Publication Search

70,516 articles from 611 journals · 1,760 citations tracked

Showing 3501-3520 of 3,524

Analytics

Istiqomah, Istiqomah

The role of teachers in Islam is very important. So the teacher is also called ustadz because it has a high commitment in carrying out its duties so that the quality of the work process can lead to the attitude of the continuous development of students. Besides, teachers are also referred to as mualim. He as a life sources in charge of transferring science both theoretical and practical. Teachers can also be referred to as murabbiy who prepare his students as creatures, because of the creativity that, he will be able to prepare himself well, so that the results of his creation does not cause damage to himself, others, and the environment. Also, the teacher as a murshid, he must be a role model, as a role model must certainly place himself properly and full. As a model the teacher can set an example for his or her students. In many ways the teacher is also placed in a position as mudarris, who acts as a dispenser of science and eraser of ignorance. In this perspective the teacher's sensitivity must always grow when he sees the reality of his students as it is with different kinds of differences. But from the fact it is realized also, that all students are believed to have the potential of each, so the teacher must be able to develop each potential that existed in the student. The last teacher as muaddib, this very important task a teacher is required to prepare children to be educated to be responsible people, so the quality of human civilization the better in the future. Because of the important role of teachers in Islam, the integral qualifications of the teaching profession can not be ignored either qualitatively or quantitatively so that the challenges of the times are always well answered.   Peran guru dalam Islam adalah sangat penting. Atas dasar itu setiap guru perlu berbekal kompetensi dengan imaji kreativitas. Sehingga guru juga disebut seorang serbabisa, multitalent. Wajar kemudian mendapat berbagai julukan, seperti disebut sebagai ustadz karena mempunyai komitmen tinggi dalam menjalankan tugasnya agar mutu proses kerjanya  mampu membuahkan sikap pengembangan anak didiknya yang terus menerus. Selain itu guru juga disebut sebagai mualim. Ia sebagai kamus kehidupan yang bertugas menstransfer ilmu pengetahuan baik bersifat teoritis dan praktis. Guru dapat juga disebut sebagai murabbiy yang menyiapkan anak didiknya sebagai makhluk kreator, karena dari hasil kreativitasnya itu, ia dapat menyiapkan dirinya dengan baik, agar dari hasil kreasinya tersebut tidak menimbulkan kerusakan pada dirinya, orang lain, dan lingkungannya. Juga, guru sebagai mursyid, ia menjadi panutan, sebagai panutan tentu harus menempatkan dirinya dengan tepat dan purna. Sebagai model guru dapat memberikan teladan bagi para anak didiknya. Dalam berbagai hal guru juga ditempatkan pada posisi sebagai mudarris, yang berperan sebagai penebar ilmu pengetahuan dan penghapus kebodohan. Dalam perspektif ini kepekaan guru mesti selalu tumbuh pada saat menyaksikan realitas para muridnya seperti adanya dengan berbagai macam perbedaan. Namun dari kenyataan tersebut perlu disadari juga, bahwa semua murid tersebut diyakini mempunyai potensi masing-masing, sehingga guru pasti mampu mengembangkan masing-masing potensi yang ada pada muridnya tersebut. Yang  terakhir guru sebagai muaddib, tugas yang sangat penting ini seorang guru dituntut untuk menyiapkan anak dididiknya menjadi orang-orang yang bertanggung jawab, sehingga kualitas peradaban manusia semakin baik pada masa mendatang. Karena pentingnya peran guru dalam Islam itu, maka kualifikasi integral profesi guru tidak dapat diabaikan  baik secara kualitatif maupun kuantitatifnya sehingga berbagai tantangan zaman selalu terjawab dengan baik.

