Publication Search

70,860 articles from 625 journals · 2,111 citations tracked

Showing 441-460 of 556

Analytics

Maisyaroh Hasibuan; Nurmaulisa Tanjung; Yani Lubis

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Palan

Artikel ini memberikan analisis mendalam tentang pembentukan dan variasi suku kata dalam ranah fonologi linguistik. Artikel ini mengeksplorasi pembentukan suku kata dengan mengkaji unsur-unsur penyusunnya, seperti onset, nukleus, dan koda. Ini menyelidiki aturan fonotaktik yang mengatur kombinasi suara yang diizinkan dalam suku kata dan menyelidiki bagaimana suku kata disusun dalam bahasa yang berbeda. Selain itu, ini menyelidiki variasi dalam struktur suku kata di seluruh bahasa, termasuk adanya pola suku kata yang kompleks, gugus awalan, dan gugus kode. Selain itu, artikel ini mengeksplorasi proses fonologis yang mempengaruhi pembentukan suku kata, seperti penghilangan suku kata, epentesis, dan metatesis. Ini mengkaji bagaimana proses ini berkontribusi pada perubahan struktur suku kata dan berdampak pada keseluruhan sistem fonologis. Dengan memberikan analisis komprehensif tentang pembentukan dan variasi suku kata, artikel ini berkontribusi pada bidang fonologi linguistik. Ini menyoroti sifat kompleks suku kata, peran mereka dalam pengaturan bahasa, dan proses mendasar yang membentuk struktur mereka. Temuan yang disajikan di sini menawarkan wawasan berharga bagi para peneliti, ahli bahasa, dan penggemar bahasa yang tertarik pada aspek fonologis bahasa.

Nia Ardianingsih; Kun Nurachadijat; Yurna Yurna; Aeni Latifah; Siti Qomariah +3 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The teacher has a strategic position at the forefront of efforts to build the nation, in this case the field of education, as their performance in all educational activities is determined by how well they perform at the institutional, instructional, and experimental levels. This study aims to investigate the extent to which the personality competence of PAI teachers at Karang Arum Middle School in Cilengkrang District, Bandung Regency, play a role in the development of the religious character of their students' profiles. The results of this research show a substantial positive association between the dependent variable in this study, the formation of the students' religious character, and the teacher's personality competence as an independent variable. With it, Personality Competence significantly aids in the development of its students' religious character. In conclusion, for those in charge of making decisions, it is unquestionably necessary to develop the personality skills of the teachers if you want to raise the caliber of students' religious character.

Orno, Theosobia Grace; Yuniarty, Tuty

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Terdapat 240 zona merah covid-19 di seluruh Indonesia, dan terdapat 5 zona merah untuk Provinsi Sulawesi tenggara yaitu kota Kendari, kota Bau-bau, Kolaka, Muna dan Konawe. Berbagai regulasi diterbitkan oleh pemerintah dalam upaya penanggulangan covid-19 termasuk didalamnya adalah program vaksinasi yang diharapkan dapat membentuk kekebalan kelompok/ herd immunity. Salah satu indikator keberhasilan program vaksinasi adalah terbentuknya antibodi anti SARS-CoV-2 (IgM dan IgG). Tujuan kegiatan adalah melakukan kegiatan skrining berupa pemeriksaan antibodi SARS-CoV-2 sebagai salah satu indikator keberhasilan program vaksinasi covid-19 bagi siswa-siswi SMAN 1 Soropia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode imukokromatografi. Hasil skrining antibodi SARS-CoV-2 memperlihatkan hasil positif/reaktif sebanyak 32 orang (43%) yang tersebar menjadi reaktif IgM sebanyak 12 orang  (16%), IgG sebanyak15 orang (20%), IgM dan IgG sebanyak 5 orang (7%), serta hasil negatif/ non reaktif sebanyak 43 orang (57%). Seyogianya, program vaksinasi dikatakan berhasil jika dapat merangsang pembentukan antibodi dalam  tubuh, namun dalam kenyataannya lebih dari 50% subjek yang menunjukkan hasil negatif/ non reaktif. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti efikasi vaksin dan juga respon imun tiap orang.

