Publication Search

70,876 articles from 631 journals · 2,111 citations tracked

Showing 41-60 of 64

Analytics

Andriani, Dewi

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2023 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Pejuang UMKM harus bisa melihat barang apa saja yang laris di pasar lapangan. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan warga agar kami sebagai penggiat UMKM dapat menyediakannya. Penelitian ini menggunakan kuesioner online. Fokus penelitian ini adalah kualitas produk dan persepsi harga kerupuk Hudi Jaya. Lokasi penelitian terletak di Simo Mojoruntut, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh kualitas layanan, kualitas produk, dan persepsi harga dapat disimpulkan, 1) terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan, 2) terdapat pengaruh positif dan signifikan produk. kualitas terhadap loyalitas pelanggan, 3) terdapat pengaruh positif dan signifikan persepsi harga terhadap loyalitas pelanggan, 4) pengaruh kualitas layanan, kualitas produk, dan persepsi harga terhadap loyalitas pelanggan secara simultan.

Tubel Agusven; Risnawati Risnawati; Selvi Fauzar; Rapida Nuriana; Satriadi Satriadi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Each village has potential, both physical potentials such as climate, soil, water, geographical environment, human resources and others as well as non-physical potentials such as community culture. In Penaga Village, Teluk Bintan District, the majority of people's livelihoods as fishermen and marine catches are still not optimally utilized. Therefore, service activities to process fish into fish crackers to support the economy of the people of Penaga Village as one of the efforts to empower the community towards independence in entrepreneurship and optimize the utilization of potential. The service method is carried out with a training program where this program is one part of the community service program activities in the form of training on how to process fish crackers by utilizing marine catches into fish crackers so that they can have more selling value, business licensing and legality, and marketing through digital marketing. It is hoped that after attending this training, the community will be motivated to develop the potential in Penaga Village

Angga Saddam S; Hendri Sucipto; Amelia Sholeha; M. Badrun Zaman

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

The government is committed to empowering Micro, Small and Medium Enterprises (MSMES) in Indonesia, MSMES are a form of small business whose existence plays a very important role in empowering the community to have independence in the economic sector. MSMEs that are used as partners in community service activities are people who are members of the home industry in the village of Randusanga Wetan, Brebes Regency. This article at least describes the results of the community service process carried out by the community service team from Muhadi Setiabudi University, Brebes, offering assistance services on the importance of business legalization so that it can be more competitive globally. Having a business license is very important for the community, but sometimes there are not a few people who don't want to take care of their business license due to lack of knowledge, limited data, and so on. Through this community service activity, the goals and targets to be achieved in community service activities are business legalization for MSME actors. By having business legality, business actors are expected to be able to compete in the free market era. The method used in this service activity is carried out in the form of counseling and assistance in managing business legality

Bella Anggraini; Achmad Hidir

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Dengan banyak nelayan dan pertanian yang ada di Desa Sungai Luar maka Kecamatan Batang tuaka sangat mendukung program home industry atau usaha mikro, agar menunjang perekonomian daerah dan juga masyarakat setempat. Industry di Desa Sungai Luar masih relative kecil mulai dari usaha mikro, industry kecil dan industry menengah. Dengan adanya industry-industry ini dapat membuka lapangan kerja baru terutama bagi kaum hawa. Kabupaten Indragiri Hilir Kecamatan Batang Tuaka merupakan daerah yang disebut dengan seribu parit dan masyarakat nya mayoritas umat muslim, dalam hal ini di Desa Sungai Luar terdapat sektor industry rumah tangga dengan nama home industry kerupuk amplang yang masing-masing memiliki karyawan. Dengan adanya home industry diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Selain itu juga masyarakat Desa Sungai Luar juga bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan tangkapan udang yang cukup banyak, kemudahan dalam memperoleh hasil dari laut berupa udang tersebut membuka peluang usaha bagi masyarakat yang tinggal di Sungai Luar, sehingga masyarakat mempunyai inisiatif dengan kreatifitas memanfaatkan sumber daya alam sekitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena metode ini tepat digunakan untuk penelitian ini. Tenaga kerja Penelitian menemukan bahwa rata-rata subjek penelitian memperkerjakan masyarakat sekitar dan anggota keluarganya untuk membantu mengembangkan Home Industri kerupuk amplang di Desa Sungai Luar.

