Publication Search

58,296 articles from 461 journals · 1,579 citations tracked

Showing 21-34 of 34

Analytics

Permana, Dimas; Akbar, Zulva Aulia Atiarani; Rumlawang, Samuel Sem

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2024 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Metode adalah hal yang sangat penting dalam sebuah konstruksi bangunan, hal ini karna metode berkaitan dengan banyak hal antara lain alat yang digunakan, sumber daya manusia, lokasi konstruksi dan jenis bangunan. Salah satu struktur bangunan yang paling penting adalah struktur bawah, yaitu pondasi dan pile cap, karena ini sangat krusial dalam menahan beban-beban yang ada pada sebuah bangunan. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi secara langsung dilapangan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan maka didapatkan urutan pekerjaan antara lain pekerjaan perataan galian, pekerjaan dewatering, pekerjaan pemasangan plastik cor, pekerjaan lantai kerja, pekerjaan pembesian, pekerjaan bekisting dan pekerjaan pengecoran

Ramadhan, M. Fathin; Haliza, Nadya Nur; Anggraeni, Kharisma Dewi

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2024 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Produktivitas Batching Plant merupakan faktor kunci dalam menentukan efisiensi dan keberhasilan proyek konstruksi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis produktivitas Batching Plant di PT. Merak Jaya Beton, dengan fokus pada Batching Plant KarangPilang, selama bulan September dan Oktober 2023. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara langsung di lapangan, serta pengumpulan data sekunder dari informasi perusahaan. Produktivitas Batching Plant diukur dengan menggunakan rumus produktivitas berdasarkan volume beton yang diproduksi dalam suatu periode waktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas Batching Plant KarangPilang mencapai rata-rata sekitar 26 m³/jam selama kedua bulan tersebut. Meskipun berada di bawah batas maksimum harian yang dapat dicapai, yaitu 60 m³/jam, produktivitas tersebut masih mencapai sekitar 44,08% dan 43,53% dari batas maksimum pada bulan September dan Oktober, berturut-turut. Faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi nilai produktivitas harian melibatkan penyesuaian jadwal pengiriman berdasarkan permintaan dari pihak proyek. Penelitian ini memberikan wawasan bagi PT. Merak Jaya Beton untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja operasional Batching Plant KarangPilang dalam upaya menjaga kompetitivitasnya di pasar konstruksi.

Yadi Asso

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2024 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Project success is the ultimate goal of every project. The difference in the success factors (Buddhi Dharma Building construction project) projects are due to each project having different influencing factors. Therefore, each party involved must have a certain strategy for the success of the project, namely knowing the most influential factors on the success (success) of the construction implementation. This researcher aims to identify the factors that support the success (Buddhi Dharma Building Construction project) Construction project in the southern Banten city of Tangerang. The research method used is descriptive analysis using a questionnaire with data on construction projects that are currently or have been done. Or the respondents are the main director, project manager, site manager, implementation, technical staff, quantity and quality control. From the returning quisoner, the data was tested using SPSS. There are 30 questionnaires distributed. The response rate is 100%. From the research data there are 4 factors with sub factors / variables. These 4 factors are project management factors, cost, time, quality of work, work safety. The results of the validation test, obtained 4 factors and 7 valid variables. The results of the reliability test, all valid factors are also reliable. From data analysis with SPSS version, 2.4, the most dominant factors on construction costs are: for project management, the plans and schedules used, affecting of project management factors, the most dominant sub-factor is the implementation schedule is not in accordance with schedule, which is  of the time, the most dominant sub-factor is the project bidding method, which is 4.7. Equipment factor, the most dominant sub-factor is the monitoring and planning capacity used, which is  The results of this researcher are later expected to be taken into consideration for all parties involved in the implementation of construction projects in order to achieve project success.

