Publication Search

72,085 articles from 647 journals · 2,111 citations tracked

Showing 4281-4300 of 4,324

Analytics

Muhayat, Imam

An improving of the education quality can be required at an educational supervision level. The word supervision as a form of supervision has a dual role that is academic, and clinical supervisions. The first is internal product and the second is more in the development of human resource competencies that carry out product realization. The word phrase appears the word supervisor, means observer. The role of the supervisor has to finds or identifies the capabilities and inability of the implementing personnel of the activity. The impact of these competencies affects the implementation of the program that has been determined. Therefore, in supervision activities, it is always necessary to report on the activities being carried out on the strengths and weaknesses of the implementation of these activities are immediately known well. The context of supervision in the millennial century with advances in technology and information requires policy makers and policy makers to understand the work space they carry out. The contents of the implementation of the activities to develop on increasingly information. Both, directly and indirectly, have influenced the results of the activities achieved. The context of supervision on the islamic education management which is at the level of norms and values ​​as an asset that cannot be valued only counts the completeness of the program, but also the indicators in the implementation of the program must be able to be controlled according to the predetermined program, so that future implications can be achieved, estimated clearly and thoroughly.

Fredyarini Soedjiwo, Novena Ade

Pembelajaran bahasa Inggris yang merupakan pelajaran wajib dan harus diikiti dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi sesuai kurikulum yang berlaku di Indosesia saat ini. Persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah sulitnya siswa menerima bahasa kedua yaitu bahasa Inggris dan pendidik yang bukan native speaker, sehingga terkadang pembelajaran yang disampaikan mengalami human error. Dalam mentransformasikan pembelajaran bahasa Inggris melalui media pembelajaran diharapkan mampu mengurangi kebosanan, sulit dalam memahami pembelajaran dan mengurangi human error. Metode dengan menggunakan media sebagai alat transformasi pembelajaran, salah satunya melalui permaianan, slide, dan gambar-gambar yang menarik. Melalui metode tersebut perubahan siswa dalam menerima pembelajaran lebih baik sesuai dengan indikator pada tiap-tiap tingkat pembelajaran. Selain iti siswa bergairah untuk belajar, dapat berinteraksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan dan semangat belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minat masing-masing.

Siswanto Siswanto

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2018 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

The development of science and technology in various fields in the era of globalization is felt to be very advanced. So that information is something that is needed in a fast, precise and accurate. Many conveniences are promised in a variety of information technologies. There is one fact that cannot be denied that this information has become an expensive commodity, if a company or agency cannot uphold the information that it needs most, then the procurement of information itself will obviously drain resources and funds. In doing business, PD. BPR BKK Demak Kota already has and uses an adequate accounting, deposit and credit information system. One of the strategies applied by PD. BPR BKK Demak Kota in collecting funds is the Ball Pick Up System, which is by visiting individual and institutional customers. While the institutions that have been served by PD. BPR BKK Demak Kota are schools, one of which is SMA Negeri 3 Demak. The service is in the form of an education fee payment. In serving the payment of school education costs in SMA 3 Demak, PD. BPR BKK Demak Kota still uses the conventional way, that is by receiving deposits from students, the data is recorded in the admission book and after adding up with a calculator, the result is that service is very slow. To overcome the problems mentioned above, it is necessary to build a system that can accelerate the process of receiving tuition fee payments and can produce a more detailed report on school fees both those who have paid and those who have not yet paid. One such system is utilizing VPN (Virtual Private Notwork) technology. Based on the description of the problem above, it becomes an impetus for the writer to be able to solve this system as well as possible and is very background for the writing of the Thesis which is planned to be realized using the Microsoft Visual Basic 6.0 program language

Anita Trisiana, Wartoyo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis integrasi Pendidikan Karakter dalampembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk meningkatkan Kedisiplinan mahasiswaUniversitas Slamet Riyadi Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif,dengan teknik pengumpulan data melalui cara Observasi, Wawancara, Dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa EfektifitasPengintegrasian Kurikulum Pendidikan Karakter dalam Kedisiplinan mahasiswa secaraefektif di terapkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan mengabungkan nilai-nilaikedisiplinan di kampus, masyarakat, berbangsa dan bernegara dalam upaya menjadikanmahasiswa yang berkarakter kuat dan menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter sebagaipenerus bangsa saat ini. Pola penanaman kedisiplinan, diwujudkan dalam pembiasaanmulai dari kegiatan pembelajaran sampai dengan kegiatan evaluasi pembelajaran.Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan, Kedisiplinan

