Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 5901-5920 of 6,202

Analytics

Lina Anisa Putri; Jasmienti Jasmienti; Alimir Alimir; Darul Ilmi

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

 Latar belakang penelitian ini adalah kondisi kecerdasan spiritual siswa yang masih jauh dari nilai-nilai keislaman. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya peserta didik yang lalai dalam shalat dan sering mengundurkan waktu shalat, siswa yang tidak ikut serta dalam pelaksanaan shalat zhuhur berjamaah, siswa yang kurang pandai dalam baca tulis al-qur’an, siswa yang masih banyak berbicara kasar sesama teman serta siswa yang tidak amanah dalam menjalankan tugas yang diberikan kepada siswa. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskritif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah menggunakan observasi langsung ke sekolah dengan cara melihat kreativitas guru Pendidikan Agama Islam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa di kelas VII, wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam, Wakil Kurikulum dan Siswa kelas VII serta dokumentasi seperti RPP dan Absebsi Shalat Dhuha dan Shalat Zhuhur siswa kelas VII. Adapun analisis data dilakukan dengan menelaah seluruh data, kemudian melakukan penyeleksian kembali terhadap data yang ada, kemudian melakukan display data, verifikasi data dan mengklarifikasikan data yang telah didapat. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa kreativitas yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam memiliki rasa ingin tahu terhadap siswa, mengajukan pertanyaan berbobot, memberikan gagasan dan usulan terhadap suatu masalah, mempunyai daya imajinasi, dan mengembangkan atau merinci suatu gagasan. Selain itu ditemukan faktor penghambat dan faktor pendukung dalam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa, faktor penghambat yaitu siswa yang cepat terpengaruh terhadap lingkungan tempat bergaul dan juga kebiasaan siswa atau lingkungan sekitar. Faktor pendukung dalam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa yaitu pihak keluarga, pihak sekolah, serta adanya sarana dan prasarana dan respon siswa yang begitu baik.  

Pisa Aulia; Muhammad Saleh; Ahmad Zaki

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Analisis data dilakukan dengan cara induktif deduktif, komperatif, deskriptif dan interpretatif. Hasil  penelitian menujukkan bahwa konsep dasar menurut Al-Mawardi dalam kitab Adab Ad-dunya Wa Ad-din menghendaki kegiatan kependidikan dilakukan untuk melatih pola kerja akal secara terus menerus dalam merespon lingkungan. Bentuk kegiatannya bisa dilakukan dengan mengisi akal dengan pengetahuan kognitif serta memperteguh keimanan. Penekanan pada proses ini adalah bagaimana pendidikan memberikan kebebasan kepada anak didik untuk menjadi mandiri. Pendidikan dalam hal ini lebih ditekankan pada aspek anak didik. Konsep pendidikan Islam Al-Mawardi sangat relevan dengan pendidikan masa kini, hal ini dengan meliat pendidikan saat ini yang mengalami kemerosotan mengenai akhlak, karena hanya berfokus pada kecerdasan dan intelektualnya tanpa diimbangi dengan nilai-nilai akhlak yang mulia, sedangkan konsep pendidikan Islam Al-Mawardi menghendaki proses tersebut dapat menghasilkan output pendidikan yang memiliki kekuatan sepiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan serta akhlak mulia.

Syarifatunnisa; Ahmad Fuadi

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

penurunan akhlak peserta didik masa kini ya ng menyebabkan kasus kekerasan kepada guru maupun kepada sesama murid yang muncul di pemberitaan media.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan di buku  Ash-Shuffah pada masa Nabi Muhammad dan relevansinya terhadap pembentukan akhlak peserta didik masa kini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Teknik analisis isi (content analysis) dan menggunakan pendekatan historis-filosofi. Metode pengumpulan data diperoleh dari buku Ash-Shuffah karya Yakhsyallah Mansur,    jurnal, dan sumber lain yang berhubungan dengan jawaban rumusan masalah. Data  dianalisa dengan memilih data dan mengambil data yang diperlukan, menyajikan data dalam bentuk tulisan, mengklasifikasi data dan mengaitkan antara data konsep pendidikan buku Ash-Shuffa dengan teori-teori pembentukan akhlak. Hasil menunjukkan bahwa didalam konsep pendidikan dalam buku Ash-Shuffah terdapat relevansi terhadap pembentukan akhlak diantaranya ialah relevansi tujuan pendidikan, kurikulum pendidikan, lingkungan pendidikan, dan metode pendidikan Ash-Shuffah terhadap teori pembentukan akhlak peserta didik masa kini.