Febrianika Ayu Kusumaningtyas; Rizkan Halalan Djafar

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat telah dilaksanakan di  Kelurahan Batukota, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung, di mana masyarakat yang tinggal di daerah ini Sebagian besar bermata pencarian sebagai nelayan. Ikan merupakan hasil laut terbanyak yang diperoleh nelayan dan dijadikan komoditas jual beli, yang juga untuk dikonsumsi keluarga. Pengolahan daging ikan di daerah ini perlu diperbarui dengan melakukan pelatihan pengolahan daging ikan menjadi bakso dan nugget. Tulang ikan yang umumnya hanya menjadi limbah rumah tangga yang dibuang diolah menjadi kerupuk dengan kandungan utama kalsium dan fosfor yang sangat baik bagi tubuh. Metode yang diadopsi dalam kegiatan ini yakni direct learning dan simulasi yang langsung dipraktekkan oleh warga. Hasil akhir dari kegiatan pelatihan adalah terampil dan mampunya warga mengolah daging dan tulang ikan dengan lebih efisien dan optimal.  

Firmansyah Kusumayadi; Amirulmukminin, Amirulmukminin; Muhammad Yusuf; Yakub Subhan; M. Maolidin Febrian

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan pelatihan terkait pembuatan kerupuk kanti varian rasa dalam memberdayakan masyarakat khusunya bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Raba Baka Kabupaten Dompu dan untuk mengetahui respon ibu-ibu rumah tangga di Desa Raba Baka terhadap pelatihan pembuatan kerupuk kanti. Adapun metode kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, metode tanya jawab dan latihan dalam pembuatan dan pengolahan kerupuk kanti. Pelatihan ini melibatkan para anggota mahasiswa Kuliah Kerja Nyata yang didampingi oleh dosen pendamping dari Prodi Manajemen dengan peserta para ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga di Desa Raba Baka. Adapun hasil dari pelatihan pembuatan kerupuk kanti varian rasa yang di yaitu (1) hasil evaluasi terhadap olahan kerupuk kanti yang dibuat peserta pelatihan secara umum termasuk kategori baik dengan rata-rata keberhasilan 80%, (2) tanggapan dari ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga dalam pelaksanaan pelatihan pembuatan olahan kerupuk kanti ini sangat baik, dilihat dari kehadiran mencapai 85% dan mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Dona Amelia; Andria Ningsih; Delfi Hurnis; Muhammad Nazif; Eka Hendrayani

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

PKM ini dilakukan di KWT UP3HP Indah Sari di Jorong Ladang Darek, Nagari Kamang Hilia, Kec. Magek, Kab. Agam. Saat ini KWT UP3HP Indah Sari menghadapi berbagai hambatan terkait pembagian tugas dan pola produksi produk, banyak pesanan yang datang namun tidak bisa terpenuhi semuanya karena belum tepatnya pengelolaan manajemen operasional yang diterapkan. Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Untuk mengatasi sejumlah permasalahan yang dihadapi kelompok ini dibutuhkan solusi dengan strategi manaajemen SDM secara optimal. Metode yang digunakan dalam memberikan penyuluhan dan pelatihan pengabdian masyarakat ini adalah pretest, ceramah, media penyuluhan, dan postest. Berdasarkan hasil  dan  pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini memberikan hasil yang positif. Karena kegiatan ini dapat membantu KWT UP3HP Indah Sari memahami tentang perlunya manajemen SDM dan produksi dalam pembuatan produk kerupuk kamang agar mempunyai mutu dan kualitas bersaing. Sehingga bisa memenuhi target pesanan yang ditetapkan.    

Diondi Nugroho; Enna Marliana; Friza Pertiwi; Nanda Dewi Anggraeni

Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Ekonomi 2022 Universitas Kristen Indonesia Toraja

The purpose of this study is to determine the export marketing strategy of three-color cracker SMEs in entering the global market. The method used in this study uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews and observations. The results of this study indicate that the export marketing strategies that can be used for three-color crackers in entering the global market are as follows: a. Knowing the target market to be achieved, b. considering the scale of the business that you want to target, such as financing and consumer interest who will buy three-color crackers, c. know and observe the regulations of the destination country, d. form partnerships as needed.