Yeprian Aji Ratukarangga; Imam aldino

Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi 2024 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

The research aims to detail the factors influencing the budget of construction projects and analyze their impact on national development. This study is expected to contribute valuable insights for government decision-makers, project planners, and relevant stakeholders. Consequently, collaborative efforts can be undertaken to enhance budget management efficiency, ensure the smooth progress of construction projects, and support sustainable growth and overall national development. The research employs a literature review methodology, involving activities related to data collection from existing literature, reading and note-taking, as well as organizing research materials. The findings highlight that, in nation-building, the size and complexity of construction projects play a crucial role in determining their impact on national development. Large-scale infrastructure projects have the potential to improve connectivity, provide better access to communities, and support economic growth. However, challenges such as risk management, regulations, and fluctuations in building material prices require a holistic approach in planning, implementation, and management

Doni Hartono; Anjar Safitri

Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah (JUPIEKES) 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This research focuses on identifying and analyzing risks that can affect the implementation of housing construction projects in response to increasing population. A survey method using a questionnaire was used to collect data from stakeholders regarding housing construction projects. The results of risk identification based on events and consequences show that K3L and bureaucratic, natural and information aspects are high risks based on events, while social and location, external, planning and implementation management aspects are significant risks based on events. Based on consequences, natural aspects and government policies are considered high risk, while social, location and internal aspects are considered significant risk. Principal Component Analysis (PCA) confirmed these findings. The implications of the results of this research include the need to adopt proactive strategies in risk management, strengthening capacity in dealing with critical risks, government involvement in addressing policy and natural risks, as well as emphasizing social and location aspects in planning and implementing housing construction projects. These findings can serve as a basis for improving risk management in the context of uncertainty in the implementation of residential construction projects and the development of more effective industrial policies.

Rizqi Rahayu; Priyo Suseno, Dhony

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Umumnya quantity take off di Indonesia menggunakan spreadsheet Microsoft Excel berdasarkan pada gambar dua dimensi dengan berpedoman pada SMM (Standard Method of Measurement). Dalam industri konstruksi saat ini penggunaan aplikasi komputer untuk profesi quantity surveyor sangat disarankan, yaitu dengan menggunakan Building Information Modeling (BIM). BIM merupakan suatu sistem atau teknologi yang mencakup beberapa informasi penting dalam proses Design, Construction, and Maintenance yang terintegrasi pada pemodelan tiga dimensi (3D). Glodon Cubicost adalah salah satu dari berbagai jenis BIM untuk pekerjaan Quantity Take Off (QTO). Pada penelitian ini, analisis perbandingan quantity take off pada proyek tender pembangunan pabrik “X” di Jawa Timur menggunakan Microsoft Excel dan Glodon Cubicost. Hasil perbandingan tersebut untuk pekerjaan struktur beton bagian struktur atas (kolom, balok, dan lantai) diperoleh selisih 0,58% untuk pekerjaan beton, 0,18% untuk pekerjaan bekisting, dan 1,15% untuk pekerjaan pembesian. Hasil selisih menunjukkan bahwa quantity take off menggunakan Microsoft Excel lebih besar dibandingkan menggunakan Glodon Cubicost. Quantity take off menggunakan Glodon Cubicost dapat mengurangi budget RAP (Rencana Anggaran Pelaksanaan) 0,511% dari RAB (Rencana Anggaran Biaya).

Faizal, Faizal Mahmud; Widiatmoko, Kukuh Wisnuaji

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Keberhasilan pelaksanaan dalam Manajemen K3 pada pekerjaan kosntruksi berhubungan erat dengan sikap dan kepatuhan personal baik melalui sikap pekerja ataupun dari manager pekerjaan untuk penerapan peraturan pelaksanaan kebijakan Manajemen K3. Bidang konstruksi merupakan satu hal pekerjaan yang memiliki kompleksitas yang tinggi dan melibatkan berbagai unsur. Peneliti melakukan penelitian pada pola dan kinerja penerapan K3 pada saat pelaksanaan pembangunan sampai dengan selesai. Pada proyek pembangunan ini. Populasi dari penelitian merupakan seluruh pekerja konstruksi di Pekerjaan Ruang Rawat Inap RSU Williambooth Semarang sebanyak 40 orang. Incidental Sampling digunakan untuk pengambilan sampel dengan memilih responden dilokasi dan dijumpai peneliti ketika melakukan observasi lapangan. berdasarkan hubungan pelaksanaan program K3 dengan kepatuhan pekerja dalam penggunaan APD belum sepenuhnya konsisten karena petugas K3 belum tegas dalam menegur pekerja yang tidak patuh menggunakan APD, program inspeksi K3 belum rutin dilaksanakan pada beberapa lokasi sebelum mulai bekerja. Hal yang mempengaruhi kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD salah satunya tentang pengetahuan mengenai kegunaan APD pada urutam pertama, selanjutnya faktor penyelenggaraan SMK3 pada urutan ke 2, dan faktor perilaku / kepatuhan pekerja pada urutan ke 3. Penerapan dari program inspeksi K3, pengawasan K3, penerapan safety morning dan toolbox meeting juga belum sempurna.

