Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,760 citations tracked

Showing 521-540 of 547

Analytics

Saidah Khairiyah Hasibuan; Sri Sudiarti; Nursantri Yanti

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan, strategi pengembangan wakaf produktif dan peran wakaf terhadap pengembangan kemandirian ekonomi di pesantren. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dan wawancara semi terstruktur kepada Pimpinan Yayasan Syekh Mashudi Pondok Pesantren Darul Aman, bendahara yayasan dan bendahara pesantren. Yayasan Syekh Mashudi Pondok Pesantren Darul Aman yang memiliki nomor SK Izin Operasional B.844/Kd.02.01/3/PP.07/01/2020 yang berlaku sejak tanggal 11 Februari 2020 dengan total luas tanah 258.820 m2. Penelitian ini menyimpuilkan bahwa, 1) Pengelolaan wakaf produkif pada Yayasan Syekh Mashudi Pondok Pesantren Darul Aman ini dikelola oleh perseorangan yakni Ustadz Gita Prima Dihati, M.Pd selaku Pimpinan Yayasan, belum kepada tahap nadzir perseorangan atau organisasi yang resmi. Aadapun wakaf tanah ini diperoleh dari beberapa wakif dengan total luas 250.020 m2, kemudian diatas lahan tersebut 40.000 m2 digunakan sebagai lahan perkebunan karet yang memperoleh keuntungan Rp. 6.500.000,00 per bulan, selebihnya dikelola sebagai tempat perternakan atau tempat penggemukan lembu dengan keuntungan Rp. 50.000.000 – Rp. 250.000.000 per tahunnya (tergantung dengan pesanan), dan menanam sayuran untuk pangan pesantren. 2) YSMPP Darul Aman belum menerapkan strategi pengembangan wakaf produktif sebagaimana akad-akad dalam fiqh muamalah. 3) Peran wakaf terhadap pengembangan kemandirian ekonomi pesantren masih dalam skala kecil, karena belum memenuhi standarisasi yang dikemukakan oleh Bank Indonesia. Akan tetapi wakaf tersebut sudah menjadi salah satu sumber pendaan yang menyokong operasional, gaji, memberikan gratis uang sekolah atau SPP, serta gratis uang makan untuk para santri.

Rawiya; Pitriani Nasution

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kemampuan seseorang dalam manajemen dikatakan sebagai manajerial dan orangnya dapat dikatakan sebagai manajer. Dengan manajemen, kinerja sebuah organisasidapatberjalandengan maksimal, demikian juga  dengan  lembaga pendidikan.. Mutu pendidikan dapat dikatakan sebagai gambaran mengenai baik-buruknya hasil yang dicapai oleh peserta didik dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif pendekatan studi lapangan (field research). Teknik metode pengumpulan data berupa metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tahapan proses pengumpulan data, mereduksi data, penyajian data dan penyajian kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa kompetensi pada dasarnya merupakan gambaran tentang apa yang seharusnya dapat dilakukan seseorang dalam pekerjaan berupa kegiatan, perilaku, dan hasil yang seharusnya dapat ditampilkan atau ditunjukkan. Agar dapat melakukan sesuatu dalam pekerjaannya tentu saja seseorang memiliki kemampuan dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang sesuai dengan bidang pekerjaannya. Mutu pendidikan sebagai sistem selanjutnya tergantung pada mutu komponen yang membentuk sistem, serta proses pembelajaran yang berlangsung hingga membuahkan hasil di Pesantren Al Habib.

