Publication Search

72,085 articles from 647 journals · 2,111 citations tracked

Showing 561-580 of 4,387

Analytics

Saadah, Anis Fathu; Lulu Ratika Yuniar; Zahra Jelita; Adita Widara Putra

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur intrinsik naskah drama “Kecoa Tengah Malam” karya Bode Riswandi dengan menggunakan pendekatan strukturalisme. Pendekatan strukturalisme merupakan teori yang memfokuskan karya sastra sebagai sebuah struktur yang utuh berdasarkan unsur intrinsik yang terdapat dalam karya sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan teknik analisis teks terhadap unsur intrinsik seperti tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat. Hasil analisis cerpen ini mengangkat tema pengkhianatan dalam rumah tangga serta kehancuran harga diri seorang suami yang lumpuh, dikemas melalui simbolisme satire dan sindiran tajam terhadap norma sosial. Alur yang digunakan adalah alur maju (linier). Tokoh-tokohnya, yaitu Dr. Marus, Cicilia, Kristian, dan Atun, memiliki karakter yang memperkuat konflik moral dan emosional. Latar tempat utama berpusat pada sebuah rumah mewah milik Dr. Marus. Latar waktu berlangsung antara malam hingga pagi, mempertegas intensitas perubahan psikologis tokoh-tokohnya, sementara latar suasana ditampilkan dalam nuansa ketegangan dan ketidaknyamanan. Gaya bahasa bersifat simbolik dan tragis, memperdalam pesan yang disampaikan. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga. Amanat dalam naskah ini menekankan pentingnya menjaga moralitas, kesetiaan, dan empati dalam kehidupan pernikahan.

Adelia Dewi Pratama; Trisnia Widuri; Zulfia Rahmawati

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2025 FEB Universitas Maritim Semarang

This study aims to analyze the effectiveness of raw material inventory control at the Kediri Wet Noodle business by comparing the traditional method with the Economic Order Quantity (EOQ) method. A descriptive quantitative approach was applied, utilizing EOQ, Safety Stock (SS), Re-order Point (ROP), and total inventory cost analysis. The results indicate that the traditional method leads to 24 purchase cycles per year with an inventory cost of IDR 4,320,000, without considering safety stock or re-order points. In contrast, the EOQ method shows an optimal purchase quantity of 1,421 sacks (35,525 Kg) with five purchase cycles per year, an inventory cost of IDR 574,455, a Safety Stock of 67 sacks (1,675 Kg), and a Re-order Point of 107 sacks (2,675 Kg). Therefore, the EOQ method reduces inventory costs by up to 86% compared to the traditional method. Nevertheless, its limitation lies in the exclusion of raw material shelf life and storage condition factors.

Triyono, Maman; Eni Purwanti

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Semarang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan yang dihadapi dalam penerapan Kurikulum Merdeka, terutama dalam hal pemahaman guru Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa terhadap Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di SMP Negeri 1 Ambarawa dan SMP Negeri 2 Sumowono. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Kurikulum Merdeka telah melibatkan berbagai pihak, namun masih terdapat kendala dalam penyusunan modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka telah menunjukkan upaya inklusivitas, tetapi metode pembelajaran masih didominasi oleh ceramah dan diskusi dengan minimnya penggunaan media pembelajaran yang variatif. Evaluasi pembelajaran telah mencakup asesmen formatif dan sumatif, namun evaluasi berbasis proyek belum sepenuhnya terstruktur.