Pana Pramulia; Eko Cahyo Prawoto

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Palan

Novel tidak lepas dari karakter tokoh-tokohnya. Karakter merupakan unsur yang paling penting, yang ditampilkan secara utuh, misalnya ciri fisik, kondisi sosial, watak, tingkah laku, dan psikologi. Dengan demikian, karya sastra sangat erat kaitannya dengan psikologi, meskipun juga erat kaitannya dengan kajian ilmiah lainnya. Hal ini sejalan dengan struktur pembentukan manusia, yaitu manusia terdiri dari jiwa dan raga. Karya sastra prosa yang akan menjadi objek penelitian ini adalah roman Larasati karya Pramoedya Ananta Toer. Roman Larasati menceritakan bagaimana dulu Ara memperjuangkan revolusi dengan caranya sendiri. Hingga ia menyerahkan kehormatannya demi Indonesia merdeka. Untuk memecahkan masalah yang dihadapi Ara, penulis menggunakan teori perilaku dan teori motivasi sebagai alat bantu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu suatu cara untuk memecahkan masalah aktual dengan cara mengumpulkan, menyusun, mengklasifikasikan, menganalisis, dan menginterpretasikan data. Analisis penelitian ini menggambarkan motivasi Larasati untuk berpartisipasi dalam perjuangan melawan penjajah Belanda. Profesi sebagai PSK dan bintang film tak menghalanginya untuk terus mencintai tanah air. Sedangkan dari hasil analisis perilaku, Larasati mengalami perubahan perilaku yang positif yaitu merasa memiliki kewajiban untuk mempertahankan kedaulatan negaranya, meskipun hanya seorang pelacur dan bintang film.

Muhamad Syaiful Amin; Maryono Maryono; Salis Irvan Fuadi

This study aims to describe the formation of student character through scout activities at Mts Almahfudz Sapuran Wonosobo. This research was conducted using field research using a qualitative descriptive approach, namely a research process that produces descriptive data in the form of statements and the results of interviews, observations, and documentation obtained directly from the field or research area. The results of this study were found in the formation of the character of class VII and VIII students who used the honor code learning model, which is a measure or standard of behavior for members of the Scout movement. In scouting learning a student is trained to become someone who has a leadership spirit and is based on the formation of self-character. As a member of Scouting, the values of a code of ethics and code of honor must be understood and understood by all members of the Scout Movement, they are expected to take an oath of scouting (scout promise) and be willing to carry out scout law (scout law). The words on the promise or the guiding oath or the law of guiding tri satya and keeping the dasa dharma. Thus the authors can conclude that there is influence in scout education in the formation of the character of class VII and VIII students at Mts Almahfudz Sapuran Wonosobo.

Hendra Agung Saputrsa Samaloisa; Hasahatan Hutahaean

Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

This paper describes the importance of Christian Religious Education teachers in the formation of the character, spirituality, morality and spirituality of students. Christian religious education teachers play a very important role in the formation of the character, spirituality, morality and spiritual life of students. Here are some reasons why the role of the Christian religious education teacher is so important. Teaching Christian Values: Christian religious education teachers are responsible for teaching students about Christian teachings, such as love, forgiveness, loyalty, justice, and humility. Through this teaching, the teacher helps students understand the values that are important in Christian life and how to apply them in everyday life. Character Formation: Christian religious education helps in shaping the character of students. Through teaching and examples given by teachers, students learn about integrity, discipline, responsibility, hard work, and respect for others. All of this helps students develop strong and moral characters. The importance of Christian religious education teachers in the formation of character, spirituality, morality, and the spiritual life of students cannot be underestimated. Their role is to help prepare students to become individuals with integrity, have a strong moral foundation, and be able to face life's challenges with solid Christian beliefs.

