Publication Search

58,296 articles from 461 journals · 1,579 citations tracked

Showing 21-39 of 39

Analytics

Andriansah; Zaqi Muhammad Abdillah; Indra Setia Lesmana

Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study discusses the influence of social media in raising awareness among coastal communities regarding natural disasters. The rapid development of information and digital technology, which benefits all individuals, has now extended its benefits to various societal elements such as urban, mountainous, and coastal communities. The openness of information implemented by the government exemplifies the role of social media in enhancing the awareness of coastal communities towards natural disasters. Through qualitative analysis and interviews or discussions with members of coastal communities to obtain qualitative information about their experiences regarding disaster information received through social media, this research explores how social media can influence the understanding and responses of communities to disasters in coastal areas. The results of this study are expected to provide knowledge and insight into the role of social media in disaster risk mitigation and increasing awareness among coastal communities of impending natural disasters.

Akbar Bayu Pamungkas; Almahdi Dwita Purnama; Bebi Sylvia Muryanto; Diantara Nur Alam; Mutiara Kharisawati +4 more

Jurnal Kemitraan Masyarakat 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Ngandong Village, Gantiwarno District is the village designated to be the location for implementing KKN with the theme Disaster Resilient Village. The problems faced by Ngandong Village based on the results of research conducted include sedimentation, landslides and flooding. The aim of holding KKN in Ngandong Village is to ensure that Ngandong Village can become a Disaster Resilient Village and increase the capacity of the village community in the context of disaster management. Activities carried out in efforts to develop Disaster Resilient Villages include FPRB (Disaster Risk Reduction Forum), SPAB (Disaster Safe Education Unit), Volunteer Capacity Building, Disaster Literacy, Evacuation and Disaster Prone Route Signs, Disaster Recap and Socialization Maps, and making EWS Tools (Early Warning System). Apart from the main activities, there are supporting activities to increase capacity in the form of Ecoprint training and decorating Pertiwi Kindergarten.

Asnawi, Saryulis

Dinamik 2024 Universitas Stikubank

Pengembangan kawasan industri di Jawa Barat perlu pembangunan yang memperhatikan kesesuaian lahan agar tidak memberikan masalah bagi lingkungan dan keberlanjutan ekologi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kesesuaian lahan untuk pengembangan kawasan industri dengan melihat Satuan Kemampuan Lahan (SKL). Hasil evaluasi SKL menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat bagian utara memiliki tingkat kesesuaian lahan yang paling baik untuk pengembangan kawasan industri untuk jenis SKL bencana alam, erosi, pembuangan limbah, morfologi, kestabilan pondasi, kestabilan lereng, dan kemudahan pengembangan. Sementara itu, hasil analisis kesesuaian kawasan industri menunjukkan bahwa 33,31% dari total luas wilayah Provinsi Jawa Barat sesuai untuk pengembangan kawasan industri dengan sebaran spasial di bagian utara Provinsi Jawa Barat, 61,99% kurang sesuai, dan 1,70% masuk dalam kategori tidak sesuai. Perbandingan hasil analisis kesesuaian lahan dengan RTRW Jawa Barat juga menunjukkan rencana industri di utara pulau masuk dalam kategori sesuai untuk pengembangan industri, sedangkan rencana industri di tengah dan selatan pulau masuk dalam kategori kurang sesuai.