Sugiaryo, Wahyu Rama Dhiana &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kedisiplinansiswa dan pembelajaran pendidikan karakter dengan perilaku menyimpang pada siswakelas XI MAN 1 Surakarta . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XIMAN 1 Surakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 siswa dengan teknikpengambilan sampel menggunakan Random Sampling yaitu sampel random sampling ataucara pengambilan sampel secara undian dimana semua individu dalam populasi baik secarasendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagaianggota sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metodeangket. Metode angket digunakan untuk mengumpulkan data mengenai hubungankedisiplinan siswa dan pembelajaran pendidikan karakter dengan perilaku menyimpangsiswa. Uji coba instrument menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan rumusProduct moment dinyatakan valid untuk angket tentang kedisiplinan siswa (X1),pembelajaran pendidikan karakter (X2) dan perilaku menyimpang (Y). Teknik analisis datamenggunakan korelasi product moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ada Hubungan kedisiplinan siswa danpembelajaran pendidikan karakter dengan perilaku menyimpang pada siswa kelas XI MAN1 Surakarta tahun 2017/ 2018, dibuktikan dengan nilai F hitung yaitu F = 16,689 > F tabel5% = 3,354.Kata kunci: Kedisiplinan, Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Perilaku Menyimpang

Siti Supeni, Sindi Eka Putri, Yusuf &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan antara pembelajaran PendidikanKewarganegaraan (PKn) dan kegiatan ekstrakurikuler Kerohanian Islam (ROHIS) terhadappembentukan karakter siswa MAN 1 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018 berbentukdeskriptif kualitatif, dengan strategi studi evaluasi dengan pemberian penilaian untukmenarik suatu kesimpulan yang dilakukan secara struktual kepada responden sebagaisumber informasi untuk keterangan peranan pendidikan kewarganegaraan (PKn) dankegiatan ekstrakurikuler kerohanian islam (rohis) terhadap pendidikan karakter siswaMAN 1 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Sumber data berupa data primer dan datasekunder. Subyek penelitian antara lain: Wakil Kepala Sekolah, Pembina Rohis, PengurusRohis dan siswa anggota rohis. Obyek penelitian, peranan pendidikan kewarganegaraandan kegiatan ekstrakurikuler kerohanian islam (rohis) terhadap pendidikan karakter.Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dokumentasi. Keabsahan datamenggunakan trianggulasi metode. Teknik analisis data terdiri: reduksi data, penyajiandata dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran PKn yang dilaksanakan guru telahberjalan dengan baik, siswa mampu memahami dan mengamalkannya, siswa bisamenghargari orang lain, bisa bertoleransi dengan sesamanya, berkata jujur, bersikap sopandengan orang lain. Kegiatan Rohis telah memberikan peran yang sangat berarti dalampembentukan karakter siswa, program-program yang direncanakan telah dijalankan denganbaik, sehingga siswa bisa terbiasa melakukan kegiatan yang bersifat positif, seperti halnyamelakukan sholat dhuha, menjalankan sholat wajib tepat waktu, melakukan bakti sosial,berperilaku sopan, dan berperilaku disiplin.Kata Kunci : Pembelajaran PKn, Kegiatan Rohis, Pembentukan Karakter