Rodja, Zakiyah; Nuraini Salsabila; Nindia Monita Br Ginting; Vinsensia Carolin Purba

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Pendidikan tidak hanya tentang penguasaan pengetahuan akademik, melainkan juga pembentukan kepribadian yang kuat pada siswa. Oleh karena itu, manajemen pendidikan yang berbasis sosiologi pendidikan sangatlah penting untuk memperkuat karakter siswa secara menyeluruh. Peneliti menggunakan metode studi pustaka untuk mempelajari peran sosiologi pendidikan dalam membentuk karakter siswa melalui manajemen pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan dan menampilkan bahan bacaan yang relevan mengenai fungsi sosiologi pendidikan dalam meningkatkan karakter siswa melalui manajemen pendidikan. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa manajemen pendidikan berbasis sosiologi pendidikan dapat membantu membentuk karakter siswa dengan bantuan pranata sosial dalam menanamkan nilai-nilai tertentu pada peserta didik. Selain itu, integrasi nilai-nilai karakter dalam kurikulum menjadi sangat penting. Setiap mata pelajaran harus memasukkan pembelajaran tentang integritas, tanggung jawab, kerja sama, dan toleransi agar karakter siswa dapat diperkuat secara menyeluruh.

Zainudin Hasan; Nathaniel Benecia Simanjuntak; M. Al Barade Umaru Jaya

Jurnal Hukum dan Sosial Politik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Perlindungan anak yaitu segala aktivitas dalam melindungi dan menjamin anak dan hak-haknya untuk bisa berpartisipasi, berkembang, tumbuh, dan hidup dengan maksimal berdasarkan martabat dan harkat kemanusiaan, dan memperoleh perlindungan dari diskriminasi dan kekerasan. Kekerasan pada anak adalah wujud penganiayaan yang disertai dengan tindakan kekerasan baik secara emosional atau fisik yang berakibat buruk kepada tumbuh kembang anak. Dari hal tersebut, sehingga permasalahan yang diangkat pada penelitian ini yaitu bagaimana upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dibawah umur di Kota Bandar Lampung. Dalam pelaksanaan kegiatan perlindungan anak, kepastian hukum harus dilakukan untuk mencegah tindakan yang tidak diharapkan. Dibutuhkan sistem perlindungan  terpadu sebagai wujud pencegahan kekerasan pada anak. Upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dibawah umur di Kota Bandar Lampung dilakukan dengan cara melakukan penyuluhan dan sosialiasi mengenai undang-undang perlindungan anak dan hak-hak anak, serta dampak kekerasan kepada pembentukan karakter dan kesehatan anak, melaksanakan pelatihan Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di beberapa lokasi di Bandar Lampung, melakukan audiensi ke sekolah-sekolah, membentuk program sekolah ramah anak, membangun puskesmas ramah anak dan ruang kreativitas, serta melakukan konseling terkait kekerasan pada anak dibawah umur

Budi Satrio Wibowo; Vip Paramarta; Abiyyu Purnanda; Nindi Elis; Ellya Dewi

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Developing a global leadership bench by advancing human resource management is an important concern for the Company to achieve a sustainable competitive advantage. Therefore, the main objective of this paper is to emphasize the role of transformational leadership of line managers in developing leadership competencies, with theoretical support from transformational leadership theory. For the above purposes, data was collected using a questionnaire and it was found that there is a large influence of line manager transformational leadership in the development of human resource management  

Fitra Nadhilla Siregar

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di rumah adalah kegiatan berbasis pengetahuan diri yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga dengan tujuan untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan penyakit dan meningkatkan kesehatan keluarga. Salah satu indikator PHBS dalam rumah tangga adalah penggunaan jamban sehat oleh keluarga. Tujuan pengabdian ini adalah mengidentifikasi pemberdayaan masyarakat melalui gerakan PHBS serentak pada rumah tangga di Dusun Cung Belut, Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan jamban, stimulasi sederhana jamban dan pembentukan kerangka STBM. Populasi sasaran adalah warga Dusun Cung Belut sebanyak 142 Somah. Setelah dilakukan penyuluhan tentang jamban sehat, pengetahuan masyarakat tentang jamban sehat meningkat 75%, jumlah warga yang siap membuat jamban sehat sebanyak 6 orang dengan konsep stimulasi, terbentuklah kabinet STBM muda yang beranggotakan 15 orang anak. Kesimpulan gerakan PHBS serentak dalam rumah tangga efektif mengatasi permasalahan PHBS di Dusun Cung Belut, Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

