SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 581-600 of 602

Analytics

Wibi Ardi Alvianto; Juni Amanullah

Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Perkembangan teknologi saat ini berkembang sangat pesat, media digital sebagai pembelajaran mengalami pengembangan yang signifikan. Hadirnya digital ini memberikan beragam inovasi, dimana pembelajaran konvensional yang kaku dan monoton akan digantikan dengan pembelajaran menggunakan media digital yang lebih praktis, fleksibel, tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Penelitian kali ini penulis menggabungkan software streaming Prism dan media sosial youtube sebagai media pembelajaran interaktif. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah; 1) pembelajaran interaktif, 2) efektifitas dan optimalisasi Prism dan youtube sebagai media pembelajaran interaktif. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dalam membedah topik ini, teknik pengumpulan data berupa prismervasi, eaeancara dan studi dokumen. Analsisi data menggunakan pedekatan Miles dan Huberman dengan proses analisis data kualitatif yaitu; reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data dari menunjukan sebanyak 50 responden terdiri dari 2 kelas menunjukkan: 10 sebanyak 4 jawaban mengalami kesulitan memahami pembelajaran interaktif secara online, karen kurangnya pemahaman tentang jaringan internet dan spesifikasi android dan PC, 2) sebanyak 14 responden memahami cukup memahami proses pembelajaran menggunakan Prism dan youtube, 3) dan sebanyak 30 responden mengaku memahami dan lancara dalam proses pembelajaran interaktif menggunakan Prism dan youtube. Pembelajaran interaktif menggunakan Prism dan youtube, menjadikan proses belajar mengajar menjadi lebih menarik, nteraktif dan tidak monoton. Adapun kelemahan menggunakan metode ini yaitu komunikasi hanya bisa satu arah dan peserta didik hanya bisa merespon lewat live chat saja.

Agus Bahrudin; Wahyu Wirasati

Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Dalam rangka   mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, maka   keterlibatan perempuan menjadi   syarat mutlak . Peran perempuan dalam pembangunan telah diakomodir dalam berbagai peraturan berkaitan keterlibatannya yang sangat diperlukan bagi keberhasilan pembangunan diantaranya melalui program kampung KB. Peran perempuan dalam implementasi program Kampung KB di Desa Bumiayu dapat dilihat dari 4 aspek yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi . Peran perempuan dalam menyampaikan informasi dan menerapkan program kepada masyarakat dilakukan melalui sarana media sosial sebagai penyampaian informasi dimana setiap kegiatan yang dilakukan kelompok kerja Kampung KB disampaikan dalam bentuk foto ataupun video. Disamping itu  juga  memiliki SDM perempuan pelaksana handal yang terwadahi dalam kepengusan Pokja Kampung KB COE (Central Of Excellence) Bumi Sejahtera periode tahun 2021- 2025 dengan  SK Nomor 411.3/23/2021.  Disposisi  dan struktur  birokrasi    diwujudkan berupa  dukungan  dan  komitmen semua  pihak  dimana pelaksanakan tugas dilakukan  sesuai dengan tupoksi dan pembidangan kegiatan yang dijalankan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang ada, Adapun  faktor  penghambat  yang  dihadapi  perempuan  dalam  pelaksanaan  program adalah  sulitnya merubah paradigma masyarakat mengenai KB, anggapan banyak anak banyak rezeki, dan kurangnya pendanaan terhadap program KB   Sedangkan faktor pendukung adalah kesadaran yang kuat dari masyarakat   untuk lepas dari stigma kemiskinan

susilowati, endang yuliana; Irpan, Y.B.

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

This community service aims to understand, motivate, and invite the public, especially students of the Faculty of Law, Unisri Surakarta, to use social media wisely so as not to become perpetrators of criminal acts of violation of Law No. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions which was updated with Law No. 19 of 2016 . Legal counseling is carried out online using the method of material presentation by the lecturer as a team of extension workers, followed by discussions, giving responses, opinions, impressions, messages or criticisms from participants who are present guided by students as moderators. Knowing and understanding the existence of the ITE Law, especially regarding criminal acts using social media, it is hoped that students can participate in disseminating this information to people in their social circle as an effort to prevent the occurrence of criminal acts through the use of social media.