Siti Supeni, Dewi Anggraini &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara civic knowledge dalamPendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan kesadaran hukum berlalu lintaspada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong Tahun Pelajaran 2016/2017.Populasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X SMAMuhammadiyah 2 Gemolong Tahun Pelajaran 2016/2017, yang berjumlah 120 siswa,terdiri atas 5 kelas yaitu kelas X A sampai kelas X E. Sampel sebanyak 25% dari jumlahpopulasi 120 yaitu 30 siswa dengan teknik Sample Random Sampling dan SamplingKuota. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi dan dokumentasi.Instrumen penelitian yang digunakan dianalisis menggunakan uji validitas danreliabilitas. Teknik analisis data Korelasi Product Moment.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui nilai r hitung sebesar0,824, kemudian dikonsultasikan dengan N = 30, yang menunjukkan ttabel pada tarafsignifikansi 5% = 0,361 dan taraf signifikansi 1% = 0,463. Nilai rhitung lebih besardaripada rtabel, atas dasar taraf signifikansi 5% maupun 1% atau (0,361 < 0,824 >0,463). Sehubungan dengan hal tersebut, maka hipotesis yang diajukan yaitu: ”Adakorelasi yang kuat antara civic knowledge dalam Pendidikan Pancasila danKewarganegaraan dengan kesadaran hukum berlalu lintas pada siswa kelas X SMAMuhammadiyah 2 Gemolong Tahun Pelajaran 2016/2017”, terbukti kebenarannya.Kata kunci : Civic Knowledge, danKesadaran Hukum Berlalu Lintas.

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

The questions about relation between philosophy and religion always raise discussions among scholars and philosophers. It is not only about “philosophic” and “religious” problem but aslo extends to the truth and role of both in a society. Maimonides offers his solution to resolve this issue. He proposes a harmonization of both “truths” since they came from the same  Source.  In  Maimonides’  mind,  philosophy  and  religion  have  an essential role in establishing a society. Maimonides, of course, does not stand  alone  to  resolve this probem.  His main  sources are  Platonic  and Aristotelian  philosophy  interpreted  by  Arabic  masters  in  Arabic philosophical tradition particularly by Al-Fārābi. Maimonides tries as he can to analyze Judaism philosophically. He establishes his concept on relation between philosophy and religion on the thesis natural division of human beings.

Luqman Alhakim, Lusiana Dewi Kusumayati

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pembelajaran bahasa Asing (Inggris) bagi tenaga pendidik untuk mengajarkan mata pelajaran Science dan Mathematics merupakan wujud dari gagasan bahwa penguasaan kedua mata pelajaran tersebut apabila ditunjang dengan ketrampilan bahasa Inggris maka akan menghasilkan luaran yang lebih bermutu dan poin tersendiri sebab bagi pendidik maupun peserta didik, bahasa Inggris tidak hanya di level social settings namun juga pada tataran academic language proficiency. Sekolah Dasar Djama’atul Ikhwan Program Khusus memiliki keunggulan dalam bidang penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran Science dan Mathematics. Hal tersebut mempersyaratkan tenaga pendidik mapel tersebut untuk memiliki kompetensi keahlian berbahasa Inggris baik dalam tataran pedagogik maupun linguistik. Namun, implementasi program tersebut belum terlaksana sesuai dengan target sebab tenaga pendidik belum memiliki pengalaman maupun keahlian berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran tersebut. Dari penjelasan tersebut, pemateri melaksanakan pengabdian “Workshop English Instructional Language Bagi Guru Sekolah Dasar Djama’atul Ichwan Surakarta” yang menyasar pada ketrampilan English Instructional Language para guru. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan penguasaan English Instructional Language guru SD Djama’atul Ichwan, dan menentukan model bahan ajar serta metode pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan English Instructional language para guru. Hasil pengabdian ini adalah (1) guru SD Djama’atul Ichwan merasa antusias dan termotivasi untuk mempelajari bahasa bahasa Inggris dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan materi berbahasa Inggris; (2) mereka terbuka dalam menyampaikan permasalahan dalam penggunaan bahasa Inggris sehingga pemateri dapat memberikan alternatif solusi; dan (3) terwujudnya sharing ide dan pengalaman dalam berbahasa Inggris baik khususnya academic English proficiency.Kata Kunci: Science dan Mathematics, English Instructional Language, SD Djama’atul Ichwan