Nurul Amalia Silviyanti S; Ani Listyana

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

SMPN 4 Panarukan Situbondo adalah salah satu sekolah menengah tingkat pertama yang berada dekat di pesisir Pantai Muara Kasih Desa Gelung. Mayoritas siswa yang bersekolah disini merupakan anak dari nelayan dan pengrajin rengginang kerupuk yang notabene kurang paham dengan perkembangan teknologi. Proses pengeringan dilakukan dengan dijemur langsung di bawah matahari. Tempat penjemuran di lahan tanah lapang atau dipinggir jalan raya, sehingga debu dan kotoran masuk ke makanan yang menyebabkan olahan ikan tersebut menjadi kurang higienis. Untuk mengatasi masalah ini, kami melakukan pelatihan di sekolah bagaimana cara membuat kompor surya sederhana sebagai alat pengeringan olahan ikan. Selain lebih higienis alat ini tidak membutuhkan bahan bakar tambahan dan dapat digunakan saat cuaca hujan. Pengabdian ini menggunakan metode pelatihan langsung dengan target siswa siswi SMPN 4 Panarukan Situbondo. Dengan melatih siswa siswi ini diharapkan dapat melanjutkan pengetahuan yang mereka dapatkan dan mengaplikasikannya di rumah masing-masing yang notabene sebagai industri rumahan pengolahan ikan. Kegiatan pelatihan pembuatan kompor surya berjalan dengan lancar.  Para siswa antusias mengikuti pelatihan hingga mampu membuat sendiri kompor surya dan diuji langsung kinerjanya. Harapan kami, para siswa dapat mengaplikasikan penggunaan alat ini hingga dapat meningkatkan kualitas hasil olahan ikan di indutri rumahan sekitar SMPN 4 Panarukan Situbondo.  

Dwi Ariyanti Barkah; Dumadi, Dumadi; Ari Kristiana; Nasiruddin, Nasiruddin; Farhan Saefudin Wahid +1 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Desa Parereja merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Banjarharjo yang terdapat beberapa kelompok usaha rumahan dan UMKM diantaranya produksi arumanis, kerupuk basreng, rengginang dan kerupuk centir. Dalam perkembangan usaha ada beberapa kelompok usaha yang masih terkendala dalam inovasi produk, pemasaran, pengemasan dan disstribusi produksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman ilmu tentang pentingnya melakukan motivasi dalam berwirausaha dan pentingnya melakukan inovasi pada usaha dengan kolaborasi ilmu dan teknologi yang dapat meningkatkan perekonomian lokal masyarakat. Bentuk kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi melalui penyampaian materi oleh narasumber, tanya jawab dan diskusi. Peserta dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah kelompok UMKM, kelompok Pemberdaya Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta masyarakat umum yang berjumlah 33 orang. Hasil dari kegiatan ini yaitu peserta kegiatan memperoleh berbagai manfaat seperti: menambah pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya membangun motivasi dan jiwa kewirausahaan yang meliputi inovasi pada produk, pengemasan yang menarik pembeli serta pentingnya pembukuan selama kegiatan produksi berlangsung. Diharapkan dapat dijadikan pemberdayaan kepada masyarakat dalam mengembangkan usahanya serta siap dalam menghadapi persaingan pada tiap produk yang sama dengan keunggulan yang berbeda.    

Murib, Pinius; Kartikawati, Diah

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan pewarna hijau alami dari sari daun suji, sari daun katuk dan sari daun sawi terhadap sifat fisik kerupuk meliputi rendemen, berat kerupuk mentah, daya kembang, daya serap minyak, dan warna L*a*b* serta sifat organoleptik meliputi warna, rasa, aroma dan tekstur. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 kelompok perlakuan, yaitu tanpa penambahan sari daun (kontrol) (S0), sari suji 30% (S1), sari suji 50% (S2), sari katuk 30% (S3), sari katuk 50% (S4), sari sawi 39% (S5), sari sawi 50% (S6) dan pewarna hijau makanan (S7), masing-masing kelompok perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan uji ANOVA pada α=0,05 dan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan  kerupuk yang ditambah sari suji, sari katuk dan sari sawi 30% dan 50% menunjukkan nilai warna kerupuk yang dihasilkan cenderung bewarna hijau kecoklatan dibandingkan kerupuk kontrol dan kerupuk dengan pewarna hijau makanan, baik pada saat keadaan kerupuk belum digoreng dan setelah digoreng. Tingkat kecerahan (L*) kerupuk matang dengan sari daun tidak berbeda dengan kontrol dan pewarna hijau makanan, yang nilai L* berkisar antara 28,08 – 66,36. Panelis agak menyukai kerupuk yang menggunakan sari daun sebagai pewarna hijau alami dengan skor 5,29-5,93.

