Karakteristik dan Tahapan Pembelajaran Model Problem-Based Learning. Pembelajaran berbasis masalah dikembangkan terutama untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan ketrampilan intelektual, belajar tentang berbagai peran orang dewasa dengan melibatkan diri dalam pengalaman nyata atau simulasi, dan menjadi pembelajar yang otonom dan mandiri.  

Hariana Gultom, Febrina; Saida Ulfa; Henry Praherdiono

International Journal of Education and Literature 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to find out whether there is an influence of the Problem Based Learning-Computational Thinking (PBL-CT) model on analytical thinking skills in terms of students' interest in Natural Sciences subjects. This research was conducted at the Kalam Kudus Christian Middle School in Malang in the 2022/2023 academic year. The design used in this study was a non-equivalent group design quasi-experiment. Retrieval of data using ten essay questions which are made according to indicators of analytical thinking ability and students' interest in science is measured by using a questionnaire.  Data analysis was carried out by the Two Way Anova parametric test. Based on the results of the analysis carried out, the results were obtained: (1) there were differences in analytical thinking skills between students who were taught using the Problem Based Learning and Problem Based Learning - Computational Thinking (PBL-CT) learning models with a significance <0.05. (2) there is no difference in the ability to think analytically between students who have a high, medium, and low interest in learning science as shown by a significance value of 0.748 > 0.05. (3) there is an interaction between Problem Based Learning - Computational Thinking (PBL-CT) on students' analytical thinking skills in terms of students' interest in natural science subjects with a significance value of <0.05

Rahmatiah, Rahmatiah; Besse Syukuroni Baso

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Tujuan  penelitian  ini  yaitu  untuk  mengetahui Implementasi Model Problem Based  Learning  (PBL)  dalam  Meningkatkan  Hasil  Belajar  Bahasa  Indonesia  V UPT  SDN  11  Kabupaten  Soppeng.  Skripsi  Sarjana  Pendidikan  Guru  Sekolah Dasar   meningkatkan   hasil  belajar   bahasaindonesiadi  Kelas  V  UPT  SDN   11 Kabupaten  Soppeng. Adapun  jenis  penelitian  ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  dan  subjek  penelitian  ini adalah  murid  di kelas V UPT SDN  11Soppeng yang  berjumlah  28 orang.  Teknik  pengumpulan  data  menggunakan  observasi,  tes, dan   dokumentasi.   Teknik   analisis   data   menggunakan   rumus   rata-rata   nilai, persentase  ketuntasan belajar dan data observasi.  Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa  pembelajaran  menggunakan  model Problem  Based  Learning  (PBL) dapat meningkatkan   hasil  belajar   bahasaindonesiadi  UPT   SDN   11Soppeng.   Hal  ini dapat   dibuktikan   dari   rata-rata   nilai   murid   yang   sebelum  diterapkan   model pembelajaran  Problem   Based   Learning   (PBL)   adalah   68,   dan   murid   yang mendapatkan nilai di atas 72  adalah 43%.  Dari hasil siklus I rata-rata nilai murid memperoleh 63, dan murid yang mendapatkan nilai di atas 72 adalah 50%. Setelah siklus  II  diperoleh  rata-rata  nilai murid  77,91,  dan murid  yang mendapatkan nilai di atas  70  adalah  90.55%  menunjukkan  bahwa  adanya  peningkatan  hasil belajar bahasaindonesiadengan  menggunakan  model  pembelajaran  Problem  Based Learning (PBL).    

M. Farhan Faranza Alfansa; Utin Desy Susiaty; Marhadi Saputro

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari self-regulated learning. Adapun bentuk penelitian yang digunakan yaitu desain faktorial (factorial design) modifikasi dari desain true experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 1 Kembayan yang terdiri dari tiga kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Instumen penelitian berupa soal tes dalam bentuk essay. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis satu jalan sel tak sama dengan uji normalitas menggunakan uji Lilifors dan homogenitas menggunakan Uji Bartlett. Hasil penelitian setelah diterapkannya model pembelajaran problem based learning diperoleh bahwa: (1) hasil belajar siswa dengan kategori self regulated learning tinggi lebih baik dari pada siswa yang memiliki kategori self regulated learning sedang, (2) hasil belajar siswa dengan kategori self regulated learning tinggi lebih baik dari pada siswa yang memiliki kategori self regulated learning rendah, dan (3) hasil belajar siswa dengan kategori self regulated learning sedang lebih baik dari pada siswa yang memiliki kategori self regulated learning rendah.    

Musfira Musfira

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

This research aims to improve student learning outcomes in class I at SD Cordova Indonesia through the application of the trade a problem learning model assisted by concrete media. The problem in this research is the low mathematics ability of students in class I at SD Cordova Indonesia. The method used in this research is the classroom action research method (PTK). The subjects in this research were all 27 class I students at SD Cordova Indonesia. The indicator of success in implementing the action is that students achieve a minimum of 70% completeness with an average learning outcome score of at least 70 from the total number of students. Based on data processing from research results, the average value of student learning outcomes in the pre-cycle was 54.44, then after the first cycle actions were carried out it increased to 63.70. The first cycle action was then continued to the second cycle action and obtained an average score of 71.85 with student completion reaching 74.10% of the total students who took the learning outcomes test. Based on the results in cycle II, it shows that the application of the trade a problem learning model assisted by concrete media is effective in improving students' mathematics learning outcomes in class I at SD Cordova Indonesia.