Koko Heru Satmoko; Achmad Djunaedi; Fitri Nugraheni

Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Tunneling construction is important to get more attention because considering the magnitude of the risks from this work such as the instability of the carrying capacity of the soil around the construction which can cause collapse during dredging or installation of tunneling walls, or and other problems such as lack of oxygen intake for workers who are carrying out tunneling excavations , the presence of toxic and flammable gases, or falling objects that can result in minor accidents or even death. The purpose of this study is to make a visual assessment through certain media (photos/videos) that can be done quickly regarding the existing conditions of the environment/work, whether the work carried out meets work safety standards, work safety regulations and so on. Rapid assessment can assume that what happened in the field at that time was a reflection of previous work. From the results of the study there were 58 variables which were divided into 4 main variables which were assessed based on the WBS and 26 photos of the environment of the Manikin Dam Tunneling development project taken from several sides. Calculations were made using the results of data from 6 informants, resulting in a P(H | Ecomb) value of 0.932 or a probability of 93.2%, which means that the tunnel work according to the 6 informants was carried out safely. The final value obtained from the analysis is almost close to 1 and all the results of the analysis from the 6 informants are more than 67%.

Aldo Dwizadana Akbar; Gede Sarya

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Abstract. Delays in project completion can be caused by ineffective project management, modifications to specifications made by planners, and delays in material procurement. SP road preservation construction project completion. ITCHI – SP. 3 Riko Segment II could be delayed as a result of alterations to piling specifications by the planner and delays in the procurement of piles. An effective and efficient network and the acceleration of project activities are required to prevent project completion delays. In this study, activities on the project's critical path are analyzed using the Critical Path Method and Microsoft Project 2013 software. The purpose of this research is to analyze the activities on the project's critical path, as well as the cost and duration of work items on the project's critical path. Additionally, the duration of the SP road preservation construction project will be analyzed. After expediting work along the critical path, ITCHI – SP. 3 Riko Segment II was completed. The original project completion time of 344 calendar days can be shortened to 240 calendar days for a fee of IDR 51,153,849,429.30. Keywords: Critical Path Method, Microsoft Project 2013, Project acceleration. Abstrak. Keterlambatan penyelesaian proyek dapat disebabkan oleh manajemen proyek yang tidak efektif, modifikasi spesifikasi yang dilakukan oleh perencana, dan keterlambatan pengadaan material. Penyelesaian proyek pembangunan preservasi jalan SP. ITCHI – SP. 3 Riko Segmen II dapat mengalami keterlambatan akibat perubahan spesifikasi tiang pancang oleh perencana dan keterlambatan pengadaan tiang pancang. Jaringan kerja yang efektif dan efisien serta percepatan kegiatan proyek diperlukan untuk mencegah keterlambatan penyelesaian proyek. Pada penelitian ini, aktivitas pada jalur kritis proyek dianalisis menggunakan Critical Path Method dan software Microsoft Project 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas pada jalur kritis proyek, serta biaya dan durasi item pekerjaan pada jalur kritis proyek. Selain itu, durasi proyek pembangunan preservasi jalan SP akan dianalisis. Setelah mempercepat pekerjaan di sepanjang jalur kritis, ITCHI – SP. 3 Riko Segmen II selesai. Waktu penyelesaian proyek yang semula 344 hari kalender dapat dipersingkat menjadi 240 hari kalender dengan biaya Rp 51.153.849.429,30. Kata Kunci: Critical Path Method, Microsoft Project 2013, Percepatan Proyek