Julhijni Tambusai; Muhizar Muchtar; Satria Wiguna

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Membaca dan memahami Al-Qur‟an adalah suatu keharusan karena Al-Qur‟an merupakan sumber utama bagi umat Islam dalam menjalankan kehidupan sehari- hari. Kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur‟an masih belum maksimal. Hal ini terlihat dari siswa yang belum paham tentang hukum bacaan dalam ilmu tajwid dan masih lemah dalam pelafasan huruf sehingga masih ada siswa yang belum benar dalam menerapkan hukum bacaan ilmu tajwid ketika membaca Al-Qur‟an. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  bagaimana  metode  tahsin  yang digunakan  oleh  guru.  Jenis  penelitian  ini  merupakan  penelitian  kuantitatif karena  data-data  yang  diperoleh  berupa  data-data  numerik  dan  pengolahan datanya  dengan  menggunakan  statistik,  dibantu  dengan  menggunakan  aplikasi SPSS. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di MTs Al- Ikhwan, dengan sampel sebanyak satu kelas yaitu kelas VIII A. Hasil penelitian ini adalah  adanya  pengaruh  pelajaran  tajwid  terhadap  kemampuan  membaca  Al- quran di Madrasah Tsanawiyah Al-Ikhwan ditunjukkan dari hasil output SPSS dapat diketahui bahwa Sig (2-tailed) = 0.985 ini berarti pada taraf signifikan α = 0.05  diterima dan terdapat pengaruh antara variable X dan Y.

Nurul Aisyah; Charles Charles; Iswantir Iswantir; Arman Husni

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

The background of this research is that not all students can understand this problem-based learning, and also not all students are able to think actively in solving problems that occur. Students are less enthusiastic in participating in learning and students who play around or don't focus on learning. From the problems that exist, the researcher is interested in studying the application of problem-based learning in Islamic Religious Education Class X at SMAN 1 Kapur IX District and its inhibiting factors. This study aims to find out how the application of this problem-based learning strategy and its inhibiting factors. This type of research is a descriptive qualitative research that describes problem-based learning strategies in Islamic Religious Education Class X at SMAN 1 Kapur IX District. In collecting data researchers used observation techniques, interviews and documentation. Meanwhile, to analyze it, the researcher uses data reduction, data presentation and conclusion drawing. Based on the results of the research conducted, the authors found that Islamic Religious Education teachers apply problem-based learning strategies starting from teacher planning in preparing lessons by making lesson plans which serve as teacher guidelines in teaching and learning activities carried out in the classroom. The application of problem-based learning strategies is carried out through three activities, namely preliminary activities, core activities and closing activities. The activity starts from the teacher entering the class by greeting, conditioning the class and then praying together after that the teacher explains the indicators and learning objectives. The core activities of student learning are given related to learning problems then students will observe and find solutions to the problems that occur. Closing activities at the end with the teacher and concluding student lessons, giving assignments and praying together. The inhibiting factors found were time allocation, students who were less able to solve problems that occurred and students playing games during learning.