Utomo, Agus Prasetyo; Murti, Hari

Dinamik 2016 Universitas Stikubank

Visi misi tahun 2020 untuk menjadi perguruan tinggi kelas dunia membutuhkan upaya nyatadari jajaran manajemen Universitas Stikubank untuk mewujudkanya, oleh karena itu perludiciptakan suatu kerjasama dari semua tingkat manajemen, dan stakeholder yang ada. Modelmanajemen kualitas Malcolm Baldrige Education Criteria for Performance Excellence(MBCfPE) mempunyai konsep dan prosedur yang menetapkan petunjuk dan kriteria yangmembantu perusahaan dalam mengevaluasi aktivitas perbaikan kualitas. Melalui pengukurankinerja dengan model MBCfPE ini, Universitas akan bisa melihat tingkat pencapaian di dalamproses menuju perguruan tinggi kelas dunia. Pengembangan sebuah model pre assessment bagiUniversitas diharapkan dapat membantu memberikan sebuah gambaran awal sejauh manakesiapan Universitas dalam menerapkan manajemen kinerja kelas dunia. Hasil olah datamenunjukkan bahwa manajemen kinerja Universitas secara umum hasilnya cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai score sebesar 668,55 dari skala 1000. Nilai ini menunjukkan bahwa upayayang dilakukan oleh manajemen Universitas untuk memberikan jaminan mutu pada masyarakatsudah cukup baik. Skor tersebut juga menunjukkan bahwa pendekatan tata kelola yang dilakukanUniversitas cukup sistematis, efektif, dan responsive. Hasil-hasil yang mengacu padapersyaratan-persyaratan mahasiswa dan stakeholder lainya, pasar, dan proses operasional,menunjukkan kinerja dan keunggulan yang baik. Untuk perbaikan kinerja Universitas perludibuat solusi khusus untuk implementasi peningkatan kinerja dari tiap-tiap kategori yangdirasakan kurang nilainya. Sementara itu untuk kategori yang nilainya sudah cukup baik masihperlu untuk terus ditingkatkan. Universitas perlu membangun sistem manajemen kinerja yanglebih baik kedepanya agar visi misi dan tujuan-tujuan strategis dimasa yang akan datang bisatercapai secara efektif dan eisien.

Nurrofi, Akhmad

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2016 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

Employee performance in a company is needed. This researchconcerning employee performance problem, Samples used by all population are36 respondents with Samleng Census technique data analysis used instrumenttest, multiple regression analysis and hypothesis test.The results of this studyPartial regression coefficient Motivation work (X1) on employee workdiscipline. After analyzed obtained value tcount X1 (3.602)> ttable (2.03), thenHo is rejected and Ha accepted the conclusion of variables Motivation of workhave a positive and significant impact on employee discipline.2. PartialRegression Coefficient of Leadership Style (X2) on Employee Work Discipline.After analyzed, tcount X2 (4,549)> ttable (2.03), hence Ha accepted and Horejected conclusion of Leadership Variable have positive and significantinfluence to employee work discipline.Partial regression coefficient Motivationwork (X1) on employee performance. After analyzed obtained value tcount X1(1.396)> ttable (2.03), then Ho is rejected and Ha accepted the conclusion ofwork motivation variable and has no effect and not significant on employeeperformance.4. Partial Regression Coefficient of Leadership Style (X2) onemployee performance. After analyzed obtained value tcount X2 (3.895)> ttable(2.03), then Ha accepted and Ho rejected conclusion Variable Style Leadershave a positive and significant impact on employee performance.Regressioncoefficient Discipline work (Y1) on Employee Performance. After analyzedobtained tcount Y1 (6,075)> ttable (2.03), hence Ha accepted and Ho rejectedconclusion Variable of work discipline have positive and significant effect toemployee performance.

Ismail, Syarof Nursyah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi beberapa variabel, yaitu: (1) efektifitas kepemimpinan, (2) budaya organisasi, (3) etos kerja, dan (4) efektifitas kepemimpinan, budaya organisasi, etos kerja secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan.Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yang mengambil sampel seluruh guru di MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan.Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian ex-post facto.Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner.Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi sederhana dan uji regresi ganda.Eksplanasi penelitian bersifat kausal korelasional deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Efektifitas kepemimpinan memberikan kontribusi signifikan terhadap kepuasan kerja guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan dengan kontribusi sebesar 24,20%; (2) Budaya organisasi memberikan kontribusi signifikan terhadap kepuasan kerja guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan dengan kontribusi sebesar 10,10%; (3) Etos kerja memberikan kontribusi signifikan terhadap kepuasan kerja guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan dengan kontribusi sebesar 38,20%; dan (4) Efektifitas kepemimpinan, budaya organisasi dan etos kerja secara simultan memberikan kontribusi signifikan terhadap kepuasan kerja guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan dengan kontribusi sebesar 72,50%.Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan, bahwa terdapat kontribusi yang signifikan efektifitas kepemimpinan, budaya organisasi, dan etos kerja terhadap kepuasan kerja guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan.Dengan demikian, ketiga variabel atau faktor tersebut dapat dijadikan prediktor tingkat kepuasan guru MA Raudlotul Huffadz Kediri Tabanan.

