Publication Search

59,950 articles from 482 journals · 1,579 citations tracked

Showing 21-40 of 45

Analytics

Salsadilah, Nadya; Maharani, Dewi; Rahayu, Elly

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Bisnis adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan untuk menghasilkan, membeli, atau menjual barang atau jasa dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Bisnis dapat dilakukan oleh individu, kelompok, perusahaan besar, atau usaha kecil. Di suatu dunia bisnis, yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen adalah piranti yang dipakai untuk mengatasi suatu proses, operasional, evaluasi, serta teknologi dan informasi. Usaha  bisnis  yang  bergerak  dalam  bidang  makanan  ringan  snack dijalankan  dengan  modal usaha  berskala  kecil  ialah  pelaku  bisnis  berskala  rumah  tangga  yang  mempunyai  kesempatan sangat  bagus  untuk  berkembang  dengan  pesat  dengan  keterbatasan  yang dimiliki  seperti  SDM, skill,  pengetahuan,  ketrampilan,  dan  pengelolaan  bidang  managementyang  seadanya Penelitian ini dilakukan di Teha Coffee Corner, sebuah kedai kopi yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol, Tebing Kisaran, Kec. Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara 21211. Kedai ini didirikan pada Maret 2021 oleh Thierry Henry, tepat di tengah masa pandemi COVID-19. Supply Chain Management (SCM) adalah pengintegrasian sumber bisnis yang kompeten dalam penyaluran barang, mencakup perencanaan dan pengelolaan aktivitas pengadaan dan logistik serta informasi terkait mulai dari tempat bahan baku sampai tempat konsumsi, termasuk koordinasi dan kolaborasi dengan jaringan mitra usaha (pemasok, manufaktur, retailer, distributor, pergudangan, transportasi dan konsumen) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sebuah model rantai pasokan sederhana terdiri dari empat komponen yaitu supplier, produsen, gudang atau pusat distribusi dan pengguna akhir. Seiring dengan pertumbuhan bisnisnya, Teha Coffee Corner mulai menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan stok bahan baku dan pencatatan transaksi. Saat ini, pencatatan masih dilakukan secara manual, baik dalam menghitung jumlah stok maupun dalam mencatat transaksi harian. Setiap akhir operasional atau saat closing, Dengan adopsi sistem E-SCM, aliran informasi dan data pembelian antara Teha Coffee Corner dan pemasok menjadi lebih efisien. Ini menghasilkan kejelasan dan ketepatan dalam transaksi pembelian, yang berkontribusi pada menghindari kesalahan dan mengurangi risiko keterlambatan dalam pengiriman toko.

Herdina Putri Ahmadi; Magdalena Simanjuntak; Muammar Khadapi

Saturnus: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Crime is a social issue that continues to evolve alongside increasing community activity and regional development. This study aims to Cluster crime data in Binjai City based on the location of incidents using the K-Means algorithm and the Cross Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM) approach. The data were obtained from the Binjai Police Department, with attributes including the type of crime, time of occurrence, and location, categorized by district. A comprehensive data preprocessing stage was carried out, involving the extraction of information from raw data, normalization of crime type labels, and conversion of categorical data into numerical form using label encoding. The optimal number of Clusters was determined using the Silhouette score method, which yielded the best result at K = 10. The Clustering results were further evaluated using the Davies-Bouldin Index (DBI) to ensure Cluster quality. The analysis revealed that Binjai Utara District has the highest number of crimes, particularly aggravated theft (curat), which frequently occurs from early morning to late morning. This Clustering is expected to provide valuable insights for authorities in formulating more targeted and data-driven regional security strategies.

