Publication Search

58,296 articles from 461 journals · 1,579 citations tracked

Showing 21-40 of 3,202

Analytics

Hariyono Rakhmad; Agus Purwadi; Surateno; Elly Antika

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan pada usaha jasa pengetikan Metronet di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, melalui optimalisasi tiga fitur produktivitas Microsoft Office: autocorrect, autoformat, dan template dokumen. Tim pelaksana memakai metode riset tindakan partisipatif dengan menggabungkan metode ini dengan pelatihan dan bimbingan. Pelaksanaan program menunjukkan hasil yang jelas pada semua parameter evaluasi. Kemampuan karyawan meningkat sekitar 93,2%. Waktu penyelesaian dokumen berkurang rata-rata 58%. Tingkat kesalahan juga turun menjadi 1,2%. Kapasitas layanan bertambah 40%, dan adanya pelanggan baru dari kecamatan lain yang dapat dilayani. Ditemukan bahwa perbaikan kecil ini dengan tetap terfokus pada perangkat lunak perkantoran sehari-hari mampu mempertajam kualitas pelayanan usaha mikro dan memperluas jangkauan pasarnya dalam waktu relatif singkat.

Yuliana, Rita; Abrori, Rian; Emilia Sula, Atik

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pengabdian ini bertujuan memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana pembangunan masjid melalui penyusunan informasi keuangan berbasis ISAK 335. Pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui observasi, wawancara, dan pendampingan penyusunan laporan keuangan. Kegiatan dilakukan melalui klasifikasi transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta analisis efisiensi dan partisipasi donatur. Hasil pengabdian berupa tersusunnya laporan keuangan pembangunan masjid yang lebih sistematis dan informatif. Takmir memperoleh pemahaman mengenai efisiensi penggunaan dana dan pola partisipasi masyarakat. Transparansi laporan keuangan juga memperkuat kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan dana pembangunan. Pengabdian ini berdampak pada penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan keberlanjutan partisipasi masyarakat dalam memakmurkan masjid.

Stefany, Fadean; Ghazali, Imam; Hanina Trisnanda, Salma; Maulidia, Putri

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Anemia masih menjadi problematika gizi utama pada remaja putri di Indonesia yang berdampak buruk terhadap performa akademik serta kesehatan reproduksi jangka panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi terkait pencegahan anemia melalui intervensi edukasi sadar gizi di SMAN 1 Sampang. Metode yang diterapkan berbasis pendekatan partisipatif interaktif, meliputi ceramah, pemanfaatan media visual (leaflet dan poster), simulasi penyusunan menu sehat kaya zat besi, serta kuis edukatif. Evaluasi program diukur secara kuantitatif melalui instrumen pre-test dan post-test, serta secara kualitatif melalui observasi keaktifan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai definisi, dampak, dan pencegahan anemia, serta perubahan sikap positif terhadap pola konsumsi seimbang dan kepatuhan sarapan. Kesimpulannya, edukasi gizi yang terstruktur dan interaktif terbukti efektif dalam membangun kesadaran kesehatan remaja, sehingga dapat dijadikan strategi preventif yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Fransina Matakena; Aholiab Watloly

Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service program aimed to strengthen community development in Negeri Soya by reinforcing group kinship ties within a multicultural society. As a traditional village in Ambon City, Negeri Soya is inhabited by people from diverse ethnic and social backgrounds who live together in one area. This diversity requires harmonious social relations supported by solidarity, brotherhood, and social awareness. The program focused on the men’s service group of the Elim Sector, Soya Congregation, as a forum for social and spiritual development. The activities were conducted through lectures, question-and-answer sessions, and collaborative practices in church services. The materials emphasized group kinship, social solidarity, togetherness, and the understanding that kinship is not limited to blood relations, but can also be built through shared territory, life experiences, and continuous social interaction. The results show that the Negeri Soya community has strong solidarity and active participation in religious and social activities. Values such as mutual cooperation, masohi, and the concept of orang basudara serve as important foundations for social integration. Men’s church service activities strengthened care, cooperation, and shared responsibility among members. These findings indicate that local cultural values remain relevant for managing diversity and building collective resilience in post-conflict communities. Overall, this program contributed positively to strengthening social relations and supporting harmonious, inclusive, and sustainable community life in Negeri Soya in daily life.