anas, khoiruddin; Humaidah Muafiqie, Wina Nurhayati, Heru Widodo

WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2023 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Banjir  merupakan  bencana  alam  yang  rutin  menghampiri  wilayah  Kabupaten Jombang khususnya Mojoagung, Mojowarno dan Jombang. Untuk mengurangi kerugian yang disebabkan banjir kinerja Lembaga BPBD Kabupaten di pertaruhkan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja BPBD Kabupaten Jombang dalam Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana tahun 2022 besaran dampak Banjir terhadap kerugian material di Kabupaten   Jombang . Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dianalisis secara kuantitatif melalui analisis korespondensi  dan  dibahas  lebih  mendalam  secara  kualitatif.  Tempat  penelitian adalah di Kabupaten Jombang, dengan populasi masyarakat Kecamatan Mojoagung, Mojowarno, Tembelang, Kesamben,Jombang, Tembelang, Kesamben, PlandaanKabuh,  Ploso  dan  Bandarkedungmulyo,  yang  terdampak  banjir  Pebruari 2022. Berjulah 100 orang dengan sampel masing masing desa 5 orang yang terdiri dari 20 desa. dengan teknik Sampel Wilayah (Area Probability Sample). Dengan  model  pengukuran  skala  linkert  dihasilkan  bahwa Kinerja  BPBD  Jombang  secara  signifikan  bisa  meminimalisir  kerugian  material akibat banjir, Pada analisis regresi diketahui faktor inputs, ouputs, outcomes, benefit dan  dampak  secara  simultan maupun  parsial  tidak  berpengaruh  positif  dan  tidak signifikan pada kerugian banjir, kecuali faktor outcomes

Hariani Hariani; Rahdyanti Rahdyanti; Moh Ali Murad; Risnawati Risnawati

JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI 2023 sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Putra Semarang

Efforts in disaster risk reduction have not been carried out optimally. In this case, the socialization of disaster risk reduction in Dusun II Kalukau, West Sibalaya Village is one of the efforts to provide direct education informally to the community. This study aims to produce information about public understanding and awareness of disaster risk reduction. This research was conducted with a qualitative approach. Data sources come from observation, discuccion focus groups, and active participation. The results showed that public understanding of disasters was relatively good, the implementation of disaster risk reduction socialization was considered good as an educational effort for disaster mitigation.

Nurlaila Nurlaila; Mas’ud Mas’ud

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Tujuan penelitian ini untuk melihat collaborative governance terutama pada tahap pra bencana, dan sejauh mana kerjasama serta upaya-upaya yang telah dilakukan berbagai aktor untuk mengantisipasi bencana di Kabupaten Bima. Penelitian  ini  menggunakan  metode  deskriptif  kualitatif.  Subyek penelitian ini dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data  terdiri  atas  observasi observation,  wawancara  dan  dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan manajemen prabencana di Kabupaten Bima di lakukan dengan pendekatan collaboraive governance melaui prinsip koordinasi, keterpaduan, kemitraan, dan pemberdayaan. Dengan keterlibatan seluruh element sebagai perwujudan yang demokratis partisipatif dalam upaya penanggulangan bencana. Dalam pendekatan ini Badan Penanggulangan Bencana bertindak sebagai leading sector berupaya untuk mengimplementasikan program-program yang ada dalam Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Daerah dengan kerjasama lintas sektoral. Dalam implementasinya BPBD bertindak sebagai koordinator, fasilitator, motivator, sekaligus pelaksana program-program. Melalui kolaborasi tersebut menghasilkan strategi penanggulangan bencana melaui perkuatan aturan dan kapasitas kelembagaan yang difokuskan untuk mencapai penguatan kerangka Hukum penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dan peningkatan kapasitas serta akuntabilitas tata kelola penanggulangan bencana. Proses kerjasama ini juga telah mengintegrasikan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) kedalam rencana strategis dan rencana kerja tahunan seluruh SKPD. Pemerintah Daerah juga bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam mengembangkan hasil-hasil riset yang dapat diterapkan secara langsung oleh Pemerintah, individu dan keluarga seperti pembangunan rumah aman Gempa, sumur resapan dan lainnya. Diharapkan dengan adanya beberapa riset terkait penanggulangan bencana di Kabupaten Bima dapat menurunkan kerentanan daerah terhadap risiko multi bahaya.