Artiningsih, Ni Komang Ayu; Sri Subekti; Nurtekto

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pasar tradisional memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, namun sering menghadapi permasalahan lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana pengelolaan sampah pasar jangli Kota   Semarang telah berjalan, dengan mengutamakan fokus pada partisipasi masyarakat dan pedagang,  ketersediaan  fasilitas,  serta dampak  lingkungan   yang  ditimbulkan.  Pendekatan  yang digunakan berupa  deskriptif  kualitatif,  dengan  data  dikumpulkan  melalui  observasi  serta   wawancara. Hasil   penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi pedagang dalam menjaga kebersihan pasar masih rendah, sebagian besar hanya mengandalkan petugas kebersihan. Selain itu, fasilitas pengelolaan sampah masih terbatas, seperti jumlah tempat sampah yang tidak memadai, ketiadaan sistem pemilahan, dan jadwal pengangkutan yang tidak konsisten. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan pasar, aroma yang menyengat, kehadiran lalat, dan potensi penyebaran penyakit. Implikasi dari kajian ini merekomendasikan peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat, penyediaan fasilitas yang lebih baik, serta penguatan peran pemerintah dalam pengawasan dan penegakan aturan, melalui pendekatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat (community-based waste management).

Fenesiana Claudina Eunike Tabun; Ramires Mario Lurdes Bria; Maria Elishabet Bria; Emeliana Tai

Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

The purpose of this research is to analyze the naming of business places in Umakatahan. The theory used in analyzing naming is Chaer’s theory (2009). This study uses a qualitative research model. The data collection process carried out in this study used the documentation method, followed by the observing and nothing method. The data in this study are presented in a descriptive form or informal method. Based on the result of this study it was found that from 5 data on the naming of bussines places in Umakatahan, there were grammaticalmeanings. In addition, the naming process that occurs in 5 data on the naming of business premises in Umakatahan, produces 5 data based on inventors or makers, data based on new names, data based on place of origin, data based on uniqueness and new naming. So, it can be concluded that the naming of business places in Umakatahan is dominated by the process of the inventor or maker because most of the business places use the name of the owner or maker.

Jaroh

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

TOGA (Tanaman Obat Keluarga) adalah tanaman yang ditanam di sekitar tempat tinggal oleh keluarga karena memiliki manfaat sebagai obat. Tanaman ini juga sering disebut sebagai apotek hidup. Beberapa jenis TOGA yang umum dibudidayakan meliputi empon-empon, rempah-rempah, belimbing, delima, kangkung, dan daun pepaya. Budidaya TOGA dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama dalam aspek pangan. Namun, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya tanaman ini bagi kehidupan mereka. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kesadaran melalui penyuluhan dan pelatihan budidaya TOGA. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola tanaman obat keluarga. Program ini dilaksanakan di Desa Wonodadi, Kabupaten Blitar, dengan pendekatan berupa ceramah dan demonstrasi.

Asterlita Ryane Wenas; Firmita Dwiseli

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Occupational diseases continue to pose significant challenges to worker health and productivity worldwide. This integrative literature review analyzes ten selected journal articles from 2019 to 2025 that discuss the role of early detection and workplace health interventions in preventing occupational diseases. Findings reveal that medical surveillance, routine check-ups, and AI-based stress detection technologies are effective tools for identifying health risks at an early stage. Workplace interventions such as ergonomic programs, chemical exposure controls, and community-based health promotion show measurable improvements in worker health and compliance with safety protocols. The Total Worker Health® framework by NIOSH emerges as a comprehensive strategy to integrate health protection and promotion in the workplace. However, implementation gaps remain, particularly in the informal sector, due to limited infrastructure and low awareness. This study concludes that combining early detection with structured health interventions, supported by strong policy and stakeholder involvement, is key to reducing occupational disease burdens.