Ahmad Maulidizen; Erza Sofian; Riyad Ramadhan; Rachmat Hidayat; Ali Alatas +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pandemi yang belum tahu kapan akan berakhir ini menjadikan semua pihak menyiapkan diri untuk tetap beraktivitas dengan tetap patuh pada protokol kesehatan harus membatasi jumlah pengunjung dan karyawan yang akhirnya dibagi dalam beberapa shift waktu. Langkah yang dapat dilakukan dalam memasarkan produk di dalam media sosial yang berupa TikTok ini tidak lain dan tidak bukan yaitu membuat hal semenarik mungkin yang tentunya sedikit menaruh bumbu-bumbu produk ke dalam kreativitas video tersebut. sebuah fenomena yang pernah terjadi ketika seorang pria berniat untuk mengiklankan produknya namun yang terjadi malah daya tarik video tersebut melebihi isi dari produk yang ia promosikan. Aktivitas utama dari pemasaran melalui TikTok Shop ini untuk memperluas cakupan konsumen dan bisa lebih dikenal lagi di kalangan masyarakat dengan tidak mengabaikan tujuan awal dari Tji Liewoeng Coffee itu sendiri. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah membuat akun TikTok terlebih dahulu dan langsung mengarah kepada fasilitasnya yaitu TikTok Shop yang sesuai dengan konsep Tji Liwueng Coffe. TikTok Shop berisikan fitur dimana produk kita bisa dengan mudah dipasarkan dengan beberapa cara tentunya. Output dari kegiatan pemasaran aplikasi TikTok melalui TikTok Shop yang dijalankan ini adalah untuk menaikan citra dan brand dari Tji Liwoeng Coffee dengan tidak mengubah total. Kemudian dengan adanya TikTok Shop ini berharap target pasar akan semakin meluas dan juga penjualan meningkat dan juga bisa berpotensi untuk merangkul potensi pasar yang baru.    

Dwitya Agustina; Erza Sofian; Miftahul Jannah; Chance Ginaya Bancar; Farrez Al Hakim +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Program pengabdian masyarakat yang dilakukan tahun ini berfokus mengenai dampak ekonomi dari Pandemi Covid-19 terkait regulasi pemerintah berupa pembatasan aktivitas membuat banyak performa di berbagai sektor bisnis menurun, terutama bagi perusahaan besar atau korporasi. banyak pelaku UMKM yang kesulitan untuk memaksimalkan pemanfaatan digitalisasi ini baik bagi “pemain” lama maupun yang baru terjun ke dunia wirausaha sejak pandemi Covid-19 ini. Proses pengabdian masyarakat meliputi kegiatan tahap FGD, tahap survey, tahap sosialisasi, tahap pelatihan, tahap pendampingan, dan tahap evaluasi. Terlebih di masa pandemi Covid-19 sekarang ini dimana dengan diberlakukannya pembatasan aktivitas fisik diluar rumah dan mengakibatkan banyak dari pendapatan yang dilakukan oleh bisnis secara konvensional menurun dan mendorong mereka untuk beralih tempat berjualan ke ranah dunia maya dikarenakan meningkatnya aktivitas pengguna media sosial. UMKM yang berada di Jakarta yang dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2021 hingga sampai saat ini.   Kata Kunci:

SUPRIYANTA, SUPRIYANTA

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penguasaan secara teori dan prektik (softskill) bagi kalangan mahasiswa dalam memahami UU ITE secara leibh komprehensif.Metode yang digunakan adalah secara daring/on line dengan MS TEAMS.Hasil yang diperoleh bahwa pengetahuan secara teoretis, pemahaman secara praktis berdasarkan ilustrasi dan contoh-contoh kasus hukum pelanggaran UU ITE yang disampaikan menjadi sangat penting guna menyadarkan mereka agar berhati-hati dalam bermedia sosial.Saran yang bisa dikemukakan adalah agar para mahasiswa fakultas hukum yang sudah hampir menyelesaikan studinya bisa menjadi agen perubahan perilaku di masyarakat kearah perilaku yang produktif dan taat hukum.Kata Kunci : Sosialisasi, UU No. 11 Tahun 2008