Millah Mu’allifah; Aufa Fadla A’yunina; Heny Kusmawati; Marzuqi indra maulana

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus merupakan pondok pesantren yang memiliki konsep dengan memfokuskan terhadap Tahfidzul Qur’an, hal yang menjadi permasalahan di dalam program Tahfidz Al-Qur’an tersebut adalah dalam proses pembelajaran, terlihat dari belum sesuai metode yang digunakan dalam manajemen pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui latar belakang Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil yang di capai dalam strategi pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskritif-kualitatif yang digunakan melalui teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini di peroleh kesimpulan bahwa, pondok pesantren MA Ma’ahid Kudus merupakan Boarding School yang berbasis pada program tahfidzul Qur’an. Perencanaan dilakukan dengan empat tahapan seleksi, pengorganisasian dengan menentukan tugas dan mekanisme dalam proses pembelajaran, pelaksanaan ditandai dengan adanyan proses belajar mengajar, pengawasan dengan melakukan pemantauan melihat buku setoran santri dan mengabsen santri, dan Keberhasilan yang diraih Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus dapat dilihat dari hasil prestasi dengan mengikuti perlombaan Tahfidz Al-Qur’an berbagai tingkatan dan kejuaraan.

Malikhatun Nafi’ah; Ana Naila Miftahuz Zahro; Heni kusmawati

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus merupakan pondok pesantren yang memiliki konsep dengan memfokuskan terhadap Tahfidzul Qur’an, hal yang menjadi permasalahan di dalam program Tahfidz Al-Qur’an tersebut adalah dalam proses pembelajaran, terlihat dari belum sesuai metode yang digunakan dalam manajemen pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui latar belakang Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil yang di capai dalam strategi pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskritif-kualitatif yang digunakan melalui teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini di peroleh kesimpulan bahwa, pondok pesantren MA Ma’ahid Kudus merupakan Boarding School yang berbasis pada program tahfidzul Qur’an. Perencanaan dilakukan dengan empat tahapan seleksi, pengorganisasian dengan menentukan tugas dan mekanisme dalam proses pembelajaran, pelaksanaan ditandai dengan adanyan proses belajar mengajar, pengawasan dengan melakukan pemantauan melihat buku setoran santri dan mengabsen santri, dan Keberhasilan yang diraih Pondok Pesantren MA Ma’ahid Kudus dapat dilihat dari hasil prestasi dengan mengikuti perlombaan Tahfidz Al-Qur’an berbagai tingkatan dan kejuaraan.

Yulia, Yulia; Ahmad Fuadi, Ahmad Fuadi

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode yanbu’a terhadap peningkatan membaca al-qur’an siswa kelas VII Pondok Pesantren Hujjaturrahmah Tanjung Pura TA 2022-2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif populasi dari seluruh siswa adalah berjumlah 136 siswa. Sampel yang diteliti adalah 30 orang. Metode Pengumpulan data dilakukan dengan cara angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan dari uji realibitas penerapan metode Yanbu‟a adalah   (90%) dan hasil uji peningkatan membaca Al-Qur‟an adalah ( 83,33 %). Hasil tersebut dinyatakan reliabel karena lebih besar dari r table (0.413). Nilai rxy hasil analisis statistic di atas adalah nilai kolerasi penerapan metode yanbu‟a ( variabel X ) dengan peningkatan membaca Al-Qur‟an ( variabel Y ). Berdasarkan hasil hitungan tersebut diketahui bahwa nilai rxy = 0.413. Nilai rxy tersebut adalah positif. Nilai rxy hasil hitungan 0.413 dalam angka indeks kolersi diatas berada dalam kelompok 0,41 – 0,70 yang bemakna antar Variabel X dan Variabel Y terdapat kolerasi yang sedang atau cukupan. Hal ini berarti hubungan penerapan metode Yanbu‟a dengan peningkatan membaca Al-Qur‟an mempunyai tingkat kolerasi yang sedang.      