Achmad Dicky Santoso; Sholikah; Siti Mutti’ah; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kajian ini bertujuan untuk menerangkan pembelajaran pendidikan agama Islam dengan menggunakan pendekatan pembelajaran inkuiri berdasarkan aktiviti yang diaplikasikan di Mts Tarbiyatul Islamiyah Lengkong. Kajian ini adalah kajian lapangan. Kaidah yang digunakan pengkaji untuk menyusun kajian ini ialah pendekatan kualitatif deskriptif dengan contoh berdasarkan analisis taksonomi (pengkelasan) kebimbangan dalam salah satu kawasan dan hanya dengan satu ciri umum. Data dikumpulkan melalui pemerhatian dan dokumen. Kajian ini merupakan aplikasi pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam yang menggunakan pendekatan pembelajaran inkuiri berdasarkan aktiviti di Mts Tarbiyatul Islamiyah Lengkong yaitu mengklasifikasikan pembelajaran setiap pelajar contoh: kebolehan membaca dan menulis al-Quran, kebolehan menghafal huruf, dan kebolehan memahami konteks ajaran al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Artikulasi kemampuan memahami agama tidak hanya diprioritaskan pada pembagian kelas yang terstruktur, seperti kebanyakan sekolah yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam secara umum. Di Mts Tarbiyatul Islamiyah pembelajaran disebut kegiatan daerah yang merupakan pengembangan dari kegiatan pagi hari. Pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis kegiatan wilayah yang berlangsung dengan langkah-langkah seperti: perancangan RPP, penerapan, dan penilaian

Ulvia Risa; Zulfani Sesmiarni; Muhiddinur Kamal; Wedra Aprison

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

The main problem in this paper is the unsatisfactory student learning outcomes caused by several factors, namely factors from within the students themselves, namely student interest, attention, talent and student IQ and factors from outside the student's self, namely environmental factors. This is evidenced by the lack of students' understanding of historical material about Islam in the modern era (1800-present). In addition, learning activities often only store event names, chronologies, years, and character names. Therefore it is hoped that the use of audio-visual learning media can arouse students' interest and not be boring. The purpose of this research is to find out how the learning outcomes are using audio-visual media in learning Islamic Religious Education Class XI SMKN 2 Bukittinggi. With the research hypothesis, Ha: learning outcomes with audiovisual media are better than learning outcomes without audiovisual media and Ho learning outcomes with audiovisual media are worse than learning outcomes without audiovisual media. Experimental design with group pre-test post-test design. Population and sample class XI. One class was selected as a random sample, namely class XI Boga 3 as the research object. Data collection techniques with testing. The sampling technique used is the sampling technique. Data analysis using statistical analysis. Class XI students of SMKN 2 Bukittinggi perform better when using audiovisual media, according to the author's research on the effect of audiovisual media on student learning outcomes on the topic of PAI. We can see this from the results of the analysis of the t-test (Paired Sample t-Test) with the final data obtained, namely t count = 8.926 > t table = 2.120 with a significant level α = 0.05, it can be concluded that the hypothesis Ha is accepted and Ho was rejected

Putri Mira Relidja; Khalil Saddam; Syamsiah Syamsiah

Jurnal Politik Hukum 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Islam peradaban melayu apapun bentuknya menjadi (manifestasi) iman dan amal saleh manusia dalam pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa. Islam peradaban dalam menegakkan tidak hanya memandang satu sisi kehidupan dunia saja dengan budaya yang kaya untuk memajukan pencapaian peradaban, tapi juga memperhatikan prinsip mengejar kebahagiaan, oleh memberikan cara pengajaran moral dan kehidupan sipil yang dalam pandangan keanekaragaman dunia. Dalam pembentukan dan pengembangan, Islam peradaban melayu tidak dapat dipisahkan dari dasar-dasar keislaman petunjuk peradaban, yaitu: pertama, Al-Qur'an dan As-Sunnah, kedua, ummat Islam dan ketiga, Pembuka jalan menuju peradaban melayu. Selain itu, peradaban Islam memiliki ciri-ciri tertentu, sifat dan karakteristik yang berbeda dengan peradaban lain. Karakteristik ini, yaitu universalitas, tauhid, seimbang dan moderat, dan sentuhan karakter. Dengan karakteristik Islami tersebut islam peradaban melayu dapat diterima di berbagai belahan dunia. Artikel ini akan menjelaskan proses masuk dan menyebarnya peradaban Islam ke Dunia Melayu, yaitu melalui proses perdagangan, perkawinan, politik dan lain-lain. Kedatangan Islam kepada hakikat dan peran Islam peradaban akan memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap perkembangan dan kemajuan dunia Melayu baik dalam bidang Aqidah, Hukum, pemerintahan, ekonomi, bahasa dan sastra, seni dan arsitektur.    

