Publication Search

63,163 articles from 506 journals · 1,579 citations tracked

Showing 21-40 of 359

Analytics

Abu Yazid

Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi 2025 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

This study examines the dynamics of Quality of Work Life, Workload, and Job Satisfaction in efforts to enhance Employee Productivity at PT. Bank Capital Indonesia, Tbk. Faced with increasingly complex industry challenges, companies need to effectively manage human resources to maintain competitiveness. Work-life balance, job satisfaction, and quality of work life are important factors that play a role in employee productivity, especially when workload increases. A quantitative approach with a descriptive correlational design was used in this study, with data collected through questionnaires and analysed using Structural Equation Modeling (SEM) with the AMOS software. The cluster random sampling technique was applied to select a sample proportionally. The findings show that Quality of Work Life and Job Satisfaction positively influence employee productivity, while Workload negatively impacts Job Satisfaction. However, Workload did not show a significant direct effect on Employee Productivity. Mediation analysis revealed that Job Satisfaction does not act as a mediator between Quality of Work Life and Employee Productivity. These findings suggest that improving Job Satisfaction, Quality of Work Life, and Work-life Balance can enhance employee productivity in the banking sector.

Santoso, Windu; Sudarsih, Sri; Hafidh Taqiuddin, Muhammad; Nurul Fadhilah, Khoirunnisa

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Pemimpin yang efektif diperlukan untuk mengembangkan strategi dan struktur yang baik dan menarik karyawan, menginspirasi dan mendukung staf yang berpengalaman, menghargai komitmen mereka, dan meminimalkan turnover intention. Turnover intention mengacu pada kecenderungan atau rencana untuk berhenti dari pekerjaan di tempat kerja. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendidikan tentang gaya kepemimpinan sebagai upaya untuk mengurangi turnover intention. Kegiatan pendidikan dilakukan dengan menerapkan empat tahap termasuk tahap I perencanaan dan pemilihan strategi, tahap II pemilihan saluran dan materi, tahap III pengembangan materi, tahap IV penerapan, tahap V meninjau efektivitas, tahap VI umpan balik untuk evaluasi. menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan kepala ruangan setelah diberikan pendidikan tentang gaya kepemimpinan transformasional berada pada kategori tinggi, yaitu 12 responden (85,8%). Kepemimpinan transformasional telah menjadi gaya kepemimpinan yang dominan dipraktikkan oleh para pemimpin di banyak industri dan disiplin ilmu, termasuk dalam keperawatan oleh kepala ruangan

noorlailashinto, noorlailashinto; Noor Laila Shinto Wati; Edy Siswanto; Haris Ihsanil Huda

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2025 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran PT. Makanan Rakyat Indonesia Kendal dengan pendekatan bauran pemasaran (produk, harga, promosi, dan tempat) serta analisis SWOT. Data diperoleh melalui wawancara dengan pemilik dan karyawan, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan produk unggulan yaitu kerupuk ABS udang original dengan harga Rp5.000–Rp25.000, distribusi melalui toko offline dan platform online, serta promosi yang memanfaatkan media sosial dan e-commerce. Analisis SWOT menghasilkan lima kekuatan, lima kelemahan, lima peluang, dan lima ancaman. Skor IFAS sebesar 3,23 dan EFAS 3,02 menempatkan perusahaan pada kuadran I (strategi agresif). Data penjualan Januari–April 2025 meningkat 28,8% dibandingkan tahun sebelumnya atau setara Rp147.000.000. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan strategi pemasaran berbasis SWOT berpengaruh signifikan terhadap peningkatan penjualan. Rekomendasi penelitian adalah memperluas saluran distribusi, meningkatkan promosi, serta menjaga kualitas pelayanan guna menghadapi persaingan produk sejenis.  