Dewita Sandri; Isnaniah; Tati Tisnawati

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya minat belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran matematika di SMPN 1 Enam Lingkung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Narasumber wawancara terdiri atas 9 orang dengan 3 orang siswa kelas IX yang nilai matematikanya rendah sekaligus bertindak sebagai objek penelitian, 3 orang tua siswa, 2 guru wali kelas dan 1 orang guru BK. Dalam pengambilan data peneliti melakukan observasi langsung dan wawancara. Setelah mendapatkan hasil dari wawancara, peneliti mendapatkan bahwa faktor rendahnya minat belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran matematika, diantaranya: (1) tidak cukupnya waktu istirahat siswa, (2) kurangnya motivasi belajar siswa, (3) siswa tidak tertarik terhadap matematika, (4) adanya 2 kegiatan sekaligus yaitu sekolah dan pesantren, (5) adanya pengaruh dari efek pasca covid-19 atau pembelajaran daring.

Suci Rahmaida Sihombing; Riska Alfani; Sukriani Hasibuan; Abdul Halim Siregar; Wahyu Ningsih

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2023 CV. Aksara Global Akademia

Manajemen kinerja amat penting dan dibutuhkan dalam suatu organisasi baik dalam sektor publik maupun privat dalam upaya untuk pencapaian suatu tujuan. Kinerja Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Modern Saifullah An-Nahdliyah (OP3M) tidak akan lepas dari peran individu dalam melaksanakan tugas pekerjaannya sebagai motor penggerak jalannya organisasi. Dengan demikian kemajuan Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Modern Saifullah An-Nahdliyah (OP3M) tidak luput dari pengaruh kualitas pengurus yang memiliki prestasi kerja. Prestasi kerja pengurusmerupakan penampilan kerja seorang pengurus dan potensinya dalam upaya mengembangkan diri demi kepentinganpada Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Modern Saifullah An-Nahdliyah (OP3M).Manajemen kinerja pada Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Modern Saifullah An-Nahdliyah (OP3M)memegang peran sangat penting dalam suatu organisasi. Manajemen kinerja sering disamakan dengan evaluasi kinerja, padahal evaluasi kinerja merupakan bagian dari sistem manajemen kinerja. Manajemen kinerja adalah proses komunikasi yang berlangsung terus-menerus, yang dilaksanakan berdasarkan kemitraan, antara seorang karyawan dengan penyelia langsungnya.

Siti Khadijah; Nurmisda Ramayani

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi muhadharah dalam melatih public speaking santri di Pesantren Modern Tajussalam. Subjek dari penelitian ini adalah: Kepala Sekolah MTS, Pembina Muhadharah, Santri Putra dam santri putri. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pertama, kegiatan muhadharah yang dilakukan di Pesantren Modern Tajusssalam tidak hanya berpidato, namun menggunakan tata tertib acara dengan adanya MC, Pembacaan Al-Qur’an, pengambilan inti materi oleh perwakilan santri dari audien dan adanya hiburan. Keda, Kegiatan ini dapat melatih public speaking santri hal ini dapat dilihat dari kemampuan santri berbicara di depan umum yang dilakukan dimasyarakat maupun di tingkat sekolah untuk kelas tinggi.  

Widi Wijayanto; Rohmatul Hidayah; Titik Munawwarah

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Pesantren sebagai lembaga keagamaan mendapat momentum dalam sistem pendidikan nasional dengan UU No. tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. sistem pendidikan nasional pendidikan agama masih diatur  dengan peraturan pemerintah no. 55/2007 tentang pendidikan agama dan pendidikan agama. Salah satu pesantren yang masih berdiri di usia 180 tahun pada tahun 2019 adalah Pesantren Zainul Hasan Genggong  di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem nilai falsafah hidup pondok pesantren dan juga prinsip pendidikan pondok pesantren Genggomg. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  hasil penelitian penting sebelumnya.