Sugiaryo, Sugiaryo

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Program pengabdian masyarakat ini dilakukan pada guru-guru SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA anggota PGRI Kota Surakarta. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan bimbingan, pelatihan, dan pendampingan pada guru-guru SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA anggota PGRI Kota Surakarta dalam memahami hak-hak dan kewajiban serta kode etik profesi guru. Dari hasil diskusi, sebagian besar guru-guru SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA anggota PGRI Kota Surakarta kurang memahami dengan baik hak-hak dan kewajiban serta kode etik profesi guru. Akibatnya dalam menjalankan tugas profesinya tidak jarang guru mengalami masalah. Baik masalah dengan peserta didik maupun dengan orang tua peserta didik, seperti diantaranya tindak kekerasan, intimidasi, pelecehan, dan sebagainya. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah seminar dan pendampingan, baik melalui media sosial maupun konsultasi. Luaran dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) Terselenggaranya seminar tentang perlindungan hukum dan kode etik profesi guru yang berdampak pada peningkatan pemahaman guru-guru SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA anggota PGRI Kota Surakarta tentang hak dan kewajiban serta kode etik profesi guru; (2) Publikasi ilmiah di jurnal pengabdian adiwidya dengan ISSN (online) 2598-2281 dan ISSN (offline) 2598-2273

Sugiaryo, Sugiaryo; Sutoyo, Sutoyo; Syahbani, Toha

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

ABSTRAK Program pengabdian masyarakat ini dilakukan pada guru-guru SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA Kota Surakarta. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pemahaman dan meningkatkan profesionalitas guru-guru SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA Kota Surakarta melalui Penelitian Tindakan Kelas pada masa pandemi Covid-19. Dari hasil diskusi, sebagian besar guru-guru SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA kurang memahami dan belum terbiasa melakukan Penelitian Tindakan Kelas secara baik. Mengingat Penelitian Tindakan Kelas adalah merupakan jenis karya tulis ilmiah yang menjadi salah satu syarat untuk kenaikan pangkat, akibatnya mereka terhambat dalam usulan kenaikan pangkatnya. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah webinar (ceramah dan diskusi) dan pendampingan melalui media sosial WhatsApp (WA). Luaran dari program pengabdian masyarakat ini adalah: (1) Meningkatnya pemahaman guru-guru SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA tentang penelitian tindakan kelas; (2) Terwujudnya proposal penelitian tindakan kelas; dan (3) Publikasi di jurnal ilmiah. Key Word : Profesionalitas Guru, Penelitian Tindakan Kelas, Pandemi Covid-19

Darianto Darianto; Arfiana Dewi; Ninin Nike Pebriyati; Yuliana Tri Ratnasari

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This article discusses social media content design training organized by the Lamongan Aisyiyah Regional Leadership (PDA), in collaboration with the Ahmad Dahlan Lamongan Institute of Technology and Business. The focus of utilization training is managing Instagram feeds and color choices. Participants, the majority of whom are women aged 30-45 years, act as contributors to the PDA Lamongan Instagram account. Material includes feed management, use of color pallette. The results of this training show an increased understanding of Instagram. The enthusiasm of the participants reflects the success of the training on utilizing PDA Lamongan social media by applying the knowledge gained, opening up the potential for similar activities in the future