Jessica. A. P. Sari. Fm; William Djani; Made N. D. Andayana; Maria M. Lino

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2025 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aims to find out the collaboration of actors in waste management in landfills (TPA). This study uses descriptive research using qualitative research methods and using Ratner's (2012) theory which includes Identification of Barriers and Opportunities, Debate Strategies to Influence, and Collaborative Action Planning. There were 5 informants in this study. The results of the study show that the collaboration that occurs in waste management has gone well, but there are still obstacles in overcoming existing problems. To identify obstacles and opportunities, there are situations and needs as well as resources that must be met, the collaboration that occurs between the Environment and Hygiene Agency and the head of waste management and b3 waste has been running but is not optimal enough due to the lack of resources in facilitating infrastructure facilities at landfills. Debate strategies to influence and increase public awareness and understanding require socialization related to understanding how to manage waste properly. The Head of the Environment and Hygiene Agency together with the Head of the B3 Waste Management Division have collaborated with the Mutiara Timor Waste Bank in providing effective socialization to reduce the volume of existing waste, but many people do not understand the socialization. Planning this cooperation action, there is a collaborative implementation strategy where the actors collaborate in planning the right implementation strategy to reduce the volume of waste in the landfill, but the collaboration between the Head of the Environment and Hygiene Agency and the Mutiara Timor Waste Bank has targeted 20% in handling the volume of waste, but the cooperation is only 5% that can reduce the volume of waste in the landfill because the socialization provided is still not understood by the Public. For the purpose and purpose of this cooperation is the target in reducing and handling waste from 2018-2025, if this cooperation runs effectively and successfully, slowly the volume of waste in landfills will decrease by itself.

Novriana A.S Sitanggang; Syafrina Ulfa

Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study aims to analyze the pragmatic aspects and persuasive strategies in a public service advertisement entitled "Throw Trash in Its Place. The Earth is Not Your Trash Can." This study uses a pragmatic approach with a focus on the theory of speech acts, implicature, deixis, and politeness of language to reveal how to convey messages effectively and persuasively in the context of public communication. The advertisement is analyzed as a form of directive communication that aims to encourage changes in people's behavior towards issues of cleanliness and environmental concern. The results of the analysis show that this advertisement utilizes strong but polite directive speech acts, normative implicatures to instill values, the use of personal deixis to build closeness with the audience, and positive and negative politeness strategies to maintain social relations. Thus, advertisements not only function as a medium for conveying information, but also as an instrument for forming collective awareness through a communicative approach that is contextual, efficient, and emotionally and rationally appealing to its audience.  

Endah Wulan Safitri

Jurnal Manuhara : Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

This study examines the influence of emotional happiness culture on workplace happiness, with resilience as a mediating factor, among Generation Z employees in the private sector. As Generation Z enters the workforce, their unique emotional needs and challenges necessitate a deeper understanding of psychological factors that contribute to workplace well-being. Using a quantitative survey approach, data from 110 private sector Generation Z workers were analyzed to test the direct effects of emotional happiness culture on workplace happiness and resilience, as well as the mediating role of resilience between these variables. Results indicate that a positive emotional culture significantly enhances both resilience and workplace happiness. Moreover, resilience partially mediates the relationship, suggesting that resilience strengthens the impact of emotional culture on employees’ happiness. These findings highlight the importance of fostering an emotional culture that promotes positive emotions such as joy, empathy, and optimism to build resilient and satisfied young employees. This research contributes practical insights for organizations aiming to design psychologically supportive workplaces tailored to Generation Z, ultimately improving employee well-being and organizational sustainability.

Nadya Anisa Iffa; Aqilah Fakhriyati Auliya; Sofiia Muntazza; Suhendro Suhendro; Hudaidah Hudaidah

Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

Mosques not only function as places of worship, but also have great potential to become centers of community development. This research examines the potential of the Jammi Daruss Saadah Mosque-the oldest mosque in Tebing Tinggi Sub-district, Empat Lawang Regency-in shaping the social, educational, spiritual and economic space of the local community. This research uses a qualitative approach with structured interview methods and participatory observation and is supported by an ethnographic approach to communication to understand the dynamics of social interactions that occur in the mosque environment. The results showed that this mosque has become the main forum for various community activities such as routine recitation, Al-Qur'an learning classes for children, and economic activities in the form of sacrificial animal farms managed by the mosque management. The mosque plays a role as a driver of improving the quality of religion and community welfare, as well as a symbol of the resilience of local Islamic identity since before independence until now. This finding emphasizes the importance of strengthening the function of the mosque as a social institution that is adaptive to the needs of the times. Mosques not only play a role in the spiritual realm, but also become strategic agents of community empowerment. This research recommends the need to strengthen mosque institutional governance and program innovation based on community participation so that the role of mosques can be optimized in responding to contemporary social challenges.