Riyani, Luqman Alhakim

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan tindak lanjut dari fenomena-fenomena kepemudaan yang harus senantiasa ditingkatkan, diantaranya tenggang rasa, kerja sama, kebersamaan, hard skill, soft skill, dan sebagainya, dan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat pemuda yang implikasinya pada peningkatan soft skill dan hard skill baik dilingkungan keluarga, sekolah/tempat bekerja, maupun masyarakat. Bahasa sebagai media komunikasi verbal maupun tulisan memiliki peranan baik secara interpersonal maupun transaksional untuk menunjang kompetensi berkomunikasi sehingga pesan yang tersurat maupun tersirat akan tersampaikan dan difahami sesuai maksud dari interlocutor. Bahasa asing (Inggris) berperan sebagai media untuk memudahkan komunikasi pemuda dengan anggota masyarakat maupun dengan bacaan tertulis. Interaksi dengan anggota masyarakat bermakna bahwa pemuda memerlukan bahasa Inggris untuk berinteraksi dengan sesama pengguna bahasa Inggris untuk mencapai tujuan tertentu, diantaranya interaksi dengan tenaga pendidik bahasa Inggris (apabila pemuda masih menempuh pendidikan), interaksi dengan rekan kerja maupun relasi asing, dan sebagainya. Interaksi dengan bahasa cetak bermakna aktifitas pemuda terhadap bahasa tulis, diantaranya materi bacaan cetak maupun non-cetak berberbahasa Inggris, dan sebagainya. Materi pengabdian ini adalah strategi belajar mendiri menggunakan ebooks dan media sosial. Belajar mandiri merupakan suatu kegiatan belajar secara sadar baik didalam maupun diluar kelas sebagai bentuk tanggung jawab peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu. Self-study dilatarbelakangi kesadaran dan kemauan peserta didik untuk belajar. Media sosial merupakan media komunikasi verbal maupun non-verbal sehingga dapat dipergunakan untuk mempraktikkan penggunaan bahasa secara interpersonal maupun transaksional. Pengabdian ini telah dilaksanakan pada 11 pemuda Desa Jetak 02/03, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Pada hari Sabtu, 26 November 2016 pukul 16.00 -17.00. Hasil pengabdian ini adalah (1) para pemuda memahami penggunaan media sosial tidak hanya sekedar mengirim dan menerima informasi namun juga sebagai sarana praktik penggunaan bahasa Inggris secara tertulis; (2) pemuda memahami dan akan mencoba mempraktikkan belajar mandiri menggunakan ebooks sebab waktu mereka untuk belajar bahasa Inggris dibawah bimbingan guru hanya disekolah dan beberapa jam dilokasi les; dan (3) pemuda membentuk group blackberry dan whats up sebagai tindak lanjut dari pengabdian ini untuk mempraktikkan komunikasi non-verbal dengan sesama pengguna.

Feri Faila Sufa, M Hery Yuli Setiawan

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian Pendidikan Karakter ini diadakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan karakter pada anak untuk di tumbuhkan sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila Sufa (2016) bahwa kedisiplinan anak dapat ditingkatkan melalui metode cerita sebagai internalisasi pendidikan karakter pada anak usia dini. Melalui Bercerita kedisiplinan kemandirian, dan tangung jawab anak dapat meningkat. Disamping adanya peningkatan pada kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak, ketrampilan guru dan orang tua dalam bercerita juga perlu ditingkatkan. Kemampuan guru dan orang tua dalam bercerita sangat penting, karena anak-anak menyukai Kegiatan bercerita, sehingga dapat dikatakan efektf untuk menerapkan pendidikan karakter. Melalui bercerita pendidik maupun orang tua dapat memindahkan tatanan nilai karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian ke dalam diri anak. Melalui bercerita akan tercipta suasana alamiah, menyenangkan, dan anak-anak lebih mudah menerima nilai-nilai karakter tanpa paksaan, disamping dapat mengambil keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Untuk mencapai tujuan pengabdian telah dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, orang tua dan guru diberikan sosialisasi dan pemahamana pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa kegiatan bercerita yang dilakukan oleh orang tua dan guru dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa melalui bercerita, guru atau orang tua dapat menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab. Orang Tua dan Guru memberikan cerita keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Berdasarkan kegiatan pengabdian di atas dapat disimpulkan kegiatan bercerita yang berisi nilai-nilai pendidikan karakter, yang berisi keteladanan, contoh sikap dan pelajaran yang diberikan pada anak sejak dini dengan konsisten dan berkesinambungan dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kegiatan Bercerita