Anwar, Muhammad Saiful; Sasongko, Januar

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Perkembangan teknologi dalam bidang rekayasa struktur memberikan dampak signifikan terhadap proses perencanaan dan analisis pondasi gedung. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan analisis Value Engineering pada struktur pondasi footplat Gedung UPT Logam Kota Pasuruan dengan fokus pada optimalisasi dimensi dan jumlah pondasi guna mencapai efisiensi biaya tanpa mengorbankan kualitas. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data dimensi dan biaya pondasi eksisting. Pengujian dilakukan menggunakan perangkat lunak STAAD.Pro untuk menganalisis pengaruh perubahan dimensi pondasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan merekomendasikan ukuran baru pondasi 180 x 180 x 40 cm, penghematan biaya sebesar 29% tercapai dibandingkan dengan dimensi awal 210 x 210 x 50 cm dan 240 x 240 x 50 cm. Penggunaan ukuran baru ini tidak hanya memungkinkan efisiensi biaya, tetapi juga mempertahankan kualitas dan performa struktural yang sesuai. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa penerapan value engineering memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan proyek konstruksi dengan efisiensi biaya, pengawasan mutu yang baik, dan kelancaran pelaksanaan, memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri konstruksi yang berkelanjutan.

Siswanto, Agus Bambang; Usman Wijaya; Widawati , Enny

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal merupakan jalan arteri primer yang terletak di koridor Pantai Utara Jawa (Pantura) Jawa Tengah yang melintasi Kabupaten Brebes (12,385 km) dan Kota Tegal (4,715 km), jalan ini dibangun dengan tujuan untuk memecah kepadatan lalu lintas yang terjadi di Pusat Kota Brebes dan Kota Tegal. Pada tahun 2010, pembangunan Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal mulai dilaksanakan. Namun pada tahun 2013 kegiatan pembangunan untuk sementara berhenti karena adanya beberapa permasalahan, salah satunya adalah kondisi tanah pada sebagian lokasi pembangunan berupa rawa-rawa dan tambak sehingga daya dukung tanah rendah yang mempengaruhi konsstruksi jalan diatasnya. Kondisi ini dimulai dari STA. 8+800 sampai dengan STA.17+377 dari arah Brebes ke arah Tegal. Oleh karena itu, pada desember 2019 proyek dilanjutkan kembali dengan perubahan design adanya perbaikan tanah dasar agar dapat menahan beban konstruksi jalan dan lalu lintas yang melintas. Perbaikan tanah yang dilakukan dengan menggunakan geotekstil, PVD dan PHD dalam proses pekerjaan timbunan tanah pilihan sehingga mampu meningkatkan  nilai CBR pada subgrade menjadi lebih baik (CBR lebih tinggi). Selain itu dalam pekerjaan konstruksi jembatan perlu menggunakan pile slab untuk mencegah kegagalan timbunan yang tinggi.

Bambang Tutuko; Hari Setijo Pudjiharjo; Budiono Joko Nugroho; Tara Bima Santosa

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Dalam kegiatan proyek konstruksi hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu mutu (quality) dan waktu (time). Sebuah proyek konstruksi terdiri dari lingkup pekerjaan yang spesifik, terjadwal dari performa hasil proyek yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mutu dan waktu pada pelaksanaan lingkup pekerjaan proyek konstruksi bangunan Gedung, untuk mengetahui seberapa besar faktor-faktor tersebut terhadap kinerja waktu pelaksanaan proyek konstruksi. Metedologi penelitian menggunakan metode kuantitatif. Data diperoleh melalui survey dengan cara pengambilan kuesioner. Responden adalah perusahaan BUMN dan Swasta di Kota Surabaya sebanyak 45 sampel. Data dianalisis dengan bantuan perhitungan metode statistik deskriptif, yaitu menganalisa data-data dari kuesioner untuk menentukan mean kemudian menghitung nilai Indeks Kepentingan Relatif (IKR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu dan waktu menentukan interval sangat berpengaruh, berpengaruh, kurang berpengaruh dan tidak berpengaruh dalam pelaksanaan lingkup pekerjaan bangunan Gedung tinggi di Kota Surabaya.