Ula Muvida Toyiba; Alfiah Aulia Ilmiana; Azis Mayardhi; Hudedi Hudedi; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Islam adalah agama dakwah, yaitu agama yang menyeru dan mengarahkan pemeluknya untuk selalu menyebarkan dan mengirimkan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia. Kemudian, kegiatan dakwah berkembang dengan dinamika yang berbeda dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Dakwah harus dilakukan sesuai dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini. Karena konversi dakwah mempengaruhi penyerahan agama dan sebaliknya, dakwah lambat menyebabkan disintegrasi agama. Karena hubungan timbal balik inilah, Islam membebankan kewajiban berdakwah kepada setiap orang beriman. Dalam Q.S Al Baqarah ayat 256 berbunyi “LaaIkrooHafiddiin” yang berarti tidak ada paksaan dalam konteks keberagamaan yang diyakininya. Kemudian Q.S Al Imran ayat 19 yang berisi “bahwa Allah SWT bertanya kepada orang-orang buta huruf (sudahkah kamu masuk islam) jika mereka masuk islam, berarti mereka telah mendapatkan petunjuk. Namun jika mereka berpaling dari hal tersebut maka kewajiban kita hanyalah menyampaikan. Dalam dua konteks pembahasan tersebut maka kita tidak diperbolehkan untuk memaksa orang lain masuk islam atau memaksa ikut meyakini agama selain islam. Seperti halnya Ketika ada masyarakat yang terkena musibah, kita kirimkan sembako namun mewajibkan mereka untuk bersyahadat terlebih dahulu walaupun konteksnya mereka sedang berdakwah, maka berdosalah ia. Adapun para ulama yang membolehkan dan tidak membolehkannya dalam pengucapan tersebut. Para ulama yang melarang mengucapkan Selamat Natal karena berdasarkan interpretasi QS. Maryam ayat 23-26. Dalam ayat ini, Jibril menyuruh Maryam yang melahirkan Isa al-Masih untuk meraihnya akar kurma dan mengambil buah yang matang untuk dimakan. Tanggal tersebut menunjukkan bahwa Isa al Masih tidak lahir pada musim dingin, jadi tanggal 25 Desember bukanlah kelahiran putra Maryam. Adapun para ulama yang membolehkan Selamat Natal didasarkan pada QS. Al Mumtahanah ayat 8. Allah swt. Dalam ayat ini Allah tidak melarang berbuat baik kepada orang yang tidak memerangi umat Islam. Oleh karena itu, mengucapkan Selamat Natal adalah hal baik kepada non muslim, maka perbuatan tersebut diperbolehkan. Penerapan ini dijamin oleh undang-undang Negara pasal 29 ayat 2 yang berbunyi “Negara menjamin tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaan itu”. Jadi ibadah di islam itu indah dan dapat berupa larangan.  

Putri Nabila; Rahmah Rihhadatul ‘Aisy; Sifa Qorita Aeni; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Karakter islami perlu dipupuk sejak dini dalam mengatasi meningkatnya kasus degradasi moral. Institusi pendidikan memiliki peran besar dalam pembinaan karakter mahasiswa terkhusus pada prodi manajemen dakwah yang berada di Institut Agama Islam Al Zaaytun Indonesia yang hadir di era milenial. kampus ini menerapkan digital dakwah dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kasus metode pembelajaran di Institut Agama Islam Al zaytun idonesia. Itu Hasil penelitian menggambarkan bahwa kampus ini memiliki manajemen pembelajaran yang unik, yaitu menerapkan dakwah digital dalam proses pembelajaran. Pada tahap perencanaan ini, dakwah digital dinilai telah direncanakan secara matang, hal ini terlihat dari kesiapan dosen dan mahasiswa dalam menerapkan program digital selama proses pembelajaran. Pada tahap implementasi, dakwah digital ini dirasakan sudah dilakukan efektif, terlihat dengan adanya aplikasi e-learning yang berkaitan dengan pembelajaran process, aplikasi mobile islami yang dapat diakses langsung dari handphonedan terkait kajian islami, serta animasi dakwah bergambar yang telah ada dibuat dan dirancang oleh mahasiswa dalam rangka penyebaran dakwah Islam. Adapun Tahap evaluasi, dakwah digital ini berdampak positif untuk dinaikkan penyadaran kepada seluruh mahasiswa akan pentingnya menyebarkan Islam dan membina keislaman nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari, dan perlu ditingkatkan lebih kreatif lagi, agar demikian selalu update, variatif dan semakin menarik.