-, Dahlia -

Wacana Hukum 2013 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

Abstract: Jamsostek program is a form of economic and social protection programs to provideprotection in the form of compensation for the loss of income in the form of cash andprotection in the form of services, care or treatment at the time of a worker hit bycertain risks. Jamsostek existence as living safeguard employment in a company isvery beneficial, and therefore as a measure to ensure the life of labor, the companywill enter the workforce in Jamsostek program managed by PT. JAMSOSTEK.Key words: Jamsostek Program, Worker Protection Law

-, Supriyanta -

Wacana Hukum 2013 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

ABSTRAK :Sistem peradilan pidana untuk pertama kali diperkenalkan oleh pakar hukumpidana dan para ahli dalam “criminal justice science” di Amerika Serikat seiringdengan ketidakpuasan terhadap mekanisme kerja aparatur penegak hukum daninstitusi penegakan hukum yang didasarkan pada pendekatan hukum danketertiban. Dalam literatur dikenal beberapa model peradilan pidana yakni CrimeControl Model, Due Process Model,Family Model dan Integrated Model.Kata Kunci : Sistem peradilan Pidana

Jananto, Arief

Dinamik 2013 Universitas Stikubank

Umumnya penelaahan kompetensi lulusan dilihat dari tempat kerja mereka saat ini atau dengan cara menelusuri dari angket-angket yang diisikan oleh alumni pada periode tertentu. Hal tersebut juga dapat dilakukan melalui temu alumni maupun melalui pusat informasi alumni pada tiap perguruan tinggi. Lalu bagaimana jika kompetensi tersebut dikaji pada saat sebelum mahasiswa lulus, dengan mengkaji dari nilai akademik yang telah diperoleh ? Dengan menggunakan teknik data mining khususnya metode asosiasi dengan algoritma apriori dapat digali suatu informasi dengan tingkat kepercayaan(min.confidence) suatu transaksi dengan tingkat dukungan(min. support) tertentu sehingga menghasilkan suatu aturan. Setiap matakuliah dalam sebuah kurikulum memiliki  muatan kompetensi tertentu dan sebuah kompetensi dapat disumbang oleh beberapa matakuliah.Dengan mengelompokkan nilai akademik mahasiswa ke dalam suatu kompetensi dan mengambil nilai rata-ratanya maka akan dapat diperoleh suatu peta kompetensi dengan menentukan pada tingkat rata-rata tertentu. Pencapaian kompetensi pada level minimum support 70% dan minimum confidence 75%  pada studi kasus yang dilakukan adalah pada 3 kompetensi. Yaitu Sistem Informasi (IS), System Integration (SI) dan Network and Communication (NC). Artinya bahwa sebanyak 70% calon lulusan program studi S1 Sistem Informasi tahun angkatan 2004 s/d 2007 mempunyai kompetensi yang lebih dibidang system informasi, integrasi system dan jaringan dan komunikasi dibandingkan dengan kompetensi lainnya. Selanjutnya tidak menutup kemungkinan penggunaan teknik, metode maupun algoritma yang lain dan memberikan suatu hasil yang berbeda. Penelitian ini masih dapat dikembangkan lebih jauh.Kata Kunci : Kompetensi, Data Mining, Asosiasi, Apriori

-, Sunarno

Wacana Hukum 2012 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

Abstract : The working strike is the basic right of worker. Therefore, everyone can not stop implementing his right. If anyone is against this regulation, so can be punished.This right is implemented in according to regulation specially UU Nomor 13 Tahun 2003 and Kepmenakertrans Nomor: Kep-232/Men/2003 in order to evaluate as a legal working strike.The working stike can only be implemented at the certain factory, and there are no time’s regulation to implement working strike. Key words: The working strike and to implement