Sidiq, RM; Siswanto, Agus Bambang; Suseno, Dhony Priyo; Mindiastiwi, Tigo

Jurnal Teknik Sipil 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi, perencanaan dan pengendalian merupakan fungsi yang paling pokok dalam mewujudkan keberhasilan proyek. Monitoring mutlak diperlukan dalam kontrak. Konsep nilai hasil adalah salah satu cara untuk mengetahui perkembangan proyek dengan membentuk tiga indikator, yaitu BCWS, BCWP, dan ACWP. Metode konsep nilai hasil adalah suatu metode yang digunakan untuk menghitung besarnya biaya menurut anggaran sesuai dengan pekerjaan yang telah diselesaikan atau dilaksanakan (Budgeted Cost Of Work Performed). Prosedur penelitian dimulai dengan melakukan, pengambilan data, melakukan wawancara langsung pada proyek, dan merangkum hasil pengumpulan data-data yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung perkiraan biaya (Cost) dan waktu (Time) yang diperoleh serta menghitung perkiraan besarnya biaya dan waktu yang diperlukan untuk penyelesaian pengerjaan proyek. Dari hasil perhitungan berdasarkan analisis metode nilai hasil minggu ke-32 pada proyek pembangunan fly over Purwosari Surakarta, nilai schedule variance (SV) sebesar Rp (– 2.732.903.392,47). Hasil ini menunjukan bahwa pelaksanaan terlambat - 2,872% dari jadwal rencana. Schedule Performance Index (SPI) 0,956, nilai ini menunjukan bahwa nilai SPI < 1, artinya penyelenggaraan proyek lebih lambat dari perencanaan. Cost Performance Indeks (CPI) = 1, dalam arti pengeluaran biaya yang dikeluarkan sama dengan biaya dari anggaran yang direncanakan. Diperkirakan waktu penyelesaian proyek ini (ECD) = 50,828 minggu, berarti cenderung mengalami penambahan waktu selama 0,8 minggu = 6 hari kerja, dimana penyelesaian pada perencanaan hanya memakan waktu selama 50 minggu.

Muhammad Maulana Akbar Sidiq

Jurnal Teknik Sipil 2022 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

. Pekerjaan proyek konstruksi yang cukup besar dituntut untuk selesai dengan waktu yang terbatas. Hal ini tidak dapat dihindari lagi setelah pemanfaatan tenaga manusia dengan alat konvensional sudah tidak efisien. Penggunaan alat berat merupakan solusi yang tepat untuk menyeleseikan pekerjaan pada proyek yang sedang berlangsung. Sehingga alat berat merupakan alat bantu bagi manusia untuk menyelesaikan suatu proyek pembangunan seperti gedung, jembatan, bendungan, jalan dan lain-lain. Proses penelitian dimulai dengan tinjauan pustaka yang bertujuan untuk mengatahui informasi dan data mengenai teori-teori yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang diperoleh dari literatur, jurnal, buku dan media cetak lainnya. Pada kasus analisis yang dilakukan di proyek pembangunan gedung fakultas teknologi informasi UII Yogyakarta, maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi alat berat yang direkomendasikan untuk pekerjaan galian dan timbunan pada proyek pembangunan Gedung Fakultas Teknologi Informasi UII yang paling efisien dari segi waktu dan biaya adalah alternatif 3 yang terdiri dari 3 unit excavator Komatsu PC300-8, 3 unit wheel loader WA380-3 dan 14 unit dump truck dengan kapasitas 7 m3. Pekerjaan ini dapat diselesaikan 100 % dengan waktu 488 jam (64 hari dengan perhitungan 7 jam kerja alat ) , dengan biaya total yang dibutuhkan Rp.589.783.400,00, dengan menggunakan alternatif 3 ini waktu pekerjaan dapat dipercepat selama 119,63 jam (-19,69 %) dan dapat menghemat biaya sebesar Rp.75.248.100,00 (-11,31 %) terhadap kondisi asli di lapangan.