Renita Kusuma Wardani; Novita Al Ihyak Dieni

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menggunakan penerapan Model Pembelajaran Berbasis Project dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti menggunakan media pembuatan taman mini di lingkungan Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis penggunaan media taman mini di SD Negeri Bandungan 01. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami penggunaan media taman mini dalam mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di lingkungan SD Negeri Bandungan 01. Pendidik dapat memanfaatkan media taman mini dengan baik untuk proses pembelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi pekerti, secara efektif dalam meningkatkan pembelajaran peserta didik, dengan fokus pada pengembangan konsep dari elemen Keagungan Tuhan, dengan keterlibatan peserta didik untuk meningkatan nilai spiritual. Melalui pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen kurikulum. Pada penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang berorientasi pada proyek untuk mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Budi Pekerti di tingkat SD. Hasil yang di dapatkan pada penelitian ini adalah penerapan media taman mini dalam pembelajaran project based learning, juga mengajarkan nilai-nilai yang ada pada elemen keagungan tuhan salah satunya nilai memayu hayuning bawana pada peserta didik, yang sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka.

Sulis; Nurul Khatimah; Ali Iskandar Zulkarnain; Aghnaita

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter menjadi fondasi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak usia dini. Masa ini, yang sering disebut sebagai periode emas perkembangan anak, merupakan waktu yang ideal untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika melalui pendidikan yang terintegrasi dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif yang berlandaskan studi literatur untuk menganalisis pentingnya pendidikan karakter serta metode yang tepat dalam pembentukan karakter anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter perlu melibatkan tiga aspek utama: moral knowing (pengetahuan moral), moral feeling (perasaan moral), dan moral doing (tindakan moral). Selain itu, pendidikan ini harus didukung oleh nilai-nilai religius, kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, kreativitas, dan kemandirian. Dengan pendidikan karakter yang konsisten dan kontekstual, anak diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang bermoral, memiliki integritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Fauzyah, Sarah; Arfa, Najwa; Kayila, Amanda; Widara, Adita

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Naskah drama “Mostodon dan Burung Kondor” karya W.S Rendra merupakan naskah drama yang membahas mengenai kritik sosial untuk memperjuangkan keadilan atas kekuasaan yang tidak adil atau menindas melalui simbol-simbol seperti “Mostodon” dan “Burung Kondor” Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strukturalisme genetik yang terdiri dari struktur intrinsik dan struktur ekstrinsik genetik naskah drama “Mostodon dan Burung Kondor” karya W.S Rendra. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan interpretasi data dan analisis naskah secara mendalam. Sumber data penelitian dan berbagai literatur yang mendukung penelitian ini. Hasil Analisis menunjukan struktur “Mostodon dan Burung Kondor” karya W.S Rendra memiliki unsur intrinsik yang membangun naskah drama yaitu tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dialog, dan gaya bahasa. Sementara itu, struktur genetik ekstrinsik meliputi faktor kemanusiaan, pandangan dunia, penjelasan-pemaham dan subjek kolektif.  

Linduarda, Nanda; Andhika Nanda Perdhana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini mengkaji bagaimana meditasi di alam terbuka dapat meningkatkan kecerdasan spiritual pada generasi muda Penghayat Sapta Darma di Kabupaten Wonogiri. Latar belakang penelitian ini adalah penurunan moralitas dan kesadaran spiritual di kalangan generasi muda, yang terlihat dari perilaku dan tutur kata yang kurang menghormati norma-norma sosial. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui peran meditasi di alam terbuka dalam meningkatkan kecerdasan spiritual, mengidentifikasi tantangan dan hambatan dalam pelaksanaannya, serta menganalisis perbandingan kualitas kecerdasan spiritual sebelum dan sesudah mengikuti meditasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meditasi di alam terbuka efektif dalam meningkatkan kecerdasan spiritual, terutama dalam hal pengendalian diri, kesadaran moral, dan sikap sosial. Peserta meditasi mengalami perubahan signifikan dalam perilaku, menjadi lebih tenang, sabar, dan menghargai orang lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah meditasi di alam terbuka merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan kecerdasan spiritual dan moralitas generasi muda Penghayat Sapta Darma.