Rosi, Fathor

Updates Concept boarding school Curriculum must continue to improve it self as well as in developing innovative teaching and training Curriculum, in order to compete in this global era with other educational institutions in producing quality graduates. In addition, because the upkeep boarding school education curriculum has a harder task than the other educational institutions. Updates boarding school curriculum is required not only to produce graduates who are competent in the field of science and technology (IPTEK) but also to have faith and devotion (IMTAQ) quality so formed that boast private, skilled, creative in all things and be able to compete in the arena of real life.   Konsep Kurikulum pendidikan Pesantren harus terus berbenah diri serta inovatif dalam mengembangkan sistem pendidikan dan pengajarannya, agar dapat bersaing di era global ini dengan lembaga pendidikan lainnya dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. Selain itu juga karena sistem pendidikan Pesantren mempunyai tugas yang lebih berat dibandingkan dengan lembaga pendidikan lain. Pembaharuan sistem Pesantren dituntut bukan hanya menghasilkan lulusan yang berkompeten dibidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) namun juga mempunyai keimanan dan ketakwaan (IMTAQ) yang berkualitas sehingga terbentuk pribadi yang membanggakan, terampil, kreatif dalam segala hal serta mampu bersaing dalam kehidupan nyata.

Mansur, Ely

Sistem ekonomi konvensional saat ini telah mengakar kuat pada masyarakat Indonesia. seluruh tingkah laku ekonomi selalu dijiwai oleh pemikiran-pemikiran konvensional, yaitu praktik ribawi yang telah memasukan jurang kehancuran ekonomi di semua negara di dunia. Krisis ekonomi dunia berkepanjangan, seperti subprime mortgage di Amerika Serikat, Krisis ekonomi di Jepang, Yunani. Hanya satu sistem ekonomi yang mampu bertahan dari deraan krisis berkepanjangan itu, yaitu sistem ekonomi Islam atau syariah. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi Islam harus terus digelorakan menggunakan cara-cara yang lebih strategis untuk  merubah praktik-praktik riba yang kasat mata menjanjikan tetapi mengalungkan kehancuran itu. Salah satu bentuk pengembangannya adalah dengan memodifikasi conten (isi) materi mata pelajaran IPS/Ekonomi dengan menyisipkan ekonomi Islam ketika  proses belajar mengajar di madrasah pada kurikulum 2013. Paradigma landasan fiosofis kurikulum 2013 sangat mendukung proses tersebut, intinya:konten pendidikan dari kehidupan bangsa masa kini memberi landasan bagi pendidikan untuk selalu terkait dengan kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan kemampuan berpartisipasi dalam membangun kehidupan bangsa yang lebih baik, dan memposisikan pendidikan yang tidak terlepas dari lingkungan sosial, budaya dan alam. Pendidikan ekonomi Islam seharusnya menjadi trend mark pada mata pelajaran IPS/Ekonomi, apalagi dalam praktik berekonominya. Praktik ekonomi Islam mengatur kegiatannya untuk selalu mengedepankan sifat saling menguntungkan, kejujuran, dan saling menolong satu sama lain serta menjauhkan sifat dzolim atau merugikan pihak tertentu dalam berbisnis karena muaranya adalah kemaslahatan masyarakat umum. Ekonomi Islam bukan hanya sekedar ilmu pengetahuan pasti yang terjebak hanya dalam hal analisis antar variabel-variabel ekonomi belaka, akan tetapi merupakan way of life akan ketetapan pasti batasan-batasan yang tidak boleh dilakukan dalam bertindak ekonomi manusia. Memperkenalkan dengan menyisipkan ekonomi Islam kepada siswa/siswi pendidikan dasar dan menengah di madrasah adalah sebuah keharusan yang sudah tidak dapat ditawar lagi sebagai bagian integral pengejawentahan kurikulum nasional terhadap KI 1 yaitu karakter spiritual. Dengan demikian ekonomi Islam tidak hanya di kenal oleh siswa madrasah yang telah menempuh studi di perguruan tinggi Islam saja, yakni STAIN, IAIN, dan UIN. Selain itu, karakter ekonomi Islam harus sudah terbentuk sejak dini yaitu sejak dibangku sekolah dasar atau menengah baik di jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), maupin Madrasah Aliyah (MA).