Fauzi, Danar Agi; Karyantina, Merkuria; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2022 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Kerupuk ikan adalah produk makanan kering yang terbuat dari tepung dengan menambahkan daging ikan, bumbu, dan pengembang. Kerupuk ikan dalam penelitian ini menggunakan daging ikan gabus dan tepung mocaf untuk disubstitusikan dengan ikan tenggiri dan tepung tapioka. Ikan gabus mengandung protein khususnya albumin yang lebih tinggi dibandingkan ikan tenggiri serta kandungan gizi keseluruhan mocaf yang lebih baik dari tapioka. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi serta karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik kerupuk ikan sehingga diperoleh kerupuk ikan dengan kadar protein paling tinggi dan disukai konsumen berdasarkan kesukaan keseluruhan. Penelitian ini menggunakan RAL dua faktor formulasi daging ikan dan tepung. Faktor 1 adalah formulasi daging ikan yaitu 400g gabus + 100g tenggiri, 300g gabus + 200g tenggiri, 200g gabus + 300 tenggiri. Faktor 2 adalah formulasi tepung yaitu 40% tapioka + 60% mocaf, 60% tapioka + 40% mocaf, 80% tapioka + 20% mocaf. Pengujian kerupuk ikan gabus - tenggiri substitusi mocaf meliputi uji kimia (kadar air, protein, abu, lemak, dan gula total), uji fisik (volume pengembangan), dan uji organoleptik (warna, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan). Hasil terbaik yang memiliki kadar protein paling tinggi berdasarkan nilai kesukaan keseluruhan oleh panelis sebesar 4,23 (disukai) terdapat pada perlakuan formulasi daging ikan (300g ikan gabus + 200g ikan tenggiri) dan formulasi tepung 40% tapioka + 60% mocaf dengan kandungan kadar air 5,08%, protein 8,68%, abu 0,980%, lemak 0,27%, gula total 3,54%, volume pengembangan 176,55% memiliki warna krem kecoklatan, rasa ikan yang gurih, berbentuk utuh, rapi, serta ketebalan rata.

MUHAMMAD AL QOMAR

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, sebagai berikut:1) Bagaimana kehidupan sosial ekonomi pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung kabupaten Demak? 2) Bagaimana Strategi pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi? 3) Bagaimana faktor pendorong dan penghambat pedagang kerupuk kulit ikan di Desa Sriwulan Kecamatan Sayung kabupaten Demak dalam menjalankan Strateginya? Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka 1). Kehidupan sosial ekonomi merupakan dua hal yang berbeda. Kehidupan sosial pedagang kerupuk kulit ikan meliputi: pendidikan pedagang kerupuk kulit ikan, dimana pendidikan tertinggi pedagang kerupuk kulit ikan hanya sampai pada jenjang Sekolah Dasar (SD) saja. Kerjasama dalam berdagang kerupuk kulit ikan. Kegiatan rutin seperti pengajian dan arisan. Sedangkan kehidupan ekonomi pedagang kerupuk kulit ikan meliputi: pendapatan sehari-hari pedagang kerupuk kulit ikan berbeda-beda, tergantung dengan kisaran jumlah dagangannya. Kepemilikan harta benda pedagang kerupuk kulit ikan masih dibantu oleh anak-anaknya yang sudah bekerja, karena hasil pendapatan dari berdagang kerupuk kulit ikan hanya mencukupi untuk makan saja. 2) Strategi pedagang kerupuk kulit ikan dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi adalah dengan peningkatanpendidikan bagi anak, bergantian berjualan dalam satu los, memberikan harga khusus kepada pelanggan, memberikan hadiah atau bonus kepada pelanggan, modal dari tabungan sendiri, menabungkan hasil pendapatannya, dan sistem penetapan harga. Ternyata antara pedagang kerupuk kulit ikan yang memiliki tingkat ekonomi paling tinggi, pedagang kerupuk kulit ikan yang memiliki masa kerja paling lama, dan pedagang kerupuk kulit ikan yang paling muda memiliki Strategi yang berbeda dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi. Peran ketua pengelola Pedagang kecil tidak mempengaruhi pada Strategi para pedagang kerupuk kulit ikan, karena para pedagang kerupuk kulit ikan memiliki Strategi dalam peningkatankehidupan sosial ekonomi secara individual. 3) Faktor pendorong dan penghambat pedagang kerupuk kulit ikan dalam menjalankan Strateginya yaitu dari faktor pendorong meliputi: bantuan dari pemerintah yang berupa peralatan berdagang untuk kelangsungan usaha, membuka mata pencaharian bagi masyarakat, serta adanya faktor turun-temurun yang mempermudah berdagang kerupuk kulit ikan. Sedangkan dari faktor penghambat meliputi: ketergantungan terhadap cuaca yang menimbulkan omzet atau pendapatan menurun karena berkurangnya jumlah pengunjung dan berkurangnya frekuensi konsumen di Pasar, serta sistem pembayaran yang lambat yang dilakukan oleh konsumen akan menimbulkan berkurangnya pendapatan pedagang.