Harisman Harisman; Mashudi Hariyanto; Musaddad Al Basry

Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

A shophouse rental in Sungai Rengas Village is suspected of being subject to fraud, one of which is related to unilateral price changes. The price determined at the beginning of the agreement was changed midway by the shophouse owner. The tenant who rented the additional shophouse as a game room suddenly experienced a unilateral price change. The price that had been determined at the beginning of the agreement, which was to be available once a month and the amount was determined at the beginning, but suddenly the shophouse owner changed it. The party renting the additional shophouse as a game room was ordered to pay all electricity to the tenant, which was initially covered by the shophouse owner. However, midway through the agreement, the electricity payment suddenly changed, all payments were borne by the party renting the additional shophouse as a game room, and the electricity payment had to be allowed once a week. The type of research in this study is empirical, which in other words is a type of sociological legal research and can also be called field research, namely studying the applicable legal provisions and what happens in reality in society. Based on the research results that the price changes that occurred to the tenant who added a field for the game area are not in accordance with Islamic law, because it violates one of the valid conditions of ijarah and is also not in accordance with the legal basis for determining prices. According to Islamic law, ijarah is a binding contract (al-'aqd aL-biasa), is a contract where if all the pillars and conditions have been fulfilled, then the contract is fully binding and each party cannot cancel it without the consent of the other party, the same as the rental contract and debt, both parties have agreed and have fulfilled the pillars and conditions of the ijarah contract immediately both are bound to each other. As in the case of not returning the rent, the market party.

Saadah, Anis Fathu; Lulu Ratika Yuniar; Zahra Jelita; Adita Widara Putra

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur intrinsik naskah drama “Kecoa Tengah Malam” karya Bode Riswandi dengan menggunakan pendekatan strukturalisme. Pendekatan strukturalisme merupakan teori yang memfokuskan karya sastra sebagai sebuah struktur yang utuh berdasarkan unsur intrinsik yang terdapat dalam karya sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan teknik analisis teks terhadap unsur intrinsik seperti tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat. Hasil analisis cerpen ini mengangkat tema pengkhianatan dalam rumah tangga serta kehancuran harga diri seorang suami yang lumpuh, dikemas melalui simbolisme satire dan sindiran tajam terhadap norma sosial. Alur yang digunakan adalah alur maju (linier). Tokoh-tokohnya, yaitu Dr. Marus, Cicilia, Kristian, dan Atun, memiliki karakter yang memperkuat konflik moral dan emosional. Latar tempat utama berpusat pada sebuah rumah mewah milik Dr. Marus. Latar waktu berlangsung antara malam hingga pagi, mempertegas intensitas perubahan psikologis tokoh-tokohnya, sementara latar suasana ditampilkan dalam nuansa ketegangan dan ketidaknyamanan. Gaya bahasa bersifat simbolik dan tragis, memperdalam pesan yang disampaikan. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga. Amanat dalam naskah ini menekankan pentingnya menjaga moralitas, kesetiaan, dan empati dalam kehidupan pernikahan.

Ahmad Syahrizal; Usdeldi Usdeldi; Firman Syah Noor

Akuntansi Pajak dan Kebijakan Ekonomi Digital 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study aims to examine the influence of the marketing mix on the sales volume at Senyala Space coffee shop, focusing on four independent variables: product, price, place, and promotion. The research method used is quantitative with a descriptive approach. The population of the study consists of Senyala Space customers from 2020 to 2024, and the sample was selected using nonprobability sampling and Slovin’s technique to determine a representative sample size. Data was collected through surveys and interviews with customers who visited Senyala Space during the specified period. Data analysis was conducted using several statistical tests, including validity testing, reliability testing, normality testing, linearity testing, multicollinearity testing, heteroscedasticity testing, and multiple linear regression analysis. Additionally, the coefficient of determination (R²), partial test (t-test), and simultaneous test (F-test) were used to examine the effect of independent variables on the dependent variable. All analyses were performed using IBM SPSS Statistics 23. The results show that the marketing mix significantly affects the sales volume at Senyala Space. Of the four marketing mix variables analyzed, price was found to have a significant negative effect on sales volume, indicating that an increase in price tends to decrease sales volume. On the other hand, the other three variables—product, place, and promotion—have a significant positive effect on sales volume. This suggests that improvements in product quality, strategic location selection, and effective promotions can increase sales at Senyala Space. These findings provide recommendations for Senyala Space’s management to enhance their marketing strategies by considering the factors influencing customer purchasing decisions, in order to boost sales volume in the future.