Ahmad Zainuri; Yunita Yunita; Ibrahim Ibrahim; Ani Marlia; Mohammad Harist Al Agam +1 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini membahas Kurikulum Pendidikan Muadalah Ula di Ponpes Darunur Al-Musthafa Palembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen dan implementasi Kurikulum Muadalah Tingat Ula. Jenis penelitian adalah kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara langsung dengan pengurus dan juga pimpinan pondok beserta para asatidz pondok pesantren, serta dilakukan penggalian data melalui dokumentasi terkait kurikulum yang dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pondok pesantren Darunnur Almusthafa sudah menerapkan kurikulum Muadalah Ula dengan baik, kurikulum ini merupakan kurikulum penyetaraan dan telah ditetapkan sebagai lembaga yang setara dengan lembaga pendidikan formal lainnya oleh Kementerian Agama. Ini penting dilaksanakan oleh lembaga agar santri memiliki pengakuan dalam proses pendidikan dan ketika santri keluar dari Pondok Pesantren bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan ada pengakuan yang jelas.  

Nanang qosim; Mu’tasim billah; Siti rohmah; Sulis putri dewi

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif 2022 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Tantangan didalam dunia pesantren merupakan Globalisasi dalam realita sosial, serta harus bertindak secara konsisten dalam melintasi batas-batas suatu negara (trans-nasional), dan mendorong perubahan-perubahan di berbagai tingkatan . Dalam keadaan seperti itu, tantangannya menuntut kesiapan pesantren di segala bidang, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisional yang dibangun  pada berabad-abad yang lalu dan menjadi sistem pendidikan khas Indonesia (pribumi). Dan  sekolah dituntut untuk berpartisipasi aktif dalam merespon  berbagai perubahan, serta mengharuskan sekolah tampil dalam persaingan pasar bebas. Kondisi ini merupakan deretan dan masalah yang panjang di mana benteng moral telah mencapai titik kritis dan terjadinya kekhawatiran, pergeseran nilai, secara signifikan. Dan merespon pesantren Zainul Hasan Genggong untuk memainkan perannya dalam dinamika yang ada, tanpa meninggalkan tradisi nilai-nilai tersebut. Dalam perspektif teori Pierre Bourdieu peran sekolah dalam menghadapi proses masuknya ke ruang lingkup dunia secara konseptual, peneliti  juga mendeskripsikannya melalui teori yaitu habitus [bentuk pesantren] x modal [kiai di pesantren] + domain [nilai Satlogi Murid] = praktik [peran kiai dalam menghadapi tantangan globalisasi]. Internalisasi nilai-nilai diatas menjadi tradisi besar di sepanjang sejarah dan dapat memberikan kemuliaan.

Andhita Risko Faristiana

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Seorang mahasiswa yang mempunyai kewajiban utama yakni dengan tugas perkulihanya, namun di sisi lain mahasiswa juga diharapkan untuk memperbanyak pengalamanya di luar lingkup perkuliahan. Keseimbangan antara keilmuan dan pengalaman menjadikan sebuah tolak ukur perbedaan antara mahasiswa dengan siswa sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pilihan rasional para mahasiswa IAIN Ponorogo dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang memutuskan untuk membagi waktunya dengan menjadi musyrifah tahfidz di Pondok Pesantren Azmania Putri serta pengaruhnya terhadap identitas sosialnya. Penelitian ini meliputi analisis terhadap faktor-faktor yang menjadi pertimbangan para mahasiswa IAIN Ponorogo dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam memilih menjadi musyrifah tahfidz di Azmania, kemudian nilai apa yang diperoleh terhadap identitas sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pemilihan informan melalui purposive sampling. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dimulai dengan wawancara terhadap sejumlah responden yang bersangkutan, kemudian mengobservasi keseharian responden. Analisis data yang telah didapkan selanjutnya dikumpukan, direduksi, kemudian disajikan. Para mahasiswa IAIN Ponorogo dan Universitas Muhammdiyah Ponorogo ingin membuktikan tanggung jawab sebagai mahasiswa tidak terbatas pada perkuliahan semata, akan tetapi mahasiswa juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan kebermanfaat melalui keilmuan yang dikuasai khususnya tahfidz Al-Qur’an dengan mengabdi di Pondok Pesantren.