Andriyansah Setiawan; Tri Suseno Aji; Rosadi Rosadi; Muhammad Yusuf; Hanif Khairullah

Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The Baduy community in Kanekes Village has economic potential based on traditional crafts with high cultural value, such as weaving and woven fabrics. However, the management of craft businesses is still carried out in a simple manner without a structured human resource (HR) management system. Problems faced include the lack of a clear division of tasks, inefficient production processes, and limited marketing strategies. These conditions hamper the optimal development of craft businesses. This community service activity aims to strengthen human resource management based on local wisdom in order to increase the capacity of traditional craft businesses in the Baduy community. The solution offered is training and mentoring on simple business management adapted to traditional values. Activities include socializing the importance of HR management, training on the division of labor within groups, improving production skills, and developing marketing strategies that respect local wisdom. The implementation method uses a participatory approach through the stages of preparation, training, mentoring, evaluation, and program sustainability. The community is actively involved in every stage of the activity to ensure the program's suitability to local socio-cultural conditions. This activity results in increased human resource capacity in craft business management, the establishment of a more organized work system, and an increased economic value of craft products. In addition, this activity is expected to produce a community empowerment model based on local wisdom and scientific publications in community service journals.

Annisa Mafazah Himatun Aliyyah; Siti Fina Rizka Utami; Rani Amelia; Sri Tanjung Rejeki

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi dan berisiko terhadap kesehatan ibu dan janin. Rendahnya pengetahuan serta kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe menjadi salah satu penyebab tingginya kasus anemia selama kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya konsumsi tablet Fe sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan berupa pemeriksaan kadar hb, penyuluhan melalui ceramah, diskusi. Kegiatan dilaksanakan pada 31 Januari 2026 di PMB Bidan Irma dengan peserta 13 ibu hamil. Hasil kegiatan menemukan 1 peserta ibu hamil yang terkena anemia, pentingnya peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai bahaya anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe secara rutin. Peserta memberikan respons positif dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe serta mencegah komplikasi selama kehamilan, persalinan, dan masa nifas.

Susilawati Cicilia Laurentia; Appolinaris Didien Trimartinni; Kemmala Dewi; Aris Krisdiyanto; Pipit Skriptianata Putra Pranida +2 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi petani di Desa Sawit, Kabupaten Magelang, seperti meningkatnya biaya produksi, kesulitan pengendalian hama, dan degradasi lingkungan akibat penggunaan bahan kimia sintetis yang berlebihan. Program ini memperkenalkan Biosaka, sebuah teknologi pertanian inovatif yang memanfaatkan rumput dan dedaunan lokal untuk menghasilkan larutan elisitor yang mampu meningkatkan ketahanan dan pertumbuhan tanaman. Melalui pelatihan partisipatif dan praktik langsung, para petani diajarkan prinsip, proses pembuatan, dan metode aplikasi Biosaka. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani, dengan 85% peserta berhasil memproduksi dan mengaplikasikan Biosaka secara mandiri. Inisiatif ini berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada input sintetis, menurunkan biaya produksi, mendorong keberlanjutan lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam di kalangan petani.

Winarni, Marti; Susanto, Anang

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pemanfaatan sisa-sisa hasil pertanian di Desa Jabung yang berpotensi digunakan sebagai bahan perbaikan tanah masih belum optimal, meskipun ketersediaannya cukup melimpah baik di lahan sawah maupun lahan kering. Hingga saat ini, masyarakat masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pemanfaatan biochar sebagai bahan pembenah tanah yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan penggunaan bahan kimia pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Jabung mengenai manfaat biochar dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta observasi lapangan. Pemilihan metode tersebut didasarkan pada pendekatan pembelajaran partisipatif dan kontekstual sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih efektif melalui pengalaman langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan yang diberi perlakuan biochar memiliki kondisi tanah yang lebih gembur dan mampu mempertahankan kelembapan lebih baik dibandingkan lahan tanpa perlakuan. Selain itu, pembelajaran lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata kepada masyarakat mengenai proses pembuatan dan pemanfaatan biochar dari sisa-sisa hasil pertanian yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, biochar dapat menjadi alternatif yang ekonomis, mudah diterapkan, dan berkelanjutan untuk mendukung perbaikan kualitas tanah serta peningkatan hasil pertanian.