Zusrony, Edwin; Dianta, Indra Ava; Gunawan, Vera Sari

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2021 UNIVERSITAS STEKOM

SAE Kerupuk Bawang adalah UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang bergerak dalam bidang kuliner (makanan). Pengelola SAE Kerupuk Bawang hanya mencatat pengeluaran dan pemasukan secara global serta tidak menggunakan perhitungan yang terperinci sehingga dalam menentukan laporan masih dikatakan belum memenuhi standar akuntansi. Penulisan laporan keuangan perlu diperhatikan karena akan berpengaruh pada perhitungan rasio untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Perbandingan rasio menggunakan metode Profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Sistem informasi untuk pengolahan harga pokok produksi dan laporan keuangan dibutuhkan perusahaan untuk menghetahui perbandingan rasio, sehingga dapat mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Perancangan sistem informasi perbandingan rasio laporan keuangan dengan bahasa pemrograman Visual Studio .Net 2010, XAMPP sebagai server, dan MySQL sebagai database. Hasil yang diperoleh dari sistem informasi ini yaitu dapat memperhitungkan perbandingan rasio laporan keuangan periode bulan ini dengan periode bulan sebelumnya 

Mukorobin Mukorobin

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Profil Budaya Organisasi Indomart Genuk Demak saat ini (current) dan yang diharapkan (preferred) masih didominasi oleh tipe budaya hierarchy dan market dengan gap sebesar 3%, maka tidak dibutuhkan perubahan budaya organisasi yang signifikan. Namun jika dilihat lebih detail terhadap keenam dimensi, ada lima dimensi yang menunjukan gap lebih dari 5% sehingga memerlukan perubahan budaya organisasi sebagai strategi peningkatan SDM pada perusahaan tersebut. Kelima dimensi tersebut adalah Kepemimpinan Organisasi, Pengelolaan Karyawan, Perekat Organisasi, Penekanan Strategis dan Kriteria Sukses.Strategi yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia pada Indomart Genuk Demak berdasarkan pada enam dimensi utama, yaitu : a). Kepemimpinan Organisasi : Menerapkan kepemimpinan organisasi yang lebih fleksible namun tidak juga melanggar aturan b). Pengelolaan Karyawan : melakukan pengelolaan karyawan yang lebih mengutamakan kerja sama tim, kesepakatan, partisipasi semua karyawan, lebih fokus pada pengelolaan intern perusahaan. c). Perekat Organisasi : mengurangi formalitas aturan aturan yang mendasari perekat organisasi. d. Penekanan Strategis : fokus pada internal perusahaan dan mengurangi fokus pada persaingan pasar e). Kriteria Sukses : menekankan kriteria sukses pada pengembangan SDM, kondisi internal perusahaan, kerja tim dan komitmen serta kepedulian akan sesama karyawan.Kata kunci: dampak, ritel modern, Indomart.