Salman Hasan; Rofiatul Hasanah; Siti Wasifatul Jannah

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Lembaga pendidikan pertama yang lahir dalam sejarah kehidupan bangsa Indonesia adalah pesantren. Awal mula pesantren muncul dan berkembang pada masa Walisongo di Jawa, ketika Sunan Ampel mendirikan sebuah padepokan di Ampel Surabaya dan menjadikannya sebagai pusat pendidikan. Pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional berbasis agama Islam yang dapat dijangkau oleh masyarakat Indonesia saat itu. Pesantren kemudian berkembang tidak hanya khusus untuk pendidikan agama, tetapi juga pendidikan umum, bahkan tokoh-tokoh dari pesantren pun turut serta memerangi penjajah guna mewujudkan nasionalisme. Pendidikan merupakan modal utama bagi setiap bangsa untuk membuka pintu ilmu pengetahuan guna meningkatkan kualitas hidup. Secara historis, pesantren tentunya telah memenuhi tugas luhur pendidikan yang melahirkan para intelektual Islam di Indonesia hingga saat ini. Pesantren juga dapat diharapkan menjadi lembaga yang mampu melahirkan santri sebagai pelaku utama pembangunan bangsa dengan memadukan beberapa muatan pembelajaran seperti ilmu pengetahuan, teknologi, seni, nilai, dan lingkungan dalam proses pembangunan individu masyarakat. Peranan pesantren dalam pendidikan yakni pesantren harus memerankan diri sebagai pengawal dan pelestari nilai-nilai agama. Pesantren sebagai lembaga pendidikan, tentu juga dituntut untuk memerankan diri sebagai pembaru pemahaman keagamaan dan sebagai lembaga pendidikan keagamaan dan pendidikan sosial-kemasyarakatan, pesantren juga dapat mengemban peranan, tugas, misi, dan fungsinya sebagai inspiratory, motivator, dan dinamistor pelaksanaan pembangunan pada tingkat lokal dan regional di daerahnya masing-masing.

Rif’atul husnah; Tharikah Naqsyabandiyah

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Jurnal ini mengulas tentang Ahlu As-Sunnah Wal Jama’ah Sebagai Doktrin Dan Faham Pesantren Zainul Hasan Genggong bertujuan untuk menggambarkan ahlu sunnah  wal jama’ah sebagai doktring faham dalam pondok pesantren zainul hasan genggong. Pesantren Zainul Hasan Genggong adalah salah satu lembaga pendidikan islam tertua di Indonesia. Berdirinya lembaga ini sebelum Indonesia merdeka,yaitu tepatnya pada tahun 1839,yang didirikan oleh kyai zainal abidin. Pesantren zainul hasan dikenal barokahnya dan kewaliannya. Pondok pesantren Zainul Hasan berkembang dengan begitu cepat, tidak sekedar ilmu agama yang diajarkan. Pesantren Zainul Hasan Genggong  dikenal sebagai suatu  lembaga pendidikan yang dibangun dan dikembangkan dengan lanndasan pandangan filosofis tentang berbagai aspek agama, moralitas, ilmu pengetahuan, lingkungan dan lain sebagainya, berkembang secara  continue  dalam pertumbuhan, kesinambungan, perubahan dan pembaharuan. Ciri khas pesantren yang menjadi sasaran berkembangnya dari sebuah pesantren yang dilakukan puslitbang pendidikan agama dan keagamaan yang dilakukan secara individu ataupun dilakukan lembaga lain. Dengan dikuatkan oleh SATLOGI SANTRI yang berarti Sopan santun, Ajeg Istiqomah, Nasehat, Taqwallah, Ridollah,Ikhlas lillahi ta'ala. Pesantren Zainul Hasan Genggong menganut faham Ahlu As- sunnah wal jama’ah yang mana mengikuti jejak sang maha guru KH. Hasan Sepoh Genggong.  