Nur Aisyah, Shabilla

DINAMIKA HUKUM 2020 Universitas Stikubank

Photography copyright works in Istagram are regulated in Article 40 paragraph (1) letter k of Law number 28 of 2014 concerning Copyright. The background of this research is that the public does not understand the element of copyright protection in every photographic work uploaded on Instagram social media. When someone downloads a photographic work without the permission of the owner of the work, even though this has often been done, from a legal standpoint there will be legal consequences and even lead to sanctions. The problem is whether the state provides protection for photographic copyrighted works and what are the legal consequences if the download is done without permission. The method used in this research is normative juridical, namely research based on secondary data, which is then analyzed qualitatively and presented in a qualitative form.The results show that the state has protected photographic copyright works, through Article 1365 jo 1367 KIHPer, Article 25 of Law No. 19 of 2016 concerning Electronic Information and Transactions, Article 40 paragraph (1) letter k and Article 59 of Law No. 28 of 2014 concerning Copyright and Joint Regulations of the Minister of Law and Human Rights and the Minister of Communication and Information Technology No. 14 of 2015 and No. 26 of 2015. The legal consequence is that if a person makes a download without permission, under Article 113 of the Copyright Law, he can be sentenced to a maximum of 4 years in prison and / or a maximum fine of 1 Billion, based on Article 48 of the ITE Law, imprisonment of 8 - 9 years and / or 2 M.           Keywords: Legal Protection, Copyright, Photography, Social Media

Triwanto, Triwanto; Aryani, Esti

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Penggunaan media sosial dewasa ini tidak dapat dibendung lagi seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Tidak dapat dipungkiri media sosial juga banyak digunakan oleh kaum ibu. Penggunaan media sosial secara bijak akan sangat bermanfaat bagi penggunanya. Oleh karena itu kepada masyarakat perlu diberikan pengetahuan bahwa penggunaan media sosial yang keliru dapat berakibat yang merugikan bahkan dapat berurusan dengan hukum.Kata kunci       :           media sosial, etika, hukumÂ

susilowati, endang yuliana; Irpan, Irpan

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Abstrak Perkembangan teknologi komunikasi mendorong akses dan penyebaran informasi menjadi tanpa batas dan tidak terkontrol. Penyebaran isu hoax, ujaran kebenjian (hate speech), hingga perilaku bullying di media sosial semakin banyak terjadi. Kurangnya pemahaman akan konten media sosial yang terindikasi melanggar UU ITE serta kesadaran atas sanksi hukum penyalahgunaan informasi menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan yang bermitra dengan PKK Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karangnyar. Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa Sosialisasi UU ITE terkait anti hoax, hate speech dan bullying menjadi solusi menuju pengguna media sosial sehat dan beretika. Melalui Kegiatan ini, mitra berbagi dan mendapat pemahaman mengenai konten dan sanksi hukum atas UU ITE. Melalui kegiatan pengabdian ini mitra telah  mampu mengetahui dan mengidentifikasi konten media sosial yang sehat dan bebas dari pelanggaran UU ITE. Keywords: Hoax, Hate Speech, Bullying, Media Sosial, UU ITE.