Meyvia Puspita Dewi; Kartika Rinakit Adhe; Eka Cahya Maulidiyah; Nurhenti Dorlina Simatupang

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Banjir merupakan suatu peristiwa alam yang sering terjadi ketika musim penghujan. Di Mojokerto tepatnya di desa Tempuran terjadinya banjir diakibatkan oleh air sungai yang meluap dan kurangnya daerah resapan air di daerah Tempuran. Anak-anak merupakan korban yang paling rentan terkena dampak banjir ini akibat dari kurangnya edukasi tentang penyelamatan diri ketika bencana banjir tersebut terjadi. Maka edukasi sejak dini tentang mitigasi bencana banjir pada anak usia dini harus dikenalkan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran siaga bencana sebagai upaya mengurangi resiko bencana. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan dan mendeskripsikan kemampuan berfikir logis mengenai mitigasi bencana banjir  pada media pop up book untuk anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan atau R&D (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE. Desain uji produk pada peneitian ini menggunakan one group pretest dan posttest. Subjek penelitian ini menggunakan 30 anak di TK Negeri Pembina II Sooko Mojokerto. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisoner dan observasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan N-Gain. Hasil penilaian dari para ahli memperoleh 88,24% dari ahli media sedangkan  dari ahli materi memperoleh skor sebesar 86,76%. Hasil efektifitas produk dari 30 anak sebesar 0,74  yaitu g ≥ 0,7 yang berarti nilai N-Gain yang diperoleh lebih besar sehingga media dinyatakan layak dan berpengaruh dalam memberikan pengetahuan mitgasi bencana banjir pada anak usia 5-6 tahun.

Dhea Nur Fadhilah; Suharyanisa Suharyanisa; Dumartina Hutauruk; Siti Nurbaya

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Indonesia merupakan salah satu negara yang berlokasi di wilayah yang rawan terhadap berbagai kejadian bencana alam. Banjir merupakan bencana yang setiap tahun terjadi di Indonesia dan berbagai kejadian banjir terbukti berdampak pada kehidupan manusia dan lingkunganya terutama dampaknya terhadap kesehatan masyarakat yang terkena banjir. Penyakit yang dialami biasanya berupa diare, demam, dan gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun patogen lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya banjir dan pengenalan tentang antibiotik kepada masyarakat, sehingga penyakit dampak banjir khususnya diare dapat teratasi dengan baik, kegiatan ini dilakukan oleh tim Dosen Universitas Sari Mutiara dengan melakukan edukasi mengenai Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) Antibiotik. Metode kegiatan ini melibatkan masayarakat di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang adalah ceramah, pembagian leaflet, dan tanya jawab. Ceramah yang disajikan dalam bentuk presentasi power point, pembagian leaflet dalam bentuk brosur dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab tentang DAGUSIBU Antibiotik. Hasil dari kegiatan ini adalah di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang mendapatkan edukasi terkait Sosialisasi Bahaya Banjir dan DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan, dan buang) antibiotik.    

Alhamid, Muhamad Fadlan; Mutaqi, Ahmad Saifudin

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Berbagai permasalahan terjadi di Indonesia, sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri atau memang disebabkan oleh bencana alam. Maka dari itu peran-peran manusia atau sebuah organisasi turut andil dalam menangani permasalahan di Indonesia. CSR  merupakan komitmen usaha untuk beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup dan tanggung jawab kemitraan dari karyawan dan keluarganya, pemerintah, perusahaan komunitas lokal, dan komunitas luas. CSR dapat melakukan dengan pemberdayaan masyarakat setempat secara nyata yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Contoh salah satu yang di implementasikan yaitu pemberian bantuan untuk korban bencana gempa cianjur yang dilakukan oleh PT Semen Baturaja. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengevaluasi apakah program bantuan untuk korban bencana gempa cianjur ini berdampak baik pada masyarakat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif, yang dimaksudkan untuk menguji masalah secara lebih mendalam dan komprehensif. Ini mengacu pada cara mempelajari aspek kualitatif kehidupan sosial, mencakup berbagai dimensi sosial dari Tindakan dan keadaannya terhadap proses dan peristiwa, yang didasarkan atas konstruksi dan makna yang diorganisir oleh praktik social terkait masalah utama.