Annisa Sulistiyaningrum; Muhammad Maulidin Khair; Ali Iskandar Zulkarnain; Aghnaita

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Mengajarkan etika dan moral kepada anak sejak dini sangat penting untuk membentuk karakter mereka agar menjadi individu yang jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap orang lain. Anak-anak belajar melalui lingkungan sekitar mereka, baik di rumah, sekolah, maupun dalam interaksi sosial sehari-hari. Oleh karena itu, orang tua dan guru perlu menggunakan strategi kreatif untuk menanamkan nilai-nilai etika dan moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur untuk menganalisis berbagai sumber tentang pendidikan etika dan moral pada anak. Beberapa strategi efektif yang dapat digunakan antara lain memberikan keteladanan, membiasakan anak dengan perilaku baik, menggunakan cerita untuk mengajarkan nilai moral, serta melibatkan anak dalam kegiatan interaktif dan teknologi. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat memahami perbedaan antara perilaku baik dan buruk, serta membangun sikap yang sesuai dengan norma sosial. Harapannya, mereka akan tumbuh menjadi individu yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Teaching ethics and morals to children from an early age is essential to shape their character to become honest, responsible, and caring individuals for others. Children learn through their environment, whether at home, school, or in everyday social interactions. Therefore, parents and teachers need to use creative strategies to instill ethical and moral values. This study uses a qualitative method with a literature study to analyze various sources about ethical and moral education in children. Some effective strategies that can be used include setting an example, accustoming children to good behavior, using stories to teach moral values, and involving children in interactive and technological activities. With the right approach, children can understand the difference between good and bad behavior, as well as build attitudes that conform to social norms. The hope is that they will grow into individuals with integrity, responsibility, and concern for others.  

Suy, Ina Naomi; Mujiono, John Gershom; Setiawan, Yusak Agus

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan guru menurut perspektif Alkitab, khususnya Amsal 23:19–29, dalam mengatasi kenakalan peserta didik di SMP Bhakti Insani Bogor. Fenomena kenakalan remaja di sekolah menjadi tantangan serius yang memerlukan pendekatan holistik, baik dari aspek pendidikan formal maupun nilai-nilai iman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru dalam perspektif Amsal mencakup tiga dimensi utama. Pertama, guru berperan sebagai pengarah jalan yang benar, yakni memberikan bimbingan moral, spiritual, dan sosial agar peserta didik menghindari perilaku yang merugikan diri dan lingkungan. Kedua, guru berperan sebagai pendidik dengan dedikasi, yang diwujudkan melalui perhatian, pengajaran yang membangun karakter, dan keteladanan hidup. Ketiga, guru berperan sebagai penasihat yang mendorong peserta didik menghindari pertengkaran, melatih pengendalian diri, serta membangun relasi yang sehat dengan sesama. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Amsal 23:19–29 relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan modern, khususnya dalam pembinaan perilaku siswa. Dengan demikian, penerapan prinsip-prinsip biblis dalam peranan guru dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah dan mengatasi kenakalan peserta didik, serta membentuk karakter yang takut akan Tuhan, bertanggung jawab, dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat.

I Gede Yudistira Perdangga Bandem; Kadek Adisthi Pradipthasari; Kadek Indra Aryani; Ni Luh Dian Senja Pratiwi; Putu Siska Angelina Pramesti +1 more

Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

The production of pharmaceutical sterile products requires strict procedures to minimize the risk of microbial, particulate and pyrogen contamination that can be harmful to the user's health. The selection of the right sterilization method is the key to achieving the desired stability of the final product. Filtration sterilization is one of the oldest methods used for pharmaceutical sterile products. There are two types of feed flow in the method, namely through flow filtration and tangential flow filtration. This review article is prepared through literature search and download of national or international journals with inclusion or exclusion criteria that have been set. Literature sources are accessed online from various sites such as Google Scholar and Pubmed in the range of 2014-2024. The keywords used for journal searches are sterilization, through flow filtration, and tangential flow filtration. This review article reviews and compares the two methods to understand the differences, mechanism of action, and research objectives based on the review article on membrane filtration sterilization. This review aims to provide a better insight into the advantages and disadvantages of each membrane filtration sterilization method, as well as guidance in choosing the appropriate method based on the characteristics of the product to be sterilized. The results showed that through flow filtration is more commonly used in small volume and batch processes because of its simple design, but has limitations in reducing membrane fouling. In contrast, tangential flow filtration allows for continuous processing of larger volumes, with the advantage of minimizing particle build-up on the membrane surface, thus extending membrane life. The choice of method is also influenced by factors such as particle size, viscosity of the solution, sensitivity to heat, as well as operating costs. An in-depth understanding of the Working Principle and application of each method is essential for the pharmaceutical industry to ensure the quality, safety and efficiency of the production process. Thus, this review is expected to be a reference for researchers and practitioners in determining the optimal filtration sterilization strategy according to product needs.

Novianti, Delpi

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripisikan bagaimana kontribusi psikologi pendidikan bagi guru pendidikan agama Kristen. Guru adalah bagian terpenting dan menjadi salah satu faktor penentu untuk kesuksesan pendidikan. Namun, guru diperhadapakan pada berbagai masalah yang sangat kompleks seperti sikap, karakter, tindakan, tingkat kecerdasan, dan emosional dari  naradidik. Masalah tersebut menjadi tantangan dalam mencapai tujuan pendidikan. Salah satu pendekatan kunci pemecahan masalah dalam pendidikan adalah lewat ilmu psikologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis data dari berbagai sumber buku, literatur dan jurnal kemudian diinterpretasikan dalam bentuk naratif atau deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa seorang guru pendidikan agama Kristen yang memanfaatkan ilmu psikologi dapat mengoptimalkan peran dan tugasnya sebagai guru sebab: Mampu mengembangkan tujuan pembelajaran; Penerapan metode belajar yang relevan; Mampu menciptakan lingkungan kelas yang kondusif; Penemuan potensi dan bakat peserta didik; Mampu memecahkan masalah; serta Menciptakan relasi yang baik lewat kemampuan komunikasi. Penelitian ini sangat relevan dengan urgensi pengetahuan psikologi bagi guru sehingga masalah-masalah dalam dunia pendidikan dapat diatasi secara tepat. Selain itu guru akan lebih peka pada kebutuhan peserta didik, lebih sistematis, serta mampu mewujudkan sistem pembelajaran yang lebih berkualitas, efektif dan relavan.

Manafe, Nonce Julianti; Rezeki, Sri; Madjan, Herman

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Terhadap Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan II Timotius 3:14-17 pada Mata Pelajaran PAK di SMK Negeri 3 Kota Bogor”. Skripsi ini mengkaji apakah adanya pengaruh dan sejauh mana penggunaan multimedia interaktif  berdasarkan II Timotius 3:14-17 diaplikasikan dalam konteks pendidikan saat ini untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAK. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada realitas meningkatnya penggunaan teknologi terlebih multimedia interktif dalam dunia pendidikan. Namun, meskipun di SMK Negeri 3 Kota Bogor akses terhadap multimedia interaktif sangat tinggi namun dalam pembelajaran PAK kurang penggunaannya.Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui dan menjelaskan penggunaan multimedia interaktif yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan menjelaskan manfaat yang akan diperoleh dengan adanya penggunaan multimedia interaktif berdasarkan II Timotius 3:14-17 serta dapat membuktikan bahwa dengan adanya penggunaan multimedia interaktif dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif melalui wawancara, observasi, dan angket. Implikasinya adalah peneliti telah menerapkan penggunaan multimedia interaktif dalam proses pembelajaran PAK di SMK Negeri 3 Kota Bogor, Pendidik memiliki kemampuan dalam mengelola kelas, menguasai materi dengan penggunaan multimedia interaktif, Mahasiswa STT Kadesi Bogor dapat menerapkan penggunaan multimedia interaktif dalam kegiatan di tempat tersebut, dan bagi peserta didik untuk menambah wawasan melalui membaca arya ilmiah ini sehingga menjadi sumber belajar supaya meningkatkan motivasi belajar.