-, SUNARNO

Wacana Hukum 2012 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

Abstraksi   Penyebab utama terjadinya perselisihan antara pekerja/buruh dengan pengusaha didominasi oleh masalah pengupahan, meskipun landasan hubungan perburuhan kita adalah Hubungan Industrial Pancasila. Oleh karena itu, untuk mengurangi masalah tersebut pemerintah mengeluarkan beberapa peraturan. Semua peraturan tersebut sebagai pelaksana dari UU Nomor  13 Tahun 2003 yang sifatnya imperative, oleh karenanya setiap pelanggaran dapat dijatuhi sanksi berupa denda, pidana kurungan , atau pidana penjara. Sanksi ini dimaksudkan agar pengusaha betul-betul memperhatikan masalah upah.  Ada beberapa kebijakan pengupahan yang melindungi pekerja/buruh, antara lain upah minimum dan upah kerja lembur Dasar perhitungan upah minimum dan upah lembur adalah upah pokok dan tunjangan tetap. Penangguhan upah minimum kepada gubernur, sedangkan masalah perbedaan besarnya upah lembur diajukan ke lembaga pengawas ketenagakerjaan.   Kata kunci: pengupahan dan melindungi

-, SUNARNO

Wacana Hukum 2012 Faculty of Law, Universitas Slamet Riyadi

Abstract: There are two work agreement stated in UU No 13 2003 about labour. They are given-time work agreement and not-given time work agreement. Business people prefer to take the first  for practical reason when they intend to break ther work agreement. That is why government establish rules to protect he labours. However, there ar still some disobedience. Therefore, government still ned to find th solution. Keywords: some problems in given-time work agreement

Hakim, Lukmanul

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2011 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

Organization as a system of behavior included input, process and output. A collection of people, facilities and infrastructure could be used as input for further processing. Form and the process can be the interaction of people involved in the organization. The form of output was a result of cooperation in implementing something to achieved the same goal. The general purpose of operation can not function when not translated into specific objectives. Its not easy to measure achievement objectives for organizations that do not produce tangible outputs such as in the College of Economics Totalwin Semarang engaged in the business of education services. In such organizations, faculty and staff input is a factor that perform a process inorder to create good output. One of the problems still faced by the existing College of Economics Totalwin Semarang until now was "Why do some lecturers work better than other lecturer?" One of the tasks Management College of Economics Totalwin Semarang was to identify the causes of things that could happen. Source of effectiveness of lecturers include motivation, ability, knowledge, skills, attitudes and stress. The differences are influenced by the motivation of work and that can lead to different performance of each faculty. The problem in this study were 1). Work motivation could affect on the performance of lecturers STIE Totalwin Semarang. 2). Which was the factor of work motivation could dominant affected the lecturerperformance in STIE Totalwin Semarang

Handayani, Dwi Lusi

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2011 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

In the effort to increase the performance and prosperity of hospital employees, the organization needs to manage the job satisfaction, commitment of organization norms. Target of this research, was to test the effect of job satisfaction and organizational commitment in employees performance on BRSUD Sukoharjo. This sample research used purposive sampling technique and the data collected by questionare. The hypothesis tested by simple regression analysis and double regression with test, f test and coefficient of determination. Result of research found that there are positive andsignificant influence between satisfaction of job, organizational commitment, toword the employees performance of BRSUD sukoharjo employees, either through partial and simultan.Based on that results, we suggest the way to increase performance in the future, management must employees performance it’s performance. Beside that, the hospital’s management have to evaluate and implement activities during the periodically for better employees performance with organizational commitment, and job satisfaction.