Megawati Sumuri; Pipin Yunus; Haslinda Damansyah

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Kesiapan tanggap masyarakat dalam penanggulangan bencana memiliki peran yang cukup penting, karena akan berpengaruh pada tindakan masyarakat ketika bencana terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan tanggap bencana banjir. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian berdasarkan pada uji statistik chi square didapatkan faktor pengetahuan dengan p-value = 0,028 (p<0,05), faktor sikap dengan p-value = 0,035 (p<0,05 dan faktor pengalaman kesiaapan tanggap dengan p-value = 0,643 (p>0,05) serta berdasarkan uji analisis yang paling dominan dengan kesiapan tanggap bencana adalah faktor pengetahuan dengan nilai EXP (B) = 4,339. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan faktor pengetahuan dengan kesiapan tanggap, ada hubungan sikap dengan kesiapan tanggap, sedangkan pengalaman kesiapan tanggap tidak ada hubungan dengan kesiapan tanggap serta faktor pengetahuan yang paling dominan berhubungan dengan kesiapan tanggap. Diharapkan agar masyarakat lebih tanggap dalam menghadapi setiap kejadian bencana dan selalu aktif mengikuti kegiatan maupun pelatihan terkait bencana

Desty Endrawati Subroto; Fidziah; Cecep Warman

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2023 CV. Aksara Global Akademia

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, seperti: Gempa Bumi, Tsunami, Gunung Meletus, Banjir, Kekeringan, Angin Topan, Kebakaran dan Tanah Longsor (UU 24 Tahun 2007, b). Dalam menghadapi berbagai macam bencana yang datang silih berganti di Indonesia. Yang disebabkan oleh kondisi geografis Indonesia, khususnya wilayah Cianjur – Jawa Barat. Potensi bencana di wilayah Cianjur, Jawa Barat sangat besar dikarenakan berada di di 106 derajat 42’ sampai 107 derajat 25’ BT (Bujur Timur) dan 6 derajat 21’ hingga 7 derajat 25’ LS (Lintang Selatan), secara topografi kemiringannya 0-40%, struktur tanah yang lunak, banyak bangunan berada ditepi lereng atau lembah, kedalaman, kondisi tanah, kondisi topografi, dan kondisi struktur bangunan yang merupakan faktor penyebab bencana di wilayah tersebut. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini, adalah peningkatan produktivitas dosen dengan nilai aplikatif untuk masyarakat, khususnya terhadap korban gempa bumi di wilayah cianjur. Hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, menunjukkan bagaimana perhatian dan  kepedulian PDPI untuk membantu sesama umat manusia yang terkena musibah, karena kepedulian kami ini dapat meringankan beban moril warga yang terdampak gempa.

Affrilia Khusnul Khotimah; Beatrix, Michella

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keterlambatan dalam pelaksanaan suatu proyek, seperti pembangunan jalan nasional di Jawa Timur. Pentingnya untuk melakukan analisis terhadap faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi inti permasalahan yang menyebabkan keterlambatan dalam pelaksanaan suatu proyek dan memberikan penjelasan secara rinci tentang mengatasi masalah yang terjadi pada proyek. Berdasarkan dari analisis, penyebab yang paling mempengaruhi terjadinya keterlambatan pada proyek jalan nasional di Jawa Timur adalah aspek eksternal dan force major. Aspek ini merupakan faktor-faktor yang tidak dapat diantisipasi dan dihindari, seperti cuaca buruk, kebakaran, dan bencana alam. Aspek lingkup  dokumentasi pekerjaan (kontrak) juga memiliki pengaruh signifikan terhadap terjadinya keterlambatan proyek. Masalah yang terkait dengan lingkup pekerjaan dan dokumentasi yang tidak jelas dapat menyebabkan keterlambatan proyek. Aspek sistem organisasi, koordinasi, dan komunikasi serta aspek sistem inspeksi, kontrol, dan evaluasi juga memil iki pengaruh yang signifikan terhadap terjadinya keterlambatan proyek. Masalah yang terkait dengan sistem organisasi, koordinasi, dan komunikasi serta sistem inspeksi, kontrol, dan evaluasi dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan proyek. Nilai probabilitas persentase untuk setiap aspek tersebut secara berurutan adalah 25%, 19%, 19%, dan 19%. Kata kunci: keterlambatan proyek, faktor keterlambatan, probabilitas,  