Lasmawan, Wayan; Hidayat, Tauhid; Natajaya, Nyoman

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn Siswa kelas V semester II SD Muhammadiyah 2 Denpasar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Muhamadiyah sebanyak 30 orang. Data yang dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif untuk menunjukan rata–rata skor aktivitas, hasil belajar, dan kriteria ketuntasan yang digambarkan dalam bentuk grafik poligon. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD efektif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan skor nilai dalam aktivitas dan hasil belajar yang dicapai oleh siswa pada tiap–tiap siklus, pada siklus I rata-rata hasil belajar PKn sebesar 67 dan aktivitas sebesar 46,3 serta ketuntasan belajar siswa sebesar 37% meningkat pada siklus II dimana hasil belajar PKn mencapai 76,3 dan aktivitas sebesar 61 serta ketuntasan belajar siswa sebesar 70%. Pada siklus III terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar PKn sebesar 83 dan aktivitas sebesar 82 termasuk kategori sangat tinggi serta ketuntasan belajar siswa mencapai 100%.   The purpose of this study: Implementation Cooperative Instruction Model, STAD Type to Improve (1)The Activity and (2)Learning Achievement on Civilization Study  for the fifth Grade Students at Second Semester in Muhammadiyah 2nd Primary School, Denpasar. The population of this study was 30 students . The data was analyzed by using descriptive statistic by finding the mean scores of activity, learning achievement, and students passing grade criteria which was continued by drawing those all into a polygon graphic. The result was Implementation Cooperative Instruction Model, STAD Type is effective to improve the activity and learning achievement of civilization study. This was shown by the improvement of the student mean scores on activity and learning achievement achieved by the students in each cycle where in cycle I it was rate of Learning Achievement on Civilization Study is 67,  the activity is 46,3, and result of learning achievement is 37%. On cycle II, it increased into 76,3 of learning Achievement, the activity is 61 and the result of learning achievement is 70%.However, in cycle III, it increased into 83 of learning Achievement, the activity is 82 and the result of learning achievement is 100%.

Sugiaryo, Deni Kristiyanto &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh “PenerapanMetode Debat Aktif Berbasis Pendidikan Karakter Terhadap Prestasi BelajarPPKn Kelas VIII di SMP N 23 Surakarta 2016/2017. Jenis penelitian yangdigunakan adalah Penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain pretest postesgroup design. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII G sebagai kelaskontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional dan H sebagai kelaseksperimen, yang menggunakan pembelajaran metode debat aktif berbasispendidikan karakter. yang masing masing kelas berjumlah 34 siswa. Penelitian inidilakukan dua kali pertemuan setiap kelas, dan diberikan pretest dan postest untukmengukurnya. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi,dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t test.Hasilpenelitian menunjukan bahwa penerapan metode debat aktif pada hasil belajarsiswa pada kelompok eksperimen rata-rata 63,53, pada kelompok kontrol rata-rata64,56. Nilai p =0,651 (p>0,05 Data posttest hasil belajar siswa pada kelompokeksperimen rata-rata 87.79,. Pada kelompok kontrol rata-rata 74.56. Nilai p=0,000 (p<0,05). Data selisih pretest-posttest hasil belajar siswa pada kelompokeksperimen rata-rata 24.26, pada kelompok kontrol rata-rata 10.00. Nilai p =0,000(p<0,05), yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajarsiswa sesudah perlakuan, dimana diketahui bahwa kelompok eksperimen (metodedebat aktif berbasis pendidikan karakter) mendapatkan peningkatan hasil belajaryang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian ada“Pengaruh Metode Debat Aktif Berbasis Pendidikan Karakter EfektifMeningkatkan Prestasi Belajar PPKn Kelas VIII di SMP N 23”.Kata Kunci : Metode Debat Aktif, Pendidikan Karakter, Prestasi Belajar, PPKn.