Satriansyah Akhlaqul Karima; Firman Hawari; Susy Budi Astuti

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Perkembangan anak usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan dasar kemampuan kognitif, sosial, dan emosional manusia, terutama pada usia 3-4 tahun yang dikenal sebagai masa golden age. Lingkungan belajar yang mendukung menjadi elemen penting dalam membantu anak mengembangkan potensi secara optimal. Banyak lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memanfaatkan bangunan publik sebagai tempat pembelajaran, yang sering kali juga digunakan untuk berbagai fungsi lainnya. Bangunan publik yang bersifat multifungsi ini menghadirkan tantangan, terutama dalam hal adaptasi fungsi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tanpa mengganggu fungsi lainnya. Konsep fleksibilitas ruang menjadi solusi utama dalam menghadapi tantangan tersebut, melalui desain yang adaptif dan mampu mengakomodasi beragam aktivitas secara harmonis. Pendekatan literature review penelitian ini akan menganalisis berbagai studi kasus pemanfaatan bangunan publik untuk pendidikan PAUD. Temuan menunjukkan bahwa fleksibilitas ruang tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan ruang, tetapi juga berkontribusi pada kolaborasi sosial dan pengembangan desain ruang publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kajian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan konsep ruang multifungsi untuk mendukung pendidikan dan kebutuhan masyarakat secara bersamaan.

Maimunah, Susi Marti

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi sentuhan yang dapat mendukung tumbuh kembang bayi, termasuk membantu mengatasi gangguan tidur. Meskipun praktik ini telah dikenal secara tradisional di Indonesia, pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan teknik pijat bayi yang tepat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang Pijat bayi terhadap minat melakukan Pijat bayi kepada tenaga kesehatan di Tempat Praktek Mandiri Bidan (TPMB) Iswati, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 1–12 bulan sebanyak 30 orang, dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square melalui aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan minat melakukan baby massage ke tenaga kesehatan(p-value = 0,020 ; < alfa = 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pengetahuan ibu, maka semakin besar pula minat mereka untuk melakukan pijat bayi secara profesional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program edukasi bagi ibu mengenai pentingnya pijat bayi, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.

Muhamad Arspira Pamungkas Fusga; Agus Rasyid Chandra Wijaya

Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

This study aims to analyze the efforts made by the Sukabumi City Civil Service Police Unit (Satpol PP) in enforcing Mayor Regulation Number 05 of 2014 concerning restrictions on the operating hours of night entertainment venues. The regulation was implemented to maintain public order, reduce social disturbances, and ensure community comfort, particularly during nighttime hours in urban environments. Using a sociological legal approach with qualitative methods, data were collected through interviews with relevant stakeholders, field observations, and literature reviews. The findings reveal that Satpol PP has undertaken various enforcement efforts, including routine patrols to monitor venue compliance, educational outreach to business owners regarding regulations, and administrative sanctions such as written warnings and temporary closures for violators. Despite these initiatives, several challenges hinder the optimal enforcement of the regulation. These include limited human resources and operational infrastructure within Satpol PP, inconsistent public awareness of the regulation, and resistance from certain business actors who view the regulation as a barrier to economic activity and local tourism development. Moreover, coordination between relevant agencies, such as tourism and licensing departments, remains suboptimal. This study emphasizes the need for stronger inter-agency synergy, increased budget allocation, and ongoing public education to foster better compliance. It also suggests capacity-building programs for enforcement officers and the implementation of community-based monitoring systems to enhance transparency and support. In conclusion, although Satpol PP has shown commitment to implementing the regulation, the effectiveness of enforcement can be significantly improved through strategic resource optimization, cross-sector collaboration, and a participatory approach involving both authorities and the community.