Cut Masyitah Thaib; Monica Suryani; Suharyanisa

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Bencana alam tanah longsor maupun banjir sering terjadi di Desa Garunggang Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Banjir merupakan peristiwa dimana daratan yang biasanya kering (bukan daerah rawa) menjadi tergenang oleh air, hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan kondisi topografii wilayah berupa daratan rendah hingga cekung. Untuk mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor dilakukan penanaman pohon matoa (Pometia pinnata) di daerah aliran sungai desa Garunggang Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat. Kegiatan ini dibuka oleh Pembawa acara, setelah itu Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Kata kata sambutan, Penandatanganan Kerjasama dan dilanjutkan dengan penanaman pohon serta foto bersama. Kegiatan sosialisasi penanaman pohon matoa (Pometia pinnata) di daerah aliran sungai desa Garunggang Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat. Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat penanaman pohon matoa (Pometia pinnata) di daerah aliran sungai desa Garunggang Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat. Maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini membawa dampak dan pengaruh yang baik terhadap pengetahuan masyarakat dalam melestarikan lingkungan alam di kawasan Hulu DAS Wampu Desa Garunggang. Marilah kita jaga lingkungan kita bersama sama, semoga dimasa yang akan datang, kegiatan ini dapat lebih bermanfaat untuk sekitarnya.  

Ahmad Hafidz; Djoko Darmawan; Wawan Destiawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Bencana alam merupakan peristiwa yang tidak bisa diprediksi kapan dan dimana terjadinya yang disebabkan oleh alam, yang dapat mengakibatkan kerusakan pada lingkungan, kerugian harta benda, memakan korban jiwa dan bisa berdampak pada psikologis seseorang salah satunya yaitu bencana gempa bumi. Pusat Studi Gempa Bumi yang dimana bangunan tersebut bersifat edukasi dan pariwisata yang memberikan wawasan ilmu pengetahuan mengenai gempa bumi. Desain ini bertujuan sebagai bangunan yang mewadahi kegiatan pendidikan yang berhubungan dengan gempa bumi dan juga kebencanaan yang berada di Lombok, sekaligus menjadikan Pusat Studi yang berada di Nusa Tenggara Barat dan memiliki fungsi sebagai tempat pembelajaran mengenai gempa bumi dan juga kebencanaan, dari sudut pandang bisnis penampilan harus menarik dengan menawarkan kenyamanan pada masing-masing fasilitas yang ada. Penggunaan konsep Arsitektur Post-Modern pada desain menjadikan desain lebih menarik dan tidak monoton karena berbentuk tidak simetris yang mengambil dari bentuk dasar ombak dan mengambil dasar fasad dari kearifan lokal setempat yang menjadikan bagian fasad pada desain ini memiliki fasad yang lebih menarik karena unsur kebudayaan lokal setempat yang diaplikasikan pada desain Pusat Studi Gempa Bumi di Lombok. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Rahmanti, Ainnur; Anugrah Tegar L; Dita Ayu R; Damayanti A; Inka Nur S +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2021 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Indonesia merupakan negara yang secara geografis, demografis, sosioekonomis dan politis merupakan kawasan yang rawan bencana, dan juga perpotensi mengalami bencana alam, non alam dan sosial, seperti bencana: gempa bumi, banjir, letusan gunung api, kebakaran, tanah longsor, wabah penyakit, kegagalan teknologi, konflik sosial, terorisme. Kejadian bencana akan mengakibatkan timbulnya kedarurtan, korban massal serta permasalahan kesehatan pada masyarakat, selain itu kejadian bencana juga mengakibatkan, rusaknya fasilitas umum, fasilitas kesehatan, terganggunya saluran komunikasi dan lain-lain yang akan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Banjir besar melanda wilayah kota Semarang pada pekan pertama dan kedua Februari 2021. Banjir di ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu merendam setidaknya 43 titik pada 5-7 Februari lalu, demikian data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah. Selain banjir kiriman dan banjir lokal, banjir rob merendam sejumlah kawasan di Kota Semarang, seperti di Kelurahan Kaligawe (Kecamatan Gayamsari) dan wilayah di Kecamatan Genuk. Kondisi pandemic Covid-19 memperburuk dalam penanganan bencana yang terjadi.    