Siti Rabbani Karimuna; Khafizah Valerina Akhmadi; Zaskia Amalia Putri; Irmayanti Irmayanti; Shabilla Ananta Putri Baso +1 more

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Waste is an environmental problem that can cause air pollution and health problems if not managed properly. The presence of Temporary Waste Disposal Sites (TPS) close to residential areas often produces unpleasant odors due to the decomposition of organic waste, thus disturbing the comfort of the community. This study aims to determine the relationship between the distance of homes from TPS and odor disturbances in the community in Andounuhu Village, Kendari City. The study used a quantitative method with a cross-sectional design on 58 respondents selected by purposive sampling. Data collection was carried out through questionnaires and observations, then analyzed univariately and bivariately. The results showed that residents living less than 100 meters from the TPS experienced odor disturbances more often than those living further away. The further the distance of the house from the TPS, the level of odor disturbance tended to decrease. This study shows that the proximity of residential areas to TPS affects environmental comfort, so that more optimal TPS management is needed through routine waste transportation and arranging TPS locations that are not too close to residential areas.

Siti Rabbani Karimuna; Khafizah Valerina Akhmadi; Zaskia Amalia Putri; Irmayanti Irmayanti; Shabilla Ananta Putri Baso +1 more

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Waste is an environmental problem that can cause air pollution and health problems if not managed properly. The presence of Temporary Waste Disposal Sites (TPS) close to residential areas often produces unpleasant odors due to the decomposition of organic waste, thus disturbing the comfort of the community. This study aims to determine the relationship between the distance of homes from TPS and odor disturbances in the community in Andounuhu Village, Kendari City. The study used a quantitative method with a cross-sectional design on 58 respondents selected by purposive sampling. Data collection was carried out through questionnaires and observations, then analyzed univariately and bivariately. The results showed that residents living less than 100 meters from the TPS experienced odor disturbances more often than those living further away. The further the distance of the house from the TPS, the level of odor disturbance tended to decrease. This study shows that the proximity of residential areas to TPS affects environmental comfort, so that more optimal TPS management is needed through routine waste transportation and arranging TPS locations that are not too close to residential areas.

Sri Yulianty Mozin; Alfiyah Agussalim; Claudia Imanuela Mogot; Nabila Lidjali; Ilyas Tuli +3 more

Jurnal Relasi Publik 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to analyze the influence of red tape on public satisfaction with public services in Indonesia. The research focuses on the definition of red tape, the characteristics of administrative procedures in public services, the level of public satisfaction, the influence of red tape on public satisfaction, and the factors influencing the relationship between red tape and public satisfaction. This study used a library research method with a qualitative descriptive approach. Data were obtained through collecting various literature sources such as books, scientific journals, articles, and previous research results relevant to the research topic. The results indicate that red tape is a long, complicated, and excessive bureaucratic procedure that hinders the effectiveness of public services. Furthermore, the results indicate that the quality of human resources, service transparency, bureaucratic culture, and the use of information technology are factors influencing the relationship between red tape and public satisfaction. Digitalization of public services and bureaucratic reform are important solutions to reduce red tape and improve the quality of public services in Indonesia. Thus, it can be concluded that red tape has a significant influence on the level of public satisfaction with public services. Therefore, the government needs to simplify administrative procedures and improve service quality to create effective, efficient, and community-oriented public services.

Lestari, Wiwin; Fachry Jiyad Setiawan

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mendorong pentingnya kemampuan personal branding bagi generasi muda, khususnya siswa sekolah menengah atas. Personal branding menjadi salah satu strategi yang dapat membantu individu membangun citra diri positif, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia pendidikan maupun karier di masa depan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya personal branding melalui workshop interaktif di SMA Negeri 1 Batujaya. Kegiatan melibatkan 12 siswa yang terdiri atas duta siswa dan perwakilan aktif sekolah. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, praktik sederhana, dan refleksi bersama. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipatif dan umpan balik peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi serta mengalami peningkatan pemahaman mengenai pentingnya membangun citra diri positif dan penggunaan media sosial secara lebih strategis dalam mendukung pengembangan diri. Pendekatan partisipatif melalui workshop interaktif dinilai efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung.