Yulianti Yulianti; Muhammad Syukur

Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The problem in this study is that there are cases of bullying that occur in school students, and this is a very serious problem so it must be followed up again. So, the role of parents is very necessary in this case, and not just relying on the school. This study aims to provide an overview of the formation of parents in the process of forming children's character in responding to bullying cases. The method used in this research is descriptive research. The results of the study show that the role of parents is needed, especially in the process of forming children's character, because remembering that parents are the ones who will be used as role models by children, parents can shape character for children by setting an example, teaching good things, interact with their environment, and children's involvement in home activities. In this way the character that is instilled by parents from an early age in children will form good character such as forming children to be stronger and able to carry themselves in their environment, children will be more confident. In the case of bullying, parents are expected to educate and strengthen children to be braver and not afraid and always have self-confidence, provide the ability to defend themselves or even take revenge, select people who will be friends with them.

Irawadi, Irawadi; Supadmo Arif, Sigit; Susanto, Sahid; Sutiarso, Lilik

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Asas good water resources governance baru akan dapat tercapai apabila pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dilakukan melalui suatu perencanaan yang utuh dan terpadu (hulu, tengah, hilir), menyeluruh (antar dan lintas sektor), berkelanjutan dan berbasis kelestarian lingkungannya, mencakup aspek teknis, aspek asas legalitas yang kuat dan mengikat bagi seluruh pemangku kepentingan, aspek tata kelola pemerintahan desentralisasi yang berlaku; dan aspek masyarakat dan pihak swasta yang terlibat dalam pemanfaatan DAS serta aspek kontrol, transparansi, akuntabilitas hasil yang dilakukan mulai dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan pengelolaan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan pengumpulan data yang luas dan banyak mengenai pengelolaan DAS hasil Diskusi FGD Pemangku Kepentingan, sedang evaluasi kebijakan pengelolaan DAS dilakukan dengan menggunakan Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Kebijakan Pengelolaan DAS secara terpadu dan berkelanjutan perlu dikuatkan melalui : (1) Meningkatkan hermonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan pengelolaan DAS; (2) Mewujudkan pembentukan Forum DAS dan komitmen bersama antar stakeholders; (3) Mewujudkan adanya partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pengelolaan DAS dan (4) Mewujudkan Pemahaman Bersama tentang Pengelolaan DAS.

Erica Adriana; Uki Yonda Asepta; Louis Febriano Sujono

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Riset ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh dari kepirbadian merek dan pengalaman yang dihasilkan merek pada pembentukan ikatan emosional merek pada merek Starbuck. Penyelenggaran survey dilakukan secara daring kepada 272 pelanggan Starbucks di kota Malang. Data hasil survey dianalisis menggunakan metode regresi linear ganda pada SPSS 2022. Hasil analisis memperlihatkan bahwa faktor kepribadian merek dan pengalaman merek secara parsial berpengaruh terhadap pembentukan ikatan emosional merek. Diantara keduanya, kepribadian merek ditemukan lebih dominan berdampak pada ikatan emosional merek. Namun, kedua variabel hanya memiliki dampak sebesar 29,8% terhadap ikatan emosional merek. Hal ini berarti faktor kepribadian merek lebih berperan pada pembentukan ikatan emosional merek pada pelanggan Starbuck di Malang. Hasil studi juga menyarankan agar Starbucks perlu lebih memahami kebutuhan pelanggan yang berusia 21-35 tahun. Adanya pergeseran generasi konsumen dari Milenial ke generasi Z dapat menghasilkan perbedaan kebutuhan dan persepektif terhadap kepribadian merek dan pengalaman merek, yang pada akhirnya akan dapat menciptakan peningkatan pada ikatan emosional merek.