Muhammad Amin; Hermanto Harun; Yuliatin Yuliatin; Syamsiah Syamsiah

Jurnal Politik Hukum 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tujuan penelitian ini adalah :Ingin mengetahui praktik pemberian uang hantaran dalam perkawinan, Ingin mengetahui persepsi masyarakat terhadap melembaganya adat dalam tradisi hantaran masyarakat  desa dan Ingin mengetahui perpektif hukum islam terhadap uang hantaran di desa Kembang Tanjung Kabupaten Batang Hari.Latarbelakang penelitian ini diawali dari (Grand Tour) penulis melihat bahwa pada masyarakat desa Kembang Tanjung Kabupaten Batanghari: 1). Masih terlihat adanya perbedaan pada jumlah uang hantaran dalam peminangan. 2) masih terlihat pada masyarakat desa Kembang Tanjung dalam menentukan jumlah uang hantaran dilihat dari tingginya rendahnya pendidikkan anak perempuannya.Hasil penelitian mahar merupakan pemberian wajib bagi calon suami kepada calon istri sebagai bukti ketulusan hati calon suami untuk menimbulkan rasa cinta kasih pada seorang istri kepada calon suaminya.. Agama tidak menetapkan jumlah minimum dan jumlah maksimum dari mahar. Hal ini dikarenakan  perbedaan tingkatan kemampuan manusia dalam memberikannya. Mahar boleh dilaksanakan dan diberikan dengan kontan atau utang. Hantaran di Desa Tanjung Kembang ditetapkan dengan melihat  pendidikan, pekerjaan perempuan dan kebiasaan jumlah ditetapkan di kampung tersebut. Penetapan jumlah dan waktu uang hantaran diberikan ditentukan dengan cara kesepakatan dari kedua belah pihak, tetapi tetap saja keputusannya dari pihak perempuan. Pihak laki-laki akan meminta jumlah uang hantaran dikurangi seandainya tidak ada kemampuan untuk memenuhinya. Praktek pemberian uang hantaran membebankan mempelai laki-laki yang ekonominya menengah ke bawah dan yang mempunyai berbagai tanggungan sehingga berakibatkan penundaan perkawinan. Hal ini dapat kita lihat berdasarkan penelitian,  setelah terjadi penundaan perkawinan Simpulan dari penelitian ini 1) Penetapan jumlah uang hantaran dengan melihat kepada pendidikan, pekerjaan perempuan dan kebiasaan jumlah ditetapkan di kampung tersebut.. 2., tradisi pemberian hantaran sudah dikenal oleh masyarakat setempat dan dilaksanakan dari dahulu kala.  Tradisi ini yang disebut dengan adat dianggap baik oleh masyarakat selanjutnya dilestarikan dan tidak boleh ditinggalkan. 3).Mahar menjadi salah satu kewajiban pertama suami kepada istri, bukan hadiah atau seserahan,” sebutnya. Dalil mengenai mahar telah diatur dalam firman Allah, Q.S An-Nisa ayat 4 yang artinya: “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.