Susanto, Heri; Supriadi, Dedi; Wulandari, Hikmayanti

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Guru di sekolah dasar Tahfidz sering kali menghadapi tantangan besar dalam mengintegrasikan pengajaran Al-Qur’an dengan kemampuan pedagogik modern yang mendukung pembelajaran aktif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional para guru di SD Tahfidz Ibnu Umar Karawang melalui pelatihan metode pengajaran yang bermakna dan inovatif. Permasalahan utama yang ditemukan di mitra sasaran adalah keterbatasan guru dalam menerapkan pendekatan PAIKEM serta kesulitan dalam menyusun perangkat ajar yang adaptif terhadap prinsip Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi ceramah interaktif, workshop penyusunan modul/RPP, dan praktik langsung melalui sesi microteaching. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi utama: (1) pemahaman karakteristik peserta didik usia 7–12 tahun berdasarkan aspek kognitif, sosial-emosional, dan psikomotorik; (2) desain pembelajaran bermakna (meaningful learning); serta (3) strategi pembelajaran aktif seperti Problem-Based Learning (PBL), Discovery Learning, dan pembelajaran kooperatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman 15 guru peserta dalam menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada siswa (student-centered) serta kemampuan mengintegrasikan teknologi pembelajaran modern (IPTEKS) seperti Canva dan media interaktif dalam proses KBM. Luaran dari program ini mencakup modul pelatihan pedagogik, publikasi artikel ilmiah, dan video diseminasi hasil implementasi metode pembelajaran.

Krismiyarsi; Hadi Karyono; Kunarto; Mahmuda Pancawisma Febriharini

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang semakin kompleks dan menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan panti sosial pelayanan anak. Berbagai bentuk kenakalan remaja seperti pelanggaran tata tertib, pergaulan bebas, penyalahgunaan media digital, hingga tindakan yang berpotensi melanggar hukum menunjukkan pentingnya pembinaan karakter dan kesadaran hukum sejak dini. Kurangnya pemahaman tentang norma hukum, lemahnya kontrol diri, serta pengaruh lingkungan sosial menjadi faktor yang mendorong terjadinya perilaku menyimpang pada remaja. Kegiatan penyuluhan hukum yang dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang di Panti Sosial Pelayanan Anak Tawangmangu, Karanganyar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum, membangun karakter positif, serta memberikan pemahaman kepada remaja mengenai konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan hukum mampu meningkatkan pemahaman remaja terhadap norma hukum dan sosial, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perilaku disiplin dan tanggung jawab, serta mendorong terbentuknya sikap preventif terhadap tindakan kenakalan. Dengan demikian, penyuluhan hukum menjadi salah satu strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja melalui pembinaan kesadaran hukum dan penguatan karakter sejak usia dini.

Alif Achadah; Gilang Saputra; Iqbalul Rizki

Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Street names are a vital public information tool that helps people identify locations, find addresses, and reinforce the identity of a region. The availability of street names also supports the effectiveness of administrative services, community mobility, and emergency service access. Srigonco Village, Bantur District, Malang Regency, still faces a lack of street names, making it difficult for residents and visitors to find specific addresses. Based on this situation, students from the 14th Community Service Program (KKN-T) at Raden Rahmat Islamic University (Unira) Malang implemented a community service program involving mapping and installing street names at several strategic locations in the village. The implementation method included field observation, street name data collection, coordination with village officials, design and production, and installation of the street names. This program aims to improve access to location information, clarify regional identity, and support orderly village administration. The results of the activity indicate that the presence of street names provides tangible benefits to the community, particularly in facilitating address searches, improving environmental order, and helping visitors to identify Srigonco Village more easily and effectively.

Veranti

Jurnal Akta Notaris 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister

Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana membawa perubahan penting dalam sistem peradilan pidana Indonesia, khususnya pada mekanisme pembuktian dan kewenangan penyidikan. Perubahan tersebut juga berdampak terhadap profesi yang berkaitan erat dengan dokumen hukum, termasuk notaris sebagai pejabat umum yang berwenang membuat akta otentik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi pemberlakuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 terhadap tanggung jawab pidana notaris dalam pembuatan akta otentik. Permasalahan yang dikaji meliputi bagaimana KUHAP Baru memengaruhi kedudukan notaris dalam proses pidana serta bagaimana pertanggungjawaban pidana notaris diterapkan terhadap akta otentik yang bermasalah. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui penafsiran hukum dan penalaran sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tidak membentuk delik baru bagi notaris, melainkan memperluas instrumen acara pidana melalui pengakuan informasi elektronik, dokumen elektronik, perluasan definisi saksi, dan mekanisme penyitaan modern. Akibatnya, notaris berpotensi lebih sering terlibat dalam proses penyidikan dan pembuktian pidana. Namun demikian, tanggung jawab pidana notaris tetap didasarkan pada terpenuhinya unsur tindak pidana dan kesalahan pribadi, bukan semata-mata karena akta otentik yang dibuat menjadi sengketa. Penelitian ini menawarkan model pengaturan yang seimbang antara akuntabilitas pidana, kepastian hukum, kerahasiaan jabatan, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kenotariatan.