Siregar, Ilham Barita; Afrinaldi; Iswantir M; Supratman Zakir

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Latar belakang peneliti membuat tulisan ini adalah pentingnya penenaman nilai-nilai pendidikan karakter di MTsN 6 Agam. Pembentukan dan penanaman karakter yang positif terhadap siswa sangat diperlukan, melalui implementasi pendidikan karakter di lembaga pendidikan, dan sekaligus sebagai upaya pembangunan manusia Indonesia yang berakhlak budi pekerti yang mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter di MTsN 6 Agam (1) disiplin, (2) mandiri, (3) bersahabat/komunikatif, (4) peduli sosial, (5) tanggung jawab di MTsN 6 Agam guna mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, artinya penulis akan melihat fenomena yang terjadi di lapangan. Peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan didukung dengan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di MTsN 6 Agam dengan cara memasukkan pendidikan karakter ke dalam kurikulum sekolah. Pelaksanaan implementasi dengan mengintegrasikan karakter dalam mata pelajaran, kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladan. Dalam mengimplementasikan pendidikan karakter di MTsN 6 agam para pendidik selalu berupaya untuk menanamkan nilai-niali karakter terhadap siswa/siswinya agar menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter.

Puja, Ni Nyoman Asti Irawati

DINAMIKA HUKUM 2023 Universitas Stikubank

The existence regulations is crucial and important in Indonesia as a legal state that adheres to the civil law ,where in this system the highest position is a constitution. Pancasila and the 1945 NRI Law are fundamental guidelines in making laws and regulations.The principle is the basic guideline that must be fulfilled so that later the legal product results, namely the laws and regulations that are produced are good, ideal, and worthy of enactment. President Joko Widodo working with the DPR as legislature-forming institution to make a law in a different way, namely by repealing and/or amending several provisions of the law at once using the omnibus law method. There is a legal issue where in forming a law one must comply with the principles of forming statutory regulations, both formal and material principles. In this research, we will discuss how to fulfill formal and material principles in the formation of laws in Indonesia using the omnibus law method?. The results of the discussion in this writing are that the fulfillment of the formal and material principles of the law adopting the omnibus law method must be based on the principles stipulated in Article 5 of Law 13 of 2022.

Panggih Prabowo Rona Saputra

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Inisiatif One Belt One Road yang diluncurkan oleh Pemerintah Tiongkok adalah proyek paling signifikan abad ini. Sejak ditawarkan oleh Presiden Xi Jinping di Indonesia dan Kazakhstan pada tahun 2013, One Belt One Road Initiative telah melibatkan lebih dari 60 negara di Asia, Afrika dan Eropa serta nilai investasi lebih dari US$40 triliun. Proyek tersebut akan menghubungkan negara-negara di Asia, Afrika, dan Eropa dengan pembangunan infrastruktur untuk mendukung integrasi ekonomi regional. Indonesia sebagai salah satu negara yang dilalui jalur One Belt – One Road juga memiliki peran vital dalam mensukseskan proyek ini. Dengan letaknya yang strategis tepat di persimpangan benua Asia dan Australia, serta di persimpangan samudra Pasifik dan Hindia, Indonesia menjadi salah satu negara prioritas One Belt One Road Initiative, khususnya di Asia Tenggara. Banyak dampak langsung dari implementasi One Belt - One Road Project di Indonesia, seperti pembangunan kereta api cepat Jakarta - Bandung, serta pembentukan beberapa pelabuhan nasional untuk mendukung percepatan tol laut nasional. perkembangan. Ini adalah salah satu proyek pembangunan terpenting untuk menghubungkan lebih banyak pulau di Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar. Bagi Tiongkok, Indonesia bisa menjadi negara yang menarik untuk menjadi salah satu prioritas dalam One Belt One Road Initiative ini. Lokasi strategis dan jumlah penduduk Indonesia yang besar menjadikan negara ini pasar ekonomi yang sehat untuk investasi saham.

Hamu, Fransiskus Janu

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh prosocial engagement dalam pendidikan agama Katolik terhadap pembentukan karakter siswa melalui keteladanan guru. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru agama Katolik, dan survei siswa. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa prosocial engagement memainkan peran krusial dalam membentuk karakter siswa, seperti empati, toleransi, dan kepedulian sosial. Selain itu, keteladanan guru memiliki dampak yang signifikan dalam mendorong siswa untuk terlibat dalam perilaku sosial yang positif.  Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pendidikan agama Katolik dalam memperkuat nilai-nilai kristiani dan menciptakan siswa yang bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama. Implikasi praktis dari penelitian ini juga dibahas untuk membantu pengembangan pendekatan dan strategi yang lebih efektif dalam pendidikan agama Katolik.