Pira Suswita; Darul Ilmi

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Retorika dakwah merupakan suatu seni berbicara yang dapat mengajak seseorang kepada jalan Allah sesuai kaidah-kaidah Islam. Dalam beretorika seorang komunikator tidak hanya memperhatikan gaya bahasa, akan tetapi juga memerlukan bahasa tubuh untuk membujuk audien, karena gaya bahasa dan bahasa tubuh yang indah merupakan akar dalam beretorika. Penelitian ini terfokus untuk menjawab Bagaimana Retorika Dakwah Ustadz Handy Bonny Pada Channel Youtube Handy Bonny. Untuk mengindikasi persoalan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analisis), dan proses pengumpulan data di lakukan melalui observasi, dokumentasi, dan teknik kepustakaan. Penelitian ini mengambil tiga judul video ceramah ustadz Handy Bonny pada channel youtube Handy Bonny. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahawa gaya bahasa yang digunakan ustadz Handy Bonny adalah gaya bahasa percakapan dengan menggunakan lansung dan tidaknya pencapaian makna berupa retoris yang mana memiliki unsur asonansi, eufemismus, hiperbola dan litotes. Pada unsur asonansi ustadz Handy Bonny melakukan pengulangan kata diantaranya seperti pada kata-kata “gagal dalam percintaan”. Pada unsur eufemismus ustadz Handy Bonny memberikan ungkapan-ungkapan yang dapat menyinggung perasaan mad‟u nya, diantaranya seperti padaa kalimat “Kata Allah, hei sayang. Akutu sayang sama kamu kata Allah, Akutu slalu mencintai kamu, aku tau kamu sudah melampoi batas, tapi please jangan pernah berputus asa dari rahmatku, aku masih menerima kamu. Balikannya sama Allah aja”. Kata hiperbola dalam ceramah usatadz Handy Bonny diantaranya seperti kata “Mabuk dan Termuntahkan”. Unsur litotes dalam video dakwah Ustadz Handy Bonny diantaranya seperti pada kalimat “Bukan berarti ustadz itu slalu baik, ada buruknya juga. Handy Bonny pasti ada buruknya juga, Donkems ada buruknya juga. Bukan berarti Hndy Bonny lebih baik dari Donkems, atau Domkems lebih buruk dari pada Handy Bonnya. Nggak ada yang tau”. Untuk menunjang beretorika agar saat penyampaian pesan, pesan dapat tersampaikan dengan baik, ustadz Handy Bonny menampilkan gerakan tubuh dengan sikap badan yang tidak kaku, penampilan dan pakaian yang sesuai dengan tren anak muda, ekspresi dan gerak tangan serta kontak mata yang mampu menarik perhatian mad‟u.

Lalan Ruslanudin

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kepercayaan diri dan penguasaan struktur kalimat secara bersama-sama terhadap keterampilan menulis teks recount bahasa Inggris, untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kepercayaan diri terhadap keterampilan menulis teks recount bahasa Inggris, dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penguasaan struktur kalimat terhadap keterampilan menulis teks recount bahasa Inggris, pada siswa SMP swasta di Kabupaten Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Sampel berukuran 60 siswa yang dipilih secara acak dari seluruh siswa kelas delapan di SMP Islam Al-Amin berjumlah 180 siswa dan Baiturrahman berjumlah 120 siswa. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik angket kepercayaan diri, tes struktur kalimat, dan tes menulis teks recount bahasa Inggris. Analisis data terdiri dari analisis statistik deskriptif, uji hipotesis penelitian yaitu analisis korelasi dan regresi ganda, dan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang tidak signifikan kepercayaan diri dan penguasaan struktur kalimat secara bersama-sama terhadap keterampilan menulis teks recount bahasa Inggris. Hal ini dibuktikan dengan nilai Sig = 0.473 > 0.05 dan Fhitung=0.760, (2) Terdapat pengaruh yang tidak signifikan kepercayaan diri terhadap keterampilan menulis teks recount bahasa Inggris. Hal ini dibuktikan dengan nilai Sig. = 0,942 > 0.05 dan thitung = 0.073,dan (3) Terdapat pengaruh yang tidak signifikan penguasaan struktur kalimat terhadap keterampilan menulis teks recount bahasa Inggris. Hal ini dibuktikan dengan nilai Sig. = 0,227 > 0,05 dan thitung = 1.221.