Sabrina Salsabila; Suci Rahmawati; Khikmawanto Khikmawanto

Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study is intended to examine the pivotal function of youth-based organizations as a communication link between society and local governments, along with assessing how the delivery of these aspirations influences the quality of both the policy formulation process and its results at the regional level. A qualitative approach with descriptive analysis was applied in this research, where data were gathered through literature studies, document review, and direct observation of relevant social occurrences. The results highlight that youth institutions play a crucial part in gathering, sorting, and communicating various public demands, necessities, and expectations to the authorities in charge. Their active engagement contributes significantly to positive outcomes, such as enhancing the precision, suitability, and responsiveness of the policies drafted, while ensuring these regulations correspond with real conditions and community requirements. Moreover, involving youth groups reinforces policy validity and fosters greater transparency and accountability within local government administration. This research concludes that maximizing the function of youth organizations is a necessity to realize good governance and public policies that prioritize the common good and public interest.  

Muhammad Dzakwan Rafa; Davina Shafa Fellisa; Meisanti Meisanti

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service activity is motivated by the increasing volume of household plastic waste that has not been optimally managed, thus potentially polluting the environment. Utilizing inorganic waste, especially used plastic bottles, as a planting medium is a simple solution to reduce pollution while increasing community creativity. This activity aims to increase community knowledge and skills in utilizing used plastic bottles as a useful and economically valuable planting medium container. The Women Farmers Group (KWT) participated in this activity on May 1, 2026 in Gempol Sari Village, Sepatan Timur District, Tangerang Regency, Banten Province. Participatory Action Research (PAR) strategies were used to carry out implementation techniques, which included socialization, training, direct practice, mentoring, and assessment. Pre- and post-activity tests were given and evaluated using Paired Sample T-Tests to assess the activity. After participating in the training, the level of participant understanding increased, in accordance with the results of the activity. Participants' knowledge increased significantly through this exercise, as indicated by a significant increase in their average post-test score from 92.86 to 78.57 (p < 0.05). In addition, participants were able to independently practice making simple planting media from used plastic bottles. This activity has positive implications for increasing environmental awareness and community creativity, as well as supporting economic empowerment and sustainable environmental management efforts.

Muhammad Dzakwan Rafa; Davina Shafa Fellisa; Meisanti Meisanti

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service activity is motivated by the increasing volume of household plastic waste that has not been optimally managed, thus potentially polluting the environment. Utilizing inorganic waste, especially used plastic bottles, as a planting medium is a simple solution to reduce pollution while increasing community creativity. This activity aims to increase community knowledge and skills in utilizing used plastic bottles as a useful and economically valuable planting medium container. The Women Farmers Group (KWT) participated in this activity on May 1, 2026 in Gempol Sari Village, Sepatan Timur District, Tangerang Regency, Banten Province. Participatory Action Research (PAR) strategies were used to carry out implementation techniques, which included socialization, training, direct practice, mentoring, and assessment. Pre- and post-activity tests were given and evaluated using Paired Sample T-Tests to assess the activity. After participating in the training, the level of participant understanding increased, in accordance with the results of the activity. Participants' knowledge increased significantly through this exercise, as indicated by a significant increase in their average post-test score from 92.86 to 78.57 (p < 0.05). In addition, participants were able to independently practice making simple planting media from used plastic bottles. This activity has positive implications for increasing environmental awareness and community creativity, as well as supporting economic empowerment and sustainable environmental management efforts.

Gadis Eka Fitri Sibarani; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2026 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Flooding is one of the most frequent disasters in DKI Jakarta and contributes not only to physical and economic losses but also to the emergence of various psychological problems among affected communities. This study aims to analyze the psychological impacts of post-flood disasters, particularly among vulnerable groups such as children and the elderly, and to examine the effects of repeated flood exposure on mental health conditions. This study employs a literature review method with a qualitative descriptive approach through the identification and synthesis of relevant scientific sources. Data analysis was conducted using content analysis to identify patterns, relationships, and trends in research findings. The results indicate that flooding is associated with psychological disorders such as stress, anxiety, depression, and post-traumatic stress disorder (PTSD), with varying levels of severity. Repeated exposure to flooding has been shown to increase individuals’ vulnerability to mental health problems and reduce psychological well-being. However, protective factors such as social support, religiosity, emotional regulation abilities, and adaptive coping strategies play a significant role in strengthening resilience and accelerating psychological recovery. The findings highlight the importance of a holistic disaster management approach that integrates mental health services, strengthens community capacity, and enhances preparedness education to improve the psychological resilience of flood-affected communities.