Chika, Gracie Beatrice; Sutrisna, Ayu

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di SMP Negeri 2 Cianjur. Minat belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan observasi di kelas dan menggunakan google form sebagai media pengumpulan data. Responden dalam penelitian ini adalah siswa-siswi Kristen kelas VII hingga IX dengan jumlah 8 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa tinggi. Para siswa menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan, khususnya ketika metode pembelajaran yang digunakan bersifat interaktif dam kontekstual dengan kehidupan sehari-hari, siswa aktif bertanya di dalam kelas jika ada materi yang tidak dimengerti, siswa menunjukkan kedisiplinan dalam mengerjakan tugas belajar serta hadir ke sekolah tepat waktu. Dalam konteks pendidikan agama Kristen, minat belajar membantu siswa menghayati nilai-nilai iman, kasih dan tanggung jawab secara nyata dalam hidup.

Stefani Nurul Husna; Eceh Trisna Ayuh

Federalisme : Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi komunikasi publik yang diterapkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu dalam upaya meningkatkan literasi digital masyarakat di tengah proses transformasi digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari urgensi literasi digital sebagai salah satu kompetensi penting di era teknologi informasi, khususnya dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi palsu (hoaks), perlindungan data pribadi, serta etika bermedia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat Diskominfo, staf pelaksana program, serta anggota masyarakat yang terlibat dalam kegiatan edukasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diskominfo Kota Bengkulu menerapkan strategi komunikasi publik yang terencana dengan memadukan pendekatan informatif, persuasif, dan partisipatif. Media yang digunakan meliputi saluran daring seperti media sosial, website resmi, dan aplikasi pesan instan, serta saluran luring berupa pelatihan tatap muka, sosialisasi di tingkat kelurahan, dan kolaborasi dengan komunitas lokal. Penyusunan pesan literasi digital dilakukan dengan mempertimbangkan isu-isu terkini, di antaranya pencegahan hoaks, keamanan data pribadi, dan etika penggunaan media digital. Strategi ini dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, namun penelitian juga mengidentifikasi sejumlah kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, ketimpangan infrastruktur teknologi, dan kesenjangan tingkat literasi digital antar kelompok sosial. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan strategi komunikasi publik sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi dengan karakteristik dan kebutuhan audiens. Selain itu, studi ini menggarisbawahi relevansi teori Difusi Inovasi dalam memahami pola adopsi literasi digital di masyarakat. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan strategi komunikasi publik yang lebih inklusif, kolaboratif, dan adaptif dalam mendorong literasi digital di era transformasi digital yang terus berkembang.

Neli Permatasari; Hilda Mardiyana; Kurniasari Ambar; Kurniasari Sulistyorini; Rina Hidayati Pratiwi

Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

The topics of morphology, anatomy, and physiology are integral to biology learning, yet they often present challenges for students due to their abstract and complex nature. Difficulties in understanding body structures and invisible biological processes lead to low student interest and engagement. This study aims to identify innovative learning approaches through an analysis of national scientific literature over the past decade. The results show that the integration of digital technology and student-centered learning methods can improve conceptual understanding and learning motivation. The most prominent innovations include the use of VR and AR-based media to clarify visualizations, the use of interactive videos and simulations to explain biological functions, and the application of contextual learning models such as Problem-Based Learning (PBL) and Project-Based Learning (PjBL). These approaches have proven effective in creating a more immersive learning experience that is relevant to students' needs.

