Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 41-44 of 44

Analytics

Rahmat Lutfi Guefara

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This research aims to describe how the moral attitudes taught in the science of Sufism can serve as a foundation for multicultural education. The research method used is qualitative phenomenology, with an approach that includes in-depth interviews, direct field observations, and general observation. The result of this research is a design for multicultural education based on Sufi ethics. This study explores the collaboration between the concept of multicultural education and Sufi behavior in Sufism teachings. Both elements have developed significantly and have influenced various aspects of life. However, this research offers an integration of these two elements into a Sufi-oriented multicultural education system. This new model is expected to create serenity and peace for the Indonesian nation.    

Muhammad Abdul Gofur; Muhamad Fahmi Ridho Auliya; Mukh Nursikin

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Indonesia adalah bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai suku, ras, bahasa, adat istiadat, agama, dan budaya. Masyarakat Indonesia juga dikenal sebagai masyarakat multikultural dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam. Secara konseptual, multikulturalisme mengacu pada profil negara sebagai bangsa yang majemuk dan masyarakat yang multikultural. Warga negara akan menghargai pluralitas dan multikulturalisme berdasarkan prinsip pemerataan. Multikulturalisme sebagai konsep keragaman dan pemerataan harus diakomodasi dalam sistem pendidikan nasional. Itu harus tercermin dalam kurikulum.      

Sakhat Maulidah; Nurul Qomariyah; Siti Antika Ririn Pratiwi

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This article reviews the Implications of Multicultural Education on the Religious Mindset of the Millennial Generation. This article aims to explain the impact of implementing multicultural education on the religious mindset of the millennial generation. The writing of this article uses a type of qualitative research with library research methods. The results of this study are to determine the impact of the implementation of multicultural education on the religious mindset of the millennial generation, namely: (1) improving self understanding and self-concept well. (2) increase sensitivity in understanding other people. (3) respecting religious and cultural differences between groups regarding an event, values, and behavior. (4) open our minds in responding to various issues. (5) Stay away from stereotypical views and try to respect others. With multicultural education, a person will become a good human being and more tolerant of diversity, and not passionate about the religion he adheres to. Therefore, a religious mindset based on multicultural education needs to be instilled as early as possible. This includes an appreciation of the existence of cultural plurality, recognition of human dignity and rights, and development of human responsibility towards the inhabited earth.

Sudarsono, Sudarsono

Kurikulum sebagai salah satu bagian terpenting dalam pendidikan, harus dipersiapkan dan dilaksanakan dengan baik, sehingga akan mencapai hasil yang memuaskan sesuai dengan harapan semua pihak. Kurikulum di sini tidak dimaksudkan dalam pengertian sempit, yaitu kumpulan mata pelajaran/bahan ajar yang harus dipelajari oleh siswa/santri. Akan tetapi, kurikulum dalam pengertian yang luas, yaitu pengalaman belajar yang direncanakan untuk mencapati tujuan pendidikan. Atau sebagaimana kurikulum yang diartikan oleh Nana Syaodih Sukmadinata sebagai rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. Dari kekhasan kurikulum ini menunjukkan bahwa berbagai tuntutan yang harus ada dalam kurikulum pendidikan agama Islam. Tuntutan ini terus berkembang sesuai dengan tantangan zaman yang sedang dihadapi. Tuntutan zaman Islam sekarang lebih kompleks. Dalam mengembangkan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, MA Al-Ma’ruf melaksanakan pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam didasarkan pada kurikulum Dinas Pendidikan yang dipadukan dengan kurikulum YPI Al-Ma’ruf. Dengan adanya pengembangan kurikulum tersebut, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Meliputi, sumber daya kurikulum (baik berupa sumber daya manusia, sarana dan prasarana, maupun pendanaan), kesiapan organisasi, kesiapan siswa, dan kepercayaan serta dukungan masyarakat terhadap kurikulum yang dikembangkan.