Hakim, Luqman Al; Handayani, Sri; Santika, Ria; Melati, Nimas Ayu

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Perkembangan desa Plesungan dalam hal kepariwisataan, seni, dan budaya mendorong peningkatan sarana prasarana, pemberdayaan sumber daya manusia, dan explorasi sumber daya alam. Bidang kepariwisataan berupa sendang plesungan berkembang dengan baik seiring dengan peningkatan jumlah pengunjung sehingga meningkatkan income bagi desa plesungan. Dalam bidang seni dan budaya, beragamnya pertunjukan seni, berupa festifal sendang plesungan, padepokan lemah putih, reog, dan studio plesungan merupakan bentuk pelestarian dan pengembangan seni dan budaya lokal dan wujud regenerasi bagi generasi muda setempat. Peningkatan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan, seni dan budaya desa Plesungan bermanfaat untuk melestarikan eksistensi potensi lokal dan meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan meluas ke wisatawan mancanegara. Eksplorasi sumber daya alam untuk memperluas area kepariwisataan merupakan hal yang penting untuk mengembangkan potensi desa yang bermuara pada pemanfaatan secara optimal sumber daya alam untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa Plesungan.Peranan sumber daya manusia dalam pengembangan potensi desa Plesungan tidak terlepas dari kegiatan yang bersifat kreatif, inovatif, dan memiliki nilai promotif. Penggunaan bahasa yang santun, sopan, dan menggunakan tata nilai yang baik merupakan aktifitas yang bernilai promotif untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung di desa Plesungan. Kecakapan berbahasa daerah dan bahasa Indonesia menunjukkan sikap cinta tanah air dan melestarikan budaya lokal, namun ketrampilan berbahasa mancanegara, khususnya bahasa Inggris juga merupakan hal yang perlu diwujudkan untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Mewujudkan sumber daya manusia yang cakap dan terampil dalam berbahasa Inggris memerlukan langkah-langkah konkret, diantaranya adalah analisa kebutuhan bahasa Inggris untuk mengidentifikasi ragam bahasa Inggris yang diperlukan untuk menunjang kepariwisataan desa Plesungan. Respon positif dari masyarakat tentang kebutuhan bahasa Inggris wisatawan mancanegara perlu ditingkatkan sebagai upaya memfasilitasi kunjungan mereka.Hasil pengabdian ini adalah (1) diperolehnya ragam bahasa Inggris yang diperlukan bagi pelaku usaha wisata desa Plesungan, yaitu Pengenalan diri (Introducing myself); bertanya dan memberikan informasi (asking and giving information); menawarkan produk/cinderamata khas desa (offering local souvenirs), memberikan saran (giving suggestion); dan mengundang (invitation); (2) profil warga Plesungan bahwa 75% warga termasuk kategori usia produktif sehingga diharapkan dapat mengembangkan potensi kepariwisataan dan seni budaya lokal; dan (3) optimalisasi promosi desa berbasis digital melalui media sosial diperlukan baik dalam bentuk bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Jawandi, Ahmad -; Putro, Eko Adi

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Diera digital ini sangat mempengaruhi komunikasi anak dan orang tua, seseorang yang jauh menjadi dekat dan yang dekat terasa jauh karena adanya media sosial. Banyak sekali kesalahan komunikasi yang dilakukan orang tua terhadap anak-anaknya di rumah. Orang tua yang kurang bisa berkomunikasi dengan anaknya akan menimbulkan kerenggangan atau konflik hubungan, sebaliknya orang tua yang dapat menerima dan berkomunikasi secara efektif sebagaimana adanya akan membuat anak cenderung dapat tumbuh, berkembang, membuat perubahan-perubahan yang membangun, belajar memecahkan masalah-masalah, secara psikologis semakin sehat, semakin produktif, kreatif dan mampu mengaktualisasikan potensi sepenuhnya. Karena itu, orang tua perlu menumbuhkan sikap yang tepat dan mempelajari keterampilan komunikasi yang efektif untuk menguatkan hubungan antara orang tua dan anak. Orang tua harus mengambil inisiatif dengan mengikuti beberapa cara untuk membangun komunikasi yang efektif, salah satunya melalui pendekatan behavior teknik modeling. Sasaran pengabdian adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan di Kecamatan Wonosegoro. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan metode pelatihan dalam membangun komunikasi interpersonal yang efektif antara orang tua dengan anak diera digital melalui teknik modeling. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah modeling sebagai pendekatan membangun komunikasi interpersonal yang efektif dalam keluarga. Dalam metode modeling ini menggunakan beberapa teknik khusus yaitu teknik Symbolic Model, Live Model dan Behavior Rehearsal.. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini, dilaksanakan dengan seminar dan pelatihan melalui ceramah, diskusi dan ramu pendapat (brain storming), tanya jawab, serta praktik secara langsung. Pelaksanaan pelatihan teknik modeling sebagai upaya dalam membangun komunikasi interpersonal yang efektif orang tua dengan anak diera digital dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan.  Hasil yang diharapkan dari pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah terwujud pemahaman orang tua tentang pentingnya membangun komunikasi interpersonal yang efektif antara orang tua dengan anak diera digital yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui teknik modeling. Kata Kunci : Teknik Modeling, Komunikasi Interpersonal