Anita Trisiana, Luthfi Nur Alfiati &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Peran guru PPKn dalammembentuk karakter siswa sebagai Revolusi Mental pada siswa SMP Negeri 4 KaranganomKabupaten Klaten, 2) Kendala yang dihadapi guru PPKn dalam membentuk karakter siswasebagai Pendukung Revolusi Mental pada siswa SMP Negeri 4 Karanganom KabupatenKlaten.Metode penelitian ini adalah diskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatankualitatif deskriptif, dalam penelitian ini juga memanfaatkan pendekatan kuantitatif sebagaipelengkap atau pendukung.Strategi penelitian yang digunakan adalah strategi tunggalterperancang.Sumber data diperoleh dari informan, tempat, peristiwa dan dokumen. Tekniksampling yang digunakan adalah kombinasi purposive sampling dan snow ball. Teknikpengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh dan menyusun data penelitian adalahdengan wawancara, observasi, serta analisis dokumen. Untuk memperoleh validitas datadigunakan trianggulasi data dan trianggulasi metode. Teknik analisis data yang digunakanadalah model analisis interaktif dengan tahap-tahap sebagai berikut : 1) Pengumpulan Data,2) Reduksi Data, 3) Sajian Data, 4) Pengumpulan Kesimpulan. Prosedur penelitian yangdigunakan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Tahap Pra Penelitian, 2) TahapPekerjaan, 3) Tahap Analisis Data, 4) Tahap Penyusunan Laporan Penelitian.Berdasarkan hasil analisis penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa : 1) Peranguru PPKn dalam membentuk karakter siswa sebagai Pendukung Revolusi Mental padakasus siswa SMP Negeri 4 Karanganom Kabupaten Klaten melalui perubahan sikap darikomponen pokok dalam teori Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan civicdispotision sebagai kompetensi yang terkait pada Pasal (3) Undang-Undang No. 20 Tahun2003 tentang Pendidikan Nasional dalam mengembangkan dan membentuk watak ataukarakter. 2) Kendala yang dihadapi oleh peran guru PPKn dalam membentuk karakter siswasebagai Pendukung Revolusi Mental pada siswa SMP Negeri 4 Karanganom KabupatenKlaten yaitu kurang mampu mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang tidak di anggappenting dari kepribadian, belum adanya good govermance dan good cooperate govermanceserta minimnya mutu law entorcement.Kata Kunci :Guru, PPKn, Revolusi Mental, Karakter

Ahmadi, Khairul

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Seorang guru wajib memiliki kualifikasi akademik yang diperoleh melaluipendidikan tinggi program sarjana (S1), Peningkatkan profesionalisme guruberhak mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) atau dengan mengikutiPendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Profesionalitas guru seringdikaitkan dengan tiga faktor yang cukup penting, yaitu kompetensi guru,sertifikasi guru, dan tunjangan profesi guru. Menurut UU RI No. 14 Tahun 2005,kompetensi guru tersebut mencakup empat jenis, yaitu: kompetensi pedagogik,kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Modelpengembangan untuk guru meliputi pengembangan guru yang dipandu secaraindividu, observasi atau penilaian, keterlibatan dalam suatu prosespengembangan/peningkatan, pelatihan, dan pemeriksaan. Budaya dan karakterbangsa perlu dimiliki secara utuh oleh setiap guru yang mengampu mata pelajaranPendidikan Kewarganegaraan. Ini merupakan tantangan bagi seorang guru dalammenanamkan nilai-nilai moral pancasila kepada para siswa-siswinya.Kata Kunci: Tenaga Pengajar, Profesionalisme