Purnengsih, Iis; Pratama, Dendi; Amzy, Nurulfatmi; Pramudita, Pandu

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Seiring era adaptasi kebiasaan baru (new normal) akibat pandemi Covid-19. pelaku industri kecil menengah (IKM) selain mengedepankan fungsi pada umumnya juga harus dapat memperhatikan desain produknya agar dapat mendukung penerapan protokol kesehatan. Sebab, dengan desain yang menarik, daya saing dan nilai jual produk diyakini akan meningkat karena itu desain produk IKM mulai dituntut untuk bisa mendukung implementasi protokol kesehatan. Tujuan artikel ini adalah merancang model desain kemasan untuk para IKM kerupuk mie Karadenan Bogor di era new normal. metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian berbasis praktik (Practice Based Research) dalam upaya mencari informasi, menganalisa data dan memecahkan permasalahan. Dengan komposisi elemen grafis, tipografi, ilustrasi yang epiks sehingga menghasilkan model desain kemasan kerupuk mie yang menarik dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Irawan, Rio; Niken Tari, Agustina Intan; Handayani, Catur Budi

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2021 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

ABSTRAKKerupuk susu adalah kerupuk yang dibuat menggunakan susu yang tidak memenuhi standar kualitas (susu pecah). Pemanfaatan susu pecah bertujuan untuk meningkatkan kandungan protein kerupuk susu yang dibuat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbandingan susu dan air terhadap sifat kimia-fisik dan oganoleptik kerupuk susu. Parameter pengamatan penelitian ini meliputi sifat kimia-fisika dan organoleptik kerupuk susu. Pengamatan sifat kimia-fisika meliputi uji kadar air menggunakan metode Thermogravimetri, kadar protein menggunakan metode Kjeldahl, uji pengembangan menggunakan uji daya kembang, uji tekstur menggunakan alat Iloyd instrument. Sifat organoleptik kerupuk susu meliputi parameter rasa, kerenyahan, dan overall. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yaitu itu perbandingan susu dan air (Formula). Formula 1= 200:0, Formula 2 = 185:15, Formula 3 = 170:30. Data yang diperoleh dianalasis secara statistik menggunakan Analysis Of Variance (Anova) dengan tingkat signifikansi 5%. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan, uji dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan susu dan air berpengaruh nyata terhadap sifat kimia-fisika yang meliputi protein, daya kembang, dan tekstur. Perbandingan susu dan air terhadap sifat organoleptik kerupuk susu berpengaruh nyata terhadap kerenyahan, namun tidak berbeda nyata terhadap rasa dan overall. Formula 1 berupa perbandingan susu dan air (200:0) merupakan formula terbaik. Formula tersebut  menghasilkan kerupuk susu dengan sifat kimia-fisik: kadar air 10,15%, kadar protein 9,94%, daya kembang 74,32%, dan tekstur 828,20 g/mm2, sedangkan skor uji organoleptik terhadap rasa 3,77, kerenyahan 4,10, dan overall 3,73 dari range skala skor (1-5).

Fikri Satrio Darmo; Athfal Fuji Dinanda; Bintang Putra Pamungkas

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2020 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Product distribution is a crucial element of the supply chain system that ensures the smooth flow of goods from producers to consumers at minimal cost and with high reliability. Distribution efficiency not only reduces operational costs but also improves customer satisfaction, market competitiveness, and business sustainability. In the context of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), distribution efficiency becomes even more critical due to limited financial, human, and infrastructural resources. This study aims to analyze the product distribution efficiency of UMKM Kerupuk Jaya Pesona, located in Cinanggung Village, Serang Regency, Banten Province, by applying two classical transportation methods: the North West Corner (NWC) and Least Cost (LC) methods. Both methods were used to determine the allocation pattern that minimizes total transportation cost across three destination regions: Serang, Cilegon, and Pandeglang. The data include three couriers (as supply sources) and three market destinations (as demands), totaling 18,000 product units per distribution cycle. The results show that both NWC and LC methods yield the same total transportation cost of Rp 358,000,000, although their allocation patterns differ. This indicates that the supply–demand and cost structure of the UMKM’s logistics system is balanced. This research concludes that simple optimization methods such as NWC and LC can serve as practical decision-support tools for MSMEs without requiring complex computational models. The study also recommends the application of the Modified Distribution (MODI) method to verify the optimality of the solution and highlights the importance of logistics efficiency in strengthening MSME competitiveness in the digital era.