Muhammad Akmal Ar Rasid; Catur Pranomo; Elkin Rilvani

Bridge : Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Telekomunikasi 2025 Asosiasi Profesi Telekomunikasi Dan Informatika Indonesia

This study aims to utilize data mining techniques, specifically the K-Nearest Neighbors (KNN) algorithm, to classify leaf diseases in sugarcane (Saccharum officinarum). Early and accurate detection of leaf disease types is a crucial step in prevention and control strategies, thereby reducing potential crop losses caused by pathogen attacks. Leaf diseases in sugarcane, such as leaf scald, rust, and mosaic virus, are known to affect photosynthesis, inhibit growth, and reduce the quality and quantity of sugarcane produced. The classification process in this study was carried out through image analysis of infected sugarcane leaves, where features such as color, texture, and shape were extracted using digital image processing techniques. The KNN algorithm was chosen because of its non-parametric nature, ease of implementation, and its ability to provide accurate classification results even with limited data size. The working principle of KNN is to determine the class of a new sample based on the majority class of its k nearest neighbors in the feature space, making it very suitable for the case of leaf disease image classification. In addition to building a classification model, this study also examines disease prevention strategies based on the identification results. These strategies include the use of disease-resistant sugarcane varieties, the implementation of appropriate planting patterns, land moisture management, regular plantation sanitation, and the measured and environmentally friendly use of pesticides or fungicides. Model performance evaluation was conducted using accuracy, precision, recall, and F1-score metrics to assess model effectiveness across various data scenarios. The results of this study are expected to not only contribute to the development of decision support systems for farmers and related parties but also support the application of artificial intelligence-based technology in the agricultural sector.

Telaumbanua, Frendling Juliaman; Olis, Olis

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Revolusi Industri 4.0 mendorong lahirnya Pendidikan 4.0 yang terintegrasi dengan teknologi digital. Perubahan ini berdampak signifikan pada seluruh sistem pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Kristen (PAK). PAK memiliki mandat unik, yaitu membentuk manusia seutuhnya berdasarkan nilai-nilai Alkitab, sehingga harus responsif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan integritas teologisnya. Tantangan utama terletak pada keterbatasan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi dengan pendekatan pembelajaran yang relevan. Dalam konteks ini, pembelajaran adaptif muncul sebagai strategi pedagogis yang menyesuaikan metode, materi, dan tempo dengan karakteristik peserta didik. Melalui pembelajaran adaptif, guru PAK dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, personal, dan bermakna.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, mengkaji literatur terkini terkait PAK, pembelajaran adaptif, dan teknologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran adaptif dan teknologi dalam PAK mampu menjawab tantangan Pendidikan 4.0 dengan memfasilitasi diferensiasi pengajaran, penilaian formatif, dan kolaborasi lintas pihak. Teknologi berperan sebagai medium strategis untuk menyampaikan nilai iman dengan cara yang kreatif dan relevan, sementara pembelajaran adaptif memastikan relevansi materi sesuai kebutuhan peserta didik yang beragam.Kesimpulannya, PAK adaptif berbasis teknologi bukan hanya alternatif metodologis, tetapi strategi strategis yang harus dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan dukungan kompetensi guru, infrastruktur teknologi, serta sinergi antara sekolah, gereja, dan keluarga, PAK dapat menjadi sarana pembentukan generasi Kristen yang matang secara intelektual, spiritual, dan moral di tengah dinamika global abad ke-21.

Setiawan, Dian; Putranto, Leksmono Suryo; Sari, Endah Murtiana; Sari, Endah Murtiana