Nurin Aji Permana; Astari Wulandari; Choirul Amin

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Pemadam kebakaran (BRANDWEER) adalah orang atau pasukan yang bertugas memadamkan kebakaran, melakukan penyelamatan, dan menanggulangi musibah atau bencana alam lainya. Dinas Pemadam Kebakaran dalam sejarah Kota Semarang sama tuanya dengan sejarah Pemerintahan Kota Semarang. Dengan perkembangan masyarakat dan pertumbuhan pembangunan menuntut adanya peran pemerintah dalam mengelola Unit Pemadam Kebakaran ini. Tapi banyak juga masyarakat yang meremehkan petugas damkar ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang ikut campur saat petugas sedang bertugas. Mulai dari perebutan selang penyemprot dan pemukulan terhadap petugas yang dikira melarikan diri saat bertugas. Markas Besar Pemadam Kebakaran Di Semarang merupakan tempat akomodasi pelatihan pasukan pemadam yang mewadahi pelatihan anggota yang memiliki penempatan wilayah dinas di Jawa Tengah. Tujuan bangunan ini adalah sebagai contoh standarisasi keamanan bencana kebakaran yang harus di terapkan di semua bangunan selain itu, Markas besar juga sebagai tempat pelatihan anggota pemadam se Jawa Tengah. Dikarenakan bangunan markas besar pemadam kebakaran sangat di pentingkan di segi sirkulasi aktivitas maka langgam arsitektur yang digunakan adalah arsitektur modern, arsitektur modern merupakan gaya arsitektur statis yang berkembang pada masa pra-industrial sebagai bentuk dari revolusi dari gaya arsitektur tradisional. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Harsoyo Harsoyo

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam potensi bencana, ditinjau dari aspek geografis, klimatologis dan demografis. Negara kita terletak diantara dua samudera (Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik) dengan jumlah pulau lebih kurang sebanyak 17.000 pulau yang kaya potensi alam, hutan, laut, bahan tambang- mineral dan sekaligus kerawanan bencana. Dari  aspek geologis,  terletak  pada tiga (3) lempeng utama, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Asutralia dan Lempeng Pasifik yaang menjadikan   kaya   cadangan mineral dan sekaligus memiliki potensi bencana gempa, tsunami dan tanah longsor. Selain itu, terdapat puluhan gunung berapi yang masih aktif dan berpotensi meletus dan menimbulkan bencana gunung berapi tetapi juga memebrikan kesuburan lahan dan potensi alam yang beragam. Sedangkan secara klimatologis memiliki potensi bencana angin ribut/puting beliung, gelombang pasang naik di  wilayah pesisir/rob, perubahan iklim, banjir  dan kekeringan yang berdampak pada berbagai  bidang kehidupan masyarakat. Dengan kondisi tersebutperlu dilakukan kajian analisis resiko bencana sebagai upaya untuk mengantisipasi dan menanggulangi resiki-resiko yang muncul akibat bencana alam. Urusan bencana ada urusan kita semua oleh karena itu partisipasi dan keterlibatan semua unsur baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan stakeholder lainnya perlu ditumbuhkan dan dioptimalkan, Dengan peran serta semua pihak diharapkan Indonesia menjadi negara yang Tangguh dalam menghadapi bencana alam.