Pransiska; Mina Syafaati; Lilik Malihatin; Heny Kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dikarenakan melalui pendidikan mampu membentuk kepribadian dari individu atau peserta didik. Pendidikan yakni salah satu kebutuhan manusia dalam mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang pada diri manusia tersebut. Melalui penggunaan model Discovery Learning proses pembelajaran akan berubah yang semulanya guru lebih aktif menjadi peserta didik yang mengendalikan pembelajaran agar peserta didik mandiri. Dalam menggunakan model pembelajaran ini, guru harus menjelaskan tugas yang harus peserta didik laksanakan, tujuan tugas, informasi yang harus di cari, diolah, dibahas pada kelompok masing-masing. Tujuan  penelitian  ini  adalah untuk   mendeskripsikan implementasi Discovery Learning terhadap pembelajaran agama Islam di MTs Salafiyah Lahar Tlogowungu Pati. Jenis dalam penelitian yakni menggunakan penelitian kualitatif yang menggunakan beberapa pendekatan yakni pendekatan yuridis, pedagogis dan psikologis. Temuan peneliti menunjukkan bahwa komponen input yang meliputi sejumlah indikator antara lain silabus pembelajaran, rencana  pelaksanaan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar sudah memadai untuk pelaksanaan rencana  pelaksanaan pembelajaran yang memenuhi standar kurikulum 2013. Yang kedua adalah elemen proses, yang mengikuti metodologi ilmiah dan memerlukan kegiatan seperti merangsang pengamatan, mengajukan pertanyaan melalui pernyataan masalah, penalaran melalui pengumpulan data, mengasosiasikan melalui pengolahan dan verifikasi data, dan berkomunikasi melalui generalisasi.  Pada  aspek pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ini sejalan dengan sintaks model pembelajaran discovery. Komponen ketiga adalah output, yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan kemampuan sesuai dengan pedoman yang dituangkan dalam Permendikbud No. 66 tahun 2013.

Rokmana Rokmana; Endah Noor Fitri; Dian Fixri Andini; Misnawati Misnawati; Alifiah Nurachmana +2 more

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research aims to determine the role of literacy activities, obstacles, and efforts made by schools in increasing elementary school students' interest in reading. This research is a descriptive qualitative research with the research subjects being the principal, teachers and students of grade 5 SD Islam Terpadu Al Ghazali Palangka Raya. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data display, and conclusions. Based on the data obtained, it shows that: (1) The literacy culture applied in schools plays an important role in students' interest in reading, (2) The lack of infrastructure owned by schools is an obstacle in literacy activities.

Jevi Wariadi; Gusril Basir

Transformasi: Journal of Economics and Business Management 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Ekonomi Nagari Ladang Panjang Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman Perspektif Ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan metodologi menyelidiki suatu fenomena alam dan masalah manusia. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer digunakan sebagai data utama dalam penelitian ini dengan menggunakan wawancara kepada Sekretaris Nagari, Pengelola Tambang, Karyawan Tambang dan Mayarakat, untuk data sekunder digunakan senagai data pembantu dalam penelitian in melalui dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Strategi yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan pemberdayaan pada masyarakat belum sepenuhnya terjalankan dalam mengelola potensi yang ada untuk pembangunan ekonomi. Hambatan yang terjadi yaitu sulitnya merubah kebiasaan masyarakat dan terbatasnya anggaran.

Mayangsari, Andina; Al Fauzi, Farit; Kafi Umarela, Mochammad

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2023 CV. Aksara Global Akademia

Konsumsi sayuran penduduk Indonesia tergolong masih rendah, jauh di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pengenalan edukasi Tren Konsumsi sayur dan menanam sayuran memang harus dilakukan pada usia remaja, sehingga memunculkan kecintaan terhadap lingkungan sekitar dan konsumsi sayur Indonesia bisa meningkat. SMP Islam Banyuglugur adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang SMP di Banyuglugur. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah : (1) Penyuluhan kepada Sekolah mengenai Menumbuhkan Tren Menanaman sayuran, (2) Praktek penanaman Sayuran di halaman sekolah. kegiatan menumbuhkan Tren menanam sayuran di SMP Islam Banyuglugur ini berjalan dengan baik dimana semua siswa antusias dalam kegiatan ini. seperti sering mengajukan pertanyaan dan aktif dalam kegiatan praktik.