Sunardi, Sunardi; Murti, Hari; Listiyono, Hersatoto

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

SMS merupakan sebuah teknologi yang menyediakan pelayanan pengiriman dan penerimaanpesan antar telepon seluler. Teknologi SMS hanya dapat membawa data yang terbatas. SMS Gatewayadalah suatu sistem yang menjembatani antara handphone dengan sistem yang menjadi server dengan SMSsebagai informasinya. Pada sistem kerja SMS gateway, telepon seluler pengguna mengirimkan sms yangberisikan  format tulisan untuk mengakses informasi yang dibutuhkan melalui jaringan gsm. SMS akanditerima oleh telepon seluler SMS gateway yang kemudian akan diambil oleh pc dengan menggunakanprotokol mfbus melalui kabel data. Sampai pada pc maka format tulisan akan diolah oleh program aplikasisms gateway  untuk menghasilkan informasi yang nantinya akan dikirimkan ke telepon seluler sms gatewaydengan menggunakan protokol mfbus melalui kabel data. setelah itu informasi dikirim oleh telepon selulersms gateway ke telepon seluler pengguna.

Februariyanti, Herny; Zuliarso, Eri; Utomo, Mardi Siswo

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Pada saat ini informasi sangatlah mudah didapat salah satunya adalah dari internet kita dapat mendapatkan informasi yang sangat luas. Dengan banyaknya informasi yang didapat maka akan menyulitkan dalam menemukan dokumen seperti yang diinginkan. Dengan semakin bertambahnya dokumen yang didapat, pendayagunaan sistem temu kembali dokumen menjadi penting agar dapat menghemat waktu dan kerja untuk mendapatkan dokumen yang mirip (similar) dengan kata kunci (query) yang diinputkan oleh pengguna.Pada prinsipnya, penyimpanan dokumen teks dan proses pencarian kembali dokumen tersebut sifatnya sederhana, selama ada kumpulan dokumen yang disimpan dan pengguna yang memberikan pertanyaan ataupun kebutuhan. Maka sistem temu kembali dokumen dapat mengembalikan kumpulan dokumen yang mirip dengan menghitung similarity atau tingkat kesamaan antara dokumen dengan query yang diinputkan oleh pengguna.Penelitian ini menggunakan algoritma indeks inverted untuk proses indeks kata (term), cosine similaritas untuk menghitung kesamaan kata dalam dokumen. Dokumen yang digunakan pada penelitian adalah dokumen teks abstrak skripsi mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Unisbank Semarang. Algoritma yang dikembangkan diuji dengan menggunakan dokumen teks naskah abstrak skripsi Fakultas Teknologi Informasi Unisbank Semarang. Hasil uji menunjukan bahwa algoritma dapat digunakan untuk menghitung tingkat similaritas (kesamaan) dokumen berdasarkan kata kunci yang diinputkan oleh pengguna. Pemilihan kata kunci sangat mempengaruhi hasil pencarian dokumen teks.

Ningsih, Dewi Handayani Untari

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Tingkat pelayanan jalan merupakan  suatu metode yang mungkin untuk memberikan batasan  – batasan ukuran untuk dapat menjawab pertanyaan apakah kondisi suatu ruas jalan yang ada saat ini masih memenuhi syarat untuk dilalui oleh volume maksimum lalu lintas /pemakai jalan yang ada saat ini dan peningkatannya hingga masa yang akan datang. Beberapa jalur di jaringan Jalan Utama wilayah memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi sehingga dapat menyebabkan kemacetan lalulintas. Analisa kepadatan lalulintas dibutuhkan untuk mengetahui kepadatan lalulintas pada suatu jalan sehingga dapat diketahui kepadatan lalulintas di jalur utama jaringan jalan di wilayah kota Semarang. Analisa dilakukan untuk mengetahui apakah  kondisi suatu ruas jalan yang ada saat ini masih memenuhi syarat untuk dilalui oleh volume maksimum lalu lintas /pemakai jalan dengan cara mengetahui tingkat pelayanan jalan (LOS/Level Of Service).  Sistem Informasi Geografi digunakan sebagai sarana pendukung (alat Bantu) yang dapat mengoptimalkan sistem kerja, baik secara efektifitas waktu, dana, maupun tenaga. Hal ini disebabkan karena kemampuan dari Sistem Informasi Geografi yang dapat menggabungkan beberapa jenis data dan melakkan analisis spasial. Dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografi   dalam melakukan analisis tingkat pelayanan jalan bisa melibatkan banyak parameter, baik jenis parameter tersebut berupa numerik atau tabel maupun berupa spasial atau peta. 