Dewi, Ratih Puspita; Handitcianawati, Wiwin; Hermawan, Roby

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Gempabumi (earthquake) merupakan suatu fenomena alami yang terjadi pada kulit bumi berupa bergoncangnya atau bergetarnya bumi karena adanya pergerakan pada lapisan batuan secara tiba-tiba disebabkan karena lempeng tektonik. International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (2010) menyebutkan bahwa perempuan dan anak pada umumnyamerupakan korban utama dalam bencana alam, hal ini dikarenakan korban yang tewas lebih tinggi pada perempuan dan anak perempuan, penyebabnya karena kendala budaya berupa mobilitas perempuan, kurangnya ketrampilan yang dimiliki perempuan dibandingkan dengan laki-laki, serta kekuatan fisik perempuan yang lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meminimalkan resiko jatuhnya korban perempuan dalam bencana gempabumi dengan upaya meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan terhadap bencana gempabumi. Metode pelaksanaannya dengan melakukan sosialisasi  kesiapsiagaan  bencana  gempabumi  di  Pimpinan  Cabang  Nasyiatul  Aisyiyah Klaten Selatan. Target luaran dari kegiatan ini adalah (1) menumbuhkan kesadaran kepada kaum perempuan terhadap pentingnya pemahaman mitigasi bencana gempabumi baik sebelum,  saat  tanggap  darurat  maupun  pasca  bencana,  (2)  menumbuhkan  kewaspadaan bahwa bencana gempabumi dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga kaum perempuan harus siap  bencana  kapan  saja  dan  dimana  saja,  dan  (3)  meningkatkan  kesiapsiagaan  kaumperempuan terhadap bencana gempabumi sehingga mengurangi resiko terjadinya korban bencana dari pihak perempuan.Kata kunci: gempabumi, perempuan, kesiapsiagaan

Wismarini, Th. Dwiati; Sukur, Muji

Dinamik 2015 Universitas Stikubank

Daerah rentan banjir adalah daerah yang mudah atau mempunyai kecenderungan untuk terlanda banjir. Maka kawasan rentan banjir merupakan kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana banjir. Daerah atau kawasan tersebut dapat diidentifikasi dengan menggunakan pendekatan geomorfologi khususnya aspek morfogenesa, karena kenampakan seperti teras sungai, tanggul alam, dataran banjir, rawa belakang, kipas aluvial, dan delta yang merupakan bentukan banjir yang berulang-ulang yang merupakan bentuk lahan detil yang mempunyai topografi datar, sesuai karakteristik penyebab banjir.Sedangkan tingkat kerentanan banjir dapat ditentukan berdasarkan paramater-parameter yang berpengaruh terhadap terjadinya banjir. Dari beberapa penelitian mengenai banjir, telah diketahui bahwa kondisi lahan seperti penutup lahan, topografi, dan geomorfologi juga curah hujan, sebagai salah satu unsur iklim yang utama adalah merupakan faktor-faktor berpengaruh dalam menentukan terjadinya banjir di Indonesia.Terungkap juga bahwa Sistem Informasi Geografis (SIG) terbukti mampu menyediakan informasi data geospasial untuk setiap objek di permukaan bumi secara cepat. Sekaligus juga mampu menyediakan sistem analisa keruangan yang akurat. Selain itu, siapapun dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengantisipasi dampak bencana baik untuk respon darurat, pemulihan pasca bencana, penetapan strategi mitigasi bencana, ataupun perencanaan pembangunan berkelanjutan.Maka dalam penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan ulasan contoh-contoh parameter, metoda dan tahapan langkah dalam penentuan tingkat kerentanan banjir secara geospasial. Dalam hal ini, parameter rentan banjir yang ditentukan berdasarkan aspek lingkungan, dapat diterapkan untuk data geospasial indikator banjir dan yang nantinya akan dibentuk berupa data yang komprehensif antara data spasial dan atributnya data non spasial. Kemudian penentuan tingkat kerentanan banjir menggunakan metoda Analisis Weighted Scorring dalam perhitungan penentuan tingkatan parameter-parameter rentan banjir dan Analisis Penentuan Tingkat Rentan Banjir, sehingga menghasilkan model klasifikasi tingkat rentan Banjir.Hasil akhir dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu model klasifikasi tingkat rentan banjir yang terlihat implementasinya dalam model data tabel untuk data geospasial tingkat rentan banjir.