Bustanul Arifin; Ali Imron; Achmad Supriyanto; Imron Arifin

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pendidikan karakter santri pondok pesantren Nurul Hakim Kediri Lobar yang bertumpu pada budaya pondok pesantren, nilai karakter yang ditanamkan melalui budaya di pondok pesantren, dan pendekatan yang digunakan Tuan Guru dalam menanamkan karakter santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengambilan data dengan teknik wawancara mendalam, obsevasi non partisipan, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan analisis induktif. Keabsahan data dilakukan melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan diskusi teman sejawat. (lengkapi sampai dengan analisis data). Hasil penelitian ini menunjukkan pembentukan karakter dilakukan secara simultan antara Santri, Tuan Guru, Ustaz, Lingkungan, dan budaya pondok pesantren yang diterapkan di setiap waktu. Ada lima karakter yang ditanamkan kepada para santri yang termuat dalam Panca Jiwa Pesantren yaitu keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan terbatas. Karakter santri tercermin dalam sikap setiap hari di lingkungan dan di luar pondok pesantren.  

Andik Nur Azis; Titin Sundari; Meriana Wahyu Nugroho; Totok Yulianto

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Beton pracetak merupakan suatu teknologi konstruksi dimana pada saat proses pendesainan maupun pembuatan dilakukan secara fabrikasi pemasangannya sendiri harus diawasi oleh tenaga ahli karena pada saat proses penyambungan elemen pracetak tidak boleh salah supaya sambungan antar struktur pracetak jadi solid dan tidak ada keretakan, bangunan rumah susun pondok pesantren Darusa’adah di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah merupakan bangunan yang didesain menggunakan sistem pengecoran di lokasi, elemen struktur balok dan pelat yang akan dimodifikasi ke elemen pracetak. Sistem struktur yang akan di pakai pada proses analisis perhitungan bangunan gedung adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), perencanaan struktur bangunan gedung ini akan mengacu pada peraturan SNI 2847-2013, SNI 1727-2013, SNI 1726-2012 dan SNI 7833-2012, sambungan yang akan dipakai untuk penyatuan antar elemen pracetak adalah sambungan basah. Berdasarkan perhitungan modifkasi struktur didapatkan hasil untuk Tebal Plat = 14 cm untuk perhitungan balok G1.1 didapatkan dimensi 25cm x 45cm, dan G1.2didapatkan 25cm x 50cm untuk perhitungan kolom K1 didapatkan hasil dimensi 50cm x 30cm dan untuk kolom K2 40cm x 30cm, sedangkan pada perhitungan sambungan antar struktur pracetak didapatkan hasil untuk konsol pendek dengan dimensi 55 cm x 30 cm x 30 cm dengan jumlah tulangan utama 7 D16 sedangkan Tulangan sengkang / pengikat 4 D13 dan untuk tulangan stud plat ke balok di dapatkan hasil D10 – 150 mm.  

Muhammad Ainul Yaqin; Moh. Rifa’i; Fatimah Al Zahra; Moh. Rofiki; Eka Diana +3 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The management of the Santri organization consisting of senior students at the Al-Mashduqiah Islamic Boarding School Kraksaan Probolinggo is a fairly important and potential human resource in leading the daily activities of all students at the Badridduja Islamic Boarding School in the Al-Mashduqiah Region. Its effectiveness and efficiency is highly dependent on the leadership of the ISMAH organization so that leadership and management training is very important for the administrators for self-development, training to become quality leaders and managers. This community service is carried out by implementing the PAR (Participatory Action Research) approach strengthened by field survey methods, analysis of problems developing in the field, FGD (Focus Group Discussion), SWOT analysis, direct action in the field consisting of mentoring programs in the preparation of organizational work programs. , assistance in the dynamics and sharing of organizational affairs, assistance in work evaluation activities, assistance in increasing the effectiveness of student discipline, and the implementation of a mini workshop program on leadership and management for organizational management. The results of this service contribute to controlling work program decisions that are not in accordance with the organization's SWOT analysis, Strengthening organizational HR work and increasing work understanding within the organization, Controlling irrelevant work programs and compiling feedback for further planning, Realizing a quality work culture that has implications for effectiveness and performance efficiency, and Improving the quality of understanding and understanding of organizational human resources theoretically and practically. This training is carried out by an organized team, by providing some materials and practices of leadership and management that have been planned for approximately 9 months. In addition, the team also accompanied the activities carried out in a planned manner by the management in order to monitor and evaluate the practices that needed to be improved so as to provide best practices for ISMAH administrators in carrying out their leadership and management tasks.