Taufik Hidayat, Nia Ariani Putri, Zulfatun Najah, Zulmaneri &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Dalam rangka menggerakkan roda perekonomian nasional, pemberdayaan Industri Kecil Menengah(IKM) dinilai menjadi salah satu solusi yang tepat. Dengan adanya IKM mengakibatkan terjadinyapeningkatan penyerapan tenaga kerja sehingga mampu menekan angka pengangguran. Pendekatankelompok juga dinilai sebagai salah satu pilihan yang lebih baik dalam pengembangan IKM yaitu dalambentuk sentra IKM. Sentra Industri Kecil Hasil Pertanian Dan Kelautan (SIKHPK) Teritip merupakansalah satu sentra IKM yang terletak di Kalimantan, tepatnya di Kota Balikpapan yang memanfaatkan hasilpertanian dan hasil perikanan khususnya untuk diolah menjadi suatu produk, salah satu contohnya yaituamplang. Amplang merupakan makanan menyerupai kerupuk yang terbuat dari ikan. Proses produksiamplang meliputi proses persiapan bahan baku, pencampuran bahan, pencetakan, penggorengan, penirisan,dan pengemasan. Untuk menghasilkan produk amplang yang seragam dan dapat bersaing dengan produksejenis di pasar, maka dibutuhkan SOP proses prduksi amplang untuk menjamin mutu produk amplang yangdihasilkan. SOP dirancang menggunakan swimlane flowchart. Dalam proses produksinya, dibagi menjadibeberapa bagian yaitu bagian penerimaan bahan, produksi, pengemasan dan pemasaran yang masing-masingbagian mempunyai tugas masing-masing.Kata kunci: Sentra IKM, hasil perikanan, amplang, SOP.

Eka Tripustikasari, Desty Rakhmawati &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Sokaraja merupakan salah satu Kecamatan yang termasuk dalam Kabupaten Banyumas, yang dipimpin seorang Bupati yang bernama Ir. Achmad Husein dan wakil nya yang bernama dr. Budhi Setiawan. Sokaraja selain sebagai pusat menimba ilmu bagi para santri yang berpusat di Masjid Kauman Sokaraja Tengah, tetapi Sokaraja juga sebagai tempat kelahiran pejuang seperti R.Separdjo Roestam, Gatot Soebroto, dan para petinggi lain di Indonesia. Sokaraja sangat terkenal dengan Soto Sokaraja, Batik Sokaraja dan Getuk gorengnya, sehingga kebanyakan mata pencaharian warga Desa Sokaraja sebagai penjual soto, pembuat batik dan produksi getuk goreng. Selain bermata pencaharian sebagai penjual soto, pembuat batik dan produksi getuk goring, tetapi banyak juga yang bermata pencaharian sebagai produsen tahu. Tahu adalah suatu produk makanan yang dibuat dari hasil penggumpalan protein kedelai. Produksi tahu masih belum dikenal banyak oleh masyarakat luas, dibandingkan dengan produksi getuk goreng, batik dan soto sokaraja yang sudah sangat dikenal masyarakat luas. Kurang dikenalnya produksi tahu di Sokaraja, bisa disebabkan kerena para produsen tahu hanya mampu membuat atau memproduksi tahu tanpa mengetahui bahwa nilai tambah dari produksi tahu itu sangatlah banyak.Seperti penambahan nilai tahu dengan membuat olahan makanan seperti kerupuk, nugget dan yang lainnya, yang nanti bisa dipasarkan.Kurang dikenalnya produksi tahu di Sokaraja, menyebabkan keuntungan dari produksi tahu masih tergolong minim.Karena berdasarkan hasil wawancara dengan produsen tahu, bahwa satu hari keuntungan yang didapat berkisar 100 ribu. Dengan adanya IbM ini diharapkan bisa menambah nilai tambah dari tahu atau ampas tahu dan menambah keuntungan bagi produsen tahu di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Karena rencana kerja dalam program IbM adalah dengan memberikan ketrampilan atau pelatihan bagi para produsen tahu di Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas tentang bagaimana caranya agar tahu atau ampas tahu mempunyai nilai tambah yaitu dengan memproduksi tahu atau ampas tahu menjadi kerupuk yang dikemas dengan adanya izin dari Kementerian Kesehatan yang siap untuk didistribusikan atau dipasarkan. Selain itu juga akan dibuatkan aplikasi website atau media sosial via on-line untuk membantu memasarkan produk. Selain itu juga dalam pendistribusian krupuk tahu atau krupuk ampas tahu akan didistribusikan ke warung atau toko sekitar.Kata kunci: Desa Sokaraja Tengah, Produksi Tahu, Produksi Krupuk Tahu dan Produksi Krupuk Ampas Tahu.