Anita Trisiana, Vivit Dwi Puspitasari &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah: Untuk memperoleh gambaran pelaksanaan modelpembelajaran Project Citizen pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 3. Penelitian inidilaksanakan pada siswa Kelas VIII A di SMP Negeri 3 Kebakkramat Tahun 2016/2017.Data dalam penelitian ini berupa karakter kreatif dan disiplin dalam PPKn sebelum dansetelah menggunakan model pembelajaran Project Citizen. Sumber data dalam penelitianini di peroleh dari guru, siswa, interaksi antara siswa dengan guru tempat dan peristiwasedang berlangsung. Prosedur penlitian menggunakan dua siklus yaitu, sikuls I dan siklusII, dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, observasi danrefleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan, dokumentasi, wawancara, tes, danmetode observasi. Validitas data menggunakan validitas isi dan validitas kontruksi.Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan kritis kooperatif.Berdasarkan hasil penelitian Tindakan Kelas yang telah dilaksanakan pada siswaKelas VIII A SMP Negeri 3 Kebakkramat dengan model pembelajaran Project Citizendalam PPkn maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ditunjukan dari kondisi awal ke siklusI dari 6 siswa menjadi 23 siswa peningkatan 17 siswa sebesar 53,13 jadi ketuntasanbelajar pada siklus I sebesar 71,88%. Pada siklus I ke siklus II dsari 23 siswa meningkatmenjadi 25 dengan prosentase sebesar 6,25% ketuntasan belajar pada siklus II sebesar78,13%.Kata Kunci : Karakter Kreatif, Disiplin, Model Project Citizen, PendidikanPancasila dan Kewarganegaraan

Soedjiwo, Novena Ade Fredyarini

Mempelajari bahasa kedua memerlukan pemahaman khusus dan kemauan untuk mengikuti. Sebagian besar siswa menengah mengalami kendala dalam mengikuti pelajaran bahasa Inggris. Mereka dipengaruhi oleh faktor pendidik, orangtua, dan lingkungan. Perlunya peran seorang pendidik dalam memotivasi siswa dalam pelajaran bahasa Inggris. Diharapkan dapat meningkatkan minat belajar dan keinginan untuk mempelajaran bahasa asing dalam era globalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan deskritif. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode interaktif.

Rusmayani, Rusmayani

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, (2) kendala guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, (3). Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran, dan (4) upaya guru PAI dalam meningkatkan profesionalismenya dalam pemanfaatan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah guru-guru PAI di MA Al Ma’ruf Denpasar. Objek penelitian ini adalah profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan, ialah metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner/angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, wawancara tidak terstruktur, dan lembar kuesioner/angket. Data dianalisis dengan menggunakan model analisis deskriptif kuantitatif melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan: 1) profesionalisme guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran di MA Al Ma’ruf Denpasar dapat disimpulkan cukup profesional hal ini dapat dilihat dari sekitar 66,67% guru sudah cukup menguasai definisi, jenis dan manfaat media pembelajaran sedangkan sisanya sekitar 33,33% memiliki pengetahuan yang kurang terhadap definisi, jenis dan manfaat media pembelajaran, dalam pemanfaatan media pembelajaran, guru-guru MA Al Maruf memiliki keberagaman dalam hal intensitas penggunaan sumber belajar, 2) kendala yang dialami guru PAI dalam pemanfaatan media pembelajaran adalah kurangnya tersedianya media pembelajaran yang dapat digunakan guru PAI di sekolah, kurangnya alokasi waktu untuk mata pelajaran PAI, guru kurang kreatif dalam menyajikan materi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran elektronik, kurangnya pemahaman guru PAI mengenai keanekaragaman media pembelajaran yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran, dan tidak tersedianya tempat khusus untuk menyimpan dan merawat media pembelajaran, 3) upaya yang dilakukan Kepala Sekolah MA Al Ma’ruf dalam meningkatkan profesionalisme guru-guru PAI dalam hal pemanfaatan media pembelajaran adalah mengikutsertakan guru-guru PAI dalam penataran yang diselenggarakan nantinya oleh lembaga-lembaga pendidikan khususnya LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Provinsi Bali, mendorong guru-guru PAI untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran, serta berupaya meningkatkan ketersediaan media pembelajaran baik dari pendanaan khusus dari sekolah maupun bantuan dari Kementerian Agama, dan 4) upaya yang dilakukan guru PAI untuk meningkatkan profesionalismenya dalam hal pemanfaatan media pembelajaran termasuk kategori cukup bagus, hal ini di lihat dari indikator prosentase membaca, diskusi, mengikuti kegiatan MGMP, mengikuti seminar. Hanya saja kurang dalam melakukan penelitian secara mandiri.