Salma Novia Nurfarida; Alvina Rahmawati; Wahyu Nugroho; Hilla Zahrotul Habibah; Siti Hikmah

Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi. 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

This study aims to understand the factors that influence elderly satisfaction in a nursing home environment, focusing on social, physical and psychosocial aspects. Through a qualitative approach, data was collected from in-depth interviews with residents and direct observation at the nursing home, which was then thematically analyzed. The results showed that harmonious social relationships with fellow residents and staff play a crucial role in increasing the sense of security, respect and acceptance of the elderly. In addition, a clean and comfortable physical environment supports their well-being, while the various activities provided help maintain mental and physical health. These findings emphasize the importance of building a family atmosphere and paying attention to the holistic needs of the elderly to improve their quality of life in nursing homes.

Rahmad Saputra; Rina Susanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Parental control over adolescents in this study was conducted in  high-risk residential environment where massage parlors with additional services are present. This study aims to determine the driving factors and level of parental control implementation among adolescents in the residential environment using Travis Hirschi's social control theory approach. The data analysis used in this study is descriptive quantitative research. The population consisted of all parents with adolescents aged 15-21 years, totaling 46 families. The entire population was used as samples using census sample technique. Data was collected through questionnaire completion, and central tendency calculations. The research results show that knowledge anda perseption factors have a strong connection to the level of parental control implementation among adolescents in high-risk residential environments in terms of attachment, commitment dan belief aspects. However, the aspect of parential involvement in accompanying adolescents is still relatively moderate thus requiring improvement.

Kevin Ardin Hulu; Febertin Gulo; Dionisius Sianipar; Gabriel Lumban Tobing; Indra Sihombing

Jurnal Kemitraan Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Waste sorting is one of the important steps in sustainable environmental management. However, elementary school students' awareness in sorting organic and non-organic waste is still relatively low. This can have an impact on increasing the volume of waste that is not managed properly, which ultimately contributes to environmental pollution. This community service aims to measure the effectiveness of the use of two-compartment trash bins in improving students' understanding of waste sorting. The method used is observation with an action study approach on elementary school students. The results of observations after socialization showed an increase in students' understanding after the use of two-compartment trash bins, which was reflected in the increased accuracy in disposing of waste into the appropriate compartment. The use of two-compartment trash bins has proven effective in increasing students' awareness and habits in sorting waste.

Epifanius Oskarino; Didik Trisbiantoro

Mikroba : Jurnal Ilmu Tanaman, Sains Dan Teknologi Pertanian 2025 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

This study aims to analyze the relationship between demand and supply of skipjack tuna at the Fish Auction Place (TPI) Sedati, Sidoarjo Regency. Data were collected through observations, interviews, and literature studies. The research results indicate that fish prices, community income, and supply costs significantly influence the demand and availability of fish at TPI Sedati. Proper stock management is necessary to maintain a balance between demand and supply to improve fishermen's welfare and market efficiency.

Muhammad Ilyas; Usman Al Hudawi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis bagaimana implementasi nilai-nilai pendidikan multikultural dilakukan di SMK Negeri 1 Binjai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan naturalistik inquiry studi kasus.Data dikumpulkan melalui pengamatandan wawancara.Keabsahan data diperkuat dengan mengonfirmasi hasil observasi dan wawancara. Untuk menguji kredibilitas data, dilakukan pengamatan yang lebih lama, peningkatan ketelitian, triangulasi data, member check, dan referensi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai multikultural di SMK Negeri 1 Binjai memiliki beberapa aspek sebagai berikut:1) pembelajaran dilaksanakan secara terpadu melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. 2) Peran kepala sekolah, guru, dan siswa memiliki peranan penting dan pemahaman yang sama dalam pengembangan nilai-nilai multikultural, yang berpengaruh positif dalam membangun karakter peserta didik.. 3) Program kurikulum internasional (Cambridge) dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan interaktif dengan dunia, serta mendorong pendekatan pembelajaran aktif yang memandu siswa menjadi fasih dan memiliki pengetahuan luas dalam berbagai mata pelajaran. 4) Program ini juga berusaha merangkul keragaman yang ada dalam hati siswa, seperti latar belakang etnis, keyakinan agama, dan cita-cita, dengan tujuan menciptakan individu yang mampu bersosialisasi dengan budaya yang berbeda. 5)SMK Negeri 1 Binjai merupakan tempat pertemuan antara peserta didik dan guru yang berasal dari latar belakang yang berbeda, yang memiliki ide, keyakinan, dan nilai yang beragam. Festival dan acara budaya diadakan untuk mengekspresikan keragaman multikultural tersebut. 6)Seluruh orang di lingkungan sekolah sangat waspaddan berkomitmen dalam menerapkan kebijakan no bullying (bebas penindasan). Dengan demikian,penelitian ini menyajikan gambaran tentang penerapan nilai-nilai multikultural dalam membangun karakter peserta didik yang beragam budaya.