Gunawan Widjaja; Songga Aurora Abadi; Alam Anbari

Presidensial : Jurnal Hukum, Administrasi Negara, dan Kebijakan Publik 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

The phenomenon of homelessness and begging in public places remains a complex social problem that impacts public order and legal norms. The main problem in this study is how criminal law is applied to homelessness and begging in public places, and how the provisions compare in the old Criminal Code and the new Criminal Code based on Law Number 1 of 2023. This study uses a normative juridical method with a legislative approach and literature study. In the old Criminal Code, begging is regulated in Article 504, which threatens imprisonment for anyone who begs in public. Meanwhile, the new Criminal Code regulates similar acts in Article 425, which no longer uses the term "begging" explicitly, but regulates the prohibition against the repeated exploitation of certain activities in public places that disturb the community. The results of the study show that although there is continuity in substance, the new Criminal Code tends to use a more humanistic approach and emphasizes social rehabilitation. Law enforcement against homelessness and begging still faces various obstacles such as low public reporting, limited police supervision, and a lack of rehabilitation facilities. Therefore, the main conclusion of this study is that a repressive approach alone is insufficiently effective. An integrated legal strategy is needed, combining penal and non-penal approaches with the active involvement of the government, the community, and social institutions.

Tiwi Widya Lestari; Amelia Amanda Verawati; Adila Nisa Hamidah; Taswirul Afkar

Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study examines the naming of tourist attractions in Gondang District, Mojokerto Regency, through an ethnolinguistic approach to describe the meaning contained in the names. The object of study includes five tourist destinations, namely Akar Seribu, Bale Kambang, Kebun Pandansari, Padi Park, and Mbencirang Valley. This research used a descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of field observations, interviews, and documentation. The data were analyzed using descriptive-interpretative analysis techniques, namely by describing the language form used in naming, interpreting the meaning based on the local cultural context, and linking it to the social and ecological functions of each area. The results of the study show that the naming of tourist attractions in this area not only functions as a geographical marker, but also as a representation of the community's relationship with nature, agrarian identity, and a form of language adaptation to changes in spatial functions.

Gunawan Widjaja; Songga Aurora Abadi; Alam Anbari

Majelis : Jurnal Hukum Indonesia 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

The phenomenon of homelessness and begging in public places remains a complex social problem and has an impact on public disclosure and legal norms. The main problem in this study is how the criminal law against homelessness and begging in public places, and how the calculation of its provisions in the old Criminal Code and the new Criminal Code based on Law Number 1 of 2023. This study uses a normative juridical method with a regulatory-statutory approach and literature study. In the old Criminal Code, the act of begging is regulated in Article 504 which threatens imprisonment for anyone who begs in public. Meanwhile, the new Criminal Code regulates similar acts in Article 425 which no longer uses the term "begging" explicitly, but regulates the prohibition against the repeated exploitation of certain activities in public places that disturb the community. The results of the study show that despite substantial continuity, the new Criminal Code tends to use a more humanistic approach and emphasizes social rehabilitation. Law enforcement against homelessness and begging still faces various obstacles such as low public reporting, limited supervision by officials, and minimal rehabilitation facilities. Therefore, the main conclusion of this study is that a repressive approach alone is insufficiently effective. An integrated legal strategy is needed, combining penal and non-penal approaches, with the active involvement of the government, the community, and social institutions.

Nadia Nur Nabilah G; Ibnu Muthi

Jurnal Pendidikan Dirgantara 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study aims to improve students’ understanding of the concept of place value of whole numbers through the use of number board media in primary school mathematics learning. The background of this study stems from the fact that many students struggle to distinguish between digits and their place values due to the dominance of conventional, less contextual teaching approaches. This research used the Classroom Action Research (CAR) method conducted in two cycles involving second-grade elementary school students. The findings revealed a significant increase in conceptual understanding after the use of number board media. Students became more active, were able to correctly position digits, and comprehended the meaning of place value more concretely. The implication of this research shows that concrete media such as number boards are effective in strengthening students’ understanding of abstract mathematical concepts in a fun and meaningful way.