Tiara Tiara; Albertus Purwaka; Paul Diman; Lazarus Linarto; Isti Prihatini +2 more

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Palan

Penelitian ini menganalisis mengenai nilai moral untuk pembentukan karakter dalam cerita rakyat Bukit Batu Suli yang dituliskan oleh Rensi Sisilda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) nilai moral untuk pembentukan karakter yang terdapat pada cerita rakyat Bukit Batu Suli (2) implikasi terhadap pembelajaran sastra di SMP kelas VII. Dari tujuh nilai moral hanya terdapat lima nilai moral yang terdapat dalam lima belas kutipan dalam cerita rakyat Bukit Batu Suli yang dituliskan oleh Rensi Sisilda. lima nilai moral untuk pembentukan karakter tersebut yaitu: (1) Bertanggung Jawab (Malalus gawi dengan bahalap) yaitu kesediaan dalam melakukan apa yang harus dilakukan dengan sebaik mungkin, (2) Keberanian (Menteng ureh) yaitu kesetiaan terhadap suara hati untuk mempertahankan sikap yang diyakini sebagai suatu kewajiban, (3) Kerendahan Hati (Bajenta bajurah) yaitu suatu sikap yang tidak berlebihan atau menyombongkan diri, dan (4) Kritis (Pintar harati) adalah tindakan untuk megoreksi atau memberikan saran baik terhadap segala kekuatan, kekuasaan dan wewenang. Hasil analisis lima nilai moral untuk pembentukan karakter yang paling dominan adalah sikap kritis yang terdapat dalam tujuh dari lima belas kutipan cerita rakyat Bukit Batu Suli yang ditulis oleh Rensi Sisilda. Kemudian hasil temuan data ini  dapat diimplikasikan pada pembelajaran sastra di SMP kelas VII, sesuai KD 3.15 Mengidentifikasi informasi tentang fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar. Setelah mempelajari materi ini, siswa dapat mempelajari apa itu nilai moral untuk pembentukan karakter. Perserta didik juga dapat menemukan nilai moral dalam cerita yang dibaca dan didengar.

Albertin Agit Arinta Ayu Lestari Kewa Bunga Kiloona; Dwi Retnani Srinarwati

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

Pendidikan adalah salah satu sarana penting untuk menjadikan manusia lebih berkualitas. Manusia tidak mampu berkembang secara optimal tanpa adanya bantuan orang lain. Tujuan dari penelitian ini ialah mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka siswa SMA intensif taruna pembangunan Surabaya, mendeskripsikan pengembangan karakter disiplin siswa SMA intensif taruna pembangunan Surabaya dan mendeskripsikan dan menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler pramuka dalam pengembangan karakter disiplin siswa SMA intensif taruna pembangunan Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, peneliti berperan sebagai pengamat partisipan selama proses ekstrakurikuler pramuka data diambil melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan ekstrakurikuler pramuka yang dilaksanakan selama satu kali dalam seminggu dengan beberapa kegiatanya seperti latihan rutin, jelajah alam, dan persami. Penanaman karakter disiplin terbukti dengan kurangnya disiplin pada siswa SMA intensif taruna pembangunan Surabaya.  

Serliana Sasmita; Yeremia Hia

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pembelajaran formal, non formal dan/atau informal. Pendidikan anak usia dini melalui pendidikan formal berlangsung di TK (Taman Kanak-kanak), rauadutul atfali dan bentuk lain yang sejenis. Sementara itu, Paud berlangsung melalui bentuk pendidikan informal yang disebut KB (kelompok bermain), (TPA) (Taman kanak-kanak dan bentuk lain yang serupa.[1] Dan PAUD Setia Baneara mencoba melakukannya melalui kedua jalur, yaitu formal dan informal, dalam arti tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan tetapi juga mencakup permainan agar anak tidak bosan. Disini dibutuhkan peran seorang guru yang tidak hanya fokus pada dunia pendidikan anak, tetapi juga fokus pada karakteristik anak, seperti anak tidak hanya memiliki kepandaian yang besar, namun juga memiliki akhlak baik.   [1] Pengalaman Penulis,Masa Pelayanan Satu Tahun,(2022-2023).