Nurfitriyani, Novita; Nova Afifah; Fakhruddin Luthfi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Sampai saat ini penyalahgunaan NAPZA menjadi permasalahan di berbagai kalangan. Salah satu tempat di Cirebon yang menjadi pusat rehabilitasi yaitu di IPWL Yayasan Putra Agung Mandiri. Banyak faktor dan dampak yang mempengaruhi korban penyalahgunaan NAPZA dalam mengkonsumsinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor dan dampak penyalahgunaan NAPZA terhadap perilaku sosial di masyarakat pada klien. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui subjek penelitian 2 informan korban penyalahgunaan NAPZA (klien) dan 1 pekerja sosial sebagai konselor. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku yang diberikan klien terhadap lingkungan sosial di masyarakat sangat berpengaruh pada penyalahgunaan NAPZA. Dari hal ini banyak faktor yang mempengaruhi klien terutama pada faktor lingkungan pertemanan. Dampak yang ditimbulkan juga sangat berpengaruh pada klien seperti perubahan fisik, emosional, depresi. Klien juga sampai sekarang masih mengkonsumsi NAPZA tetapi sudah berkurang dikarenakan telah menjadi proses rehabilitasi di IPWL Yayasan Putra Agung Mandiri, Kota Cirebon.

Nifida Alsya Khairunnisa; Ikaputra

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Kauman merupakan permukiman perkotaan di Kota Surakarta, Jawa Tengah yang juga memiliki nilai sejarah tinggi. Dahulunya merupakan tempat tinggal para abdi dalem Keraton serta para khatib Masjid Agung Surakarta. Selain sebagai permukiman, kawasan ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan. Seiring perkembangan zaman dengan bertambahnya penduduk beserta kebutuhan ekonominya, kawasan sekitar Kauman tumbuh menjadi pusat komersial. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat pesat kemudian memicu beberapa bangunan termasuk Kauman beralih fungsi menjadi pertokoan. Terletak di tengah kota dan menjadi pusat aktivitas memicu peningkatan tekanan pembangunan di Kauman, sehingga menjadikan kawasan ini tidak sepenuhnya lagi berfungsi sebagai permukiman. Eksistensi budaya di Kauman perlahan menurun seiring terjadinya perubahan fungsi lahan dan dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kehilangan atau keaslian permukiman perkotaan. Maka dari itu, Kauman sudah selayaknya mendapat perhatian khusus untuk keberlanjutan kawasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlanjutan kawasan Kauman Surakarta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan kawasan sehingga dapat melestarikan Kampung Kauman Surakarta.