Dzakiyah Nur Anisa Santoso; Astri Carine; Ardheta Bintang Rahmadena; Muhammad Alfirdaus

Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study aims to thoroughly examine the phenomenon of the use of standard and non-standard words found in various types of written texts in public spaces, particularly in promotional media and visual information. The method employed is qualitative descriptive with a content analysis approach. Data were obtained through direct observation of visual elements in public spaces and analyzed with the support of literature from previous studies, including social media posts that reflect the everyday language habits of the community. The study focuses on various visual media such as banners and business signboards that display language use. The results indicate a significant gap between the language rules stipulated in the General Guidelines for Indonesian Spelling (PUEBI) and the Big Indonesian Dictionary (KBBI) and the language practices developed in society. Several factors influencing the use of non-standard words include the community's habitual use of certain forms, the inheritance of habits from previous generations, and the influence of foreign languages and local dialects. The consequences of this phenomenon may include misunderstandings in communication and challenges in maintaining the standard and purity of Indonesian as the national language.  

Salsadilah, Nadya; Maharani, Dewi; Rahayu, Elly

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Bisnis adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan untuk menghasilkan, membeli, atau menjual barang atau jasa dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Bisnis dapat dilakukan oleh individu, kelompok, perusahaan besar, atau usaha kecil. Di suatu dunia bisnis, yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen adalah piranti yang dipakai untuk mengatasi suatu proses, operasional, evaluasi, serta teknologi dan informasi. Usaha  bisnis  yang  bergerak  dalam  bidang  makanan  ringan  snack dijalankan  dengan  modal usaha  berskala  kecil  ialah  pelaku  bisnis  berskala  rumah  tangga  yang  mempunyai  kesempatan sangat  bagus  untuk  berkembang  dengan  pesat  dengan  keterbatasan  yang dimiliki  seperti  SDM, skill,  pengetahuan,  ketrampilan,  dan  pengelolaan  bidang  managementyang  seadanya Penelitian ini dilakukan di Teha Coffee Corner, sebuah kedai kopi yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol, Tebing Kisaran, Kec. Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara 21211. Kedai ini didirikan pada Maret 2021 oleh Thierry Henry, tepat di tengah masa pandemi COVID-19. Supply Chain Management (SCM) adalah pengintegrasian sumber bisnis yang kompeten dalam penyaluran barang, mencakup perencanaan dan pengelolaan aktivitas pengadaan dan logistik serta informasi terkait mulai dari tempat bahan baku sampai tempat konsumsi, termasuk koordinasi dan kolaborasi dengan jaringan mitra usaha (pemasok, manufaktur, retailer, distributor, pergudangan, transportasi dan konsumen) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sebuah model rantai pasokan sederhana terdiri dari empat komponen yaitu supplier, produsen, gudang atau pusat distribusi dan pengguna akhir. Seiring dengan pertumbuhan bisnisnya, Teha Coffee Corner mulai menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan stok bahan baku dan pencatatan transaksi. Saat ini, pencatatan masih dilakukan secara manual, baik dalam menghitung jumlah stok maupun dalam mencatat transaksi harian. Setiap akhir operasional atau saat closing, Dengan adopsi sistem E-SCM, aliran informasi dan data pembelian antara Teha Coffee Corner dan pemasok menjadi lebih efisien. Ini menghasilkan kejelasan dan ketepatan dalam transaksi pembelian, yang berkontribusi pada menghindari kesalahan dan mengurangi risiko keterlambatan dalam pengiriman toko.

Herdina Putri Ahmadi; Magdalena Simanjuntak; Muammar Khadapi

Saturnus: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Crime is a social issue that continues to evolve alongside increasing community activity and regional development. This study aims to Cluster crime data in Binjai City based on the location of incidents using the K-Means algorithm and the Cross Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM) approach. The data were obtained from the Binjai Police Department, with attributes including the type of crime, time of occurrence, and location, categorized by district. A comprehensive data preprocessing stage was carried out, involving the extraction of information from raw data, normalization of crime type labels, and conversion of categorical data into numerical form using label encoding. The optimal number of Clusters was determined using the Silhouette score method, which yielded the best result at K = 10. The Clustering results were further evaluated using the Davies-Bouldin Index (DBI) to ensure Cluster quality. The analysis revealed that Binjai Utara District has the highest number of crimes, particularly aggravated theft (curat), which frequently occurs from early morning to late morning. This Clustering is expected to provide valuable insights for authorities in formulating more targeted and data-driven regional security strategies.