Nur Hidayatun; Ranti Fadhila Simatupang; Shofiyatul af-idah

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat. Sama seperti adab akhlak sudah hilang karena terkikis oleh zaman banyak dari pelajar yang tidak punya akhlak sama sekali padahal imlu adalah diatas akhlak. Rasulullah shollallahuَ ‘alaihiَwaَsallamaَ bersabda,َ “Bukan termasuk umatku yang tidak menghormati yang lebih tua dari kami dan tidak menyayangi yang lebih kecil dari kami serta tidak mengetahuiَhak orangَberilmu dariَ kami”. Adab seserorang sudah dilatih saat anak–anak nanti dewasa tinggal memperhalus. Zaman sekarang adab itu mulai hilang baik adab kedapa orang tua, orang lain dan guru itu semu pudar tertelan zaman. Banyak dari kalangan pelajar tidak mempunyai adab terutama pembeljaran online ini adab murid seperti hilang total, saat ditai guru atau dosen semua orang terdiam dan biasanya hanya satu yang menjawab, bahakan salam salam saja lama sekali untuk menjawab padahal menjawab salam itu wajib. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dan merupakan jenis penelitian kualitatif. pengetahuan Islam tentang konsep akhlak dalam menuntut ilmu menurut hadis serta pengaruh zaman terhadap akhlak para peserta didik.      

Leny Hikmah Rentiana

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The purpose of this study was to investigate the performance English test in school examination in Indonesia education system through students’ perception. The school examination is a test to determine whether students can pass and continue to higher education. The goal held in the school Examination English test is a measure of success or failure of students in academic performance. research describe is closely related to the performance of 3rd graders of senior high school  in performing English test in the school examination. Overall the students showed their performance in the English language test of school examination according to their intellectual ability. It consists of 15 students (4 males and 11 females) at Annida Al Islamy Junior High School  who were passed school examination in 2021-2022 academic years. The participants were selected through convenient (availability) sampling procedure. This study was designed as qualitative study.  In collecting the data, the writer used online questionnaire to identify students’ perception on English school examination in Indonesia education system. The findings show that the writers get some students’ perception on performance English test in school examination of school students in three aspects.  They are psychologies and social domain, behaviour domain, and cognitive domain. In psychologies and social domain showed 13% the participants disagree, 54% the participants agree, and 33% the participants strongly agree that performance English test in school examination is able to measure ability in writing. There are 80% the participants also agree and 20% the participants strongly agree that  performance English test in the texts of monologue such as narrative, recount, descriptive, report are very important as a student.

Andi Ines Audryana Bachtiar; Sri Rahayu Oktavia; Annabel Balqis Sharana

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Permasalahan soal waris selalu muncul dan menjadi hal yang sensitif dalam keluarga, hukum waris dengan ruang lingkup kehidupan manusia memiliki hubungan yang saling berkaitan, dimana setiap manusia akan mengalami peristiwa yang disebut dengan meninggal dunia. Seiring berjalannya waktu pembagian warisan semakin kompleks objeknya, dimana yang bisa diwariskan selanjutnya adalah perihal waris saham. Di Indonesia sendiri  aktivitas pasar modal diperbolehkan sebagai warisan menurut Islam. Pengaturan mengenai kegiatan pasar modal tidak lepas dari peran pemerintah Indonesia dan ulama Islam untuk memastikan bahwa penyelenggaraan kegiatan pasar modal tidak menyimpang dari ketentuan syariat Islam. Agar masyarakat Indonesia yang beragama Islam dan aktif di pasar modal tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan tidak segan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesejahteraannya. Produk pasar modal yaitu saham yang merupakan surat berharga yang membuktikan kepemilikan suatu perusahaan. Ketika seseorang melakukan transaksi saham yang masih berlanjut di perusahaan dan kepemilikan saham tersebut adalah milik pribadinya. Jika seseorang yang memiliki saham tersebut meninggal dunia, semua aset, termasuk saham perusahaan, beralih ke ahli waris. Pewarisan Saham diatur dengan undang-undang dan dapat dilakukan dengan ketentuan bahwa persetujuan Pemegang Saham dan Pemegang Saham diperlukan untuk menyelesaikan proses pendaftaran dengan membuat alat pengalihan hak.  Ketentuan tentang pewarisan saham menurut Islam tidak dapat dipisahkan dari ketentuan sumber hukum Islam.