Dewi, Septiana Novita; Haryanto, Aris Tri; Wariati, Ambar

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian ini merupakan pengabdian lanjutan dari proses pengabdian sebelumnyam bahwa di Kelurahan Desa Gebang memiliki potensi untuk ditingkatkan UMKM makanan ringan.  Dengan adanya peningkatan UMKM di Kelurahan Gebang, akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya. Akan tetapi dalam pemasaran produk UMKM masyarakat di Kelurahan Gebang belum diimbangi dengan adanya pemanfaatan alat tekhnologi, sehingga proses pemasaran belum optimal. Hal ini disebabkan karena rata-rata pelaku UMKM memiliki usia yang tidak muda lagi, sehingga perlu pendampingan yang lebih ekstra. Pada saat era milineal ini, semua disajikan secara praktis dan efisien yaitu dengan memanfaatkan tekhnologi informasi. Seperti pemasaran melalui akun facebook, Instagram, website, twitter dan lain-lain. Hal ini bertujuan bahwa dengan menggunakan tekhnologi informasi, semua informasi produk dapat tersampaikan secara luas, baik tingkat nasional maupun internasional. Permasalahan yang utama ketika UMKM tidak memanfaatkan tekhnologi informasi dengan baik adalah mereka hanya bisa menjual produknya secara lokal dan jenis-jenis produk yang dijual tidak tersampaikan secara luas. Dalam mensiatasi kompetensi bisnis di era digital diharapkan seluruh UMKM memahami dan menggunakan digital marketing dengan baik, agar mereka mampu bersaing dengan baik hingga mencapai keunggulan k;ompetitif lebih maksimal. Materi yang diberikan kepada UMKM di Kelurahan Desa Gebang adalah tujuh konsep pemasran ampuh dengan metode digital, diantaranya adalah Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Pembuatan Konten, Mobile Marketing, Email Marketing, Affiliate Marketing, Pemasaran Media SosialUMKM, Digital Marketing, Kelurahan Gebang

Riyanto, Buddy

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2019 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh maraknya usaha wisata yang diinisiasi oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di desa Sidowayah, kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten yang memilki potensi wisata alam. Namun dalam perjalananya, upaya mempertahankan eksistensi dan pemasarannya justru menjadi beban tersendiri. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial dalam promosi wisata. Metode yang digunakan adalah melaksanakan focus group discussion yang diikuti para penggiat wisata desa dan pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi permasalahan serta menemukan alternatif solusi. Kesimpulannya adalah bahwa promosi melalui media sosial sudah dilakukan dengan baik oleh penggiat wisata, namun lebih efektif jika yang melakukan adalah para wisatawan yang puas menyebarluaskan pengalaman mereka dalam wisata di desa Sidowayah.Kata kunci: media sosial, promosi wisata, Sidowayah