Lisa Wardani

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The main problem of this research, discusses "Knowledge of Religious Moderation Class VI at Ats Tsaqofiy Islamic Boarding School Tanjung Morawa". The main problems of the research are divided into two sub-problems, namely: 1) What is the Meaning of Religious Moderation in Indonesia, 2) How is Knowledge of Religious Moderation among Santri Class VI Pesantren Ats Tsaqofiy Tanjung Morawa. The objectives of this research are: 1) To find out the Purpose of Religious Moderation in Indonesia, 2) To find out the Level of Knowledge of Religious Moderation among Pesantren Ats Tsaqofiy Tanjung Morawa. This type of research is quantitative, with a normative theological approach. The sources of research data are primary data, data obtained using questionnaires, and several other community leaders. Second, from several books, journals, magazines, newspapers or online news. Supporting data are not taken directly from informants but through documents and research results that are relevant to this research problem to complete the information needed in the study. The results of this study can be seen that most of the respondents have a "sufficient" level of knowledge about religious moderation as many as 15 people (48.4%) and respondents have a "less" level of knowledge about religious moderation as many as 12 people (38.7%), and respondents have a "good" level of knowledge about religious moderation as many as 4 people (12.9%). So, according to Ari Kunto, the measurement of the level of knowledge about religious moderation in class VI students is categorized as "less" because the percentage of research results above is less than 55% (<55%).  

Lella Anita

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Usaha yang sedang diminati oleh banyak kalangan adalah Usaha Mikro Kecil Dan Menengah, mereka memilih ini dikarenakan modal yang tidak terlalu besar dan lokasi usaha yang mudah dibuat misalnya dengan cara sewa atau milik sendiri. Tetapi, sistem pencatatan yang ada di usaha mereka masih dilakukan dengan cara sederhana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berpusat pada pemilik UMKM koperasi yang ada di Pondok Pesantren Hidayatul Qur’an Batanghari, Lampung Timur. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan strategi dalam usaha yang diharapkan bisa untuk diaplikasikan dan membawa hasil yang baik untuk UMKM tersebut, serta untuk menerapkan sistem pencatatan akuntansi yang teratur guna pengelolaan keuangan yang lebih baik lagi.

Sungguh Ponten Pranata; Husriani Husain

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Taruna Alqolam Islamic Boarding School carries out community service by holding mural-making activities on the Islamic boarding school's walls to spread important messages to the surrounding community. The murals created by the students function as decoration and as a reminder of the importance of environmental cleanliness, local wisdom, and religious values. Through this service, the students also provide knowledge and skills to the surrounding community and strengthen ties between the Islamic boarding school and the local community. Discussion of the results of the service opens up space for in-depth reflection on the values ​​contained in the work of art and how these messages can permeate people's daily lives. Taruna Alqolam Islamic Boarding School has created an environment that promotes sound values, increases awareness of important issues, and inspires behavior under religious and moral teachings. Thus, this service benefits the surrounding community and provides valuable experience for the students in terms of contributing to society and strengthening the role of Islamic boarding schools in building a better and more sustainable society socially, environmentally, and spiritually.