Artiningsih, Ni Komang Ayu; Sri Subekti; Nurtekto

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pasar tradisional memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, namun sering menghadapi permasalahan lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana pengelolaan sampah pasar jangli Kota   Semarang telah berjalan, dengan mengutamakan fokus pada partisipasi masyarakat dan pedagang,  ketersediaan  fasilitas,  serta dampak  lingkungan   yang  ditimbulkan.  Pendekatan  yang digunakan berupa  deskriptif  kualitatif,  dengan  data  dikumpulkan  melalui  observasi  serta   wawancara. Hasil   penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi pedagang dalam menjaga kebersihan pasar masih rendah, sebagian besar hanya mengandalkan petugas kebersihan. Selain itu, fasilitas pengelolaan sampah masih terbatas, seperti jumlah tempat sampah yang tidak memadai, ketiadaan sistem pemilahan, dan jadwal pengangkutan yang tidak konsisten. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan pasar, aroma yang menyengat, kehadiran lalat, dan potensi penyebaran penyakit. Implikasi dari kajian ini merekomendasikan peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat, penyediaan fasilitas yang lebih baik, serta penguatan peran pemerintah dalam pengawasan dan penegakan aturan, melalui pendekatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat (community-based waste management).

Jaroh

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

TOGA (Tanaman Obat Keluarga) adalah tanaman yang ditanam di sekitar tempat tinggal oleh keluarga karena memiliki manfaat sebagai obat. Tanaman ini juga sering disebut sebagai apotek hidup. Beberapa jenis TOGA yang umum dibudidayakan meliputi empon-empon, rempah-rempah, belimbing, delima, kangkung, dan daun pepaya. Budidaya TOGA dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama dalam aspek pangan. Namun, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya tanaman ini bagi kehidupan mereka. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kesadaran melalui penyuluhan dan pelatihan budidaya TOGA. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola tanaman obat keluarga. Program ini dilaksanakan di Desa Wonodadi, Kabupaten Blitar, dengan pendekatan berupa ceramah dan demonstrasi.

Fenesiana Claudina Eunike Tabun; Ramires Mario Lurdes Bria; Maria Elishabet Bria; Emeliana Tai

Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

The purpose of this research is to analyze the naming of business places in Umakatahan. The theory used in analyzing naming is Chaer’s theory (2009). This study uses a qualitative research model. The data collection process carried out in this study used the documentation method, followed by the observing and nothing method. The data in this study are presented in a descriptive form or informal method. Based on the result of this study it was found that from 5 data on the naming of bussines places in Umakatahan, there were grammaticalmeanings. In addition, the naming process that occurs in 5 data on the naming of business premises in Umakatahan, produces 5 data based on inventors or makers, data based on new names, data based on place of origin, data based on uniqueness and new naming. So, it can be concluded that the naming of business places in Umakatahan is dominated by the process of the inventor or maker because most of the business places use the name of the owner or maker.

Adnani, Hariza; Amyati, Amyati

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah serangkaian tindakan yang diambil untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat. Di kalangan remaja, perilaku ini menjadi sangat penting mengingat masa remaja merupakan periode transisi di mana kebiasaan hidup sehat dapat terbentuk dan akan berpengaruh terhadapi kesehatan mereka di masa depan. Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) merupakan salah satu tempat yang sangat strategis untuk memberikan edukasi dan sosialisasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah.  Lingkungan sosial yang terdiri dari remaja dengan berbagai kebiasaan, pengaruh teman sebaya, dan keterbatasan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan memerlukan adanya perhatian khusus agar terhindar dari berbagai masalah khususnya masalah kesehatan. .Metode yang digunakan adalah pengabdian masyarakat dengan tahapan sosialisasi dan  edukasi terkait pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap siswa terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan untuk menjaga kesehatan siswa melalui pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Siswa diharapkan bisa konsisten dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mendukung terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal serta  terhidar dari resiko masalah kesehatan.