Salma Faizatun Solikhah; M. Miftah Nurul Haq; Miftahul Khairi

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan representasi arsitektur yang menggabungkan nilai religius Islam dengan budaya lokal Jawa serta elemen modern, tercermin pada elemen seperti kubah, atap tajug, minaret, pola ruang, ornamen kaligrafi-batik, hingga Gerbang Al-Qonathir. Penelitian ini mengkaji bagaimana desain MAJT merepresentasikan harmoni antara nilai-nilai tradisional dan modernitas melalui simbolisme budaya dan inovasi arsitektural. Elemen seperti serambi yang terinspirasi dari masjid Arab dimodifikasi dengan pola “U” dan dilengkapi dengan elemen lokal seperti bedug serta air mancur sebagai interpretasi baru tempat wudhu. Kaligrafi Arab dipadukan dengan motif batik untuk merepresentasikan identitas Jawa, sementara Gerbang Al-Qonathir menggabungkan seni Romawi dan Jawa sebagai simbol keterbukaan budaya. Pola ruang masjid yang hierarkis dan inklusif mencerminkan adaptasi filosofi tata ruang Jawa dalam konteks modern. Desain keseluruhan MAJT menunjukkan perpaduan harmonis antara fungsi spiritual, sosial, dan budaya, menjadikannya ikon yang relevan sebagai pusat religius dan budaya di Jawa Tengah. Penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur dapat menjadi medium komunikasi yang efektif dalam menjembatani nilai-nilai tradisional, agama, dan inovasi modern secara holistik.  

Widjaja, Stephanus

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Pusat data menjadi tempat sekaligus aset penting organisasi. Demikian pula rencana pengelolaan keberlanjutan (kontinuitas) sangat penting untuk menjaga organisasi tetap dapat menjalankan proses bisnisnya ketika terjadi bencana pada pusat data atau infrastruktur teknologinya. Evaluasi tata kelola menjadi suatu hal yang penting dan harus dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan pusat data dan kesiapan rencana pengelolaan keberlanjutan (kontinuitas) suatu organisasi. Metode penelitian yang digunakan meliputi menentukan area fokus evaluasi, menyusun instrumen evaluasi (interview, kuesioner dan test sistem), pelaksanaan evaluasi, pengolahan hasil evaluasi, analisa gap dan penyusunan strategi perbaikan. Tingkat kematangan saat ini berada pada level 3. Tingkat kematangan yang diharapkan berada pada level 5, kecuali untuk komponen informasi dan komponen budaya, etika dan perilaku berada pada level 4. Strategi perbaikan dirumuskan bertahap untuk strategi perbaikan dari level 3 ke level 4 dan strategi perbaikan dari level 4 ke level 5. Perumusan strategi perbaikan disusun berdasarkan tujuh komponen sistem tata kelola dengan urutan prioritas berdasarkan hasil analisa gap.

Hartanto, Mika Respati

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Kelembapan dan suhu merupakan faktor yang penting dalam budidaya jamur karena jamur membutuhkan kelembapan dan suhu tertentu untuk tumbuh dengan baik. Aspek lingkungan perlu diperhatikan dalam budidaya jamur adalah selama masa pemeliharaan dan suhu di dalam rumah jamur harus dijaga di kisaran 15-30°C. Suhu di bawah 15°C mengakibatkan tubuh buahnya mengecil dan tangkainya panjang, tetapi kurus. Jika suhunya di atas 30°C, suhu akan menyebabkan payung jadi tipis dan ukurannya kerdil. Kelembapan udara optimum yang dibutuhkan antara 80-90%. Jika kelembapan udara terlalu tinggi, jamur akan cepat membusuk dan jika kelembapan terlalu rendah, jamur akan menjadi kerdil dan kurus. Untuk memonitor tingkat kelembaban dan suhu dalam budidaya jamur tiram dibutuhkan sistem monitoring yang berguna untuk mengetahui kondisi tanaman secara otomatis dan real-time. Internet of Things (IoT) memiliki konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat yang tersambung dalam koneksi internet secara terus-menerus. Penggunaan Internet of Things (IoT) dalam memonitor suhu dan kelembapan dapat membantu efisiensi dan mempercepat pengiriman informasi kelembapan dan suhu udara tempat jamur dibudidaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah R&D (Research and Development) dengan jenis model pengembangan prototyping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem otomasi dan pemantauan berbasis IoT bekerja dengan baik, dengan tingkat kesalahan pembacaan sensor suhu DHT11 dibandingkan thermometer digital berada di bawah 5% (dengan nilai error antara 0,37% hingga 3,10%). Selain itu, alat dapat mengirimkan notifikasi kepada pengguna ketika suhu atau kelembapan berada di luar rentang yang telah ditentukan, sehingga membantu menjaga kondisi optimal bagi pertumbuhan jamur.