Handoko, Bagus Dwi; Suliantoro, Adi

DINAMIKA HUKUM 2019 Universitas Stikubank

Nasabah adalah konsumen pengguna jasa perbankan yang memiliki hak mendapatkan perlindungan hukum dalam melakukan transaksi. Perkembangan teknologi mendorong nasabah untuk melakukan transaksi secara non tunai (cashless). Produk-produk uang elektronik memberikan solusi kepada konsumen berupa kemudahan bertransaksi. Salah satu produk uang elektronik yang beredar di masyarakat  adalah Brizzi yng diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Seiring meningkatnya penggunaan Brizzi di masyarakat, permasalahan terkait penggunaannya pun seringkali dialami oleh pemegang kartu. Permasalahan tersebut menjadi salah satu resiko yang dihadapi pemegang kartu.     Dalam proses penyelesaian masalah inilah seringkali hak nasabah dalam perlindungan konsumen dikesampingkan. Dari latar belakang tersebut, maka dalam penelitian ini dirumuskan permasalahan sebagai berikut : (1). Bagaimana perlindungan hukum bagi konsumen pengguna kartu Brizzi menurut Undang-Undang? (2) Apa saja resiko yang ditanggung oleh pengguna kartu Brizzi dalam bertransaksi? (3) Bagaimana penyelesaian masalah apabila terjadi hal yang merugikan konsumen pengguna kartu Brizzi. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Dalam pendekatan yuridis, hukum dilihat sebagai norma sehingga pendekatan ini mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pendekatan normatif digunakan untuk menganalisis hukum sebagai suatu perangkat aturan perundangan yang bersifat normatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, resiko yang dihadapi pengguna kartu antara lain gagal top up tapi saldo terdebet, jaringan offline, Brizzi rusak,hilang, pasif, dan permasalahan biaya. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan oleh Bank BRI sebagai bank penerbit melalui layanan Call BRI 14017, Customer Service di unit kerja, maupun melalui media sosial BRI. Maksimal penyelesaian adalah 14 (empat belas) hari kerja dihitung dari diterimanya komplain oleh Bank BRI. Perlindungan hukum bagi nasabah terkait transaksi pembayaran non tunai khususnya kartu BRIZZI menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan adalah penerapan prinsip transparansi, perlakuan yang adil, keandalan, kerahasiaan dan keamanan informasi konsumen, serta penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa konsumen secara sederhana, cepat dan biaya terjangkau. Bank BRI perlu meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan keamanan bagi nasabah pemegang kartu Brizzi yang berkebutuhan khusus.

AnitaTrisiana, Yohanes Sudarmodjo, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media sosial dan motivasi belajarterhadap prestasi belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan siswa kelas VII SMP Negeri1 Gatak Sukoharjo 2017/2018.Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Gatak Sukoharjo. Subjek dalam penelitian iniadalah siswa kelas VII berjumlah 74, kelas kontrol berjumlah 31 siswa dan kelas eksperimenberjumlah 41 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif yaitu mendeskripsikandata yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksudmembuat kesimpulan yangberlaku untuk umum atau generalisasi. Metode penelitian eksperimen yaitu digunakan untukmencari pengaruhperlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.Berdasarkan hasil uji-t independent sample t test media sosial, motivasi belajar, dan prestasibelajar ada perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol yang artinyakeduanya memiliki media sosial yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian tersebut media sosial,motivasi belajar, dan prestasi belajar untuk kelas kontrol dan kelas eksperimenkeduanya yangberbeda. Kelas kontrol untuk hasil media sosial, motivasi belajar, dan prestasi belajar lebih tinggidibandingkan kelas eksperimen.Kata Kunci : Media Sosial, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar

Eka Tripustikasari, Desty Rakhmawati &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sokaraja merupakan salah satu Kecamatan yang termasuk dalam Kabupaten Banyumas, yang dipimpin seorang Bupati yang bernama Ir. Achmad Husein dan wakil nya yang bernama dr. Budhi Setiawan. Sokaraja selain sebagai pusat menimba ilmu bagi para santri yang berpusat di Masjid Kauman Sokaraja Tengah, tetapi Sokaraja juga sebagai tempat kelahiran pejuang seperti R.Separdjo Roestam, Gatot Soebroto, dan para petinggi lain di Indonesia. Sokaraja sangat terkenal dengan Soto Sokaraja, Batik Sokaraja dan Getuk gorengnya, sehingga kebanyakan mata pencaharian warga Desa Sokaraja sebagai penjual soto, pembuat batik dan produksi getuk goreng. Selain bermata pencaharian sebagai penjual soto, pembuat batik dan produksi getuk goring, tetapi banyak juga yang bermata pencaharian sebagai produsen tahu. Tahu adalah suatu produk makanan yang dibuat dari hasil penggumpalan protein kedelai. Produksi tahu masih belum dikenal banyak oleh masyarakat luas, dibandingkan dengan produksi getuk goreng, batik dan soto sokaraja yang sudah sangat dikenal masyarakat luas. Kurang dikenalnya produksi tahu di Sokaraja, bisa disebabkan kerena para produsen tahu hanya mampu membuat atau memproduksi tahu tanpa mengetahui bahwa nilai tambah dari produksi tahu itu sangatlah banyak.Seperti penambahan nilai tahu dengan membuat olahan makanan seperti kerupuk, nugget dan yang lainnya, yang nanti bisa dipasarkan.Kurang dikenalnya produksi tahu di Sokaraja, menyebabkan keuntungan dari produksi tahu masih tergolong minim.Karena berdasarkan hasil wawancara dengan produsen tahu, bahwa satu hari keuntungan yang didapat berkisar 100 ribu. Dengan adanya IbM ini diharapkan bisa menambah nilai tambah dari tahu atau ampas tahu dan menambah keuntungan bagi produsen tahu di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Karena rencana kerja dalam program IbM adalah dengan memberikan ketrampilan atau pelatihan bagi para produsen tahu di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas tentang bagaimana caranya agar tahu atau ampas tahu mempunyai nilai tambah yaitu dengan memproduksi tahu atau ampas tahu menjadi kerupuk yang dikemas dengan adanya izin dari Kementerian Kesehatan yang siap untuk didistribusikan atau dipasarkan. Selain itu juga akan dibuatkan aplikasi website atau media sosial via on-line untuk membantu memasarkan produk. Selain itu juga dalam pendistribusian krupuk tahu atau krupuk ampas tahu akan didistribusikan ke warung atau toko sekitar.Kata kunci: Desa Sokaraja Tengah, Produksi Tahu, Produksi Krupuk Tahu dan Produksi Krupuk Ampas Tahu.

Sugiaryo, Sigit Sugeng Riyadi &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui pengembangan model literasiuntuk peningkatan Civic Virtue pada siswa SMAN 6 Surakarta tahun ajaran 2017/2018.2). Untuk mengetahui pemanfaatan media sosial pada siswa SMAN 6 Surakarta tahunajaran 2017/2018. 3). Untuk mengetahui pengembangan model literasi melaluipemanfaatan media sosial untuk meningkatkan civic virtuepada siswa SMAN 6Surakarta tahun ajaran 2017/2018. SMA N 6 Surakarta terletak di jalan Mr. SartonoNo.30 Surakarta, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta dengankode pos 57135.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yaituWakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum, Guru PPKn dan siswa SMAN 6Surakartasebagaisubjek. Sedangkan data yang di kumpulkan dalam penelitiam iniadalah data primer dan data sekunder tentang pengembangan model literasi melaluipemanfaatan media sosial guna meningkatkan civic virtue siswa di SMAN 6 Surakarta.Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Untukteknik analisis data dengan menetapkan informasi kunci yang merupakan informan yangdipercaya dapat membuka informasi kepada peneliti dalam berwawancara. Setelah itu,perhatian peneliti pada objek penelitian dan memulai membuat instrumen wawancaradeskripsi, jadi proses penelitian ini berangkat dari luas kemudian memfokuskan, dankemudian meluas lagi sehingga kemudian dapat di ambil kesimpulan dari narasumberyang disajikan dengan bentuk narasi. Sebelum melakukan wawancara, penelitimelakukan observasi pada kelas 11 MIPA SMAN 6 Surakarta.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Pengembangan model literasi terintegrasimelalui rencana pelaksanaan pembelajaran yang di sisipkan dalam setiap pembelajaran.2) pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran PPKn memberi dampakpositif dan dampak negatif. 3) dengan pembiasaan berliterasi dalam pembelajaran yangmemanfaatan media sosial dapat meningkatkan civic virtue siswa sehingga menjadikansiswa berperilaku baik di sekolah maupun di masyarakat.Kata Kunci : Pengembangan Model Literasi, Media Sosial, CivicVirtue.