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2025 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Pemerintah daerah memiliki kewenangan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menyediakan dan melakukan pemeliharaan infrastruktur fisik yang digunakan oleh Masyarakat, sehingga diperlukan perencanaan yang komprehensif untuk Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur fisik agar tepat sasaran dan memiliki kemaslahatan bagi Masyarakat. Pembangunan infrastruktur yang berhasil akan berdampak pada masyarakat untuk memiliki akses dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan taraf hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi biaya pemeliharaan infrastruktur jalan di Kota bogor berbasis faktor yang dianggap signifikan mempengaruhi sekaligus memberikan rekomendasi biaya pemeliharaan yang optimal untuk jalan raya di Kota Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan melalui metode kuantitatif dan kualitatif (mix method), metode kuantitatif dilakukan dengan menganalisa 30 ruas jalan yang telah dilaksanakan untuk menentukan faktor yang dianggap mempengaruhi dan dominan dalam pemeliharaan jalan. Penelitian kualitatif akan dilakukan melalui interview mendalam (in-depth interview) kepada pakar untuk memvalidasi hasil penelitian kuantitatif yang dihasilkan sehingga dapat menjadi rekomendasi pemeliharaan jalan raya di Kota Bogor, Jawa Barat. Hasil dari penelitian ini adalah hasil evaluasi pemeliharaan jalan beserta faktor yang dianggap mempengaruhi dalam pemeliharaan jalan.  Penelitian ini akan memberikan manfaat  baru dalam mengembangkan knowledge bidang pemeliharaan infrastruktur jalan raya bagi pemerintah daerah, akademisi, kontraktor dan Masyarakat dalam pemeliharaan infrastruktur jalan raya di Kota Bogor, Jawa Barat dan daerah lain untuk dievaluasi dan dikembangkan faktornya agar pekerjaan pemeliharaan jalan di daerah menjadi optimal di masa yang akan datang.

Rinawati Br Perangin Angin

Jurnal Cakrawala Pendidikan dan Biologi 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This research is motivated by the low learning outcomes of students and the lack of student learning outcomes in learning and the use of learning methods that are less influential in improving student learning outcomes in paying attention to the material presented by the teacher. This study aims to determine and describe how efforts to improve the learning outcomes of fourth-grade students at SDK WESOER in the science subject about Energy and its changes by using the Experimental Method. This research is a classroom action research (CAR), the data collection instruments used are observation, interviews, documentation, and tests. This research consists of 2 cycles, each cycle consisting of 1 meeting. Each cycle consists of the planning, observation, implementation, and reflection stages. The results of the study indicate that the use of the experimental method can improve student learning outcomes on the sub-theme of energy and its changes in fourth grade at SDK Wesoer. Before conducting the research, researchers conducted observations. During the learning process, the teacher did not use the experimental method on the material of energy and its changes, so from 25 students only 8 students got a complete score reaching the KKM with a percentage of 32%, and 17 students got an incomplete score not reaching the KKM with a percentage of 68%. After conducting research using the experimental method on energy and its transformations, in Cycle I, 14 students achieved a passing grade and achieved the Minimum Completion Minimum (KKM) with a percentage of 56%, while 11 students received an incomplete grade, failing to achieve the KKM with a percentage of 44%. In Cycle II, the learning outcomes improved further, with 20 students achieving a passing grade with a percentage of 80%, and 5 students receiving an incomplete grade with a percentage of 20%.

Abdullah Ali; Dwi Aryanti; Erita Oktasari

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Urban farming tidak hanya menjadi strategi ketahanan pangan perkotaan, tetapi juga pendekatan spasial dalam menata ruang mikro di kawasan padat penduduk. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi urban farming dalam optimalisasi ruang sempit melalui pendekatan arsitektur mikro dan pemberdayaan komunitas. Lokasi penelitian adalah Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan, yang memiliki karakter spasial padat dan terbatas namun aktif mengembangkan kebun komunitas berbasis rumah tangga. Pendekatan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus digunakan untuk mengidentifikasi pola adaptasi ruang dan transformasi fungsi ruang residual menjadi produktif secara ekologis dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urban farming berperan sebagai penghubung antar-ruang, media ekologis pasif, serta wadah rekreasi mikro komunitas. Penataan ruang mikro dilakukan melalui partisipasi warga dikoordinir oleh tim penggerak PKK, pemrograman urban farming berbasis komunitas, dengan pengelolaan air limbah rumah tangga sederhana. Penelitian ini memperkuat urgensi integrasi arsitektur lanskap mikro dan strategi ketahanan komunitas dalam penataan ruang kota yang berkelanjutan dengan pendekatan urban farming.