Februariyanti, Herny

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Pemanfaatkan  komputer  sebagai  pendukung  alat  ukur,  akan memberikan  kemudahan  dalam penggunaanya, dan nantinya akan diperoleh alat ukur yang lebih akurat, lebih mudah penggunaannya. Hasil pengukuran. Hasil dapat ditampilkan secara digital oleh komputer di layar monitor. Dengan tampilan yang berbentuk  digital  akan  memudahkan  dan  mempercepat  dalam  mengamati  hasil  pengukuran.  Masalah penelitian  ini  adalah  bagaimana  cara  merancang  peralatan  ukur  keolengan  suatu  benda  secara  digital menggunakan  komputer dengan memakai parallel port sebagai media transfer data antara komputer dengan peralatan ukur. Masalah penelitian  ini adalah bagaimana cara merancang peralatan ukur keolengan  suatu benda  secara digital menggunakan   komputer dengan memakai parallel port  sebagai media  transfer data antara  komputer  dengan  peralatan  ukur. Metode  pengembangan  sistem  yang  digunakan  adalah  metode prototype.  Prototype merupakan  proses  pembuatan model  dari  alat  yang  akan  dibuat,  sehingga  pemakai dapat mengetahui hasil yang didapat. Dihasilkan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur  tingkat keolengan  suatu  benda,  tidak  dapat  digunakan  untuk  memperbaikinya  Hasil  pengukuran  ini  juga dipengaruhi oleh pergeseran alat pengukur dan benda kerja. Untuk mendapatkan hasil ukur yang optimal alat pengukur  dan benda kerja harus diusahakan tidak geser.

Utomo, Agus Prasetyo; Mariana, Novita

Dinamik 2011 Universitas Stikubank

Tata kelola TI atau IT (Information Technology) Governance merupakan struktur hubungan dan proses untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi untuk mencapai tujuannya dengan menambahkan nilai ketika menyeimbangkan risiko dibandingkan dengan TI dan prosesnya. Dalam penelitian ini dihasilkan suatu rekomendasi IT Governance yang merupakan pengembangan dari IT Governance yang sudah dilaksanakan oleh Institusi saat ini, namun saat ini proses IT Governance belum dilakukan secara menyeluruh. Rekomendasi IT Governance ini dibuat guna meningkatkan kinerja TI layanan akademik yang ada di UNISBANK, dimana aktivitas layanan akademik tersebut menjadi tanggung jawab kerja suatu biro yang bernama BAAK dan pengadaan dan pengelolaan TI yang ada  menjadi tanggung jawab suatu divisi yaitu P2ICT. Perancangan IT Governance dalam penelitian ini menggunakan kerangka kerja COBIT (Control Objective For Information and Related Technology) versi 4.0, Dalam penelitian ini hanya dibahas 2 domain dari 4 domain yang ada di COBIT dengan pembahasan dibatasi pada tingkat control process saja, tidak membahas aktivitas-aktivitas yang terdapat di setiap control process. Domain yang dipilih dalam penelitian ini untuk dibuatkan rekomendasi pengelolaan TI adalah domain Deliver and Support (DS), Monitor and Evaluate (ME). Dari pemetaan model maturity tersebut diperoleh bahwa tingkat maturity untuk DS mendidik dan melatih users berada pada level maturity 4 (diatur), sementara untuk DS mengelola data berada pada tingkat maturity 3 (ditetapkan), Domain untuk Monitor dan evaluasi kinerja TI berada tingkat maturity 3 (ditetapkan). Berdasarkan pemetaan maturity tersebut dirancang rekomendasi IT Governance untuk masing-masing control process agar tingkat maturity dari masing-masing control process tersebut bisa lebih baik. Berdasarkan visi, misi, tantangan masa depan, dan tingginya harapan manajemen UNISBANK terhadap proses IT COBIT, dapat disimpulkan untuk dapat mendukung pencapaian tujuan UNISBANK setidaknya tingkat maturity pengelolaan IT yang dilakukan harus berada pada tingkat 4 – diatur (managed) dimana proses di monitor dan diukur manggunakan indikator tertentu.

Anshori, M. Isa

Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan 2011 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin

Organizational Citizenship Behavior (OCB) is improving organizational efficiency and effectiveness by contributing toward resource transformation, innovation and adaptation ability (Williams and Anderson, 1991). The number of employees in Poltekkes Surabaya who are divided into various divisions becomes a problem for human resources management. Therefore, Poltekkes Surabaya director’s managerial ability is greatly determined to organize human resources in order to create an effective and productive organization. In order to find out the relationship between job satisfaction and organizational commitment with organizational citizenship behavior in Health Polytechnic of Surabaya. The research used cross sectional design with subject of Health Polytechnic of Surabaya employees. In order to examine Organizational Citizenship Behavior, the research instrument being used was The Origin Organizational Citizenship Behaviors Questionnaire by Morrison (1994) which already used by Muchiri (2002). Job satisfaction was measured by using Minnesota satisfaction questioner. Organization’s commitment is measured by using questioner which is presented by Allen and Meyer (1990); Panggabean (2004). The research showed that there was a relationship between job satisfaction with OCB with r=0,407; R2 = 0,165 and p Value = 0,000. There was a relationship between organization’s commitment with significant OCB with r =0,2888; R2 = 0,83 and p Value = 0,001. Therefore, there was a significant relationship between job satisfaction and organizational commitment with organizational citizenship behavior with r=0,441; R2 = 0,194 and p Value = 0,000. In summary, there was a positive and significant relationship between job satisfaction with organizationalcitizenship behavior. There was a positive and significant relationship between organization’s commitment with organizational citizenship behavior. There was a positive and significant relationship between job satisfaction and organizational commitment with organizationalcitizenship behavior. The research used cross sectional design with subject of Health Polytechnic of Surabaya employees. In order to examine Organizational Citizenship  Behavior, the research instrument being used was The Origin Organizational Citizenship Behaviors Questionnaire by Morrison (1994) which already used by Muchiri (2002). Job satisfaction was measured by using Minnesota satisfaction questioner. Organization’s commitment is measured by using questioner which is presented by Allen and Meyer (1990); Panggabean (2004). The research showed that there was a relationship between job satisfaction with OC Bwith r=0,407; R2 = 0,165 and p Value = 0,000. There was a relationship between organization’s  commitment with significant OCB with r =0,2888; R2 = 0,83 and p Value = 0,001. Therefore, there was a significant relationship between job satisfaction and organizational commitment with organizational citizenship behavior with r=0,441; R2 = 0,194 and p Value = 0,000. In summary, there was a positive and significant relationship between job satisfaction with organizational citizenship behavior. There was a positive and significant relationship between organization’s commitment with organizational citizenship behavior. There was a positive and significantrelationship between job satisfaction and organizational commitment with organizational citizenship behavior.

Utomo, Agus Prasetyo

Dinamik 2010 Universitas Stikubank

Teknologi informasi dewasa ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi organisasi perusahaan untuk membantu aktivitas-aktivitas yang ada di dalam perusahaan. Banyak cara yang bisa dilakukanperusahaan untuk menerapkan teknologi informasi yaitu, membeli, membangun sendiri, atau menyerahkan ke pihak lain untuk pengembangannya. Penerapan teknologi informasi melalui pengolahan data secara elektronis (Electronic Data Processing/EDP) mau tidak mau akan memberikan dampak terhadap prosesauditing dan sekaligus proses pengendalian intern perusahaan. Untuk memastikan bahwa pengendalian intern dalam proses pengolahan data secara elektronik (electronic data processing/EDP) telah dilakukan dengan baik dan benar maka perusahaan harus menjalankan fungsi audit terhadat sistem tersebut. Fungsiaudit dilakukan oleh seorang Auditor, baik itu Auditor internal maupun Auditor eksternal. Di dalam melakukan kegiatan audit, seorang auditor sudah memiliki standard kerja sendiri, dengan harapan seorang auditor mampu bertindak secara independent dan dapat dipercaya. Hasil audit dari auditor dapat dimanfaatkan perusahaan sebagai bahan untuk melakukan perbaikan sistem dan efektifitas terhadap pengendalian internal.